• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMU S YAW ARATAN Pasal

Dalam dokumen BUKU PANDUAN FK 5 Tv (Halaman 57-62)

BAB VII RAN GKAP J ABATAN

PERMU S YAW ARATAN Pasal

MUSYAWARAH NASIONAL

1. Forum perm usyawaratan tertin ggi organisasi di tingkat nasional adalah Musyawarah Nasional.

2. Musyawarah Nasional diadakan sekurang-kurangnya 4

(em pat) tahun sekali oleh Pen gurus Pusat dan dihadiri oleh Pen gurus Pusat, Pen gurus Wilayah, Pen gurus Caban g dan un dan gan serta in stan si tekn is terkait dan m asyarakat. 3. Untuk kelancaran penyelenggaraan Musyawarah Nasional,

Pen gurus Pusat m em ben tuk pan itia yan g bertanggun gjawab kepada Pengurus Pusat.

Pasal 27

TUJ UAN MUSYAWARAH NASIONAL

Musyawarah Nasional adalah forum perm usyawaratan tertinggi organ isasi yan g diselen ggarakan un tuk tujuan :

a. Mem bahas dan m en etapkan perubahan An ggaran Dasar dan Anggaran Rum ah Tangga.

b. Mem bahas dan m en etapkan Ren can a Strategis serta Garis-Garis Besar Program dan Pengem bangan Relawan TIK Indonesia .

c. Mem bahas dan m en etapkan Pedom an Khusus

Organisasi.

d. Mem bahas dan m en etapkan kebijakan-kebijakan

Relawan TIK In don esia secara n asion al.

e. Men ilai laporan pertan ggun gjawaban Pen gurus Nasion al. f. Mem ilih dan m en etapkan Ketua Um um Pen gurus Pusat

dan Tim Form atur.

Pasal 28

1. Dalam hal khusus yan g bersifat istim ewa atau luar biasa, oleh Pen gurus Pusat dapat diselen ggarakan Musyawarah Nasion al Luar Biasa

2. Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan dan dinilai sah jika didukun g dan dihadiri oleh 2/ 3 (dua pertiga) jum lah Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang yang sah.

3. H al yan g dapat dijadikan alasan pen yelen ggaraan

Musyawarah Nasional Luar Biasa adalah kondisi organisasi m en galam i stagn asi, situasi krisis, kem acetan organ isasi atau dead-lock akibat tidak bekerjan ya Pen gurus Nasional.

4. Tujuan m usyawarah luar biasa un tuk m enyelesaikan

m asalah-m asalah organ isasi yan g m en desak dan pen ting serta un tuk m en yelen ggarakan Pem ilihan Pen gurus Nasion al secara darurat akibat kem acetan organisasi.

5. Pen gurus Nasion al hasil Musyawarah Nasion al Luar Biasa dianggap sah apabila disetujui hasilnya oleh sekurang- kurangnya separuh ditam bah satu dari jum lah Pengurus Pusat dan Pen gurus Wilayah serta Pen gurus Cabang peserta Rapat.

Pasal 28

RAPAT-RAPAT NASIONAL

1. Rapat Kerja Nasion al, Pertem uan Nasion al (PENNAS) dan Forum Koordin asi, Kom un ikasi, kolaborasi dan Kerjasam a Kom unitas TIK (FK5T) Nasion al, m erupakan forum perm usyawaratan untuk m em bahas m asalah-m asalah teknis organ isasi yan g bersifat khusus berskala n asion al atau un tuk akselerasi program lintas sektoral terkait, serta hal-hal yan g terkait agenda pem bangunan TIK regional atau global. 2. Rapat Kerja Nasion al diadakan oleh Pengurus Nasional, dan

dihadiri oleh Pen gurus Pusatserta Pen gurus Propin si, un tuk akselerasi program dan kegiatan Relawan TIK In don esia. 3. Pertem uan Nasional (PENNAS), selain diikuti oleh Pen gurus

Relawan , dapat m en ghadirkan kalan gan kam pus, in dustri TIK dan m asyarakat in tern asion al serta pem an gku kepentingan untuk tujuan prom osi dan kam panye kem ajuan pem ban gun an TIK In don esia.

4. Pen gurus Relawan TIK In don esia, dapat m en gikuti FK5T dalam posisi yan g setara dan sederajat den gan organ isasi/

lem baga relawan lain , terkecuali secara khusus telah m en dapatkan wewen an g/ delegasi untuk itu.

Pasal 29

RAPAT-RAPAT LAINNYA

1. Pengurus Pusat dalam rangka m elakukan pem binaan

kegiatan , penjabaran program dan kebijakan yang ditetapkan dalam forum nasional, dapat m enyelenggarakan rapat koordinasi regional atau wilayah secara terbatas untuk m en gim plem en tasikan dan / atau m en gkoordin asikan program yang bersifat m endesak;

2. Dalam penyelenggaraan Rapat Koordinasi Regional/

Wilayah dapat m elibatkan pem angku kepentingan, term asuk pem erintah daerah, guna m endoron g percepatan penyelesaian program ;

3. Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Kom isariatRelawan TIK Indonesia di m asing-m asing wilayah kerja, m enyelenggaraan Musyawarah, Pertem uan, Forum , Rapat, Rapat Koordinasi dan forum lain dengan berpedom an pada pola kerja dan kegiatan pem binaan kerelawan an yan g diselenggarakan ditin gkat Nasional, dan m en yesuaikan tujuan , lin gkup dan sasaran kegiatan sebatas tan ggun gjawab pem bin aan sesuai dengan kon disi diwilayah kerja m asin g-m asin g.

