• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkom No 4 Tahun

Dalam dokumen Perkara Nomor 07KPPU M2014 (Halaman 47-103)

(1) Badan usaha yang melakukan Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan wajib menyampaikan Pemberitahuan kepada Komisi paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal Penggabungan atau Peleburan Badan

halaman 48 dari 110

Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan telah berlaku efektif secara yuridis. (2) Tanggal berlaku efektif secara yuridis sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) adalah:

….

c. khusus untuk Pengambilalihan Saham yang terjadi di bursa efek, maka pemberitahuan dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal Surat Keterbukaan Informasi Pengambilalihan Saham Perseroan Terbuka.

24.5 Bahwa Fakta Pemberitahuan adalah sebagai berikut; --- (1) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (”KPPU”) telah menerima Pemberitahuan dari Terlapor yang melakukan pengambilalihan Saham (akuisisi) HD Finance pada tanggal 24 Juni 2013. (vide, I8, I9, I11, B3 Penyelidikan dan BAP SMK Terlapor); --- (2) Pemberitahuan tersebut dicatat oleh KPPU dengan nomor register A13613 (vide I11); --- (3) Berdasarkan Pemberitahuan tersebut, diketahui nilai aset hasil penggabungan adalah Rp.30.891.691.813.936 (vide I11); ---

2012 PT. Tiara Marga Trakindo (dalam USD) 3,009,779,951 PT. HD Finance (dalam Rupiah) 1.588.474.211.000

(4) Selanjutnya setelah dilakukan konversi nilai mata uang yang berdasarkan kurs Jual Bank Indonesia pada tanggal 11 Maret 2013 adalah untuk setiap USD 1 sama dengan Rp.9.736 maka diperoleh nilai aset PT. Tiara Marga Trakindo adalah Rp.29.303.217.602.936 sehingga nilai aset hasil penggabungan adalah Rp.30.891.691.813.936;--- (5) Bahwa dalam pemberitahuan tersebut diketahui nilai penjualan hasil penggabungan adalah Rp.24.518.222.785.456 (vide I11); ---

2012 PT. Tiara Marga Trakindo (dalam USD) 2,410,536,648 PT. HD Finance (dalam Rupiah) 1.049.238.000.000 Selanjutnya setelah dilakukan konversi nilai mata uang yang berdasarkan kurs Jual Bank Indonesia pada tanggal 11 Maret 2013 adalah untuk setiap USD 1 sama dengan Rp.9.736 maka diperoleh nilai penjualan PT. Tiara Marga Trakindo adalah Rp.23.468.984.804.928 sehingga nilai penjualan hasil penggabungan adalah Rp.24.518.222.804.928. --- 24.6 PT. Tiara Marga Trakindo sebagai Badan Usaha Pengambilalih (vide I8, I9, I11, I13, I14, B3 Penyelidikan, BAP SMK Terlapor); ---

halaman 49 dari 110

(1) Bahwa PT. Tiara Marga Trakindo adalah pelaku usaha selaku Badan Usaha Pengambilalih; --- (2) Bahwa PT. Tiara Marga Trakindo didirikan pada tahun 1970 dengan

nama PT Trakindo Utama berdasarkan Akta Notaris Djojo Muljadi, S.H., No. 55 tanggal 23 Desember 1970. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/115/1 tanggal 31 Juli 1971; --- (3) Bahwa Akta Pendirian tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan

dan dengan Akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H., No. 16 tanggal 16 Agustus 2000 mengenai perubahan nama perusahaan dari PT Trakindo Utama menjadi PT Tiara Marga Trakindo. Perubahan nama ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-125.HT.01.04.TH2001 tanggal 4 Januari 2001; --- (4) Bahwa Perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris Mala Mukti,

S.H.,LL.M, No. 79 tanggal 18 April 2012 mengenai perubahan susunan Direksi Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-18565 tanggal 24 Mei 2012; --- (5) Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Tiara Marga

