INDIKATOR KINERJA
II.3 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH
Menyikapi berbagai perkembangan pembangunan, khususnya dalam upaya pencapaian visi dan misi yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Maros diperlukan upaya kerja keras dari pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut sangatlah penting apabila dikaitkan dengan pencapaian target indicator makro pembangunan yang masih kurang memenuhi target. Untuk itu pencapaian target pembangunan, masih perlu dioptimalisasikan dalam implementasinya. Berbagai upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Maros pada tahun- tahun yang akan dating diharapkan lebih focus pada program maupun kegiatan yang mempunyai daya ungkit pencapaian target dimaksud.
Berbagai program dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan pada gilirannya diharapkan dapat menjadi pendorong dalam proses pembangunan dalam rangka akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Maros. Perkembangan indikator makro Kabupaten Maros sebagai representasi keberhasilan pembangunan di Kabupaten Maros menggambarkan tingkat capaian seluruh bidang pembangunan. Pencapaian indikator tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh tiga komponen saja yaitu kesehatan, pendidikan dan daya beli, akan tetapi sesungguhnya dipengaruhi pula oleh semua bidang pembangunan, baik yang terkait sesungguhnya secara langsung dengan Indeks Pembangunan Manusia ataupun yang dianggap sebagai penunjang.
Oleh karena itu, perkembangan pembangunan daerah di Kabupaten Maros dihasilkan melalui evaluasi terhadap indikator makro dan terhadap kinerja pembangunan Kabupaten Maros secara umum, yang kemudian menjadi dasar dalam menentukan permasalahan pembangunan daerah serta isu-isu strategis yang akan menjadi rujukan utama dalam menentukan prioritas pembangunan Kabupaten Maros Tahun 2015. Disamping itu, hal lain yang dijadikan sebagai dasar rujukan penentuan permasalahan pembangunan daerah serta isu strategis adalah masalah terkini yang terjadi dalam skala nasional maupun regional.
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 60 2.3.1 Permasalahan Pembangunan Daerah Yang Berhubungan Dengan Prioritas
Dan Sasaran
a. Peningkatan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan profesionalisme dan pelayanan publik yang baik, bersih dan akuntabel (Reformasi Birokrasi)
Reformasi birokrasi merupakan konsep dengan ruang lingkup yang luas, mencakup pembenahan structural, procedural, cultural dan etika birokrasi. Birokrat diharapkan menjadi pelayan masyarakat, abdi negara dan teladan bagi masyarakat. Untuk lebih meningkatkan akuntabilitas, transparansi, efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik, maka perencanaan pembangunan dilaksanakan harus disertai dengan reformasi birokrasi. Untuk itu prioritas pembangunan dalam rangka reformasi birokrasi diharapkan terwujud melalui Peningkatan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan profesionalisme birokrat dan pelayanan publik yang baik, bersih dan akuntabel.
Adapun permasalahan terkait prioritas ini yaitu: pelayanan publik yang sudah dilaksanakan masih belum terdapat standar pelayanan minimal dan belum terintegrasi baik guna mewujudkan pelayanan publik yang baik, profesional dan akuntabel. Selain itu, pembenahan birokrasi menyangkut perubahan sikap dan tingkah laku seluruh aparat pemerintahan secara terpadu dan berkesinambungan. Kemudian, permasalahan lainnya dalam konteks ini adalah mensinergikan antar lembaga pemerintahan dan belum optimalnya sinergitas pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk mewujudkan birokrasi yang professional.
b. Peningkatan pelayanan dasar yang berkualitas serta berdaya saing. Ada beberapa permasalahan yang terkait dengan prioritas pembangunan pelayanan dasar. 1. Pendidikan
Pendidikan merupakan prasyarat utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah. Penyelenggaraan pendidikan menjadi perhatian semua pemangku kepentingan baik pemerintahan daerah, dunia usaha dan masyarakat. Permasalahan yang terkait dengan dunia pendidikan ditandai oleh:
o Aksesbilitas dan kualitas pendidikan bagi semua kelompok masyarakat tanpa diskriminasi terutama kelompok miskin masih belum maksimal.
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 61 o Alokasi anggaran pendidikan masih belum memenuhi 20 persen dari total
APBD.
o Angka melek huruf meningkat, namun tingkat pergerakan naiknya tidak signifikan (lamban).
o Peningkatan kualitas tenaga pendidik masih perlu ditingkatkan, agar proses pendidikan berjalan lebih efektif dan efisien.
