• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase N tanaman

Dalam dokumen Laporan Akhir Kesuburan Tanah dan Pemupu (Halaman 39-57)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.2 Hasil N dan P Tanaman

4.1.2.1 Persentase N tanaman

Pupuk Kadar Pupuk % N Tanaman

Nitrogen (N) 50 - 100 4,368 200 4,592 Phospor (P) 0 0,896 75 0,672 - - Kalium (K) 0 0.784 50 1,456 100 2,688 Pupuk Kandang 0 1,568 5 1.792 10 1,456 Titonia 0 0,784 5 2,688 10 2,24

40 4.1.2.2 Persentase P tanaman

Pupuk Kadar Pupuk % P Tanaman

Nitrogen (N) 50 0,844 100 1,78 200 0,86 Phospor (P) 0 0,812 75 0,188 - - Kalium (K) 0 0,176 50 0,232 100 0,564 Pupuk Kandang 0 0,728 5 0,736 10 1,135 Titonia 0 0,6 5 0,208 10 0,724

41 4.2 Pembahasan

Dari hasil praktikum di dapat tinggi tanaman jagung yang bervariasi. Mulai dari perlakuan kontrol; pupuk N 50 ton, 100 ton, 200 ton; pupuk P 0 ton, 75 ton, 150 ton; pupuk K 0 ton, 50 ton, 100 ton; pupuk kandang 0 ton, 5 ton, 10 ton; dan pupuk tithonia 0 ton, 5 ton 10 ton. Kadar N dan P juga bervriasi mulai dari perlakuan kontrol; pupuk N 50 ton, 100 ton, 200 ton; pupuk P 0 ton, 75 ton, 150 ton; pupuk K 0 ton, 50 ton, 100 ton; pupuk kandang 0 ton, 5 ton, 10 ton; dan pupuk tithonia 0 ton, 5 ton 10 ton. Dan juga bobot basah, bobot kering, KA dan KKA tanaman jagung Mulai dari perlakuan kontrol; pupuk N 50 ton, 100 ton, 200 ton; pupuk P 0 ton, 75 ton, 150 ton; pupuk K 0 ton, 50 ton, 100 ton; pupuk kandang 0 ton, 5 ton, 10 ton; dan pupuk tithonia 0 ton, 5 ton 10 ton.

Pada saat tanaman jagung di panen, didapat hasil tinggi tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan kontrol adalah ulangan kedua, yaitu 87 cm. tinggi tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan N adalah perlakuan pupuk N 100 gr yaitu 112 cm. tinggi tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan P adalah perlakuan pupuk P 150 kg yaitu 126 cm. tinggi tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan K adalah perlakuan pupuk K 0 gr yaitu 124 cm. tinggi tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk kandang adalah perlakuan pupuk kandang 5 ton yaitu 128 cm. tinggi tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk tithonia adalah perlakuan pupuk thitonia 5 ton yaitu 126 cm. Data tersebut menunjukkan bahwa tanaman jagung tumbuh efektif dengan perbandingan perlakuan pupuk N,P,K Kandang, dan Tithonia bertuturt-turut sebanyak 100gr; 150kg; 0gr; 5 ton; dan 10 ton.

Kemudian saat tanaman jagung di panen, didapat persentase N tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk N adalah perlakuan pupuk N 200 gr yaitu 4,592%. persentase N tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk P adalah perlakuan pupuk P 0 kg yaitu 0,896%. persentase N tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk K adalah perlakuan pupuk K 100 gr yaitu 2,688%. persentase N tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk kandang adalah perlakuan pupuk kandang 5 ton yaitu 1.792%. persentase N tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk tithonia adalah perlakuan

42 pupuk tithonia 5 ton yaitu 2,688%. Data tersebut menunjukkan bahwa tanaman jagung memiliki persentase N dengan perbandingan perlakuan pupuk N,P,K Kandang, dan Tithonia bertuturt-turut sebanyak 100gr; 0kg; 100gr; 5 ton; dan 5 ton yang rata-ratanya termasuk kategori sangat tinggi.

Peranan N bagi tanaman adalah sebagai pembentuk protein,bagian penting klorofil, mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman, dan memperpanjang waktu pertumbuhan vegetatif. Namun kelebihan N dapat mengakibatkan proses pembuangan menjadi lama, adenium akan bersifat sekulen karena mengandung banyak air, sehingga menyebabkan tanaman rentan serangan jamur dan penyakit dan mudah roboh.

