• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia

Dalam dokumen Kelas XI SMA Geografi Eni Anjayani (Halaman 113-117)

Jenis Sumber Daya Alam dan Persebarannya

2. Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia

Ya, di alam ini masih terdapat berbagai jenis sumber daya alam, ada yang terdapat di daratan, perairan, ada yang berupa makhluk hidup maupun benda mati. Oleh karena begitu banyaknya sumber daya alam, membuat ada beberapa penggolongan. Seperti penggolongan berdasarkan proses terbentuknya. Ada sumber daya yang terbentuk karena proses fisik alam, seperti bahan tambang dan galian. Ada pula yang merupakan perpaduan antara sumber daya fisik dan sumber daya biotik, yang membentuk lingkungan tertentu, seperti panorama pegunungan, lembah, pantai bahkan panorama di bawah permukaan laut yang saat ini menjadi salah satu aset wisata di Indonesia. Melihat kondisi semacam ini, kamu pasti telah menyimpulkan bahwa sumber daya alam tersebar di mana-mana. Ada pula daerah yang mempunyai sumber daya alam yang belum tentu dijumpai di tempat lain. Lalu, bagaimanakah persebaran sumber daya alam di Indonesia?

a. Sumber Daya Alam di Wilayah Perairan

Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai perairan yang sangat luas. Di dalam laut yang luas itu, terkandung sumber daya

Sumber: www.changmai-mail.com Gambar 5.2 Kincir angin/turbin

alam yang tidak ternilai harganya. Bayangkan, berbagai macam jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis ada di dalamnya. Laut pun bisa digunakan sebagai tempat budi daya rumput laut dan kerang mutiara. Air laut bisa diubah menjadi garam. Jauh di dasar laut terdapat berbagai macam tambang. Bahkan fenomena dalam laut merupakan aset pariwisata yang potensial. Sadarilah, betapa besarnya potensi lautan. Kapan saja kamu bisa mengembang-kannya.

Tahukah kamu, mengapa wilayah laut Indonesia sangat cocok bagi tempat hidup berbagai jenis biota laut? Bagaimana cara membudidayakan kekayaan tersebut? Faktor-faktor apakah yang menjadi pendorong dan penghambat usaha pengembangannya? Ternyata, kekayaan laut di Indonesia belum seluruhnya ditangani secara optimal. Terbukti dengan sering terjadinya kasus pencurian ikan oleh kapal nelayan asing serta kerusakan potensi laut. Nah, hal ini kelak menjadi tanggung jawabmu untuk mengelola kekayaan Indonesia.

1) Perikanan

Kegiatan perikanan tidak dapat dipisahkan dengan sumber daya air. Tanpa air, tidak ada ikan yang dapat ditangkap maupun dipelihara. Maka betapa beruntungnya negara yang mempunyai perairan yang sangat luas.

Salah satu negara beruntung tersebut adalah negara kita. Sekitar 75% luas wilayahnya adalah lautan. Tahukah kamu apa yang dapat kita peroleh melalui kekayaan ini? Banyak sekali! Ya, paling utama adalah sumber daya ikan. Menurut data dari Departemen Kelautan dan Perikanan, potensi perikanan luat Indonesia terdiri atas perikanan pelagis dan demersal yang tersebar hampir di semua bagian laut Indonesia. Seperti di perairan teritorial, laut Nusantara, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Luas perairan laut Indonesia diperkirakan 5,8 juta km2, memiliki potensi yang diperkirakan sebanyak 6,26 juta ton per tahun yang dapat dikelola. Dari jumlah tersebut sebanyak 4,4 juta ton dapat ditangkap. Lihat saja nelayan yang tanpa memelihara bisa memanen ikan di laut. Bentuk usaha seperti ini disebut perikanan tangkap. Mungkin kamu sempat heran mengapa dengan begitu banyak kekayaan di laut yang dapat ditangkap, banyak nelayan masih saja miskin? Bagaimana menurutmu? Bisa jadi terdapat kesalahan sistem maupun kesalahan strategi nelayan dalam menangkap dan mengelola hasil tangkapan. Kesalahan strategi bisa terjadi ketika nelayan tidak mengenali wilayah perairan yang sumber daya ikannya melimpah. Andai saja kamu dapat mendeteksi tempat-tempat dengan konsen-trasi ikan tinggi, pasti kamu dapat membantu nelayan menemukan lokasi yang potensial dikembangkan menjadi wilayah perikanan tangkap.

