• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase Pengamanan Aset Pemerintah Aceh

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1.8 Persentase Pengamanan Aset Pemerintah Aceh

Pada indikator kinerja ini Badan Pengelolaan Keuangan Aceh membatasi dokumen pengamanan aset hanya pada proses scanning terhadap sertifikat tanah saja.

Untuk mengamanan aset Pemerintah Aceh, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh melakukan scanning terhadap seluruh sertifikat tanah milik Pemerintah Aceh. Pada tahun 2017 dari 947 jumlah aset tanah milik Pemerintah Aceh yang selesai

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 29 discanning sebanyak 296 atau 31,26%. Dengan target 60% pada perjanjian kinerja maka persentase capaian realisasi 52,10%.

3.1.9. Persentase terdigitalisasinya dokumen kepemilikan BMA

Dalam tergitalisasinya dokumen kepemilikan Barang Milik Aceh (BMA), tahun 2017 Badan Pengelolaan Keuangan Aceh melakukan scanning terhadap BPKB kendaraan bermotor. Dari total 5.504 BPKB baik roda 6, roda 4 dan roda 2, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh berhasil mendigitalisasi sebanyak 4.339 BPKB atau 78,83% dengan rincian 77 BPKB roda 6, 586 BPKB roda 4 dan 3676 BPKB roda 2.

Sehingga dengan target 60% pada perjanjian kinerja Badan Pengelolaan Keuangan Aceh berhasil memperoleh persentase capaian sebesar 131,38%.

Dalam pencapaian target perjanjian kinerja pada sasaran strategis 3 ini, sumber daya aparatur yang terlibat sebanyak 32 orang pegawai Bidang Aset.

3.1.10. Terlaksananya Implementasi Regional SIKD kepada Kabupaten/Kota Regional Sistem Informasi Keuangan Daerah (Reg-SIKD) merupakan suatu sistem yang berbasis tehnologi informasi yang dapat mendokumentasikan, mengadministrasikan dan mengolah data pengelolaan keuangan daerah dan data terkait lainnya menjadi informasi yang disajikan dalam bentuk tabel maupun grafik.

Reg-SIKD berguna untuk membantu Kepala Daerah untuk menyusun anggaran daerah, menyusun laporan pengelolaan keuangan daerah dan merumuskan kebijakan keuangan daerah serta evaluasi kinerja keuangan daerah, menyediakan kebutuhan statistik keuangan daerah, menyajikan informasi keuangan daerah secara terbuka

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 30 kepada publik serta mendukung penyediaan informasi keuangan daerah yang dibutuhkan secara nasional. Disamping itu penyelenggaraan Reg-SIKD juga dapat membantu Gubernur selaku wakil pemerintah dalam memperoleh informasi dan laporan keuangan daerah kabupaten/kota dalam rangka pembinaan pemerintah kabupaten/kota terutama pembinaan pengelolaan keuangan daerah kabupaten/kota.

Untuk tahun 2017 Badan Pengelolaan Keuangan Aceh menargetkan akan melakukan implementasi Regional SIKD pada 23 Kabupaten/Kota namun sampai dengan berakhirnya tahun anggaran 2017 baru dapat mengintegrasikan secara penuh Reg-SIKD dengan pengelola keuangan Kab/Kota sebanyak 3 Kab/Kota yaitu Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Kota Banda Aceh.Sedangkan untuk 20 Kab/Kota lainnya baru melaksanakan penyediaan infrastruktur (perangkat sistem) dan persiapan implementasi Reg-SIKD perangkat keras berupa PC mini pada 20 kabupaten/kota tersebut untuk instalasi agen SIKD dan 1 (satu) unit server pada Pemerintah Aceh untuk instalasi master Reg-SIKD.

Dalam pencapaian target perjanjian kinerja tersebut, sumber daya aparatur yang terlibat sebanyak 19 pegawai Bidang Pembinaan dan Evaluasi Anggaran Kabupaten/Kota.

