• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

E. Permasalahan Utama yang Dihadapi

Permasalahan utama Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah yang harus diselesaikan dalam rangka memberikan pelayanan di bidang perdagangan koperasi usaha kecil dan menengah secara singkat dapat di rinci sebagai berikut :

a. Keterbatasan sumberdaya manusia di bidang Pendayagunaan Aparatur dan Kepegawaian, Ketatalaksanaan dan Kelembagaan penyelenggaraan urusan pemerintah dimana sebagian SDM, kualitasnya belum sesuai dengan yang dibutuhkan.

b. Penyediaan data dan informasi UKM dan sebagai bahan perencanaan kurang memadai selain itu keterampilan SDM UMKM yang masih terbatas, manajemen usaha yang masih sederhana, keterbatasan modal, ketersediaan bahan baku dan akses pemasaran produk yang masih tradisional.

c. Masih banyak pengurus koperasi yang tidak mengetahui tugas dan tanggung jawabnya, semua dipercayakan kepada pengelola,

d. Kurangnya Sumber Daya Manusia pada Seksi Koperasi di Disdagkop UKM.

e. Masih banyak UMKM yang belum memiliki sertifikat PIRT, Halal dan Hak Merk.

f. Terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan semua tetapi terjadi silpa anggaran dikarenakan sebuah aturan karena adanya PPKM pembatasan tatap muka yaitu kegiatan ;

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 1. Penyediaan Administrasi Pelaksanaan Tugas ASN,

2. Kegiatan telah dilaksanakan namun terkendala PPKM dan Pembatasan Peserta Pertemuan Tatap Muka Sehingga mengurangi jumlah peserta yang difasilitasi

3. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD

4. Pengawasan Kekuatan,Kesehatan,Kemandirian Ketangguhan serta Akuntabilitas Koperasi Kewenangan Kabupaten Kota

5. Pemberdayaan Pengelola Sarana Distribusi Perdagangan

6. Koordinasi dan Sinkronisasi Peningkatan Aksesibilitas Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting di Tingkat Agen dan Pasar Rakyat.

Itu semua akibat dampak dari pandemi Covid-19.

g. Adanya ketidakstabilan harga kebutuhan pokok dan kebutuhan penting lainnya.

h. Implementasi regulasi dan aturan tentang perdagangan pada pelaku usaha belum optimal.

i. Masih adanya sebagian aset pasar yang tidak sesuai dengan penggunaannya

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah telah menyusun Rencana Strategis yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun, dengan memperhitungkan potensi, peluang ataupun hambatan dan kendala yang mungkin timbul. Rencana Strategis Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten yang meliputi Visi, Misi, Tujuan serta cara pencapaian Tujuan dan Sasaran tersebut kami uraikan dalam bab ini, yang selanjutnya sasaran yang ingin dicapai dalam tahun 2021 akan dijelaskan dalam Rencana Kerja Tahunan 2021.

A. PERENCANAAN KINERJA

1. PERNYATAAN VISI.

Visi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten menggunakan visi Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai berikut :

”Mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing ”.

Sebagaimana amanat Peraturan perundangan yang berlaku, maka visi Kabupaten merupakan visi yang harus diikuti oleh semua perangkat daerah di bawahnya.

2. PERNYATAAN MISI.

Terwujudnya Visi yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya merupakan tantangan dan acuan yang harus dihadapi dan dipegang oleh segenap aparat yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Klaten pada umumnya dan di Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah pada khususnya.

Kemudian untuk mencapai Visi tersebut, telah ditetapkan Misi yang merupakan kumpulan pernyataan yang harus dilaksanakan guna mewujudkan eksistensi Visi.

Untuk mencapai Visi, Misi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten juga mengacu pada misi Pemerintah Kabupaten Klaten yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Klaten, yaitu Meningkatkan dan

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 mengembangkan ekonomi daerah yang lebih produktif, kreatif, inovatif dan berdaya saing berlandaskan ekonomi kerakyatan yang berbasis potensi lokal.

Misi tersebut disusun dengan pertimbangan adanya kebutuhan masyarakat akan adanya akuntabilitas penyelenggara pemerintahan, terciptanya kinerja perekonomian daerah yang konsisten serta penyelenggaraan pemerintahan umum yang baik.

