PELAKS ANAAN MAGANG
H. PERS ONALIA/PEGAWAIAN PT PLN ( PERS ERO ) APJ S URAKARTA
1. Jumlah Karyawan
Dalam penempatan secara kuantitatif bila di lihat dari posisi jabatan atau bidang kerja PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta dapat diketahui jumlah karyawan adalah 326 orang. Terkait dengan jumlah karyawannya tersebut, maka dapat di lihat pada table berikut ini :
Tabel
Komposisi Karyawan Berdasarkan Bidang Kerja
Di. PT. PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan S urakarta Tahun 2007
NO BAGIAN/UNIT JUMLAH
1 M anajer APJ Surakarta 1
2 Fungsional Ahli APJ Surakarta 18
3 Bagian Pemasaran 10
4 Bagian Niaga 13
5 Bagian Distribusi 47
6 Bagian Keuangan 12
7 Bagian SDM dan Administrasi 15
8 UPJ Karanganyar 17 9 UPJ Sukoharjo 20 10 UPJ Wonogiri 18 11 UPJ Sragen 18 12 UPJ Palur 19 13 UPJ Kartasura 18 14 UPJ Jatisrono 18
15 UPJ Sumber Lawang 19
16 UPJ M anahan 22
17 UPJ Grogol 19
18 UPJ Surakarta Kota 23
2. Jam Kerja
Waktu/jam kerja karyawan pada PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta secara umum diatur sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan peraturan perundangan yaitu 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Jumlah tersebut dalam pelaksanaannya diatur sebagai berikut :
a. Senin-Kamis : Pukul 07.00-16.00 WIB, termasuk istirahat 1 jam.
b. Jumat : Pukul 06.30-14.30 WIB, termasuk istirahat 1,5 jam
c. Sabtu : Buka khusus loket pembayaran rekening dan buka pesta pukul 08.00-12.00 WIB
d. M inggu : Libur
e. Khusus untuk pelayanan gangguan buka selama 24 Jam. 3. Rekruitmen
Seiring dengan perkembangan yang terjadi di lingkungan PT. PLN ( Persero ), khususnya di lingkungan PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta telah banyak dilakukan perubahan manajemen dan rekruitmen karyawan. Adapun yang dimaksud karyawan adalah pegawai dan pekerja. Pegawai adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, diangkat, dan diberi penghasilan menurut ketentuan yang berlaku di Perseroan. Sedangkan pekerja adalah mereka yang dipekerjakan perseroan berdasarkan perjanjian kerja.
Dalam hal pengadaan pegawai dilakukan untuk mengisi formasi tenaga kerja berdasarkan kebutuhan perseroan. Pelamar yang tewlah dinyatakan memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku harus menjalani masa percobaan paling lama 3 ( tiga ) bulan dan berstatus sebagai pegawai dalam masa percobaan atau calon pegawai.
Perusahaan dalam mrekrut tenaga kerja atau karyawan baru untuk mengisi formasi yang ada, salah satu pertimbangannya adalah tingkat golongan ruang gaji bagi karyawan yang bersangkutan dan sekaligus untuk mengetahui kualitasnya.apabila dilihat dari latar belakang pendidikannya, maka karyawan PT. PLN ( Persero APJ Surakarta memiliki karyawan yang bervariatif jenjang pendidikannya yaitu meliputi Sekolah Dasr ( SD ), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP ), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ( SLTA ). Saja M uda, dan Sarjana.
Disamping karyawan yang bersifat tetap atau pegawai, di PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta juga menggunakan pekerja. Dalam hal pengadaan pekerjaan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja selama jangka waktu tertentu dan dipekerjakan berdasarkan perjanjian kerja. Lamayanya surat perjanjian kerja adalah paling lama 2 tahun dan dapat diperp anjang untuk paling lama 1 tahun.
4. Kewajiban Karyawan
M engenai apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya harusdihindarkan bagi karyawan PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta diatur dalam Keputusan Direksi PT. PLN ( Persero ) Nomor : 097.K/010/DIR/1999 tanggal 1 M ei 1999 tentang peraturan perusahaan PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta dalam pasal 9 sebagai berikut :
a. Karyawan berkewajiban :
1. M emberikan keterangan yang sebenarnya mengenai data pribadi keluarga maupun mengenai pekerjaan kepada perseroan.
2. M elaksanakan semua tugas/perintah dan pekerjaan yang diberikan oleh Perseroan denan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawa.
