• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMAS

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tesis Identifikasi Parasitoid dan Predator Kutu Kebul pada Tanaman Murbei (Morus sp) adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Juli 2009

Lincah Andadari NIM E451070124

ABSTRACT

LINCAH ANDADARI. Study on The Identification of Parasitoids and Predators of White fly on Mulberry Plant (Morus sp). Under direction of BAMBANG HERO SAHARJO and KASNO

Study on The Identification of Parasitoids and Predators of White Fly on Mulberry Plant was conducted at Bogor, Sukabumi and Tasikmalaya as well as Pati and Candiroto on sericulture developing centers of West Java and Central Java, respectively. The main objectives of the study were to confirm the species of white fly and also to confirm whether there is any parasitoid as well as predator attacking the pest in all the study sites. To achieve the targeted output of the study the following methods were conducted. The collected whiteflies from all study sites were send to entomological laboratory of Bogor Agriculture University, while the collected parasitoids and predator were send to National Entomological Museum at Bogor. To proof an insect to be parasitoid of the whitefly, in captive method was practiced. While to proof an insect to be predator of the fly, the bait method was practiced. The result of the study showed that white attacking mulberry plant at study sites is Trialeurodes vaporarium Martin. There are four species parasitoids namely Ceraphronid, Scelionid, Eucoilid and Eulophid and four species of predacious Coccinelid namely Serangium spp and Micraspis sp.

RINGKASAN

LINCAH ANDADARI. Identifikasi Parasitoid dan Predator Kutu Kebul pada Tanaman Murbei (Morus sp). Dibimbing oleh BAMBANG HERO SAHARJO and KASNO.

Persuteraan alam merupakan kegiatan agroindustri dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pertanaman murbei, pembibitan ulat sutera, pemeliharaan ulat sutera, pengolahan kokon, pemintalan dan pertenunan.Keberhasilan usaha persuteraan alam, utamanya sangat ditentukan oleh usaha penyediaan daun murbei sebagai pakan ulat sutera (Bombyx mori L.) dalam jumlah dengan mutu yang baik Kualitas dan kuantitas daun murbei berpengaruh terhadap pertumbuhan ulat dan sangat menentukan kualitas dan kuantitas kokon yang dihasilkan. Pada kenyataannya di lapangan, tanaman murbei (Morus sp.) tidak bebas dari serangan beberapa macam hama, antara lain hama yang menyerang daun. Konsekuensinya, produksi dan mutu daun menurun dan akan mempengaruhi kesehatan ulat sutera, sehingga dampaknya akan berpengaruh terhadap mutu kokon yang dihasilkan, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap produksi benang sutera yang dihasilkan. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan di lapangan di lapangan, salah satu jenis hama yang selama ini dinilai penting adalah kutu kebul. Serangan kutu kebul pada tanaman murbei terjadi secara fluktuatif merata hampir di semua daerah pengembangan sutera di Jawa dan Sumatera Barat. Serangan kutu kebul biasanya terjadi dalam musim hujan sampai dengan pertengahan musim kemarau.

Inventarisasi parasitoid dan predator kutu kebul dilaksanakan pada awal bulan Agustus tahun 2008 sampai April tahun 2009 pada tanaman murbei di Pati, Candiroto, Kabandungan Sukabumi, Tasikmalaya dan di kebun Dramaga, Pusat Penelitian dan Pengembanagn Hutan dan Konsevasi Alam, Bogor. Pengamatan dengan menggunakan mikroskop dilaksanakan di Laboratorium Sutera alam Ciomas, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konsevasi Alam, Bogor.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik Sampling Acak Berlapis (SAB) yang sampelnya diperoleh dengan cara sebagai berikut: Populasi dibagi menjadi populasi yang lebih kecil yang disebut stratum. Stratum pertama batas luar murbei (non murbei), stratum kedua blok murbei, stratum ketiga pertengahan blok murbei yang berarti terdapat tiga stratum. Setiap stratum kemudian diambil sampel secara acak tapi presentatif sama di setiap daerah percobaan dan dibuat perkiraan untuk mewakili stratum yang bersangkutan (dapat diketahui rata-rata dan keragaman kutu kebul, parasitoid dan predator dari masing- masing stratum).

Inventarisasi parasitoid dan predator kutu kebul dilaksanakan di lahan murbei petani di daerah Pati, Candiroto, kabandungan (Sukabumi), Tasikmalaya, dan dua lokasi di Bogor yaitu Sukamantri serta Dramaga. Waktu pengamatan untuk daerah Pati dan Candiroto dilakukan pada bulan Agustus dan September tahun 2008, sedangkan lokasi lain dilaksanakan pada bulan Maret dan April Tahun 2009. Pengamatan parasitoid, pada setiap blok pengamatan dilakukan pengambilan

sejumlah daun yang menampakkan gejala nimfa terparasit. Pengambilan sampel pada daun murbei dilakukan secara acak. Tiap tanaman yang terpilih diambil 10 daun yang menampakkan gejala nimfa terparasit dan setiap blok pengamatan dipilih sepuluh tanaman sehingga terdapat 120 daun yang berisi kelompok nimfa kutu kebul yang terparasit. Pengamatan dilakukan dilakuan dengan interval satu minggu setelah pemasangan sungkup. Daun yang disungkup dipotong dan dibawa ke laboratorium untuk diamati dibawah mikroskop, parasitoid yang diketemukan kemudian diidentifikasi sampai tingkat familia. Tingkat parasitisasi ditentukan dengan menghitung jumlah nimfa yang menunjukkan gejala terpasit dibagi jumlah populasi kutu kebul yang terdapat di daun ( jumlah keseluruhan dari telur, nimfa normal dan nimfa terparasit dan pupa).