3. TUJUAN

Untuk mewujudkan visi dan misi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten, tujuan yang hendak dicapai adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat, yang kemudian dijabarkan sebagai berikut :

a. Penataan kelembagaan perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah untuk menjadi lembaga yang profesional

b. Memfasilitasi dukungan perkuatan keuangan dan pembiayaan c. Peningkatan kualitas kepengurusan dan keanggotaan koperasi

d. Pelatihan SDM pelaku usaha maupun pembinaan usaha perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah dalam meningkatkan kualitas produk

e. Perluasan jaringan pasar untuk produk unggulan Klaten melalui pameran, promosi, dan penggunaan jaringan internet

f. Pengembangan kawasan perdagangan dengan penataan yang berwawasan lingkungan

g. Penyediaan barang dan jasa, data dan informasi usaha perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah kepada masyarakat dan konsumen dengan berbasis perlindungan konsumen

h. Melakukan pengawasan terhadap keberadaan pasar modern dengan tetap melestarikan pasar tradisional

4. SASARAN

Sasaran adalah penjabaran dari tujuan yang merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh organisasi dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulan atau bulanan. Proses pencapaian hasil sasaran sangat tergantung dari keberhasilan implementasi kegiatan/program.

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Sasaran yang akan dicapai Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah adalah peningkatan produktifitas, nilai tambah dan daya saing pada urusan perdagangan, koperasi dan UKM.

5. STRATEGI

Strategi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dalam mewujudkan visi misi Bupati Klaten adalah peningkatan kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah berbasis perdagangan, koperasi dan UKM. Yaitu dengan :

1. Meningkatkan pengembangan kinerja koperasi dan UMKM.

2. Meningkatkan kualitas pelayanan bidang perdagangan

6. ARAH KEBIJAKAN

Arah kebijakan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dalam mewujudkan visi misi Bupati Klaten pada tahun 2021 adalah :

a. Pengembangan akses pemasaran produk koperasi dan UMKM. b. Penguatan akses permodalan koperasi dan UMKM .

c. Peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan koperasi dan UMKM.

d. Peningkatan iklim usaha.

e. Pengawasan koperasi.

f. Sarana distribusi perdagangan.

g. Stabilitasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting.

h. Pengembangan ekspor.

i. Standarisasi dan perlindungan konsumen.

B. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.

Tujuan disusunnya Perjanjian Kinerja adalah :

1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Aparatur.

2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur.

3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi.

4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/ kemajuan kinerja penerima amanah.

5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi usaha kecil dan menengah pada Tahun 2021 telah melakukan Perjanjian Kinerja dengan Bupati Klaten untuk mewujudkan target kinerja sebagai berikut :

Tabel 2.1

Target Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1 Meningkatnya nilai tambah, produktivitas, daya saing pada Urusan Perdagangan, Koperasi dan UKM

Kontribusi sektor perdagangan

terhadap PDRB 16,

Persentase UMKM yang memiliki daya saing

15

No Program Prioritas Pembangunan Indikator Kinerja Target

1 Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah

Kabupaten/Kota a. Persentase Pemenuhan Pelayanan

Administrasi Perkantoran

b. Persentase Pelaksanaan Pelayanan Administrasi Perkantoran

c. Persentase Pelaksanaan Pelayanan Administrasi Perkantoran

100

100 96 2 Pengawasan dan Pemeriksaaan Koperasi a. Prosentasi Koperasi Aktif

b. Presentasi Pertumbuhan Koperasi

70 0,45 3 Pelatihan dan Latihan Perkoperasian Prosentase manager koperasi

bersertifikasi 16

4 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Usaha

Mikro ( UMKM ) Persentase UMKM yang memiliki

sertifikasi produk SPI-PIRT dan HALAL

0,64

5 Pengembangan UMKM Prosentase Pertumbuhan UMKM 0,50

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 6 Peningkatan Sarana Distribusi

Perdagangan a. Prosentase Pasar Pemda yang

direvitalisasi

b. Persentase PKL dan asongan yang terbina

c. Rasio jumlah pasar terhadap total jumlah pedagang

4.08 73,16

0.72 7 Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok dan

Barang Penting Prosentase Pendapatan pasar terhadap

PAD 1.58

8 Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Prosentase cakupan pelayanan UTTP

Metrologi 75

9 Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri

Prosentase pelaksanaan promosi produk dalam negeri

70

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2021

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PP 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan tata cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, setiap instansi pemerintah wajib menyusun Laporan Kinerja yang melaporkan progres kinerja atas mandat dan sumber daya yang digunakannya .

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk mempertanggungjawabkan dari seseorang, Badan Hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas.

Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk penelitian keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai, yang telah ditetapkan dalam visi dan misi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Pengukuran dimaksud itu merupakan suatu hasil penelitian yang sistematis dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan berupa masukan, keluaran, hasil dan manfaat serta dampak. Di samping sebagai upaya pengembangan strategi organisasi ke depan, pengukuran kinerja secara teknis wajib dilihat sebagai suatu sistem lacak performasi masing - masing bidang dan sekretariat pada Satuan Kerja Perangkat Daerah/SKPD Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten yang merupakan entry point untuk pengendalian fungsi-fungsi manajerial secara menyeluruh.

Dalam akuntabilitas kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten akan diulas mengenai pengukuran kinerja secara kuantitatif dan kualitatif tingkat capaian kinerja mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan tahap penyelesaian kegiatan.

Dalam tahap penetapan indikator kinerja didasarkan pada jenis/kelompok menurut masukan (input), keluaran (output), hasil (outcomes), manfaat (benefit)

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 dan dampak (impact). Indikator input dan output dinilai sebelum kegiatan selesai atau

saat kegiatan sedang berlangsung. Indikator outcomes, benefit, impact dinilai setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

Dari pengukuran-pengukuran kinerja diharapkan dapat diperoleh informasi, antara lain:

a. Kejelasan tentang apa, berapa dan kapan kegiatan dilaksanakan b. Terciptanya konsensus untuk menghindarkan kesalahan interpretasi c. Merupakan alat untuk pengukuran analisis dan evaluasi kinerja.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perdagangan, koperasi dan UMKM berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

Pada sub bab ini akan diulas tingkat capaian performasi organisasi berdasarkan sasaran strategis yang telah ditargetkan pada tahun 2021 sekaligus tingkat capaian performasi organisasi secara menyeluruh.

Capaian kinerja membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Indikator kinerja sebagai tolok ukur keberhasilan dari tujuan dan sasaran strategis Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten disajikan pada tabel 3.1 berikut : 19,98

Tabel 3.1

Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja

Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian %

%

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Tabel 3.2

Indikator Kinerja Program Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM No Program

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021

Indikator prosentase pelaksanaan pelayanan administrasi perkantoran, persentase sarana dan prasarana kondisi baik, prosentase capaian aparatur yang kompeten, prosentase OPD yang menyusun LKJIP secara benar, dan peningkatan kualitas perencanaan merupakan indikator kinerja penunjang perencanaan dan keuangan dan indikator fungsi lainnya. Meskipun bersifat menunjang, namun indikator-indikator kinerja ini mendukung keberhasilan pencapaian kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten.

1. Persentase koperasi aktif

Persentase koperasi aktif pada tahun 2020 tercatat sebanyak 893 koperasi, koperasi yang tidak aktif sebanyak 176 koperasi (atau 19,71%), dan yang aktif sebanyak 717 koperasi (atau 80,29 %). Sedangkan pada tahun 2021 jumlah koperasi sebanyak 898, koperasi aktif 494 (55,01%) dan tidak aktif 404 koperasi (44,99%).. Sejak tahun 2017 Disdagkop UKM telah melakukan penghapusan bagi koperasi yang tidak aktif dan mendorong munculnya koperasi baru sehingga semakin meningkatkan koperasi aktif.

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 2. Prosentase pertumbuhan koperasi

Pertumbuhan koperasi di Kabupaten Klaten pada tahun 2020 mengalami kenaikan hingga melebihi target. Prosentase pertumbuhannya 0,34 dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2017 yang turun hingga (0,59) dan dari 893 koperasi menjadi 898 koperasi di tahun 2021 ini. Pada tahun 2021 berdiri 13 koperasi baru, dan 8 koperasi naik peringkat menjadi binaan Propinsi . jadi indikator kinerja prosentase pertumbuhan koperasi adalah 0,56% .

3. Persentase manajer koperasi yang bersertifikasi

Indikator kinerja persentase manajer koperasi yang bersertifikasi dihitung dari jumlah manajer koperasi yang telah memiliki sertifikat dibandingkan dengan jumlah koperasi. Pada tahun 2020 terdapat sebanyak 73 manajer yang memiliki sertifikat, dengan jumlah 893 koperasi maka indikator kinerja ini adalah 8,17%. Sedangkan tahun 2021 manajer koperasi yang bersertifikat bertambah ada 25 orang jadi berjumlah 98 orang dengan jumlah koperasi 898 koperasi dan Koperasi yang aktif sejumlah 494 koperasi indikator kinerja persentase manajer koperasi yang bersertifikasi adalah 19,84 % .

4. Persentase pertumbuhan UMKM

Jumlah UMKM Kabupaten Klaten pada tahun 2021 adalah 55.155, atau bertambah 55 UMKM dibandingkan tahun 2020 yang berjumlah 55.100.