3.2 Realisasi Anggaran

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 31 Untuk mencapai suatu hasil yang maksimal tidak dapat terlepas dari jumlah anggaran yang harus dikeluarkan. Pada tahun anggaran 2017 realisasi anggaran yang digunakan untuk mencapai target pada Perjanjian Kinerja yang diperjanjikan antara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh dengan Gubernur Aceh adalah sebagai berikut :

1 Tersusunnya Laporan Keuangan tepat waktu

1.900.384.400

1.655.244.250 87,10%

2 Optimalisasi Potensi dan Realisasi Pendapatan Aceh

16.602.518.500

10.999.132.070 66,25%

3 Tertib Administrasi Pengelolaan Aset

4.501.841.400

1.991.542.703 44,24%

4 Terintegrasinya data keuangan kab/kota

665.208.000

403.151.950 60,61%

3.2.1 Sasaran Strategis 1

Pada sasaran tersusunnya laporan keuangan tepat waktu, secara keseluruhan penggunaan anggaran untuk mencapai indikator ini sebesar 87,10% atau sebesar Rp.1.655.244.250,- dari Rp.1.900.384.400,- yang berarti telah terjadi efisiensi anggaran dari pagu yang direncanakan sebesar Rp. 245.140.150,-.

Pada indikator ini terdapat 2 (dua) kegiatan yang mendukung terealisasinya indikator kinerja pada sasaran strategis ini.

Adapun program/kegiatan yang mendukung sasaran strategis ini adalah :

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 32 - Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban

pelaksanaan APBD

- Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD

3.2.2 Sasaran Strategis 2

Pada sasaran optimalisasi potensi dan realisasi pendapatan Aceh, secara keseluruhan penggunaan anggaran untuk mencapai indikator ini sebesar 66,25% atau sebesar Rp. 10.999.132.070,- dari Rp. 16.602.518.500,- yang berarti telah terjadi efisiensi anggaran dari pagu yang direncanakan sebesar Rp.

5.603.386.430.-. Pada indikator ini terdapat 3 (tiga) kegiatan yang mendukung terealisasinya indikator kinerja pada sasaran strategis ini.

Adapun program/kegiatan yang mendukung sasaran strategis 2 ini adalah : - Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Aceh - Koordinasi dan sinkronisasi penerimaan dana desentralisasi - Pemeliharaan basis data objek pajak dan subjek pajak

3.2.3 Sasaran Strategis 3

Pada sasaran tertib administrasi pengelolaan aset, secara keseluruhan penggunaan anggaran untuk mencapai indikator ini sebesar 44,24% atau sebesar Rp. 1.991.542.703,- dari Rp. 4.501.841.400,- yang berarti telah terjadi efisiensi anggaran dari pagu yang direncanakan sebesar Rp. 2.510.298.697.-.

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 33 Pada indikator ini terdapat 4 (empat) kegiatan yang mendukung terealisasinya indikator kinerja pada sasaran strategis ini.

Adapun program/kegiatan yang mendukung sasaran strategis 3 ini adalah : - Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKABMD) dan

Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) - Evaluasi, Penilaian dan Pemanfaatan Serta Pelaporan Aset

- Pengendalian, Pengamanan dan Pemeliharaan Barang Milik Daerah - Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Daerah

3.2.4 Sasaran Strategis 4

Pada sasaran terintegrasinya data keuangan kab/kota, secara keseluruhan penggunaan anggaran untuk mencapai indikator ini sebesar 60,61% atau sebesar Rp. 403.151.950,- dari Rp. 665.208.000,- yang berarti telah terjadi efisiensi anggaran dari pagu yang direncanakan sebesar Rp. 262.056.050.-.

Pada indikator ini terdapat 1 (satu) kegiatan yang mendukung terealisasinya indikator kinerja pada sasaran strategis ini.

Adapun program/kegiatan yang mendukung sasaran strategis 4 ini adalah kegiatan Implementasi Regional SIKD.

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 34 BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Untuk mencapai akuntabilitas kinerja yang maksimal, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh terus berusaha melaksanakan tugas dan fungsi sebaik mungkin dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan Aceh secara optimal melalui pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan evaluasi kinerja Tahun 2017, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya terdapat 4(empat) sasaran strategis dan 10 (sepuluh) indikator kinerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja, walaupun belum semua dapat terealisasi dengan maksimal.

Pada sasaran strategis pertama yang terdiri dari 1(satu) indikator kinerja, sampai dengan akhir tahun anggaran 2017 merealisasikan anggaran sebesar 87,10%

dengan realisasi kinerja sebesar 97,96% yang berarti terjadi penghematan anggaran sebesar 12,90%. Dengan 2(dua) kegiatan yang mendukung sasaran strategis ini.