Persentase P tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk N adalah perlakuan pupuk N 100 gr yaitu 1,78%. persentase P tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk P adalah perlakuan pupuk P 0 kg yaitu 0,812%. persentase P tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk K adalah perlakuan pupuk K 100 gr yaitu 0,564%. persentase P tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk kandang adalah perlakuan pupuk kandang 10 ton yaitu 1,135%. persentase P tanaman jagung yang tertinggi pada perlakuan pupuk tithonia adalah perlakuan pupuk tithonia 10 ton yaitu 0,724%. Pada perlakuan pupuk N hasil tidak diketahui sehingga tidak didapat hasil. Data tersebut menunjukkan bahwa tanaman jagung memiliki persentase P dengan perbandingan perlakuan pupuk N,P,K Kandang, dan Tithonia bertuturt-turut sebanyak 100gr; 0 kg; 100gr; 10 ton; dan 10 ton yang rata-ratanya termasuk kategori sangat rendah.

Peranan P bagi pertumbuhan tanaman adalah sebagai penyusun asam nukleat, firin dan fosfolipid, penyimpan energi, mempercepat pertumbuhan akar,mempercepat pertumbuhan bunga dan buah, mempercepat pematangan, memperbaiki mutu tanaman. Kekurangan P dapat mengakibatkan pertumbuhan akar terhambat, perkembangan buah dan biji terhambat, buah matang tidak sempurna.

43 BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Unsur N dan P merupakan unsur yang paling berperan dalam pertumbuhan tanaman khususnya jagung sehingga kita perlu mengetahui persentase unsur-unsur tersebut dalam tanaman dengan melakukan perlakuan pupuk yang sesuai. Dengan adanya praktikum ini, kita dapat menentukan perlakuan pupuk N,P,K, Kandang, dan Tithonia yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman jagung yang optimal.

5.2 Saran

Diharapkan praktikan rajin dan teliti dalam mengukur tinggi tanaman maupun persentase unsur pada tanaman, karena data sangat banyak dan perhitungan memerlukan waktu yang lama. Untuk itu diperlukan kerjasama agar pekerjaan tidak memerlukan waktu yang lama.

44 DAFTAR PUSTAKA

Affandi. 2008. Pemanfaatan Urine Sapi Yang Difermentasi Sebagai Nutrisi Tanaman. http://affandi21. xanga.com/644038359/ pemanfaatan-urine-sapi-yang-difermentasi-sebagai-nutrisi-tanaman/. Diakses pada tangal 16 November 2014.

Buckman Harry O, Brady Nyle C. 1982. Ilmu tanah. Jakarta: Bharat Karya Aksara.

Didik,G. dan Sulistijowati, A. (2001). Efek Ekstrak daun Kembang Bulan

Terhadap candida albicans serta profil Kromatogramnya.Dalam: Cermin Dunia Kedokteran No. 130. Jakarta: UI-Press. Hal. 31-32, 35

Hakim, N, M. Y. Nyakpa, S. G. Nugroho, A. M. Lubis, M. R. Saul, M. A. Diha, G. B. Hong, dan H. H. Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung.

Hakim, N. 2008. Pengolahan Kesuburan Tanah Ultisol Masam dengan Teknologi Pengapuran Terpadu. Andalas University Press, Padang.

Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta: Akademika Pressindo.

Hartatik, W. 2007. Tithonia diversifolia sumber pupuk hijau. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 29:3-5

Hidayat, P. dan Darwin P. 2008. pengaruh dosis kompos pupuk kandang sapi. Jakarta: kanisius.

Jumin, H. S. 1992. Ekologi Tanaman, Suatu Pendekatan Fisiologis. Jakarta: Rajawali Pers.

Kim H.Tan, 1991. Dasar-Dasar Kimia Tanah. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Leiwakabessy FM, UM Wahjudin, Suwarno 2003. Kesuburan Tanah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Muhfandi 2011. Unsur N dalam Pupuk Urea. www.pusri.wordpress.com. Diakses pada tanggal 5 Mei 2013.

