• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkiraan Pendanaan Pengembangan Sanitasi

Tabel 2.5 : Perhitungan pertumbuhan Pendanaan APBD Kabupaten Sumba Barat untuk Sanitasi

No SKPD Belanja Sanitasi (Rp.) pertumbRata2

uhan (%)

2010 2011 2012 2013 2014

1 Belanja Sanitasi (1.1 +1.2 + 1.3 + 1.4) 2.443.360.100 2.196.402.050 1.782.776.550 2.438.451.200 3.564.655.298

1.1 Air Limbah Domestik - - - -

-1.2 Sampah RumahTangga 1.481.139.550 1.716.264.400 1.256.541.600 1.269.355.700 1.093.594.716 1.3 Drainase Perkotaan 769.010.000 359.500.000 377.475.000 1.155.695.500 2.400.000.000 1.4 PHBS 193.210.550 120.637.650 148.759.950 13.400.000 71.060.582

2 Dana Alokasi Khusus(2.1 + 2.2 + 2.3) 763.100.000,00 1.170.354.545,00 3.123.245.455, 1.344.820.000, 2.836.557.180, 1% 2.1 DAK Sanitasi 763.100.000 1.170.354.545,00 2.126.505.455, 1.24.820.000, 2.325.861.727, 2.2 DAK Lingkungan Hidup - - 996.740.000,00 100.000.000,00 510.695.453,99

2.3 DAK Perumahan danPermukiman - - - -

-3 Pinjaman/ Hibah untukSanitasi - - -

-4 Bantuan KeuanganProvinsi untuk

Sanitasi - - - -

-Belanja APBD Murni untuk

Sanitasi (1-2-3) 1.680.260.100, 1.026.047.505, (1.340.468.905,) 1.093.631.200, 728.098.117, 1% Total Belanja Langsung 85.958.618.150, 121.909.074.873, 67.318.487.030 93.012.256.798 116.444.847.80 % APBD murni terhadap

Belanja Langsung 2% 1% -2% 1% 1%

Dari table 2.5 tersebut dapat dilihat bahwa persentase belanja APBD Murni untuk sanitasi terhadap Total Belanja Langsung setiap tahun sangatlah kecil yaitu pada tahun 2012 sampai -2%dan pada tahun 2013 sampai 2014 mengalami peningkatan walaupun sangat kecil yaitu 1% namun persentasenya masih dibawah tahun 2010. Rata-rata pertumbuhan persentase Belanja APBD Murni untuk Sanitasi terhadap Total Belanja langsung (tahun 2010 s/d 2014) adalah sebesar 0,87 %.

Tabel 2.6 Perkiraan Besaran Pendanaan Sanitasi ke Depan

No Uraian Perkiraan Belanja Murni Sanitasi ke Depan Total Pendanaan

2015 2016 2017 2018 2019 1 Perkiraan Belanja Langsung 344.127.430.000 361.333.801.500 379.400.491.575 398.370.516.154 418.289.041.961 1.901.521.281.190 2 Perkiraan APBD Murni untuk Sanitasi 4.685.774.924 5.154.352.416 5.669.787.657 6.236.766.423 6.860.443.065 28.607.124.485 3 Perkiraan Komitmen Pendanaan Sanitasi 6.882.548.600 7.226.676.030 7.588.009.832 7.967.410.323 8.365.780.839 38.030.425.624 Tabel 2.6 di atas ditunjukkan dengan memperkirakan persentase Komitmen Pendanaan Sanitasi sebesar 2 % setiap tahun maka Belanja Langsung maupun APBD murni untuk Sanitasi untuk 5 tahun kedepan Belanja Langsung dan APBD Murni untuk Sanitasi dapat diperkirakan.

