• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH AKIBAT

C. Perlindungan Hukum yang Diberikan oleh PT Bank

Rumah

Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap tahun terjadi peningkatan yang mengajukan permohonan kredit KPR di PT. Bank Mandiri Cabang Medan.

Sebagiamana d iketahui,pembangunandi Indonesia membutuhkandana yangsangatbesardan jumlahnyasenantiasameningkat. Salahsatusumberpendanaanyangsangatpentingberasaldari lembaga perbankanyang kegiatannyaantaralainmenghimpundanadarimasyarakat dalambentukpemberiankredit. Kreditperbankanini disalurkanbaikolehBankPemerintah maupunBankSwastaguna membantumasyarakatyang membutuhkan dana. Bagi masyarakat, kredit perbankan membantu pemenuhan kebutuhandanmenunjangpendanaanberbagaikegiatan ma s y a r ak a t .

53 Ibid

Setiap pemberian kredit yang dilakukannya, bank mengharapkan pengembalian yang tepat waktu dan sesuai dengan syarat yangtelahdiperjanjikan bersama dengan debitur. Terkadang, denganberbagaialasan,debiturbelum bisamengembalikan hutangnyapadakreditur. Halini dapatterjadikarenamungkinmemangdebituryang bersangkutanmengalamikerugiandalam menjalankanusahanyaataupun mungkin karena memang debitur yangbersangkutan tidakberitikad baik, dalam arti debitur sejak semula memang, bertujuan untuk melakukan penipuanterhadapkreditur.

Bank sebagaibadanusaha, senantiasamengaharapkankredityang disalurkannya dapatkembalidenganlancardanmenghasilkan keuntungan yang maksimal, akan tetapikreditur juga menyadariadanyarisikotimbulnyakerugian dalampenyalurankredittersebut,diantaranyayaitu apabilakreditnyamacet atau bermasalah. Untuk meminimalisir risiko tersebut, bankselaku kreditur dalam menyalurkan kreditnya memegang erat prinsip kehati-hatian. Salah satu usaha Bankuntukmengamankankreditnyaadalahdenganmemintajaminan

daripihakdebitursebagaipenerimakredit.

Kaitannyadenganjaminan,umumnyabankmeminta jaminandari debiturberupajaminan hak tanggungansepertitanahdan bangunan.Jaminanini dipandangcukupbaikmengingatnilai ekonomistanahdan bangunanrelatif tinggidanstabil.Selainitu,sejakberlakunyaUndang-undang No.4tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas tanah beserta Benda-benda yang berkaitandenganTanah (selanjutnya disebut UUHT) pengaturan mengenai jaminan yang berupa tanah dirasa semakinjelassehinggakepastianhukumdiharapkandapatlebihterjamin.54Dengan demikian cukup meyakinkan dan memberikan kepastian hukumbagilembaga-lembaga kredit, baikdaridalamnegeri maupun luar negeri. Adanya lembaga jaminan dan lembaga demikian kiranya harus dibarengidenganadanyalembagakreditdenganjumlahbesar, denganjangka waktuyanglamadanbungayangrelatifrendah.55

Berdasarkan Pasal 14 ayat (1) UUHT disebutkan bahwa sebagai bukti adanya hak tanggungan, Kantor Pertanahan Nasional menerbitkansertipikat hak tanggungan. Hal ini

54

Hasil wawancara dengan Zainal, selaku Customer Loan PT. Bank Mandiri Cabang Medan, tanggal 6 Maret 2017

55

berarti sertipikat hak tanggunganmerupakan bukti adanya hak tanggungan. Oleh karena itu maka sertipikat hak tanggungan dapat membuktikan sesuatuyangpadasaatpembuatannya sudahadaataudengankatalain yang menjadi patokan pokok adalah tanggal pendaftaran atau pencatatannyadalam bukutanahhaktanggungan.56

Syarat agar eksekusi lelang objekHak Tanggungan ini dapat dilakukan apabiladalamAkta Pemberian Hak Tanggungan (selanjutnya disebut APHT)dicantumkan janjisebagaimana dimaksud dalamPasal11Ayat(2)hurufeUUHT, yaitu bahwa “pemegang Hak Tanggungan Pertama mempunyai hak untuk menjual sendiri objek sendiri Hak Tanggungan apabila debiturciderajanji.”Peluang yang diberikan UUHT ini menarik bagi kalangan perbankan karena dengan berlakunya UUHT terbukapeluanguntukmenyelesaikankasus kredit SertipikatHak Tanggunganmemuatirah-irahdengankata-kata "DemiKeadilanBerdasarkan Ketuhanan YangYahaEsa", dengan demikiansertipikathak tanggunganmempunyaikekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukumtetapmelalui tatacaradanmenggunakan lembaga parate eksekusisesuaidenganperaturanHukumAcara Perdata Indonesia.

Adapun mengenai perlindungan hukum bagi kreditur sebagai pemegang Hak Tanggungan adalah adanya ketentuan Pasal 6 UU HT yang mengatur bahwa kreditur dapat menjual lelang harta kekayaan debitur dan mengambil pelunasan piutangnya dari hasilpenjualantersebutapabiladebiturciderajanji.

