BAB II URAIAN TEORITIS
2.3 Sistem Pelayanan Banquet
2.6.2 Perlengkapan Banquet
Fasilitas perlengkapan dan peralatan yang ada umumnya digunakan dalam ruangan pertemuan (Banquet Hall) dapat di kelompokkan menjadi :
1. Furniture & Meubelair :
a. Perlengkapan meja dalam berbagai bentuk (Round Table & Long Table)
b. Kursi (chair), beserta cover chair
c. Podium d. Platform e. Portable Stage f. Catwalk 2. Perlengkapan Audiovisual : a. Overhead projector b. Slide projector c. Movie projector d. Portable screen e. Light ponter 3. Sound System : a. Sound System
b. Standing mick c. Table mick d. Wireless
4. Lighting Equipment : a. Stage lighting set
b. Follow spotlight
5. Perlengkapan Sidang :
a. Paper board & Marker
b. Stationaries & Table Accessories
6. Perlengkapan Dekorasi :
a. Pot planted
b. Linen & Table Skirting
c. Stereoform, banners, poster, spanduk
d. Wording
e. Macam-macam alat perekat, seperti : paku payung, tang dan sebagainya.
2.7 Meningkatkan Volume Penjualan
Usaha meningkatkan volume penjualan produk hotel dapat dilakukan melalui dua cara, dimana satu dengan yang lain saling berkaitan.Kedua cara meningkatkan penjualan itu ialah :
1. In House Selling
2. Customer Satisfaction (kepuasan tamu)
In House Selling adalah rencana di dalam penjualan(sales action plan) yang harus dilaksanakan melalui serangkaian tindakan-tindakan yang sistematik untuk meningkatkan pendapatan hotel melalui tamu-tamu yang sedang menginap di hotel.
Kegiatan-kegiatan yang sifatnya membujuk tamu agar tertarik untuk membeli produk hotel adalah kegiatan promosi. Kegiatan promoi yang paling sesuai dapat dilakukan, adalah :
1. Personal Selling, yaitu kegiatan presentasi promosi secara orang per orang atau dengan sekelompok tamu yang dilakukan oleh penjual kepada pembeli.dan kegiatan ini dapat dilakukan di dalam maupun diluar hotel. Promosi penjualan (Sales Promotion) yaitu kegiatan yang dirancang untuk mendukung kegiatan personal selling, seperti penyebaran brosur, paket-paket khusus dan lain-lain.
2. Kepuasan tamu (Customer Satisfaction)
Kepuasan tamu dapat dicapai melalui kualitas produk dan kesesuaian perepsi tamu terhadap produk hotel, persepsi tamu terhadap produk hotel dapat terbentuk oleh tingkat pengetahuan dan pengalaman serta tingkat kebutuhan tamu atas produk yang disediakan hotel sejauh mana produk yang tersedia telah di mengerti, di alami dan di butuhkan tamu, sejauh itulah persepsi tamu terhadap produk hotel tersebut.
BAB III TINJAUAN UMUM
HOTEL DANAU TOBA INTERNASIONAL MEDAN
3.1 Sejarah Berdirinya
Ide untuk mendirikan perusahaan dan menjalankan usaha perhotelan lahir sebagai akibat dari Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan RI dan Menteri Perhubungan RI No. 101 bulan September 1968, yaitu keputusan tentang pemberian fasilitas yang sebesar-besarnya kepada pengusaha-pengusaha yang berminat untuk berusaha di bidang perhotelan, sebagai upaya untuk medorong kemajuan Pariwisata di Indonesia. Setelah mempelajari dokumen-dokumen dan surat keputusan tersebut dan mendengar keterangan-keterangan yang menyakinkan dari pihak-pihak yang berkompeten, maka dapat diambil kesimpulan bahwa usaha perhotelan untuk Indonesi pada masa itu adalah usaha yang menguntungkan dan mempunyai aspek social yang sangat luas. Oleh karena itu T.D. Pardede mengambil keputusan untuk mendirikan usaha perhotelan sebagai tambahan bidang-bidang usahanya yang telah ada, antara lain :
a. Perikanan, perkebunan, ekspor, yang tergabung dalam Group Surya Sakti.
b. Pendidikan, kesehatan, kerohanian, yang tergabung dalam Group Foundation.
c. Pertekstilan, yang tergabung dalam Group Pertekstilan.
Keseluruhan bidang yang disebut di atas tergabung dalam T.D. Pardede Holding Company.