2. Kesehatan Masyarakat
Pembangunan kesehatan secara umum telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan Angka Harapan Hidup (Indeks Kesehatan) yang meningkat cukup signifikan dibanding dua unsure pembentuk IPM yaitu pendidikan dan daya beli. Namun demikian masih ditemukan permasalahan yang terkait dengan dunia kesehatan di Kabupaten Maros, seperti:
Pemantapan pelayanan kesehatan dan system jaminan social kesehatan masyarakat (BPJS) yang berkeadilan masih belum maksimal.
Angka Kematian Bayi dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2008- 2012) masih berfluktuasi, bahkan AKB pada tahun 2012 mengalami peningkatan dbanding tahun sebelumnya.
Rasio kecukupan antara tenaga kesehatan (bidan dan dokter) dan penduduk belum memenuhi standar nasional.
Penyebaran tenaga kesehatan juga belum merata. 3. Tenaga Kerja
Permasalahan tenaga kerja yang terjadi di Kabupaten Maros pada umumnya sama dengan daerah lainnya. Masalah ketenagakerjaan menyangkut tentang sempitnya peluang kerja, tingginya angka pengangguran, rendahnya kemampuan SDM tenaga kerja itu sendiri, tingkat gaji yang rendah serta jaminan social yang nyaris tidak ada.
c. Peningkatan kualitas lingkungan sesuai dengan daya dukung dan fungsi ruang Pemanasan global dan perubahan iklim yang cukup ekstrim yang sekarang tengah terjadi diperkirakan masih akan terus berlangsung. Banyaknya kejadian bencana di beberapa daerah seperti di Kabupaten Maros sendiri berupa banjir dan longsor merupakan dampak nyata dari perubahan iklim dan
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 62 pemanasan global. Selain faktor iklim, manusia juga merupakan faktor pendukung adanya bencana banjir dan longsor. Kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam memelihara lingkungan merupakan faktor pemicu terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan seperti , perilaku buang sampah tidak pada tempatnya serta penebangan pohon secara serampangan.
Selain itu masalah lain yang dihadapi adalah masalah pengolahan sampah secara terpadu. Sistem pengelolaan sampah secara terpadu belum optimal dilaksanakan. Dimana pengelolaan sampah untuk industry dan sampah pasar tidak dilakukaan pemisahan seperti sampah rumah tangga. Khusus sampah industry dan sampah pasar pengeloalaan masih dilaksanakan dengan paradigma
“membuang sampah” belum pada “mengolah sampah” dari sumbernya.
d. Peningkatan keunggulan ekonomi local yang kreatif yang didukung oleh pembangunan infrastruktur, pengembangan iklim usaha/kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 9
No. Kriteria / Aspek Urusan Faktor-faktor penentu keberhasilan Permasalahan
(1) (2) (3) (4) (5)
I
Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
a. Tataran Pengambil Kebijakan
Ketentraman dan ketertiban umum
daerah
Kerjasama pemerintah dan masyarakat
Menjelang Pilkada tahun 2015 merupakan hal yang penting
Penataan Ruang
Adanya Perda No. 9 Tahun 2013 perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan tertentu
Kurang dan minimnya kesaksian masyarakat dalam melakukan pembangunan untuk mengambil izin serta penyesuaian dengan regulasi yang ada
Keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah
Pemerintahan Umum
Kelancaran informasi dan
komunikasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat
Secara umum tidak ada permasalahan mendesak
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 10
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah
Umum
- Perencanaan Pembanguna n
komunikasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat
- Adanya Perda Nomor 01 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
- Prioritas Pembangunan Daerah (RKPD) mendukung prioritas pembangunan nasional
mendesak
Efektivitas hubungan antara
pemerintah daerah dan DPRD
- Kelancaran informasi dan komunikasi pemerintah daerah dan DPRD
- Adanya 10 Perda yang ditetapkan dalam tahun 2013 dan 10 Ranperda yang disetujui DPRD tahun 2013
Secara umum tidak ada permasalahan mendesak
Efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan
- Kelancaran informasi dan komunikasi pemerintah daerah dan DPRD
- Terdapat 19 keputusan DPRD
Secara umum tidak ada permasalahan mendesak
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 11
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
yang ditindaklanjuti oleh DPRD dalam tahun 2013
Efektivitas proses pengambilan
keputusan oleh Kepala Daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan
- Kelancaran informasi dan komunikasi pemerintah daerah dan DPRD serta stakeholders - Terdapat 689 Keputusan Bupati
yang ditindaklanjuti pada tahun 2013
- Terdapat 65 Peraturan Bupati yang ditindaklanjuti pada tahun 2013
Secara umum tidak ada permasalahan mendesak
Ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundang-undangan
Komitmen pemerintah, DPRD dan masyarakat pada penghormatan hukum
Secara umum tidak ada permasalahan mendesak
Intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah
- Kelancaran informasi dan komunikasi pemerintah kota dan DPRD serta stakeholders
- Adanya media informasi Pemda Maros yang dapat diakses oleh publik berupa website
Secara umum tidak ada permasalahan mendesak
