KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
C. PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAERAH 1.Kebijakan Pembiayaan Daerah
4. Hal-hal yang perlu dilaporkan
Pelaksanaan Program Kesehatan di Kabupaten Kutai Kartanegara selama periode 2005-2010 telah mencapai sesuai dengan tujuan Dinas Kesehatatan yaitu :
a. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan terciptanya lingkungan sehat.
b. Terciptanya pelayanan masyarakat yang efektip melalui Jaminan kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Sistem Kesehatan Daerah (SKD).
c. Efektivitas dan efisiensi pelayanan dan pembangunan kesehatan dengan peningkatan sumberdaya manusia.
d. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
e. Terciptanya Jaminan kesehatan masyarakat miskin (Jamkesmas),
f. Sertifikasi SNI ISO 9001 pada Rumah Sakit Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja tahun 2008 dan Puskesmas Loa Ipuh pada tahun 2009
iii. LINGKUNGAN HIDUP;
Sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan sumber yang penting bagi kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Sumber daya alam menyediakan sesuatu yang diperoleh dari lingkungan fisik untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, sedangkan lingkungan merupakan tempat dalam arti luas bagi manusia dalam melakukan aktifitasnya. Untuk itu, pengelolaan sumber daya alam seharusnya mengacu kepada aspek konservasi dan pelestarian lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang hanya berorientasi ekonomi hanya membawa efek positif secara ekonomi tetapi menimbulkan efek negatif bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Oleh karena itu pembangunan tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi tetapi juga memperhatikan aspek etika dan sosial yang berkaitan dengan kelestarian serta kemampuan dan daya dukung sumber daya alam. Pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup menjadi acuan bagi kegiatan berbagai sektor pembangunan agar tercipta keseimbangan dan kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga keberlanjutan pembangunan tetap terjamin. Pemanfaatan sumber daya alam seharusnya memberi
kesempatan dan ruang bagi peranserta masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
1. Program dan Kegiatan
a. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkannya.
Untuk mengatasi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, maka telah dilaksanakan kegiatan berupa
1) Pemantauan Kualitas Lingkungan;
2) Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup;
3) Pengelolaan B3 dan Limbah B3;
4) Peningkatan Pengelolaan Lingkungan Pertambangan; 5) Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam
Pengendalian Lingkungan Hidup serta
6) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan bidang lingkungan hidup.
b. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
1) Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan
c. Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam
Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan SDA, Bantuan dalam Rangka Mendukung Terwujudnya Kalimantan Timur Hijau
1. Peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemulihan cadangan SDA
2. Pendamping DAK Lingkungan Hidup 3. Kaltim Hijau
4. Dukungan Dalam Rangka Kaltim Hijau
d. Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
1) Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan 2) Pemantauan Kualitas Air.
e. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
Renovasi TPS, Pengadaan Kendaraan Mobil dan Motor Operasional Pengangkut sampah, Pelatihan Pengelolaan Persampahan 3R (Re-Duce, Re-Use, Re-Cycle), Pengadaan Tong Sampah dan Rehabilitasi Container Serta Gerobak Sampah.
f. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Perkembangan dan pertumbuhan kota/perkotaan disertai dengan alih fungsi lahan yang pesat, telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang dapat menurunkan daya dukung lahan dalam menopang kehidupan masyarakat di
kawasan perkotaan, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan melalui penyediaan ruang terbuka hijau yang memadai.
Dalam rangka pelaksanaan Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan, maka Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengimplementasikannya melalui kegiatan-kegiatan antara lain :
1) Pemeliharaan RTH,
2) Pembuatan dan Pemeliharaan Taman Kota, 3) Pembuatan Pot Bunga,
4) Pengadaan Bibit Tanaman serta
5) Pembuatan dan pemeliharaan Sarana Penunjang.
g. Program Pengelolaan Areal Pemakaman
1) Pemagaran Kuburan Muslimin Mangkunegara Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong.