Realisasi kinerja tercapai 0,100% dari target persentase pertumbuhan yang ditetapkan sebesar 0,12%.

Pada tahun 2020 UMKM yang difasilitasi sertifikasi produk PIRT dan halal adalah 346 UMKM. Dengan total UMKM sebanyak 55.100 maka realisasinya adalah 0,62% (tercapai 72,74%). Sedangkan pada tahun 2021 fasilitasi sebanyak 30 UMKM yang memiliki sertifikasi produk PIRT dan halal, sehingga akumulasi jumlahnya adalah 376 UMKM.

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Di tahun 2021 usaha mikro yang difasilitasi standarisasi dan sertifikasi produk ( SP-PIRT dan Halal ) secara komulaif sebanyak 1.424 . Dari 50.125 pelaku usaha mikro di wilayah Kabupaten Klaten dan yang belum difasilitasi standarisasi dan fasilitasi produk sebanyak 48.701 pelaku usaha mikro.

Sehingga prosentase usaha mikro yang diberikan fasilitasi sebesar 2,92 %.

5. Persentase pasar PEMDA yang direvitalisasi

Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah pada tahun 2020 ini untuk pasar PEMDA tidak ada yang direvitalisasi dikarenakan Recofusing anggaran kegiatan, dampak dari pandemi COVID-19, oleh karena itu pasar PEMDA pada tahun 2020 ini hanya dilakukan Pemeliharaan/Rehabilitasi bangunan pasar saja. Sedangkan pada tahun 2021 ini ada target 2 Pasar PEMDA tetapi baru terelalisasi revitalisasi 1 Pasar buah Sungkur atau hanya terealisasi 1,96 % dari target 4,08 % sehingga capain kinerjanya 48,06 %.

6. Persentase PKL dan asongan yang terbina

Prosentase PKL dan Asongan yang terbina tidak tercapai sesuai dengan target dari target 73,16% dan hanya terealisasi 4,95%. Capaian kinerja tidak optimal dikarenakan adanya refocussing anggaran sehingga kegiatan pembinaan PKL dan asongan tidak maksimal.

7. Rasio jumlah pasar terhadap total jumlah pedagang

Rasio jumlah pasar terhadap total jumlah pedagang pada tahun 2021 adalah 0,62% dari jumlah Pasar Pemda 51 Pasar dan jumlah pedagang pasar 8.186 orang ada kenaikan , dibandingkan dengan tahun 2020 dengan capaian 0,53% dengan total pasar PEMDA 51 dan 1 Pasar Desa yang belum diserahkan kepada Desa.

8. Persentase pendapatan pasar terhadap PAD

Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2021 sebesar Rp 6.240.490.243,- atau terrealisasi tercapai 127,57% dari target Rp 4.892.000.000,- atau 1,98 %

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 dari PAD Kabupaten Klaten , Pada tahun 2020 sebesar Rp. 4.616.866.333,- atau sebesar 1,40% atau tercapai 88,61 %.

9. Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB

Kontribusi sektor perdagangan diperkirakan pada tahun 2021 mempunyai kinerja positif diukur dari nilai meningkatnya nilai investasi PMDN sebanyak Rp.1.377.467.139.785 dan investasi PMA sebanyak Rp.277.129.545.937. Sisi lain, dengan direhabilitasi/pemeliharaan bangunan pasar akan mendorong kinerja perdagangan. Namun jika dilihat dari ekspor bersih perdagangan terjadi penurunan yang signifikan di tahun 2020 ke 2021.

sedangkan tahun 2021 terrealisasi sebesar US$ 61.741.140,56 . 10. Persentase UMKM yang memiliki daya saing

Persentase UMKM yang memiliki keunggulan kompetitif merupakan indikator kinerja sasaran Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten. Capaian tahun 2021 sebesar 12% atau 80%

dari target 15%. Bila dibandingkan dengan target akhir renstra baru tercapai 80%. Indikator kinerja persentase UMKM yang memiliki daya saing didukung oleh indikator kinerja program

11. Persentase cakupan pelayanan UTTP

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal memberikan mandat kepada Pemerintah untuk melindungi kepentingan umum melalui jaminan kebenaran hasil pengukuran terhadap alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP).

Terkait dengan kewajiban Pemerintah Tersebut, diharapkan penyelenggaraan pelayanan Kemetrologian berorientasi pada terwujudnya tertib ukur di segala bidang, perlindungan konsumen dan produsen serta peningkatan daya saing nasional.demiterwujudnya tertib ukur melalui system metrology legal yang efektif,efisien,adil dan trasparan.

