• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Persentase Ketersediaan Obat Tetes Mata di Apotek KF

Dalam penelitian ini, untuk melihat persentase ketersediaan obat tetes mata yang terdapat di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito yang akan dikaji antara lain macam kemasan obat tetes mata, macam golongan obat tetes mata, dan pengelompokkan obat tetes mata berdasarkan farmakologinya. Ketiga hal tersebut dipilih karena dapat menggambarkan obat tetes mata yang tersedia di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito.

1. Macam kemasan obat tetes mata

Pengelompokkan ini didasarkan pada kemasan obat tetes mata yang tersedia di seluruh loket Apotek KF RSUP Dr. Sardjito. Ada 2 macam kemasan yaitu kemasan botol (multiple dose) dan single dose. Beberapa merek juga ada yang tersedia dalam kemasan botol maupun single dose.

Gambar 14. Ketersediaan Kemasan Obat Tetes Mata

Jumlah keseluruhan obat tetes mata yang terdapat di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito adalah 69 item dengan 52 item dalam kemasan botol, 12 item dalam kemasan single dose, dan 5 item tersedia dalam kemasan botol maupun single dose. Ketersediaan obat tetes mata di seluruh loket Apotek KF sebagian besar adalah dalam kemasan botol. Menurut kartu stok yang terdapat di loket IRJ,

Botol 75,4% Single Dose 17,4% Botol dan single dose 7,2%

jumlah obat tetes mata dengan kemasan botol, terjual lebih banyak daripada yang kemasannya single dose. Dari hasil wawancara terhadap 85 responden, 78 responden dengan persentase 91,8% lebih sering menggunakan obat tetes mata dengan kemasan botol karena lebih mudah diperoleh dan dapat digunakan berulang kali, sebanyak 8,2% responden dari total yang diwawancarai menceritakan bahwa mereka lebih suka menggunakan obat tetes mata dengan kemasan single dose daripada yang kemasannya botol karena hanya satu kali pakai sehingga lebih terjaga kesterilannya.

Obat tetes mata dengan kemasan single dose dibuat untuk sekali pakai dan tidak dicampurkan pengawet di dalamnya sehingga proses pembuatannya sangat aseptis, sedangkan obat tetes mata dengan kemasan botol (multiple dose) merupakan obat tetes mata yang dapat digunakan berulang kali sehingga dalam proses pembuatannya dicampurkan pengawet atau zat preservative (Florence and Siepmann, 2009).

Obat tetes mata dengan kemasan botol memang lebih umum dikenal di masyarakat karena banyak dijual di luar apotek dan beberapa dapat diperoleh tanpa resep dokter. Obat tetes mata tersebut biasanya merupakan golongan obat bebas terbatas dan golongan obat bebas.

Obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas dengan tanda khusus yaitu lingkaran berwarna hijau dan bergaris tepi hitam artinya obat bebas yang boleh dijual di semua outlet, sedangkan lingkaran berwarna biru dan bergaris tepi hitam artinya obat bebas terbatas yang boleh dijual di apotek dan toko obat berijin (Wibowo, 2010). Kemasan single dose

biasanya hanya dijual di apotek dan tidak semua orang tahu jika belum pernah menggunakannya. Berikut merupakan beberapa contoh kemasan single dose:

Gambar 15. Contoh Kemasan Single Dose 2. Macam golongan obat tetes mata

Obat tetes mata yang terdapat di Apotek KF terdiri dari obat tetes mata golongan obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras.

Gambar 16. Golongan Obat Tetes Mata yang Terdapat di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito

Apotek KF merupakan apotek yang terletak di dalam rumah sakit, oleh karena itu obat tetes mata yang tersedia sebagian besar merupakan obat keras (78,3%). Beberapa obat tetes mata yang termasuk golongan obat keras juga termasuk ke dalam Obat Wajib Apotek (OWA). Obat Wajib Apotek merupakan obat keras yang dapat dibeli dengan resep dokter, namun dapat pula diserahkan oleh apoteker kepada pasien di apotek tanpa resep dokter dengan jumlah tertentu (Wibowo, 2010).

2,9% 18,8%

78,3%

Terdapat 23,2% obat tetes mata yang termasuk OWA dari total keseluruhan (69 item) obat tetes mata di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito. Obat tetes mata tersebut dapat diserahkan oleh apoteker di apotek tanpa resep dokter. Menurut PerMenKes No. 919 tahun 1993, obat wajib apotek tersebut dapat digunakan untuk pengobatan sendiri dan tidak memberikan resiko pada kelanjutan penyakit.