Secara berturut-turut didirikan beberapa hotel yang kesemuanya tergabung dalam suatu group dengan nama Pardede International Hotel Group (PIHG), yang unit-unitnya terdiri dari :
1. Hotel Danau Toba dan Copa Cobana Club.
2. Mini Hotel Danau Toba International
3. Pardede International Hotel
4. New Belawan International Hotel
5. Hotel Danau Toba International-Parapat.
6. Hotel Danau Toba International –Medan
7. Hotel Danau Toba International-Tebing Tinggi.
Hotel Danau Toba International Medan dibuka secara resmi untuk umum pada tanggal 10 Juni 1972, dengan General Manager pertama Stainley Allison dari London. Hotel ini beroperasi dengan 200 kamar di Jalan Imam Bonjol No. 17 Medan. Pada mulanya pendirian Hotel Danau Toba International Medan ini mengakibatkan turunnya tingkat hunian kamar dari unit-unit lain yang tergabung dalam pardede International Hotel Group yang telah berdiri sebelumnya. Pada akhir tahun 1972, hotel Danau Toba International Medan ini hanya mempunyai Occupancy Rate sebesar 25 %, break event point jauh dari jangkauan. Masa ini adalah masa yang paling sulit untuk mengoperasikan hotel bila ditinjau dari motif profit. Oleh karena itu, pada
tanggal 1 April 1973 di adakan kontrak manajemen antara PT. Aeropacific Hotel Coorporation dengan General Manager R.E. Scelling dengan ketentuan bahwa di bawah pimpinan manajemen P.T. Aerofacific Hotel Coorporation harus dapat dicapai Occupancy Rate hotel rata-rata 50% sampai akhir tahun 1973. Ternyata target tersebut tidak bisa dicapai sehingga kontrak tersebut di akhiri dengan General manager tetap R.E. Scelling yang bersedia memperpanjang kontrak kerjanya.
Namun, dengan semakin banyaknya investasi di bidang perminyakan, perkebunan, dan Industri lainnya di Sumatera Utara, maka diharapkan Kota Medan akan banyak dikunjungi Businessman, Expert, Tourist dan sebagainya. Pengunjung-pengunjung ini tentunya membutuhkan fasilitas-fasilitas akomodasi, dan hotel ini memegang peranan sebagai badan usaha yang menyediakan fasilitas tersebut.
Sampai saat ini, di samping perbaikan mutu operasional juga ditingkatkan service agar dapat menarik perhatian dan menyenangkan tamu-tamu yang menginap di hotel ini dari check-in sampai check-out.
Tujuan Berdirinya Hotel Danau Toba International Medan.
Semakin semaraknya dekade kunjungan wisata Indonesia, maka akan berpengaruh juga terhadap peningkatan pelayanan hotel.
Hotel Danau Toba International Medan didirikan dengan tujuan sebagai berikut :
a. Berusaha atau berupaya memberikan kepuasan tersendiri kepada tamu.
b. Berupaya untuk memberikan service/pelayanan yang memuaskan dan juga penampilan menarik serta memelihara keramah-tamahan.
c. Menciptakan dan menjaga kebersihan kamar.
d. Menciptakan suasana yang baik supaya tamu datang kembali.
3.2 Fasilitas Hotel
Hotel Danau Toba International Medan memiliki fasilitas yang cukup lengkap sesuai dengan fasilitas hotel berbintang empat ****. Fasilitas-fasilitas tersebut adalah :
1. Rooms (Kamar)
Hotel Danau Toba International Medan memiliki 258 kamar yang terdiri dari beberapa type yang dilengkapi berbagai fasilitas, yaitu : AC (Air Conditioner), Bathroom dengan Shower, lantai yang dilapisi dengan karpet, TV berwarna, Video, mini bar dan IDD telephone system.
Adapun tipe-tipe kamar yang ada di hotel Danau Toba International Medan adalah sebagai berikut :
a. Standart room single / double
b. Deluxe single / double c. Suite single / double
d. Junior suite single / double e. President suite single / double f. Extra bed
Harga kamar di atas sudah termasuk tax dan service charge. Bagi tamu yang P/A (Personal Account) diberikan discount 50 % dan untuk tamu yang C/A (Company Account) diberikan discount 30 %.