3. M enyimpan semua keterangan yang dianggap sebagai rahasia Perseroan, yang didapat oleh jabatannya maupun di dalam pergaulannya di lingkungan perseroan.
4. Setia kepada Perseroan dan menjaga citra erta membela kepentingan Perseroan.
5. Selalu menjaga kesopanan dan kesusilaan norma-norma pergaulan yang berlaku dalam masyarakat.
6. M enjaga dan memelihara barang-barang milik Perseroan yang dipercayakan kepadannya atau yang digunakan dalam pelaksanaan tugas.
7. M enaati jam kerja yamg telah ditetapkan.
8. M enaati dan melaksankan setiap ketentuan/peraturan yang berlaku di lingkungan perseroan.
9. Selalu berusaha meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. b. Karyawan dilarang :
1. M elakukan hal-hal yang tidak patut diperbuat oleh pegawai yang bermartabat.
2. M enyalahgunakan wewenang dan jabatn.
3. M elakukan perbuatan yang dapat merugikan Perseroan. 4. M elakukan kegiatan usaha yang dapat merugikan Perseroan. 5. M elalaikan tugas kedinasan.
6. M elakukan perbuatan yang tidak terpuji.
7. Bekerja untuk Negara Asing, bidang usaha lain atau instansi di luar Perseroan tanpa ijin dari Perseroan.
5. Kesejahteraan
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian/tanggung jawab manajen serta untuk menunjang kesehatan dan kesejahteraan karyawan, maka PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta memberikan sarana yang menyangkut kesejahteraan karyawan, diantaranya sebagai berikut :
a. Tersediannya sarana kesehatan, dokter kontrak dan rumah sakit yang ditunjuk khusus oleh perusahaan dengan Perjanjian Kerja Sama.
b. Tersedianya sarana peribadatan bagi seluruh karyawan.
c. Adanya penghargaan berupa kenaikan pangkat dan bonus kepada karyawan-karyawan yang berprestasi.
BAB IV
PELAKS ANAAN MAGANG
Di dalam struktur organisasi Humas PT. PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta berada dalam divisi Pemasaran dan Humas dalam rangka memenuhi fungsi dan membina hubungan dengan publik Perusahaan, Humas PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta melaksanakan beberapa kegiatan antara lain :
A. Kegiatan Internal :
a. M engadakan komunikasi da koordinasi dengan Asisten M anajer pemasaran dalam menyelenggarakan promosi dan kegiatan kehumasan lainnya seperti : sosialisasi kelistrikan.
b. M enyampaikan laporan kegiatan kehumasan kepada manajer.
c. M engadakan rapat dengan manajer, asisten manajer dan ahli-ahli lain untuk membahas evaluasi kegiatan kehumasan.
d. M enyampaikan kliping berita ke bagian manajer, selanjutnya manajer mendesposisi kebidang yang terkait.
e. Selain kegiatan formal di atas untuk meningkatkan kebersamaan antar karyawan PT. PLN juga mengadakan kegiatan-kegiatan informal yang diberi nama program SBO antara lain :
1. Spiritual : Kegiatan ini menyangkut pembinaan mental karyawan menurut agama masing-masing, seperti pengajian, peringatan hari-hari bersar keagamaan dan lain-lain.
2. Budaya : Kegiatan ini berkaitan dengan cara hiburan bagi karyawan seperti cara menyanyi bersama.
3. Olah Raga : Kegiatan ini meliputi senam rutin yang diadakan setiap jumat pagi, kemudian di lanjutkan dengan acara yang di beri nama
forum ” Sambung Rasa ” .