45 Munir, M. 1996. Tanah-Tanah Utama Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya.

Novizan. 2004. Petunjuk pemupukan yang efektif (TNH). Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Hutapea, J.R., 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia, Jilid III. Departemen Kesehatan RI dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 29-30 Nuning Argo Subekti, Syafruddin, Roy Efendi, dan Sri Sunarti. 2012, Morfologi

Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung, Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.

Poerwowidodo. 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Bandung: Penerbit Angkasa. Prasetyo, B. H. Dan Suriadikarta, D. A. 2006. Karakteristik, Potensi, Dan

Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering Di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 25 (2). Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Balai Penelitian Tanah.

Purwono dan R, Hartono. 2005. Kacang Hijau. Jakarta: Penebar Swadaya. Rahardi, F. 1995. Bercocok Tanam dalam Pot (HORTI). Jakarta: Penebar

Swadaya.

Rukmana, H.R. 1997. Usaha Tani Jagung. Jakarta: Kanisius.

Setiawan Ade Iwan. 1998. Memanfaatkan kotoran ternak. Jakarta:Penebar Swadaya

Siradz, Suradi K, Muhsin M 2007. Kuantitas dan variasi nitrogen tersedia pada tanah setelah penebangan hutan. Jurnal Tanah Tropis. 8(1): 215-226 Situmorang R, Untung S 2001. Bahan Kuliah Tanah. Bogor: Institut Pertanian.

Bogor.

Soepardi G dan M Ismunadji. 2007. Harkat Kalium Tanah. Bogor : ITB Press. Soepardi. 1979. Sifat Dan Ciri Tanah. Departemen Ilmu-Ilmu Tanah. Bogor:

Fakultas Pertanian IPB.

Sulaiman, Suparto dan Eviati. 2005. Analisis kimia tanah, tanaman , dan pupuk. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

46 Suwarno, U.M Wahjudin. 2003. Kesuburan Tanah. Bogor: Institut Pertanaian

Bogor.

Tobing, dkk. 1995. Agronomi Tanaman Makanan I. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Wanjau, S., M. John dan R. Thijssen. 2002. Pemindahan Biomassa dan Panen Pupuk Cuma - cuma. Kenya: Woodfuel & Agroforestry Programme. Zulkarnain, H. 2009. Dasar-dasar Hortikultura (HRT). Jakarta: Penerbit Bumi

47 LAMPIRAN A. Daftar N tanaman Tebel titrasi H2SO4 NO Nitrogen (N)

Phospor (P) Kalium (K) Titonia Pupuk Kandang 1. 50 = ml 0 = 0,9 ml 0 = 0,8 ml 0 = 0,25 ml 0 = 1,5 ml 2. 100 = ml 75 = 0,7 ml 50 = 1,4 ml 5 = 2,1 ml 5 = 1,7 ml 3. 200 = ml - 100 =2,5 m 10 = 0,8 ml 10 = 1,4 ml

1. Kelompok N

N total (%) = (ml H2SO4– Blanko) x NH2SO4 X 14 X 100 X KKA Mg berat sampel N total (%) = ( – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (50 Kg) 250 mg = 0% N total (%) = ( – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (100 Kg) 250 mg = % N total (%) = ( – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (200 Kg) 250 mg = % 2. Kelompok P

N total (%) = (ml H2SO4– Blanko) x NH2SO4 X 14 X 100 X KKA Mg berat sampel

N total (%) = (0,9 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2

(0 Kg) 250 mg

48 N total (%) = (0,7 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2

(75 Kg) 250 mg

= 0,672% 3. Kelompok K

N total (%) = (ml H2SO4– Blanko) x NH2SO4 X 14 X 100 X KKA Mg berat sampel N total (%) = (0,8 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (0 Kg) 250 mg = 0,784% N total (%) = (1,4 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (50 Kg) 250 mg = 1,456% N total (%) = (2,5 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (100 Kg) 250 mg = 2,688% 4. Kelompok Pupuk Kandang

N total (%) = (ml H2SO4– Blanko) x NH2SO4 X 14 X 100 X KKA Mg berat sampel N total (%) = (1,5 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (0 Ton) 250 mg = 1,568% N total (%) = (1,7 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (5 Ton) 250 mg = 1,792% N total (%) = (1,4 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (10 Ton) 250 mg = 1,456%