Untuk sasaran strategis kedua yang terdiri dari 3(tiga) indikator kinerja sampai dengan akhir tahun anggaran 2017 merealisasikan anggaran sebesar 66,25% dengan rata-rata persentase capaian sebesar 114,90%, yang berarti pada sasaran strategis kedua ini Badan Pengelolaan Keuangan Aceh telah melakukan efisiensi anggaran sebesar 33,75% dengan 3(tiga) kegiatan yang menunjang keberhasilan sasaran strategis ini. Sasaran strategis ketiga yang terdiri dari 5(lima) indikator kinerja sampai dengan akhir tahun anggaran 2017 dengan realisasi anggaran sebesar 44,24% dan

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 35 rata-rata persentase capaian sebesar 62,99%, yang berarti pada sasaran strategis ketiga ini efisiensi anggaran sebesar 55,76%. Ada 4(empat) kegiatan yang mendukung sasaran strategis ini. Dan sasaran strategis keempat yang terdiri dari 1(satu) indikator kinerja dengan realisasi anggaran sebesar 60,61% dan rata-rata persentase capaian sebesar 13,04%, sehingga terjadi efisiensi anggaran sebesar 39,39% dengan 1(satu) kegiatan yang mendukung.

Secara keseluruhan rata-rata realisasi kinerja Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Tahun Anggaran 2017 mencapai 77,06% dengan rata-rata realisasi keuangan sebesar 63,58% yang berarti terjadi efisiensi sebesar 36,42%.

Pencapaian kinerja yang ada mungkin belum memuaskan semua pihak, namun demikian kinerja tersebut adalah kinerja terbaik yang dapat kami berikan dengan segala keterbatasan yang ada mengingat ini adalah tahun pertama untuk Badan Pengelolaan Keuangan Aceh. Capaian kinerja tahun ini akan menjadi perhatian dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dimasa yang akan datang dan juga dijadikan sebagai bahan evaluasi kinerja untuk terus menyempurnakan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Keberhasilan pelaksanaan seluruh program tidak terlepas dari pengaruh keadaan, dukungan dan peran serta seluruh pihak yang berkepentingan dan tugas Badan Pengelolaan Keuangan Aceh ke depan adalah meningkatkan kinerja yang ada menjadi semakin baik ini serta terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan, peningkatan pendapatan Aceh dengan inovasi-inovasi terkini dan semakin tertibnya penataan aset-aset daerah guna memaksimalkan pelayanan publik. Umpan

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 36 balik (feed back) atas segala yang kami sajikan dan saran-saran sangat kami harapkan guna peningkatan akuntabilitas kinerja yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Oleh karena itu, kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan fungsi dan tugas Badan Pengelolaan Keuangan Aceh kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

4.2 Upaya dimasa mendatang

Pencapaian yang telah dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan Aceh tahun 2017 sudah berjalan dengan cukup baik dan diharapkan kedepannya dapat lebih ditingkatkan mengingat ada beberapa indikator kinerja dengan hasil yang kurang memuaskan, seperti persentase penghapusan dan pemindahtanganan aset Pemerintah Aceh yang hanya terealisasi sebesar 1,94%, persentase peningkatan pemanfaatan/penggunaan aset idle yang belum ada realisasinya dari target yang 20%

pada perjanjian kinerja, persentase pengamanan aset pemerintah Aceh yang hasilnya 31,26% dari 60% yang dijanjikan, dan terlaksananya implementasi Reg-SIKD kepada Kabupaten/Kota yang realisasinya hanya 13,04%.

Upaya-upaya perbaikan dan peningkatan akan terus dilakukan kedepan antara lain terus melakukan sosialisasi, pembinaan dan pendampingan terhadap aturan-aturan pengelola keuangan daerah yang baik serta terus memberikan motivasi baik terhadap SKPA agar penyampaian laporan keuangannya dapat tepat waktu, mengoptimalkan penerimaan pendapatan Aceh dengan dengan mengembangkan inovasi-inovasi baru, menggali potensi-potensi penerimaan baru serta penagihan

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN ACEH 37 pajak progresif. Dari segi pengelolaan aset diusahakan kedepannya lebih banyak penghapusan dan pemindahtanganan aset Pemerintah Aceh dan aset idle yang dapat gunakan sehingga memberi manfaat bagi masyarakat maupun Pemerintah Aceh dan lebih banyak lagi aset pemerintah Aceh yang dapat bersertifikat.

Dokumen terkait