DAERAH
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD
Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Natuna tahun 2021 – 2026 , adalah perencanaan pembangunan yang merupakan keberlanjutan dari pembangunan tahun – tahun sebelumnya, sehingga dalam merumuskan arah kebijakan dan strategi pembangunan kedepan tidak lepas dari kondisi riil capaian pembangunan tahun sebelumnya. Pelaksanaan pembangunan daerah telah menghasilkan berbagai kemajuan yang cukup berarti namun masih menyisahkan berbagai permasalahan pembangunan daerah yang merupakan kesenjangan antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan yang bermuara pada tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal, kelemahan yang tidak diatasi peluang yang tidak dimanfaatkan, dan ancaman yang tidak diantisipasi. Untuk mendapatkan gambaran awal bagaimana permasalahan infrastruktur dapat dipecahkan dan diselesaikan dengan baik, tiap-tiap permasalahan juga diidentifikasi faktor – faktor penentu keberhasilannya dimasa datang. Faktor faktor penentu keberhasilan adalah faktor kritis, hasil kinerja, dan faktor – faktor lainnya yang memiliki daya ungkit yang tinggi dalam memecahkan permasalahan
III-2 | R e n c a n a S t r a t e g i s 2 0 2 1 - 2 0 2 6
pembangunan atau dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan urusan pemerintahan.
Identifikasi permasalahan pada tiap urusan dilakukan dengan memperhatikan capaian indikator kinerja pembangunan dan hasil evaluasi pembangunan lima tahun terakhir pada tiap bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya masing – masing melalui penilaian terhadap capaian kinerja yang belum mencapai target yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2016 – 2021 sebagai berikut :
1. Bagian Sekretariat
a. Penyelenggaraan pengelolaan kegiatan sekretariat belum optimal, terkait administrasi kepegawaian dan pengelolaan asset;
b. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten di bidang keteknikan/teknis masih belum mencukupi;
c. Prasarana dan sarana penunjang kegiatan perkantoran masih perlu untuk ditingkatkan;
d. Pembiayaan untuk kemajuan pembangunan masih perlu ditelaah untuk mengakomodir pembangunan infrastruktur;
e. Pengendalian dan evaluasi terhadap hasil – hasil pelaksanaan program dan kegiatan belum optimal;
f. Belum optimalnya data dan informasi yang terintegrasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2. Bidang Bina Marga dan Bina Konstruksi
a. Belum tersedianya Gedung Workshop dan Laboratorium (peralatan pengujian) yang menunjang pekerjaan Pengujian;
b. Belum tersedia alat – alat berat yang berguna untuk memperlancar kegiatan pembangunan/pemeliharaan infrastruktur;
c. Minimnya peralatan monitoring pekerjaan di lapangan;
d. Rendahnya persentase Kemantapan Jalan Kabupaten dikarenakan masih banyaknya ruas – ruas jalan kerikil dan tanah yang belum tertangani, minimnya pembiayaan penanganan pemeliharaan jalan (pemeliharaan berkala/rehabilitasi dan pemeliharaan rutin jalan) untuk
R e n c a n a S t r a t e g i s 2 0 2 1 - 2 0 2 6 | III-3 kondisi jalan rusak ringan, dan kurangnya keterpaduan perencanaan dan penganggaran terkait penanganan ruas Jalan Kabupaten.
e. Pembiayaan untuk penyelenggaraan Jasa Konstruksi belum tersedia.
f. Perlunya pemahaman yang lebih baik terkait peran dan fungsi Bina Konstruksi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
3. Bidang Penataan Ruang
a. Belum ada penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Kabupaten Natuna;
b. Pembiayaan untuk penyelenggaraan Penataan Ruang masih sangat minim.
4. Bidang Sumber Daya Air
a. Masih kurangnya ketersediaan sarana prasarana air baku;
b. Masih kurangnya ketersediaan sarana prasarana irigasi;
c. Adanya sarana dan prasarana jaringan irigasi dalam kondisi rusak, kurang optimalnya fungsi karena sedimentasi dan masih kurangnya kapasitas tampungan air;
d. Masih kurangnya prasarana drainase, kapasitas yang sudah tidak sesuai, dan masih ada yang belum terkoneksi;
e. Adanya sarana dan prasarana drainase dalam kondisi rusak, dan menurunnya fungsi karena pendangkalan dan sumbatan;
f. Belum adanya penetapan sungai dan sempadan sungai;
g. Adanya penyempitan dan sedimentasi pada aliran sungai akibat sedimentasi, vegetasi dan bangunan di badan dan sempadan sungai;
h. Belum adanya infrastruktur pengendalian banjir;
i. Tingkat abrasi pantai yang cukup tinggi;
j. Data base jaringan sumber daya air yang belum lengkap/belum memadai;
k. Masih lemahnya peran kelembagaan dalam pengelolaan sumber daya air dan masih lemahnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam memelihara prasarana sumber daya air.
III-4 | R e n c a n a S t r a t e g i s 2 0 2 1 - 2 0 2 6
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Menelaah visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilihg ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna tersebut dan untuk mengindentifikasikan faktor – faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna tersebut.
Hasil identifikasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Natuna tentang faktor – faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ini juga akan menjadi input bagi perumusan isu – isu strategis pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Dengan demikian isu – isu yang dirumuskan tidak saja berdasarkan tinjauan terhadap kesenjangan pekayanan, tetapi juga berdasarkan kebutuhan pengelolaan faktor – faktor agar dapat berkontribusi dalam pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.
Visi merupakan pernyataan cita – cita atau impian sebuah kondisi yang ingin dicapai di masa depan. Kondisi yang dicita – citakan atau diimpikan tersebut adalah kondisi yang di akhir periode dapat diukur capaiannya melalui berbagai usaha pembangunan. Usaha – usaha pembangunan yang dilaksanakan umumnya berorientasi untuk memperbaiki tingkat hidup (level of living) masyarakat.
Rencana Pembanguna Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Natuna tahun 2021 – 2026 merupakan gambaran penjabaran visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, yang dijabarkan kedalam tujuan dan sasaran pembanguna daerah. Pencapaian visi dan misi diterjemahkan dalam indikator tujuan dan sasaran pembangunan di Kabupaten Natuna dengan
R e n c a n a S t r a t e g i s 2 0 2 1 - 2 0 2 6 | III-5 memperhatikan isu – isu strategis daerah dan target pencapaian yang ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Visi Pembanguna Jangka Menengah Daerah Kabupaten Natuna tahun 2021 – 2026 adalah :