BAB II TINJAUAN TEORI
2.4 Permasalahan pada Heat Exchanger Jenis Air Cooler
Gambar 2.5 Cross Flow (Sumber : Saunders,1988 : 139)
2.4 Permasalahan pada Heat Exchanger Jenis Air Cooler
Penggunaan heat exchanger secara terus menerus akan menimbulkan permasalahan. Permasalahan yang sering timbul pada heat exchanger pada umumnya adalah sebagai berikut :
1. Masalah yang berkaitan dengan proses
a. Penurunan performance karena pengotoran (fouling) sehingga target temperatur yang diinginkan tidak tercapai.
b. Perubahan distribusi aliran dalam proses sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan aliran pada tube.
c. Perubahan physical properties fluida yang mengalir pada tube akibat perubahan komposisi fluidanya sendiri terutama yang langsung mempengaruhi koefisien perpindahan panasnya seperti viskositas, thermal conductivity, dan specifications.
2. Masalah yang berkaitan dengan mekanikal
a. Kerusakan pada bagian peralatan heat exchanger, seperti putusnya V-Belt atau sabuk pemutar kipas yang terhubung antara kipas dan motor penggerak kipas.
b. Korosi atau penurunan mutu, dikarenakan erat sekali dengan laju alir yang terdapat pada bagian tube, maka kemungkinan besar akan terjadi korosi yang disebabkan oleh laju alir atau erosion corrosion, serta akan terdapat endapan dari fluida yang didinginkan pada bagian dalam tube, dikarenakan adanya perubahan temperatur dan perbedaan tekanan yang ada pada bagian tube.
c. Gasket bocor, penyebabnya bisa saja dikarenakan tidak dilakukannya pengecekan kembali setelah proses pembersihan apakah sudah terpasang dengan kencang atau tidak Gasket yang telah dipasangkan.
d. Berkurangnya luas area tube karena ada sebagian tube yang tertutupi oleh endapan yang dapat menurunkan efektivitas perpindahan panas yang terjadi.
14 BAB III
METODOLOGI PELAKSANAAN
Dalam melaksanakan tugas akhir, mahasiswa diharapkan mampu melakukan studi kasus yaitu mengangkat suatu kasus yang dijumpai di tempat tugas akhir menjadi suatu kajian sesuai dengan bidang keahlian yang ada ataupun melakukan pengamatan terhadap suatu proses atau alat untuk kemudian dikaji sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Untuk mendukung tugas akhir dan kajian yang telah dilakukan, maka dapat dilakukan beberapa metode pelaksanaan (Gambar 3.1), yaitu antara lain :
3.1 Pendahuluan
Dalam pelaksanaan Tugas Akhit meliputi orientasi ruang dan orientasi lapangan. Berikut ini merupakan keterangan pada masing – masing orientasi.
Orientasi Ruang
Kegiatan yang dilakukan pada hari Jum’at, 14 Februari 2020 ialah pengenalan Sejarah dan selayang pandang perushaan, pembacaan peraturan untuk pelajar/mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja praktek atau tugas akhir dan safety induction yaitu pemberian materi pengenalan dasar – dasar Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan selama berada di PetroChina International Jabung Ltd. yang di berikan oleh Bapak Surya selaku staff di Departemen HSE PetroChina International Jabung Ltd.. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang meeting
gedung HSE PetroChina International Jabung Ltd.. Pada hari sabtu 15 Februari 2020 kegiatan yang dilakukan ialah pembagian Unit dan dilakukan pengenalan kepada Pembimbing Lapangan dan penjelasan terhadap diagram alir proses CO2 removal di PetroChina International Jabung Ltd.. Pada hari minggu 16 Februari 2020 kegiatan yang dilakukan ialah pemberian materi mengenai proses CO2 removal pada Amine System di Betara Gas Plant. Semua materi diberikan oleh Bapak Ade Rafsanjani selaku pembimbing lapangan.