B. Kegiatan Eksternal
1. M engadakan hubungan dengan pemerintah daerah.
2. M engadakan hubungan dengan media massa baik cetak maupun elektronik.
3. M embina hubungan dengan masyarakat sekitar, misalkan dengan kegiatan sosialisasi kelistrikan.
Karena divisi humas PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta terdiri dari 3 bagian yakni hukum, humas dan PKBL ( Program Kemitraan Bina Lingkungan ), maka job description juga terbagi menjadi 3 antara lain :
1. Bidang Humas
Tugas Humas dalam hal ini adalah :
a. M engusulkan dan mejadi pelaksana program kemitraan dan Bina Lingkungan.
b. M enjalin kerja sama dengan pers baik media cetak maupun elektronik, seperti :
1. M edia Cetak
a. M enanggapi berita-berita tentang PT. PLN ( Persero ) yang ada di surat kabar.
b. M engirimkan tanggapan berita ke redaksi yang terkait untuk di muat pada edisi berikutnya.
c. M engundang wartawan ke kantor PLN guna menyampaikan informasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.
d. M engirimkan Press Release ke redaksi media cetak untuk menyampaikan informasi ke masyarakat.
2. Bina Lingkungan
a. M emberikan bantuan beasiswa pada masyarakat berprestasi yang tidak mampu.
b. M emberikan bantuan secara gratis atau cuma-cuma ditiap daerah pada lingkungan seputar kantor PLN melalui program Bina Lingkungan ini di PT. PLN ingin menggugah partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk peduli dan ikut membantu mengamankan aset PLN yang terdiri dari tiang listrik, jaringan listrik, trafo serta bangunan dan peralatan kantor PLN dari gangguan pencurian, karena lokasi yang sangat jauh dari jangkauan pengawasan personil PLN.
Selama menjalankan KKM , penulis ditempatkan paada divisi humas,pemasaran. Penulis wajib mengikuti peraturan yang berlaaku di instansi PLN Area Pelayanan dan Jaringan ( APJ ) Suurakarta. Penulis menngikuti kegiztzn magang setiap Seni-Jumat dimana pada hari Senin-Kamis dimulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00 WIB dan hari Jumat dimulai pukul 06.30 hingga pukul 14.00 WIB. Adapun perincian kegatan magang yang telah dijalani penulis adalah sebagai berikut :
1. S osialisasi gerakan penghematan listrik.
Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang peenghematan pemakaian energi dan air, gerakan sosialisasi dicanangkan oleh PLN sebagai program yang utama. Kegiatan sosialisasi gerakan penghematan biaya listrik saat ini erupakan program yang wajib dijalankan. Tak dipungkiri bahewa hal ini bukan tugas yang mudah. Namun divis humas PLN APJ Surakarta memiliki strategi sosialisasi yaang efektif, yaitu berusaha mendekati sasaran yang tepat. M isalnya ibu-ibu rumah tangga, termasuk soal penggunaan listrik.
Selama penulis mengikuti magang ( M aret ), PLN APJ Surakarta meengadakan kegiatan sosialisasi sebanyak dua kali. Para peserta magang terlibat langsung dalam setiap tahap sosialisasi, mulai dari persiapan, menata hadiah door prize hingga pelaksanaan acaranya. Kegiatan sosialisasi yang pertama mengadakan kunjungan ke radio RRI Surakarta, sedangkan kegiatan sosialisasi kedua diadakan talkshhow di radio M etta FM .
Dalam setiap kegiatan sosialisasi selal dihadiri oleh banyak peserta. Selain itu untuk memancing antusias peserta, pihak divisi Humas PLN APJ
Surakarta pun menyiapkan strategis khusus, yaitu memerikan bingkisan door prize kepada peserta yang mengajukan peertanyaan seputar penghematan listrik.
Dalam setiap sosialisasi yang dilangsungkan, tak lupa pihak PLN APJ Surakarta juga mengundang para wartawan. Hal ini tentu penting, selain untuk menyiarkan kegiatan kehumasan, tentu akan menaikkan citra positif PLN di mata media.
Selain melakukan sosialisasi langsung kepada pelanggan atau komunitas tertentu, sosialisasi pun dilaksanakan melalui pers, salah satunya adalah media radio. Hal ini bertujuan untuk lebih memperluas jaangkauan sosialisasi agar lebih tepat sasaran. Segmentasi sukses audiens adalah inti dari keberhasilan Public Relations dan ilmu tentang segmentasi telah semakin canggih. M edia radio yang dipilih unuk menjadi mitra sosialisasi pun dipilih semua kalangan. Adapun media radio menjadi mitra PLN APJ Surakarta dalam mensosialisasi gerkan penghematan listrik adalah Radio RRI Surakarta, Radio M etta FM . Dengan adanya upaya ini, diharapkan bahwa penyampaian tentang penghematan liistrik ini bisa menjangkau semua lapisan dalam masyarakat. Dan sosialisasi yang disampaikan bisa mengubah pandangan dan pola konsumsi masyarakat terhadap energi listrik, sehngga krisis energi secara global dapat dihindari.