Bank selaku kreditur pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual objekHak Tanggungan atas kekuasaan sendirimelalui pelelanganumum. Eksekusijaminansecara langsungmelalui lelanginimerupakansalahsatu dayatarikUUHT karena prosesnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses eksekusi padaumumnya. EksekusiobjekHakTanggungan yangdilakukan secaralelangini pada dasarnya tidak memerlukan izineksekusi daripengadilan mengingat penjualan yangdilakukan berdasarkan Pasal6UUHTini merupakantindakanpelaksanaanperjanjian.Sehingga apabiladebiturciderajanji,kreditur pemegang HakTanggungan Pertama dapatlangsungmelaksanakaneksekusilelangobjekHakTanggungan.

56

Boedi Harsono dan Sudarianto Wiriodarsono, Konsepsi Pemikiran tentang UUHT, Makalah Seminar Nasional, Bandung, 27 Mei 1996, hal 81

macetdalamwaktuyanglebihcepatdandenganbiayayanglebihmurah.

Demikian puladengan Bank-bank Swasta, masihdijumpai adanya keraguanuntukmemanfaatkanPasal6joPasal11ayat(2)hurufe UUHTyangmenyatakan bahwa“apabiladebiturcidera janji,krediturpemegangHak TanggunganPertamamempunyaihak untuk menjualobjekHakTanggunganatas kekuasaansendirimelaluipelelangan umum”.Halini disebabkankarenamasihadanyapandanganbahwa pelaksanaaneksekusiberdasarkanPasal6 joPasal11 ayat(2)hurufe tetap memerlukanijin/fiateksekusipengadilan.

AdapundalamketentuanPasal20UUHT dikemukakantiga(3)jeniseksekusiHakTanggunganyaitu:

1.

Apabiladebiturciderajanji,makakrediturberdasarkanhakpemegang

Hak

TanggunganPertamadapatmenjualobjekHak

Tanggungan

sebagaimana

dimaksud dalam

Pasal

6

UUHT,objekHakTanggungandijualmelaluipelelanganumum;

2.

Apabila debiturcidera janji, berdasarkan titel eksekutorial yang terdapat

dalam sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14

ayat (2) UUHT dijual melaluipelelanganumum;

3.

AtaskesepakatanpemberidanpemenangHakTanggungan,penjualan

objekHak

Tanggungan dapat

dilaksanakan di bawah tangan

jika

dengandemikianakandiperolehhargatertinggiyangmenguntungkan.

Darihasilpenelitianyangdilakukandi PT.Bank Mandiri Cabang Medandiketahuibahwadalam suatu perjanjiankredit,

debiturdianggaptelahmelakukanciderajanji(wansprestasi)apabilaia tidak melakukanprestasisesuaidenganyangtelahdiperjanjikan. Kelalaiandebitur dalam memenuhikewajibannyatersebutsangat merugikan pihak bank sebagai krediturnya. Keadaan debiturtidak dapat melunasi kreditnya sesuai dengan yang diperjanjikan dapat disebut kredit macet. Adapun kredit macet itusendiri dapat disebabkan olehsalah satu ataubeberapa faktor

yangharusdikenali secaradiniolehbank. Danbank harusselalumemantauakankemampuandanperkembangandebiturnya.Hal ini disebabkankarenaadanyakelemahanbaikdari sisi debitur,sisiintern maupunsisieksterndi PT.BankMandiri Cabang Medandandebituryangmeliputi:57

1.

Sisidebitur

Kelemahandarisisidebiturdapatdisebabkanantaralainoleh:

a.

Masalahoperasionalusaha

b.

Manajemen

c.

Kecurangandan/atauketidakjujurandebiturdalammengelolakredit;

d.

Pemutusanhubungankerja.

2.

Sisiinternalbank

KelemahandarisisiinternBankdapatdisebabkanantaralainoleh:

a.

Itikadtidakbaikataukekurangmampuandaripejabat/pegawaiBank;

b.

Kelemahansejakawaldalamprosespemberiankredit;

c.

Kelemahanpembinaankredit;

3.

Sisieksternbankdandebitur

Kelemahandarisisiekstern krediturdandebiturdapatdisebabkanantaralain oleh:

a.

Forcemajure;

b.

Perubahan-perubahaneksternallingkungan(environment);

Dalampraktekperbankan,selainwansprestasi atasdidasarkanatas kemampuandebiturdalammembayarangsuranataumelunasipinajamannya

sepertiyangtelahdisebutkandi atas,wansprestasijugadidasarkanatas pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yangtelahditetapkan bankyang berkaitandenganadanyapemberiankredit.