Orientasi Lapangan
Kegiatan orientasi lapangan Pada hari senin 17 Februari 2020 kegiatan yang dilakukan ialah pengenalan terhadap proses penghilangan kadar CO2 dengan menggunakan Amine System di Betara Gas Plant oleh Bapak Muhamad Iqbal. Pada hari selasa 18 Februari 2020 ialah pengenalan kelapangan mengenai proses pengontakan Amine dengan gas pada Amine Contactor. Pada hari rabu 19 Februari 2020 penjelasan mengenai Amine Flash Column, Amine Stripper dan Amine Regenertion pada CO2 removal unit. Pada hari kamis 20 Februari 2020 ialah pengenalan kelapangan mengenai Amine Cooler dan Amine Exchanger.
Pada hari jum’at 21 Februari 2020 ialah mengetahui tekanan dan temperature pada Amine contactor, Amine stripper, Amine flash column, Amine reboiller. Pada hari sabtu 22 Februari 2020 ialah mempelajari langkah untuk melakukan LOTO (Log Out Tag Out) dan membantu mengganti filter pada mettering unit. Pada hari minggu 23 Februari 2020
mempelajari dan membantu mempersiapkan peralatan untuk melakukan pembersihan Internal Tube pada Amine Cooler. Pada hari senin 24 Februari 2020 ialah mencari specific data di perpustakaan dan menentukan topik tugas akhir ditemani oleh Bapak Ade Rafsanjani.
Semua kegiatan pengamatan lapangan atas sepengetahuan persetujuan dari Bapak Amir selaku Superintendent BGP Operation, Bapak Ade Rafsanjani. Semua kegiatan dialapangan didampingi oleh Leader lapangan yang bertugas yaitu Ibu Hartati Majid.
3.2 Pengambilan Data
Penulis melakukan pengambilan data pada proses CO2 Removal Unit Amine System pada tanggal 14 Februari 2020 – 10 Maret 2020, data yang di ambil yaitu sesuai dengan judul yang diambil. Dalam hal ini penulis melakukan observasi langsung pada alat Amine Cooler di unit CO2 Removal untuk pengambilan data berupa inlet temperature, outlet temperature , tekanan, dan flow rate. sehingga menghasilkan data yang berhubungan dengan judul yang diambil. Berdasarkan data lapangan ini penulis mendapatkan data yang akan menjadi sumber data dalam pembuatan laporan tugas akhir. Selain itu penulis juga mendapatkan data dari daily report.
3.3 Pengolahan Data
Setelah mendapatkan data-data dilapangan, tahap selanjutnya adalah pengolahan data dan analisis data pada pembuatan laporan tugas akhir, dalam tahap ini penulis memaparkan data-data yang ada dan melakukan analisis, penulis akan menghitung efisiensi dari alat Lean Amine Cooler sebelum dan setelah dilakukan cleaning internal tube pada alat Lean Amine Cooler. Setelah itu penulis mempresentasikan laporan kepada pembimbing, apabila laporan ini mendapatkan masukan dari pembimbing maka penulis harus mengkaji ulang apa yang telah dibahas dan menambahkan masukan yang diberikan pembimbing pada laporan. Ketika laporan sudah disetujui oleh pembimbing, tahap selanjutnya adalah membuat kesimpulan. Ketika laporan telah sesuai maka penulis mempresentasikan hasil tugas akhir di depan pembimbing dan peserta presentasi. Adapun tahap-tahap yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Mengambil data-da 2. ta fluida sebagai berikut;
a. Temperatur masuk fluida panas (T1) dan fluida dingin (t1) b. Temperatur keluar fluida panas (T2) dan fluida dingin (t2) c. Laju alir fluida panas
3. Mengerjakan perhitungan dengan menggunakan Metode Kern.
Bersumber pada buku “Process Heat Transfer International Edition 1965”.
a. Heat Duty
Shell
ΔT = T1-T2 ……… Persamaan 3.1 Dimana :
T1 = Temperatur Masuk Fluida Panas ( ) T2 = Temperatur Keluar Fluida Panas ( )
Qs = W.C . ΔT ………..… Persamaan 3.2
Dimana :
W = Laju Alir Fluida (lb/hr) C = Panas Jenis (BTU/lb)
ΔT = Temperatur Panas Rata-rata ( )
Tube
ΔT = t2-t1 ………... Persamaan 3.3 t1 = Temperatur Masuk Fluida Dingin ( )
t2 = Temperatur Keluar Fluida Dingin ( )
Qt = W.C .ΔT ……….… Persamaan 3.4 W = Laju Alir Fluida (lb/hr)
C = Panas Jenis (BTU/lb)
ΔT = Temperatur Panas Rata-rata ( )
b. Perhitungan Log Mean Temperature Different (LMTD)
Untuk alat penukar panas aliran counter flow, beda temperatur rata-rata dihitung dengan beda temperatur rata-rata logaritmik.
