• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

6.2 Saran

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada Lean Amine Cooler (615-E-103), maka dapat disampaikan saran sebagai berikut :

Pengecekan keadaan alat di lapangan harus tetap dilakukan meskipun sistem kerja sudah komputerisasi agar keadaan dilapangan selalu terpantau dan sesuai dengan keadaan di ruang kontrol. Serta Peralatan Komputerisasi dan software yang harus tetap rutin dipelihara dan di cek agar tidak terjadi hal yang nantinya membahayakan dan merugikan.

DAFTAR PUSTAKA

A, E.D Saunders. 1988. Heat Exchanger Selection, design & contruction. New York : John Wiley & Son, Inc.

API Standard 661. 2013. Petroleum, Petrochemical, and Natural Gas Industries-Air-Cooled Heat Exchangers. United States of America : American Petroleum Institute.

J, Kenneth Bell dkk. 2013. Heat Exchanger Design Handbook.Thermal 3 : Thermal and design og heat exchanger. USA : The auspices of The International Centre for Heat and Mass Trnsfer.

Kakaç, Sadik dkk. 2012. Heat Exchangers Selection, Rating, and Thermal Design 3th Edition. New York : Taylor & Francis Group.

Kern, D.Q. 1965. Process Heat Transfer International edition. United States of America : McGraw-Hill Book Company.

Syahri, M. Sugiarto, Bambang. 2008. Scale Treatment pada Pipa Distribusi Crude Oil Secara Kimiawi. Yogyakarta : UPN Veteran Yogyakarta.

Thulukkanam, Kuppan. 2013. Heat Exchanger Design Handbook 2nd Edition.

United States of America : Taylor & Francis Group.

Tubular Exchanger Manufacture Association. 2019. Standards Of The Tubular Exchanger Manufacture Association 10th Edition. United States Of America : TEMA.

LAMPIRAN

Nilai Cp dan Viskositas dari udara dan Lean Amine dari perusahaan

Grafik dan Tabel yang digunakan dalam perhitungan Figure 1 digunakan untuk mencari nilai K

Figure 17, digunakan untuk mencari nilai K, FC, KC, KC Faktor

Figure.15 digunakan untuk mencari nilai µw udara

Figure.19 digunakan untuk mencari nilai FT

Figure.24 digunakan untuk mencari nilai JH pada sisi Tube

Figure.28 digunakan untuk mencari nilai DE, nilai JH pada sisi Shell, nilai OD

Tabel.10 digunakan untuk mencari nilai ID, a”, a’t

Data Nilai rata-rata Temperature, Flow Rate, Cp dari udara dan Lean Amine dari perusahaan Sebelum

17/02/2020 186.30 124.67

96 135 98467.580 9925933

0.242 0.658

2 Selasa,

18/02/2020 189.80 125.27

94.8 133.4 98364.810 9925933

0.246 0.654

3 Rabu,

19/02/2020 187.90 122.48

95.4 134 98034.940 9925933

0.243 0.656

4 Kamis,

20/02/2020 185.60 124.12

95 134.5 97907.030 9925933

0.234 0.649

5 Jum'at,

21/02/2020 186.50 124.42

96 136.3 97056.880 9925933

0.232 0.648

6 Sabtu,

22/02/2020 187.30 125.21

95.4 135.1 97908.190 9925933

0.239 0.649

7 Minggu,

23/02/2020 185.90 125.33

96.2 135.5 98334.180 9925933

0.241 0.647 Rata-rata 187.04 124.501 95.54286 134.8285714 98010.516 9925933 0.239 0.652

Data Nilai rata-rata Temperature, Flow Rate, Cp dari udara dan Lean Amine dari perusahaan Sesudah

07/03/2020 186.30 120.67

95.2 133 95405.860 9925933

0.242 0.656

2 Minggu,

08/03/2020 184.80 120.23

96.3 132.4 95047.150 9925933

0.243 0.652 3 Senin,

09/03/2020 187.90 118.18

95.7 134 94952.250 9925933

0.240 0.646 4 Selasa,

10/03/2020 184.60 118.04

95 132.2 93576.290 9925933

0.235 0.646

5 Rabu,

11/03/2020 185.70 118.71

95.8 133.5 94369.790 9925933

0.237 0.647

6 Kamis,

12/03/2020 185.30 118.02

96 131.8 95746.490 9925933

0.246 0.653 7 Jum'at,

13/03/2020 184.80 118.15

96.1 133.2 94019.040 9925933

0.244 0.654 Rata-rata 185.6286 118.8571 95.72857 132.8714286 94730.981 9925933 0.241 0.651

Perhitungan Efisiensi Heat Exchanger Air Cooler 615-E-103 Perhitungan Sebelum dilakukan Cleaning Tube

Perhitungan 18 Februari 2020.

Viscositas 0,019 centipoise Viscositas 17,54 centipoise a. Heat Duty

Untuk menghitung Heat Duty pada bagian Shell dan tube digunakan persamaan 2.1 – Persamaan 2.4.

