• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan Pada Proyek Jalan Tol Akses Tanjung Priok Phase

F. Uraian Kinerja dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Akses Tanjung Priok Phase 1 dan Phase

F.1. TANJUNG PRIOK ACCESS ROAD CONSTRUCTION PROJECT PHASE

F.2.5. Permasalahan Pada Proyek Jalan Tol Akses Tanjung Priok Phase

Permasalahan yang terjadi baik pada bidang fisik dan non-fisik selama tahun 2012 dijelaskan pada uraian di bawah ini:

Permasalahan yang terjadi pada triwulan pertama tahun anggaran 2012 pada jasa konsultansi adalah: kemajuan mobilisasi personil sampai akhir maret 2012 adalah 20,97 persen, lebih rendah dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 55,65 persen207. Permasalahan yang

terjadi pada jasa konstruksi seksi NS Link antara lain adalah kemajuan fisik yang masih di bawah rencana yaitu berkisar 45,25 persen dari

205 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan IV Tahun Anggaran 2015, 2016

206 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan IV Tahun Anggaran 2016, 2017

207 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan I Tahun Anggaran 2012,

rencana yang ditetapkan sebesar 68,06 persen208. Hal ini disebabkan

karena tidak tersedianya lahan sehingga kontraktor tidak dapat melanjutkan pekerjaan209. Permasalahan yang terjadi pada seksi NS

Link adalah pembebasan lahan yang masih dibutuhkan pada lahan seluas 3.600 m2 210, dan pengadaan jasa konstruksi yang masih

menunggu keputusan mengenai metode yang akan digunakan (lelang dan penunjukkan langsung)211.

Permasalahan yang terjadi pada jasa konsultansi di triwulan kedua antara lain adalah kemajuan mobilisasi personil sampai akhir April 2012 yang lebih rendah dari target212. Hasil yang dicapai adalah

sebesar 23,22 persen dengan target sebesar 58,95 persen213.

Permasalahan yang terjadi pada seksi NS Link adalah realisasi kemajuan fisik yang masih berkisar 56,80 persen, lebih rendah dari target yang dipasang sebesar 93,84 persen214. Hal ini terjadi karena

tidak tersedianya lahan sehingga kontraktor tidak bisa memaksimalkan pekerjaan. Permasalahan yang terjadi pada seksi E2A adalah kemajuan fisik yang masih dibawah target, yaitu 2,50 persen

208 Ibid. 209 Ibid. 210 Ibid. 211 Ibid.

212 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan II Tahun Anggaran 2012, 2013

213 Ibid. 214 Ibid.

dari target sebesar 8,14 persen215. Hal ini diakibatkan oleh mobilisasi

alat yang belum sepenuhnya siap. Pembebasan lahan yang bermasalah juga menjadi permasalahan yang melanda seksi E2A216. Permasalahan

yang terjadi pada seksi NS Direct Ramp adalah lahan yang belum dibebaskan masih seluas 2.414 m2 217 dan pengadaan jasa konstruksi

masih menunggu keputusan mengenai metode yang akan digunakan.

Permasalahan yang terjadi pada jasa konsultansi adalah kemajuan mobilisasi personil yang masih di bawah target yaitu sebesar 33,67 persen dari target sebesar 75,32 persen218. Permasalahan yang terjadi

pada seksi NS Link antara lain adalah kemajuan fisik yang masih di bawah yaitu sebesar 61,256 persen dari target sebesar 100 persen219

selain itu masalah pembebasan tanah dan relokasi utilitas yang belum selesai menjadi permasalahan pada triwulan ketiga ini. Permasalahan dari seksi E2A antara lain adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target, yaitu sebesar 4,4562 persen dari target sebesar 15,3847 persen220. Selain itu, masalah lahan menjadi permasalahan lain bagi

seksi E2A. Permasalahan yang terjadi pada seksi NS Direct Ramp

215 Ibid. 216 Ibid. 217 Ibid.

218 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan III Tahun Anggaran 2012, 2013

adalah sisa lahan yang belum dibebaskan masih seluas 2.412 m2 221 dan

administrasi yang masih dalam proses lelang.

Permasalahan yang terjadi pada bidang jasa konsultansi adalah kemajuan mobilisasi personil yang masih di bawah target yaitu sebesar 41,37 persen dari target sebesar 85,09 persen222. Target tidak tercapai

karena paket NS Direct Ramp belum dapat dilaksanakan. Permasalahan dari seksi NS Link adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target. Realisasi dari kemajuan fisik adalah 61,04 persen dari target sebesar 71,10 persen223 dan lahan di daerah Simpang Jampea

yang belum dibebaskan menghambat proses kerja dari proyek224.

