• Tidak ada hasil yang ditemukan

JENIS-JENIS GAYA BAHASA DALAM SYAIR LAGU ROHANI KRISTEN YANG DINYANYIKAN OLEH NIKITA

3.8 Persamaan atau Simile

Persamaa atau simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit ialah bahwa ia langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain. Untuk itu, ia memerlukan upaya

90

yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan itu, yaitu kata-kata : seperti, sama, sebagai bagaikan, laksana, dan sebagainya (Keraf 1985:138). Gaya bahasa persamaan atau simile terdapat pada lagu “Bagai rajawali”, “Betapa hatiku”,

“Yesus sungai kehidupan”, “B‟rikanku hatimu”, “Janjimu s‟perti fajar”, “Pelangi kasih”, dan “Hati sebagai hamba”.

23 “Bagai Rajawali”

(a) Hanya kepadaNya ku „kan berlari (b) Di saat ku bimbang dalam hidupku (c) Yang aku percaya dalam hadiratNya (d) Ada kekuatan yang baru

(e) Walau ku melangkah dalam tekanan (f) Badai pencobaan datang menghadang (g) Yang aku percaya dalam hadiratNya (h) Ada kekuatan yang baru

(i) Ku kan terbang tinggi bagai rajawali (j) Di atas segala persoalan hidupku (k) Dan aku percaya saat ku bersama Dia (l) Tiada yang mustahil bagi Dia

Pada contoh (96) terdapat gaya bahasa simile yang di tunjukkan pada baris (96i) Ku kan terbang tinggi bagai rajawali. Pada data tersebut terdapat kata bagai yang mewakili gaya bahasa simile. Lirik tersebut mengandaikan bahwa aku akan terbang tinggi seperti burung rajawali.

24 “Betapa Hatiku”

(a) Betapa hatiku

(b) Berterima kasih Yesus (c) Kau mengasihiku (d) Kau memilikiku

(e) Hanya ini Tuhan persembahanku (f) Segenap hidupku jiwa dan ragaku (g) Sebab tak kumiliki harta kekayaan

91 (h) Yang cukup berarti (i) Tuk ku persembahkan

(j) Hanya ini Tuhan permohonanku (k) Terimalah Tuhan persembahanku (l) Pakailah hidupku sebagai alatMu (m) Seumur hidupku

Pada contoh (97) terdapat gaya bahasa simile yang terdapat pada baris (97l) Pakailah hidupku sebagai alatMu. Penulis menggunakan kata sebagai untuk menjelaskan hidup manusia sebagai perantara Tuhan.

25 “Yesus sungai Kehidupan”

(a) Jiwaku haus akanMu (b) Akan Allahku yang hidup

(c) Tubuhku rindu padaMu seperti rusa (d) Merindukan sungai yang berair (e) Engkaulah sungai kehidupan (f) Bagi semua hati yang dahaga (g) Kau mengalirkan kehidupan (h) Yang selalu disegarkan (i) Setiap kali kudatang

Pada contoh (98) gaya bahasa simile di tunjukan pada baris (98c) Tubuhku rindu padaMu seperti rusa.Pada data tersebut terdapat kata sepertiyang menunjukkan atau mewakili gaya bahasa simile.

26 “B‟rikanku hatimu”

(a) B'rikanku hati seperti hatiMu (b) Yang penuh dengan belas kasihan (c) B'rikanku mata seperti mataMu (d) Memandang tuaian di sekelilingku (e) B'rikanku tanganMu

(f) Tuk melakukan tugasku (g) B'rikanku kakiMu melangkah

92 (h) Dalam rencanaMu

(i) B'rikanku b'rikanku b'rikanku hatimu

Pada contoh (99) menunjukkan bahwa terdapat dua lirik yang mengandung gaya bahasa simile. Pada baris (99a) B'rikanku hati seperti hatiMu, dan pada baris (99c) B'rikanku mata seperti mataMu. Pada dua data tersebut terdapat kata seperti yang mewakili gaya bahasa simile didalamnya. Kedua data tersebut mengandaikan bahwa manusia ingin memiliki hati dan mata seperti Tuhan.