 Shell

 Tube

ΔT = T1-T2

= 186,80 .°F - 125,27°F = 61,53.°F

Q t = W.C .ΔT

= 98.364,81 lb/hr . 0,653 Btu/Lb °F . 61,53.°F = 3.957.050,46 Btu/hr

b. LMTD

Untuk mencari nilai LMTD menggunakan Persamaan 2.5 dan 2.6 ΔT1 = T1 – t2 = 51,400 °F ΔT2 = T2 – t1 = 29,470 °F Δtc = T2 – t1 = 29,470°F Δth = T1 – t2 = 51,400°F

LMTD =

= 39,424.°F LMTD correction

=

= 1,550

= = 0,44

FT = 0,94 di dapat dari fig 19 LMTD Corection = LMTD .FT

= 39,424 °F . 0,94 = 36.861 °F c. Temperature kalorik

Untuk perhitungan oAPI menggunakan Persamaan 2.7, dan peritungan Temperature Kalorik menggunakan persamaan 2.8 dan Persamaan 2.9

.°API = 141,5/ SG – 131,5 . = 141,5/ 1 – 131,5

= 10

Δt1 = T1 – t2 = 51,4 .°F Δt2 = T2 – t1= 29,47 .°F

Untuk mencari nilai Kc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai KC = 0,14

Untuk mencari nilai Fc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai Fc = 0,40

 Shell

TC = T2 + Fc. (T1-T2)

= 125,47 °F + 0,40 . 61.53 °F = 149,882 °F

 Tube

tC = t1 + Fc. (t2-t1)

= 95,8 °F + 0,40 . 39,60 °F = 111,64 °F

d. Flow area

Untuk perhitungan Flow Area, menggunakan Persamaan 2.10 dan Persamaan 2.11

 Shell

C’ = Pitch – OD = 2,362 – 1 = 1,362 inch

=

= 1,249 inch

 Tube

Thicknes = 0,83 inch

a’t = 0,546 di dapat dari table 10 (kern), bisa dilihat pada lampiran 2.

at =

= 3.469 inch

e. Kecepatan Massa fluida

Untuk menghitung nilai Kecepatan Massa Fluida, digunakan persamaan 2.12 dan Persamaan 2.13.

 Shell

Gs =

= 7944782,70 lb/hr

 Tube

Gt =

= 28.352,31 lb/hr f. Reynold Number

Untuk memperoleh nilai Reynold Number, digunakan persamaan 2.14 dan Persamaan 2.15

 Shell

Nilai OD diperoleh dari figure.28 yang bisa dilihat pada lampiran 2.

Dari Fig 28. OD = 0,083 ft Pitch = 1,25 inch De = 0,72 inch = 0,06 ft

= 0,019 centipoise = 0,046 lb/ft hr.

Res =

=

= 10385336,862 lb/ft hr .

Tube

Pada lampiran 2, dapat dilihat tabel 10 untuk mencari nilai ID, dan diperoleh nilai ID dari melihat OD = 1 inch dan thickness 0,083 inch

ID = 0,834 inch = 0,069 ft

= 17,54 centipoise = 42,43 lb/ft hr

=

= 46,207 lb/ft hr

g. JH

 Shell

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 28 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1000

 Tube

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 24 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 2

h. Koefisien Perpindahan Panas

Untuk mencari nilai Koefisiensi Perpindahan panas, digunakan Persamaan 16 – Persamaan 18.

 Shell

Pada TC = 149,882 °F .°API = 10

Nilai C diperoleh dari tabel nilai C yang terdapat pada Lampiran 1, dan diperoleh nilai C = 0,246

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,065

Nilai DE diperoleh dari Figure 28, dan diperoleh nilai DE = 0,06 ft.

= 1000 lb/ft hr . 0,413

= 37,266 Btu / h ft2 °F

 Tube

Pada TC = 28,670 °F

Nilai C = 0,66 (Diperoleh dari tabel yang berada pada lampiran 1)

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,066

Nilai ID diperoleh dari Tabel 10 yang bisa dilihat pada Lampiran 2, dan diperoleh nilai ID = 0,069 ft.

i. Tube Well Temperature

Untuk menghitung nilai Tube Well Temperature, digunakan Persamaan

Untuk menghitung nilai Viskositas Fluida, dapat menggunakan Persaman 2.20 dan 2.21.

µw = 72 di dapat dari perusahaan dapat dilihat pada Lampiran ke 3 өt = (µ/µw)0,14

= (42,43 lb/ft hr /0,72)0,14 = 1,769 lb/ft hr

k. Koefisien Panas Terkoreksi

Untuk menghitung nilai Koefisiensi Panas Terkoreksi, perhitungan menggunakan Persamaan 2.22 dan Persamaan 2.23.

 Shell

l. Clean Overall Heat Transfer Coefficient

Untuk menghitung nilai Clean Overall Heat Transfer Coefficient, perhitungan menggunakan Persamaan 2.24.

