• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II HUKUM PERSAINGAN INDONESIA

5. KPPU

13 Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Database Putusan, Diakses dari http://putusan.kppu.go.id/simper/menu/, (pada tanggal 30 Oktober 2019, pukul 22.10 WIB)

terhadap Putusan Nomor: 02/KPPU-M/2018 tentang Keterlambatan Pemberitahuan Koperasi Simpan Pinjam JASA (Kospin JASA) terhadap PT.

Asuransi Takaful Umum (PT.ATU). Dikarenakan pertama sekali koperasi melakukan pelanggaran, terkait dengan keterlambatan pemberitahuan kepada Komisi mengenai akuisisi saham, serta Koperasi Simpan Pinjam JASA tersebut merupakan badan usaha yang berbentuk badan hukum yang termasuk dikecualikan menurut ketentuan Pasal 50 UU No. 5 Tahun 1999 dengan landasan perwujudan dari Pasal 33 UUD 1945.

Adapun pada putusan Nomor: 02/KPPU-M/2018 ini, Koperasi Simpan Pinjam JASA melakukan pengambilalihan atau akuisisi saham terhadap PT.Asuransi Takaful Umum yang mana dengan tujuan untuk meningkatkan asuransi anggotanya dan mensejaterahkan kehidupan anggotanya.

Pengambilalihan atau akuisisi saham tersebut membuat nilai aset dan/atau nilai penjualannya bertambah sehingga wajib memberitahukan kepada KPPU. Akan tetapi, Koperasi Simpan Pinjam JASA tidak melakukan pemberitahuan kepada KPPU dikarenakan pengambilalihan tersebut untuk anggotanya sebagaimana sesuai penerapan pengecualian terhadap koperasi. Sehingga menganggap tidak perlu melakukan pemberitahuan kepada KPPU terkait pengambilalihan atau akuisisi saham. Dikarenakan tidak melakukan pemberitahuan kepada KPPU, Koperasi Simpan Pinjam JASA mengalami keterlambatan selama 17 hari kerja sejak berlakunya tanggal melakukan akuisisi saham secara efektif yuridis.

Maka, Koperasi Simpan Pinjam JASA melanggar Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 dan KPPU menjatuhi hukuman atas keterlambatan tersebut dengan sanksi administratif berupa denda. Dimana investigator menyatakan bahwa Koperasi

8

Simpan Pinjam JASA telah terlambat dalam melakukan pemberitahuan pengambilalihan atau akuisisi PT. Asuransi Takaful Umum walaupun hal ini dibantah koperasi tersebut dengan alasan masuk pada pengecualian dari Pasal 50 UU No. 5 Tahun 1999 serta tidak mengetahui bahwa ada keharusan untuk memberitahu kepada Komisi mengenai akuisisi saham tersebut.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka perlu untuk diangkat dan dijadikan topik penulisan skripsi dengan judul “Keterlambatan Koperasi Simpan Pinjam JASA Melakukan Notifikasi Dalam Akuisisi Perseroan Terbatas (Studi Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dirumuskan hal-hal yang menjadi permasalahan dalam penulisan skripsi ini, yaitu:

1. Bagaimana akuisisi saham perusahaan dapat menyebabkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat?

2. Bagaimana penerapan pengecualian terhadap koperasi dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat?

3. Bagaimana penerapan hukum persaingan usaha (UU No. 5 Tahun 1999) terhadap akuisisi saham perusahaan dalam Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penulisan skripsi ini adalah:

1. Untuk mengetahui aspek hukum mendasar tentang ketentuan akuisisi dalam Hukum Persaingan Usaha

2. Untuk mengetahui ketentuan pengecualian dalam Pasal 50 UU No. 5 Tahun 1999 terhadap koperasi

3. Untuk memberikan pemahaman tentang aspek hukum persaingan usaha dalam putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018 mengenai dugaan keterlambatan melakukan pemberitahuan oleh Koperasi Simpan Pinjam JASA (Kospin JASA)

Sementara hal yang diharapkan menjadi manfaat dari adanya penulisan skripsi ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Tulisan ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan pengetahuan terhadap perkembangan hukum baik dalam ilmu ekonomi maupun dalam persaingan usaha terkhususnya pada masyarakat terkait dengan dampak akuisisi saham perusahaan terhadap persaingan usaha.