2. Kliping S urat Kabar Harian
Kegiatan mengklipng Surat Kabar merupakan kegiatan pertama yang wajib diselesaikan oleh para peserta magang setiap harinya. Kegiatan mengkliping surat kabar ini bertujuan untuk menganalisis pemberitaan media atas kinerja maupun segala sesuatu yang berhubungan dengan PLN. Hal ini berguna untuk
mengevaluasi segala sesuatu yang berhubungan dengan pencitraan perusahaan di mata publik. Adapun surat kabar yang di kliping oleh APJ Surakarta adalah Harian Kompas, Suara M erdeka, Jawa Pos, Solopos dan Jogjo Semar. Setelah kliping selesai, kliping pun diserahkan ke Sekretaris M anajer unt uk diteruskan ke M anajer PLN APJ Surakarta. Setelah itu kliping diteruskan ke semua divisi di PLN APJ Surakarta, maka akan di bahas di rapat pimpinan.
3. Melipat, Merapikan dan Droppig Brosur
Brosur merupakan sarana komunikasi yang penting dalam setiap kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh Divisi Humas. Brosur ini di desain dan diproduksi secara mandiri oleh PLN, baik oleh PLN Distribusi Jateng dan DIY maupun PLN APJ Surakarta. Brosur yang diterbitkan oleh PLN meliputi brosur tentang sosialisasi hemat listrik, cara menghitung rekening listrik, bahaya kebakaran akibat listrik dan lain-lain.
4. Mengikuti pengarahan tentang ketenaga listrikan.
Pengarahan ini berlangsung diberikan oleh pembimbing lapangan. Dalam kegiatan ini, semua peserta magang diberikan pengetahuan dasar tentang ketenaga listrikan serta tugaas-tugas pokok yang harus dilaksanakan divisi humas. Kegiatan ini bermanfaat bagi penulis dalam mengetahui seluk-beluk kinerja PLN maupun untuk aktualitasasi dan aplikasi ilmu Public Relations dalam dunia kerja yang sesungguhnya.
BAB V PENUTUP
A. KES IMPULAN
Kegiatan kehumasan di PT. PLN ( Persero ) APJ Surakarta dipegang oleh Divisi Hukum, Humas, dan PKBL. Divisi ini sejauh mana berusaha secara maksimal untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Humas berusaha untuk menimbulkan dan menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap PLN melalui kegiatan internal maupu eksternal.
Sejak turunnya Interaksi Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang penghematan pemakaian energi da air, maka PLN APJ Surakarta melalui divisi humas selalu berupaya untuk terus menginformasikan serta memberikan sosialisasi agar masyarakat secara aktif dapat meendukung gerakann ini. Sebagai imbal balik dari partisipasi aktif masyarakat, maka PLN pun selalu berupaya utuk meningkatkan standar mutu demi kepuasan pelanggan, karrena kepercayaan dari masyarakat itulah PLN kini mash berdiri kokoh.
B. S ARAN.
Selama penulis mengikuti keiatan KKM , ada beberapa hal yang perlu penulis sampaikan sebagai saran untuk pihak Divisi Humas, yaitu :
1. Seorang praktisi humas alangkah bainya jika bisa menguasai permasalahan teknis yang berkaitan dengan teknologi. Hal ini demi meningkatkan efektivitas kinerja humas.
2. Seorang praktisi humas alangkah baiknya jika memiliki kemampuan bahasa dan penguasaan lapangan dengan baik. Hal ini berkaitan dengan kinerja Humas sebagai penyambung ldah PLN yang dituntut untuk selalu proaktif dalam mendekati khalayak sebagai sasaran Humas yang utama.
3. Seorang praktisi Humas harus memiliki wawasan yang luas dan visioner. Selain itu Humas juga harus dapat menjaga citra baik p erusahaan sekaligus memperkenalkan programnya agar berhasil secara nyata dalam masyarakat