TEMUAN PENELITIAN
4.3. Uji Hipotesis
4.3.5. Persamaan Regresi
4.3.5. Persamaan Regresi
Berdasarkan output tabel coefficient uji hipotesis ke-1 dan ke-2, maka persamaan regresi dapat dituliskan sebagai berikut :
Y = a + bX1 +cX2 +e
Y = - 2.952 + 0.525X1 + 0.432X2 +e
Persamaan regresi ini mengindikasikan bahwa jika faktor lain diasumsikan tetap, maka setiap peningkatan iklim komunikasi organisasi 1 satuan, akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0.525 satuan, dan setiap peningkatan motivasi kerja 1 satuan, akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0.432 bagian.
PEMBAHASAN
5.1. Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja karyawan Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas karyawan PT.MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan memiliki iklim komunikasi organisasi yang baik. Hal ini diindikasikan oleh jawaban responden terhadap pernyataan tentang iklim komunikasi organisasi dimana 21 orang (70.0%) responden menyatakan iklim komunikasi organisasi pada PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan adalah baik, 3 orang (10.0%) menyatakan cukup baik dan 6 orang (20.0%) menyatakan iklim komunikasi organisasi pada PT. MNC Sky Vision (Indovision Digital) Medan adalah kurang baik. Sedangkan kategori kinerja karyawan, 18 orang (60.0%) menyatakan kinerja karyawan adalah baik, 4 orang (13.3%) menyatakan cukup baik dan 8 orang (26.7%) menyatakan kurang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik iklim komunikasi organisasi, semakin baik pula kinerja karyawan. Hasil yang sama juga diperoleh melalui analisis inferensial juga memperlihatkan bahwa iklim komunikasi organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini diindikasikan oleh nilai thitung (2.310)> t-tabel (1.67) dan p-value (0.029) < sig-α (0.05).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Hasyim (2009), Universitas Semarang, 2009 berjudul Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Nusantara Indonesia yang meliputi 120 responden dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana membuktikan bahwa iklim komunikasi organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Nusantara Indonesia.
Menurut Haney dalam Muhammad (2008:67), setiap anggota di setiap tingkat dapat mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang di dalamnya terdapat kepercayaan. Semakin tinggi kepercayaan, cenderung motivasi kinerja semakin tinggi. Teori ini tersebut sesuai dengan uji hipotesis dimana adanya keterikatan variabel kepercayaan dengan variabel kinerja karyawan. Kepercayaan merupakan salah satu indikator dalam iklim komunikasi organisasi, maka kepercayaan penting dalam peningkatan kinerja organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Keikutsertaan atau partisipasi dalam pengambilan keputusan merupakan salah satu variabel iklim komunikasi. Menurut Guzley dalam Wayne (2001: 152), keputusan-keputusan perlu diambil oleh anggota organisasi untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif, untuk mengikatkan diri mereka dengan organisasi. Keikutsertaan karyawan untuk berpartisipasi tidak lepas dari motivasi masing- masing karyawan. Berkaitan partisipasi mereka karena adanya kepedulian pada organisasi dan rasa memiliki organisasi. Sebaliknya para karyawan yang menyatakan tidak adanya komitmen karena tidak ada merasa memiliki organisasi merupakan kendala saat berpartisipasi. Selain itu komunikasi juga memegang peranan penting dalam membangkitkan partisipasi karyawan untuk berpartisipasi.
Menurut Frantz dalam Pace (2002:131), iklim komunikasi dapat menjadi salah satu pengaruh yang paling penting terhadap produktifitas organisasi karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi. Kejujuran sebagai salah satu variabel iklim komunikasi memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif. Sehingga kejujuran berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Menurut Pace & Faules (2002:68), pengaruh komunikasi dapat bermacam-macam dan berubah menurut cara-cara pengaruh komunikasi ini ditentukan dan diteguhkan melalui interaksi diantara para anggota organisasi. Koordinasi penting dalam proses komunikasi untuk menghindari kesalahpahaman ketika aliran informasi dalam komunikasi mengalir dari tingkat atasan ke manajemen lebih rendah. Sehingga menurut analisis di atas keterbukaan dalam komunikasi ke bawah berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Menurut Pace & Faules (2002:69), iklim komunikasi yang positif cenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi.
Mendengarkan dalam komunikasi ke atas merupakan salah satu variabel dalam iklim komunikasi organisasi, maka mendengarkan dalam komunikasi ke atas penting dalam peningkatan kinerja organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi meliputi karyawan bekerja dengan sungguh-sungguh dan atasan memperhatikan kesejahteraan semua karyawan seperti memperhatikan tujuan organisasi. Menurut Pace & Faules (2002:67), produktivitas suatu sistem bergantung pada kecermatan dan efisiensi perilaku kerja. Pada kenyataannya perhatian atasan tidak berhubungan positif dengan kinerja dalam suatu organisasi.
Komunikasi merupakan hal yang paling penting dan harus terjadi antara atasan dan bawahan maupun sesama karyawan suatu perusahaan. Komunikasi yang baik dan efektif dapat membuat kinerja karyawannya menjadi lebih baik, karena pada dasarnya sebagai sumber daya manusia yang membutuhkan sesuatu untuk dapat memacu keinginan mereka untuk dapat bekerja dengan giat sehingga mereka mampu meningkatkan kreativitas dan semangat kerja sesuai dengan batas
kemampuan masing–masing. Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan mempunyai fungsi terutama untuk menimbulkan rasa kesetiakawanan dalam loyalitas antar karyawan, meningkatkan semangat kerja para karyawan, meningkatkan moral dan disiplin para karyawan, semua jajaran pimpinan dapat mengetaui keadaan bidang yang menjadi tugasnya sehingga akan berlangsung pengendalian operasional yang efisien, dan semua karyawan dapat mengetahui kebijaksanaan, peraturan-peraturan, ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pimpinan organisasi, semua informasi yang dibutuhkan karyawan dapat dengan cepat dan tepat diperoleh serta meningkatkan kerjasama diantara karyawan dan juga meningkatkan semangat korp di kalangan para karyawan.
Teori strukturisasi menekankan pentingnya iklim komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja dimana menurut West & Turner (2007:299) strukturasi kekuasaan ada di dalam organisasi dan menuntut proses pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi mengenai bagaimana cara untuk mencapai tujuan kita dengan cara yang terbaik. Dalam membuat keputusan tersebut, menurutnya kelompok-kelompok terkadang mengikuti prosedur terprediksi, namun terkadang mereka tidak sistematik, dan terkadang juga mereka mengembangkan suatu jalur atau urutan sendiri dalam rangka merespon suatu kebutuhan unik yang mereka hadapi.
Untuk meningkatkan kinerja, dibutuhkan komunikasi dua arah yaitu karyawan mempunyai hak untuk meminta penjelasan tentang ekspektasi perusahaan, persyaratan kerja dan parameter ukuran kesuksesan sebuah tugas. Setiap karyawan harus mampu berkomunikasi dengan senior team agar setiap individu dapat mengerti tugas-tugas karyawan dan apa yang biasa
dilakukan dengan budget dan target. Karyawan harus secara proaktif memberitahu apa kendala yang mereka temui di lapangan, dan senior team harus bisa membantu. Dengan keadaan seperti ini, komunikasi didalam kinerja karyawan akan selalu berjalan komunikatif dan terarah.