2. Manfaat Praktis

Uraian dalam skripsi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan menambah wawasan serta pemahaman yang lebih baik kepada penulis, maupun kepada masyarakat tentang akuisisi saham yang dapat mengakibatkan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Skripsi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian

10

untuk para akademisi dan peneliti lainnya yang ingin melakukan suatu penelitian dalam mengenai ketentuan akuisisi saham yang ada di hukum persaingan usaha untuk meningkatkan edukasi dan menciptakan hukum persaingan usaha yang sehat.

D. Keaslian Penulisan

Dalam rangka memenuhi Tugas Akhir dan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum, penulis mengajukan skripsi dengan judul

“Keterlambatan Koperasi Simpan Pinjam JASA Melakukan Notifikasi Dalam Akuisisi Perseroan Terbatas (Studi Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018) dan penulisan ini tidak sama dengan penulisan skripsi lainnya, yang mana berdasarkan penelusuran dari situs internet, penulis menemukan bahwa terdapat skripsi yang menyerupai skripsi ini yaitu:

1. “Analisis Yuridis Pengambilalihan Saham PT. Alfa Retailindo Tbk oleh PT. Carrefour Indonesia Tbk dari Perspektif Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 (Studi Kasus Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 9 Tahun 2009)” yang ditulis oleh Kristin Yusniyar dari Yogyakarta Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada.

2. “Kajian Hukum Persaingan Usaha Terhadap Kegiatan Pengambilalihan (Akuisisi) Saham PT. Mutiara Mitra Bersama oleh PT. Nirvana Property (Studi Kasus Putusan KPPU Nomor: 08/KPPU-M/2017)” yang ditulis oleh Yolanda Mariana Pasaribu dari Medan, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

3. “Disparitas Denda KPPU atas Keterlambatan Notifikasi Akuisisi Saham (Perbandingan Kasus Japfa dengan LG International)” yang ditulis oleh Izmi Amalia dari Jakarta, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Negeri Syarif Hidayatullah.

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah murni hasil pemikiran penulis yang didasarkan pada pengertian, teori-teori, dan aturan hukum yang berlaku dan diperoleh dari media cetak, media elektronik, dan bantuan dari beberapa pihak. Penelitian ini disebut asli sesuai dengan keilmuan yaitu jujur, rasional, dan terbuka serta dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

E. Tinjauan Pustaka

Dalam penulisan skripsi ini diperlukan tinjauan pustaka untuk memberikan batasan-batasan bagi penulis dalam menujukkan variabel yang relevan dan tidak relevan. Penulisan skripsi ini merupakan tentang Keterlambatan Koperasi Simpan Pinjam JASA Melakukan Notifikasi Dalam Akuisisi Perseroan Terbatas (Studi Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018). Adapun tinjauan kepustakaan dari skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Hukum Perusahaan

Dalam konteks hukum perusahaan ini merupakan rangkaian tak terputus dengan istilah perusahaan. Menurut Mollegraff, perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan terus-menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan. Jadi, bisa dipahami bahwa hukum perusahaan

12

ialah suatu aturan atau kaidah yang mengatur keseluruhan perbuatan yang dilakukan pelaku usaha untuk mendapatkan penghasilan. Salah satu kegiatan yang diatur dalam hukum perusahaan ialah kegiatan pengambilalihan atau akuisisi saham.14 Pengaturan akuisisi atau pengambilalihan saham yang terdapat dalam Pasal 122- 134 UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Pengambilalihan atau akuisisi saham menurut UU No. 40 Tahun 2007 ialah suatu perbuatan hukum yang dilakukan orang perorangan atau badan hukum untuk mengambilalih saham perusahaan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian perusahaan tersebut. Dalam UU No. 40 Tahun 2007 mengenai akuisisi saham lebih menjelaskan objek, kriteria/penggolongan serta tahapan sebelum melakukan akuisisi saham yang sesuai dengan hukum perusahaan. Terkait dengan kegiatan akuisisi yang diatur dalam UU No.40 Tahun 2007 ini, maka menjadi tinjauan penulis dalam hal akuisisi menurut hukum perusahaan sesuai dengan UU No.40 Tahun 2007 yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini.