Permasalahan dari seksi E2A adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target. Realisasi dari kemajuan fisik adalah sebesar 9,76 persen dengan target sebesar 37,07 persen225. Sengketa lahan juga masih

menjadi masalah yang mengakibatkan lambatnya perkembangan fisik dari proyek seksi E2A ini. Permasalahan yang terjadi pada seksi NS Direct Ramp adalah sisa lahan yang belum dibebaskan masih seluas 2.412 m2226dan administrasi yang masih dalam proses lelang.

221 Ibid.

222 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan IV Tahun Anggaran 2012, 2013

223 Ibid. 224Ibid. 225 Ibid. 226 Ibid.

Permasalahan yang terjadi baik pada bidang fisik dan non-fisik selama tahun 2013 dijelaskan pada uraian di bawah ini:

Permasalahan yang terjadi pada jasa konsultansi di triwulan pertama tahun anggaran 2013 adalah realisasi kemajuan mobilisasi personil yang masih dibawah target yaitu 46,62 persen dari target sebesar 88,66 persen227. Permasalahan yang terjadi pada bidang jasa

konstruksi Seksi NS Link adalah kemajuan fisik yang masih berkisar 69,86 persen yang masih di bawah target yang dipasang, yaitu 77,07 persen228. Hal ini diakibatkan oleh ketidaktersediaan lahan sehingga

kontraktor tidak dapat memaksimalkan pekerjaan sehingga pekerjaan tidak memenuhi target229. Lambatnya konsultan dalam

menginstruksikan pekerjaan juga menjadi penyebab terhambatnya proses pekerjaan proyek NS Link ini. Permasalahan pada seksi E2A adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target, yaitu 12,99 persen dari target 41,22 persen230. Sengketa lahan dan relokasi pipa

pertamina dan bangunan-bangunan yang berada pada area proyek menjadi permasalahan pada seksi E2A231. Permasalahan pada proyek

NS Direct Ramp adalah masih dibutuhkannya pembebasan lahan

227 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan I Tahun Anggaran 2013, 2014

228 Ibid. 229 Ibid. 230 Ibid.

seluas 3.600 m2 232. Tindak lanjut dari masalah pembebasan lahan

adalah usaha percepatan pembebasan lahan233.

Permasalahan yang terjadi pada seksi NS Link di triwulan kedua tahun anggaran 2013 ini adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target, yaitu sebesar 72,59 persen dari target yang ditetapkan sebesar 93,12 persen234. Hal ini diakibatkan oleh ketidaktersediaan lahan

sehingga kontraktor tidak dapat memaksimalkan pekerjaan sehingga pekerjaan tidak memenuhi target. Lambatnya konsultan dalam menginstruksikan pekerjaan juga menjadi penyebab terhambatnya proses pekerjaan proyek NS Link ini235. Permasalahan yang terjadi

pada seksi E2A adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target. Target perkembangan fisik yang ditetapkan pada seksi E2A adalah 65,77 persen sementara realisasinya hanya sebesar 19,50 persen236.

Sengketa lahan dan relokasi pipa pertamina dan bangunan-bangunan yang berada pada area proyek menjadi permasalahan pada seksi E2A237.

Permasalahan yang terjadi pada seksi NS Link di triwulan ketiga tahun anggaran 2013 ini adalah kemajuan fisik yang masih di bawah

232 Ibid. 233 Ibid.

234 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan II Tahun Anggaran 2013, 2014

235 Ibid. 236 Ibid. 237 Ibid.

target, yaitu 93,52 persen dengan target sebesar 95,06 persen. Permasalahan yang ditemui pada seksi E2A adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target, yaitu 35,50 persen dibandingkan target yang sebesar 72,80 persen. Lambatnya konsultan dalam menginstruksikan pekerjaan dan belum maksimalnya penggunaan sumber daya oleh kontraktor menjadi penyebab perkembangan fisik masih di bawah target yang ditentukan238. Permasalahan pada seksi

NS Direct Ramp adalah dari kebutuhan lahan sebesar 4.064 m2, lahan

yang belum dibebaskan adalah seluas 601 m2 sedangkan lahan yang

telah dibebaskan adalah seluas 3.463 m2239. Proses penandatanganan

kontrak proyek ini masih menunggu persetujuan dari Menteri240.