2. Restaurant, Bar, dan Outlet lainnya
Hotel Danau Toba International Medan memiliki beberapa outlet sebagai tempat penjualan makanan dan minuman, dimana outlet tersebut terdiri dari restaurant, bar, dan sejenisnya, antara lain :
a. The Café Terrace
b. Osaka Japanese Restaurant c. Sundanase / Javanase Restaurant
d. Seafood Restaurant (Price Restaurant) e. Room Service
f. The Tavern
g. Piano Lounge
h. T.D. Pardede Lounge (Lobby bar)
i. Musik Lounge
j. Fasilitas Meeting / Convention
3. Health and Fitness Centre
Health and Fitness Centre adalah gedung olahraga sebagai fasilitas yang disediakan hotel untuk melakukan kegiatan olahraga seperti Aula Basket,
lapangan tenis, squash court, dan mandi uap yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tamu. Gedung olahraga ini dilengkapi dengan alat-alat olahraga yang modern. Untuk olahraga renang, dapat dilakukan di kolam renang hotel Danau Toba yang diberi nama “Hermina Lagoon Swimming Pool”.
4. Danau Toba Executive Residence
Danau Toba Executive Residence berupa apartemen yang disewakan bagi para tamu yang akan menginap dalam waktu lama seperti 1 bulan ke atas. Tetapi pada saat ini, apartemen ini juga disewakan bagi tamu-tamu yang menginap hanya 1 malam. Apartemant ini terdiri dari 41 kamar yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang serba mewah, fasilitas yang lengkap dan juga taman sebagai tempat anak-anak bermain. Apartemen ini selesai dibangun pada tanggal 2 Februari 1992.
5. Fasilitas Lain
Adapun fasilitas-fasilitas lain adalah Tobassa discotheque, Billyard Centre, Shopping Arcade, Standart and Chartered Bank, Beauty and Barber Shop, Star massage, Cake Shop, Mutiara Tour and Travel Service, Video Cassette Rental, Medical Clinic, Taxi Service, Laundry, Karaoke, Pool Bar, Parking area dan Campus Rock Club.
3.3 Struktur Organisasi
3.3.1 Struktur Organisasi Banquet Hotel Danau Toba International Medan Berikut ini skema dari organisasi Banquet Hotel Danau Toba International Medan. BANQUET MANAGER ASSISTANT BANQUET MANAGER SUPERVISOR BANQUET WAITER / ESS
BUS BOY / GIRL
SUPERVISOR
STEWARDING
3.3.2 Tugas dan Tanggung Jawab
Pada bagian Banquet di Hotel Danau Toba International Medan, masing-masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing-masing-masing.
Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian itu adalah sebagai berikut :
1. Banquet Manager
a. Mengkoordinir kegiatan di banquet section.
b. Mengadakan koordinasi kerja dengan bagian hotel lainnya
c. Mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul dalam penyelenggaraan acara.
d. Melaksanakan administrasi kegiatan di bagian banquet.
e. Bertanggung jawab kepada Assistant F&B Manager / F&B Manager.
2. Assistant Banquet Manager
a. Membantu mengkoordinir kegiatan di banquet section
b. Membantu dalam system pelayanan
d. Membantu mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam penyelenggaraan acara.
3. Supervisor Banquet
a. Mengatur persiapan kerja di area pelayanan yang menjadi tanggung jawabnya.
b. Mengatur dan mengawasi kegiatan pramusaji pada section yang menjadi tanggung jawabnya.
c. Mengatasi permasalahan yang timbul atau melaporkan kepada atasan jika permasalahan tersebut tidak dapat diatasinya.
4. Waiter / ess
a. Menerima tamu, mengambil pesanan, memberikan suggestion kepada tamu.
b. Menyajikan makanan dan minuman dengan cara yang benar, yaitu berdasarkan standar pelayanan yang ditentukan.
c. Mempersiapkan peralatan pelayanan, melaksanakan table set-up serta clear-up.
5. Busboy / Girl
Membantu pekerjaan waiter/ess kecuali dalam memberikan pelayanan kepada tamu.
6. Supervisor Stewarding
a. Bertanggung jawab atas seluruh peralatan dan perlengkapan yang digunakan disemua outlet F&B.
b. Melaksanakan administrasi penyimpanan / inventory.
c. Bertanggung jawab kepada Food & Beverage Manager / Assistant F & B Manager.
7. Stewarding
a. Membersihkan dan mencuci semua peralatan di Banquet.
b. Menangani perlengkapan dan peralatan yang digunakan semua bagian F&B division, terutama bagian pelayanan dan produksi.
c. Membuat laporan barang-barang yang pecah dan hilang selama acara berlangsung atau yang sudah berlangsung.
d. Bertanggung jawab kepada Supervisor Stewarding.
