• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS

3.1 Permasalahan Pembangunan Kabupaten Bandung

3.1.1 Permasalahan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Permasalahan pokok bidang pendidikan yaitu: (1) Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi; (2) Rendahnya akses masyarakat terhadap pendidikan; dan (3) belum optimalnya kualitas dan kuantitas tenaga pendidik. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut antara lain:

1) Rendahnya rata-rata lama sekolah (RLS = 8,5) 2) Angka partisipasi sekolah tingkat SMA rendah

3) Lulusan SMP/sederajat yang tidak melanjutkan ke tingkat SMA/sederajat cukup tinggi (19,15%)

4) Angka putus sekolah tingkat SMA/sederajat tinggi

5) Sarana dan prasarana pendidikan belum memenuhi standar

6) Banyak anak usia sekolah yang belum memanfaatkan fasilitas pendidikan jenjang SMA/sederajat (APM tingkat SMA = 48)

8) Tenaga kependidikan belum terstandarisasi

9) Adanya penurunan ketersediaan guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat Tabel III.115 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang

Pendidikan

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi

Rendahnya rata-rata lama sekolah

Keterbatasan ekonomi

Penduduk usia 16-18 tahun lebih memilih untuk bekerja dibandingkan dengan melanjutkan pendidikan hingga tingkat SMA/sederajat

Angka partisipasi sekolah tingkat SMA rendah

Lulusan SMP/sederajat yang tidak melanjutkan ke tingkat SMA/sederajat cukup tinggi Angka putus sekolah tingka SMA tinggi

2 Rendahnya akses masyarakat

terhadap pendidikan

Sarana dan prasarana pendidikan belum memenuhi standar

Masih banyak

sekolah yang belum terakreditasi

Masih banyak

sekolah yang terakreditasi C

Banyak anak usia sekolah yang belum memanfaatkan fasilitas pendidikan jenjang SMA/sederajat

Rasio ketersediaan sekolah tingkat SMP/sederajat mengalami penurunan

Peningkatan jumlah penduduk usia sekolah tidak diiringi dengan peningkatan penyediaan sarana pendidikan 3 Belum optimalnya kualitas dan kuantitas tenaga pendidik

Tenaga kependidikan belum terstandarisasi Adanya penurunan ketersediaan guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat Rendahnya kesejahteraan guru

Sumber: Hasil Analisis, 2018 2. Bidang Kesehatan

Permasalahan pokok bidang kesehatan yaitu: (1) Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan belum merata dan (2) Belum optimalnya kualitas kesehatan masyarakat. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut antara lain:

1) Jumlah rumah sakit dan kapasitas sarpras penunjangnya belum mencukupi 2) Jumlah dan sebaran tenaga medis belum optimal

3) Penurunan AKI dan AKB belum signifikan 4) Masih maraknya kasus stunting

Tabel III.116 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Kesehatan

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Kualitas dan

kuantitas pelayanan kesehatan belum merata

Jumlah rumah sakit dan

kapasitas sarpras

penunjangnya belum

mencukupi

Banyaknya

masyarakat yang sakit Masih rendahnya

partisipasi masyarakat untuk berolahraga

Jumlah dan sebaran tenaga medis belum optimal

Rendahnya

kesejahteraan tenaga medis khususnya di daerah terpencil

2 Belum optimalnya kualitas kesehatan masyarakat

Penurunan AKI dan AKB belum signifikan

Masih adanya

persalinan oleh tenaga non medis

Jauhnya jangkauan pelayanan medis

Masih maraknya kasus stunting

Masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait imunisasi dan kebutuhan gizi anak Sumber: Hasil Analisis, 2018

3. Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Permasalahan pokok bidang pekerjaan umum dan penataan ruang antara lain: (1) Ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan dasar belum memadai; (2) Adanya peningkatan alih fungsi lahan. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut yaitu: 1) Kondisi jalan kabupaten dalam kondisi baik baru mencapai 63,55%

2) Kondisi jaringan irigasi dalam kondisi baik baru mencapai 49,47% 3) Kondisi jaringan drainase dalam kondisi baik hanya sebesar 1,24%

4) Belum terintegrasinya sistem drainase perkotaan yang berdaya fungsi optimal 5) Belum tertanganinya banjir