Tabel 2.7 Perhitungan pertumbuhan pendanaan APBD Kabupaten Sumba Barat untuk operasiona/ pemeliharaan sanitasi

NO. Uraian Belanja Sanitasi (Rp) Pertumbuhan

rata-rata

2010 2011 2012 2013 2014

1 Belanja Sanitasi 1.1 Air Limbah Domestik 1.1.1 Biaya operasional /

pemeliharaan (justified) 94.212.693 123.976.967 156.242.367 125.740.827 141.993.180 -1.2 Sampah rumah tangga

1.2.1 Biaya operasional /

pemeliharaan (justified) 507.928.500 630.858.700 662.026.200 609.515.000 650.569.000 -1.3 Drainase Lingkungan

1.3.1 Biaya operasional /

pemeliharaan (justified) 70.659.520 92.982.725 117.181.775 94.305.620 106.494.885

-Pendanaan APBD Kabupaten Sumba Barat untuk operasional / pemeliharaan sanitasi masih sangat kecil terutama untuk biaya operasional / pemeliharaan air limbah domestik dan drainase lingkungan. Pada tahun 2010 biaya operasional air limbah sebesar 14% dari total keseluruhan biaya operasional sanitasi sedangkan biaya operasional sampah 75% dan drainase 10% dari total biaya operasional secara keseluruhan. Tahun 2014 biaya operasional untuk air limbah dan drainase meningkat 1% dibandingkan dengan biaya operasinal tahun 2010, namun biaya

Tabel 2.8 : Perkiraan Besaran Pendanaan APBD Kabupaten Sumba Barat untuk kebutuhan operasional / pemeliharaan aset sanitasi terbangun hingga tahun 2019

NO. Uraian Biaya operasional / pemeliharaan (Rp) PendanaaTotal n 2015 2016 2017 2018 2019

1 Belanja Sanitasi 1.1 Air Limbah Domestik 1.1.1 Biaya operasional/pemeliharaan

(justified) 125.000.000 131.250.000 137.812.500 144.703.125 151.938.281 690.703.906 1.2 Sampah rumah tangga

1.2.1 Biaya operasional/pemeliharaan

(justified) 100.000.000 105.000.000 110.250.000 115.762.500 121.550.625 552.563.125 1.3 Drainase Lingkungan

1.3.1 Biaya operasional/pemeliharaan

(justified) 150.000.000 157.500.000 165.375.000 173.643.750 182.325.938 828.844.688 Tabel 2.8 diatas menunjukan perkiraan besaran pendanaan APBD Kabupaten Sumba Barat untuk operasional/ pemeliharaan Aset Sanitasi yaitu pertumbuhannya sebesar 5 % pertahun.

Tabel 2.9 Perkiraan kemampuan APBD Kabupaten Sumba Barat dalam mendanai program/ kegiatan SSK

No Uraian Pendanaan (Rp) Total

Pendanaan 2015 2016 2017 2018 2019 1 Perkiraan kebutuhan operasional / pemeliharaan 375.000.000 387.500.000 400.625.000 414.406.250 428.876.563 2.006.407.813

2 Perkiraan APBD murni

untuk sanitasi 4.685.774.924 5.154.352.416 5.669.787.657 6.236.766.423 6.860.443.065 28.607.124.485 3 Perkiraan Komitmen Pendanaan Sanitasi 6.882.548.600 7.226.676.030 7.588.009.831 7.967.410.323 8.365.780.839 38.030.425.623 4 Kemampuan Mendanai SSK (APBD murni) (2-1) 4.310.774.924 4.766.852.416 5.269.162.657 5.822.360.173 6.431.566.503 26.600.716.673 5 Kemampuan Mendanai SSK (komitmen) (3-1) 6.507.548.600 6.839.176.030 7.187.384.831 7.553.004.073 7.936.904.277 36.024.017.811 Berdasarkan tabel 2.9 diatas kita dapat melihat bahwa pemerintah Kabupaten Sumba Barat memperkirakan kemampuan dana untuk sanitasi sebesar 2% dari belanja langsung.

STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

Dalam rangka mewujudkanvisi dan melaksanakan misi pembangunan sanitasiKabupaten Sumba Barat, maka perlu dirumuskan tujuan dan sasaran strategis yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Tujuan dan sasaran strategis dirumuskan untuk memberikan arah terhadap program pembangunan sanitasi serta dalam rangka memberikan kepastian operasionalisasi dan keterkaitan antara misi dengan program pembangunan sanitasi, sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi.

Persoalandandimensipembangunansanitasi yang dihadapiselaluberubahdariwaktukewaktudanmakinkompleks.Permasalahandantantangan yang dihadapiakansemakinbertambahbanyak, sedangkankemampuandansumberdayapembangunan y angtersediacenderungterbatas. Olehkarenaitupemerintahdaerahharusmengoptimalkanpemanfaatansumberdaya yang tersediauntukmemenuhituntutan yang tidakterbatasdenganmembuatpilihandalambentukskalaprioritas.Dalammenentukanpilihantersebut, makaPemerintah Daerah tetapbersikaprealistis, dengantidakmembuatsasaran-sasaran yang sejaksemuladisadaritidakbisadipenuhi.