... Persamaan 3.5
LMTD Corection = LMTD . FT ……...……...…….. Persamaan 3.6 Dimana :
t1 = Temperatur Masuk Fluida Dingin ( ) t2 = Temperatur Keluar Fluida Dingin ( ) T1 = Temperatur Masuk Fluida Panas ( ) T2 = Temperatur Masuk Fluida Panas ( ) FT = Faktor terkoreksi (Fig. 18)
c. Temperatur kalorik
.°API = 141,5/ SG – 131,5 ……… Persamaan 3.7 Dimana :
SG = Specific Gravity
Δt1 = t2 – t1 Δt2 =T1 – t2
Fiq 17 untuk mencari nilai Kc Fig 17 untuk mencari nilai Fc
Shell
TC = T2 + Fc. (T1-T2) ……… Persamaan 3.8 TC = Temperatur Kalorik Fluida Panas ( )
Tube
tC = t1 + Fc. (t2-t1) ……… Persamaan 3.9 tC = Temperatur Kalorik Fluida Dingin ( )
d. Flow area
Shell
C’ = Pitch – OD Dimana :
OD = Outside Diameter ( inch)
……….. Persamaan 3.10 Dimana :
ID = Inside Diameter (in) C’ = Jarak antara tube (in) B = Jarak Baffle (in) PT = Tube pitch (in)
Tube
Thicknes = 0,83 inch
a’t = 0,546 di dapat dari table 10 (kern)
……….. Persamaan 3.11
Dimana :
NT = Jumlah tube
a’t = Internal area (Table 10 Kern) n = Jumlah tube passes
e. Perhitungan Mass Velocity
Kecepatan massa merupakan perbandingan laju alir dengan flow area.
Shell
……….………….... Persamaan 3.12 Dimana :
Gs = Mass velocity fluida pada shell side W = Laju alir (lb/hr)
Tube
... Persamaan 3.13 Dimana :
Gt = Mass Velocity fluida pada tube side W = Laju alir fluida dingin (lb/hr)
f. Perhitungan Reynold Number
Re menunjukkan tipe aliran fluida di dalam pipa.
Shell
……….………...…. Persamaan 3.14
Dimana :
De = Equivalent diameter (ft) (Fig. 28 Kern) Gs = Mass velocity (lb/hr.ft2)
µ = Viskositas fluida pada suhu tc
Tube
………. Persamaan 3.15 Dimana :
D = Inside diameter (ft) (Tabel 10 Kern) Gt = Mass velocity (lb/hr ft2)
µ = Viskositas fluida pada suhu tc
g. Perhitungan Heat Transfer Factor (JH)
Shell side
Nilai JH untuk sisi shell dapat diketahui dari Fig. 28 Kern
Tube side
Nilai JH untuk sisi tube dapat diketahui dari Fig. 24 Kern
h. Menentukan Thermal Function
Pada tiap suhu, yaitu Tc (hot fluid) untuk shell dan tc (cold fluid) untuk tube diperoleh masing-masing nilai c (fig. 4 Kern), µ (viskositas) dan k (konduktivitas thermal) (fig.1 Kern).
……….……… Persamaan 3.16
... Persamaan 3.17
. (ID/OD) ………. Persamaan 3.18
i. Menentukan Tube Wall Temperature (tw)
Temperatur dinding rata-rata tube dapat dihitung dengan temperatur kalorik, jika diketahui nilai koefisien perpindahan panas fluida shell dan tube pada kondisi operasi sedang berlangsung.
tw = tc +
c c
k. Menentukan Koefisien Panas Terkoreksi
l. Perhitungan Clean Overall Heat Transfer Coefficient (Uc)
Uc merupakan overall heat transfer coefficient jika tidak terjadi fouling / kerak.