2) Pemagaran Kuburan Muslimin Kelurahan Sukarame dan Pengurukan Kuburan Muslimin Rondong Demang Kelurahan Panji Kecamatan Tenggarong.
2. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Pendayagunaan Sumber Daya Alam Kabupaten Kutai Kartanegara sebagi unsur pokok untuk kesejahteraan rakyat dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai kemampuan daya dukungnya dengan mengutamakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup. Sebagai
implementasi dalam rangka pelestarian lingkungan hidup tersebut, kinerja yang ditunjukkan dengan cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL tahun 2009 yang mencapai 24 %, terdapat penurunan dibanding tahun 2005 yang mencapai sebesar 78 % serta dalam penegakan hukum lingkungan pada tahun 2009 telah menyelesaikan 53 % kasus lingkungan yang diselesaikan yang berarti terjadi penurunan dibanding tahun 2005 sebesar 100 %.
Tabel 4.5. Indikator Kinerja Bidang Lingkungan Hidup Selama Tahun 2005-2009 (%) Indikator Kinerja Kunci 2005 2006 2007 2008 2009 Cakupan Pengawasan Terhadap Pelaksanaan AMDAL 78 % 79 % 61 % 58 % 24 % Penegakan Hukum Lingkungan 100 % 75 % 62 % 74 % 53 %
Sementara alokasi dan realisasi anggaran yang telah disediakan untuk bidang Lingkungan Hidup selama Tahun Anggaran 2005-2010 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.6. Alokasi dan Realisasi Anggaran bidang Lingkungan Hidup selama Tahun 2005-2010. TAHUN ANGGARAN BESARAN ANGGARAN Alokasi Realisasi % 2005 10.792.031.147 10.203.184.847 94,54 2006 4.736.207.000 4.421.625.698 93,36
2007 13.746.317.625 13.005.953.800 94,61
2008 2.048.990.000 1.802.762.560 87,98
2009 8.479.988.610 7.860.188.010 92,69
2010 31.611.384.487 - -
Jumlah 71.414.918.869 37.293.714.915 52,22
3. Permasalahan dan Solusi
Permasalahan yang ada pada bidang lingkungan hidup adalah terjadinya penurunan laju degradasi lingkungan yang meliputi sumber daya air, hutan dan lahan, keanekaragaman hayati, energi, danau serta ekosistem pesisir dan laut.
Solusinya adalah dengan meningkatkan laju degradasi lingkungan yang meliputi sumberdaya air, hutan dan lahan, keanekaragaman hayati, energi, danau serta ekosistem pesisir dan laut.
4. Hal-hal lain yang perlu dilaporkan
Untuk Bidang Lingkungan Hidup Prestasi Nasional yang dicapai Tahun 2009 adalah Juara I Tingkat Nasional Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah ( SLHD ) Tingkat Kabupaten/ Kota.
iv. PEKERJAAN UMUM;
1. Program dan Kegiatan
Program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu yang bertujuan untuk mendapatkan hasil sebagai
penjabaran dari kebijakan yang telah ditetapkan. Kegiatan merupakan implementasi dari program. Penjabaran program dalam kegiatan-kegiatan akan dituangkan dalam rencana kinerja tahunan yang disusun setiap tahun. Selanjutnya, beberapa rincian kegiatan per program yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara untuk Tahun 2005-2010 adalah sebagai berikut :
a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan pembangunan jalan dan jembatan serta penambahan kapasitas jalan dan jembatan sehingga meningkatkan kelancaran lalu lintas, dengan kegiatan pokok sebagai berikut :
1) Pembuatan Jembatan Ulin
2) Penggantian Jembatan Ulin Menjadi Jembatan Beton
3) Pembangunan Jalan 4) Pembangunan Jembatan
5) Pembangunan Jalan Lingkungan Desa 6) Perencanaan Teknis Jalan
7) Studi Kelayakan Pembangunan Jalan
8) Pembangunan Badan Jalan/Jembatan Ulin 9) Pembuatan Parit Saluran
10) Pelebaran/Penurapan, Pengurukan & Semenisasi Gang.
b. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan.