27 “Janjimu s‟perti fajar”

(a) Ketika kuhadapi kehidupan ini (b) Jalan mana yang harus kupilih (c) Ku tahu ku tak mampu

(d) Ku tahu ku tak sanggup

(e) Hanya Kau Tuhan tempat jawabanku (f) Aku pun tahu ku tak pernah sendiri

(g) S'bab Engkau Allah yang menggendongku (h) TanganMu membelaiku

(i) CintaMu memuaskanku

(j) Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi (k) JanjiMu s'perti fajar pagi hari

(l) Dan tiada pernah terlambat bersinar (m) CintaMu s'perti sungai yang mengalir (n) Dan ku tahu betapa dalam kasihMu

Pada contoh (100), gaya bahasa simile di tunjukan pada baris (100k) JanjiMu s'perti fajar pagi hari, dan baris (100m) CintaMu s'perti sungai yang mengalir. Pada dua data tersebut mengandaikan bahwa janji yang bersinar seperti fajar di pagi hari dan cinta yang selalu mengalir seperti sungai.

28 “Pelangi kasih”

93

(a) Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat (b) Namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat (c) Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal (d) Di atasnyalah membusur pelangi kasih yang kekal (e) Habis hujan tampak pelangi bagai janji yang teguh (f) Di balik duka menanti pelangi kasih Tuhanmu (g) Jika badai menyerangmu, awan turun menggelap (h) Carilah di atas awan pelangi kasih yang tetap (i) Lihatlah warna-warninya, lambang cinta yang besar (j) Tuhan sudah beri janjiNya, jangan lagi kau gentar (k) Jauhkan takut putus asa walau jalanmu gelap (l) Perteguh kepercayaan dan langkahmu pertegap (m) Tuhan itu ada kasih itulah penghiburmu

(n) Di atas duka bercahaya pelangi kasih Tuhanmu

Pada contoh (101) terdapar gaya bahasa simile pasda baris (101e) Habis hujan tampak pelangi bagai janji yang teguh. Dari data tersebut mengandaikan bahwa janji yang teguh bagai pelangi sehabis hujan.

29 “Hati sebagai hamba”

(a) Ku tak membawa apapun juga (b) Saat ku datang ke dunia

(c) Ku tinggal semua pada akhirnya (d) Saat ku kembali ke surge

(e) Inilah yang ku punya (f) Hati sebagai hamba

(g) Yang mau taat dan setiapadaMu Bapa (h) Kemanapun ku bawa

(i) Hati yang menyembah (j) Dalam roh dan kebenaran (k) Sampai selamanya

(l) Bagaimana ku membalas kasihMu (m) Segala yang kupunya itu milikMu (n) Itu milikMu oh

94

Pada contoh (102), gaya bahasa simile terdapat pada baris (102f) Hati sebagai hamba.Pada data tersebut kata sebagai yang menunjukkan gaya bahasa simile. Dalam lirik tersebut mengandaikan bahwa mengabdi dengan sepenuh hati.

3.9 Mesodiplosis

Mesodiplosis adalah repetisi di tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan.Gaya bahasa mesodiplosis terdapat pada lagu “Selamat pagi Bapa”,

“Yesus kau dahsyat”, “Tangan Tuhan”, “pulihkan negri kami”, “Di doa ibuku namaku disebut”, dan “Cinta selamanya”.