Trakindo No. 122 Tanggal 30 Januari 2013; --- (6) Bahwa PT Tiara Marga Trakindo adalah perseroan yang bergerak di

bidang perdagangan, pemborongan (kontraktor), pengangkutan, industri, percetakan, perwakilan dan/atau peragenan, pekerjaan teknik, jasa atau pelayanan, pemukiman dan pertanian. PT Tiara Marga Trakindo merupakan holding company yang memiliki beberapa anak perusahaan; (7) Bahwa pemegang saham PT Tiara Marga Trakindo adalah sebagai

berikut: --- (8) Bahwa nilai penjualan dan aset PT Tiara Marga Trakindo dalam kurun

waktu 3 (tiga) tahun terakhir adalah: --- Tahun Nilai Penjualan Nilai Aset

2010 USD 1.327.301.087 USD 1.329.061.371

2011 USD 2.352.388.452 USD 2.311.119.805

2012 USD 2.410.536.648 USD 3.009.779.951

24.7 Badan Usaha yang diambilalih (vide I11, I15, B4 Penyelidikan, BAP SMK Terlapor); ---

halaman 50 dari 110

(1) Bahwa PT HD Finance, Tbk adalah pelaku usaha sebagai Badan Usaha yang diambilalih; --- (2) Bahwa PT HD Finance, Tbk merupakan suatu perseroan terbatas yang

didirikan berdasarkan Peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta, beralamat di Jalan Lingkar Luar Barat Kavling 35-36 Kelurahan Rawa Buaya Cengkareng Jakarta Barat; --- (3) Bahwa PT HD Finance, Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris F.A.

Tumbuan No. 41 tanggal 20 September 1972 dengan nama PT Indonesia Lease Corporation; --- (4) Bahwa PT HD Finance, Tbk beberapa kali mengalami perubahan nama

yaitu menjadi PT Mitra Pradityatama Leasing berdasarkan Akta Notaris Jacinta Susanti, S.H. No. 27 tanggal 17 Juni 1988 sebagaimana diubah dengan Akta Jacinta Susanti, S.H. No. 19 tanggal 10 Maret 1989. Kemudian berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H. No. 37 tanggal 19 juni 1995 nama perseroan berubah menjadi PT Niaga Leasing Corporation dan pada tahun 2000 diubah kembali menjadi PT Niaga Leasing berdasarkan Akta Notaris Siti Rahyana, S.H. sebagai Notaris pengganti dari Bandoro Raden Ayu Mahyastoeti, S.H. No. 51 tanggal 12 September 2000. Perseroan mengubah nama kembali berdasarkan Akta Notaris Irawan Soerodjo, S.H. No. 16 tanggal 5 Desember 2001 jo. Akta Notaris Irawan Soerodjo, S.H. No. 13 tanggal 5 Pebruari 2002 menjadi PT Niaga Indovest Finance. Terakhir perseroan mengubah nama menjadi PT HD Finance berdasarkan Akta Notaris Eliwaty Tjitra, S.H. No. 39 tanggal 13 Desember 2005; --- (5) Bahwa pada tahun 2011, PT HD Finance, Tbk melakukan penawaran

umum perdana atas saham perseroan sebagaimana telah disetujui oleh pemegang saham perseroan berdasarkan Akta Notaris Doktor Irawan Soerodjo, S.H., Msi. No. 31 tanggal 12 Januari 2011, serta mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada bulan Mei 2011; --- (6) Bahwa PT HD Finance, Tbk memiliki 31 kantor cabang yang tersebar di

Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi, Tambun, Tangerang, Serpong, Serang, Cikupa, Ciledug, Depok, Bogor, Cileungsi, Cikarang, Karawang, Bandung, Cimahi, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Tulungagung, Gresik, Kediri, Malang, Medan, Binjai, Palembang, Betung dan Pekanbaru; ---

halaman 51 dari 110

(7) Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar PT HD Finance, Tbk maksud dan tujuan PT HD Finance, Tbk adalah bergerak dalam bidang pembiayaan termasuk pembiayaan sesuai dengan Prinsip Syariah; - (8) Bahwa pemegang saham PT HD Finance, Tbk sebelum pengambilalihan

adalah sebagai berikut: --- (9) Bahwa nilai penjualan dan asset PT HD Finance, Tbk dalam kurun waktu

3 (tiga) tahun terakhir adalah: ---

Tahun Nilai Penjualan Nilai Aset

2010 Rp.568.353.000.000 Rp.764.434.000.000 2011 Rp.1.028.822.000.000 Rp.1.241.206.378.000 2012 Rp.1.049.238.000.000 Rp.1.588.474.211.000 24.8 Tentang Transaksi (vide C1, C2, C3, C5, C6, C7, B3 Penyelidikan, B4

Penyelidikan, I1, I4, I11, I12, I17, I18, BAP SMK Terlapor); --- (1) Bahwa pada tanggal 8 Maret 2013 PT Tiara Marga Trakindo mengambilalih 693.000.000 saham atau setara dengan 45% saham PT HD Finance, Tbk milik Wealth Paradise Holdings Limited dan PT HD Corpora selaku pemegang saham PENGENDALI; --- (2) Bahwa proses pengambilalihan saham PENGENDALI dimaksud dimuat

dalam surat kabar Bisnis Indonesia tanggal 11 Maret 2013; --- (3) Bahwa pada tanggal 11 Maret 2013, PT Tiara Marga Trakindo

menyampaikan surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan No. TMT-LGL/129/LL/DIR/III/2013 perihal Pengumuman Pengambilalihan HD Finance oleh PT Tiara Marga Trakindo; --- (4) Bahwa berdasarkan ketentuan Angka 4 Peraturan Bapepam-LK No.

IX.H.1, PT Tiara Marga Trakindo selaku PENGENDALI BARU pada tanggal 13 April sampai dengan 12 Mei 2013 melakukan Penawaran Saham (tender offer); --- (5) Bahwa hasil pelaksanaan tender offer tersebut PT Tiara Marga Trakindo

memperoleh 172.671.500 saham atau setara dengan 11,21% saham yang telah diterbitkan PT HD Finance, Tbk; --- (6) Bahwa dalam rangka untuk menyesuaikan dengan rencana investasi awal

PT Tiara Marga Trakindo pada PT HD Finance, Tbk. pada tanggal 14 Juni 2013, PT Tiara Marga Trakindo melakukan penjualan saham PT HD Finance, Tbk. sebanyak 6.223.833 saham atau setara 0,43% total saham PT HD Finance Tbk. yang telah diterbitkan; ---

halaman 52 dari 110

(7) Bahwa kronologis pengambilalihan saham HD Finance oleh Terlapor adalah sebagai berikut: ---

24.9 Fakta Persidangan Pemeriksaan Saksi Ahli Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang diwakili oleh YB Eko Pramuji, Marthen Pareang, M. Rizki Fauzi yang pada intinya sebagai berikut: --- (1) Bahwa menurut Ahli, Keterbukaan Informasi Publik pada prinsipnya dipasar modal adalah adanya keterbukaan, pihak/emitem yang mempunyai fakta material wajib menyampaikan informasi kepada OJK/dahulu Bapepam. Keterbukaan ini memberikan informasi kepada investor agar informasi sama terhadap seluruh investor dalam melakukan investasi/ rencana pengambilalihan; --- (2) Bahwa proses keterbukaan informasi dilakukan setelah terjadinya

transaksi pengambilalihan, kemudian setelahnya pengendali baru harus melakukan tender offer; --- (3) Dalam tender offer tersebut, pengendali baru menawarkan kepada

pemegang saham existing untuk menjual sahamnya dan pengendali baru 14 JANUARI 2013

