2.9 Hakikat Hak Asasi Manusia dalam Perundangan yang Berlaku.
2.9.6 Perlindungan Anak Perwujudan Hak Asasi Manusia.
Hak anak yang diberikan tidak lain adalah perlindungan Hak Asasi Manusia yang mendapat perhatian khusus dalam UU Hak Asasi Manusia karenaanak berhak atas perlindungan oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara. Hak anak adalah hak asasi manusia dan untuk kepentingannya hak anak
itu diakui dan dilindungi oleh hukum bahkan sejak dalam kandungan.152 Dan
setiap anak sejak dalam kandungan, berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, dan meningkatkan taraf kehidupannya. Setiap anak sejak kelahirannya, berhak
atas suatu nama dan status kewarganegaraan.153 Hak Asasi anak juga berbeda
dalam menyikapi kondisi anak, sebagai bentuk perhatian khusus Hak Asasi Manuisa atas wujud kodrati anak yaitu bahwa setiap anak yang cacat fisik dan atau mental berhak memperoleh perawatan, pendidikan, pelatihan, dan bantuan khusus atas biaya negara, untuk menjamin kehidupannya sesuai dengan martabat kemanusiaan, meningkatkan rasa percaya diri, dan kemampuan berpartisipasi
dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.154
151 Pasal 51 UU Hak Asasi Manusia.
152 Pasal 52 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 1 Angka 2 UU Perlindungan Anak dan BAB IX
Pasal 42-47 UU Perlindungan Anak dan Pasal 59-71 UU Perlindungan Anak.
153 Pasal 53 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 29 UU Perlindungan Anak. 154 Pasal 54 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 12 UU perlindungan Anak.
Kebebasan anak untuk perkembangan baik jasmani maupun rohani anak dijamin dalam UU Hak Asasi manusia, bahwa Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berfikir, berekspresi sesuai dengan tingkat
intelektualitas dan usianya di bawah bimbingan orang tua dan atau wali.155
Hak dalam pengasuhan adalah hak setiap anak yaitu bahwa setiap anak berhak untuk mengetahui siapa orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. Dalam hal orang tua anak tidak mampu membesarkan dan memelihara anaknya dengan baik sesuai dengan Undang-undang ini, maka anak tersebut boleh diasuh atau diangkat sebagai anak oleh orang lain sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.156 Setiap anak berhak untuk dibesarkan,
dipelihara, dirawat, dididik, diarahkan, dan dibimbing kehidupannya oleh orang tua atau walinya sampai dewasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Setiap anak berhak untuk mendapatkan orang tua angkat atau wali berdasarkan putusan pengadilan apabila kedua orang tua telah meninggal dunia atau karena suatu sebab yang sah tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai orang tua. Orang tua angkat atau wali harus menjalankan kewajiban sebagai orang
tua yang sesungguhnya.157
Masih dalam rangkaian hak mendapat pengasuhan terdapat perlindungan yang diberikan oleh UU Hak Asasi Manusia yaitu, setiap anak berhak untuk
155 Pasal 55 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 4 UU Perlindungan Anak.
156 Pasal 56 UU Hak Asasi Manusia. Jo Pasal 26, Pasal 30-32 dan BAB VIII Pasal 17-41 UU
Perlindungan Anak.
157 Pasal 57 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 7 & Pasal 14 UU dan BAB VII Pasal 33-36.
mendapatkan perlindungan hukum dari segala bentuk kekerasan fisik atau mental, penelantaran, perlakuan buruk, dan pelecehan seksual selama dalam pengasuhan orang tua atau walinya, atau pihak lain maupun yang bertanggung jawab atas pengasuhan anak tersebut. Dalam hal orang tua, wali, atau pengasuh anak melakukan segala bentuk penganiayaan fisik atau mental, penelantaran, perlakuan bentuk, dan pelecehan seksual termasuk pemerkosaan, dan atau pembunuhan terhadap anak yang seharusnya dilindungi, maka harus dikenakan pemberatan
hukuman.158 Dan setiap anak berhak untuk tidak dipisahkan dari orang tuanya
secara bertentangan dengan kehendak anak sendiri, kecuali jika ada alasan dan aturan hukum yang sah yang menunjukkan bahwa pemisahan itu demi kepentingan terbaik bagi anak tetapi tetap bahwa hak anak untuk bertemu langsung dan berhubungan pribadi secara tetap dengan orang tuanya tetap dijamin
oleh Undang-undang.159
Kebebasan pengembangan diri dalam bidang ilmu dan teknologi adalah hak setiap anak yaitu, anak berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya. Setiap anak berhak mencari, menerima, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat intelektualitas dan usianya demi pengembangan
dirinya sepanjang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.160 Serta
setiap anak berhak untuk beristirahat, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain,
158 Pasal 58 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 13 UU Perlindungan Anak. 159 Pasal 59 UU Hak Asasi Manusia.
berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya
demi pengembangan dirinya.161
Perkembangan jasmani anak adalah wujud Hak Asasi Manusia, bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial
secara layak, sesuai dengan kebutuhan fisik dan mental spiritualnya.162
Perlindungan anak diberikan kepada anak oleh UU Hak Asasi Manusia terhadap segala bentuk kekerasan bahwa setiap anak berhak untuk tidak dilibatkan di dalam peristiwa peperangan, sengketa bersenjata, kerusuhan sosial, dan
peristiwa lain yang mengandung unsur kekerasan.163
Wujud perlindungan anak dalam menghidupi diri juga dijamin dalam UU Hak Asasi Manusia yaitu, bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi ekonomi dan setiap pekerjaan yang membahayakan dirinya, sehingga dapat mengganggu pendidikan, kesehatan fisik,
moral, kehidupan sosial, dan mental spiritualnya.164
Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual, penculikan, perdagangan anak, serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif
lainnya.165
161 Pasal 61 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 9 dan Pasal 48-54 UU Perlindungan Anak. 162 Pasal 62 UU Hak Asasi Manusia.
163 Pasal 63 UU Hak Asasi Manusia Jo Pasal 15 UU Perlindungan Anak. 164 Pasal 64 UU Hak Asasi Manusia.
Perlindungan hak anak saat berhadapan dengan hukum juga dijamin dalam UU Hak Asasi Manusia yaitu bahwa setiap anak berhak untuk tidak dijadikan sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi. Hukuman mati atau hukuman seumur hidup tidak dapat dijatuhkan untuk pelaku tindak pidana yang masih anak. Setiap anak berhak untuk tidak dirampas kebebasannya secara melawan hukum. Penangkapan, penahanan, atau pidana penjara anak hanya boleh dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku
dan hanya dapat dilaksanakan sebagai upaya terakhir. Setiap anak yang dirampas
kebebasannya berhak mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan dengan memperhatikan kebutuhan pengembangan pribadi sesuai dengan usianya dan harus dipisahkan dari orang dewasa, kecuali demi kepentingannya. Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku. Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk membela diri dan memperoleh keadilan di depan Pengadilan Anak yang obyektif dan tidak memihak dalam
sidang yang tertutup untuk umum.166