3.4 Klasifikasi Hotel
Hotel Danau Toba International Medan dapat diklasifikasikan beberapa poin sebagai berikut :
1. Berdasarkan harga jual kamar (Plan system)
Hotel Danau Toba International Medan menganut sistim “European Plan”, yaitu : harga kamar yang dibayar tidak termasuk makan dan minum (room daily).
2. Berdasarkan jumlah kamar (Number of Rooms)
Hotel Danau Toba International Medan digolongkan ke dalam “ Large Hotel”, karena memiliki jumlah kamar sebanyak 258 kamar.
3. Berdasarkan lama tamu yang menginap
Hotel Danau Toba International Medan digolongkan ke dalam “Transient Hotel”, karena tamu yang menginap rata-rata 1 sampai 2 hari saja. Walaupun ada juga tamu yang menginap lebih dari 3 hari.
4. Berdasarkan jenis tamu (Type of Guest)
Hotel Danau Toba International Medan digolongkan ke dalam “Business Hotel”, karena tamu yang menginap kebanyakan dari kalangan bisnis (Businessman). Disamping itu ada juga tamu wisatawan, keluarga dan sebagainya.
5. Berdasarkan Lokasi (Location)
Hotel Danau Toba International Medan tergolong ke dalam kategori “City Hotel”, karena terletak dipusat kota Medan, dekat dengan pusat perbelanjaan, kantor-kantor, pelabuhan udara dan tempat-tempat yang erat hubungannya dengan kegiatan masyarakat sehari-hari.
6. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (Under the Government Regulation)
Berdasarkan ketetapan yang telah diberikan Pemerintah, Hotel Danau Toba international Medan adalah hotel yang berklasifikasi bintang 4 (****). Hal ini dapat dilihat dari piagam pemerintah yang ditempatkan di kantor depan hotel.
BAB IV
STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN BANQUET DEPARTEMENT
4.1 Tehnik Pemasaran Produk dan Jasa
Dalam memasarkan produk dan jasanya Hotel Danau Toba International Medan melaksanakan program guna menghasilkan profit, yaitu :
1. Pengumpulan Data
a. Pengumpulan data ini berfungsi untuk mengetahui tentang :
Jumlah penjualan pada banquet hotel serta menu-menu yang menjadi pilihan utama tamu.
Data-data tentang penjualan makanan dan minuman.
Data complain maupun pujian tamu terhadap kinerja dan pelayanan Banquet Hotel Danau Toba International Medan.
b. Mengolah data secara up to date (terbaru) setiap akhir bulan dan setiap akhir tahun agar dapat dibaca secara tepat, serta memudahkan penyusunan marketing plan.
a. Advertising berupa promosi melalui media cetak. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan media cetak yang ada, seperti Koran, majalah, tabloid, spanduk dan lain sebagainya.
b. Advertising berupa promosi melalui media elektronik yaitu memanfaatkan media elekronik sebagai sarana untuk mempromosikan produk dan jasa banquet seperti : TV, radio, internet, dan lain sebagainya.
c. Mouth to mouth promotion. Promosi ini merupakan program kerja yang paling praktis dan tidak mengeluarkan biaya. Karena dengan adanya keberhasilan menejemen banquet dan seluruh karyawan secara langsung dalam memuaskan tamu sesuai dengan harapannya maka secara tidak langsung tamu dapat menjadi salesmen oleh manajemen dalam melakukan Mouth to mouth promotion. Selain tamu promosi ini juga biasanya dilakukan melalui relasi-relasi hotel dan pelanggan hotel itu sendiri.
4.2 Cara-cara Pemasaran yang dilakukan Departement Banquet
Ada beberapa cara pemasaran yang dilakukan Hotel Danau Toba International Medan, yaitu :
1. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Mengkoordinasikan kegiatan penjualan personal dan periklanan. Promosi penjualan meliputi antara lain kegiatan pembuatan pameran di took, menyelenggarakan pameran dagang, membagikan contoh, premi atau kupon-kupon “cents-off” (untuk pembulatan harga ke bawah ).
Yaitu usaha memacu permintaan secara non-personal dan usaha ini tidak dibiayai oleh orang atau organisasi yang memetik manfaat dari publikasi ini. Biasanya publisitas ini berbentuk memuji suatu produk, jasa atau organisasi. Cara ini dinamai “plug” (pengisi waktu, ruangan, kolom), yang disiarkan dalam bentuk cetakan, siaran radio, tv, atau bentuk siaran umum lain.
3. Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Yaitu merupakan usaha terencana untuk mempengaruhi sikap atau pendapat golongan terhadap banquet hotel tersebut. Paar sasaran bagi usaha hubungan masyarakat adalah “khalayak umum”, umpamanya pelanggan, instansi Pemerintah, atau penduduk yang berdiam dekat banquet hotel tersebut.
4.3 Penerapan Pelayanan di Banquet
Pelayanan yang diterapkan untuk suatu acara banquet sesuai dengan apa yang disepakati oleh panitia dan pihak hotel khususnya bagian banquet. Adapun bentuk peyalanan banquet meliputi :
1. American Service
Penerapan pelayanan dilakukan sebagai berikut :
Makanan sudah diporsikan oleh bagian kitchen (dapur), lengkap dengan garnish nya.
Pramusaji membawa makanan tersebut kepada tamu yang memesan.
Makanan dan minuman harus disajikan berdasarkan entrée (urutan) penyajian.
Hidangan disajikan dari sebelah kanan dengan tangan kanan. Posisi makanan pokok harus tepat berada di hadapan tamu.
Minuman dituangkan dari sebelah kanan tanpa mengangkat water goblet. Arah pelayanan sesuai dengan perputaran jarum jam (clock wise system) Pelayanan cepat tetapi sopan dan cermat tanpa tamu merasa terganggu. 2. Russian Service
Penerapan pelayanannya dilakukan sebagai berikut :
Piring makan (dinner plate) harus diporsikan (di set up) terlebih dahulu didepan tamu.
Pramusaji berdiri disebelah kiri tamu yang akan dilayani dan memindahkan makanan ke piring makanan tamu dengan menggunakan clamp.
Meletakkan atau memorsikan makanan di piring tamu harus rapi, bersih dan tidak terlihat berserak atau menumpuk.
3. French Service
Penerapan pelayanannya dilakukan sebagai berikut :
Guerdion dipersiapkan untuk pelayanan sesuai kegiatan penyajian dan pesanan tamu.
Guerdion yang telah dilengkapi tersebut segera didorong ke depan tamu dan digandengkan dengan meja tamu yang bersangkutan.
Chef de Rang menunjukkan bahan-bahan makanan yang akan dimasak dihadapan tamu.
Proses memasak dilakukan dengan atraksi atau cara-cara demostratif. Pelayanan searah jarum jam, dan dari sebelah kanan dengan tangan kanan. Minuman disajikan dari sebelah kanan tamu dengan tangan kanan.
4. Speciality Service
Model penyajian yang bersifat khusus adalah cara pelayanan bagi makanan khusus seperti special dishes, hidangan tradisional, dan lain sebagainya. Cara pelayanan disesuaikan dengan kebiasaan menyajikan hidangan tersebut. Model penyajian bersifat khusus yang cukup terkenal dikalangan masyarakat Internasional antara lain adalah :
Cara penyajian China Cara penyajian Jepang Cara penyajian Korea Rijstaffel
Dan lain sebagainya.
Selain pelayanan yang diberikan di meja makan, banquet juga menerapkan beberapa tahap pelayanan selama acara berlangsung, seperti :
Setiap tamu yang masuk harus disambut dengan hangat dan ramah oleh greeter dengan pemberian greeting (salam). Salam atau greeting yang diberikan harus disesuaikan dengan waktu dan harus diucapkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Serta wajah dan suara yang ramah perlu ditampilkan pada saat pemberian greeting untuk menciptakan first impression yang mengesankan.
2. Seating Guest
Seating Guest yaitu pelayanan untuk mengarahkan tamu untuk mengiringnya di kursi yang sudah ditentukan.
3. Service
Pelayanan atau service dilakukan selama acara berlangsung. Pelayanan ini sendiri dilakukan apabila ada permintaan yang datangnya dari tamu.
4. Greeting
Pada saat tamu beranjak meninggalkan ruangan banquet, pramusaji sebaiknya mengiringnya sampai ke pintu. Selanjutnya bersama-sama dengan greeter pramusaji berupaya untuk menciptakan kesan perpisahan (kesan akhir) yang menyenangkan. Dalam kesempatan ini, perlu diucapkan ungkapan perpisahan yang ramah dan penuh keakraban.