Uc = (hio . ho ) / (hio + ho)

= (0,937 . 42,102) / (0,937+ 42,102 ) = 0,916 Btu / h ft2 °F

m. Koefisien Design Overall

Untuk menghitung nilai dari Koefisiens Design Overall, Persamaan yang digunakan adalah Persamaan 2.25 – Persamaan 2.27, serta untuk mencari nilai a”, bisa dilihat pada Tabel 10 yang ada pada Lampiran 2| dengan di ketahui data OD untuk a” di dapat dari outside surface.

a” = 0,2618 A = a”. L. Nt

= 0.2618 ft2 . 31,5 ft . 3660 = 30182,922 ft2

Shell

Uds = Qs / (A . Δt LMTD)

= 96733775,61 Btu/hr / ( 30182,922 ft2 . 36,,861 °F ) = 86,946 Btu / h ft2 °F

Tube

Udt = Qt / (A . Δt LMTD)

= 3.957.050,46 Btu/hr / ( 30181,922 ft2. 36,861 °F) = 3,557 / h ft2 °F

n. Efisiensi

Untuk menghitung nilai efisiensi, Perhitungan menggunakan Persamaan 2.28.

=

= 56,484 %

Viscositas 0,019 centipoise Viscositas 17,54 centipoise a. Heat Duty

Untuk menghitung Heat Duty pada bagian Shell dan tube digunakan persamaan 2.1 – Persamaan 2.4.

Shell

 Tube

ΔT = T1-T2

= 186,90 .°F - 122,48°F = 64,48.°F

Q t = W.C .ΔT

= 98.034,84 lb/hr . 0,656 Btu/Lb °F . 64,48.°F = 4.079.220,32 Btu/hr

b. LMTD

Untuk mencari nilai LMTD menggunakan Persamaan 2.5 dan 2.6 ΔT1 = T1 – t2 = 51,600 °F ΔT2 = T2 – t1 = 27,880 °F Δtc = T2 – t1 = 27,880°F Δth = T1 – t2 = 51,600°F

LMTD =

= 39,147.°F LMTD correction

=

= 1,58

=

= 0,44

FT = 0,94 di dapat dari fig 19 pada lampiran 2 LMTD Corection = LMTD .FT

= 39,147 °F . 0,94 = 36.602 °F c. Temperature kalorik

Untuk perhitungan oAPI menggunakan Persamaan 2.7, dan peritungan Temperature Kalorik menggunakan persamaan 2.8 dan Persamaan 2.9

.°API = 141,5/ SG – 131,5 . = 141,5/ 1 – 131,5 = 10

Δt1 = T1 – t2 = 51,6 .°F Δt2 = T2 – t1= 40,70 .°F

Untuk mencari nilai Kc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai KC = 1.35

Untuk mencari nilai Fc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai Fc = 0,40

 Shell

TC = T2 + Fc. (T1-T2)

= 122,48 °F + 0,40 . 64.42 °F = 148,784 °F

 Tube

tC = t1 + Fc. (t2-t1)

= 94,6 °F + 0,40 . 40,70 °F = 110,839 °F

d. Flow area

Untuk perhitungan Flow Area, menggunakan Persamaan 2.10 dan Persamaan 2.11

 Shell

C’ = Pitch – OD = 2,362 – 1 = 1,362 inch

=

= 1,249 inch

 Tube

Thicknes = 0,83 inch

a’t = 0,546 di dapat dari table 10 (kern), bisa dilihat pada lampiran 2.

at =

= 3.469 inch e. Kecepatan Massa fluida

Untuk menghitung nilai Kecepatan Massa Fluida, digunakan persamaan 2.12 dan Persamaan 2.13.

 Shell

Gs =

= 7944782,70 lb/hr

 Tube

Gt =

= 28.257,23 lb/hr f. Reynold Number

Untuk memperoleh nilai Reynold Number, digunakan persamaan 2.14 dan Persamaan 2.15

 Shell

Nilai OD diperoleh dari figure.28 yang bisa dilihat pada lampiran 2.

Dari Fig 28. OD = 0,083 ft Pitch = 1,25 inch De = 0,72 inch = 0,06 ft

= 0,019 centipoise = 0,046 lb/ft hr.

Res =

=

= 10385336,826 lb/ft hr .

Tube

Pada lampiran 2, dapat dilihat tabel 10 untuk mencari nilai ID, dan diperoleh nilai ID dari melihat OD = 1 inch dan thickness 0,083 inch

ID = 0,834 inch = 0,069 ft

= 17,54 centipoise = 42,43 lb/ft hr

=

= 45,952 lb/ft hr g. JH

 Shell

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 28 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1000

 Tube

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 24 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1,98

h. Koefisien Perpindahan Panas

Untuk mencari nilai Koefisiensi Perpindahan panas, digunakan Persamaan 16 – Persamaan 18.

 Shell

Pada TC = 148,784 °F .°API = 10

Nilai C diperoleh dari tabel nilai C yang terdapat pada Lampiran 1, dan diperoleh nilai C = 0,243

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,065

Nilai DE diperoleh dari Figure 28, dan diperoleh nilai DE = 0,06 ft.

= 1000 lb/ft hr . 0,414

= 37,410 Btu / h ft2 °F

 Tube

Pada TC = 110,839 °F

Nilai C = 0,656 (Diperoleh dari tabel yang berada pada lampiran 1)

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,066

Nilai ID diperoleh dari Tabel 10 yang bisa dilihat pada Lampiran 2, dan diperoleh nilai ID = 0,069 ft.

i. Tube Well Temperature

Untuk menghitung nilai Tube Well Temperature, digunakan Persamaan

Untuk menghitung nilai Viskositas Fluida, dapat menggunakan Persaman 2.20 dan 2.21.

