• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

IKU 19. Persentase Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

Realisasi TA 2016 (%)

Capaian (%)

Nilai Kinerja Anggaran 85 85,56 100,66

Pada tahun 2015, teknik menghitung Nilai Kinerja Anggaran yaitu dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 249/PMK.02/2011 tentang pengukuran dan evaluasi kinerja atas pelaksanaan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga, dengan tahapan Penyerapan anggaran; Konsistensi antara perencanaan dan implementasi; Pencapaian Keluaran; Efisiensi; Nilai Efisiensi; dan Capaian Hasil.

BPPBAP melampaui target IKU nilai kinerja anggaran yang ditetapkan tahun 2015 yaitu dengan capaian sebesar 110,78% yang berarti nilai kinerja anggaran lingkup BPPBAP dikategorikan “Sangat Baik”. Pengukuran nilai kinerja atau efisiensi anggaran baru dimulai pada tahun 2014.

IKU 19. Persentase Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

Capaian IKU persentase kepatuhan terhadap SAP tahun 2016 adalah 100% karena hasil pemeriksaan APIP oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semua telah ditindak lanjuti dan tuntas tanpa temuan dan catatan. Capaian IKU persentase kepatuhan terhadap SAP tahun 2015 juga sebesar 100% (Tabel 50).

Tabel 51. Capaian IKU 19. Persentase Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) BPPBAP

Indikator Kinerja Utama (IKU) 16 Target (%)

Realisasi TA 2016 (%)

Capaian (%) Persentasi Kepatuhan Terhadap Standar

Akuntansi Pemerintah (SAP) BPPBAP

100 100 100

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

100 3.4 AKUNTABILITAS KEUANGAN BPPBAP TAHUN 2016

Pagu awal anggaran BPPBAP tahun 2016 adalah sebesar Rp 39.621.558.000. Dari total pagu tersebut, telah dilakukan penghematan anggaran sebesar Rp 4.142.056.000.

Setelah dilakukan penghematan, pagu anggaran menurun menjadi Rp 35.321.558.000.

Tabel 52. Daftar Revisi DIPA BPPBAP selama Tahun 2016

Revisi Tanggal Revisi Kegiatan Justifikasi revisi 1 20 Mei 2016 Perubahan/Ralat karena

kesalahan administrasi

Perubahan Pejabat Perbendaharaan

Ralat rencana penarikan data (Hal. III DIPA)

2 5 Agustus 2016 Seluruh kegiatan kecuali Gaji dan Belanja Modal

Penghematan anggaran sebesar Rp 4.300.000.000 3 3 Oktober 2016 Belanja Modal Bangunan Self Bloking sisa belanja

modal bangunan sebesar Rp 158.323.000

Berdasarkan Tabel 51, terlihat bahwa penyerapan BPPBAP sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar 94,95% (Rp 33.538.981.670 dari total anggaran Rp 35.321.558.000). Untuk realisasi anggaran selengkapnya per output kegiatan dapat dilihat pada Tabel 52. Capaian realisasi Desember tahun 2016 ini lebih rendah dibanding Desember tahun 2015 yakni sebesar 98,79%. Berdasarkan laporan DA dari petugas SAI, perkembangan penyerapan realisasi anggaran BPPBAP per jenis belanja dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 53. Daftar Realisasi Anggaran Belanja per 31 Desember 2016 Sumber

Pendanaan Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (%)

Selisih/tidak terserap (Rp) PEGAWAI 18.147.027.000 16.903.812.652 93,15 1.243.214.438 BARANG 13.940.646.000 13.780.448.218 98,85 160.197.782 MODAL 3.233.885.000 2.854.720.800 88,28 379.164.200

TOTAL 35.321.558.000 33.538.981.670 94,95 1.782.576.330

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

101 Tabel 54. Realisasi Anggaran dan Volume per Output Kegiatan Tahun 2016

No. Nama Output Pagu (Rp) Realisasi (Rp)

6 Komponen Teknologi Iptek Litbang Budidaya

10 Penatausahaan Keu, BMN dan Rumah Tangga Litbang

12 Pengelolaan Data, Info dan Publikasi Hasil Litbang Perikanan

951.827.000 947.869.151 99.58 1 Dok. 1 100

13 Pengembangan Kerja Sama Litbang Perikanan

16 Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

5.745.597.000 5.675.693.436 98.78 1 Thn. 1 100

17 Gedung dan Bangunan 2.442.000.000 2.277.135.800 93.25 575 m2 575 100

Total 35.321.558.000 33.538.981.670 94.95 100

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

102 Berikut ini adalah analisis singkat tentang penyerapan anggaran yang tidak terserap

pada tahun anggaran 2016:

1. Belanja Pegawai

Tahun Anggaran 2016 BPPBAP menganggarkan Belanja Gaji, Uang Makan dan Tunjangan Kinerja untuk 130 Pegawai sebesar Rp 18.147.027.000 namun dalam pelaksanaanya terdapat 1 pegawai Golongan IV/grade 13 yang mutasi ke BPPBAT Bogor, 1 pegawai dinonaktifkan, 1 pegawai terkena pembebasan sementara dari jabatan fungsional, 1 pegawai status Tugas Belajar, 2 pegawai status CPNS selama 6 bulan, 2 pegawai status calon Peneliti, dan 1 pegawai status calon Litkayasa.