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengelolaan sistem transportasi termasuk lalu lintas, pengaturan terminal, parkir dan angkutan umum dengan kegiatan utama antara lain melalui kegiatan Pembangunan Dermaga Angkutan Sungai dan Bongkar Muat.
c. Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong.
1) Pembuatan Parit /saluran air 2) Pembangunan Gorong-Gorong 3) Pembuatan Drainase
4) Pembuatan Saluran Air Untuk Kelompok Tani
d. Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong 1) Turap sheet pile beton tepi Sei Mahakam 2) Bangunan Penahan Erosi
3) Pembangunan Turap
4) Penurapan Sheet Pile Beton
5) Perencanaan Teknis Sheet Pile Concrete Kawasan Tanjung
6) Lanjutan Pembuatan Tanggul Abrasi laut 7) Pengurukan dan Penahanan Gelombang
e. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan
f. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 1) Peningkatan dan Pelebaran Jalan
2) Penanganan Longsoran Ruas Jalan 3) Rehabilitasi Jalan dan Jembatan 4) Pengawasan Peningkatan Jalan 5) Pengerasan Jalan
g. Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan
1) Inventarisasi Jalan, Jembatan, Irigasi dan Sarana Prasarana Bangunan di Kab Kukar
h. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga 1) Pembangunan Lapangan Olah Raga
2) Penataan Lahan Olah Raga 3) Pembangunan Asrama Atlit
4) Pembangunan Sistem Infrastruktur (Listrik, Air Bersih, Air Buangan dan Telpon) 5) Penyediaan Jaringan Infrastruktur Olah Raga
i. Program Pembangunan Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan
1) Pembuatan Software Inventarisasi Berbasis Map Info
2) Pembangunan infrastruktur Hardware dan software 3) Perencanaan Pemeliharaan Rutin Jembatan
j. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan
1) Penataan Jaringan Komputer dan Sistem Informasi DPU
2) Pengadaan Tanah Workshop dan Pematangan Lahan 3) Pembangunan Lapangan Parkir Perkantoran
4) Operasional dan Pembelian Sarana Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum
5) Pembangunan Gedung Lab DPU di Tenggarong 6) Pemeliharaan Workshop
k. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya
1) Pembuatan Pintu Sekat
2) Perencanaan Pembuatan saluran Induk Daerah. 3) Pembangunan Jaringan Irigasi
4) Pembuatan pintu air
5) Operasional Pemeliharaan Pengairan Di Kab Kukar 6) Persiapan Lahan Berpengairan (PLB)
7) Normalisasi Sungai untuk Pengaman Banjir 8) Pendamping Kegiatan DAK
9) Pencetakan sawah dan Irigasi Modern 10) SID Percetakan sawah 11) Pompanisasi dan Jaringan Irigasi 12) Pembangunan Sarana Air Bersih Desa 13) Pembangunan sarana Intake Sungai 14) Peningkatan Air Bersih
15) Pembuatan Kanal Penghubung 16) Rehab Pintu Air
18) Pemeliharaan Bendungan dan Normalisasi Saluran Primer dan Sekunder
19) Pembersihan dan Pengurukan saluran irigasi.
l. Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 1) Pendampingan DAK Non DR
2) Pembuatan Sumur Bor
m. Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, danau dan Sumber Daya Air Lainnya
1) Penanganan Abrasi Sungai 2) Normalisasi Sungai
3) FS pembuatan Folder / penampung air dan hutan kota
4) Rehabilitasi Total Bendung, Pintu dan Pengerukan Waduk Panji Sukarame
5) Pemeliharaan bendungan dan normalisasi saluran primer dan sekunder
6) Pemberdayaan Petani pemakai air dan pengembangan tata guna air Kab. Kukar
7) Pencetakkan sawah
8) Persiapan Lahan berpengairan (PLB)
n. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
1) Peningkatan Saluran Jaringan Air Bersih 2) Peningkatan Instalasi Air Bersih
4) Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Pipa distribusi SPAM
5) Penurapan Saluran Induk Pembuangan Air Limbah 6) Pembangunan Saluran Pembuangan Air
o. Program Pengendalian Banjir
1) Perkuatan Dinding Penahan Tanggul Banjir 2) Bangunan Penahan Erosi
3) Pembuatan Penahan Gelombang / Abrasi Pantai 4) Normalisasi Sungai untuk Pengaman Banjir
5) Pengerukan dan Penahan Gelombang Muara Sungai
p. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
1) Pembangunan Pelabuhan.