Konsultasi terkait Rencana Pengambilalihan (Akuisisi) Saham Perusahaan PT HD Finance Tbk 27 FEBRUARI 2013 KPPU mengeluarkan Pendapat terhadap Konsultasi terkait Rencana Pengambilalihan (Akuisisi) Saham Perusahaan PT HD Finance Tbk 8 MARET 2013 TMT melakukan pengambilalihan saham terhadap 693.000.000 saham setara 45% saham PT HD Finance Tbk dari PT HD Corpora dan Wealth Paradise Holdings Limited

11 MARET 2013 1. Pengumuman pengambilalihan 45% saham PT HD Finance Tbk di Surat Kabar Bisnis Indonesia 2. Menyampaikan pemberitahuan kepada OJK terkait Pengumuman Keterbukaan Informasi Pengambilalihan Saham PT HD Finance 13 APRIL s.d 12 MEI 2013 Pelaksanaan Tender Offer 27 MEI 2013 Pemberitahuan kepada OJK terkait Laporan Hasil Penawaran Wajib (Tender Offer)

21 JUNI 2013 1. Pemberitahuan kepada OJK mengenai Keterbukaan Informasi terkait Perubahan Jumlah Kepemilikan Saham PT HD Finance TBK 2. Kepemilikan saham TMT pada PT HD Finance Tbk adalah sebesar 55,81% 24 JUNI 2013 TMT menyampaikan Pemberitahuan kepada KPPU terkait pengambilalihan saham PT HD Finance Tbk

halaman 53 dari 110

disini wajib membeli saham jika pemegang saham existing ingin menjual/melepas sahamnya; --- (4) Bahwa pengambilalihan menurut ketentuan Bapepam dan LK No. Kep.

264/BL/2011 tanggal 31 Mei 2011 adalah tindakan baik langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan perubahan pengendali; --- (5) Bahwa pengendali adalah yang memiliki 50 persen saham atau lebih,

atau, yang memiliki kemampuan untuk menentukan baik langsung ataupun tidak langsung dengan cara apapun pengelolaan atau kebijaksanaan perusahaan terbuka; --- (6) Bahwa secara ekstrim walaupun pemegang saham baru hanya membeli

30% saham yang merupakan saham pengendali, maka perusahaan tersebut sudah dapat dikatakan sebagai pengendali; --- (7) Bahwa pengendali baru dibuktikan dengan cara dipublish ke publik, yang

dipublish melalui surat kabar harian, minimal 1 surat kabar dan website PT. BEI; --- (8) Bahwa Bapepam tidak mengenal istilah pengendali akhir, yang dikenal

adalah pengendali lama dan pengendali baru; --- (9) Bahwa menurut Ahli, kepemilikan akhir terjadi setelah proses tender

offer, namun pengendali baru sudah ditetapkan setelah proses pengambilalihan, dan pengendali baru tersebut wajib melakukan tender offer; --- (10) Bahwa tender offer merupakan konsekuensi dari adanya proses

pengambilalihan dan tender offer merupakan kewajiban terhadap pengendali baru; --- 24.10 Fakta Persidangan Pemeriksaan Ahli Prof. Dr. Nindyo Pramono, S.H.,

M.S. yang merupakan guru besar hukum bisnis di Universitas Gadjah Mada, aktif sebagai konsultan hukum pasar modal dan sebagai pengajar hukum bisnis, hukum persaingan usaha dan juga sebagai pembimbing program doktor di beberapa universitas ternama, yang pada intinya adalah sebagai berikut: --- (1) Bahwa, pengambilalihan di pasar modal mengacu pada Peraturan Bapepam IX.H.1 yang initinya adalah suatu tindakan langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan perubahan pengendalian perusahaan, dimana dapat berupa pengambilalihan saham yang mencapai 51 persen atau dapat kurang dari 51 persen yang mengakibatkan perubahan pengendalian; ---

halaman 54 dari 110

(2) Bahwa yang dimaksud dengan perubahan pengendalian dengan kepemilikan saham dibawah 51 persen, yakni pengambilalihan saham tersebut dengan diperjanjikan memperoleh fasilitas atau persyaratan yang bisa melakukan pengendalian, sebagai contoh adanya penempatan direksi, dan penempatan dewan komisaris sehingga dapat mengendalikan perusahaan tersebut; --- (3) Bahwa dalam rangka Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, Pengendali