Obat tetes mata yang pernah digunakan oleh sebagian besar responden merupakan obat tetes mata golongan obat bebas. Sebanyak 84,7% responden dari 85 responden yang diwawancarai mengatakan obat tetes mata golongan obat bebas harganya terjangkau, tidak perlu menggunakan resep dokter, banyak dijual di apotek, toko obat, dan warung-warung dekat tempat tinggal mereka, serta efektif dalam mengobati keluhan-keluhan mata ringan seperti mata merah, gatal, dan lelah.

Hampir semua responden (96,4%) pernah menggunakan obat tetes mata golongan obat bebas. Penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas, pada umumnya mereka lakukan untuk mengobati diri sendiri. Obat tetes mata golongan obat bebas terbatas dan obat bebas tidak banyak tersedia di apotek KF RSUP Dr. Sardjito, persentase ketersediaannya hanya 2,9% untuk obat bebas dan 18,8% untuk obat bebas terbatas namun obat tetes mata tersebut tetap disediakan. Secara umum, obat yang didapat dari sebuah resep lebih aman daripada obat yang dibeli tanpa resep karena dosis yang diberikan sudah ditakar oleh dokter yang bersangkutan. Pada obat nonresep yang dapat dibeli di warung, tidak ada orang yang bertanggung jawab dalam memberikan dosisnya sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan pemberian obat yang salah (Wibowo, 2010). Dari 85

responden yang diwawancarai, mereka mengaku pernah menggunakan obat tetes mata golongan obat keras jika mereka sedang menjalani pengobatan intensif sehingga penggunaan obatnya sesuai dengan anjuran dokter.

3. Pengelompokan obat tetes mata berdasarkan farmakologi

Peneliti juga mengelompokkan obat tetes mata yang tersedia di apotek KF RSUP Dr. Sardjito berdasarkan farmakologinya.

Tabel VII. Penggolongan Obat Tetes Mata Berdasarkan Farmakologi

Golongan No. Nama Generik Obat Tetes Mata

Antiinfeksi dan Antiseptik

Mata

1 Tobromycin (Cendo Tobro®, Cendo Tobroson®)

2 Gentamycin 1%(Cendo Genta® 0,3%)

3 Ofloxacin (Tarivid®, Cendo Floxa®* )

4 Ciprofloxacin (Baquinor®, Cendo Siloxan®, Cendo Ulcori®*)

5

Natamycin (Cendo Natacen®)

6 Levofloxacin (Cravit®, Cendo LFX®, Levocin®)

7 Gentamicin Sulfate (Garamycin®, Sagestam®)

8 Kloramfenikol (Cendo Mycos®, Cendo Fenicol 0,25%; 0,5%; 1%, Erlamycetin®)

9 Neomisin sulfate, Polimiksin-B-Sulfate (Cendo Xitrol®, Cendo Polidex®)

Antiseptik Mata dengan Kortikosteroid

1 Neomycin, Polymycin, Dexamethasone (Polidemisin®)

2 Tobramycin, Dexamethasone (Bralifex®)

3 Framycetin sulphate, gramicidin, Dexamethasone Na metasulphobenzoate (Blecidex®)

4 Framycetin sulfate, gramicidin, dexamethasone (Sofradex®) 5 Fluorometholone, Neomycin Sulfate (Cendo Polynel®) Kortikosteroid

Lanjutan penggolongan obat tetes mata berdasarkan farmakologi Golongan No. Nama Generik Obat Tetes Mata

Obat Midriatikum

1 Tropicamide (Cendo Mydriatil® 0,5%, 1%)

2 Homatropine HBr (Cendo Homatro® 2%)

3 Atropine Sulfate (Cendo Tropin® 0,5%, 1%)

Obat

Miotikum 1 Pilokarpin-HCl (Cendo Carpine® 1%,2%,4%)

Preparat Antiglaukoma

1 Timolol Maleate (Cendo Timol® 0,25%;0,5%, Sanbe Tim Opchal®)

2 Betaksolol HCl (Optibet®, Betoptima®)

3 Phenylephrine HCl (Cendo Efrisel®)

Obat Dekongestan, Anestesi, antiinflamasi mata 1 Na-Diklofenac (Flamar®)