Berdasarkan informasi diperoleh bahwa di PT. Bank Mandiri Cabang Medan

57

Hasil wawancara Dela Ponandar, selaku Assisten Vice President PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk Region Sumatera, 02 Maret 2017

diketahuiterdapat 28 kreditmacet denganjaminanhaktanggungandari 354perjanjian KPRyangdijamindenganhaktanggunganselamaperiodeDesember2016 atau1(satu)tahunbuku. Penyebabterjadinyakreditmacetadalahkarena debiturtelah gagal untuk membayar utangnya atau menghadapi masalah dalam memenuhi kewajibanyangtelah ditentukanatausudahtidaksanggupmembayarsebagian

ataukeseluruhankewajibannyakepadabanksepertiyangtelahdiperjanjikan. 58

Dengankatalaindebiturtelahmelakukan wanprestasi, yaitutidak dilaksanakanprestasiatau kewajibansebagaimanamestinyayang dibebankan olehkontrakterhadappihak-pihak tertentusepertiyangdimaksudkan dalam kontrak yang bersangkutan.59Oleh sebab itu,dalam memberikan kreditnya bank selakukreditursenantiasamemantauperkembangankredityang diberikannya. Pendekatanpraktisbagibank dalam pengelolaan kreditmacetadalah dengan secara dini mendeteksi potensi timbulnya kredit macet, sehingga makinbanyakpeluangalternatifkoreksibagi bankdalammencegahtimbulnya kerugian sebagai akibat pemberian kredit. Berdasarkan deteksi yang telahdilakukan,maka dapatdiketahuiposisikreditur terhadapdebiturkhususnyabila dilihatdari usahadankondisiagunanyangdiberikanoleh debiturdalam perjanjiankreditnya.60

58

Hasil wawancara Dela Ponandar, selaku Assisten Vice President PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk Region Sumatera, 02 Maret 2017

59

MunirFuady,Op.Cit,hal.87-88 60

Hasil wawancara Dela Ponandar, selaku Assisten Vice President PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk Region Sumatera, 02 Maret 2017

Bentuk penyelesaiankreditmacetolehBank MandiriCabang Medan merupakan upaya penyelesaian kredit yang dilakukan oleh bank terhadap debitur yang usahanya tidak mempunyai prospek lagi atau debitur mempunyai itikad tidakbaiksehinggatidakdapatdirestrukturisasi. BankIndonesia melaluiSuratKeputusan DireksiBankIndonesia Nomor31/147/KEP/DIR tertanggal2April2001membagikreditbankke

dalam4katagoriyangdilakukanberdasarkankolektibilitasnya,yaitu:

a. KreditLancar; b. KreditKurangLancar;

c. KreditDiragukan; d. KreditMacet.

Untuksubbsampaidengandadalahmerupakankreditbermasalah. Istilahkreditbermasalah telahdigunakan olehduniaperbankan Indonesia sebagaiterjemahan dariproblemloanyangmerupakanistilahyangsudah

lazimdigunakandalamduniaperbankaninternasional.

Umumnya, kasus kredit bermasalah ini adalah persoalan perdatayangmenurutterminologihukum

perdata,hubunganantaradebiturdengankreditur(bank)selakupemberikreditmerupakan hubungan utang piutang.Hubungan yangbersangkutan lahirdariperjanjian. Pihakdebitur berjanjiuntukmengembalikanpinjamanbesertabiayadanbunga,dan pihak krediturmemberikankreditnya.

Dalamhal kredityangdiberikantelahmengarahpadatanda-tanda timbulnya kredit macet, maka deteksi atas kredit macet dapat dilakukan secarasistematisdenganmengembangkansistim “pengenalandiri”,yaitu berupa daftar kejadian ataugejala yang diperkirakan dapat menyebabkan suatupinjamanberkembangmenjadikreditmacet.

Apabilasetelahbankberusahamelaluiupaya prefentifnamun akhirnyakredit yang telah dikeluarkannyamenjadikredityang bermasalah, makabankakanmenggunakan upayarepresif.Upaya- upaya represifyang mula-mulaakandilakukanialahmelakukanupayapenyelamatankredit.

Upayabankuntukmenyelamatkankreditadalahupayabank untuk melancarkan kembali kredit yang sudah tergolong dalam kredit “tidak lancar”,“diragukan”atau bahkantelahtergolongdalam“kreditmacet”untuk kembalimenjadi“kreditlancar”sehinggadebitur kembalimempunyai kemampuanuntukmembayarkembalikepadabank segala utangnyadisertai denganbiayadanbunga.

MenurutSuratEdaranBankIndonesiaNomor23/12/BPPPtanggal 28Pebruari 1991,upaya- upaya penyelamatan kredityangdapatdilakukan olehbankadalahsebagaiberikut:61

61

Hasil wawancara dengan Zainal, selaku Customer Loan PT. Bank Mandiri Cabang Medan, tanggal 6 Maret 2017

a)

Penjadwalan kembali (rescheduling),

yaitu dengan melakukan

perubahansyarat-syaratperjanjiankredityang berhubungandengan

jadwal

pembayaran kembali kredit atau jangka waktu kredit,

termasukgradeperiodataumasa tenggang,baik

termasukperubahan

besarnyajumlahangsuranatautidak.

b)

Persyaratankembali(reconditioning),denganmelakukanperubahan

atas

sebagianatau seluruhsyarat-syaratperjanjiankredit,yang tidak hanya terbatas

pada perubahan jadwal angsuran dan atau jangka waktukreditsaja.

Namunperubahantersebuttanpamemberikan

tambahankreditatau

tanpamelakukankonversiatas seluruhatau

sebagiandarikreditmenjadiperusahaan.

c)

Penataankembali(Restructuring)yaitusuatuupayadaribankyang

berupa

melakukan perubahan-perubahan syarat-syarat perjanjian kredit yang

berupapemberiantambahankredit,ataumelakukan

konversiatasseluruhatausebagiandari kreditmenjadiequity

perusahaan,yangdilakukandenganatautanpa

reschedulingdanatas

reconditioning.