UC = m. Koefisien Design Overall
Dari table 10 dengan di ketahui data OD untuk a” di dapat dari outside surface
A = a”. L. Nt ………...…… Persamaan 3.25 L = Length (ft)
Nt = Jumlah Tube
Shell
Uds = Qs / (A . Δt LMTD) ………... Persamaan 3.26
Tube
Udt = Qt / (A . Δt LMTD) …………...……… Persamaan 3.27
n. Efisiensi
………..………..…… Persamaan 3.28
3.4 Alur Pelaksanaan Tugas Akhir
1. Nilai Efisiensi alat sebelum Pembersihan
2. Nilai Efisiensi alat sesudah Pembersihan
ANALISIS 1. Nilai Efisiensi sebelum
pembersihan dengan Flow rate sama.
2. Niali Efisiensi sesudah pembersihan dengan Flow rate sama.
Gambar 3.1 Metode Pelaksanaan
27 BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
4.1 Latar Belakang SKKMigas-Petrochina International Jabung Ltd.
Industri minyak dan gas bumi merupakan sektor penting di dalam pembangunan nasional baik dalam hal pemenuhan kebutuhan energi dan bahan baku industri di dalam negeri maupun sebagai penghasil devisa Negara sehingga pegelolaannya perlu dilakukan seoptimal mungkin.
Kebutuhan energi diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan populasi manusia. Salah satu perusahann yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Indonesia yaitu PetroChina International Ltd. yang bekerja sama dengan SKK-Migas dan investor asing (China National Petroleum Corporation).
SKK-Migas-PetroChina International Ltd. memiliki wilayah operasi meliputi Kepala Burung Irian Jaya, Tuban Jawa Timur, dan Jambi.
PetroChina International Ltd. pada wilayah Jambi memiliki daerah operasi di blok Jabung yang terdiri dari North Jabung dan South Jabung.
Hasil kegiatan survey seismik, geologi, dan geofisik di wilayah Blok Jabung yang dilakukan pada tahun 1995 hingga awal tahun 1996 menunjukan bahwa wilayah ini memiliki kandungan minyak dan gas bumi yang cukup banyak. Oleh karena itu didirikanlah pabrik di tempat tersebut untuk mengolah minyak dan gas bumi yang ada. Adanya pembangunan
pabrik ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.
Produksi yang dihasilkan dari blok Jabung tersebut terdiri dari gas dan minyak bumi. PetroChina International Jabung Ltd. memiliki unit pengolahan minyak mentah dan unit pengolahan gas. PetroChina International Jabung Ltd. memiliki CPS (Central Processing Station) yaitu suatu mini plant yang mengolah minyak mentah, terletak di kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur. Sedangkan untuk dalam proses gas, PetroChina International Jabung Ltd. memiliki dua plant besar yaitu, BGP (Betara Gas Plant) yang terletak di kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat dan NGF (North Geragai Fractination) yang terletak di kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur.
Perusahaan seperti eksplorasi dan produksi serta proses pemisahan minyak dan gas bumi ini dapat menunjang kegiatan mahasiswa dalam melaksanakan kerja praktek lapangan sesuai dengan kurikulum dari Program Studi Teknik Kimia Universitas Jambi.
4.2 Sejarah Petrochina International Jabung Ltd.
PT PetroChina International Jabung Ltd. beroperasi di dua kabupaten yaitu kabupaten Tanjung Jabung Timur dan kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Perusahaan ini dikelola oleh investor asing yaitu China. Bulan Februari 1999 ditandatangani kontrak bagi hasil sementara antara pertamina sebagai perusahaan minyak nasional dan wakil pemerintahan Indonesia dengan Petrimer Tred International Jabung Ltd. dan
Kerr McGiee Sumatra Ltd.. Untuk mengembangkan lapangan-lapangan minyak di blok Jabung. Lalu pada tahun 1995 perusahaan berganti nama Santa EE Energy Resource Jabung Ltd. lalu bulan juli 2002 perusahaan berganti nama menjadi BP-Migas PetroChina International Jabung Ltd. atau sekarang menjadi PetroChina International Jabung Ltd..