2) Perencanaan Pembangunan Pasar Basah Tenggarong.
3) Pembangunan Pasar Di Kel Mangkurawang Kec Tenggarong
4) Perencanaan Teknis Permukiman Perkotaan 5) Pembangunan dan Rehab Gedung Perkantoran 6) Rehab Ponpes
7) Pembangunan Langgar, Mesjid dan tenpat ibadah lainnya.
8) Peningkatan Sarana Ibadah
9) Perencanaan Pemb. Perumahan Dinas
10) Pembangunan Jalan & Infrastruktur Perumahan Kopri.
11) Kegiatan SID, FS dan DED Pembangunan Pelabuhan Samboja Kuala Kec. Samboja
12) Master Plan Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang
q. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 1) Pembangunan kantor Kelurahan/Desa 2) Pembangunan/Renovasi Tempat Ibadah 3) Perbaikan dan Pelebaran Gang
4) Semenisasi Gang.
5) Pembangunan Badan jalan dan Perkerasan jalan 6) Pembangunan jembatan gang.
7) Pembuatan Turap dan Peningkatan Gang. 8) Pembangunan / Rehab Mesjid.
9) Renovasi Area Makam.
10) Pembuatan Pagar Kuburan Desa.
11) Pembangunan Sarana Dan Prasarana Pendukung Mesjid.
12) Rehab BPU Desa.
r. Program Gerbang Dayaku
1) Peningkatan Sarana & sarana Kel/desa
2) Pengadaan dan Perlengkapan Kantor Kelurahan 3) Pengadan Konstruksi Jalan di Kelurahan
4) Pengadaan Konstruksi / Bangunan / Sarana Kelurahan
5) Kegiatan Olah Raga Kelurahan 6) Pelatihan Kewirausahaan UKM
2. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Dilihat dari tingkat pencapaian Indikator Kinerja, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, maka kinerja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di bidang Pekerjaan Umum masih belum maksimal. Hal ini terlihat kondisi Jalan Kabupaten yang dalam keadaan baik hanya mencapai 18%. Demikian juga halnya dengan irigasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kondisi baik hanya mencapai 25,32%, namun demikian apabila dilihat dalam hal rumah tangga bersanitasi, maka kinerja pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2006 mencapai 62,49 % disusul sebesar 65,03 % pada tahun 2007, sedangkan tahun 2008 sebesar 65,58 % dan tahun 2009 sebesar 66,48 %. Sementara itu ruang terbuka hijau pada tahun 2009 baru sebesar 19, 46%.
Grafik 4.1. Kondisi dan Panjang Jalan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009 (km)
Grafik 4.2. Kondisi dan panjang jalan di 17 kecamatan tahun 2009 (km)
Tabel 4.7. Presentase Luas Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik Selama Tahun 2005-2009.
Tahun Anggaran Luas Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik Luas Irigasi Kabupaten Presentase 2005 6.110,00 Ha 7.038,00 Ha 86,81 % 2006 6.673,00 Ha 7.075,55 Ha 94,31% 2007 7.038,00 Ha 7.440,55 Ha 94,59% 2008 7.908,00 Ha 7.990,55 Ha 98,97% 2009 8.213,00 Ha 11.398,00 Ha 72,06%
Disisi lain apabila dilihat dari realisasi pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun anggaran 2009, maka dapat dilihat secara rinci sebagai berikut :
Tabel 4.8. Alokasi dan Realisasi Anggaran bidang Pekerjaan Umum selama Tahun 2005-2010.