6) Cakupan pelayanan air bersih belum optimal. Penduduk yang sudah mendapatkan akses air bersih baru sebesar 77,12%

7) Cakupan pelayanan air minum belum optimal dan masih perlu ditingkatkan. Kondisi saat ini proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak baru sebesar 87%

8) Cakupan pelayanan persampahan perkotaan belum optimal. Volume sampah yang tertangani pada tahun 2017 baru sebesar 26% dimana masih jauh dari standar minimum pelayanan yaitu sebesar 60%-80% yang tertangani

9) Rendahnya peningkatan persentase bangunan ber-IMB

10) Rendahnya rasio Ruang Terbuka Hijau (RTH) per satuan luas wilayah ber HPL/HGB. Rasio RTH Kabupaten Bandung baru mencapai 0,22% pada tahun 2016

11) Adanya pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukkan

Tabel III.117 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan dasar belum memadai

Kondisi jalan kabupaten dalam kondisi baik baru mencapai 63,55%

Muatan kendaraan yang berlebih (overloaded)

Kurang baiknya

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

Ketidaksesuaian standar pembangunan jalan

Masih rendahnya

penerapan teknologi baru

dalam kegiatan

pemeliharaan jalan Kondisi jaringan irigasi dalam

kondisi baik baru mencapai 49,47%

Belum memadainya

SDM dan sarana

pendukung untuk

pemeliharaan irigasi

Adanya alih fungsi irigasi menjadi drainase perkotaan

Kondisi jaringan drainase dalam kondisi baik hanya sebesar 1,24%

Rendahnya

partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pemeliharaan,

pengelolaan, dan

pembangunan drainase Belum terintegrasinya sistem

drainase perkotaan yang berdaya fungsi optimal

Pemanfaatan lahan perumahan belum disertai dengan penediaan saluran drainase yang terintegrasi Belum tertanganinya banjir Belum

terbebaskannya sempadan sungai dari bangunan liar Belum optimalnya

normalisasi sungai secara

berkala dan

berkesinambungan

Belum mencukupinya kapasitas jaringan drainase

Adanya

pendangkalan sungai Sumur resapan tidak

efektif Cakupan pelayanan air

bersih belum optimal

Sebaran sumber air baku tidak merata

Lokasi air baku tidak berada pada lahan masyarakat melainkan lahan milik PERHUTANI Kuantitas air baku

rendah

Lemahnya

pengawasan dan

pengendalian terhadap pemanfaatan air baku Cakupan pelayanan air

minum belum optimal

Cakupan pelayanan

persampahan perkotaan belum optimal

Belum memadainya sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpadu Belum efektifnya pengelolaan persampahan dengan skema 3R Masih tingginya

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

membuang sampah

sembarangan

Rendahnya

kesadaran masyarakat untuk memilah sampah Rendahnya peningkatan

persentase bangunan ber-IMB

Belum tersedianya database bangunan yang sudah ber-IMB

Menurunnya jumlah pemohon IMB yang berskala besar (perumahan, industri, perdagangan/ jasa) Adanya pelimpahan

sebagian urusan

pemerintahan dalam hal IMB untuk perusahaan dan perumahan

Adanya persyaratan izin lokasi yang dibebankan di akhir rangkaian proses izin pada penerbitan IMB Panjangnya alur

proses penerbitan IMB akibat regulasi baru 2 Adanya peningkatan

alih fungsi lahan

Rendahnya rasio RTH per satuan luas wilayah

Belum adanya basis data tentang aset tanah untuk dijadikan ruang terbuka publik dan ruang terbuka hijau

Pemanfaatan lahan tidak sesuai peruntukkan Belum tersedianya Perda RDTR kawasan perkotaan sebagai pedoman dalam perencanaan dan pemanfaatan ruang Belum optimalnya pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang Belum tersusunnya masterplan untuk kawasan strategis sebagai acuan untuk pengendalian pemanfaatan ruang

Terbatasnya SDM, peralatan, dan teknologi

penunjang untuk

pengawasan dan

pengendalian ruang Sumber: Hasil Analisis, 2018

4. Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

Permasalahan pokok bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman yaitu: (1) Belum terpenuhinya kebutuhan perumahan sesuai standar; (2) Belum tertatanya kawasan kumuh. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut yaitu:

2) Hanya 53,43% penduduk dengan rumah tinggal yang mengakses sarana sanitasi bersuspek aman

3) Masih besarnya bacilog perumahan

4) Realisasi penataan kawasan kumuh baru sebesar 0,75% 5) Masih besarnya luasan kawasan kumuh

Tabel III.118 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Belum terpenuhinya kebutuhan

perumahan sesuai standar

Rumah tangga (RT) yang menempati rumah tidak layak huni sebesar 14,12%

Harga rumah tidak terjangkau bagi kelompok MBR dan di bawah MBR

Pelayanan PSU

belum optimal

Proses serah terima PSU belum optimal

Hanya 75,55% penduduk dengan rumah tinggal yang mengakses sarana sanitasi bersuspek aman

Kurangnya

kesadaran masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Rendahnya

kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas sanitasi terbangun dan lingkungan

Semakin luasnya wilayah permukiman yang belum dilengkapi SPAL sesuai standar

Sulitnya mencari

lahan yang ideal untuk pembangunan sanitasi Masih besarnya bacilog

perumahan

Keterbatasan dan mahalnya harga lahan Belum optimalnya

intervensi untuk

penyediaan tanah bagi pembangunan perumahan 2 Belum tertatanya

kawasan kumuh

Realisasi penataan kawasan kumuh baru sebesar 0,75%

Belum adanya

sinkronisasi dan integrasi

program mengenai

penataan dan

pengendalian kawasan kumuh

Belum adanya basis data mengenai deliniasi kawasan kumuh

Belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan perumahan swadaya Masih besarnya luasan

kawasan kumuh

Sumber: Hasil Analisis, 2018

5. Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Permasalahan pokok bidang ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat yaitu: (1) Belum optimalnya pelayanan penanggulangan bencana; (2)

Masih tingginya pelanggaran Perda; dan (3) Peran serta masyarakat dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum masih rendah. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut yaitu:

1) Pelayanan penanggulangan bencana kebakaran baru mencapai 60%

2) Tingkat waktu tanggap (response time rate) penanggulangan kebakaran rata-rata masih di atas 22 menit

3) Belum optimalnya upaya mitigasi bencana

4) Sistem pengawasan perijinan belum berjalan optimal

5) Kurang beraninya masyarakat dalam menegakkan hukum (menegur) Tabel III.119 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang

Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Belum optimalnya pelayanan

penanggulangan bencana

Pelayanan penangulangan bencana kebakaran baru mencapai 60%

Minimnya

ketersediaan pos damkar (hanya 3 pos dari minimal 9 pos untuk melayani 9 WMK)

Tingkat waktu tanggap (response time rate) penanggulangan kebakaran rata-rata masih di atas 22 menit

Sedikitnya jumlah mobil damkar yang dapat beroperasi (3/11 mobil) Terbatasnya sumber

air untuk pemadaman

Tidak adanya

hydrant kota

Terbatasnya sungai dan kolam yang dapat

digunakan untuk

cadangan air Belum optimalnya upaya

mitigasi bencana kesadaran masyarakatRendahnya akan bahaya daerah rawan bencana

Belum optimalnya regulasi mitigasi bencana Belum efektifnya

penyebaran informasi kebencanaan

2 Masih tingginya pelanggaran perda

Sistem pengawasan perijinan belum berjalan optimal

Belum memadainya sarana prasarana untuk patroli

Belum optimalnya integrasi perijinan antar lembaga

Kurangnya jumlah linmas untuk pengawasan 3 Peran serta masyarakat dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum masih rendah Kurang beraninya masyarakat dalam menegakkan hukum (menegur) Masih rendahnya tingkat kesadaran dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan

Sumber: Hasil Analisis, 2018 6. Bidang Sosial

Permasalahan pokok bidang sosial yaitu: (1) Rendahnya penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial; (2) Belum memadainya sarana penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial; (3) Meningkatnya permasalahan sosial. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut antara lain:

1) Penanganan PMKS anak terlantar baru sebesar 7,75%

2) Persentase anak terlantar di Kabupaten Bandung cukup banyak (peringkat 10 dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat)

3) Aksesibilitas penandang disabilitas terhadap sarana dan prasarana masih rendah/ sulit