Ketika PetroChina mengambil alih PSC (Production Sharing Contract) meliputi Blok Jabung di Jambi, Sumatera Tengah, upaya eksplorasi sebelumnya telah menghasilkan minyak dan penemuan minyak ditambah gas di berbagai lokasi seperti North Geragai, Makmur, Betara Utara, Timur Laut Betara dan Gemah Utara Geragai dan Makmur telah di produksi sejak tahun 1998. Untuk mengekstrak cairan, LPG (Liquid Petroleum Gas) dan kondensat dari gas yang dihasilkan di bidang utara Geragai dan Mkmur, PetroChina didirikan pabrik gas di utara Geragai.
Pada tahun 2002, zona minyak di North Betara, Northeast Betara Gemah masuk ke produksi. PetroChina kemudian diinvestasikan di Betara Gas Plant, selesai pada tahun 2005, untuk memproses gas kaya cairan yang mengalir dari bidang ini.
Fasilitas Betara, yang mencakup lepas pantai LPG pendinginan dan penyimpanan serta minyak mentah dan terminal kondensat yang PetroCjina dapat mengirimkan produk kepasar demostik dan luar negeri, dapat memproses hingga 250 juta kubik gas mentah menjadi 100 juta kubik penjualan gas, 9.000 barel kondensat dan 1.500 MT (Metrik Ton) dari LPG.
Pada tahun 2003, PetroChina dan dua suppliergas lainya memulai kesepakatan 20 tahun untuk memasok hingga 350 kubik gas per hari ke Singapura Power. Pada tahun 2008, PetroChina disediakan 40 persen dari gas yang dibutuhkan, dan saat memasok 140 juta kubik gas per hari. Gas diangkut melalui pipa 450 km yang menghubungkan Spur Sistem Koridor-Batam melalui Pulau Koridor-Batam ke Singapura.
Pada tahun 2008, perusahaan juga menemukan kondensat dan gas di North Betara Perpanjangan/NBE-1, dengan tingkat total pengujian dari 490 barel konsensat per hari. Dan 11,37 MMSCF gas. Hal ini juga membuat penemuan sukses di Marmo-1, yang mengakibatkan laju aliran terbukti 2.835 barel minyak per hari.
Eksplorasi sukses terus 2010, ketika perusahaan menemukan minyak da gas di Panen Utara-1 dengan laju alir terbukti dari 3.877 BOPD minyal dan 6,7 MMSCFD gas. Pada tahun yang sama, ia menemukan Sabar Utara-1 dengan laju alir total terbukti dari 365 BPD kondensat dan 5,1 MMSCFD gas.
Fraktur Basement menjadi target eksplorasi baru di bagian utara cekungan Sumatera Selatan. Pada 2013, Basement pertama, NEB Base-1, berhasil diuji, sebanyak 18 MMCFGD + 725BCPD dari ruang bawah tanah yang mengalir 3,3 MMCFGD + 150 BCPD. Tiung Utara-1 penemuan mengalir gas dan kondensat di awal 2014 di 11 MMCFGD + 270 BCPD, terbukti bahwa struktur tiung mengandung potensi HC yang signifikan untuk dikembangkan dalam waktu dekat.
Perusahaan juga mengharapkan penemuan yang sangat menjanjikan di Panen, Sabar dan Berkah untuk menghasilkan cadangan dipulihkan dari 363,82 MMSCFG gas, 44,82 MMBO minyak dan 7.24 MMBC kondensat.
Dari Januari 1997 sampai Desember 2014, Blok Jabung benar-benar diproduksi 241,3 MBOE minyak dan gas karena fasilitas investasi jangka panjang PetroChina dan pabrik pengolahan, serta dalam eksplorasi terus-menerus untuk sumber hidrokarbon baru. Pada atahun 2014, produksi rata-rata blok Jabung berdiri di 56.000 BOEPD.
4.3 Logo Perusahaan dan Arti 4.3.1 Logo
Gambar 4.1 Lambang PetroChina Sumber : BGP Operations, 2020
4.3.2 Arti
Logo PetroChina International Jabung Ltd. Mempunyai enam unsur utama ,yaitu :
1. Grafik kelopak yang dibagi rata degan jumlah sepuluh mengandung arti sepuluh bisnis inti PetroChina yang terkonsolidasi
2. Warna merah dan kuning yang mendefinisikan sebagai warna dasar bendera nasional Rakyat Republik Cina , dan yang mewujudkan karakteristik industri minyak dan gas.