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 12
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
kabupaten dan radio publik lokal
Transparansi dalam pemanfaatan alokasi, pencairan dan penyerapan DAU, DAK, dan Bagi Hasil
- Kelancaran informasi dan komunikasi pemerintah daerah, pemerintah pusat dan DPRD serta stakeholder
- Dana perimbangan yang terserap direncanakan sesuai dengan APBD tahun 2013 sebesar Rp. 624.604.905.354 dan yang terserap sebesar Rp. 626.203.965.763
Secara umum tidak ada permasalahan mendesak
Intensitas, efektivitas, dan transparansi pemungutan sumber-sumber
pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah
Komitmen pemerintah, DPRD dan masyarakat pada penghormatan hukum
Efektivitas perencanaan, penyusunan, pelaksanaan tata usaha, pertanggung jawaban, dan pengawasan APBD
- Komitmen pemerintah, DPRD dan masyarakat pada
penghormatan hokum
- Kewajaran Laporan Keuangan
Ketertiban waktu, kesepahaman dan komitmen bersama pemerintah kota dan DPRD untuk prioritas alokasi perencanaan dan penganggaran
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 13
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
dari hasil pemeriksaan BPK RI tahun 2011 dan 2012 dengan opini WDP, untuk tahun 2013 dengan opini WTP
- Pengawasan Inspektorat
Kabupaten, dari 16 temuan BPK RI pada akhir tahun 2012 telah ditindaklanjuti pada tahun 2013 sebanyak 16 temuan
Pengelolaan potensi daerah
- Kapabilitas inovasi pemerintah daerah
- Total PAD Tahun 2013
mengalami peningkatan sebesar 31,72 % dari tahun sebelumnya
Keterbatasan kemampuan kreativitas untuk mencari terobosan inovatif pengelolaan potensi daerah lebih produktif
Terobosan/inovasi baru dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah
- Kapabilitas inovasi pemerintah daerah
- Pada tahun 2013 Pemkab. Maros menerima 5 penghargaan, yang terdiri dari Piala Adipura, Adiwiyata Mandiri, terbaik III
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 14
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
pameran APKASI Internasional Trade and Invesment Summit Altis, Manggala Karya Kencana dan Innovative Goverment Award 2013
- Untuk daya saing daerah, persetujuan ijin investasi pada tahun 2013 sebanyak 23 ijin
b
. Tataran Pelaksana Kebijakan
Kebijakan teknis penyelenggaraan
urusan pemerintahan
Ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan
Tingkat capaian SPM Keterbatasan sumber daya daerah (aparatur)
Penataan kelembagaan daerah
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 15
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
Perencanaan pembangunan daerah
Sumber Daya Perencanaan (SDM, Kapasitas Keuangan dan Sistem)
Masih belum meratanya kapasitas sumber daya perencanaan di tingkat SKPD dan komitmen dalam menjalankan perencanaan itu sendiri
Pengelolaan keuangan daerah
Ketergantungan sumber penerimaan
pembangunan dari pemerintah pusat melalui DAU yang masih besar dari total APBD
Pengelolaan barang milik daerah
Pemberian fasilitasi terhadap
partisipasi masyarakat
II Kemampuan Penyelenggaraan
Otonomi Daerah
Kesejahteraan masyarakat
Pelayanan umum WAJIB
Pendidikan Komitmen pemerintah, DPRD dan
masyarakat untuk pembangunan kualitas manusia yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia
1.Alokasi anggaran pendidikan masih belum memenuhi 20 persen dari total APBD.
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 16
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
tingkat pergerakan naiknya tidak signifikan (lamban).
Kesehatan
Komitmen pemerintah, DPRD dan masyarakat untuk hidup sehat
1. Angka Kematian Bayi dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2008-2012) masih berfluktuasi, bahkan AKB pada tahun 2012 mengalami peningkatan dbanding tahun sebelumnya.
2. Rasio kecukupan antara tenaga kesehatan (bidan dan dokter) dan penduduk belum memenuhi standar nasional.
3. Penyebaran tenaga kesehatan juga belum merata.
Pekerjaan Umum
Komitmen pemerintah, DPRD, dunia usaha dan masyarakat untuk pembangunan pro growth, pro job, pro poor dan pro lingkungan hidup (sustainability environment)
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 17
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
Perumahan Komitmen pemerintah, DPRD,
dunia usaha dan masyarakat untuk pembangunan pro growth, pro job, pro poor dan pro lingkungan hidup (sustainability environment)
Penataan Ruang
1.Belum optimalnya penataan ruang perkotaan yang berwawasan lingkungan
2.Belum tertatanya bantaran Sungai Maros yang terutama melalui pusat kota Maros
Perencanaan Pembangunan Perhubungan Lingkungan Hidup
1. Kurangnya komitmen untuk melakukan pengelolaan, konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan hidup
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 18
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5) dan Catatan Sipil Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
1. Belum membudayanya sikap dan cara pandang kesetaraan gender di tengah-tengah masyarakat Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Sosial Ketenagakerjaa n
1.Minimnya jumlah angkatan kerja terampil dan siap pakai
2.Daya saing tenaga kerja yang rendah 3.