Pengambilan predator dan pengamatan populasi kutu kebul dilakukan dengan menggunakan jaring serangga pada tanaman murbei. Penjaringan dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 yang merupakan waktu aktif kutu kebul.Pada setiap lokasi, pengamatan dilakukan dengan 10 kali ayunan jaring ke kiri dan ke kanan, pada sepuluh titik dalam setiap stratum yang berarti melakukan 100 ayunan pada setiap stratum. Uji pemangsaan dilakukan dengan cara memasukkan seekor serangga yang dianggap predator ke dalam wadah plastik berkasa yang berukuran diameter 11,6 cm dan tinggi 6,7 cm yang telah berisi lima ekor nimfa kutu kebul instar 2 atau 3. Sebelum perlakuan, serangga yang dianggap predator dipuasakan terlebih dahulu selama 12 jam. Pengamatan dilakukan 24 jam kemudian dengan mengamati jumlah nimfa yang dimakan. Uji pemangsaan ini dilakukan dengan 10 ulangan.

Inventarisasi kutu kebul pada tanaman murbei dan sekitarnya hanya menemukan satu spesies kutu kebul yaitu Trialeurodes vaporariorum. Hasil tersebut tidak menunjukkan adanya populasi campuran (mix population) antara beberapa spesies kutu kebul. Pengambilan contoh pada setiap lokasi (Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Candiroto dan Pati) hanya menemukan satu spesies kutu kebul.

Parasitoid yang muncul pada populasi T. vaporariorum, setelah diidentifikasi termasuk ordo Hymenoptera famili Ceraphronidae, Eucoilidae, Scelionidae dan Eulophidae. Ke tiga lokasi (Kabandungan, Tasikmalaya dan Sukamantri) tingkat parasitasi sangat rendah karena keadaan kebun murbei dalam kondisi yang bersih sehingga ketersediaan nektar sebagai pakan parasitoid tidak ada. Selain itu petani rutin melakukan pencegahan serangan hama yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida. Tingkat parasitasi yang relatif rendah di masing-masing lokasi kemungkinan dipengaruhi oleh cara budidaya tersebut. Tampaknya tingkat parasitisasi ini dipengaruhi oleh ketersediaan sumber makanan bagi imago parasitoid.

Uji pemangsaan di laboratorium selama 24 jam menunjukkan bahwa ke tiga spesies Coccinellidae yaitu Serangium sp1, Serangium sp2dan Serangium sp3 dapat memangsa nimfa T. vaporariorum rata-rata 4,33 individu nimfa, sedangkan

Micraspis sp dapat memangsa rata-rata 14,6 individu nimfa. Cara pemangsaan

IDENTIFIKASI PARASITOID DAN PREDATOR KUTU

KEBUL

PADA TANAMAN MURBEI (Morus sp)

LINCAH ANDADARI

Tesis

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada

Mayor Silvikultur Tropika

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2009

PRAKATA

Pertama-tama, penulis memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan kegiatan belajar di Program Pascasarjana IPB, serta dapat melaksanakan penelitian dan penulisan karya kecil berupa tesis ini.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof.Dr. Ir. Bambang Hero Saharjo, M.Agr selaku ketua komisi pembimbing dan Ir. Kasno, MSc selaku anggota komisi pembimbing atas segala bimbingan dan pengarahan sejak rencana penelitian, persiapan penelitian dan pelaksanaan penelitian sampai dengan penulisan tesis. Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, MSc, selaku dosen penguji luar yang telah hadir pada ujian sidang dan telah banyak memberikan masukan selama penelitian.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dekan Sekolah Pascasarjana IPB beserta staf, Fakultas Kehutanan, khususnya Departemen Silvikultur beserta staf pengajar yang telah memberikan pelayanan akademik selama penulis belajar di IPB.

Kepada Kepala Badan Penelitian Kehutanan yang telah memberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam yang telah memberikan beasiswa selama penulis mengikuti pendidikan, penulis sampaikan terimakasih yang sebanyak- banyaknya.

Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dr. Mien Kaomini dan semua staf Laboratorium Disiplin Persuteraan Alam Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi alam, yang telah memberikan bimbingan dan bantuan selama penulis melaksanakan penelitian dan Dr. Sih Kahono dari LIPI Cibinong serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, semoga Allah SWT membalas budi baik tersebut.

Penghargaan dan hormat yang sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada semua keluarga atas do’a restu dan dorongan moril selama pendidikan berlangsung.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini belum sempurna, namun penulis berharap kiranya tesis ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Akhirnya, kepada Yang Maha Kuasalah penulis berserah diri dan bertawakkal untuk mendapat ridho-Nya

Bogor, Juli 2009

Dokumen terkait