• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Berdasarkan analisis terhapat capaian pelayanan perangkat daerah pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan beberpa permasalahan yang harus diselesaikan untuk 5 (lima) tahun kedepan. Permasalahan tersebut dikelompokan kedalam 3 kelompok. Hal ini dimaksudkan agar mampu memilah masalah, mulai dari masalah yang paling utama sampai dengan akar masalahnya. Identifikasi permasalahan-permasalahan tersebut terdapat dalam table 3.1.

No. Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

(1) (2) (3) (4)

1 Masih Kurangnya Keutuhan Masyarakat dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Belum optimalnya pemahaman masyarakat terhadap kesatuan bangsa

Menurunnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme

Masih maraknya potensi gangguan

keamanan dan ketertiban umum berupa aksi-aksi unjuk rasa atau demonstrasi

Masih munculnya konflik dan kegiatan

terorisme atau kekerasan atas nama agama akibat aktualisasi pemahaman keagamaan yang salah.

Derasnya arus masuk budaya asing yang

kurang sesuai dengan nilai- nilai budaya bangsa dan Pancasila yang berdampak pada adanya dekadensi moral dan budaya di masyarakat.

Menurunnya tingkat toleransi antar umat beragama, yang berpotensi menimbulkan ketidakharmonisan hubungan antar umar beragama/penghayat kepercayaan

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang

demokratisi, penegakan hukum dan HAM yang berpotensi terjadinya konflik dan disintegrasi sosial

Berkurangnya ketahanan ekonomi

masyarakat, yang bisa menimbulkan kerawanan sosial dan konflik di masyarakat.

Belum optimalnya

pemahaman masyarakat terhadap politik

Belum optimalnya peran partai politik dalam proses penguatan kualitas dan kapasitas kelembagaan demokrasi

Rendahnya pemahaman tentang etika dan

budaya politik demokratis

Masih rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat.

Masih terjadinya konflik politik dalam pelaksanaan pemilu

3.2. TELAAH VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH TAHUN 2021-2026

Visi dan misi dalam RPJMD Kabupaten Berau Tahun 2021-2026 merupakan visi dan misi yang sebelumnya telah menjadi materi kampanye oleh pasangan pemenang pada saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Berau Tahun 2020 lalu.

Sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 bahwa Visi Pembangunan Kabupaten Berau sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 1 Tahun 2021 adalah:

“Mewujudkan Berau Maju dan Sejahtera dengan Sumber Daya Manusia yang Handal untuk Transformasi ekonomi dalam pengelolaan Sumber Daya Alam secara berkelanjutan”

Dalam mewujudkan visi diatas, terdapat 4 (Empat) misi, antara lain:

1. Meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia yang cerdas, sejahtera dan berbudi luhur;

2. Meningkatkan ekonomi masyarakat dengan optimalisasi sektor hilir sumber daya alam dan pertanian dalam arti luas yang berbasis kerakyatan dengan perluasan lapangan kerja dan pengembangan usaha berbasis pariwisata dan kearifan lokal;

3. Meningkatkan sarana dan prasarana publik yang berkualitas, adil dan berwawasan lingkungan;

4. Meningkatkan tata pemerintahan yang bersih, berwibawa, transparan dan akuntabel;

Berdasarkan misi diatas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik memiliki fokus pencapaian pada misi ke 4 (empat) Adapun faktor-faktor penghambat dan pendorong pencapaian visi dan misi Bupati dan wakil Bupati Terpilih bagi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Berau disajikan dalam table 3.1 berikut.

Tabel 3. 2. Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Berau Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Bupati dan

Wakil Bupati Terpilih

No.

Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati

Terpilih

Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah

Faktor

Penghambat Pendorong

(1) (2) (3) (4) (5)

4

Misi 4:

Meningkatkan tata

pemerintahan yang bersih, berwibawa, transparan dan akuntabel

Belum optimalnya dalam Mewujudkan Keutuhan Masyarakat dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Menurunnya karakter bangsa dan pergeseran nilai budaya masyarakat akibat

globalisasi dan kemudahan akses internet

Perlu peran serta semua elemen dalam masyarakat untuk meningkatkan karakter bangsa

Masih

rendahnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan poltik

Perlu peran serta pelajar, pemuda, partai politik dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik

3.3. Telaahan Renstra Kementerian dan Lembaga Serta Renstra Perangkat Daerah Provinsi

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Berau merupakan Organisasi Perangkat Daerah yang bernaung dibawah Kementrian Dalam Negeri, Dalam merumuskan visi dan misi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Berau yang di tuangkan dalam Dokumen Renstra sudah seharusnya memiliki keterkaitan dengan visi dan misi kementrian Dalam Negeri dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Timur, agar pelaksanaannya selalu dalam arah dan koridor yang benar. Untuk itu sangat perlu memperhatikan Visi dan Misi Kementrian Dalam Negeri dan visi misi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Timur. Visi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) adalah: “ Kementrian Dalam Negeri yang adaptif, Profesional, Proaktif dan Inovatif (APPI) dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri ” yang di wujudkan melalui pelaksanaan 3 misi yaitu :

1. Memperkuat implementasi ideologi Pancasila untuk menjaga kebhinekaan, persatuan dan kesatuan, demokratisasi, serta karakter bangsa dan stabilitas politik dalam negeri.

2. Meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM aparatur pemerintahan dalam negeri dalam rangka pemantapan pelayanan public dan reformasi birokrasi.

3. Meningkatkan sinergi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah dan desa, melalui efektivitas

penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah, penyelarasan pembangunan nasional dan daerah, pengelolaan keuangan pemerintah daerah yang akuntabel dan berpihak kepada rakyat, peningkatan tata kelola pemerintah desa yang efektif dan efisien, pendayagunaan administrasi kependudukan, serta penguatan administrasi kewilayahan dan penyelenggaraan trantibumlinmas.

Dari misi Renstra Kemendagri tersebut, yang sesuai dengan Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Berau adalah Misi ke 1

“Memperkuat implementasi ideologi Pancasila untuk menjaga kebhinekaan, persatuan dan kesatuan, demokratisasi, serta karakter bangsa dan stabilitas politik dalam negeri.

Sedangkan Visi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Timur adalah : “ Terwujudnya Masyarakat yang damai tentram dan Demokratis, serta berwawasan kebangsaan di Kalimantan Timur “ yang di wujudkan melalui pelaksanaan 3 misi yaitu :

1. Mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang demokratis 2. Mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang berwawasan

kebangsaan

3. Mewujudkan ketahanan ekonomi, social budaya dan organisasi kemasyarakatan

4. Mewujudkan kewaspadaan dan kondusifitas di Kalimantan Timur

3.4. TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan RTRW dan KLHS Kabupaten

Berau sebagai dasar untuk menetapkan lokasi program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang daerah di Kabupaten Berau.

Sejauh ini telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah Dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis pada tatanan implementasi telah berjalan namun hasilnya belum optimal, hal ini dipengaruhi oleh faktor penghambat antara lain :

1. Menurunnya karakter bangsa dan pergeseran nilai budaya masyarakat akibat globalisasi dan kemudahan akses informasi dunia maya

2. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan poltik Namun demikian terdapat pula faktor pendorong antara lain :

1. Perlu peran serta semua elemen dalam masyarakat untuk meningkatkan karakter bangsa

2. Perlu peran serta pelajar, pemuda, partai politik dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik

3.5. PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS

Berdasarkan identifikasi permasalahan dan telahaan dari beberapa dokumen perencanaan lainnya, maka isu-isu strategis yang ada di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab Berau adalah sebagai berikut:

Tabel 3. 3. Isu-isu Strategis

No. ISU STRATEGIS

ISU STRATEGIS LEVEL NASIONAL

1 Internalisasi Nilai Nilai Pancasila dan Hak Konstitusional Warga Negara

2 Internalisasi Etika Kehidupan Berbangsa

3 Pemantapan Wawasan Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Berlandaskan Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara

4 Pembinaan Interaksi Sosial melalui Gerakan Pembauran Kebangsaan

5 Gerakan Moderasi Beragama

6 Gerakan Kewaspadaan Nasional terhadap berbagai tantangan di ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan

7 Sinergitas TNI/Polri dan Komponen Masyarakat dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Lingkungan

8 Pembinaan Kesadaran Bela Negera di lIngkup Pendidikan, Masyarakat dan Pekerjaan

9 Gerakan Anti Kampanye Hitam, Politik Identitas, Nasionalisme Sempit, Pragmatisme, Praktik Politik Uang dan Politisasi SARA dalam Pilkada

10 Gerakan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri dalam Pilkada

11 Gerakan Peningkatan Partisipasi Pemilih dalam Pilkada 12 Isu Aktual Lainnya

ISU STRATEGIS LEVEL DAERAH/REGIONAL

1 Peningkatan partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi, hal ini perlu dilakukan dan mejadi tanggung jawab semua pihak

untuk mendorong agar partisipasi lebih meningkat

2 Peningkatan Wawasan Kebangsaaan dan karakter bangsa bagi semua elelmen masyarakat terutama pelajar dan pemuda yang ada di Kabupaten Berau

3 Peningkatan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan pemberdayaan organisasi masyarakat, dengan demikian kondisifitas daerah terlaksana

4 Peningkatan, pembinaan dan penanganan ketentraman dan ketertiban sehingga dapat mewujudkan suasana lingkungan yang terbebas dari berbagai gangguan keamanan dan konflik sosial yang berkepanjangan. Terwujudnya suasana lingkungan yang terbebas dari berbagai macam gangguan keamanan dan konflik sosial menjadi modal dasar dalam keberhasilan

pembangunan

BAB IV

Dokumen terkait