2. Belanja Barang

- Penelitian terdapat sisa anggaran upah lapang, analisis contoh dan keikutsertaan seminar yang tidak direalisasikan Rp 21.310.445.

- Manajerial : terdapat kegiatan realisasi konsumsi kegiatan program dan pembinaan mental kerohaniaan, narasumber akreditasi yang tidak terserap, pada Output .013 Pengelolaan PNBP dikarenakan tidak tercapainya target penerimaan untuk fungsional tahun 2016 sehingga pemanfaatan untuk belanja barang (Honor OK , dan Perjadin ) tidak dapat direalisasikan.

3. Belanja Modal

- Rupiah Murni : Adanya Self Blocking pada pembangunan hatchery kepiting bakau di IPUW Barru sebesar Rp 158.323.000 dan belanja modal lainnya berupa Peta untuk penelitian sebear Rp 5.750.000 juga tidak terserap.

- PNBP : Dianggarkan Rp 733.885.000 untuk belanja peralatan dan mesin namun hanya dapat direalisasikan sebesar Rp 526.085.000 mengacu pada izin pemanfaatan PNBP Menkeu untuk KKP sebesar 93,5% dari penerimaan fungsional.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

103 3.5 INVESTIGASI HASIL PENGUKURAN IKU BPPBAP TAHUN 2016

Pencapaian kinerja BPPBAP dikontribusi dari pencapaian sasaran strategis dan inisiatif strategis pada hasil pengukuran level 3. Nilai pencapaian Perspektif Pelanggan (Customer Perspective) sebesar 100%; Perspektif Internal (Internal Process Perspective) sebesar 116,41%; dan Perspektif Learn and Growth (Learn and Growth Perspective) sebesar 120,00%. Nilai pencapaian sasaran strategis dari penjumlahan sasaran strategis (NPSS) Customer Perspective sampai dengan Learn and Growth perspective adalah sebesar 116,80% (capaian baik), sedangkan total nilai pencapaian inisiatif strategis (NPIS) yang merupakan penjumlahan dari masing-masing perspektif adalah 111,5% (capaian baik) sehingga diperoleh total Nilai Kinerja Keseluruhan BPPBAP tahun 2016 adalah sebesar 228,3% yang berarti capaian kinerjanya baik.

Gambar 31. Evaluasi Hasil Pengukuran Kinerja BPPBAP tahun 2016

Berdasarkan Gambar 28 di atas, terlihat bahwa BPPBAP berada pada zona warna hijau yang menunjukkan bahwa capaian sasaran strategis dan pelaksanaan inisiatif strategis telah mencapai/melebihi target.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

104

BAB IV. PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Dalam rangka pelaksanaan visi dan misi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP) maka Penetapan Kinerja (Tapja) yang akan dicapai dalam bentuk kontrak kinerja antara Kepala BPPBAP dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Pada kontrak kinerja tersebut terdapat 9 Sasaran Strategis (SS) BPPBAP yang diukur atas dasar penilaian 19 indikator kinerja utama (IKU). Peta strategis hasil analisis capaian IKU dan pengukuran pada aplikasi kinerjaku.kkp.go.id tahun 2016, seluruh sasaran strategis yakni SS1 sampai dengan SS9 memiliki indikator kinerja utama berkinerja “baik” (SS berwarna hijau). Capaian sasaran strategis BPPBAP tahun 2016 adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya hasil penyelenggaran litbang dan layanan iptek yang mendukung produktivitas usaha dan pendapatan negara dari sektor kelautan dan perikanan memiliki nilai capaian sebesar 100%; yang berasal dari 1 IKU yakni Persentase Hasil Litbang Budidaya Air Payau yang Digunakan Sesuai dengan Kontrak Kinerja Eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan.

2. Tersedianya rekomendasi dan masukan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan yang efektif memiliki nilai capaian 120% yang berasal dari 2 IKU yaitu Jumlah Data dan Informasi Ilmiah Litbang Budidaya Air Payau (100%) dan Jumlah Karya Tulis Ilmiah Litbang Budidaya Air Payau yang Diterbitkan (125%).

3. Terwujudnya hasil penelitian dan pengembangan yang inovatif untuk penyelenggaraan tata kelola pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan memiliki nilai capaian 120% berasal dari 5 IKU yakni Jumlah Hasil Litbang Budidaya Air Payau yang Terekomendasikan untuk Masyarakat dan/atau Industri (200%); Jumlah Paket Teknologi Iptek Litbang Budidaya Air Payau (100%); Jumlah Produk Biologi Iptek Litbang Budidaya Air Payau (100%);

Jumlah Komponen Inovasi Budidaya Air Payau (100%); dan Jumlah hasil Litbang Budidaya Air Payau yang Diusulkan HKI (100%).