 Shell

µ = 0,045 lb/ft hr

µw = 0,0192 di dapat dari fig.15 daat dilihat pada Lampiran 2 өs = (µ/µw)0,14

= (0,045 lb/ft hr / 0,0192)0,14 = 1,130 lb/ft hr

 Tube

µ = 42,43 lb/ft hr

µw = 72 di dapat dari perusahaan dapat dilihat pada Lampiran ke 3 өt = (µ/µw)0,14

= (42,43 lb/ft hr /0,72)0,14 = 1,769 lb/ft hr

k. Koefisien Panas Terkoreksi

Untuk menghitung nilai Koefisiensi Panas Terkoreksi, perhitungan menggunakan Persamaan 2.22 dan Persamaan 2.23.

 Shell

l. Clean Overall Heat Transfer Coefficient

Untuk menghitung nilai Clean Overall Heat Transfer Coefficient, perhitungan menggunakan Persamaan 2.24.

Uc = (hio . ho ) / (hio + ho)

= (0,931. 42,265) / (0,931+ 42,265 ) = 0,911 Btu / h ft2 °F

m. Koefisien Design Overall

Untuk menghitung nilai dari Koefisiens Design Overall, Persamaan yang digunakan adalah Persamaan 2.25 – Persamaan 2.27, serta untuk mencari nilai a”, bisa dilihat pada Tabel 10 yang ada pada Lampiran 2| dengan di ketahui data OD untuk a” di dapat dari outside surface.

a” = 0,2618 A = a”. L. Nt

= 0.2618 ft2 . 31,5 ft . 3660 = 30182,922 ft2

Shell

Uds = Qs / (A . Δt LMTD)

= 98087672,87 Btu/hr / ( 30182,922 ft2 . 36,603 °F ) = 88,785 Btu / h ft2 °F

Tube

Udt = Qt / (A . Δt LMTD)

= 4079220,32 Btu/hr / ( 30181,922 ft2. 36,603 °F) = 3,692 / h ft2 °F

n. Efisiensi

Untuk menghitung nilai efisiensi, Perhitungan menggunakan Persamaan 2.28.

=

= 55,905 %

Perhitungan 20 Februari 2020.

a. Heat Duty

Untuk menghitung Heat Duty pada bagian Shell dan tube digunakan persamaan 2.1 – Persamaan 2.4.

Shell

Viscositas 0,019 centipoise Viscositas 17,54 centipoise

Qs = W.C .ΔT

= 9.925.933 lb/hr . 0.244 Btu/Lb °F . 40,70.°F = 98.087.672,87 Btu/hr

 Tube

ΔT = T1-T2

= 185,60 .°F - 124,12°F = 61,48.°F

Q t = W.C .ΔT

= 97907,03 lb/hr . 0,649 Btu/Lb °F . 64,48.°F = 3908777,47 Btu/hr

b. LMTD

Untuk mencari nilai LMTD menggunakan Persamaan 2.5 dan 2.6 ΔT1 = T1 – t2 = 51,100 °F ΔT2 = T2 – t1 = 29,123 °F Δtc = T2 – t1 = 29,123°F Δth = T1 – t2 = 51,100°F

LMTD =

= 39,087.°F LMTD correction

=

= 1,56

c. Temperature kalorik

Untuk perhitungan oAPI menggunakan Persamaan 2.7, dan peritungan Temperature Kalorik menggunakan persamaan 2.8 dan Persamaan 2.9

.°API = 141,5/ SG – 131,5 . = 141,5/ 1 – 131,5

= 10

Δt1 = T1 – t2 = 51,1 .°F Δt2 = T2 – t1= 29,123 .°F

Untuk mencari nilai Kc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai KC = 0,13

Untuk mencari nilai Fc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai Fc = 0,42

 Shell

TC = T2 + Fc. (T1-T2)

= 124,12 °F + 0,42 . 61.48 °F

= 149,639 °F

 Tube

tC = t1 + Fc. (t2-t1)

= 95 °F + 0,42 . 39,50 °F = 111,392 °F

d. Flow area

Untuk perhitungan Flow Area, menggunakan Persamaan 2.10 dan Persamaan 2.11

 Shell

C’ = Pitch – OD = 2,362 – 1 = 1,362 inch

=

= 1,249 inch

 Tube

Thicknes = 0,83 inch

a’t = 0,546 di dapat dari table 10 (kern), bisa dilihat pada lampiran 2.

at =

= 3.469 inch e. Kecepatan Massa fluida

Untuk menghitung nilai Kecepatan Massa Fluida, digunakan persamaan 2.12 dan Persamaan 2.13.

 Shell

Gs =

= 7944782,70 lb/hr

 Tube

Gt =

= 28220,37 lb/hr f. Reynold Number

Untuk memperoleh nilai Reynold Number, digunakan persamaan 2.14 dan Persamaan 2.15

 Shell

Nilai OD diperoleh dari figure.28 yang bisa dilihat pada lampiran 2.

Dari Fig 28. OD = 0,083 ft Pitch = 1,25 inch De = 0,72 inch = 0,06 ft

= 0,019 centipoise = 0,046 lb/ft hr.

Res =

=

= 10385336,826 lb/ft hr .