AdapuntujuandansasaranpembangunansanitasiKabupaten Sumba Barat per sub sektorperiode 2015-2019diuraikansebagaiberikut.:

3.1. Tujuan, SasarandanStrategiPengembangan Air LimbahDomestik

Penanganan air limbahdomestikmerupakanbagianuntukmendukungterwujudnyalingkungan yang berkualitasdanlestari, lingkunganperumahanlayakhunidantidakadamasyarakat yang BABS

(buang air

besarsembarang).SebagaimanadijelaskandalanBukuPutihSanitasibahwadenganmenggunakanan alisis SWOT disimpulkanbahwaposisipengelolaansanitasi di Kabupaten Sumba Barat padakomponen air limbahdomestikberadapadakuadran IV yakniposisidiversifikasiterpusat, makastrategi yang akanditempuhkedepandalampengelolaan air

POKJA AMPL KABUPATEN SUMBA BARAT III - 2

limbahdomestiksebagaimanatabel 3.1.berikutini:

Tabel 3.1 : Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Air Limbah Domestik

Tujuan Sasaran Strategi

Pernyataan Sasaran Indikator Sasaran Meningkatkan

kesadaran masyarakat untuk menggunakan jamban dan septic tank serta berpartisipasi dalam pengelolaan air limbah

Berkurangnya praktek Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dari 74% menjadi 30% tahun 2019

Jumlah penduduk yang melakukan praktek BABS berkurang menjadi 30% di tahun 2019

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan

masyarakat tentang pengelolaan jamban dan septic tank

Mengefektifkan sosialisasi tentang larangan BABS melalui pendidikan anak usia sekolah

Mewujudkan sistem pengelolaan air limbah domestik secara terpadu

Pengoptimalan program perencanaan

pengembangan pengelolaan air limbah domestik secara terpadu

Tersedianya master plan pengelolaan air limbah secara terpadu serta tersedianya dokumen AMDAL

Menyusun master plan pengelolaan air limbah secara terpadu . Penyusunan outline plan pengelolaan air limbah. Penyusunan dokumen AMDAL

Tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik

Tersedianya IPLT, IPAL dan

mobil penyedot tinja Menyediakan sarana danprasarana instalasi pengelolaan air limbah (IPLT dan IPAL). Menyediakan mobil penyedot tinja. Menyiapkan perangkat

peraturan dan kelembagaan dalam penyelenggaraan pengelolaan air limbah domestik

Ditetapkannya peraturan daerah dan pedoman teknis mengenai pengelolaan air limbah domestik di tahun 2015

Tersedianya peraturan daerah mengenai pengelolaan air limbah domestik. Tersedianya peraturan daerah dalam penyelenggaraan sistem air limbah rumah tangga.

Menyusun peraturan daerah mengenai pengelolaan air limbah . Menyusun peraturan daerah dalam

penyelenggaraan sistem air limbah rumah tangga.

3.2. Tujuan, SasarandanStrategiPengembanganPersampahan

Penangananpersampahanmerupakanbagianuntukmendukungterwujudnyalingkungan yang berkualitasdanlestari,

lingkunganperumahanlayakhunisertapengurangantimbulansampahdarisumbernyadenganpenang anansampahberwawasanlingkungan.Sebagaimanadijelaskandalanbukuputihsanitasibahwadenga nmenggunakananalisis SWOT disimpulkanbahwaposisipengelolaansanitasi di KabupatenSumba Baratpadakomponenpersampahanberadapadakuadran I yakniposisiberputar, makastrategi yang akanditempuhkedepandalampengelolaanpersampahanadalahmeminimalkankelemahan yang adauntukmenghindariancamanataumemanfaatkanpeluangjangkapanjang.