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

105 4. Terwujudnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya litbang dan layanan

iptek kelautan dan perikanan memiliki nilai capaian 120% berasal dari 3 IKU yakni Proporsi Fungsional BPPBAP Dibandingkan Total Pegawai BPPBAP (106,6%); Jumlah Sarana dan Prasarana, serta Kelembagaan Litbang Budidaya Air Payau yang Ditingkatkan Kapasitasnya (100%); dan Jumlah Jejaring dan/atau Kerja Sama Litbang Budidaya Air Payau yang Terbentuk (143%).

5. Terselenggaranya pengendalian litbang kelautan dan perikanan memiliki nilai capaian 100,33% berasal dari 1 IKU yakni Proporsi Kegiatan Riset Aplikatif Dibandingkan Total Kegiatan Riset Litbang Budidaya Air Payau (100,33%).

6. Terwujudnya Aparat Sipil Negara (ASN) BPPBAP yang kompeten, profesional dan berkepribadian memiliki nilai capaian 120% berasal dari 2 IKU yakni Indeks Kompetensi dan Integritas BPPBAP (125,7%) dan Jumlah ASN yang Ditingkatkan Kompetensinya (300%).

7. Tersedianya manajemen pengetahuan BPPBAP yang handal dan mudah diakses memiliki nilai capaian 116,20% yang berasal dari 1 IKU yakni Presentase Unit Kerja BPPBAP yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar (116,20%).

8. Terwujudnya birokrasi BPPBAP yang efektif, efisien, dan berorientasi pada layanan prima memiliki nilai capaian 101,07% yang berasal dari 2 IKU yakni Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi BPPBAP (100%) dan Nilai SAKIP BPPBAP (100,8%).

9. Terkelolanya anggaran pembangunan BPPBAP secara efisien dan akuntabel memiliki nilai capaian 105,86% berasal dari 2 IKU yakni Nilai kinerja anggaran BPPBAP (100,7%) dan Persentase kepatuhan terhadap SAP BPPBAP (100%).

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

106 4.2 PERMASALAHAN

Terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian kinerja khususnya dalam hal Penetapan Kinerja (Tapja) dan pengisian aplikasi Kinerjaku.kkp.go.id, seperti:

1. Manual IKU yang tidak disusun dan ditetapkan sejak awal mengakibatkan tidak konsistennya sistem pengukuran dan menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda khususnya ditingkat Satker/UPT. Beberapa Manual IKU yang telah ditetapkan akhirnya tidak diikuti akibat kebijakan dan arahan dari atasan (Eselon II Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan dan Eselon I Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan) yang berubah-ubah.

2. Capaian Sasaran Strategi 1 (SS1) yang sebelumnya mengikuti progres pelaporan kegiatan sehingga capaiannya sejalan dengan persentase fisik pekerjaan, namun pada pelaporan LKJ 4/2016 berdasarkan arahan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan untuk tidak diisi karena tools untuk mengukur IKU yang mendukungnya belum siap.

3. IKU Manajemen Pengetahuan yang Terstandar yang ditetapkan menggunakan aplikasi bitrix24.com tidak tersosialisasi dengan baik. Daftar email yang telah disampaikan untuk didaftarkan ke aplikasi tersebut untuk pemenuhan IKU tidak direspons dan dipenuhi dengan cepat.

4. IKU Nilai Kinerja Reformasi dan Nilai SAKIP sebaiknya diselingi antara penilaian mandiri dan penilaian langsung baik oleh Inspektorat Jenderal maupun oleh atasan Satker untuk menjamin keakuratan penilaian yang dilakukan.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

107 4.3 SARAN

1. Manual IKU harus ditetapkan di awal tahun dan ditetapkan secara resmi untuk dikelola di Subseksi Monitoring dan Evaluasi saja daripada ditugaskan ke Subseksi Program namun tidak dapat dijalankan dan dilaksanakan dengan baik sebagaimana yang diinginkan.

2. Agar pengisian target dan realisasi serta tampilan di menu kinerjaku.kkp.go.id lebih disederhanakan dan disediakan fasilitas untuk mengubah/mengedit dan menghapus menu SS dan IKU serta target dan realisasi yang masih salah.

3. Berdasarkan PermenPAN-RB Nomor 53 tahun 2014, reviu adalah penelaahan atas laporan kinerja untuk memastikan bahwa laporan kinerja telah menyajikan informasi kinerja yang andal, akurat dan berkualitas. Untuk itu untuk menghindari pelaporan yang seringkali dianggap tidak sesuai, disarankan agar dibuat koreksi secara rinci/spesifik agar penyusunan LAKIP selanjutnya bisa lebih cepat dan tepat.

Sebagai penutup, dengan tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2016 Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, diharapkan dapat menjadi pertanggungjawaban tertulis kepada negara maupun kepada seluruh pihak yang berkompeten dan terkait. Demikian Laporan Akuntabilas Kinerja Instansi Pemerintah Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau tahun 2016 ini dibuat, semoga bermanfaat.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BPPBAP Tahun 2016

108

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Dokumen terkait