Tube

Pada lampiran 2, dapat dilihat tabel 10 untuk mencari nilai ID, dan diperoleh nilai ID dari melihat OD = 1 inch dan thickness 0,083 inch

ID = 0,834 inch = 0,069 ft

= 17,54 centipoise = 42,43 lb/ft hr

=

= 45,892 lb/ft hr g. JH

 Shell

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 28 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1000

 Tube

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 24 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1,99

h. Koefisien Perpindahan Panas

Untuk mencari nilai Koefisiensi Perpindahan panas, digunakan Persamaan 16 – Persamaan 18.

 Shell

Pada TC = 149,635 °F .°API = 10

Nilai C diperoleh dari tabel nilai C yang terdapat pada Lampiran 1, dan diperoleh nilai C = 0,243

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,065

Nilai DE diperoleh dari Figure 28, dan diperoleh nilai DE = 0,06 ft.

= 1000 lb/ft hr . 0,415

= 37,526 Btu / h ft2 °F

 Tube

Pada TC = 111,392 °F

Nilai C = 0,656 (Diperoleh dari tabel yang berada pada lampiran 1)

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,066

Nilai ID diperoleh dari Tabel 10 yang bisa dilihat pada Lampiran 2, dan diperoleh nilai ID = 0,069 ft.

i. Tube Well Temperature

Untuk menghitung nilai Tube Well Temperature, digunakan Persamaan

Untuk menghitung nilai Viskositas Fluida, dapat menggunakan Persaman 2.20 dan 2.21.

= 1,130 lb/ft hr

 Tube

µ = 42,43 lb/ft hr

µw = 72 di dapat dari perusahaan dapat dilihat pada Lampiran ke 3 өt = (µ/µw)0,14

= (42,43 lb/ft hr /0,72)0,14 = 1,769 lb/ft hr

k. Koefisien Panas Terkoreksi

Untuk menghitung nilai Koefisiensi Panas Terkoreksi, perhitungan menggunakan Persamaan 2.22 dan Persamaan 2.23.

 Shell

l. Clean Overall Heat Transfer Coefficient

Untuk menghitung nilai Clean Overall Heat Transfer Coefficient, perhitungan menggunakan Persamaan 2.24.

Uc = (hio . ho ) / (hio + ho)

= (1,259. 42,369) / (1,259+ 42,369 ) = 1,223 Btu / h ft2 °F

m. Koefisien Design Overall

Untuk menghitung nilai dari Koefisiens Design Overall, Persamaan yang digunakan adalah Persamaan 2.25 – Persamaan 2.27, serta untuk mencari nilai a”, bisa dilihat pada Tabel 10 yang ada pada Lampiran 2| dengan di ketahui data OD untuk a” di dapat dari outside surface.

a” = 0,2618 A = a”. L. Nt

= 0.2618 ft2 . 31,5 ft . 3660 = 30182,922 ft2

Shell

Uds = Qs / (A . Δt LMTD)

= 98087672,87 Btu/hr / ( 30182,922 ft2 . 36,155 °F ) = 87,772 Btu / h ft2 °F

Tube

Udt = Qt / (A . Δt LMTD)

= 3908777,47 Btu/hr / ( 30181,922 ft2. 36,603 °F) = 3,582 Btu / h ft2 °F

n. Efisiensi

Untuk menghitung nilai efisiensi, Perhitungan menggunakan Persamaan 2.28.

=

Viscositas 0,019 centipoise Viscositas 17,54 centipoise a. Heat Duty

Untuk menghitung Heat Duty pada bagian Shell dan tube digunakan persamaan 2.1 – Persamaan 2.4.

Shell

ΔT = t2-t1

= 136,3.°F – 96.°F = 40,30.°F

Qs = W.C .ΔT

= 9.925.933 lb/hr . 0.242 Btu/Lb °F . 40,30.°F = 96603636,63 Btu/hr

 Tube

ΔT = T1-T2

= 186,50 .°F - 124,42°F = 62,08.°F

Q t = W.C .ΔT

= 97056,88 lb/hr . 0,648 Btu/Lb °F . 62,08.°F = 3905342,05 Btu/hr

b. LMTD

Untuk mencari nilai LMTD menggunakan Persamaan 2.5 dan 2.6 ΔT1 = T1 – t2 = 50,200 °F ΔT2 = T2 – t1 = 28,424 °F Δtc = T2 – t1 = 28,424°F Δth = T1 – t2 = 50,200°F

LMTD =

= 38,285.°F LMTD correction

=

= 1,54 c. Temperature kalorik

Untuk perhitungan oAPI menggunakan Persamaan 2.7, dan peritungan Temperature Kalorik menggunakan persamaan 2.8 dan Persamaan 2.9

.°API = 141,5/ SG – 131,5 . = 141,5/ 1 – 131,5 = 10

Δt1 = T1 – t2 = 50,2 .°F Δt2 = T2 – t1= 28,424 .°F

Untuk mencari nilai Kc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai KC = 0,13

Untuk mencari nilai Fc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai Fc = 0,41

 Shell

TC = T2 + Fc. (T1-T2)

= 124,42 °F + 0,41 . 62.08 °F

= 149,875 °F

 Tube

tC = t1 + Fc. (t2-t1)

= 96 °F + 0,41 . 40,30 °F = 112,532 °F

d. Flow area

Untuk perhitungan Flow Area, menggunakan Persamaan 2.10 dan Persamaan 2.11

 Shell

C’ = Pitch – OD = 2,362 – 1 = 1,362 inch

=

= 1,249 inch

 Tube

Thicknes = 0,83 inch

a’t = 0,546 di dapat dari table 10 (kern), bisa dilihat pada lampiran 2.

at =

= 3.469 inch e. Kecepatan Massa fluida

Untuk menghitung nilai Kecepatan Massa Fluida, digunakan persamaan 2.12 dan Persamaan 2.13.