3.2.berikutini :

Tabel 3.2 : Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Persampahan

Tujuan Sasaran Strategi

Pernyataan Sasaran Indikator Sasaran Meningkatkan kualitas pelayanan pengelolaan sampah Bertambahnya sarana pengelolaan persampahan Tersedinya landasan container, dumptruck, armroll truck, gerobak sampah, keranjang sampah dan komposter

Menyediakan sarana pengangkutan sampah dan sarana komposter bagi masyarakat.

Meningkatnya sistem pemrosesan sampah dari open dumping ke sanitary landfill dan pembangunan sarana prasarana dasar penunjang TPA

Sistem sanitary landfill dalam pemrosesan akhir sampah di TPA Lapale serta Tersedianya prasarana dasar dan fasilitas operasional TPA

Meningkatkan prasarana dan sarana TPA

Pengoptimalan program perencanaan pengembangan pengelolaan persampahan secara terpadu Tersedianya masterplan pengelolaan persampahan secara terpadu. Tersedianya Studi Manajemen pengelolaan persampahan serta tersedianya penyusunan rencana usaha dan dokumen AMDAL

Menyusun masterplan pengelolaan persampahan secara terpadu. Menyusun studi manajemen dan rencana usaha (business plan) Menyusun dokumen AMDAL. Menyiapkan perangkat peraturan dan kelembagaan dalam pengelolaan persampahan Ditetapkannya kebijakan peraturan pemerintah daerah mengenai pengelolaan dan retribusi sampah

Tersusunnya PERDA tentang pengelolaan sistem persampahan dan retribusi sampah

Menetapkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan dan retribusi persampahan.

Meningkatnya kapasitas aparatur yang

mengelola bidang persampahan

Terdapat pelatihan, workshop atau sosialisasi tentang pengelolaan persampahan

Mengadakan pelatihan dan pendidikan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM aparatur yang mengelola bidang

persampahan. Pengetahuan dan

pemahaman aparatur yang menangani sistem

persampahan menjadi lebih meningkat Bertambahnya anggota komunitas hijau (kelompok pengelola sampah lingkungan permukiman) dari 15 orang menjadi 40 orang

Anggota komunitas hijau bertambah menjadi 40 orang.

Menambah jumlah personil anggota komunitas hijau sehingga cakupan wilayah penanganan sampah dapat diperluas dan sistem persampahan dapat berjalan dengan baik

Mengembangkan dan menerapkan sistem reward untuk memicu masyarakat dalam mengelola lingkungan sekitarnya

POKJA AMPL KABUPATEN SUMBA BARAT III - 4 partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan sistem 3R masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga

untuk membuang sampah pada tempatnya dan pengetahuan masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik semakin meningkat

umum terkait dalam pengelolaan sampah dengan sistem 3R . Optimalisasi sosialisasi tentang pengelolaan sampah sejak dini melalui pendidikan anak usia sekolah. Meningkatkan pembinaan masyarakat khususnya perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan gender.

3.3. Tujuan, SasarandanStrategiPengembanganDrainase

Penanganandrainaselingkunganmerupakanbagianuntukmendukungterwujudnyalingkungan yang berkualitasdanlestari, lingkunganperumahanlayakhunisertapengurangangenangan air

terutamapadawilayah-wilayahrawangenangan.SebagaimanadijelaskandalanBukuPutihSanitasibahwadenganmengguna kananalisis SWOT disimpulkanbahwaposisipengelolaansanitasi di KabupatenSumba Baratpadakomponendrainaselingkunganberadapadakuadran II yakniposisipemeliharaanagresif,

makastrategi yang

akanditempuhkedepandalampengelolaandrainaselingkunganadalahmeminimalisirkelemahan yang adauntukmemanfaatkanpeluang. Untukituditetapkantujuan, sasarandanstrategipengembangandrainasesebagaimanatabel 3.3.berikutini.

Tabel 3.3 : Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Drainase Perkotaan

Tujuan Sasaran Strategi

Pernyataan Sasaran Indikator Sasaran Menyiapkan perangkat peraturan dan kelembagaan dalam pengelolaan sistem drainase lingkungan Ditetapkannya kebijakan peraturan pemerintah daerah mengenai pengelolaan sistem drainase lingkungan Tersusunnya PERDA tentang pengelolaan sistem drainase lingkungan Menyusun rancangan peraturan daerah tentang pengelolaan drainase permukiman serta melakukan proses sosialisasi PERDA tentang drainase. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana drainase lingkungan Meningkatnya saluran drainase yang terbangun dan berfungsi baik

Tidak ada lagi saluran drainase yang tidak berfungsi berfungsi dengan baik.

