• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pernyataan keberhasilan tiap sasaran strategis adalah sebagai berikut :

SASARAN STRATEGIS 11

2. Pernyataan keberhasilan tiap sasaran strategis adalah sebagai berikut :

1) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil mewujudkan Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di lingkup BBPOM di Surabaya dengan NPS sebesar 110,06% dengan kriteria SANGAT BAIK;

2) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan mutu Obat dan Makanan di wilayah kerja BBPOM di Surabaya dengan NPS sebesar 100,32% dengan kriteria BAIK;

3) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil meningkatkan kepuasan pelaku usaha dan masyarakat terhadap kinerja pengawasan Obat dan Makanan di wilayah kerja BBPOM di Surabaya dengan NPS sebesar 102,49% dengan kriteria BAIK;

4) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil meningkatkan efektivitas pemeriksaan sarana Obat dan Makanan serta pelayanan publik di lingkup BBPOM di Surabaya dengan NPS sebesar 102,77% dengan kriteria BAIK;

5) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil meningkatkan efektivitas komunikasi, informasi, edukasi Obat dan Makanan di lingkup BBPOM di Surabaya dengan NPS sebesar 101,28% dengan kriteria BAIK;

6) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil meningkatkan efektivitas pemeriksaan produk dan pengujian Obat dan Makanan di lingkup BBPOM di Surabaya dengan NPS sebesar 119,08% dengan kriteria SANGAT BAIK;

7) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil meningkatkan efektivitas penindakan tindak pidana Obat dan Makanan di lingkup BBPOM di Surabaya dengan NPS sebesar 109,05% dengan kriteria BAIK;

8) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil mewujudkan tata kelola pemerintahan BBPOM di Surabaya yang optimal dengan NPS sebesar 94,61% dengan kriteria BAIK;

9) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil mewujudkan SDM BBPOM di Surabaya yang berkinerja optimal dengan NPS sebesar 113,45% dengan kriteria SANGAT BAIK;

10) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil menguatkan laboratorium, pengelolaan data dan informasi pengawasan Obat dan Makanan dengan NPS sebesar 107,57% dengan kriteria BAIK; 11) Pada tahun 2020 BBPOM di Surabaya berhasil mengelola keuangan BBPOM di Surabaya secara

akuntabel dengan NPS sebesar 107,68% dengan kriteria BAIK.

3. Dari 16 kegiatan utama yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran, semua kegiatan efisien. Tingkat efisiensi (TE) berkisar antara 0 hingga 0,54 (Kegiatan KIE Obat dan Makanan aman). 4. Dari 11 sasaran strategis, hanya 1 sasaran strategis yang pembiayaannya tidak efisien yaitu sasaran

ke delapan (Terwujudnya tata kelola pemerintahan BBPOM di Surabaya yang optimal).

4.2. Saran

1. Perlu dilakukan reviu indikator Renstra pada 4 indikator dengan capaian diatas 120% atau tidak dapat disimpulkan, yaitu indikator ke-4 persentase makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan (140,15%), indikator ke-15 persentase UMKM binaan yang memenuhi ketentuan CPPOB (204,08%), indikator ke-20 Persentase sampel makanan yang diperiksa dan diuji sesuai standar (121,65%), dan indikator-26 Indeks pengelolaan data dan informasi UPT yang optimal (167,22%).

2. Perlu direncanakan upaya dan langkah-langkah nyata di tahun 2021 dengan memanfaatkan hasil evaluasi tahun 2020 untuk mencapai target 5 indikator yang belum tercapai di tahun 2020 antara lain :

 Untuk indikator ke-10 persentase keputusan/rekomendasi hasil inspeksi yang ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan (99,42%) yang belum mencapai target, perlu dilakukan :

a. peningkatan sosialisasi ke pelaku usaha serta melakukan monitoring terhadap feedback yang diberikan pelaku usaha atas hasil pemeriksaan sarana oleh petugas Balai Besar POM di Surabaya

b. peningkatkan penggunaan aplikasi smart POM untuk meneruskan hasil tindak lanjut atas pemeriksaan sarana oleh petugas Balai Besar POM di Surabaya ke Dinas Kesehatan

Kota/Kabupaten serta melakukan evaluasi dan monitoring feedback dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.