Bila ternyata upaya penyelamatan kredittidak dapat dilakukan atau walaupunsudahdilakukantetapitidakmembawahasil,makabank akan menempuhupayapenagihankredit.62

62

Ibid

Jikamenurut pertimbangan bank, kredit yang bermasalahtidakmungkindapatdiselamatkanuntukmenjadilancarkembali melaluiupaya- upayapenyelamatansebagaimanatelahdiuraikandi atasdan akhirnya kredityangbersangkutan menjadi kreditmacet,makabankakan melakukantindakan-tindakanpenyelesaianatau penagihanterhadapkredit tersebut.

Adapunyang dimaksudkandenganpenyelesaiankreditmacetatau penagihankreditmacetadalahupayabank untukmemperolehkembali pembayarandari debiturataskreditbankyangtelahmenjadimacet.Untuk melakukanpenyelesaianataupenagihanatas kreditmacet,makabankdapat melakukanupaya-upayasepertitersebutdibawahini:

a) Eksekusi Grosse akta Pengakuan Hutang (perjanjian KPR); b) EksekusiBarangJaminan.

Bentuk penyelesaiankreditmacet khususnya yang menyangkut Perjanjian KPR yangdilakukanoleh PT. Bank Mandiri Cabang Medan adalahsebagaiberikut:63

a.

Keringanan

tunggakan

bunga dan/atau denda

maksimum

sebatas

bungadan/ataudendayangbelumterbayarolehdebitur

1. Penyelesaiankreditmacetsecaradamai

Penyelesaiankreditmacet secara damai dilakukanterhadapdebitur yang masihmempunyaiitikadbaik (kooperatif)untukmenyelesaikan kewajibannya. Penyelesaiankreditsecaradamaiantaralainmeliputi:

b.

PenjualansebagianatauseluruhagunansecaraDiBawahTangan oleh debituratau

pemilikagunanuntukangsuranatau penyelesaian kewajibandebitur.

c.

Pengambilalihan aset debitur oleh kreditur untuk angsuran atau

penyelesaiankewajibandebitur.

d.

Pengurangan tunggakan pokok kredit, hal tersebut baru dapat dilakukan

setelah mendapat persetujuan RapatUmumPemagang SahamPT.BankMandiri.

2. PenyelesaianMelaluiJalurHukum

Penyelesaiankreditmacetmelaluisaluranhukumatau bantuandari pihak ketigadilakukan apabila debitur tidakkooperatif untuk menyelesaikan kewajibannya. Penyelesaiankreditmacetmelaluisaluranhukumantara lain:

1) Penyelesaiankreditmelaluipengadilannegeri

63

Alternatif penyelesaian kredit macet sebagaimana dinyatakan pada Pasal20ayat(1)hurufbUUHT ini dapatdimanfaatkanolehsemuakrediturpemegangHak Tanggungan.Apalagi PerjanjianKPRjaminannya beruparumahyangsertipikatnya dibebanidenganHak Tanggungan. Hal ini karena hanya inilah pilihan eksekusi lelang yangdisediakan olehUUHTmengingat parakrediturtidakdapatmemanfaatkanketentuanPasal20

ayat(1) hurufaJoPasal6UUHT.Bagikreditur

pemegangHakTanggunganpertama,alternatifeksekusiini dapat dipilih apabila debiturmenolak/melawanpelaksanaanlelang berdasarkan Pasal20Ayat(1)hurufaJoPasal6UUHT.

BerdasarkanPasal20Ayat(1)hurufb Undang-undangHak Tanggungandijelaskanbahwatiteleksekutorialpada sertifikatHak Tanggungan sebagaimana diatur dalam Pasal 14 UUHTdapatdijadikandasarpenjualanobjekHak Tanggunganmelaluipelelanganumummenuruttata cara yang ditentukandalamperaturanperundang- undangan. BerdasarkanPasal20Ayat(1)hurufa JoPasal11ayat(2) huruf e UUHT, apabila debitur cidera janji maka kreditur pemegang Hak Tanggungan berdasarkan ketentuantersebutpada dasarnyatidakmemerlukanizindari Pengadilan mengingat penjualan berdasarkan Pasal 6 UUHTini merupakantindakanpelaksanaan perjanjian.Sehinggaapabiladebiturcidera janji, krediturpemegang Hak Tanggungan pertama dapat langsung melaksanakan eksekusi lelangobjekHakTanggungan. HakistimewainihanyadimilikiolehkrediturpemegangHak

Tanggunganpertama.PemegangHakTanggungankedua,ketigadan seterusnyatidak dapatmemanfaatkanfasilitasyangdisediakanoleh UUHTini. Syaratagareksekusilelangini dapatdilakukanapabiladalam APHTdicantumkanjanji-janjisesuai denganPasal11ayat(2)hurufe UUHT, yaitu “pemegangHakTanggunganpertamamempunyaihak untuk menjual sendiri objekHak Tanggungan apabila debiturciderajanji”.