 Shell

Gs =

= 7944782,70 lb/hr

 Tube

Gt =

= 27975,32 lb/hr f. Reynold Number

Untuk memperoleh nilai Reynold Number, digunakan persamaan 2.14 dan Persamaan 2.15

 Shell

Nilai OD diperoleh dari figure.28 yang bisa dilihat pada lampiran 2.

Dari Fig 28. OD = 0,083 ft Pitch = 1,25 inch De = 0,72 inch = 0,06 ft

= 0,019 centipoise = 0,046 lb/ft hr.

Res =

=

= 10385336,862 lb/ft hr .

Tube

Pada lampiran 2, dapat dilihat tabel 10 untuk mencari nilai ID, dan diperoleh nilai ID dari melihat OD = 1 inch dan thickness 0,083 inch

ID = 0,834 inch = 0,069 ft

= 17,54 centipoise = 42,43 lb/ft hr

=

= 45,494 lb/ft hr g. JH

 Shell

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 28 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1000

 Tube

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 24 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1,98

h. Koefisien Perpindahan Panas

Untuk mencari nilai Koefisiensi Perpindahan panas, digunakan Persamaan 16 – Persamaan 18.

 Shell

Pada TC = 149,875 °F .°API = 10

Nilai C diperoleh dari tabel nilai C yang terdapat pada Lampiran 1, dan diperoleh nilai C = 0,242

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,065

Nilai DE diperoleh dari Figure 28, dan diperoleh nilai DE = 0,06 ft.

= 1000 lb/ft hr . 0,414

= 37,344 Btu / h ft2 °F

 Tube

Pada TC = 112,523 °F

Nilai C = 0,656 (Diperoleh dari tabel yang berada pada lampiran 1)

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,066

Nilai ID diperoleh dari Tabel 10 yang bisa dilihat pada Lampiran 2, dan diperoleh nilai ID = 0,069 ft.

i. Tube Well Temperature

Untuk menghitung nilai Tube Well Temperature, digunakan Persamaan

Untuk menghitung nilai Viskositas Fluida, dapat menggunakan Persaman 2.20 dan 2.21.

= 1,130 lb/ft hr

 Tube

µ = 42,43 lb/ft hr

µw = 72 di dapat dari perusahaan dapat dilihat pada Lampiran ke 3 өt = (µ/µw)0,14

= (42,43 lb/ft hr /0,72)0,14 = 1,769 lb/ft hr

k. Koefisien Panas Terkoreksi

Untuk menghitung nilai Koefisiensi Panas Terkoreksi, perhitungan menggunakan Persamaan 2.22 dan Persamaan 2.23.

 Shell

l. Clean Overall Heat Transfer Coefficient

Untuk menghitung nilai Clean Overall Heat Transfer Coefficient, perhitungan menggunakan Persamaan 2.24.

Uc = (hio . ho ) / (hio + ho)

= (0,929. 42,190) / (0,929+ 42,190 ) = 0,909 Btu / h ft2 °F

m. Koefisien Design Overall

Untuk menghitung nilai dari Koefisiens Design Overall, Persamaan yang digunakan adalah Persamaan 2.25 – Persamaan 2.27, serta untuk mencari nilai a”, bisa dilihat pada Tabel 10 yang ada pada Lampiran 2| dengan di ketahui data OD untuk a” di dapat dari outside surface.

a” = 0,2618 A = a”. L. Nt

= 0.2618 ft2 . 31,5 ft . 3660 = 30182,922 ft2

Shell

Uds = Qs / (A . Δt LMTD)

= 96603646,63 Btu/hr / ( 30182,922 ft2 . 35,605 °F ) = 89,891 Btu / h ft2 °F

Tube

Udt = Qt / (A . Δt LMTD)

= 3905342,05 Btu/hr / ( 30181,922 ft2. 36,603 °F) = 3,634 Btu / h ft2 °F

n. Efisiensi

Untuk menghitung nilai efisiensi, Perhitungan menggunakan Persamaan 2.28.

=

Viscositas 0,019 centipoise Viscositas 17,54 centipoise a. Heat Duty

Untuk menghitung Heat Duty pada bagian Shell dan tube digunakan persamaan 2.1 – Persamaan 2.4.