Pembangunan saluran drainase baru di Kabupaten Sumba Barat. Tersedia

Pengembangan kapasitas operasi dan pemeliharaan saluran drainase terbangun, sistem polder, rumah pompa dan pompa air. Meningkatkan persentase pembangunan saluran drainase untuk yang belum terlayani.

Mewujudkan sistem drainase lingkungan yang terbangun dan berfungsi baik

Mengefektifkan master plan drainase lingkungan yang sudah ada di Kabupaten Sumba Barat

Masterplan yang sudah ada di Kabupaten Sumba Barat dapat dipergunakan secara efektif

Mereview masterplan yang sudah terdapat di Kabupaten Sumba Barat guna untuk menciptakan sistem drainase yang terbangun dan berfungsi dengan baik.

Pengelolaan PHBS danpromosihigienemerupakanbagianterpaduuntukmendukungterwujudnyalingkungan yang berkualitasdanlestari, lingkunganperumahanlayakhunisertameningkatnyapolahidup yang

bersihdansehat di masyarakat. Hal lain yang

ingindicapaiadalahmeningkatnyakesadaranmasyarakatakanresikobuang air besarsembarangan, kesadaranakanpentingnyacucitanganpakaisabunterutamapada lima waktupentingyakni1) sesudahbuangair besar (BAB), 2) sesudahmencebokipantatanak, 3) sebelummenyantapmakanan, 4) sebelummenyuapianak, danterakhiradalah 5) sebelummenyiapkanmakananbagikeluargaUntukituditetapkantujuan,

sasarandanstrategipengelolaan PHBS danpromosihigienesebagaimanatabel 3.4. berikutini :

Tabel 3.3 : Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Drainase Perkotaan

Tujuan Sasaran Strategi

Pernyataan Sasaran Indikator Sasaran Menyiapkan perangkat peraturan dan kelembagaan dalam pengelolaan sistem drainase lingkungan Ditetapkannya kebijakan peraturan pemerintah daerah mengenai pengelolaan sistem drainase lingkungan Tersusunnya PERDA tentang pengelolaan sistem drainase lingkungan

Menyusun rancangan peraturan daerah tentang pengelolaan drainase permukiman serta melakukan proses sosialisasi PERDA tentang drainase. Meningkatkan

pembangunan sarana dan prasarana drainase lingkungan

Meningkatnya saluran drainase yang terbangun dan berfungsi baik

Tidak ada lagi saluran drainase yang tidak berfungsi berfungsi dengan baik.

Pembangunan saluran drainase baru di Kabupaten Sumba Barat. Tersedia

Pengembangan kapasitas operasi dan pemeliharaan saluran drainase terbangun, sistem polder, rumah pompa dan pompa air. Meningkatkan persentase pembangunan saluran drainase untuk yang belum terlayani.

Mewujudkan sistem drainase lingkungan yang terbangun dan berfungsi baik

Mengefektifkan master plan drainase lingkungan yang sudah ada di Kabupaten Sumba Barat

Masterplan yang sudah ada di Kabupaten Sumba Barat dapat dipergunakan secara efektif

Mereview masterplan yang sudah terdapat di Kabupaten Sumba Barat guna untuk menciptakan sistem drainase yang terbangun dan berfungsi dengan baik.

POKJA AMPL KABUPATEN SUMBA BARAT III - 6

Tujuan Sasaran Strategi

Pernyataan Sasaran Indikator Sasaran Meningkatkan sarana

dan prasarana pengelolaan air bersih di sekolah-sekolah yang berada dalam wilayah Kabupaten Sumba Barat

Meningkatnya kualitas air bersih dari 29% menjadi 75% pada tahun 2019

Kualitas air bersih di Kabupaten Sumba Barat meningkat menjadi 75% di tahun 2019

Meningkatkan mutu kualitas pelayanan air bersih di setiap sekolah

Meningkatkan kesadaran anak -anak sekolah untuk menerapkan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Berkurangnya anak-anak yang tidak mempraktekkan perilaku CTPS dari 25% menjadi 0% di tahun 2019

Tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak mempraktekkan perilaku CTPS

Mengoptimalkan peran serta kader dalam mempromosikan perilaku CTPS di sekolah-sekolah . Mengoptimalkan peran serta media dalam advokasi perilaku CTPS. Pembangunan sarana CTPS di setiap sekolah.