Pelaksanaan eksekusi lelangobjekHakTanggungan berdasarkanPasal20Ayat(1)hurufaJoPasal6danPasal11Ayat (2)hurufeUUHTmakayangbertindak sebagaipemohonlelangadalahkrediturpemegangHak Tanggungan pertama. Berdasarkan hasilpenelitiandari27 kreditmacetPerjanjian KPRyangdijamin dengan hak tanggunganselamaperiodeDesember2016atau1 (satu)tahunbuku padaPT.Bank Mandiri Cabang

Medan7 (tujuh) orang telah dilakukan negosiasi guna mencari cara restrukturisasi kredityangdapatdisepakati olehkeduabelahpihak dan 12 (dua belas)orangdilakukannegosiasiuntukupayapenyelesaian kredityang disepakatioleh keduabelahpihak.Sisanya 8(delapan) orang terlebih dahulu dilakukan langkah-langkah melalui saluranhukumagar debiturmenjadikooperatif.Apabilatetaptidak kooperatif,makaproseshukumdapatdilanjutkan.

Penyelesaian apabila terjadi wanprestasi dalam perjanjian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di PT. Bank Mandiri Cabang Medanadalah dengan memberikan teguran baik telepon maupun mendatangi debitur, jika tidak ada tanggapan akan diberikan surat peringatan I sampai surat peringatan ke III, jika cara tersebut tidak ada respon dari pihak debitur maka akan dilakukan percobaan penyelesaian secara tunai bertahap, apabila semua cara tidak membuahkan hasil, maka akan dilakukan penyitaan jaminan serta eksekusi jaminan oleh pihak Bank Mandiri.64

a.

Harus ada kesepakatan antara

kreditur

pemegang

Hak

TanggungandandebiturpemberiHakTanggungan

Bentuk penyelesaiankredit macet Perjanjian KPR diPT.Bank Mandiri Cabang Medan telahsesuaidengan ketentuanPasal6 UUHTyangmenyatakanbahwa apabiladebiturciderajanji pemegangHak TanggunganPertama mempunyai hak untuk menjual objek Hak Tanggungan atas kekuasaansendirimelaluipelelanganumum.

2) Penjualandibawahtanganobjekhaktanggungan

Berkenaan denganeksekusiobjekHakTanggungan sebagai jaminanPerjanjianKPR,sebenarnya UUHTmasihmenyediakansatu sarana hukumlagi,yaitumelaluipenjualandi bawahtangan(tidakmelalui pelelangan). Saranahukumini diaturdalamPasal20 ayat(20)UUHT, yangmenyebutkanbahwa: “ataskesepakatanpemberidan pemegangHakTanggungan, penjualan objekHakTanggungan dapatdilakukan dibawah tangan, jika dengan demikian akan diperoleh harga tertinggi yangmenguntungkansemuapihak.”

Untukdapatmemanfaatkan saranaini,makaharusdipenuhi syarat-syaratsebagaiberikut:

64

Hasil wawancara Dela Ponandar, selaku Assisten Vice President PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk Region Sumatera, 02 Maret 2017

b.

Penjualan tersebut

dapat

menghasilkan

harga tertinggi

yang

menguntungkansemuapihak.

c.

Lebih dahulu diberitahukan secaratertulis olehpemberi atau pemegangHak

Tanggungankepadapihak-pihakyang berkepentingan.

d.

Penjualan tersebut diumumkan lebih dahulu sekurang- kurangnya

dalamsatusuratkabaryangberedar didaerahyang

bersangkutanataumediamassasetempat.

e.

Tidakadapihakyangmenyatakankeberatan.

KetentuanPasal20ayat(2)UUHT ini dimaksudkan untuk melaksanakan penjualan di bawahtangan,sehingga krediturpemegang HakTanggungan dapat langsungmelakukaneksekusiterhadapjaminantersebut.

Bentuk penyelesaian Apabila Terjadi Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di PT. Bank Mandiri Cabang Medan.Penyelesaian melalui jalur hukum yang ada merupakan langkah pengamanan baik untuk debitur dan pihak bank. Bagi debitur keuntungannya adalah tidak akan terkena perbuatan semena-mena dari kreditur. Sedang bagi kreditur, dapat menagih hutangnya dan seandainya debitur tidak mau membayar hutangnya maka bank dapat melakukan penyitaan barang jaminan. Sehingga bank tidak dirugikan karena perbuatan debitur yang tidak melakukan kewajibannya.65

Perkembangan dunia perbankan di Indonesia adalah dinamis, cepat

berubah, seiring berkembangnya masyarakat dalam menggunakan media perbankan

sebagai upaya pemenuhan kebutuhannya. Pengaturan perbankan di Indonesia

sebagai koridor, yakni dengan pemberlakuan UU No. 7 Tahun 1992 tentang

Perbankan sebagaimana diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998. Di dalam

peraturan perundang-undangan tersebut, dimuat ketentuan bahwa Perbankan

65

Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan

menggunakan prinsip kehati-hatian.

Pelaksanaan perjanjian KPR pada PT. Bank Mandiri Cabang Medan ada

tiga peristiwa hukum yang terjadi, yaitu penandatanganan perjanjian jual beli,

penandatanganan perjanjian KPR dan penandatanganan surat kuasa hipotik sebagai

pengikat jaminan.