30 “Selamat pagi Bapa”

(a) Selamat pagi Bapa (b) Selamat pagi Yesus (c) Selamat pagi Roh kudus (d) Trima kasih atas anugrah_Mu (e) Semalam t'lah berlalu

(f) Kumemuji, Kubersyukur memuliakan nama_Mu (g) Allah Bapa putra roh kudus

(h) Trima kasih (i) Selamat pagi Bapa (j) Selamat pagi Yesus (k) Selamat pagi Roh kudus (l) Trima kasih atas anugrah_Mu (m) Semalam t'lah berlalu

(n) Kumemuji, Kubersyukur memuliakan nama_Mu (o) Allah Bapa putra roh kudus

(p) Trima kasih

Pada contoh (103), lagu “Selamat pagi Bapa” mengandung gaya bahasa mesodiplosis. Gaya bahasa mesodiplosis terdapat pada baris (103i) selamat pagi Bapa,baris (103j) selamat pagi Yesus, dan baris (103k) selamat pagi Roh Kudus.

95 31 “Yesus kau dahsyat”

(a) Yesus Kau dahsyat Kau sungguh hebat (b) Hanya kepada_Mu saja kuingin lebih dekat (c) Ku diberkati kau diberkati

(d) kita diberkati untuk memberkati lagi (e) Yesus Kau dahsyat Kau sungguh hebat (f) Kau beri kuasa tuk bebaskan yang terikat (g) Ku dislamatkan kau dislamatkan

(h) Mari beritakannya kepada semua orang (i) Kita semua menuai diakhir zaman (j) Banyaklah jiwa menanti uluran tangan (k) Kita semua menuai di akhir zaman (l) Banyaklah jiwa menanti uluran tangan (m) Yo ayo kita semua menuai di akhir zaman (n) Banyaklah jiwa menanti yeah...

(o) Kita semua menuai di akhir zaman (p) Banyaklah jiwa menanti uluran tangan

Pada contoh (104), lagu “Yesus kau dahsyat” mengandung gaya bahasa mesodiplosis. Terdapat pada baris (104c) Ku diberkati kau diberkati, dan baris (104d) kita diberkati untuk memberkati lagi.

32 “Tangan Tuhan”

(a) Tuhan Firman mintalah (b) Tuhan Firman carilah (c) Tuhan Firman ketuklah (d) Tuhan janji kan jawab

(e) Sbab tangan Tuhan selalu terbuka (f) Bagi yang minta tolong

(g) Tak akan Tuhan memberi yang jahat pada anak yang minta (h) Tuhan Firman mintalah

(i) Tuhan Firman carilah (j) Tuhan Firman ketuklah (k) Tuhan janji kan jawab (l) Di saat hilang harapku

(m) Engkaulah sumber kekuatanku (n) Di saat gelap jalanku

(o) Hanya Engkaulah pelita bagi hidupku (p) Di saat bimbang menyelimuti hatiku

96

(q) Hanya Engkaulah jawaban bagiku

(r) Tuhan hanya Engkau jawaban yang kuperlu

Pada contoh (105) lagu “tangan Tuhan” mengandung gaya bahasa mesodiplosis. Gaya bahasa mesodiplosis terdapat pada baris (105h) Tuhan Firman mintalah, baris (105i)Tuhan Firman carilah,dan baris (105j)Tuhan Firman ketuklah.

33 “Pulihkan Negri Kami”

(a) Kami Umat-Mu Rendahkan Diri (b) Sujud Dan Berdoa

(c) Mencari Wajah-Mu Berbalik Dari (d) Jalan Kami Yang Jahat

(e) Oleh Anug'rah-Mu Ampu- Ni-Lah (f) Oleh Anug'rah-Mu Pulihkanlah (g) Tuhan Pulihkan, Bapa Pulihkan

(h) Kembalikan Bangsa Kami Kepada-Mu (i) Bapa Pulihkan Ampunilah Bangsa Kami (j) Dan Pulihkan Kembali Neg'ri Kami

Pada contoh (106) pada lagu “pulihkan negri kami” mengandung gaya bahasa mesodiplosis. Hal tersebut terdapat pada baris (106e)Oleh Anug'rah-Mu Ampu- Ni-Lah, dan baris (106f)Oleh Anug'rah-Mu Pulihkanlah.

