• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3. Perhitungan Perkuatan Struktur Eksisting

4.3.3. Perkuatan AFRP

Kondisi dari balok sangat mempengaruhi dalam perkuatan AFRP karena adanya faktor lingkungan yang dapat dilihat di tabel berikut.

Tabel 4.1. Faktor reduksi lingkungan

Karena balok yang digunakan merupakan balok interior dengan carbon bertipe fiber. Maka diambil faktor reduksi lingkungan (CE) sebesar 0,85.

Data bahan perkuatan

Nama bahan : UAWTM TDS-830-39420

Tipe : AFRP/Kevlar

Lebar : 400 mm

Tebal : 0.841 mm

Tensile strength (f*fu) : 3045 N/mm2 Regangan putus (Ɛ*fu) : 2.4%

Modulus Elastisitas : 112000 N/mm2 Faktor Reduksi : 0.85

Nilai tegangan ultimit dan koefisien reganan dari AFRP dapat dicari menggunakan rumus 2.3 dan 2.4.

( )( )

( )( )

4.3.2.1. Perkuatan dengan satu lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

) ( )(

)

Dengan asumsi bahwa selama proses instalasi AFRP beban yang diterima balok yaitu beban mati, yang dipikul oleh tulangan.

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus (2.7) dan (2.8).

√( ) ( ) ( )

√( ) ( ) ( )

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

Hasil perhitungan memenuhi persyaratan, maka nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja. memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( )

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan satu lembar AFRP, yaitu : ( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan satu lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap aman dalam memikul beban dan berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

4.3.2.2. Perkuatan dengan dua lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

) ( )(

)

Dengan asumsi bahwa selama proses instalasi AFRP beban yang diterima balok yaitu beban mati, yang dipikul oleh tulangan.

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus (2.7) dan (2.8).

√( ) ( ) ( )

√( ) ( ) ( )

( )( )

Momen inersia kritis yang terjadi dapat ditentukan dengan rumus (2.12) dan (2.13)

( )

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

Hasil perhitungan memenuhi persyaratan, maka nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja.

Dimana :

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( )

Dengan menggunakan rumus 2.16. Kontrol apakah nilai c sesuai dengan yang perkirakan sebelumnya.

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Nilai c yang diperoleh tidak memenuhi, ulangi kembali langkah di atas untuk memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

Gunakan nilai c = 148.1569 mm

(

)

(

) ( )( )

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( )

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan dua lembar AFRP, yaitu : ( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan dua lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap aman dalam memikul beban dan berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

4.3.2.3. Perkuatan dengan tiga lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus (2.7) dan (2.8).

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

Hasil perhitungan memenuhi persyaratan, maka nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja.

Dengan menggunakan rumus 2.16. Kontrol apakah nilai c sesuai dengan yang perkirakan sebelumnya.

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Nilai c yang diperoleh tidak memenuhi, ulangi kembali langkah di atas untuk memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

Gunakan nilai c = 153.0979 mm

(

)

(

) ( )( )

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( )

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan tiga lembar AFRP, yaitu : ( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan tiga lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap aman dalam memikul beban dan berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

4.3.2.4. Perkuatan dengan empat lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

) ( )(

)

Dengan asumsi bahwa selama proses instalasi AFRP beban yang diterima balok yaitu beban mati, yang dipikul oleh tulangan.

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

Hasil perhitungan memenuhi persyaratan, maka nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja. memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

Gunakan nilai c = 157.4954 mm

(

)

(

) ( )( )

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( )

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat

ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan empat lembar AFRP, yaitu :

( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan empat lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap aman dalam memikul beban dan berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

4.3.2.5. Perkuatan dengan lima lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

) ( )(

)

Dengan asumsi bahwa selama proses instalasi AFRP beban yang diterima balok yaitu beban mati, yang dipikul oleh tulangan.

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus (2.7) dan (2.8).

√( ) ( ) ( )

√( ) ( ) ( )

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

Hasil perhitungan tidak memenuhi persyaratan, maka nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja. memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( ) ⁄

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan lima lembar AFRP, yaitu : ( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan lima lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap aman dalam memikul beban dan berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

4.3.2.6. Perkuatan dengan enam lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus (2.7) dan (2.8).

( ) ( )( )

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

Hasil perhitungan tidak memenuhi persyaratan, nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja.