2 Tetrahydrozoline, Benzalkonium Cl, Boric Acid (Insto®, Cendo Vision®, Visine®)

3 Pemilorast, Potassium (Alegysal®)

4 Na-Hyalorunate (Hialid®)

5 Tetracaine (Cendo Pantocain® 2%)

6 Asam Borat, Seng Sulfat, Benzalkonium Klorida (Cendo Asternof®, Cendo Cenfresh®, Cendo Eyefresh®)

Pelumas Mata

1 Dextran, hypromellose (Sanbe Tears®)

2 Dextran, hydroxy methylcellulose (Tears Naturale®) 3 Polyethylene Glycol, Propylene Glycol (Systane®)

4 Na-Klorida, Kalium Klorida (Cendo Lyteers®)

5 Tetrahidrozoline-HCl, Magnesium-L-Aspartat, Kalium-L-Aspartat, Benzalkonium Klorida, Klorbutanol (Rohto®)

Preparat Mata Golongan

Lain

1 Sodium Hyaluronate (Hyaloph® 0,1%)

2 Vitamin A (Cendo Protagent-A®

3 Eksulina, Vitamin-A, Kinikardina, Fenazon, Seng-Sulfat (Cendo Augentonic®)

4 Kalium-Iodida, Na-tiosulfate, Timerosal (Cendo Catarlent®)

5 Natrium Kromoglikat (Cendo Convers®)

Penggolongan berdasarkan farmakologinya bertujuan untuk melihat obat tetes mata yang paling banyak tersedia di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito. Dari tabel VII, telah dikelompokkan obat tetes mata berdasarkan efek farmakologinya menurut kandungan zat aktifnya.

Pengelompokan tersebut dikelompokkan menurut MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi edisi 2008/2009. Jika ada obat tetes mata yang tidak tercantum dalam MIMS Indonesia, digunakan pustaka yang lain yaitu ISO Indonesia Volume 44 edisi 2009/2010 dan Ophthalmic Drug Facts (ODF) 2004.

Sebagian besar obat tetes mata yang tersedia di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito adalah obat tetes mata golongan antiinfeksi dan antiseptik mata (28,4%) sedangkan golongan obat tetes mata yang paling sedikit adalah golongan obat miotikum (1,4%). Menurut MIMS Indonesia, penggolongan obat tetes mata antiinfeksi digabungkan dengan antiseptik sehingga disebut golongan antiinfeksi dan antiseptik mata. Antiseptik sendiri memiliki pengertian sebagai obat-obat yang berkhasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman pada kulit, mukosa dan jaringan hidup. Antiseptik memiliki ciri apabila diberikan lokal atau topikal tidak berefek sistemik, bekerja cepat, dan memiliki indeks terapi yang lebar (Sutedjo, 2008). Antiinfeksi merupakan substansi yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, protozoa, dan jika diberikan secara lokal atau topikal, dapat berefek sistemik (Sutedjo, 2008).

Secara umum, penyimpanan obat tetes mata adalah pada suhu kamar. Menurut Farmakope Indonesia IV, suhu kamar adalah suhu pada ruang kerja.

Suhu kamar terkendali adalah suhu yang diatur antara 15º dan 30º Celcius. Terdapat 2 nama dagang obat tetes mata yang tersedia di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito yang harus disimpan di lemari pendingin, dan keduanya merupakan preparat antiglaukoma dengan kandungan latanoprost (Cendo Glaopen Latanoprost® dan Cendo Glaoplus®). Pada kemasan obat tetes mata tersebut, tertulis suhu penyimpanannya yaitu 2-8º Celcius. Hal tersebut sesuai dengan yang tertera di Farmakope Indonesia IV, yang menyatakan suhu dingin merupakan suhu antara 2º dan 8º Celcius.

Saat dilakukan pengelompokkan, ada beberapa nama dagang dan nama generik yang tidak ditemukan dalam pustaka, sehingga untuk mengetahui golongan obat tetes mata tersebut adalah melihat langsung komposisi pada kemasannya. Obat tetes mata tersebut adalah Cendo Vitrolenta®, Cendo Floxa®, Cendo Vernacel®, Cendo Noncort®, Cendo Ulcori®, Cationorm® (Ophthalmic emultion), Cendo Repithel®, dan Cendo Protagent-A®. Banyaknya obat tetes mata golongan antiinfeksi dan antiseptik mata, menunjukkan bahwa obat tetes mata yang tersedia di Apotek KF RSUP Dr. Sardjito sebagian besar merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter, serta 23,2% yang termasuk OWA dapat diberikan oleh apoteker di apotek.

B. Informasi yang Diberikan Oleh Apoteker kepada Responden Apotek KF

Dokumen terkait