34 “Di doa ibuku namaku disebut”

(a) Di waktu ku masih kecil, gembira dan senang (b) Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang (c) Di sore hari nan sepi....ibuku bertelut

(d) Sujud berdoa ku dengar namaku disebut (e) Di doa ibuku, namaku disebut

(f) Di doa ibuku ku dengar, ada namaku disebut (g) Sering ini kukenang, di masa yang berat (h) Di kala hidup mendesak dan nyaris ku sesat

97

(i) Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut (j) Kembali sayup kudengar.... Namaku disebut (k) Di sore hari nan sepi... ibuku bertelut

(l) Sujud berdoa ku dengar namaku disebut (m) Di doa ibuku, namaku disebut

(n) Di doa ibuku dengar ada namaku disebut....Ada namaku di sebut

(o) Sekarang dia telah pergi ke rumah yang tenang (p) Namun kasihnya padaku selalu ku kenang (q) Kulintas gambar ibuku sewaktu berteduh (r) Kembali sayup kudengar ... namaku disebut..

Pada contoh (107) pada lagu “Di doa ibuku namaku disebut” mengandung gaya baha mesodiplosis. Gaya bahasa mesodiplosis terdapat pada baris (107e)Di doa ibuku, namaku disebut,(107f)Di doa ibuku ku dengar, ada namaku disebut,(107m)Di doa ibuku, namaku disebut, dan (35n) Di doa ibuku dengar ada namaku disebut....Ada namaku di sebut.

35 “Cinta selamanya”

(a) Ada sukacita, ada damai sejahtera (b) Ada kelemahlembutan

(c) Saat ku bersamaMu (d) Saat Kau diam di hatiku

(e) Hari-hari kulalui, canda tawa bersamaMu (f) Suka dan duka cerita

(g) Kusampaikan kepadaMu (h) Dan Kau sampaikan kepadaku (i) Cinta padaMu, selamanya..

(j) Cinta padaMu, selamanya..

(k) Ku tak mau jauh dariMu kekasihku (l) Ku tak mau lepas dariMu

(m) S'bab ku tahu segala perkara (n) Dapat kutanggung bersamaMu

Pada contoh (108) lagu “Cinta selamanya” mengandung gaya bahasa mesodiplosis. Terdapat pada baris (108i), (108j) Cinta padaMu,

98

selamanya,(108k)Ku tak mau jauh dariMu kekasihku, dan (108l)Ku tak mau lepas dariMu.

3.10 Hiperbola

Hiperbola adalah semacam gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan yang berlebih, dengan membesar-besarkan sesuatu hal (Keraf, 1985:135). Gaya bahasa hiperbola terdapat pada lagu “Sejauh timur dari barat”,

“Yesus sungai kehidupan”, “Seperti yang kau ingini”, “kau tetap Allah”, “pilihan terbaikku”, dan “Tuhan yang pegang”.

36 “Sejauh timur dari barat”

(a) Sejauh timur dari barat (b) Engkau membuang dosaku

(c) Tiada Kau perhitungkan pelanggaranku (d) Jauh ke dalam tubir laut

(e) Kau melemparkan dosaku

(f) Tiada Kau ingat lagi kesalahanku

(g) Betapa besar kasih pengampunanMu Tuhan (h) Tak kau pandang hina hati yg hancur (i) Kuberterimakasih kepadaMu Ya Tuhan (j) Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

Pada contoh (109) lagu “Sejauh timur dari barat” mengandung gaya bahasa hiperbola. Gaya bahasa hiperbola terdapat pada baris (109b) Engkau membuang dosaku,dan (109e) Kau melemparkan dosaku.

37 “Yesus sungai kehidupan”

(a) Jiwaku haus akanMu (b) Akan Allahku yang hidup

(c) Tubuhku rindu padaMu seperti rusa (d) Merindukan sungai yang berair

99

(e) Engkaulah sungai kehidupan (f) Bagi semua hati yang dahaga (g) Kau mengalirkan kehidupan (h) Yang selalu disegarkan (i) Setiap kali kudatang

Pada contoh (110) lagu “Yesus sungai kehidupan” mengandung gaya bahasa hiperbola. Gaya bahasa hiperbola terdapat pada baris (110g) Kau mengalirkan kehidupan.

