3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
Memperhatikan perkembangan dan tantangan dewasa ini, Permasalahan pembangunan pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal dan kelemahan yang belum diatasi. Adapun permasalahan pembangunan yang akan ditangani selama lima tahun mendatang adalah sebagai berikut :
1. Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk, yaitu perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu setiap tahunnya yang dapat digunakan untuk memprediksi jumah penduduk suatu wilayah dimasa yang akan datang , masih > 1,38 % per tahun,
2. Total Fertility Rate (TFR) adalah Rata-rata Jumlah Anak yang dimiliki seorang Wanita Usia Subur umur 15-49 tahun (selama usia reproduksinya) masih > 2,3,
3. Persen cakupan peserta KB aktif dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) disuatu wilayah pada kurun waktu tertentu atau Contraceptive Prevalence Rate
(CPR) masih < 70 %,
4. Proporsi Wanita Usia Subur (WUS) dalam status kawin yang tidak menggunakan alat kontrasepsi meskipun mereka menyatakan ingin menunda atau menjarangkan anak ; dan atau mereka yang “Unmet need” karena resiko kesehatan dan pemakaian kontrasepsi yang buruk tidak menginginkan penambahan anak, masih cukup tinggi yaitu > 8 %,
5. Rata-rata jumlah anak yang dimiliki oleh wanita usia subur menurut kelompok umur atau Age Specifik Fertility Rate
Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
tahun
6. Persentase kehamilan yang tidak diinginkan dari Wanita Usia Subur masih > 6,5 persen Kehamilan yang tidak diinginkan adalah suatu kehamilan yang terjadi diluar perencanaan, karena pasangan suami/istri tidak mau menggunakan kontrasepsi, tidak ada akses pelayanan KB sehingga menyebabkan kehamilan,dimana secara fisik atau psikologis pasangan tidak siap dan menolak kejadian kehamilan,
7. Persentase pesera KB Aktif (PA) yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih rendah , yaitu < 25 %,
8. Tingkat putus pakai kontrasepsi masih tinggi , yaitu masih > 25 %,
9. Angka pernikahan dini ( < 21 TH ) di Kabupaten Blora masih tinggi, yaitu > 68 %
10. Masih ada sebagian warga yang tidak mau ikut KB dengan berbagai alasan,
11. Belum optimalnya sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya dukungan data dan informasi pengendalian penduduk dan KB sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, kurangnya sarana prasarana IT yang terpadu dan dapat mewadahi informasi sesuai perkembangan teknologi informasi, serta belum adanya masterplan (blueprint) sistem informasi. Optimalisasi Sistem Informasi KB dirasakan akan sangat membantu dalam proses perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja.
12. Kurangnya jalinan kerjasama kemitraan untuk menyelesaikan masalah kependudukan dan KB yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh Dinas Dalduk & KB. Kemitraan untuk pemberdayaan masyarakat, penelitian dan pengembangan pembangunan kependudukan dan KB, profesionalisme SDM PLKB, PKB, PPKBD, pengembangan teknologi informasi, sehingga pembangunan pengendalian
penduduk & KB dapat mengikuti perkembangan dan dinamika permasalahan di masyarakat.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Dengan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Blora terpilih untuk periode Tahun 2016-2021 pada tanggal 17 Februari 2016, maka dalam merencanakan pembangunan di bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora selama 5 (lima) tahun mendatang tidak terlepas dari arah visi, misi dan program yang telah dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Blora terpilih. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora sebagai organisasi perangkat daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pengendalian penduduk dan keluarga Berencana berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah kabupaten blora selama 5 (lima) tahun ke depan (2016-2021 harus sesuai dengan Visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih yaitu :
“Terwujudnya Masyarakat Blora yang Lebih Sejahtera dan Bermartabat”
Visi tersebut merupakan kelanjutan dari visi sebelumnya dengan melanjutkan misi dan program yang belum tercapai secara optimal. Berdasarkan Visi tersebut, diharapkan seluruh elemen masyarakat Blora (termasuk di dalamnya unsur pemerintah daerah) lebih mengoptimalkan seluruh kapasitas yang dimilikinya untuk mewujudkan ‘’Masyarakat Blora yang sejahtera dan bermartabat’’. Penjelasan Visi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat yang sejahtera, mengandung maksud bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Blora telah mampu memenuhi
Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
pendidikan dan kesehatan secara layak dan berkeadilan. Kondisi ini ditandai tingginya pendapatan per Kapita penduduk, pemerataan pendidikan bagi masyarakat, tingginya derajat kesehatan masyarakat, menurunnya jumlah penduduk miskin, terciptanya iklim investasi, meningkatnya jumlah lapangan kerja di berbagai sektor usaha, ketersediaan infrastruktur dasar dan terciptanya kelestarian lingkungan hidup.