Perusahaan Terbuka baru wajib melakukan Penawaran Tender/Tender Offer untuk seluruh sisa saham Perusahaan Terbuka tersebut; --- (4) Bahwa pihak yang diwajibkan untuk melakukan Penawaran Tender

(tender offer) adalah Perusahaan PENGENDALI BARU ; --- (5) Bahwa suatu perusahaan yang melakukan pengambilalihan saham di

pasar modal dan telah melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan, maka hal tersebut merupakan suatu bentuk Surat Keterbukaan Informasi; --- (6) Sebagai contoh ilustrasi, bahwa apabila terdapat Perusahan melakukan

pengambilalihan saham pada tanggal 10 Maret kemudian pengendali baru melapor ke Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 11 Maret, bahwa hal itu termasuk dalam Surat Keterbukaan Informasi; --- (7) Bahwa suatu perusahaan yang melakukan pengambilalihan saham baru

sebesar 41% tetapi sudah melakukan pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan sudah dikatakan terdapat Keterbukaan Informasi; --- (8) Bahwa dalam Peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, Ahli tidak dapat

menunjukkan aturan yang menyebutkan bahwa efektif juridis dilakukan setelah tender offer; --- 24.11 Jawaban Investigator terhadap Tanggapan LKP, terkait dengan Formil Hukum

Acara: --- (1) Dasar hukum untuk dilakukannya Pemeriksaan Pendahuluan oleh KPPU adalah sudah tepat dan benar, dikarenakan Laporan Keterlambatan Pemberitahuan telah disetujui dalam Rapat Komisi dan ditandatangani oleh Plt. Deputi Penegakan Hukum pada tanggal 11 Maret 2014 (vide I19); --- (2) Berdasarkan Laporan Keterlambatan Pemberitahuan tersebut, kemudian

dikeluarkan Surat Penetapan Pemeriksaaan Pendahuluan pada tanggal 28 Maret 2014, yang pada intinya menunjuk Majelis Komisi yang menangani perkara a quo; ---

halaman 55 dari 110

(3) Berdasarkan surat Penetapan Pemeriksaan Pendahuluan, dibentuk Tim Investigator berdasarkan Surat Tugas No. 205/D.2/ST/III/2014 tanggal 28 Maret 2014 ; --- (4) Atas dasar Surat Tugas tersebut, Investigator menandatangani Laporan

Keterlambatan Pemberitahuan pada tanggal 8 April 2014; --- (5) Bahwa dengan demikian terdapat 2 (dua) Laporan Keterlambatan

Pemberitahuan yaitu Laporan Keterlambatan Pemberitahuan yang ditanda-tangani oleh Plt. Deputi Penegakan Hukum tanggal pada tanggal 11 Maret 2014 dan Laporan Keterlambatan Pemberitahuan yang ditanda- tangani oleh Investigator pada tanggal 8 April 2014; --- (6) Sehingga dengan demikian dalil-dalil dari Terlapor yang menyatakan

bahwa tidak terdapat dasar hukum untuk dilakukannya Pemeriksaan Pendahuluan adalah tidak berdasar; --- 24.12 Jawaban Investigator terhadap Tanggapan LKP, terkait dengan Hasil Diskusi

dengan KPPU pada periode Konsultasi; --- (1) Bahwa terkait dengan dalil-dalil Terlapor yang menyatakan bahwa Terlapor telah melakukan diskusi dengan Pihak KPPU, yang pada intinya pemberitahuan dilakukan setelah diselesaikannya transaksi secara final dimana Terlapor telah memperoleh target pengendalian yaitu sekurangnya 51% saham PT. HD Finance adalah TIDAK BENAR DAN SANGAT TIDAK BERDASAR; --- (2) Bahwa KPPU dalam memberikan konsultasi selalu berdasar pada