Dengan ditandatanganinya perjanjian KPR tersebut, maka pada saat itu

juga telah terjadi kesepakatan yang mengikat antara pihak-pihak yang mengadakan

perjanjian yaitu pihak debitur dengan pihak kreditur, dengan adanya kesepakatan

antara pihak debitur dengan pihak kreditur di dalam kredit kepemilikan rumah

tersebut, maka akan mempunyai kekuatan mengikat secara hukum sehingga akan

timbul hak dan kewajiban para pihak.

66

Perlindungan hukum yang diberikan oleh PT. Bank Mandiri Cabang

Medan akibat debitur wanprestasi dalam perjanjian kredit pemilikan rumah.

Perlindungan hukum preventif dimana diperlukan fomula dari isiperjanjian kredit

yang dapat dilaksanakan nantinya manakala terjadi kredit macet dan hal-hal diluar

kendali pihak kreditur dalam proses penyelesaian kredit maupun dalam hal

pelunasan utang. Isi perjanjian kredit yang tepat dan mengikat tadi dituangkan

dalam perjanjian kredit yang disetujui pihak debitur,serta perlindungan hukum yang

bersifat represif, digunakan sebagai langkah terhadap kemungkinan timbulnya

risiko kerugian dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh bank, diperlukan sebuah

pengadilan kecil seperti halnya pengadilan pada tindak pidana tilang untuk

66

menyelesaikan sengketa atau kasus yang terjadi antara pihak bank dan nasabahnya

dengan biaya yang murah.

67

67

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan

sebagai berikut:

1.

KedudukanparapihakpadaKPRdiaturdalam suatuperjanjian,dandalam perjanjian

tersebut diatur hakdankewajibanparapihakselakusubyekperjanjian. Secaraumum

hal-halyangwajibdilaksanakanolehnasabahdebiturberdasarkan Perjanjian Baku

KPR yang dibuat oleh Bank MAndiri Cabang Medan adalah:Membayar cicilan

pinjaman KPR dalam jumlah yang telah ditentukan beserta bunga yang

telahditetapkan.Menjamin kepada bank bahwa pembayaran cicilan KPR akan

terus dibayarkan tepat pada waktunya meskipun nasabah debitur meninggal

dunia.

2.

Faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi debitur pada perjanjian KPR

di PT. Bank Mandiri Cabang Medan, dikarenakan beberapa faktor misalnya dari

sisi debitur berupa masalah operasional usaha, manajemen keuangan debitur,

kecurangan dan/atau ketidakjujuran debitur dalam mengelola kredit serta

debitur mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).Tindakan PT. Bank

Mandiri Cabang Medan terhadap Debitur Akibat Wanprestasi dalam Perjanjian

Kredit Pemilikan Rumah, tindak yang diambil kreditur yaitu memberikan surat

peringatan/surat teguran kepada debitur untuk menanyakan alasan atau sebab

mengapa debitur tidak memenuhi kewajibannya serta mengingatkandebitur

untuk membayar kewajibannya, Apabila atas upaya tersebut dan tidak

memperoleh tanggapan dari pihak debitur, maka pihak kreditur akan

mengirimkan surat somatie sebanyak 3 (tiga) kali kepada debitur guna

membicarakan masalah tersebut tidak dihiraukan maka pihak kreditur akan

melakukan proses penyelesaian kredit bermasalah dengan melaksanakan

eksekusi terhadap jaminan dengan cara penjualan dibawah tangan dan segala

biaya baik berupa ganti rugi beserta denda yang timbul dari berakhirnya

perjanjian kredit akibat wanprestasi tersebut dibebankan kepada debitur.

3.

Perlindungan hukum yang diberikan oleh PT. Bank Mandiri Cabang Medan

akibat debitur wanprestasi dalam perjanjian kredit pemilikan rumah.

Perlindungan hukum preventif dimana diperlukan fomula dari isiperjanjian

kredit yang dapat dilaksanakan nantinya manakala terjadi kredit macet dan hal-

hal diluar kendali pihak kreditur dalam proses penyelesaian kredit maupun

dalam hal pelunasan utang. Isi perjanjian kredit yang tepat dan mengikat tadi

dituangkan dalam perjanjian kredit yang disetujui pihak debitur,serta

perlindungan hukum yang bersifat represif, digunakan sebagai langkah terhadap

kemungkinan timbulnya risiko kerugian dari kegiatan usaha yang dilakukan

oleh bank, diperlukan sebuah pengadilan kecil seperti halnya pengadilan pada

tindak pidana tilang untuk menyelesaikan sengketa atau kasus yang terjadi

antara pihak bank dan nasabahnya dengan biaya yang murah.

B.

Saran

Berdasarkan hasil pembahasan di atas maka penulis memberikan saran,

sebagai berikut

1. Penyelesaian adalah meningkatkan kesadaran hukum parapihakdenganmemberikanpendidikan,penyuluhan dan pengawasan dari lembaga-lembaga terkait dan pemerintah. Meningkatkan sosialisasi Undang-undangNo. 10 tahun 1998, terutama memberi pengetahuan yang cukup kepada asyarakat,agarmasyarakat mengetahuihakdankewajibannyasebagai debitur.Denganmengetahui hak dan kewajibannya debitur dapat melakukan pilihan yang tepat terutama apabila terjadiperselisihanatausengketa antara kreditur dengan debitur.