Suatu kawasan perairan laut akan mempunyai daya tarik bagi ikan, asalkan memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat tersebut antara lain adalah suhu. Air yang terlampau hangat tidak dapat ditumbuhi plankton yang menjadi makanan banyak ikan. Namun, air laut yang terlampau dingin pun tidak disukai. Tempat hidup ikan yang paling sesuai adalah perairan

tempat pertemuan arus hangat dan arus dingin. Pertemuan arus hangat dan arus dingin ini disebut upwelling.

Mengapa pada daerah upwelling banyak terdapat ikan? Tingginya konsentrasi unsur hara, terutama nitrat dan fosfat di lokasi tersebut. Disertai dengan adanya laju fotosintesis dan energi matahari menjadikan daerah upwelling sangat subur serta menjadi media tumbuh fitoplankton yang sangat disukai ikan. Jika upwelling menjadi daya tarik bagi ikan, lalu di perairan manakah upwelling terjadi di wilayah Indonesia? Ingin tahu? Cermati peta berikut ini.

Dari peta di atas, kamu dapat melihat bahwa upwelling terjadi di Laut Banda, Selat Makassar, Laut Halmahera, Laut Maluku, Laut Arafura, selatan Jawa, serta akhir-akhir ini sampai pada utara Papua.

Selain upwelling, kedalaman laut juga menentukan tempat berkumpulnya ikan. Ikan cenderung berada di paparan benua, yaitu di perairan dangkal. Oleh karena itu, daerah ini merupakan lahan penangkapan yang bagus. Jika kamu tinggal di dekat wilayah-wilayah tersebut, apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu peningkatan penghasilan daerahmu? Setidaknya kamu bisa memberikan informasi kepada nelayan tradisional mengenai daerah-daerah yang kaya ikan. Dengan langkah ini, niscaya para nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan, dengan informasi ini pula suatu saat nanti kamu bisa mendirikan industri perikanan seperti pengalengan ikan. Kamu bisa merencanakannya mulai dari sekarang.

Melihat kekayaan laut yang ada di Indonesia, apakah kita akan terus-menerus hanya bergantung tanpa ingin mengem-bangkannya? Bayangkan jika musim tidak mendukung nelayan untuk melaut, apakah mereka bisa memenuhi kebutuhannya hanya dengan berdiam diri menunggu. Tidak! Potensi perikanan yang ada di laut bisa dikembangkan menjadi perikanan budi daya. Bagaimana melakukan budi daya di perairan laut? Laut Banda S e lat Ma kassa r Laut Ara fura Samudra Hindia Laut Maluku Skala 1 : 53.000.000 Sumber: Kompas, 20 Juli 2003

Gambar 5.3 Lokasi upwelling di Indonesia.

Apa yang dimaksud dengan upwelling? Bagaimana penga-ruhnya terhadap persebaran sumber daya perikanan laut?

Bagaimanakah karakteristik perairan laut yang mempunyai potensi perikanan yang tinggi?