Meningkatkan kesadaran para siswa untuk menggunakan jamban dan septic tank

Meningkatnya sarana dan prasarana sanitasi disekolah terutama jumlah toilet untuk guru dan murid

Tidak ada lagi murid yang melakukan praktek BABS

Menyediakan sarana dan prasarana sanitasi di setiap sekolah.

PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Program merupakan tindak lanjut dari strategi pelaksanaan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, dan sebagai rencana tindak dari sebuah program, maka diturunkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan. Penyusunan kegiatan mengacu pada sistem dan zona sanitasi yang telah ditetapkan pada kerangka pengembangan sanitasi berdasarkan hasil analisa data sekunder maupun primer sebagaimana dijelaskan dalam Buku Putih Sanitasi. Hal ini menjadi acuan dasar agar pembangunan sanitasi dapat dilakukan secara tepat sasaran, merata, efektif dan efesien serta berkelanjutan. Pertimbangan lainnya dalam penyusunan kegiatan ini adalah TUPOKSI SKPD serta agenda pembangunan lima tahunan yang telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sumba Barat, sehingga diharapkan kegiatan-kegiatan yang diusulkan dalam SSK ini sejalan dengan agenda-agenda prioritas pembangunan dalam rangka pencapaian visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat.

4.1. Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi

Sesuai dengan kondisi layanan sanitasi saat ini di Kabupaten Sumba Barat maka tahapan pengembangan program sanitasi di Kabupaten Sumba Barat pada prinsipnya tetap mengacu kepada hasil studi EHRA yang menghasilkan peta area beresiko sanitasi. Untuk memudahkan pelaksanaan program wilayah Kabupaten Sumba Barat telah dilakukan pembagian zona pengembangan dan layanan sanitasi dengan mempertimbangkan ;

a) Luas wilayah (zona),

b) Jangkauan/cakupan pelayanan sanitasi, dan c) Kondisi layanan sanitasi itu sendiri.

Setiap zona terdapat area-area beresiko tinggi. Kondisi area beresiko ini pada dasarnya tidak berdiri sendiri, namun merupakan sistem dimana resiko yang terjadi pada suatu wilayah memiliki keterkaitan dengan wilayah sekitar. Oleh karena itu penyusunan perencanaan, strategi dan implementasi program harus diarahkan secara sistem. Demikian juga di komponen air limbah, drainase dan persampahan serta PHBS, resiko/bencana yang terjadi di suatu wilayah tidak lepas dari kondisi layanan sanitasi di wilayah sekitar termasuk perilaku manusia itu sendiri.

Pada prinsipnya strategi pendekatan pembangunan sanitasi di Kabupaten Sumba Barat, mempertimbangkan pada :

peran masyarakat sejak tahap perencanaan, pembangunan dan pengelolaan

Pengembangan pembangunan yang bersifat city-wide dan bertahap berdasarkan demand

responsive.

Kab. / Kota : Sumba Barat Provinsi : Nusa Tenggara Timur Tahun : 2014 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 A. 2772 4162 6702 2452 2407 18495 4624 3699 6473 2774 925 B. 3.428 10.303 12.303 3.553 3.893 33480 10.653 3.450 17.851 1.200 326 C. 14.655 14.755 14.475 14.755 14.905 73545 27.200 20.770 25.500 50 25 D. 250 250 250 250 250 1250 950 - - 250 50 21105 29470 33730 21010 21455 126770 43427 27919 49824 4274 1326 NOMOR PROGRAM / KEGIATAN (Output/Sub

Output/Komponen) APBN SWASTA/C

SR MASYARAKAT 2015 Jumlah KOMPONEN PERSAMPAHAN DOMESTIK 2 PROV. PHBS

KOMPONEN DRAINASE LINGKUNGAN PERMUKIMAN

JUMLAH TOTAL

Tabel 4.1 : Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya dan Sumber Pendanaan dan/atau Pembiayaan Pengembangan Sanitasi untuk 5 tahun

2016 2017 2018 2019 KOMPONEN AIR LIMBAH DOMESTIK

Dokumen terkait