38 “Seperti yang kau ingini”

(a) Bukan dengan barang fana (b) Kau membayar dosaku (c) Dengan darah yang maha (d) Tiada noda dan celah (e) Bukan dengan emas perak (f) Kau menebus diriku (g) Oleh segenap kasih (h) Dan pengorbananMu

(i) Ku telah mati dan tinggalkan (j) Jalan hidupku yg lama (k) Semuanya sia-sisa (l) Dan tak berarti lagi (m) Hidup ini kuletakkan (n) Pada mesbahMu ya Tuhan (o) Jadilah padaku seperti (p) Yang kau ingini

(q) Bukan dengan emas perak (r) Kau menebus diriku (s) Oleh segenap kasih (t) Dan pengorbananMu

Pada contoh (111) lagu “Seperti yang kau ingini” mengandung gaya bahasa hiperbola. Gaya bahasa hiperbola terdapat pada baris (111b) Kau membayar dosaku.

100 39 “Kau tetap Allah”

(a) Betapa dahsyat Engkau Tuhan (b) Pencipta segala yang ada (c) Dulu s'karang sampai s'lamanya (d) Hanya Engkau Tuhan

(e) Tak terselami PikiranMu (f) Tak terukur panjang setiaMu (g) Dulu s'karang sampai s'lamanya (h) Hanya Engkau Tuhan

(i) Kusembah Engkau Yesus (j) Hanya Engkau Allah dihidupku (k) Tiada yang lain hanya Kau (l) Hanya Engkau Tuhan (m) S'lamanya Kau tetap Allah (n) walau dunia semua bergoncang (o) Tak tergoyahkan Kau tetap Allah

Pada contoh (112) pada lagu “kau tetap allah” mengandung gaya bahasa hiperbola. Hal tersebut terdapat pada baris (112e) Tak terselami PikiranMu, dan baris (112f) Tak terukur panjang setiaMu.

40 “Pilihan terbaikku”

(a) Bila ku (b) Renungkan

(c) Betapa beruntungnya diriku (d) Ku dapat mengenalMu (e) Dan merasakan kasihMu (f) Bilaku

(g) Bayangkan

(h) Mengapa Kau menyelamatkanku (i) Ku bersyukur selalu

(j) Kau ada dalam hidupku (k) Walau saat ini

(l) Dunia tak mengerti

(m) Mengapa hatiku mengasihiMu (n) Suatu saat nanti

101 (o) Pasti kan terbukti (p) Kau pilihan terbaikku (q) Kau pilihan terbaikku (r) Kau pilihan terbaikku

Pada contoh (113) lagu “pilihan terbaikku” mengandung gaya bahasa hiperbola. Gaya bahasa hiperbola terdapat pada baris (113) Dunia tak mengerti.

41 “Tuhan yang pegang”

(a) Tak ku tahu 'kan hari esok, namun langkahku tegap.

(b) Bukan surya kuharapkan, kar'na surya 'kan lenyap.

(c) O tiada ku gelisah, akan masa menjelang (d) Ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang.

(e) Banyak hal tak kupahami dalam masa menjelang.

(f) Tapi t'rang bagiku ini, tangan Tuhan yang pegang.

(g) Tak kutahu kan hari esok, mungkin langit 'kan gelap.

(h) Tapi Dia yang berkasihan melindungiku tetap.

(i) Meski susah perjalanan, g'lombang dunia menderu.

(j) Dipimpin-Nya kubertahan sampai akhir langkahku.

Pada contoh (114) lagu “Tuhan yang pegang” mengandung gaya bahasa hiperbola. Gaya bahasa hiperbola terdapat pada baris (114i) Meski susah perjalanan, g'lombang dunia menderu.