3. Desain dasarnya bulat dari logo, dimaksudkan untuk mencontohkan strategi pengembangan global PetroChina.
4. Dasar merah dengan ujung atas menyudut, tidak hanya menunjukkan dasar-dasar PetroChina yang kuat, tetapi juga melibatkan kekuatan kohesi dan kreativitas perusahaan yang sangat besar.
5. Konotasi bunga dari logo memiliki arti tanggung jawab sosial PetroChina untuk menciptakan harmoni antara energi dan lingkungan.
6. Matahari yang naik di cakrawala di tengah logo melambangkan masa depan yang makmur berharap untuk berada di masa depan PetroChina.
4.4 Visi dan Misi SKKMigas-PetroChina International Jabung Ltd.
Perusahaan PetroChina memiliki Visi dan Misi diantaranya sebagai berikut :
1. Visi SKKMigas-PetroChina International Jabung Ltd. adalah menciptakan nilai guna yang tidak hanya untuk berbagi keuntungan antar pemegang saham, tetapi juga pada seluruh masyarakat dan area sekitar lokasi
2. Misi SKKMigas-PetroChina International Jabung Ltd. adalah ikut berkontribusi dalam pertumbuhan dengan menciptakan dan mengirim pendapatan dari penemuan hidrokarbon di Indonesia melalui peningkatan dan penyatuan teknologi dan solusi bisnis.
4.5 Lokasi Dan Daerah Operasi PetroChina International Jabung Ltd.
PetroChina Internasional Jabung Ltd. mempunyai daerah produksi di blok Jabung, Jambi. Blok Jabung dibagi dua yaitu South Jabung dan North Jabung. Di South Jabung telah dikembangkan beberapa lapangan yaitu:
1. North Geragai Field (32 sumur produksi) 2. Makmur Field (22 sumur produksi)
Sedangkan di North jabung dikembangkan beberapa lapangan yaitu : 1. Gemah Field (31 sumur produksi)
2. North East Betara Field (53 sumur produksi) 3. North Betara Field (10 sumur produksi)
4. Ripah Field (18 sumur produksi)
5. South West Betara Field (18 sumur produksi)
6. West Betara dan West Betara Development Field (9 sumur produksi) 7. South Betara Field (2 sumur produksi)
Gambar 4.2 Peta lokasi dan daerah operasi PetroChina Jabung Ltd.
(Sumber : Production Office of PetroChina International Jabung Ltd.2020) Saat ini PetroChina Internasional Jabung Ltd. memiliki dua plant besar yaiu BGP (Betara Gas Plant) yang terletak di kecamatan Betara.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan NGF (North Geragai Fractionation) yang terletak di kecamatan Geragai, kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Selain itu terdapat juga fasilitas pengolahan minyak mentah di Geragai (Central Processing Station/CPS), Gemah Station, North East Betara Station, Ripah Station dan South West Betara Station.
Dari seluruh lapangan ini, produksi minyak dan gas akan diolah di beberapa plant. Untuk hasil pengolahan berupa Crude Oil dan kondensat akan dikirimkan ke FSO Federal di offshore. Sedangkan Propane (C3) dan Butane (C4) fraksinasi dari NGF Plant akan dikirimkan di FPU Petrostar di Offshore. Dan sales gas yang dihasilkan dari BGP Plant akan diteruskan ke PGN yang kemudian akan dijual ke singapura.