TAHUN ANGGARAN BESARAN ANGGARAN Alokasi Realisasi % 2005 773.608.913.506 316.127.392.364 40,86 2006 1.326.020.014.391 1.135.342.045.788 85,62 2007 1.771.685.779.429 1.130.168.709.261 63,79 2008 1.490.070.325.809 1.051.510.207.094 70,57 2009 1.508.506.229.938 1.126.212.007.007 74,66 2010 1.301.116.221.940 - - Jumlah 8.171.007.485.014 4.759.360.361.514 58,25
3. Permasalahan dan Solusi
Permasalahan
1)Tahap Penganggaran
Masih terdapat usulan-usulan program dari Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara yang tidak masuk dalam APBD yang disahkan dan disetujui DPRD. Usulan yang ada telah disesuaikan dengan Renstra, Musrenbang dan usulan-usulan dari masyarakat. Program dan usulan dimaksud telah dilakukan DED dan gambar, sehingga pada tahun berjalan tinggal pelaksanaan fisik. Dengan adanya program baru yang tidak diusulkan dari Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara
mengakibatkan kegiatan perencanaan DED dan fisik pada tahun yang sama.
2)Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini yang paling berpengaruh adalah waktu pengesahan APBD, jika terlambat maka pelaksanaan fisik dapat terlambat juga. Keterlambatan ini akan bertambah jika program/kegiatan yang ada belum memiliki DED perencanaan (program/kegiatan tidak diusulkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara).
Waktu pelaksanaan kegiatan proyek meliputi tahapan-tahapan :
a. Proses evaluasi pelelangan jasa konsultasi perencanaan selama 30 hari.
b. Proses penyusunan, gambar DED dan RAB selama 3 bulan.
c. Proses evaluasi pelelangan jasa konstruksi pemborongan selama 30 hari.
Diperlukan waktu 150 hari, sehingga apabila waktu pengesahan APBD terlambat maka pelaksanaan fisik yang dibatasi sampai 15 Desember 2010 akan mengurangi lingkup pekerjaan dan tolok ukur pembangunan. Dalam perjalanan waktu, terdapat kendala-kendala alam seperti curah hujan, kesulitan transportasi ke lokasi dan adanya masa libur saat lebaran. Kendala lain yang muncul adalah permasalahan lahan yang belum dibebaskan.
3)Sumber Daya Manusia (SDM)
Besarnya pagu anggaran yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara dan banyaknya jumlah paket kegiatan yang ada, menuntut adanya SDM pegawai yang mampu menangani sejumlah kegiatan dimaksud. Untuk dapat menjadi PPTK syaratnya dituntut adanya pengetahuan teknik tentang paket dimaksud. Jumlah Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara yang memiliki pendidikan S1 Teknik masih kurang sehingga terdapat pegawai yang mengelola beberapa paket. Jumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara masih berimbang antara pendidikan teknis (teknik sipil dan arsitek) dengan non teknis yang bersifat administrasi.
4)Lokasi Pekerjaan
Paket pekerjaan yang berada pada lokasi yang jauh menuntut sebuah pengawasan yang kontinu terhadap pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan secara kontinu juga menuntut diperlukan adanya biaya pengawasan yang lebih besar, sedangkan biaya yang disediakan dalam anggaran telah dibatasi oleh sebuah ketentuan.
Solusi
Dalam menyikapi kendala-kendala tersebut yang selalu menjadi pokok permasalahan Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan langkah-langkah :
a.Mempertimbangkan program-program berdasarkan renstra dan musrenbang. Untuk program kegiatan yang
memerlukan waktu pembuatan DED yang lebih dari 4 bulan (proyek besar), pekerjaan perencanaan diusulkan pada tahun sebelumnya atau pada APBD perubahan, dengan pertimbangan setelah selesai proses gambar/DED pada tahun berikutnya dapat dilaksanakan pekerjaan fisik. Diperlukan sebuah komitmen yang tinggi kepada seluruh pihak untuk mentaati hal ini.