2. Dalam menyelesaikan sengketa yang timbul dalam administrasi angsuran kredit, sebagai akibat debitur wanprestasi, hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama atau dengan cara kekeluargaan antara pihak debitur dengan PT Bank Mandiri Cabang Medan.

3. Debitur harus mempunyai usaha yang prospeknya baik, maka dapat memberikan keuntungan yang digunakan untuk memenuhi kewajibannya kapada bank, karena tujuan dalampemberian kredit/pinjaman adalah memajukan usaha debiturnya. Sebelum menerima permohonan kredit dan pengikatan agunan terhadap debitur, sebaiknya pihak bank memeriksa dan menilai barang agunan yang diberikan debitur.

tidak terpecahkan yang diharapkan akan berguna dalam kehidupan

masyarakat dan praktek perkembangan ilmu pengetahuan

BAB II

TINJAUAN UMUM TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM

F.

Pengertian Perlindungan Hukum

Sebagai makhluk sosial maka sadar atau tidak sadar manusia selalu melakukanperbuatanhukum (rechtshandeling) danhubunganhukum (rechtsbetrekkingen).12

Sehingga dapatdikatakan,jika suatunegara mengabaikandanmelanggarhak asasimanusia dengansengaja danmenimbulaknsuatupenderitaanyang tidak mampudiatasisecaraadil,maka negara tersebuttidakdapatdikatakansebagai suatu Negarahukum dalam artisesungguhnya.

Perlindunganhukummerupakansalahsatuhalterpenting dalamunsursuatu negarahukum.Haltersebutdianggappenting,karena dalampembentukansuatu negaraakandibentukpulahukumyang mengaturtiap-tiapwarga negaranya. Dalamperkembangannya,antara suatuNegaradenganwarga negaranya akan terjalinsuatuhubungan timbalbalik,yang mengakibatkanadanyasuatuhakdan kewajibanantara satusamalain,danperlindunganhukummerupakansalahsatu hakyangwajib diberikanoleh suatu negarakepadawarganegaranya.

13

Keberadaanhukumdalammasyarakatmerupakan suatusaranauntuk menciptakan ketentramandanketertibanmasyarakat,sehinggadalamhubungan antaranggota masyarakatyang satudenganyanglainnya dapatdijaga kepentingannya.Hukum tidak lain adalah perlindungankepentingan manusia yangberbentuk normaataukaedah.Hukumsebagaikumpulanperaturanatau kaedahmengandung isiyangbersifatumumdannormatif,umumkarenaberlaku

bagisetiaporang,dannormatifkarenamenentukanapayangbolehdantidak 12

R.Soeroso,PengantarIlmuHukum,SinarGrafika,Jakarta, 2006, hal 49. 13

Zulham,HukumPerlindunganKonsumen,KencanaPrenadaMediaGroup,Jakarta, 2013, hal 133.

bolehdilakukan,sertamenentukanbagaimanacara melaksanakankepatuhanpada kaedah.14

Secaraumum,perlindunganberarti mengayomisesuatudari hal-halyang berbahaya,sesuatuitu bisasajaberupakepentinganmaupun bendaataubarang. Selainituperlindunganjugamengandung maknapengayomanyangdiberikan oleh seseorangterhadaporangyanglebihlemah15PhilipusM.Hadjonberpendapatbahwa, perlindungan hukum adalah suatu tindakan untuk melindungiatau memberikan pertolongankepada subyekhukum,denganmenggunakanperangkat-perangkat hukum.16

Menurut Setiono,perlindunganhukumadalah tindakanatauupayauntukmelindungi masyarakatdariperbuatansewenang-wenang olehpenguasayang tidaksesuaidengan aturanhukum,untukmewujudkan ketertiban danketentramansehingga memungkinkan manusiauntuk menikmatimartabatnyasebagai manusia17

G.

Bentuk Perlindungan Hukum

Berdasarkanpenjelasantersebut, dapat disimpulkan bahwa Perlindungan Hukumadalahsegala upayapemerintahuntukmenjaminadanyakepastianhukum untukmemberi perlindungankepadawarganyaagar hak-haknyasebagaiseorang warganegaratidakdilanggar,danbagiyangmelanggarnyaakandapatdikenakan sanksi sesuai peraturanyangberlaku.

Upaya menjalankandanmemberikanperlindunganhukum dibutuhkannyasuatu tempat atau wadah dalam pelaksanaannya yang sering disebut dengan saranaperlindungan hukum. Saranaperlindungan hukum dibagi menjadi duamacamyangdapat dipahami, sebagai berikut:18 1. Perlindunganhukumyangpreventif.

Perlindungan hukuminimemberikan kesempatan kepada rakyatuntukmengajukankeberatan(inspraak)atas pendapatnya

14

SudiknoMertokusumo,MengenalHukum,Liberty,Yogyakarta, 2003, hal.39 15

PhilipusM.Hadjon,PengantarHukumAdministrasiIndonesia,GajahMada UniversityPress,Yogyakarta, 2011, hal10.