2. Bermartabat mengandung maksud bahwa masyarakat Blora memiliki harga diri yang tercermin melalui akhlak mulia dan berbudaya. Berakhlak mulia dalam arti memperoleh kemajuan pada dimensi mental-spiritual, keagaamaan dan kebudayaan yang ditandai dengan terbentuknya masyarakat yang bermoral dan berkarakter, sebagai wujud kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin. Berbudaya dalam arti menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan termasuk didalamnya hukum kearifan lokal sebagai cerminan harkat dan martabat manusia. Berbudaya merupakan aktifitas terus-menerus dalam menumbuh kembangkan kualitas yang ditandai dengan terwujudnya budaya profesionalisme, daya saing, etos kerja dan menghormati hukum. Kebudayaan sebagai sebuah bidang kehidupan menjadi elemen penting menuju masyarakat yang sejahtera.
Sesuai dengan visi ‘’Terwujudnya Masyarakat Blora yang Lebih Sejahtera dan Bermartabat”, maka ditetapkan misi sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan visi, yaitu sebagai berikut: 1. Mewujudkan pemerintah yang efektif bersih KKN, dan
demokratis, melaksanakan reformasi birokrasi dalam rangka peningkatan pelayanan publik.
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya daerah yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. 3. Meningkatkan iklim kondusif dan kerjasama dengan
pihak-pihak berkepentingan serta menciptakan lapangan kerja dan pengembangan inventasi
4. Meningkatkan Kualitas sumber daya manusia, kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan, sosial dasar, pemberdayaan masyarakat dan lainnya serta memanfaatkan
ilmu pengetahuan, teknologi dan kearifan lokal.
5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana publik.
6. Mewujudkan dan mendorong tersusunnya kebijakan daerah yang berpihak pada masyarakat miskin (Pro Poor), pro job, prow growth, pro environment dan pro gender
7. Mewujudkan penegakan supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Sebagai upaya untuk mendukung pencapaian visi, misi, tujuan, sasaran dan kebijakan Pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang baru, maka Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora secara simultan harus menyusun Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora Tahun 2016-2021 (Renstra Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora Tahun 2016-2021) yang memuat Program yang menjadi arah bagi implementasi kebijakan Bupati dan Wakil Bupati dalam upaya mencapai misinya utamanya yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora adalah sebagai berikut : Misi No 4, yaitu Meningkatkan Kualitas sumber daya manusia, kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan, sosial dasar, pemberdayaan masyarakat dan lainnya serta memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kearifan local, dilaksanakan dengan mengimplementasikan program prioritas :
1. Program Keluarga Berencana
2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja
3. Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB/KR yang mandiri
4. Program Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu-PADU
5. Selain dari Program Prioritas yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga terdapat Program pendukung sebanyak 6 (enam) antara lain : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan 3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra
Telaahan Renstra K/L dan Renstra menurut Analisa SWOT (Strength Weaknes, Opportunity, Treath) atau Kekuatan, Kelemahan, Peluang & Ancaman Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan perincian sebagai berikut :
a. Faktor Kekuatan
1. Adanya komitmen bersama internasional yang tertuang dalam MDG’s menjadi faktor pendorong yang cukup kuat bagi program pengendalian penduduk & Keluarga Berencana (KB) untuk bersama-sama berusaha mencapai target yang ditetapkan.
2. Adanya Renstra yang ditetapkan oleh BKKBN Pusat menjadi acuan bagi BKKBN Propinsi maupun Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora untuk membentuk dan mengembangkan Renstra masing-masing. 3. Adanya beberapa produk hukum yang ditetapkan oleh
BKKBN, seperti pedoman atau petunjuk teknis, menjadi petunjuk arah serta memberi keleluasaan bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora untuk mengembangkan pelayanan program pengendalian penduduk & Keluarga Berencana.
4. Adanya dukungan dana untuk mendukung program pengendalian penduduk & Keluarga Berencana di Kabupaten Blora , baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Blora, APBN (DAK) maupun sumber lain yang tidak mengikat.
5. Sebagian besar masyarakat sudah sadar akan pentingnya program KB (Keluarga Berencana) serta dukungan dari stake holders yang lain.
b. Faktor Kelemahan
1. Keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) khususnya PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) dimana 1 (satu) orang PLKB mengampu > 7 desa/kelurahan dan hampir 50 %
akan memasuki masa purna tugas/pensiun pada Tahun 2018 ;
2. Keterbatasan anggaran dan sarana prasarana program KB yang tersedia sehingga hasil kinerja belum optimal ;
3. Masih ada sebagian masyarakat yang menolak program KB dengan berbagai alasan ;
c. Faktor Peluang
1. Mendapatkan sumber anggaran lain , yaitu dari CSR dari NGO yang peduli dengan program pengendalian penduduk & Keluarga Berencana ;
2. Memanfaatkan tenaga kader program KB , yaitu PPKBD (Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa) untuk membantu tugas PLKB yg sangat terbatas jumlahnya;
3. Memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan swasta (Rumah Sakit / Klinik swasta) untuk ikut membantu pelaksanaan program KB ( MOW ; IUD ; Implant);