Pasal 30

FORUM PERMUSYAWARATAN TERTINGGI 1. Forum perm usyawaratan tertin ggi organ isasi di tin gkat:

a. propinsi adalah Musyawarah Wilayah; b.Kabupaten/ kota adalah Musyawarah Cabang;

c. In stitusi atau lem baga adalah Rapat An ggota Tahun an ;

2. Musyawarah Propinsi atau Musyawarah Cabang diadakan

a. Musyawarah Wilayah dihadiri oleh Pen gurus Wilayah dan Pen gurus Caban g.

b. Musyawarah Cabang dihadiri oleh Pengurus Cabang dan Pen gurus Kom isariat.

3. Musyawarah Wilayah diselenggarakan un tuk:

a. Men ilai laporan pertan ggun gjawaban Pen gurus Wilayah pada akhir m asa jabatan;

b. Mem ilih dan m enetapkan Ketua Pen gurus Wilayah dan Tim Ad H oc/ Form atur

c. Mem bahas dan m enetapkan pokok-pokok program kerja Pengurus Wilayah yang baru;

d. Mem bahas dan m en etapkan kebijakan-kebijakan

organ isasi di tin gkat propin si.

4. Musyawarah Cabang diselenggarakan untuk:

a. Men ilai laporan pertan ggun gjawaban Pen gurus Caban g pada akhir m asa jabatan;

b. Mem ilih dan m enetapkan Ketua Pen gurus Cabang dan Tim Ad H oc/ Form atur

c. Mem bahas dan m enetapkan pokok-pokok program kerja Pen gurus Caban g yan g baru;

d. Mem bahas dan m en etapkan kebijakan-kebijakan

organ isasi di tin gkat Kabupaten / kota.

5. Rapat An ggota Tahun an Relawan TIK ditin gkat Kom isariat dilakukan untuk:

a. Menilai laporan pertan ggun gjawaban Pen gurus

Kom isariat pada akhir m asa jabatan ;

b. Mem ilih dan m enetapkan Ketua Pengurus Kom isariat dan Tim Ad H oc/ Form atur

c. Mem bahas dan m enetapkan pokok-pokok program kerja Pen gurus Kom isariat yan g baru;

d. Mem bahas dan m en etapkan kebijakan-kebijakan

organ isasi di tin gkat In stan si/ lem baga.

Pasal 31

KUORUM MUSYAWARAH , RAPAT DAN PERTEMUAN 1. Segala jen is perm usyawaratan , rapat dan pertem uan yan g

dim aksudkan untuk m enetapkan kepen gurusan , pen yusun an program kerja dan kebijakan secara n asion al, strategis dan berkelan jutan , din yatakan sah apabila dihadiri oleh dua pertiga dari jum lah Pengurus Propin si, Pen gurus Caban g,

Pen gurus Kom isariat atau an ggota yan g sah sesuai den gan tin gkat organisasi;

2. Segala keputusan yan g diam bil dalam setiap

perm usyawaratan, rapat dan pertem uan diupayakan dengan cara m usyawarah untuk m ufakat;

3. J ika ketentuan pada ayat (2) tidak dapat terpen uhi, m aka keputusan diam bil dengan suara terban yak, berdasarkan azas satu peserta satu suara;

BAB X RAP AT-RAP AT

Pasal 32

1. Rapat-rapat Relawan TIK Indonesia terdiri dari: a. Rapat H arian;

b. Rapat Plen o; c. Rapat Pengurus; d. Rapat Koordin asi; e. Rapat Pan itia.

2. Ketentuan selan jutn ya m en gen ai rapat-rapat diatur dalam Peraturan Organisasi.

Pasal 33

1. Pengam bilan keputusan dalam rapat-rapat dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kuran gn ya 2/ 3 dari jum lah peserta pada tingkat kepengurusan yang bersan gkutan .

2. Apabila tidak m em en uhi keten tuan ayat (1) di atas, m aka rapat dapat ditun da sam pai selam bat-lam batn ya 3 (tiga) bulan .

3. Untuk m encapai kuorum apabila rapat yang telah

m en galam i pen un daan , dilakukan dengan jum lah peserta m in im al 2/ 3 peserta, serta disetujui oleh separoh ditam bah satu dari peserta sah yang hadir.

4. Apabila keten tuan tersebut ayat (3) tidak hadir, m aka Pen gurus Setem apt berkewajiban untuk m en yam paikan laporan atas kondisi tersebut pada kesem patan pertam a kepada pen gurus setin gkat diatasn ya.

5. Secara berjenjang, penyelesaian m asalah yang ditim bulkan oleh kon disi khusus diatasi oleh Pen gurus Relawan setin gkat diatasn ya, hin gga kepada Pen gurus Nasion al.

BAB XI

Dalam dokumen BUKU PANDUAN FK 5 Tv (Halaman 57-62)

Dokumen terkait