16

Ibid. 17

Setiono.RuleofLaw(SupremasiHukum).MagisterIlmuHukumProgramPascasarjana UniversitasSebelasMaret, Surakarta,2004.hal.3

18

sebelumsuatukeputusanpemerintahan mendapatbentukyang definitif.Sehingga,perlindungan hukuminibertujuanuntukmencegah terjadinyasengketa dansangatbesarartinyabagitindak pemerintahyang didasarkan pada kebebasan bertindak. Dan dengan adanya perlindungan hukumyangpreventifinimendorong pemerintahuntukberhati-hatidalam mengambilkeputusanyangberkaitandengan asasfreiesermessen,danrakyat dapatmengajukankeberatanataudimintaipendapatnyamengenairencana keputusantersebut.

2. Perlindunganhukumyangrepresif.

Perlindungan hukuminiberfungsiuntuk menyelesaikan apabila terjadi sengketa. Indonesia dewasa ini terdapat berbagaibadanyangsecarapartialmenanganiperlindungan hukumbagi rakyat,yangdikelompokkanmenjadi3(tiga)badan,yaitu:

a. PengadilandalamlingkupPeradilanUmum. Dewasa inidalampraktek telahditempuhjalanuntukmenyerahkan suatuperkaratertentukepada PeradilanUmumsebagaiperbuatanmelawanhukumolehpenguasa.

b. Instansi Pemerintah yang merupakan lembaga banding administrasi. Penangananperlindungan hukumbagirakyatmelaluiinstansipemerintah yang merupakan lembaga banding administrasi adalah permintaan banding terhadapsuatutindakpemerintaholehpihakyangmerasa dirugikan olehtindakanpemerintahtersebut.Instansipemerintahyang berwenang untukmerubahbahkandapatmembatalkantindakan pemerintahtersebut.

c. Badan-badan khusus. Merupakan badan yang terkait dan berwenang untukmenyelesaikansuatusengketa.Badan-badankhusustersebutantara

lainadalahKantorUrusanPerumahan,PengadilanKepegawaian, Badan Sensor Film, PanitiaUrusanPiutangNegara,sertaPeradilanAdministrasi Negara.

Prinsipkeduayang mendasariperlindunganhukumterhadap tindakpemerintahadalahprinsipnegara hukum.Dikaitkandengan pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia, pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia mendapattempatutamadandapatdikaitkandengantujuandarinegarahukum.

H.

Tujuan Perlindungan Hukum

Dalam menjalankan dan memberikan perlindungan hukum dibutuhkannya suatutempat atau wadah dalam pelaksanaannya yang sering di sebut dengan saranaperlindungan hukum, sarana perlindungan hukum dibagi menjadi dua macam yang dapat dipahami, sebagai berikut :

1.

Sarana perlindungan hukum preventif, diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. Tujuannya adalah mencegah terjadinya sengketa. Perlindungan hukum preventif sangat besar artinya bagi tindak pemerintahan yang didasarkan pada kebebasan bertindak karena dengan adanya perlindungan hukum yang preventif pemerintah terdorong untuk bersifat hati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. Di indonesia belum ada pengaturan khusus mengenai perlindungan hukum preventif

2.

Sarana perlindungan hukum represif, perlindungan hukum yang represif bertujuan untuk menyelesaikan sengketa. Penanganan perlindungan hukum oleh Pengadilan Umum dan Peradilan Administrasi di Indonesia termasuk kategori perlindungan hukum ini. Prinsip konsep tentang pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia.19

Hukum dapat melindungi hak dan kewajiban setiap individu dalam

kenyataan yang senyatanya, dengan perlindungan hukum yang kokoh akan

terwujud tujuan hukum secara umum: ketertiban, keamanan, ketentraman,

kesejahteraan, kedamaian, kebenaran, dan keadilan.

Aturan hukum baik berupa undang-undang maupun hukum tidak tertulis,

dengan demikian, berisi aturan-aturan yang bersifat umum yang menjadi pedoman

bagi individu bertingkah laku dalam hidup bermasyarakat, baik dalam hubungan

dengan sesama maupun dalam hubungannya dengan masyarakat. Aturan-aturan itu

2017

menjadi batasan bagi masyarakat dalam membebani atau melakukan tindakan

terhadap individu. Adanya aturan semacam itu dan pelaksanaan aturan tersebut

menimbulkan kepastian hukum. Dengan demikian, kepastian hukum mengandung

dua pengertian, yaitu pertama, adanya aturan yang bersifat umum membuat

individu mengetahui perbuatan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan dua,

berupa keamanan hukum bagi individu dari kesewenangan pemerintah karena

dengan adanya aturan yang bersifat umum itu individu dapat mengetahui apa saja

yang boleh dibebankan atau dilakukan oleh negara terhadap individu. Kepastian

hukum bukan hanya berupa pasal dalam undang-undang, melainkan juga adanya

konsistensi dalam putusan hakim antara putusan hakim yang satu dengan putusan

hakim yang lainnya untuk kasus serupa yang telah diputuskan.

20

I.

Macam-macam Perlindungan Hukum

Hakekatnya setiap orang berhak mendapatkan perlindungan dari hukum.

Hampir seluruh hubungan hukum harus mendapat perlindungan dari hukum. Oleh

karena itu terdapat banyak macam perlindungan hukum.

1. Pelindungan hukum dalam bidang perdata

Pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya memerlukan kebebasan bertindak dan mempunyai kedududkan istimewa dibandingkan dengan rakyat biasa. Oleh karena itu, persoalan

Dokumen terkait