ketentuan yang berlaku, in casu PP 57 Tahun 2010 dan Perkom No. 4 Tahun 2012 dimana dalam ketententuan tersebut telah jelas menyebutkan bahwa pemberitahuan diberitahukan ke KPPU adalah 30 hari setelah pengambilalihan; --- (3) Bahwa tidak terdapat bukti yang menyatakan bahwa pihak dari KPPU

pernah menyatakan pemberitahuan dilakukan setelah diselesaikannya transaksi secara final dimana Terlapor telah memperoleh target pengendalian yaitu sekurangnya 51% saham PT. HD Finance; --- (4) Bahwa berdasarkan Pasal 1 Butir 3 PP No. 57 Tahun 2010 jo. Pasal 1

Butir 3 Perkom No. 04 Tahun 2012: ---

“Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan usaha untuk mengambilalih saham badan usaha yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas badan usaha tersebut” ---

halaman 56 dari 110

(5) Bahwa berdasarkan Penjelasan Pasal 5 ayat (4) huruf b PP No. 57 Tahun 2010: --- Yang dimaksud dengan dikendalikan adalah ; ---

a. Pemilikan saham atau penguasaan suara lebih dari 50% dalam badan usaha atau ; --- b. Adanya pemilikan saham atau penguasaan suara kurang dari atau sama dengan 50% tetapi dapat mempengaruhi dan menentukan kebijakan pengelolaan badan usaha dan atau mempengaruhi dan menentukan pengelolaan badan usaha; --- (6) Berdasarkan berdasarkan ketentuan tersebut sangatlah tidak mungkin KPPU dalam hal ini Biro Merger menyatakan proses pengambilalihan dilakukan setelah 51%, karena ketentuan yang berlaku menyatakan pengambilalihan adalah perubahan pengendali; --- (7) Dengan demikian, walaupun terdapat perbedaan penafsiran dari definisi

pengendalian oleh PT Tiara Marga Trakindo, KPPU tetap merujuk pada aturan yang berlaku; --- 24.13 Jawaban Investigator terhadap Tanggapan LKP, tentang Pendapat KPPU No.

04/KPPU/PDPT/II/2013 berkaitan dengan Konsultasi Pengambilalihan Saham PT HD Finance Tbk. Oleh PT Tiara Marga Trakindo; --- (1) Bahwa pada tanggal 14 Januari 2013, KPPU telah menerima Konsultasi tertulis dari PT Tiara Marga Trakindo dan telah dicatat dengan No. Register A20113 yang pada intinya menjelaskan; --- (a) Bahwa hasil Konsultasi pada intinya Komisi menilai tidak terdapat

dugaan adanya praktek monopoli atau persaingan usaha tidak sehat yang diakibatkan oleh pengambilalihan saham tersebut; --- (b) Bahwa PT Tiara Marga Trakindo tidak berada pada pasar bersangkutan yang sama dan tidak saling terintegrasi dengan PT HD Finance Tbk.; --- (c) Bahwa dengan demikian pendapat Komisi hanya terbatas pada

proses pengambilalihan saham yang dapat mengakibatkan adanya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat;---

(2) Bahwa pendapat Komisi tersebut tidak menyebut sedikitpun menyangkut pemberitahuan keterlambatan, karena tindakan korporasi (corporate action) pengambil alihan saham yang akan dilakukan PT Tiara Marga Trakindo dilakukan pada bulan Maret 2014, sementara Pendapat KPPU dikeluarkan pada bulan Februari 2014, sehingga dengan demikian

halaman 57 dari 110

Pendapat Komisi tidak relevan dengan Laporan Keterlambatan Pengambilalihan; --- (3) Bahwa konsultasi yang dilakukan oleh PT Tiara Marga Trakindo adalah

bersifat sukarela (voluntary), sedangkan Pemberitahuan Pengambilalihan yang memenuhi batasan ketentuan yang terdapat dalam PP No. 57 Tahun 2010 adalah bersifat WAJIB (mandatory); --- (4) Dengan demikian Konsultasi yang dilakukan oleh PT Tiara Marga