3.11 Metafora

Metafora adalah semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat : bunga bangsa, buaya darat, buah hati, cindera mata, dan sebagainya (Keraf, 1985:139). Gaya bahasa metafora terdapat pada lagu “Penuhkanlah bejanaku”.

102 42 “Penuhkanlah bejanaku”

(a) Aku datang dan ku bersujud dihadapanMu (b) Kurasakan indah hadiratNya

(c) T'lah kubuka mata hatiku (d) Dan s'luruh jiwaku

(e) Untuk kunikmati firmanMu

(f) FirmanMu yg kuasa tuk mengubah sikap hati (g) FirmanMu yg segarkan disaat ku terjatuh (h) Penuhkanlah bejanaku

(i) Dengan air sungaiMu (j) Kuhaus akan firmanMu

Pada contoh (115) lagu “penuhkanlah bejanaku” mengandung gaya bahasa metafora. Gaya bahasa metafora terdapat pada baris (115c) T'lah kubuka mata hatiku.Maksud dari mata hati adalah sebuah perasaan yang dalam.

103 BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Masalah pada penelitian mengenai maksud dan gaya bahasa dalam syair lagu rohani kristen penyanyi Nikita yang telah dibahas pada bab II dan bab III.

Dalam pembahasan bab II disimpulkan bahwa maksud dalam syair lagu rohani kristen penyanyi Nikita terdapat empat maksud, yaitu (i) maksud untuk memuji, (ii) maksud untuk bersyukur, (iii) maksud untuk memohon, dan (iv) maksud untuk mengungkapkan perasaan. Syair lagu rohani kristen penyanyi Nikita yang memiliki maksud untuk memuji sebanyak dua puluh delapan lagu.

Syair lagu rohani kristen penyanyi Nikita yang memiliki maksud untuk bersyukur berjumlah delapan belas lagu. Syair lagu rohani kristen penyanyi Nikita yang memiliki maksud untuk berterima kasih sebanyak lima lagu. Syair lagu rohani kristen penyanyi Nikita yang memiliki maksud untuk memohon berjumlah sepuluh lagu. lagu rohani kristen penyanyi Nikita yang memiliki maksud untuk mengungkapkan perasaan sebanyak sembilan lagu.

Dalam pembahasan bab III, ditemukan sepuluh gaya bahasa pada syair lagu rohani kristen penyayanyi Nikita. Yaitu (i) anafora, (ii) repetisi, (iii) tautotes, (iv) epizeuksis, (v) tautologi, (vi) asonansi, (vii) persamaan atau simile, (viii)

104

mesodiplosis, (ix) hiperbola, (x) metafora. Syair Lagu yang mengandung gaya bahasa anafora berjumlah tujuh lagu. Syair Lag yang mengandung gaya bahasa repetisi sebanyak enam lagu. Syair Laguyang mengandung gaya bahasa tautotes sebanyak satu lagu. Syair Lagu yang mengandung gaya bahasa epizeuksis sebanyak dua lagu. Syair Lagu yang mengandung gaya bahasa tautologi sebanyak satu. Lagu yang mengandung gaya bahasa asonansi berjumlahenam. Syair Lagu yang mengandung gaya bahasa persamaan atau simile sebanyak tujuh. Syair Lagu yang mengandung gaya bahasa mesodiplosis sebanyak enam. Syair Laguyang mengandung gaya bahasa hiperbola sebanyak enam. Syair Lagu yang mengandung gaya bahasa metafora sebanyak satu.

4.2 Saran

Penelitian ini terbatas pada maksud dan gaya bahasa pada syair lagu rohani kristen penyanyi Nikita. Oleh karena itu masih banyak hal yang dapat diteliti dari syair lagu rohani kristen lebih mendalam lagi. Hal lain dari syair lagu rohani Kristen antara lain adalah struktur, koherensi, dan konteksnya.

105

Dokumen terkait