Shell

ΔT = t2-t1

= 135,1.°F – 95,4.°F = 39,70.°F

Qs = W.C .ΔT

= 9.925.933 lb/hr . 0.242 Btu/Lb °F . 39,70.°F = 95283596,80 Btu/hr

 Tube

ΔT = T1-T2

= 186,30 .°F - 124,21°F = 62,09.°F

Q t = W.C .ΔT

= 97908.19 lb/hr . 0,649 Btu/Lb °F . 62,09.°F = 3944740,65 Btu/hr

b. LMTD

Untuk mencari nilai LMTD menggunakan Persamaan 2.5 dan 2.6 ΔT1 = T1 – t2 = 51,200 °F ΔT2 = T2 – t1 = 28,810 °F Δtc = T2 – t1 = 28,810°F Δth = T1 – t2 = 51,200°F

LMTD =

= 38,938.°F LMTD correction

=

= 1,56

=

= 0,44

FT = 0,93 di dapat dari fig 19 pada lampiran 2 LMTD Corection = LMTD .FT

= 38,938°F . 0,93 = 36,057 °F c. Temperature kalorik

Untuk perhitungan oAPI menggunakan Persamaan 2.7, dan peritungan Temperature Kalorik menggunakan persamaan 2.8 dan Persamaan 2.9

.°API = 141,5/ SG – 131,5 . = 141,5/ 1 – 131,5 = 10

Δt1 = T1 – t2 = 51,2 .°F Δt2 = T2 – t1= 28,810 .°F

Untuk mencari nilai Kc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai KC = 0,13

Untuk mencari nilai Fc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai Fc = 0,42

 Shell

TC = T2 + Fc. (T1-T2)

= 124,21 °F + 0,42 . 62.09 °F

= 150,288 °F

 Tube

tC = t1 + Fc. (t2-t1)

= 95,4 °F + 0,42 . 39,70 °F = 112,074 °F

d. Flow area

Untuk perhitungan Flow Area, menggunakan Persamaan 2.10 dan Persamaan 2.11

 Shell

C’ = Pitch – OD = 2,362 – 1 = 1,362 inch

=

= 1,249 inch

 Tube

Thicknes = 0,83 inch

a’t = 0,546 di dapat dari table 10 (kern), bisa dilihat pada lampiran 2.

at =

= 3.469 inch e. Kecepatan Massa fluida

Untuk menghitung nilai Kecepatan Massa Fluida, digunakan persamaan 2.12 dan Persamaan 2.13.

 Shell

Gs =

= 7944782,70 lb/hr

 Tube

Gt =

= 28220,70 lb/hr f. Reynold Number

Untuk memperoleh nilai Reynold Number, digunakan persamaan 2.14 dan Persamaan 2.15

 Shell

Nilai OD diperoleh dari figure.28 yang bisa dilihat pada lampiran 2.

Dari Fig 28. OD = 0,083 ft Pitch = 1,25 inch De = 0,72 inch = 0,06 ft

= 0,019 centipoise = 0,046 lb/ft hr.

Res =

=

= 10385336,862 lb/ft hr .

Tube

Pada lampiran 2, dapat dilihat tabel 10 untuk mencari nilai ID, dan diperoleh nilai ID dari melihat OD = 1 inch dan thickness 0,083 inch

ID = 0,834 inch = 0,069 ft

= 17,54 centipoise = 42,43 lb/ft hr

=

= 45,893 lb/ft hr g. JH

 Shell

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 28 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1000

 Tube

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 24 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 2

h. Koefisien Perpindahan Panas

Untuk mencari nilai Koefisiensi Perpindahan panas, digunakan Persamaan 16 – Persamaan 18.

 Shell

Pada TC = 150,288 °F .°API = 10

Nilai C diperoleh dari tabel nilai C yang terdapat pada Lampiran 1, dan diperoleh nilai C = 0,242

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,065

Nilai DE diperoleh dari Figure 28, dan diperoleh nilai DE = 0,06 ft.

= 1000 lb/ft hr . 0,414

= 37,359 Btu / h ft2 °F

 Tube

Pada TC = 112,074 °F

Nilai C = 0,656 (Diperoleh dari tabel yang berada pada lampiran 1)

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,066

Nilai ID diperoleh dari Tabel 10 yang bisa dilihat pada Lampiran 2, dan diperoleh nilai ID = 0,069 ft.

i. Tube Well Temperature

Untuk menghitung nilai Tube Well Temperature, digunakan Persamaan

Untuk menghitung nilai Viskositas Fluida, dapat menggunakan Persaman 2.20 dan 2.21.

= 1,130 lb/ft hr

 Tube

µ = 42,43 lb/ft hr

µw = 72 di dapat dari perusahaan dapat dilihat pada Lampiran ke 3 өt = (µ/µw)0,14

= (42,43 lb/ft hr /0,72)0,14 = 1,769 lb/ft hr

k. Koefisien Panas Terkoreksi

Untuk menghitung nilai Koefisiensi Panas Terkoreksi, perhitungan menggunakan Persamaan 2.22 dan Persamaan 2.23.

 Shell

l. Clean Overall Heat Transfer Coefficient

Untuk menghitung nilai Clean Overall Heat Transfer Coefficient, perhitungan menggunakan Persamaan 2.24.