Permasalahan yang ditemui pada jasa konsultansi adalah kemajuan mobilisasi yang masih di bawah target, yaitu 63,09 dari target sebesar 66,28 persen241.

Permasalahan yang ditemui pada seksi E2A konsultansi di triwulan keempat tahun anggaran 2013 adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target, yaitu 41,84 persen dibandingkan dengan target yaitu 84,60 persen242. Selain itu, lambatnya konsultan dalam

238 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan III Tahun Anggaran 2013, 2014.

239 Ibid. 240 Ibid. 241 Ibid.

242 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan IV Tahun Anggaran 2013,

menginstruksikan pekerjaan dan belum maksimalnya penggunaan sumber daya yang ada oleh kontraktor menjadikan pekerjaan ini masih di bawah target243. Permasalahan pada seksi NS Direct Ramp adalah

dari kebutuhan lahan sebesar 4.064 m2244, lahan yang belum

dibebaskan adalah seluas 601 m2245 sedangkan lahan yang telah

dibebaskan adalah seluas 3.463 m2246. Tidak ada permasalahan serius

dari dua bidang kerja lainnya pada triwulan keempat tahun anggaran 2013 ini.

Permasalahan yang terjadi baik pada bidang fisik dan non-fisik selama tahun 2014 dijelaskan pada uraian di bawah ini:

Pada tahun anggaran 2014 proyek seksi NS Link telah diselesaikan sehingga tidak ada lagi target dan realisasi perkembangan fisiknya247.

Walaupun demikian target penyerapan keuangan dari seksi NS Link masih ada. Seksi NS Direct Ramp mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2014 ini.

Permasalahan yang ditemui oleh seksi E2A pada triwulan pertama tahun anggaran 2014 adalah kemajuan fisik yang masih dibawah target, yaitu 45,65 persen dari target yang ditetapkan sebesar 72,80

243 Ibid. 244 Ibid. 245 Ibid. 246 Ibid.

247 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan I Tahun Anggaran 2014, 2015

persen248. Karena kebutuhan minimum tidak pernah tercapai, maka

penyerapan IPC hanya dilakukan dua bulan sekali249. Masalah yang

ditemui pada seksi NS Direct Ramp adalah kemajuan fisik yang masih di bawah target, yaitu 6,08 persen dari target yang ditetapkan sebesar 8,02 persen250. Pembebasan lahan seluas 3.600 m2 masih dibutuhkan

untuk proyek ini. Permasalahan yang ditemui pada jasa konsultansi adalah kemajuan mobilisasi personil yang berada di bawah target, yaitu 82,14 persen dari target sebesar 84,21 persen251.

Permasalahan yang ditemui oleh seksi E2A di triwulan kedua adalah kemajuan fisik yang masih dibawah target, yaitu 55,99 persen dibandingkan dengan target 70,58 persen252. Kontraktor pada seksi

E2A akan melakukan perpanjangan waktu kedua. Permasalahan yang ditemui oleh seksi NS Direct Ramp adalah kemajuan fisik yang masih dibawah target, yaitu 21,05 persen dibandingkan dengan target 29,56 persen253. Pembebasan lahan masih dibutuhkan pada proyek ini, yaitu

seluas 384 m2254. Permasalahan yang ditemui di triwulan kedua pada

248 Ibid. 249 Ibid. 250 Ibid. 251 Ibid.

252 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tanjung Priok Access Road Construction Project Phase 2 Triwulan II Tahun Anggaran 2014, 2015.

jasa konsultansi yaitu kemajuan mobilisasi personil yang berada di bawah target, yaitu 85,47 persen dari target sebesar 90,36 persen255.

Kemajuan fisik dari dua seksi, yaitu NS Direct Ramp dan jasa konsultansi di triwulan ketiga memenuhi target yang ditentukan. Permasalahan yang ditemui oleh seksi E2A adalah kemajuan fisik yang masih dibawah target, yaitu 64,19 persen dibandingkan dengan target 92,60 persen256.

Kemajuan fisik dari dua seksi, yaitu NS Direct Ramp dan jasa konsultansi berhasil memenuhi target yang ditentukan di triwulan keempat. Permasalahan yang ditemui oleh seksi E2A adalah kemajuan fisik yang masih dibawah target, yaitu 77,15 persen dibandingkan dengan target 99,90 persen257.

Tidak ada permasalahan yang signifikan sepanjang tahun anggaran 2015 dan tahun anggaran 2016258.

G. Analisis Performa Jepang Melalui Proyek Pembangunan