2. Hukum Persaingan Usaha

a. Pengertian Hukum Persaingan Usaha

Dalam konteks ini secara teoritis hukum persaingan usaha dapat dimaknai dengan dua kata, yakni hukum dan persaingan usaha. Upaya yang dimaksud agar dapat dibedakan antara hukum itu sendiri dengan persaingan usaha, agar dalam pembahasannya kemudian dapat dimengerti apa yang dimaksud hukum persaingan usaha dalam

14 Nyulistiowati Suryanti, Modul I Ruang Lingkup Perusahaan, hlm. 7, Diakses dari web http://repository.ut.ac.id/4089/1/HKUM4303-M1.pdf, (pada tanggal 3 November 2019, pukul 19.58 WIB)

berusaha.15 Menurut Christopher Pass Bryan Lowes, yang ditulis dalam Kamus Lengkap Ekonomi, yang dimaksud dengan “Competition Laws”

(hukum persaingan) adalah bagian dari perundang-undangan yang mengatur tentang monopoli, penggabungan dan pengambilalihan, perjanjian perdagangan yang membatasi dan praktik anti persaingan.16 Hukum persaingan usaha (Competition Law) merupakan penggambaran dari hukum ekonomi (Economic Law), yang memiliki kateristik tersendiri. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu kateristik dari hukum ekonomi bersifat fungsional dengan meniadakan pembedaan antara hukum publik dan hukum privat yang selama ini dikenal. Tujuan dari Hukum persaingan usaha adalah untuk menciptakan efisiensi pada ekonomi pasar dengan mencegah monopoli, mengatur persaingan yang sehat dan bebas, dan memberikan sanksi terhadap pelanggarnya.17 Maka, dengan adanya hukum persaingan usaha dapat mewujudkan keadilan, bukan hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi konsumen produk yang dihasilkan para pelaku usaha tersebut.18 Kebijaksanaan menegakkan persaingan yang wajar dan sehat dalam dunia usaha antara lain ditujukan untuk menjamin persaingan pasar yang inherent dengan pencapaian efisien ekonomi di semua bidang kegiatan usaha dan perdagangan, menjamin kesehjateraan konsumen serta membuka

15 Suhasril dan Mohammad Taufik Makarao, Hukum Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Indonesia, Op. Cit, hlm. 36

16 Ibid, hlm. 37

17 Hermansyah, Pokok-Pokok Hukum Persaingan Usaha di Indonesia, (Jakarta: Kencana, 2008), hlmn. 14

18 Munir Fuady, Hukum Bisnis Dalam Teori dan Praktek, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2002), hlm. 372

14

peluang pasar yang seluas-luasnya dan menjaga agar tidak terjadi konsentrasi kekuatan ekonomi pada kelompok tertentu.

b. Sumber Hukum Persaingan Usaha

Dalam hal pengaturan persaingan usaha secara yuridis, maka terdapat beberapa sumber yang bisa menjadi acuan dalam persaingan usaha di Indonesia, diantaranya:

1) Pasal 33 UUD Tahun 1945, yang mana pasal ini menekankan pada asas kekeluargaan, sehingga mengamanatkan tidak adanya monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang merugikan masyarakat;

2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

3) Peraturan Pemerintah, seperti Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

4) Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Perkom), seperti halnya, Perkom Nomor 2 Tahun 2013 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat

Mengakibatkan Terjadinya Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

5) Peraturan KPPU terkait Persaingan usaha, seperti KPPU Nomor: 1/KPPU/Per/IV/2006 Tentang Penanganan Perkara di KPPU;

6) Keputusan KPPU, seperti Keputusan KPPU No.