Uc = (hio . ho ) / (hio + ho)

= (0,939. 42,207) / (0,939+ 42,207 ) = 0,919 Btu / h ft2 °F

m. Koefisien Design Overall

Untuk menghitung nilai dari Koefisiens Design Overall, Persamaan yang digunakan adalah Persamaan 2.25 – Persamaan 2.27, serta untuk mencari nilai a”, bisa dilihat pada Tabel 10 yang ada pada Lampiran 2| dengan di ketahui data OD untuk a” di dapat dari outside surface.

a” = 0,2618 A = a”. L. Nt

= 0.2618 ft2 . 31,5 ft . 3660 = 30182,922 ft2

Shell

Uds = Qs / (A . Δt LMTD)

= 96603646,63 Btu/hr / ( 30182,922 ft2 . 36,057 °F ) = 87,553 Btu / h ft2 °F

Tube

Udt = Qt / (A . Δt LMTD)

= 3944740,65 Btu/hr / ( 30181,922 ft2. 36,057 °F) = 3,625 Btu / h ft2 °F

n. Efisiensi

Untuk menghitung nilai efisiensi, Perhitungan menggunakan Persamaan 2.28.

= x 100%

Viscositas 0,019 centipoise Viscositas 17,54 centipoise a. Heat Duty

Untuk menghitung Heat Duty pada bagian Shell dan tube digunakan persamaan 2.1 – Persamaan 2.4.

Shell

ΔT = t2-t1

= 135,5.°F – 96,2.°F = 39,30.°F

Qs = W.C .ΔT

= 9.925.933 lb/hr . 0.241 Btu/Lb °F . 39,30.°F = 94011489,22 Btu/hr

 Tube

ΔT = T1-T2

= 185,90 .°F - 125,33°F = 60,57.°F

Q t = W.C .ΔT

= 98334.18 lb/hr . 0,647 Btu/Lb °F . 62,09.°F = 3855384,36 Btu/hr

b. LMTD

Untuk mencari nilai LMTD menggunakan Persamaan 2.5 dan 2.6 ΔT1 = T1 – t2 = 50,400 °F ΔT2 = T2 – t1 = 29,130 °F Δtc = T2 – t1 = 29,130°F Δth = T1 – t2 = 50,400°F

LMTD =

= 38,798.°F LMTD correction

=

= 1,54

c. Temperature kalorik

Untuk perhitungan oAPI menggunakan Persamaan 2.7, dan peritungan Temperature Kalorik menggunakan persamaan 2.8 dan Persamaan 2.9

.°API = 141,5/ SG – 131,5 . = 141,5/ 1 – 131,5

= 10

Δt1 = T1 – t2 = 50,4 .°F Δt2 = T2 – t1= 29,130 .°F

Untuk mencari nilai Kc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai KC = 0,13

Untuk mencari nilai Fc, menggunakan Figure.17 yang terdapat pada lampiran 2, diperoleh nilai Fc = 0,42

 Shell

TC = T2 + Fc. (T1-T2)

= 125,33 °F + 0,42 . 62.057 °F

= 150,466 °F

 Tube

tC = t1 + Fc. (t2-t1)

= 96,2 °F + 0,42 . 39,30 °F = 112,509 °F

d. Flow area

Untuk perhitungan Flow Area, menggunakan Persamaan 2.10 dan Persamaan 2.11

 Shell

C’ = Pitch – OD = 2,362 – 1 = 1,362 inch

=

= 1,249 inch

 Tube

Thicknes = 0,83 inch

a’t = 0,546 di dapat dari table 10 (kern), bisa dilihat pada lampiran 2.

at =

= 3.469 inch e. Kecepatan Massa fluida

Untuk menghitung nilai Kecepatan Massa Fluida, digunakan persamaan 2.12 dan Persamaan 2.13.

 Shell

Gs =

= 7944782,70 lb/hr

 Tube

Gt =

= 282343,49 lb/hr f. Reynold Number

Untuk memperoleh nilai Reynold Number, digunakan persamaan 2.14 dan Persamaan 2.15

 Shell

Nilai OD diperoleh dari figure.28 yang bisa dilihat pada lampiran 2.

Dari Fig 28. OD = 0,083 ft Pitch = 1,25 inch De = 0,72 inch = 0,06 ft

= 0,019 centipoise = 0,046 lb/ft hr.

Res =

=

= 11423870,548 lb/ft hr .

Tube

Pada lampiran 2, dapat dilihat tabel 10 untuk mencari nilai ID, dan diperoleh nilai ID dari melihat OD = 1 inch dan thickness 0,083 inch

ID = 0,834 inch = 0,069 ft

= 17,54 centipoise = 42,43 lb/ft hr

=

= 45,893 lb/ft hr g. JH

 Shell

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 28 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1000

 Tube

Untuk mendapatkan nilai JH,dapat dilihat pada Figure 24 di lampiran 2 dan di dapatkan nilai JH = 1,99

h. Koefisien Perpindahan Panas

Untuk mencari nilai Koefisiensi Perpindahan panas, digunakan Persamaan 16 – Persamaan 18.

 Shell

Pada TC = 150,466 °F .°API = 10

Nilai C diperoleh dari tabel nilai C yang terdapat pada Lampiran 1, dan diperoleh nilai C = 0,241

Nilai K diperoleh dari Figure 1 yang terdapat di lampiran 2, dan diperoleh nilai K = 0,065

Nilai DE diperoleh dari Figure 28, dan diperoleh nilai DE = 0,06 ft.

Nilai DE diperoleh dari Figure 28, dan diperoleh nilai DE = 0,06 ft.