 Untuk indikator ke-13 Persentase sarana distribusi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan (88,06%) yang belum mencapai target, perlu dilakukan :

a. meningkatkan sanksi yg diberiksa sesuai Pedoman Tindak Lanjut kepada sarana yang tidak melakukan perbaikan terhadap temuan di tahun sebelumnya.

b. berkolaborasi dengan bidang penindakan dan kepolisian untuk sarana yang tidak melakukan perbaikan dan masih menjual produk obat dan makanan TIE/berbahaya, untuk dilanjutkan ke tahap projustisia..

 Untuk indikator ke-14 indeks pelayanan publik (95,36%) yang belum mencapai target, perlu dilakukan :

a. Menyusun dan mereview Standar Pelayanan Publik BBPOM Surabaya dengan melibatkan stake holder terkait misalnya OPD Pemerintah Daerah, asosiasi pelaku usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dll

b. Melakukan survey pelayanan publik sebagai masukan peningkatan kualitas layanan publik dan menentukan reward untuk SDM. Survey dilakukan setiap bulan dan hasilnya akan digunakan untuk memilih employee of the month pelayanan public.

c. Sebagai upaya peningkatan pelayanan publik, telah dikembangkan subsite yang berisi berbagai informasi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha dalam bentuk video tutorial sehingga memudahkan pelaku usaha memahami standar dan prosedur yang harus dipenuhi. Saat ini pengembangan sub site ini telah dimulai dengan mengembangkan aplikasi pendukung antara lain SITUPAI (aplikasi telusur pihak ketiga), SITATA (Sistem Tamu Digital), SERASI (Sistem Registrasi dan Sertifikasi). Selain itu BBPOM Surabaya akan mereview kebijakan pelayanan publik yang lebih mempermudah pelanggan dalam mendapatkan layanan publik dari BBPOM Surabaya.

d.

Pengelolaan arsip pengaduan dan layanan akan dilakukan dengan lebih baik menggunakan system informasi sehingga terdokumentasi lebih baik dan mudah telusur serta mudah diakses.

e.

Akan dikembangkan layanan live chat di website BBPOM di Surabaya sehingga masyarakat akan lebih terlayani secara paripurna.

 Untuk indikator ke-22 indeks RB (89,08%) yang belum mencapai target, perlu dilakukan : a. membuat inovasi pada 6 area perubahan dan dapat direplikasi oleh unit/instansi lain b. meningkatkan kualitas pelayanan prima kepada masyarakat

optimal

d. memperbaiki laporan kinerja dalam hal penyajian informasi kinerja terkait penyajian informasi pencapaian sasaran yang berorientasi outcome, penyajian informasi keuangan yang terkait denagn pencapaian sasaran kinerja unit kerja, dan keandalan informasi kinerja e. melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan

f. melakukan survey Indeks Persepsi Pelayanan Publik dan Indeks Persepsi Anti Korupsi secara berkala

 Untuk indikator ke-25 persentase pemenuhan laboratorium pengujian Obat dan Makanan sesuai standar GLP (95,13%) yang belum mencapai target, perlu dilakukan :

a. mengalokasikan anggaran tahun 2021 untuk pemenuhan baku pembanding

b. memasukkan sampel – sampel yang masuk dalam ruang lingkup baru dalam perencanaan sampling

c. membuat perencanaan pelatihan internal dengan menyesuaikan metode analisa yang masuk dalam pemenuhan

d. pemenuhan standar peralatan sesuai GLP diupayakan dengan memprioritaskan pengadaan alat tahun 2021 untuk pemenuhan standar peralatan sesuai GLP dan kebutuhan uji laboratorium.

e. peningkatan pemenuhan standar kompetensi diupayakan dengan menyertakan materi keterampilan pengujian dasar materi pelatihan internal.

f. menyertakan materi keterampilan pengujian dasar dalam materi Bimtek internal serta pelatihan/seminar online dan webinar baik yang dilakukan internal BPOM maupun Eksternal.

Lampiran I