Trakindo tidak mengurangi kewajibannya untuk melakukan pemberitahuan pengambilalihan; --- 24.14 Jawaban Investigator terhadap Tanggapan LKP, tentang Peraturan Bapepam-LK

No. IX.H.1; --- (1) Bahwa khusus untuk Pengambilalihan Saham yang terjadi di bursa efek, maka ketentuan yang berlaku bukanlah UU PT No. 40 Tahun 2007; --- (2) Bahwa ketentuan yang berlaku adalah Peraturan Bapepam LK No.

IX.H.1 (lex specialis derogate legi generalis); --- (3) Bahwa berdasarkan Peraturan Bapepam LK No. IX.H.1 diatur secara

jelas pengambilalihan ; --- (4) Bahwa berdasarkan Pasal 1 huruf c yaitu: ---

“Pengendali perusahaan terbuka adalah pihak yang memiliki saham lebih dari 50% dari seluruh saham yang disetor penuh ATAU pihak yang mempunyai kemampuan untuk menentukan baik langsung maupun tidak langsung dengan cara apapun pengelolaan dan atau kebijaksanaan perusahaan terbuka; --- (5) Bahwa ketentuan dalam UU PT yang menyatakan pengendali hanyalah pemegang saham mayoritas 50 + 1 adalah tidak relevan terhadap kasus ini, sehingga harus dikesampingkan; --- 24.15 Analisa Pemberlakuan; ---

(1) Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 7 PP Nomor 57 Tahun 2010 diatur bahwa kewajiban menyampaikan pemberitahuan secara tertulis tidak berlaku bagi Pelaku Usaha yang melakukan Penggabungan Badan Usaha, Peleburan Badan Usaha, atau Pengambilalihan saham antarperusahaan yang terafiliasi; --- (2) Bahwa berdasarkan penjelasan Pasal 7 PP Nomor 57 Tahun 2010, yang

halaman 58 dari 110

(a) hubungan antara perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; --- (b) hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau ; --- (c) hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama. --- (3) Bahwa dengan demikian perlu terlebih dahulu untuk diuraikan apakah ketentuan kewajiban menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ini berlaku atau tidak bagi Terlapor/PT Tiara Marga Trakindo; --- (4) Bahwa pemegang saham Terlapor/PT Tiara Marga Trakindo adalah

sebagai berikut: --- No. Pemegang Saham Komposisi Kepemilikan (%)

1. Achmad Hadiat Hamami 99,40%

2. Achmad Ridwan Hamami 0,60%

dan pemegang saham PT HD Finance, Tbk sebelum pengambilalihan adalah sebagai berikut (vide I11); ---

No. Pemegang Saham Komposisi Kepemilikan (%) 1. Wealth Paradise Holdings

Limited

48,70%

2. PT HD Corpora 21,43%

3. Soeharto Djojonegoro 0,0000065%

4. Publik 29,87%

(5) Bahwa berdasarkan kepemilikan tersebut diatas, Terlapor/PT Tiara Marga Trakindo tidak terafiliasi dengan PT HD Finance (vide I11); --- (6) Bahwa dengan demikian, maka kewajiban menyampaikan pemberitahuan

secara tertulis kepada KPPU berlaku bagi Terlapor/PT Tiara Marga Trakindo; --- 24.16 Analisa Pemenuhan Unsur Pasal; ---

24.16.1 Bahwa ketentuan Pasal 29 UU Nomor 5 Tahun 1999, menyatakan: --- (1) Penggabungan atau peleburan badan usaha, atau pengambilalihan saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 yang berakibat nilai aset dan atau nilai penjualannya melebihi jumlah tertentu, wajib diberitahukan kepada Komisi, selambat- lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penggabungan, peleburan atau pengambilalihan tersebut;

halaman 59 dari 110

(2) Ketentuan tentang penetapan nilai aset dan atau nilai penjualan serta tata cara pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur dalam Peraturan Pemerintah.