Koperasi dan UKM
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 19
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
Penanaman Modal
1.Rendahnya investasi di Kabupaten Maros 2.Belum terciptanya system penanaman modal
melalui kebijakan satu pintu dengan mekanisme administrasi yang mudah dan sederhana
3.Rendahnya kerjasama dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan pengembangan ekonomi dan investasi baik regional, nasional dan global.
Kebudayaan Penguatan budaya local dalam membangun karakter pembangunan daerah
Budaya belum sepenuhnya menjadi sumber daya industry pariwisata
Pemuda dan Olahraga
Character bulding terhadap generasi muda
1. Belum optimalnya peran pemuda dalam
pembangunan, karena keterbatasan
kapasitas dan kualitas kelembagaan organisasi pemuda
2. Potensi pengaruh narkoba dan rendahnya jiwa nasionalisme di kalangan pemuda
Kesatuan Bangsa dan
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 20
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
Pollitk Dalam Negeri
dalam meredam konflik social yang sewaktu-waktu terjadi
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Umum, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
1.Belum tersedianya teknologi informasi yang memadai untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan yang berbasis e-government 2.Rendahnya tingkat profesionalisme aparatur
pemerintah daerah akibat penempatan aparat yang tidak sesuai keahlian dan belum diterapkannya reward and punishment.
3.Belum maksimalnya pengawasan dan disiplin aparatur sebagai salah satu pendukung menuju pemerintahan yang bersih dan professional 4. Ketahanan Pangan Pemberdayaan Masyarakat
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 21
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
Statistik Data masih belum dianggap sebagai fungsi strategis
Data belum dianggap sebagai hal penting dalam mendukung perencanaan dari level kelurahan sampai tingkat kabupaten
Kearsipan Pengelolaan kearsipan di SKPD beelum
optimal, masih dilakukan secara manual
Komunikasi dan
Informatika
Penguatan regulasi bidang kominfo 1. Terbatasnya kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang memadai sebagai tenaga teknis di bidang infokom 2. Terbatasnya jumlah SDM dibandingkan
dengan lingkup tupoksi
Perpustakaan Alokasi Anggaran tiap tahun 1.rendahnya minat baca masyarakat dan terbatasnya koleksi buku bacaan
2.kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat umum tentang adanya perpustakaan daerah
Pilihan
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 22
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
saing petani yang berimbas pada menurunnya
produktivitas pertanian
2.menurunnya kualitas lingkungan lahan pertanian akibat pengelolaan usaha tani yang tidak ramah lingkungan
3.rendahnya tingkat produktifitas lahan akibat terbatasnya program-program intensifikasi
Kehutanan 1.belum optimalnya pengelolaan hutan
produksi dan hutan kemasyarakatan sebagai salah satu sumber perekonomian rakyat.
Energi dan Sumber Daya Mineral
1. masih maraknya penambangan liar
Pariwisata 1. belum profesionalnya pengelolaan objek dan
daya tarik wisata, sumber daya manusia kepariwisataan dan rendahnya kemampuan masyarakat untuk dapat terlibat dalam pembangunan pariwisata
2. pemanfaatan jaringan informasi dan promosi pariwisata belum optimal
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 23
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
Kelautan dan Perikanan
1. belum terkelolanya sumber daya pesisir dan kelautan utamanya pada pemanfaatan dan pengelolaan hasil laut
Perdagangan Strategi UMKM dalam menghadapi
gempuran perdagangan global
1.masih perlu memperluas rantai perdagangan yang melibatkan sektor usaha mikro dan memengah serta koperasi
2.terbatasnya kemampuan SDM pelaku usaha di sektro perdagangan khususnya dagang kecil
3.daya saing produk masih rendah dan kurangya pengetahuan IT
4.belum optimalnya pelaksanaan perlindungan konsumen dan pengawasan barang beredar
Perindustrian 1.masih perlu memperluas kerja sama industry
yang melibatkan usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi
2.daya saing industry masih relative rendah penguasaan teknologi pada IKM belum optimal
RKPD Kab. Maros Tahun 2015 24
No. Kriteria / Aspek Urusan
(1) (2) (3) (4) (5)
sesuai kebutuhan dunia usaha industry masih rendah