4) Tingginya kasus tuna sosial

Tabel III.120 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Sosial

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Rendahnya penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial Penanganan PMKS anak terlantar baru sebesar 7,75%

Meningkatnya jumlah anak terlantar Persentase anak terlantar di

Kabupaten Bandung cukup banyak Tingginya tingkat kemiskinan 2 Belum memadainya saranan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial Aksesibilitas penyandang disabilitas terhadap sarana dan prasarana nasih rendah/ sulit

Belum adanya

regulasi yang mendukung ketersediaan sarpras untuk penyandang disabilitas Rendahnya pengetahuan atau kesadaran untuk menyediakan akses terhadap penyandang disabilitas Kurangnya ketersediaan pendamping / pekerja sosial 3 Meningkatnya permasalahan sosial

Tingginya kasus tuna sosial Kemiskinan

Masih rendahnya pemberdayaan pemuda Sumber: Hasil Analisis, 2018

7. Bidang Tenaga Kerja

Permasalahan pokok bidang tenaga kerja yaitu: (1) Belum optimalnya penyerapan tenaga kerja. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut antara lain:

1) Menurunnya daya serap tenaga kerja pada perusahaan PMA dan PMDN 2) Adanya missmatch tenaga kerja dengan lapangan kerja yang tersedia 3) Rendahnya entrepreneurship

Tabel III.121 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Tenaga Kerja

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Belum optimalnya penyerapan tenaga kerja

Menurunnya daya serap

tenaga kerja pada

perusahaan PMA dan PMDN

Rendahnya kualitas tenaga kerja

Belum efektifnya sertifikasi tenaga kerja

Kurangnya

kemampuan masyarakat untuk berwirausaha Adanya missmatch tenaga

kerja dengan lapangan kerja yang tersedia

Rendahnya entrepreneurship Sumber: Hasil Analisis, 2018

8. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Permasalahan pokok bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yaitu: (1) Tingginya kasus KDRT dan human trafciing. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut antara lain:

1) Belum optimalnya pelaporan kekerasan 2) Banyak penyalur tenaga kerja tidak resmi 3) Adanya keterbatasan ekonomi

Tabel III.122 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Tingginya kasus KDRT dan human trafciing

Belum optimalnya pelaporan kekerasan

Belum optimalnya sosialisasi mengenai pentingnya melaporkan kekerasan

Karakteristik masyarakat yang cenderung malu untuk melaporkan kekerasan

Banyak penyalur tenaga kerja tidak resmi

Adanya keterbatasan ekonomi

Sumber: Hasil Analisis, 2018 9. Bidang Pangan

Permasalahan pokok bidang pangan yaitu: (1) Belum memasyarakatnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, dan seimbang; (2) Belum terjaganya keamanan dan ketahanan pangan. Adapun beberapa masalah dari masalah pokok tersebut antara lain:

1) Masih rendahnya pengembangan dan konsumsi sumber protein hewani 2) Skor PPH belum memenuhi nilai ideal

3) Belum optimalnya pemanfaatan pangan lokal sesuai potensi daerah

4) Penggunaan pestisda, formalin, dan boraks pada kelompok pangan segar masih tinggi

5) Masih terdapat daerah rawan pangan atau rawan daya beli

Tabel III.123 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Pangan

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Belum memasyarakatnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, dan seimbang Masih rendahnya pengembangan dan

konsumsi sumber protein hewani

Kurangnya

ketertarikan anak-anak terhadap konsumsi pangan yang beragam, bergizi, dan seimbang Skor PPH belum memenuhi

nilai ideal

Belum optimalnya

pemanfaatan pangan lokal sesuai potensi daerah

Rendahnya permintaan terhadap makanan lokal 2 Belum terjaganya keamanan dan ketahanan pangan Penggunaan pestisida, formalin, dan boraks pada kelompok pangan segar masih tinggi

Masih terdapat daerah rawan pangan atau rawan daya beli

10. Bidang Pertanahan

Permasalahan pokok bidang pertanahan yaitu: (1) Belum optimalnya pengelolaan pertanahan. Adapun beberapa masalah dari masalah pokok tersebut antara lain: 1) Terdapat kendala dalam pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan 2) Belum semua kegiatan memiliki dokumen perencanaan pengadaan tanah yang

memadai

Tabel III.124 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Pertanahan

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Belum optimalnya pengelolaan pertanahan