d. Faktor Tantangan
1. Masih adanya kegagalan program KB (tetap hamil ; adanya kontraindikasi atau efek samping kontrasepsi);
2. Budaya banyak anak , banyak rejeki ;
3. Program KB masih ada yang menganggap haram secara agama.
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Telaahan rencana tata ruang dutujukan untuk mengidentifikasi implikasi rencana struktur dan pola ruang terhadap kebutuhan pelayanan Perangkat Daerah. Dengan demikian Perangkat Daerah dapat mengidentifikasi arah pengembangan pelayanan secara geografis. Perkiraan kebutuhan pelayanan dan prioritas pelayanan Perangkat Daerah dalam 5 (lima) tahun mendatang. Sedangkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis merupakan rangkaian analisisi yang sistematis, menyeluruh. Partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana dan/atau program.
Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
s/d 111o 338’ Bujur Timur dan diantara 6o 528’ s/d 7o 248’ Lintang Selatan, jarak terjauh dari barat ke timur sepanjang 87 km dan utara ke selatan sejauh 58 Km. Secara administratif Kabupaten Blora terletak di ujung paling timur provinsi Jawa Tengah bersama Kabupaten Rembang. Batas-batas wilayah Kabupaten Blora adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati Sebelah
Selatan : Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur Sebelah Barat : Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah Sebelah
Timur : Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur
Pola ruang yang diatur dalam RT RW Kabupaten Blora sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor Tahun 18 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Blora Tahun 2013-2018 mencakup kebijakan penataan ruang wilayah meliputi :
a. Pengembangan wilayah berbasis agro industri b. Pengembangan wilayah berbasis argro forestry
c. Pengendalian dan peningkatan dalam pertanian dalam pertanian pangan berkelanjutan.
d. Penataan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
e. Pengembangan sistem jaringan prasarana mendukung konsep argro industri, argro forestry, dan pelayanan dasar masyarakat. f. Pengelolaan sumber daya alam dan buatan berbasis kelestarian
lingkungan hidup.
g. Pengembangan kawasan budidaya dengan memperhatikan aspek ekologis .
h. Pengembangan nilai-nilai sosial dan budaya.
i. Pengendalian kegiatan pada kawasan rawan bencana; dan
j. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara;
Pengembangan nilai-nilai sosial dan budaya meliputi :
a. Meningkatkan kualitas permukiman yang memiliki nilai budaya b. Meningkatkan pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial c. Menigkatkan kualitas kawasan pelestarian dan pengembangan
sosial dan budaya kabupaten.
d. Menetapkan kawasan strategis untuk pelestarian dan peningkatan kualitas kegiatan sosial dan budaya.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora dalam melaksanakan Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan keluarga dan keluarga sejahtera.
3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis
Berdasarkan identifikasi permasalahan, telahaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blora terpilih serta telaahan faktor-faktor penghambat dan pendorong untuk pencapaian pembangunan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana di Kabupaten Blora, maka ditentukan isu, asumsi dan prioritas strategis yang dijadikan fokus pembangunan di periode lima tahun yang akan datang (2016-2021) sebagai berikut :
1. Peningkatan peran serta masyarakat dan seluruh stake holders untuk mengatasi dan mencegah pernikahan dini (usia kawin < 21 TH) ; karena pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko timbulnya AKI (Angka Kematian Ibu) ;
2. Penurunan angka DO (Drop Out) peserta KB, karena mereka tidak menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), masih banyak yang menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek, seperti : PIL ; Suntik ; kondom ;
3. Penurunan TFR (Total Fertility Rate) atau jumlah anak yang dimiliki oleh wanita usia subur (15-49 TH) dari 2,3 menjadi 2, dengan meningkatkan partisipasi masyarakat ikut program KB, khususnya melalui MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) seperti : MOP (Metode Operasi Pria); MOW (Metode Operasi Wanita) ; IUD (Intra Uterine Device) ; Implan.
Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
4. Penurunan unmet need yaitu proporsi Wanita Usia Subur (WUS) dalam status kawin yang tidak menggunakan alat kontrasepsi meskipun mereka menyatakan ingin menunda atau menjarangkan anak ; dan atau mereka yang “Unmet need” karena resiko kesehatan dan pemakaian kontrasepsi yang buruk tidak menginginan penambahan anak, masih cukup tinggi ;
5. Pembuatan produk-produk hukum dan dokumen-dokumen standarisasi yang mengatur secara teknis pelaksanaan pelayanan program pengendalian penduduk & KB ;
6. Peningkatan kualitas dan kuantitas PLKB dan PPKBD serta peningkatan profesionalisme dengan kompetensi yang terstandarisasi ;
7. Peningkatan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung pelayanan program KB ;
8. Pengembangan manajemen perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja dengan dukungan Sistem Informasi Kependudukan & KB yang terpadu.
9. Peningkatan jalinan kerjasama kemitraan dengan pihak-pihak terkait
Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Blora Tahun 2017-2021 IV-1