Dengan dasar Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 24 Tahun 2017 tentang Pelayanan Tera/Tera Ulang, Peraturan Daerah Kabupaten

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Klaten Nomor 3 tahun 2020 tentang Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, serta SKKPTTU (Surat Keterangan Kemampuan Pelayanan Tera/Tera Ulang) Nomor 176/PKTN 4/KKPTTU/12/2019 dari Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Republik Indonesia maka pada Tahun 2021 Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Klaten sudah melakukan pelayanan Tera/Tera Ulang secara mandiri kepada UTTP di Kabupaten Klaten sesuai dengan ruang lingkupnya.

Dengan dukungan peralatan dan standar ukuran kemetrologian yang di miliki dan 4 ahli penera maka Unit Metrologi Legal Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Klaten pada tahun 2021 telah melakukan pelayanan Tera/Tera Ulang sebanyak kurang lebih 3500 berbagai jenis unit ukur takar,timbang dan perlengkapannya (UTTP ) dari 2.625 obyek. dengan nilai retribusi sebesar Rp. 106.873.500.

12. Prosentase pelaksanaan promosi produk dalam negeri

Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten untuk prosentase promosi produk UKM realisasi kinerjanya 2,78% dari 11 klaster produk UKM dengan jumlah produk UKM yang mengikuti Pameran pada tahun 2020 adalah 1500 produk UKM, semua klaster produk UKM di Kabupaten Klaten difasilitasi dalam pameran. Namun di tahun 2021 ini Prosentase pelaksanaan promosi produk dalam negeri tidak tercapai sesuai sesuai dengan target 70% dan hanya tercapai 17,5% sehingga capaian kinerjanya hanya 25% dikarenakan di tahun 2021 banyak event pameran yang dibatalkan karena adanya pemberlakuan PPKM serta dukungan anggaran yang terkena refocusing untuk penanganan pandemi covid 19 dan hanya bisa mengikuti 1 kali pameran di Yogyakarta . Adanya Pandemi COVID-19 menyebabkan fasilitasi UMKM dalam event pameran di luar daerah menjadi terhambat, selain itu penyelenggaraan Pameran Ekonomi Kreatif di dalam daerah untuk mengenalkan produk Kabupaten Klaten, baik kepada masyarakat Kabupaten Klaten maupun masyarakat di luar Kabupaten Klaten juga tidak dapat dilaksanakan.

- .

1. Analisis Kinerja dan Alternatif Solusi

a. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB

Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Permasalahan :

Beberapa permasalahan dalam Perdagangan diantaranya belum optimalnya pelaku usaha eksportir/importir dalam memberikan laporan terkait realisasi eksport/import, masih ada pelaku usaha / pedagang pemilik alat ukur takar timbang dan perlengkapannya yang tidak mentera ulang. Tuntutan masyarakat terhadap mutu barang yang beredar, tuntutan adanya persaingan yang semakin tajam, dan belum optimalnya perlindungan konsumen.

Solusi :

Solusi untuk memperlancar distribusi pengiriman barang untuk segera sampai ke pelabuhan melalui jalur alternatif yang ada sehingga bisa memperlancar pengiriman barang untuk sampai kepada user (pengguna). Serta meningkatkan mutu produk makanan dan minuman dengan melakukan pengawasan internal maupun eksternal sehingga makanan dan minuman yang dirpoduksi betul-betul memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu meningkatkan pengawasan di bidang metrologi khususnya terhadap alat UTTP (Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya) dengan harapan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha untuk menggunakan alat ukur yang benar dan sah secara legal, dan juga melakukan pengawasan serta mengendalikan masuknya produk-produk impor yang akan berdampak pada meningkatnya produk-produk dalam negeri yang diimbangi dengan peningkatan mutu, harga bersaing di pasaran.

b. Prosentase UMKM yang memiliki daya saing

Permasalahan yang terkait dengan UMKM diantaranya adalah penyediaan data dan informasi UKM dan sebagai bahan perencanaan kurang memadai dan keterampilan SDM UMKM yang masih terbatas, manajemen usaha yang masih sederhana, keterbatasan modal, ketersediaan bahan baku dan pelatihan tentang pemasaran yang masih terbatas.

Solusi :

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan langkah yaitu mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha bagi UMKM dan database data UMKM secara digital yang lebih komperhensif, melaksanakan pelatihan/bimbingan teknis dan

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan langkah yaitu mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha bagi UMKM dan database data UMKM secara digital yang lebih komperhensif, melaksanakan pelatihan/bimbingan teknis dan

Dokumen terkait