• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan

Pada tahun 2019 belum terdapat indikator persentase obat yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan dengan perhitungan sampel targeted, namun sudah ada

4. Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan

a. Perbandingan target dan realisasi tahun 2020

Tabel 20. Realisasi Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 REALISASI 2020 CAPAIAN % KRITERIA Persentase Makanan yang aman dan bermutu

Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan diperoleh dengan rumus :

% Makanan MS = (Jumlah Sampel targeted Makanan MS dibagi Total Sampel targeted Makanan yang Diperiksa dan Diuji ) x 100%

Yang dimaksud Makanan adalah Pangan Olahan yang diproses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman (UU No.18 tahun 2012). Aman dan Bermutu yang dimaksud adalah memenuhi syarat berdasarkan kriteria Pedoman Sampling Obat dan Makanan, dengan menggunakan sampling targeted/purposive di tahun berjalan. Sampel Makanan meliputi sampel sesuai dengan pedoman sampling. Sampel Makanan mencakup sampel Balai dan Loka. Kriteria Makanan Tidak Memenuhi Syarat adalah jika Pangan atau Kemasan Pangan yang diuji tidak memenuhi syarat berdasarkan pengujian. Untuk Pangan Olahan yang berlabel, evaluasi terhadap label tetap dilakukan namun tidak mempengaruhi kriteria MS/TMS.

Realisasi persentase makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 411 sampel targeted pangan yang dilakukan oleh BBPOM di Surabaya bersama Loka POM di Kediri dan Jember dengan hasil 288 sampel MS dan 123 sampel TMS. Capaian persentase makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan tahun 2020 berhasil melebihi target yang ditetapkan yaitu 140,15 % dengan kriteria Tidak Dapat Disimpulkan.

b.

Perbandingan realisasi dan capaian tahun 2020 dengan tahun sebelumnya

Tabel 21. Perbandingan Realisasi dan Capaian Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan tahun 2019 dengan tahun 2020

TAHUN TARGET REALISASI CAPAIAN % KRITERIA

Tahun 2019 - 42.65% - -

Tahun 2020 50 % 70.07 % 140.15 % Disimpulkan Tidak Dapat

Pada tahun 2019 belum terdapat indikator persentase makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan dengan perhitungan sampel targeted, namun sudah ada realisasinya. Perbedaan signifikan realisasi indikator tahun 2019 dengan tahun 2020 terjadi

karena pada tahun 2019 belum diterapkan sepenuhnya sampling makanan yang aman dan bermutu (tergeted), sehingga realisasinya sangat berbeda jauh. Pada tahun 2020, sampling secara targeted sudah diterapkan secara maksimal.

c.

Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target renstra 2020-2024

Tabel 22. Perbandingan Realisasi Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan tahun 2020 dengan target renstra 2024

INDIKATOR KINERJA TARGET 2024 REALISASI 2020 CAPAIAN % KRITERIA Persentase Makanan yang aman dan bermutu

berdasarkan hasil pengawasan 54% 70.07 % 129.76% Tidak Dapat Disimpulkan Realisasi Persentase makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan tahun 2020 sudah mencapai target Renstra tahun 2024, sehingga perlu dilakukan reviu target Renstra 2020-2024.

d. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan realisasi kinerja Balai lain yang

sejenis/setara, dengan IKU BPOM atau capaian nasional

Tabel 23. Perbandingan Realisasi Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan tahun 2020 dengan Balai setara dan IKU BPOM

INDIKATOR KINERJA Surabaya BBPOM Bandung BBPOM Makassar BBPOM Semarang BBPOM Persentase Makanan yang aman dan bermutu

berdasarkan hasil pengawasan 70.07 % 67.25% 77.03% 77.58%

Target IKU BPOM 72

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa realisasi Persentase makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan tahun 2020 yang tertinggi adalah BBPOM Semarang dan yang terendah adalah BBPOM Bandung. BBPOM Makassar dan BBPOM Semarang telah mencapai target IKU BPOM, sedangkan BBPOM Surabaya dan BBPOM Bandung belum mencapai target IKU BPOM tahun 2020.

e. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta

alternatif solusi yang telah dilakukan

Realisasi persentase makanan yang memenuhi syarat pada tahun 2020 telah melebihi target yang ditetapkan yaitu 140,14 % (Tidak Dapat Disimpulkan). Di masa pandemi Covid19 ini pelaksanaan sampling makanan di oleh Balai Besar POM di Surabaya, Loka POM di Jember dan Loka POM di Kediri dilakukan secara onsite dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Jumlah total sampel targeted Balai Besar POM di Surabaya, Loka POM di Jember dan Loka POM di Kediri sejumlah 411 sampel dengan 288 sampel memenuhi ketentuan dan 123 sampel tidak memenuhi ketentuan, Tingginya realisasi makanan yang aman dan bermutu dikarenakan di masa pandemi Covid 19 ini tepung terigu yang harusnya di sampling di gudang importir dan minyak goreng disampling di produsen tidak dilaksanakan. Pelaksanaan sampling hanya dilakukan di sarana distribusi pangan di sekitar Surabaya dan Sidoarjo dan sebagian sesuai di Pedoman Sampling Pangan dan Pengujian Pangan dan Kemasan Pangan Tahun Anggaran 2020.

Sampel makanan sampling targeted yang tidak memenuhi syarat hasil uji terdiri dari sampel PJAS, sampel fortifikasi dan sampel pendampingan UMKM. Untuk sampel PJAS mayoritas tidak memenuhi syarat parameter uji mikrobiologi, sedangkan untuk fortifikasi garam masih dijumpai sampel tidak memenuhi syarat kandungan KIO3 dan kandungan vitamin B pada sampel fortifikasi tepung terigu. Pada sampel pendampingan UMKM masih ditemukan hasil uji tidak memenuhi syarat pada kadar bahan tambahan pangan.

f. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian

kinerja

Balai Besar POM di Surabaya tahun 2020 telah mencapai target Persentase Makanan Yang Memenuhi Syarat dengan melebihi target IKU BPOM. Beberapa kegiatan yang mendukung pencapaian ini adalah :

 Adanya koordinasi di awal tahun antara seksi Inspeksi dengan Bidang Pengujian terkait perencanaan sampling dan pengujian.

 Adanya Surat Edaran dari Menteri Perindustrian No. 5 Tahun 2020 tentang Pengecualian Sementara Penambahan Zat Fortifikasi Pada Tepung Terigu dan No. 6 Tahun 2020 tentang Pengecualian Sementara Kandungan Vitamin A Dan / Atau ProVitamin A Pada Minyak Goreng Sawit yang keduanya berlaku sampai tanggal 31 Desember dimana Pelaku Usaha diperbolehkan untuk tidak menambahkan Fortifikan. Hal ini menambah jumlah sampel yang memenuhi syarat untuk diuji.

g. Tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi (internal maupun eksternal) sebelumnya

Dilakukan sampling targeted sesuai Pedoman Sampling dan Pengujian dan Kemasan Pangan Tahun 2021. Untuk tepung terigu akan dilakukan sampling di importir dan peredaran sedangkan untuk minyak goreng dilakukan sampling di produsen, repacker dan peredaran. Untuk produsen dan repacker diambil dari sarana produksi yang mempunyai NIE (No Ijin Edar) terbanyak.

dilakukan reviu Indikator Kinerja Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan dengan menaikkan target lebih dari 50%.