b.Dimohonkan agar pengesahan anggaran APBD dapat tepat waktu, pada awal tahun anggaran agar pelaksanaan kegiatan tidak terlambat.
c.Pada saat ini Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara telah menghimbau kepada pegawai untuk dapat melanjutkan sekolah / kuliah setingkat S1. Selanjutnya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penempatan pegawai di Dinas pekerjaan Umum Kab. Kutai Kartanegara merupakan tenaga teknis.
d.Terhadap program kegiatan yang memiliki dana yang besar dan belum meliliki DED, maka berdasarkan pertimbangan waktu pelaksanaan yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu 1 (satu) tahun anggaran dan kemungkinan penyerapan dana, serta dalam rangka tertib administrasi diharapkan adanya persetujuan pelaksanaan pekerjaan melewati tahun anggaran berjalan / multiyears.
v. PENATAAN RUANG;
1. Program dan Kegiatan
a. Program Perencanaan Tata Ruang
Program ini dimaksudkan untuk mengatur dan merencanakan pemanfaatan ruang kota sehingga dapat dijadikan acuan dalam perencanaan dan pelaksnaan pembangunan, dengan kegiatan pokok sebagai berikut : 1) Penyusunan dan Sosialisasi PERDA Tata Ruang
Kukar
2) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). 3) Percepatan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
4) Grand Desain Pembangunan Jangka Panjang
b. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
1) Fasilitasi/Sosialisasi Tata Batas Administrasi antar Kecamatan dalam Kab. Kukar
2) Penegasan penyelesaian tapal batas wilayah admininstrasi Kab. Kutai Kartanegara dengan Kab/Kota yang berbatasan
3) Pelacakan Trayek Batas Wilayah antar Kecamatan
2. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Pelaksanaan program Perencanaan Penataan Ruang sampai dengan tahun 2009 di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan capaian kinerja pada Ruang terbuka Hijau per satuan Luas wil. Ber HPL/HGB sebesar 19,461 %.
Tabel 4.9. Alokasi dan Realisasi Anggaran bidang Penataan Ruang selama Tahun 2005-2010.
TAHUN ANGGARAN BESARAN ANGGARAN Alokasi Realisasi % 2005 5.796.670.000 4.362.670.000 75,26 2006 31.251.169.570 24.396.572.450 78,07 2007 2.165.000.000 2.041.384.567 94,29 2008 8.256.000.000 5.918.187.350 71,68 2009 467.077.600 467.077.600 100 2010 1.500.000.000 - - Jumlah 49.435.917.170 37.185.891.967 75,22
3. Permasalahan dan Solusi
Untuk urusan tata ruang, pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami sedikit permasalahan pada SKPD yang menanganinya. Selama ini urusan Tata Ruang menjadi kewenangan Bappeda, namun dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang diimplementasikan ke dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008, urusan Tata Ruang masuk dalam wilayah kerja Dinas Pekerjaan Umum bidang Penataan Ruang Wilayah. Namun demikian karena sifatnya masih transisi, sehingga masih terjadi tarik ulur kepentingan.
Solusinya adalah bahwa untuk kedepannya urusan tata ruang menjadi kewenangan penuh Dinas Pekerjaan Umum sesuai dengan tupoksinya.
vi. PERENCANAAN PEMBANGUNAN; 1. Program dan Kegiatan
a. Program Pengembangan Data/Informasi
Ketersediaan data statistik yang lengkap dan akurat adalah prasyarat penting dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan daerah. Oleh karena itu keberadaan dan ketersediaan data dan informasi seharusnya dianggap pula sebagai suatu sumberdaya yang harus dikelola sama baiknya dengan sumberdaya lainnya. Guna menjamin kelancaran aliran data dan informasi, maka kegiatan yang dilaksanakan melalui program pengembangan data dan informasi secara umum adalah :
1) Pembuatan Sistem Informasi E-Book Data Base Bidang Fisik Basis Web.