24.16.2 Bahwa unsur-unsur Pasal 29 ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 1999 tersebut adalah sebagai berikut: --- (1) Penggabungan atau peleburan badan usaha, atau pengambilalihan saham; --- (2) nilai aset dan atau nilai penjualannya melebihi jumlah tertentu; ---- (3) wajib diberitahukan kepada Komisi selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penggabungan, peleburan atau pengambilalihan tersebut; --- 24.16.3 Unsur “Penggabungan atau peleburan badan usaha, atau

pengambilalihan saham”; ---

(1) Bahwa dalam unsur ini terdapat kata hubung “atau”; ---

(2) Bahwa kata hubung “atau” berdasarkan kamus bahasa Indonesia

memiliki arti kata penghubung untuk menandai pilihan di antara beberapa hal (pilihan) (http://kbbi.web.id/); --- (3) Bahwa dengan demikian, maka dalam unsur ini, cukup salah satu

dari: “penggabungan”, atau “peleburan badan usaha”, atau “pengambilalihan saham” terpenuhi, maka telah terpenuhi unsur

ini; --- (4) Bahwa pada tanggal 24 Juni 2013, KPPU menerima pemberitahuan dari PT Tiara Marga Trakindo yang melakukan Pengambilalihan saham (akuisisi) PT HD Finance, Tbk; --- (5) Bahwa dengan demikian unsur pengambilalihan saham telah terpenuhi; --- 24.16.4 Unsur “nilai aset dan atau nilai penjualannya melebihi jumlah tertentu”;

(1) Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 29 ayat (2) UU No. 5/1999, diatur bahwa ketentuan tentang penetapan nilai aset dan atau nilai penjualan serta tata cara pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tersebut di atas, diatur dalam Peraturan Pemerintah; --- (2) Bahwa sebagai peraturan pelaksana dari ketentuan Pasal 29 UU No. 5/1999 tersebut diatas, Pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 57 Tahun 2010 yang didalamnya memuat mengenai nilai aset dana atau nilai penjualan yang melebihi jumlah tertentu; ---

halaman 60 dari 110

(3) Bahwa nilai aset dan atau nilai penjualan melebihi jumlah tertentu diatur dalam Pasal 5 ayat (2) PP Nomor 57 Tahun 2010 yang menentukan; --- (a) nilai aset sebesar Rp2.500.000.000.000,00 (dua triliun lima ratus miliar rupiah); dan/atau; --- (b) nilai penjualan sebesar Rp5.000.000.000.000,00 (lima triliun rupiah); --- (4) Bahwa nilai aset dan/atau nilai penjualan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) PP Nomor 57 Tahun 2010 tersebut di atas dihitung berdasarkan penjumlahan nilai aset dan/atau nilai penjualan dari: --- (a) Badan Usaha hasil Penggabungan, atau Badan Usaha hasil Peleburan, atau Badan Usaha yang mengambilalih saham perusahaan lain dan Badan Usaha yang diambilalih; dan --- (b) Badan Usaha yang secara langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan oleh Badan Usaha hasil Penggabungan, atau Badan Usaha hasil Peleburan, atau Badan Usaha yang mengambilalih saham perusahaan lain dan Badan Usaha yang diambilalih; --- (5) Bahwa penghitungan nilai aset dan atau nilai penjualan tersebut diatas untuk mengetahui apakah nilai aset dan atau nilai penjualan

Dalam dokumen Perkara Nomor 07KPPU M2014 (Halaman 47-103)

Dokumen terkait