( )( ) ( )

Dengan menggunakan rumus 2.16. Kontrol apakah nilai c sesuai dengan yang perkirakan sebelumnya.

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Nilai c yang diperoleh tidak memenuhi, ulangi kembali langkah di atas untuk memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

Gunakan nilai c = 165.0012 mm

(

)

(

) ( )( )

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( )

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan enam lembar AFRP, yaitu :

( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan enam lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap aman dalam memikul beban dan berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

4.3.2.7. Perkuatan dengan tujuh lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

) ( )(

)

Dengan asumsi bahwa selama proses instalasi AFRP beban yang diterima balok yaitu beban mati, yang dipikul oleh tulangan.

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus (2.7) dan (2.8).

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

(

)

Dengan asumsi bahwa nilai regangan pada balok beton telah mencapai nilai

Hasil perhitungan tidak memenuhi persyaratan, nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja.

Nilai c yang diperoleh tidak memenuhi, ulangi kembali langkah di atas untuk memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

Gunakan nilai c = 168.2394 mm

(

)

(

) ( )( )

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( )

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan enam lembar AFRP, yaitu :

( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan tujuh lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap aman dalam memikul beban dan berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

4.3.2.8. Perkuatan dengan delapan lapis AFRP wrap Luas permukaan AFRP

( )( )( )

( )( )

( )( )( ) ⁄

Koefisien reduksi rekatan yang dapat dicari menggunakan rumus (2.9) (

) ( )(

)

Dengan asumsi bahwa selama proses instalasi AFRP beban yang diterima balok yaitu beban mati, yang dipikul oleh tulangan.

Maka garis netral balok pada awal terjadinya retakan dengan menggunakan rumus (2.7) dan (2.8).

√( ) ( ) ( )

√( ) ( ) ( )

Dengan adanya AFRP sebagai tulangan eksternal maka akan terbentuk garis netral yang baru mengikuti hukum tegangan dan regangan pada balok beton.

Oleh karena itu perlu untuk kita mencari garis netral yang baru pada balok. Untuk perkiraan awal nilai garis netral, kita ambil nilai c awal = 117.0601659 mm.

Regangan efektif pada FRP yaitu :

Hasil perhitungan tidak memenuhi persyaratan, nilai dari tegangan efektif FRP dapat ditemukan dengan menggunakan rumus 2.15.

( )( )

Karena nilai regangan balok beton dianggap telah mencapai nilai ultimit maka beban disalurkan kepada tulangan yang bekerjasama lebaran FRP, oleh karena itu perlu dicari nilai regangan dari tulangan baja. memperoleh nilai c yang mendekati, gunakan beberapa iterasi dengan membuat program untuk memperoleh hasil yang mendekati.

( )( )

( ) ( )

( ) ( )

( )( ) ( ) ⁄

( )( ) ( )( ) ( )( )( )

Karena nilai c yang diperoleh telah mendekati dengan yang diperkirakan maka nilai kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan FRP dapat dicari.

Dengan menggukan faktor reduksi tambahan 𝜓f = 0.85 dan = 0.9 dapat ditentukan kapasitas kekuatan lentur balok yang baru dengan menggunakan rumus 2.20, 2.21, dan 2.22.

( )

( )( ) ( ( )( ) )

( )

( )( ) ( ( )( ) )

Kapasitas Balok beton yang baru dengan menggunakan delapan lembar AFRP, yaitu :

( )

( ( )( ))

Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa kapasitas balok beton mengalami peningkatan dari sebelumnya tanpa perkuatan dibandingkan dengan menggunakan perkuatan dengan delapan lembar AFRP.

Cek kondisi tulangan dan AFRP pada saat servis. Tentukan posisi garis netral baru yang terbentuk pada saat tulangan AFRP bekerja bersama-sama.

√( ) ( ( )) ( )

√( ) ( ( )) ( )

( )( )

Periksa apakah balok dapat memikul Load stress yang terjadi dengan asumsi beban yang diterima beban maksimum.

( ) ( )

(

) (

) ( )( )

Karena menggunakan fiber bertipe glass maka nilai Ffs.

( )

Balok dianggap tidak aman dalam memikul beban dan tidak berada dalam batas rekomendasi untuk perkuatan AFRP bertipe wrap.

Dokumen terkait