2) Pengembangan Sistim Informasi Geografis (GIS) Perencanaan dan Kontrol Pembangunan.
3) Updating Data Kinerja Sistem Jaringan Jalan dan Penyusunan Tingkat Prioritas Penanganan.
4) Pembuatan Peta Dasar Digital Kabupaten Kutai Kartanegara.
b. Program Kerjasama Pembangunan
Pelaksanaan program ini bertujuan untuk mensinergikan perencanan pembangunan dengan dunia usaha/lembaga, menetapkan batas wilayah, dan kerja sama antar wilayah diperbatasan, serta pemecahan masalah pembangunan di daerah.
Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama kurun waktu tahun 2005-2010 antara lain :
1) Pendamping Kerjasama Pemda Kukar dengan GTZ / Jerman
2) Kerjasama Kab. Kukar dengan Washington County (Amerika Serikat)
3) Pendapingan Kawasan Transmigrasi
c. Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
Ketertinggalan pembangunan pada wilayah-wilayah tertinggal termasuk pedalaman, tentunya tidak terlepas dari akibat belum berkembangnya pembangunan pada wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh. Karena secara konseptual peran wilayah strategis dan cepat tumbuh diharapkan dapat mendorong perekonomian di wilayah-wilayah sekitarnya. Namun pada tataran pelaksanaannya, pengembangan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh dalam kerangka percepatan pemerataaan pembangunan daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara banyak ditemukan berbagai kendala dan permasalahan yang mengakibatkan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh belum berperan optimal. Meski diketahui bersama, telah banyak model pendekatan
pembangunan yang diimplementasikan, namun hasilnya belum mampu mewujudkan percepatan pembangunan daerah-daerah tertinggal termasuk perbatasan secara optimal. Implementasi pelaksanaan program perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh dilaksanakan melalui kegiatan pokok antara lain :
1) Sosialisasi Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan GN-KPA
2) Kajian Kelayakan Sistem Jaringan Transportasi Strategis
3) Penyusunan Masterpalan Kawasan Kota Terpadu Mandiri Kabupaten Kutai Kartanegara.
4) Penyusunan Masterplan pelabuhan dan Terminal 5) Penyusunan detail Engineering Design Railway
6) Rencana Pengembangan Pembangunan Perumahan dan permukiman (RP4D)
7) Masterplan kawasan Tradisional dan Bersejarah di Kab. Kukar
d. Program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar.
Pembangunan perkotaan di Indonesia memberikan berbagai dampak bagi masyarakat secara luas, baik yang bersifat positip, maupun yang negatif. Disadari bahwa pembangunan di kota-kota besar dan menengah di Indonesia, yang dipenuhi oleh penduduk yang berurbanisasi dari desa-desa memberikan banyak manfaat bagi Pemerintah, maupun bagi masyarakat. Manfaat dimaksud di antaranya dukungan terhadap Product
kerja yang luas bagi masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana umum serta penyediaan sarana dan teknologi untuk peningkatan pengetahuan dan kepentingan warga masyarakat. Namun disadari banyak dampak negatif yang ditimbulkan pembangunan kota-kota tersebut, diakibatkan berbagai faktor, salah satu di antaranya kesalahan pendekatan penyusunan perencanaan pembangunan kota.
Untuk itu pelaksanaan program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar di Kabupaten Kutai Kartanegara selama tahun 2005-2010 dilakukan melalui kegiatan-kegiatan pokok antara lain : 1) Masterplan Pengembangan Sistem Jaringan Air
Bersih Wilayah Pantai Kabupaten Kutai Kartanegara.
2) Masterplan TPA Persampahan Sistem Pembuangan Terbuka dan Study Kelayakan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu Kota.
3) Inventarisasi Perumahan Kumuh
e. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Program ini bertujuan untuk menciptakan SDM yang handal dibidang perennaan pembangunan di daerah dengan mengikutsertakan Pegawai Bappeda diberbagai Bimbingan Teknis (Bintek), memberikan Pendidikan khusus seperti Fungsional Program Perencana (FPP), dan