Terdapat kendala dalam pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan

Belum adanya

database pertanahan yang lengkap dan akurat

Adanya

ketidakjelasan kepemilikan tanah

Belum semua kegiatan

memiliki dokumen

perencanaan pengadaan tanah yang memadai

Proses legalitas dan administrasi rumit

Lemahnya intervensi kebijakan

Sumber: Hasil Analisis, 2018 11. Bidang Lingkungan Hidup

Permasalahan pokok bidang lingkungan hidup yaitu: (1) Adanya degradasi lingkungan / penurunan kualitas lingkungan; (2) Lemahnya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan; dan (3) Belum termanfaatkannya limbah sebagai EBT secara maksimal. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut antara lain:

1) Belum optimalnya pelestarian keanekaragaman hayati 2) Adanya penurunan kuantitas dan kualitas air bersih 3) Pengolahan limbah belum optimal

4) Pengelolaan lingkungan pada industri belum optimal

5) Instalasi pengolahan limbah di rumah tangga dan industri masih rendah

6) Masih rendahnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan energi baru terbarukan

7) Belum optimalnya pemanfaatan teknologi pengolahan limbah menjadi EBT Tabel III.125 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang

Lingkungan Hidup

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Adanya degradasi lingkungan/ penurunan kualitas lingkungan Belum optimalnya pelestarian keanekaragaman hayati

Adanya alih fungsi lahan

Adanya perubahan pola tanam

Adanya penurunan kuantitas dan kualitas air bersih

Adanya kerusakan hutan dan lahan

Berkurangnya tutupan lahan 2 Lemahnya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan

Pengolahan limbah belum optimal Kurangnya sarana prasarana pengolahan limbah Masih rendahnya pengelolaan sampah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

berbasis masyarakat

Kurangnya

kesadaran masyarakat untuk mengolah limbah Pengelolaan lingkungan pada

industri belum optimalnya

Belum memadainya pengaturan industri dalam penanganan limbah

Lemahnya

penegakan hukum untuk pengendalian pencemaran Instalasi pengolahan limbah

di rumah tangga dan industri masih rendah

Adanya

keterbatasan lahan untuk menyediakan IPAL

Belum efektifnya regulasi yang mewajibkan penyediaan IPAL domestik 3 Belum

termanfaatkannya limbah sebagai EBT secara maksimal

Masih rendahnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan energi baru terbarukan

Belum optimalnya sosialisasi pemanfaatan limbah sebagai EBT

Kurangnya

kemampuan dan

pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pengolah limbah

Belum optimalnya

pemanfaatan teknologi pengolahan limbah menjadi EBT

Terbatasnya

ketersediaan teknologi pengolahan limbah

Sumber: Hasil Analisis, 2018

12. Bidang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Permasalahan pokok bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yaitu: (1) Rendahnya kesadaran untuk tertib administrasi; dan (2) Belum optimalnya pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut adalah:

1) Masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tertib administrasi

2) Masih sulitnya akses bagi masyarakat di wilayah terpencil

Tabel III.126 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Rendahnya kesadaran untuk tertib administrasi

Masih rendahnya

pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tertib administrasi

Belum optimalnya sosialisasi mengenai manfaat tertib administrasi 2 Belum optimalnya

pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil

Masih sulitnya akses bagi masyarakat di wilayah terpencil

Belum adanya UPT yang menjangkau seluruh wilayah Belum optimalnya penggunaan admindukcapil digital / online Kurangnya SDM admin

13. Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Permasalahan pokok bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yaitu: (1) Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan perdesaan; (2) Belum optimalnya kemandirian desa. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut adalah:

1) Rendahnya keterterikan masyarakat terhadap konsep pengembangan desa, lebih tertarik pada teknis

2) Rendahnya kualitas perencanaan pada tingkat desa

Tabel III.127 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Rendahnya partisipasi

masyarakat dalam pembangunan perdesaan

Lebih tertarik pada teknis dibanding konsep

Kurangnya informasi

2 Belum optimalnya kemandirian desa

Rendahnya kualitas

perencanaan pada tingkat desa

Rendahnya

komitmen pemerintah desa dalam peningkatan sumber daya aparatur desa

Sumber: Hasil Analisis, 2018

14. Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Permasalahan pokok bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana yaitu: (1) Pengendalian penduduk belum optimal. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut adalah:

1) Masih tingginya angka [eserta KB yang DO (8,05%) 2) Tingginya pernikahan anak (>20 tahun)

Tabel III.128 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Pengendalian penduduk belum optimal (LPP Kab. Bandung > LPP Prov Jawa Barat dan Indonesia)

Masih tingginya angka peserta KB yang DO (8,05%) –

seharusnya di bawah 5%

Keberlangsungan pemakaian alat kontrasepsi belum terus menerus Adanya preferensi masyarakat untuk menggunakan jenis KB tertentu Masih rendahnya pemahaman masyarakat akan kontrasepsi

Tingginya sebaran pernikahan anak (<20 tahun)

Kurangnya

pengetahuan masyarakat tentang usia nikah ideal Adanya dorongan

kebutuhan ekonomi Sumber: Hasil Analisis, 2018

Permasalahan pokok bidang perhubungan yaitu: (1) Tingkat pelayanan jalan cukup rendah (LoS); (2) Rendahnya penggunaan kendaraan umum; dan (3) Belum optimalnya sarpras lalu lintas dan kendaraan bermotor. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut adalah:

1) Luas jalan dari tahun 2013 tidak bertambah dengan road density 5,4%

2) Adanya peningkatan jumlah perjalanan dengan trip rate >3

3) Terdapat beberapa ruas jalan yang memiliki VCR > 0,6

4) Indeks aksesibilitas rendah

5) Adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor

6) Rendahnya kualitas layanan angkutan umum

7) Kurangnya ketersediaan unit pelayanan pengujian kendaraan bermotor

8) Belum memadainya ketersediaan ruang operasional terminal (kapasitasnya baru 53%)

Tabel III.129 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Perhubungan

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Tingkat pelayanan jalan cukup rendah (LoS)

Luas jalan dari tahun 2013 tidak bertambah dengan road density 5,4%

Adanya peningkatan jumlah perjalanan dengan trip rate >3

Adanya perubahan guna lahan yang berdampak pada bangkitan dan tarikan lalu lintas

Terdapat beberapa ruas jalan yang memiliki VCR > 0,6

Pembangunan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang ada di jalan

Adanya kemudahan

dalam mendapatkan kendaraan pribadi

Indeks aksesibilitas rendah Luas jalan kecil, volume lalu lintas tinggi

2 Rendahnya penggunaan kendaraan umum

Adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor

Adanya kemudahan

dalam mendapatkan kendaraan pribadi

Rendahnya kualitas layanan angkutan umum

Jumlah kendaraan umum terbatas yang berdampak pada peningkatan waktu tunggu

Rute kendaraan umum tidak menjangkau semua daerah

3 Belum optimalnya sarpras lalu lintas dan kendaraan bermotor

Kurangnya ketersediaan unit pelayanan pengujian kendaraan bermotor

Adanya keterbatasan lahan dan kendala dalam pembebasan lahan

Belum memadainya

ketersediaan ruang

operasional terminal (kapasitasnya baru 53%)

Sumber: Hasil Analisis, 2018 16. Bidang Komunikasi dan Informatika

Permasalahan pokok bidang komunikasi dan informatika yaitu: (1) Belum optimalnya peran TIK dalam mendukung pelayanan publik; (2) Belum memadainya infrastruktur telekomunikasi. Adapun masalah dari masalah pokok tersebut adalah:

1) Belum optimalnya pengelolaan integrasi data statistik dalam rangka satu data

2) Belum memadainya integrasi aplikasi penunjang pelayanan pemerintah

Tabel III.130 Masalah Pokok, Masalah, dan Akar Masalah Bidang Komunikasi dan Informatika

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Belum optimalnya peran TIK dalam mendukung pelayanan publik

Belum optimalnya

pengelolaan integrasi data statistik dalam rangka satu data

Kurang siapnya data yang akan disampaikan Adanya kendala/

hambatan dalam

melakukan pembagian data (sharing data)

Belum memadainya integrasi