PetroChina International Jabung Ltd. juga telah mengembangkan wilayah produksinya di daerah Bangko. Dalam proses pengolahan gasnya PetroChina International Jabung Ltd. telah memiliki dua plant besar yaitu:
1. Betara Gas Plant yang terletak di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat
2. Hamilton Plant yang terletak di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Proses pengolahan minyaknya PetroChina International Jabung Ltd.
memiliki fasilitas-fasilitas pengolahan minyak mentah antara lain:
1. CPS (Central Processing Station) 2. Gemah Station
3. North East Betara Station (NEB) 4. Ripah Mini Station
5. North Geragai Offshore Facilities
4.6 Tata Letak PetroChina International Jabung Ltd.
Lokasi PetroChina International Jabung Ltd. berkantor pusat di Desa Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Lokasi dapat dijangkau melalui jalan darat ke arah Barat Daya sejauh 50 km Jambi. Lokasi Blok Jabung PetroChina seluas 5.339 km2. Lapangan North Geragai berlokasi dalam Blok Jabung yang terletak di bagian selatan Sumatera, di lapangan NorthGeragai terdapat CPS(Central Processing Station) dan NGF(Natural Gas Fractionation). Lapangan North Geragai terletak lebih kurang 50 km dari kota Jambi.
4.7 Distribusi dan Pemasaran Produk
Produk yang dihasilkan PetroChina ada beberapa jenis yaitu minyak mentah, propana, butana, kondensat dan sales gas,produk akhir ini naPntinya akan dijual kepada konsumen dari PetroChina International Jabung Ltd. yang akan dijual kepada singapura dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Tanjung Jabung.
Secara garis besar, menurut produk yang dihasilkan, wilayah-wilayah produksi PetroChina International Jabung Ltd.. semuanya saling berhubungan. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan produk yang benar-benar sesuai spesifikasi yang diminta oleh konsumen. Hubungan wilayah-wilayah operasi ini diimplementasikan dengan cara transportasi produk sebelum dijual konsumen. Untuk wilayah operasi minyak mentah misalnya, sumur-sumur minyak dari area Betara akan dikirim menggunakan jalur pipa
(pipeline) menuju ke NEB (North East Betara) station dan ada juga minyak yang langsung dikirim ke area Gemah/Ripah menggunakan vacuum truck.
Di area Gemah/Ripah ini, terdapat Gemah station tempat pengolahan minyak mentah dari sumur minyak area Betara. Dari Gemah, minyak mentah akan dikirim melalui pipa ke area Geragai tempat adanya CPS (Central Processing Station). Di CPS inilah plant terakhir untuk pengolahan minyak serta diperoleh produk kondensat hasil fraksionasi.
Dari NEB menuju CPS dapat menempuh jarak sejauh 90 km. Dari CPS, minyak dan kondensat akan dikirim ke kapal tanker di area offshore untuk dijual ke konsumen. Untuk alur operasi produk gas, hampir semuanya berpusat di BGP yang mana BGP memproses gas dari sumur-sumur gas di area Jabung Utara (Betara). Tetapi BGP dikhususkan untuk memproses gas dari sumur-sumur gas bertekanan tinggi (High Pressure Wells/HP Wells), sementara sumur-sumur gas bertekanan rendah (Low Pressure Wells/LP Wells) gasnya sebagian besar akan diproses di CPS.
Semua produk minyak dan kondensat dikumpulkan dan diproses lebih lanjut di CPS(Central Processing Station), setelah terkumpul minyak dan kondensat dikirim melalui pipeline ke FSO (Floating Storage Offloading) di selat berhala melalui jalur pipa ukuran 10” sepanjang 58 km untuk dijual. Sedangkan gas yang diproduksi diolah menjadi methane dan ethane (Sales gas) untuk dijual ke Singapura melalui pipa dasar laut sedangkan propane dan butane dikirim menuju FPU (Fixed Processing Unit) melalui jalur pipa ukuran yang berbeda dengan 8” untuk propane,
sedangkan butane dengan ukuran 6” sepanjang 59,5 km sebelum dialirkan menuju tanker untuk dijual. Disamping itu, sebagian produk gas juga dialirkan ke PLTG Tanjung Jabung Power.
4.8 Penelitian dan Pengembangan
Pada tahun 1960-an perusahaan PetroChina International Jabung Ltd. memiliki nama Santa Fe Energy Resource Inc, yaitu perusahaan minyak dan gas yang berasal dari Amerika Serikat yang memiliki kantor
Pada tahun 1960-an perusahaan PetroChina International Jabung Ltd. memiliki nama Santa Fe Energy Resource Inc, yaitu perusahaan minyak dan gas yang berasal dari Amerika Serikat yang memiliki kantor