4.4 Strategi Pemasaran Produk dan Jasa Guna Meningkatkan Profit pada Hotel Danau Toba Internasional Medan.
Dalam memasarkan produk dan jasa banquet, diperlukan strategi untuk mencapai tujuan pemasaran. Strategi banquet Hotel danau Toba International Medan dalam meningkatkan Profitnya, yaitu sebagai berikut :
1. Menambah persediaan meja dan kursi yang lebih banyak.
Hotel Danau Toba International Medan menambah persediaan kursi atau sofa untuk tamu-tamu VIP dan meja oval dan round untuk tempat minum dan meletakkan peralatan makan. Ini biasanya dilakukan pada saat weeding party (acara pernikahan) dan seminar.
2. Mendisain interior ruangan dengan menyuguhkan suasana yang alami.
Menghias atau mendisain bagian dalam ruangan dengan menyuguhkan suasana yang alami sehingga membuat tamu merasa nyaman dan santai. Dengan cara meletakkan bunga disetiap sudut ruangan, memasang lampu hias, membuat warna dinding lebih lembut dan meletakkan karpet pada lantai.
3. Pembuatan iklan pada surat kabar, pemasangan poster dan flyer, pengadaan iklan di radio pada event-event khusus.
Contoh iklan pada surat kabar “Rebut dan Raihlah Hadiah Jutaan Rupiah dengan mengkikuti Food Festival yang diadakan oleh Hotel Danau Toba International Medan.” Maka dengan begitu menggugah calon tamu untuk datang ke acara yang di adakan di banquet tersebut.
4. Bekerjasama dengan bagian lain, seperti room service, restoran dan food counter lainnya dalam penyelenggaraan suatu event untuk meningkatkan kualitas dan produk jasa banquet.
Kerjasama yang dilakukan pihak banquet dengan bagian lain yaitu dalam menyediakan peralatan seperti spoon, tray, better bread plate, water goblet, trolley dan lain sebagainya untuk kelancaran acara banquet.
5. Mengadakan live music untuk menarik minat pengunjung atau konsumen untuk mempergunakan jasa banquet pada setiap acaranya dengan menampilkan artis-artis dan band-band yang terkenal.
Pihak manajement Hotel Danau Toba International Medan mengundang artis-artis ibu kota demi terciptanya target strategi yang di susun oleh pihak banquet.
6. Memperhatikan setiap momentum yang berlangsung pada setiap acara untuk menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa banquet.
Dalam hal ini pihak manajemen banquet Hotel Danau Toba International Medan memeperhatikan setiap complain yang datangnya dari tamu dan pihak panitia dalam hal pelayanan, makanan, minuman, kebersihan, dan lain sebagainya. Untuk dijadikan bahan acuan dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa banquet dan tidak lagi terjadi kesalahan yang sama di kemudian hari.
4.5 Penerapan Strategi Pemasaran Produk dan Jasa Banquet 1. Penelitian Pasar
Penelitian pasar ini dilakukan oleh sales dan marketing departemen untuk mengetahui kondisi pasar, baik instansi Pemerintah, swasta dan masyarakat luas. Sebelum mempromosikan produknya, agar dapat mengetahui secara jelas dan lengkap mengenai fasilitas apa saja yang terdapat di banquet.
2. Penelitian Operasional
Pihak manajemen hotel itu sendiri mengadakan penelitian operasional yaitu mengawasi kegiatan banquet dimulai dari pelayanan sampai produk yang ditawarkan kepada konsumen serta kelancaran dan keahlian para karyawan
banquet dalam menjalankan tugas-tugasnya, untuk dijadikan bahan acuan dalam memajukan usaha di bagian banquet itu sendiri.
3. Analisa Penjualan
Dalam menganalisa penjualan terhadap produk dan jasa Hotel Danau Toba Internasional Medan menggunakan system komputerisasi dalam mencari kemungkinan produk baru, pasar dan usaha baru. Serta mengetahui tingkat penjualan pada tahun ini dan tahun sebelumnya apakah terjadi peningkatan maupun penurunan pendapatan.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan dan merupakan factor penting untuk mencapai sukses. Karena perusahaan tidak akan mampu bertahan tanpa memasarkan produk dan jasa mereka guna meningkatkan profit yang di targetkan. Strategi dalam bidang pemasaran sangat diperlukan untuk memperkenalkan produk dan jasa yang ada di hotel agar diketahui oleh khalayak umum. Jalannya strategi itu dapat berupa promosi seperti iklan, pemberitaan diberbagai media baik cetak maupun elektronik.
Dalam hal ini Hotel Danau Toba International Medan berupaya untukmemasarkan produk dan jasanya dengan mempergunakan jasa periklanan yang ada. Strategi pemasaran ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan produk dan jasa