49 5. Kelompok Tithonia

N total (%) = (ml H2SO4– Blanko) x NH2SO4 X 14 X 100 X KKA Mg berat sampel N total (%) = (0,8 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (0 Ton) 250 mg = 0,784% N total (%) = (2,5 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (5 Ton) 250 mg = 2,688% N total (%) = (2,1 – 0,1) x 0,1 X 14 X 100 X 2 (10 Ton) 250 mg = 2,24% B. Daftar P tanaman

% P tanaman = 0,2 x PPM P kurva x KKA

X Y X.Y X2 0 0,00 0 0 1 0,038 0,038 1 2 0,071 0,142 4 3 0,150 0,45 9 4 0,199 0,796 16 5 0,220 1,1 25 ∑ = 15 ∑ = 0,678 ∑ = 2,526 ∑ = 55

50 X = ن = = , = = 0,113 = 2,5 b = ∑ . −∑ .∑ ∑ − = , . , = , − , − , = , , = 0,047 a = ه – b . x = 0,113 – 0,047 . 2 = 0,113 – 0,1175 = -0,0045

Tabel pengukuran sampel dengan spektrofotometer NO Nitrogen

(N)

Phospor (P) Kalium (K) Titonia Pupuk Kandang 1. 50 = 0,095 0 = 0,091 0 = 0,080 0 = 0,066 0 = 0,081 2. 100 = 0,204 75 = 0,018 50 = 0,023 5 = 0,020 5 = 0,082 3. 200 = 0,097 100 = 0,062 10 = 0,081 10 = 0,132 x = 1. Kelompok N untuk 50 Kg x = , + , , = 2,11

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 2,11 x 2 = 0,844 %

51 x = , + ,

, = 4,45

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 4,45 x 2

= 1,78 % Untuk pukand 10 ton x = , + ,

, = 2,15

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 2,15 x 2 = 0,86 % 2. Kelompok P untuk 0Kg x = , + , , = 2,03

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 2,03 x 2

= 0,812 % Untuk 75 Kg

x = , + ,

, = 0,47

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 0,47 x 2 = 0,188 % 3. Kelompok K untuk 0 Kg x = . + , , = 1,79

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 1,79 x 2

= 0,176 % Untuk 50 Kg

x = , + ,

, = 0,58

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 0,58 x 2

= 0,232 % Untuk 100 Kg

52 x = , + ,

, = 1,41

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 1,41 x 2

= 0,564 % 4. Kelompok Pupuk Kandang untuk 0 ton

x = , + ,

, = 1,82

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 1,82 x 2

= 0,728 % Untuk 5 ton x = , + ,

, = 1,84

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 1,84 x 2

= 0,736 % Untuk 10 ton x = , + ,

, = 2,9

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 2,9 x 2 = 1,15 % 5. Kelompok Tithonia untuk 0 ton x = , + , , = 1,5

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 1,5 x 2

= 0,6 % Untuk 5 ton

x = , + ,

, = 0,52

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 0,52 x 2

53 = 0, 208%

Untuk 10 ton x = , + ,

, = 1,81

P total (%) = 0,2 x ppm P kurva (x) x KKA = 0,2 x 1,81 x 2

= 0,724 %

DOKUMENTASI 1. Rumah Kaca 05 September 2014

Pencampuran pupuk kandang, tuthonia, dan tanah

11 September 2014

Pemberian pupuk N, P, dan K

54 2. Panen

Perbandingan Jagung Pada Perlakuan Titonia 0 ton, 5 ton, dan 10 ton 16 Oktober 2014

Titonia 0 ton

Titonia 5 ton

55 3. Laboratorium

Tanaman yang diglinder diamasukkan ke labu kjedhal

H2SO4 pekat Larutan pekat diambil 20 ml

56 NAOH 13 ML

H3BO3 ke erlenmeyer 3 tetes indikator conway

57 Tabel Kriteria N-total

Kriteria Nilai Sangat Rendah 0,1 Rendah 0,1 – 0,2 Sedang 0,2 -0,3 Agak Tinggi 0,3 – 0,5 Tinggi 0,5 – 0,75 Sangat Tinggi >0,75

Tabel Kriteria P-tersedia

Kriteria Nilai Sangat Rendah < 5 Rendah 5 – 14 Sedang 15 – 39 Tinggi 40 – 60 Sangat Tinggi > 60

Dalam dokumen Laporan Akhir Kesuburan Tanah dan Pemupu (Halaman 39-57)

Dokumen terkait