Ternyata ketepatan lokasi menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan usaha budi daya laut. Kira-kira menurutmu bagaimana lokasi perairan yang tepat dikembangkan menjadi lokasi budi daya? Satu hal yang perlu dipertimbangkan bahwa penggunaan laut sebagai budi daya melibatkan berbagai sektor seperti perhubungan, pariwisata, dan lain-lain. Sehingga penetapan lokasi budi daya yang pas tidak hanya memerhatikan kelayakan teknis budi daya, tetapi juga kebijaksanaan pemanfaatannya dalam kaitan dengan lintas sektor. Selain itu, perlu diingat bahwa tidak semua ikan di laut dapat dikembangkan dalam usaha budi daya. Di Indonesia, jenis ikan yang dapat dibudidayakan dipilih berdasarkan potensi yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat serta teknologi pengelolaannya pun telah dikuasai. Nah, beberapa ikan yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu jenis kerapu lumpur (Epinephalus tauvina), kakap putih (Lates calcalifer, Bloch), dan kakap merah (Lutjanus

malabaricus, Bloch, dan Schaider). Semua pertimbangan

tersebut diterapkan untuk menghindari risiko kegagalan. Adapun pertimbangan kesesuaian lokasi secara fisik bertujuan menghindari kemungkinan penurunan daya dukung lingkungan, berikut ini beberapa persyaratan kesesuaian lokasi beberapa komoditas ikan yang bisa dibudidayakan. Jika kamu tinggal di wilayah pesisir, cobalah kumpulkan data dan cari tahu apakah perairan tersebut dapat dikembangkan sebagai lokasi budi daya.

Tabel 5.1 Syarat-Syarat Lokasi Budi Daya

Sumber: www.ristek.go.id

Di beberapa wilayah di Indonesia budi daya perairan laut telah dilakukan. Kuantitas budi daya ini berbeda antarwilayah. Ada wilayah mempunyai tingkat produksi yang tinggi. Kamu dapat mengkaji mengapa di suatu wilayah mempunyai tingkat produksi yang tinggi. Persebaran budi daya laut di Indonesia dapat kamu cermati pada tabel berikut. Temukan di provinsi manakah yang paling berpotensi dikembangkan budi daya laut!

No. Faktor

Persyaratan Menurut Komoditas

Kerapu Kakap Putih Kakap Merah

1. Pengaruh angin dan gelombang yang kuat.

kecil kecil kecil

2. Kedalaman air dari dasar surut 5–7 meter pada surut terendah

5–7 meter pada surut terendah

7–10 meter pada surut terendah

3. Pergerakan air/arus 20–40 cm/detik ± 20–40 cm/detik ± 20–40 cm/detik

4. Kadar garam 27–32‰ 27–32‰ 32–33‰

5. Suhu air 28°C–30°C 28°C–30°C 28°C–30°C

6. Polusi bebas bebas bebas

7. Pelayaran tidak terhambat alur pelayaran

tidak terhambat alur pela-yaran

tidak terhambat alur pela-yaran

Tabel 5.2 Jumlah Produksi Budi Daya Laut per Provinsi Tahun 2004 (dalam ton)

Provinsi Budi Daya Laut

Sumatra 9.534

Nanggroe Aceh Darussalam

Sumatra Utara 496 Sumatra Barat 120 Riau 7.488 Jambi Sumatra Selatan Bangka Belitung 31 Bengkulu Lampung 1.399 Jawa 14.409 DKI Jakarta 1.093 Banten 2.957 Jawa Barat 10.000 Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur 359 Bali–Nusa Tenggara 261.510 Bali 156.054

Nusa Tenggara Barat 39.048 Nusa Tenggara Timur 66.408

Kalimantan 610 Kalimantan Barat 58 Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan 496 Kalimantan Timur 56 Sulawesi 131.402 Sulawesi Utara 7.705 Gorontalo 5.232 Sulawesi Tengah 13.780 Sulawesi Selatan 20.141 Sulawesi Tenggara 84.544 Maluku–Papua 3.454 Maluku 2.892 Maluku Utara 524 Papua 38 Sumber: www.dkp.go.id Keterangan:

Provinsi Sulawesi Barat masih tercakup dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Provinsi Irian Barat masih tercakup dalam Provinsi Papua.

Dalam dokumen Kelas XI SMA Geografi Eni Anjayani (Halaman 113-117)