5/KPPU/Kep/IX/2000 Tentang Tata Cara Penyampaian Laporan dan Penanganan Dugaan Pelanggaran Terhadap UU Antimonopoli.

3. Pengecualian Terhadap Koperasi

Secara umum pengecualian merupakan suatu upaya, tindakan, atau proses yang bersifat khusus yang dilakukan kepada suatu objek atau subjek karena keadaan tertentu. Dalam UU No. 5 Tahun 1999 selain menetapkan suatu ketentuan yang berkaitan dengan persaingan usaha, terdapat juga pengecualian diatur didalamnya pada Bab IX, Pasal 50. Alasan pengecualian diatur dalam UU No.5 Tahun 1999 dengan tujuan untuk memberikan kebijakan persaingan yang berorientasi pada jaminan kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, pelaku usaha menengah, dan pelaku usaha kecil serta adanya intruksi dari UUD 1945.

Salah satu pengecualian dalam UU No. 5 Tahun 1999 yang diterapkan ialah kepada koperasi. Penerapan pengecualian terhadap koperasi tersebut merupakan perwujudan dari Pasal 33 UUD 1945, sehingga dengan adanya perwujudan tersebut membuat undang-undang melakukan penerapan pengecualian pada koperasi. Pengecualian yang dimaksud pada koperasi

16

ini berlaku hanya ketika kegiatan usaha yang dilakukan bertujuan khusus untuk melayani anggotanya.

4. Akuisisi Perusahaan

Akuisisi atau acquisition yang berarti mengambilalih merupakan cara mengembangkan perusahaan yang sudah ada, atau menyelematkan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana. Akuisisi merupakan proses pembelian saham suatu perusahaan.19 Akuisisi tidak sama dengan merger dan konsolidasi. Dalam akuisisi, kedua perusahaan atau lebih akan

“menyatukan diri” tetap ada, hanya saja terjadi perubahan kepemilikan aset atau saham, sehingga mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perusahaan tersebut. Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk memperbaiki sistem manajemen perusahaan terakuisisi serta untuk meningkatkan diversitifikasi usaha baik horizontal maupun vertikal.

Ketentuan mengenai akuisisi ini terdapat pada dua undang-undang yaitu UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak sehat. Dalam UU No. 40 Tahun 2007 terdapat pada Bab VII, Pasal 122-134 sedangkan dalam UU No. 5 Tahun 1999 terdapat pada Bab V Pasal 28 dan Pasal 29.

5. Notifikasi Akuisisi Saham Perusahaan

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Notifikasi adalah pemberitahuan atau kabar tentang penawaran barang dan sebagainya.

Notifikasi dapat diartikan sebuah pemberitahuan yang dapat diberikan

19 Abdulkadir Muhammad, Pengantar Hukum Perusahaan Indonesia, (Bandung: PT.

Citra Aditya Bakti, 1995), hlmn. 233

suatu sistem kepada pengguna baik melalui secara langsung atau tidak langsung. Notifikasi atau sering disebut dengan pemberitahuan dalam akuisisi saham perusahaan merupakan hal wajib dilakukan oleh pelaku usaha kepada Komisi setelah penggabungan, atau peleburan, atau pengambilalihan saham yang berlaku efektif secara yuridis.

Mengenai sistem penggabungan, peleburan atau pengambilalihan, pada dasarnya terdapat dua sistem notifikasi yaitu pra-evaluasi dan post-evaluasi. Pra-evaluasi merupakan suatu pemberitahuan yang dilakukan pelaku usaha kepada Komisi sebelum mereka melakukan transaksi akuisisi. Sedangkan post-evaluasi merupakan pemberitahuan yang dilakukan pelaku usaha kepada Komisi setelah transaksi akuisisinya ditutup. Berdasarkan notifikasi tersebut, Komisi melakukan analisa dan apabila hasil analisa menunjukkan bahwa transaksi membawa dampak negatif atau terjadi persaingan usaha tidak sehat, maka transaksi yang dilakukan oleh pelaku usaha harus diberhentikan atau dibatalkan.

F. Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan suatu cara pencarian, bukan hanya sekedar mengamati dengan teliti suatu obyek.20 Metode penelitian merupakan logika yang menjadi dasar suatu penelitian ilmiah.21 Hasil penelitian tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu pemecahan (solusi) langsung bagi permasalahan yang dihadapi, karena penelitian merupakan bagian saja dari usaha pemecahan masalah yang lebih besar. Seorang peneliti

20 Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 28

21 Soejono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI Press, 2010), hlm. 6

18

harus dapat memilih dan menentukan metode yang tepat dan mungkin dilaksanakan guna mencapai tujuan penelitiannya.22

Oleh karena itu, dalam penulisan skripsi ini metode penelitian sangat diperlukan agar penelitian skripsi menjadi lebih terarah dengan data yang dikumpulkan melalui pencarian data yang terhubung dengan permasalahan skripsi ini. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini ada sebagai berikut:

1. Spesifikasi Penelitian

Jenis penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian terhadap asas-asas hukum. Pada penelitian hukum jenis ini, dikonsepkan apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan (law in books) atau hukum dikonsepkan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku manusia yang dianggap pantas.23 Adapun peraturan perundang-undangan yang digunakan sebagai sumber kajian dalam penulisan skripsi ini, yaitu:

a. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

b. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

c. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian d. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan

22 Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997), hlm. 1

23 Bambang Sunggono, Op. Cit, hlm. 184

Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

e. Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Penggabungan, Peleburan, dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Sifat Penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian deskriptif, yang mana bertujuan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Dalam artian penelitian yang mengungkapkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan teori-teori hukum yang menjadi objek penelitian.

Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan yuridis. Pendekatan yuridis ialah menetapkan standar atau norma tertentu terhadap suatu fenomena dengan mengkaji data sekunder.24

2. Sumber Data

Pendekatan yuridis normatif yang dimaksud dalam skripsi ini berupa data sekunder sebagai data utama. Data sekunder diperoleh dari sumber-sumber tidak langsung yang biasanya berupa data

24 Abdul Rahman Tibahary, Analisis Yuridis Terhadap Laporan Pajak Terutang Atas Transaksi E-Commerce Dalam Rangka Mewujudkan Kepastian Hukum, hlm. 4

20

dokumentasi dan arsip-arsip resmi.25 Data penelitian ini adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain, pada waktu penelitian dimulai, data telah tersedia. Terkait dengan data primer atau data sekunder akan hierarki keduanya, maka sebenarnya yang paling utama ialah data primer yang paling dekat dengan situasi yang sebenarnya daripada data sekunder. Disamping itu, data sekunder sudah given atau begitu adanya karena tidak diketahui metode dan validitasnya.

Dalam skripsi ini, data sekunder yang dipakai adalah:

a. Bahan hukum primer

Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat Norma atau kaedah dasar. Dalam penulisan ini yang merupakan bahan hukum primer diantaranya adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dan Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat

25 Saifuddin Azwar, Op. Cit, hlm. 36

Mengakibatkan Terjadinya Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

b. Bahan hukum sekunder

Bahan hukum sekunder adalah bahan yang memberikan suatu penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti hasil-hasil penelitian, pendapat para pakar dan lain-lain. Dalam penulisan skripsi ini yang merupakan bahan hukum sekunder diantaranya adalah buku-buku yang berkaitan dengan judul skripsi, artikel-artikel ilmiah, hasil penelitian, laporan-laporan, makalah, skripsi, sebagainya yang diperoleh melalui media cetak atau media elektronik, dan Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018.

c. Bahan hukum tertier

Bahan hukum tertier merupakan bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti: kamus hukum, jurnal ilmiah dan bahan-bahan lain yang relevan dan dapat dipergunakan untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini.

3. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penulisan skripsi ini dengan tujuan agar lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan digunakan metode penelitian hukum normatif dengan pengumpulan data secara studi pustaka (Library Research).

Studi pustaka (Library Research) yaitu teknik mempelajari sumber-sumber atau bahan tertulis yang dapat dijadikan bahan dalam

22

penulisan skripsi ini. Data kepustakaan yang diperoleh melalui penelitian ini berupa buku-buku, wacana yang digunakan oleh pendapat sarjana ekonomi dan hukum yang sudah mempunyai nama besar dibidangnya, koran, majalah, dokumen resmi, publikasi dan hasil penelitian.26 Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan, menafsirkan dan memadukan yang terdapat dalam buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, surat kabar, majalah dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan judul skripsi “Keterlambatan Koperasi Simpan Pinjam JASA Melakukan Notifikasi Dalam Akuisisi Perseroan Terbatas (Studi Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018)”.

4. Analisa Data

Penelitian hukum normatif yang menelaah data sekunder, biasanya penyajian data yang dilakukan sekaligus dengan analisanya. Sehingga analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yaitu dengan:

a. Mengumpulkan bahan primer, sekunder dan tertier yang berhubungan dengan permasalahan yang terdapat pada penelitian ini.

b. Melakukan pemilahan terhadap bahan-bahan hukum yang relevan tersebut diatas agar sesuai dengan masing-masing permasalahan yang dibahas.

26 Bambang Sunggono, Op. Cit, hlm.192

c. Mengolah dan menginterpretasikan data guna mendapatkan kesimpulan dari permasalahan.

d. Memaparkan kesimpulan yang merupakan kesimpulan kualitatif yang dituangkan dalam bentuk pernyataan tertulis.

G. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan skripsi yang berjudul, “Keterlambatan Koperasi Simpan Pinjam JASA Melakukan Notifikasi Dalam Akuisisi Perseroan Terbatas (Studi Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018) ini penulis membaginya menjadi beberapa sub bab, agar penulisan skripsi ini bisa menjadi lebih terarah, sistematis, dan mudah dipahami.

BAB I : PENDAHULUAN

Skripsi ini memaparkan mengenai lata belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, keaslian penulisan, tinjauan pustaka, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : HUKUM PERSAINGAN INDONESIA

Skripsi ini memaparkan mengenai perkembangan hukum persaingan usaha di Indonesia (sejarah hukum persaingan dan pengertian hukum persaingan usaha), Substansi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Asas dan tujuan, perjanjian yang dilarang, kegiatan yang

24

dilarang, posisi dominan, KPPU), Pendekatan Per se Illegal dan Rule of Reason dan diakhiri dengan regulasi hukum terkait dengan akuisisi di Indonesia.

BAB III : KETENTUAN PENERAPAN PENGECUALIAN TERHADAP KOPERASI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT.

Skripsi ini memaparkan mengenai pelaksanaan kegiatan koperasi dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan pengecualian koperasi yang diatur dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

BAB IV : ANALISIS HUKUM TERHADAP PUTUSAN

KPPU DENGAN PERKARA NOMOR: 02/KPPU-M/2018 TENTANG AKUISISI SAHAM PT.

ASURANSI TAKAFUL UMUM OLEH

KOPERASI SIMPAN PINJAM JASA.

Skripsi ini memaparkan mengenai kasus posisi dalam Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-M/2018, pertimbangan Majelis Komisi, Amar Putusan, serta

Analisis Hukum terhadap Putusan KPPU Nomor:

02/KPPU-M/2018.

BAB V : PENUTUP

Skripsi ini memaparkan mengenai kesimpulan dari bab-bab yang telah dibahas sebelumnya dan

Skripsi ini memaparkan mengenai kesimpulan dari bab-bab yang telah dibahas sebelumnya dan

Dokumen terkait