Homogeneous Subsets
5.1 Hasil Penelitian
5.1.6 Persentase Penurunan KGD
Tabel 5.4 Mean dan Standar Deviasi Persentase Penurunan KGD
No Kelompok Uji n % Penurunan KGD Mean ± SD Nilai p
Hari ke- 3 Hari ke-6 Hari ke-9 Hari
ke-12 Hari ke-15 1 K(-) 5 -16,476 ± 5,17 -44,15 ± 18,35 -43,81 ± 33,03 3,65 ± 11,97 21,11 ± 11,31 0,083 2 D1 5 13,8 ± 1,59 35 ± 3,67 45,39 ± 5,11 59,77 ± 4,78 70,87 ± 2,61 0,001* 3 D2 5 13,39 ± 3,97 23,32 ± 4,15 42,43 ± 6,49 53,59 ± 6,23 69,44 ± 3,26 0,001* 4 D3 5 -27,38 ± 16,49 0,434 ± 17,95 23 ± 8,65 31,28 ± 6,93 42,62 ±7,32 0,006* 5 K(+) 5 16,33 ± 4,17 36,092 ± 3,22 46,81 ± 2,82 59,27 ± 4,58 70,36 ± 4,12 0,001* Total 25
Keterangan : KGD = Kadar Gula Darah K(-) = Kontrol Negatif (Aquades)
D1 = Ekstrak Buah Andaliman Dosis 100 mg/kg bb D2 = Ekstrak Buah Andaliman Dosis 200 mg/kg bb D3 = Ekstrak Buah Andaliman Dosis 300 mg/kg bb K(+) = Kontrol Positif (Metformin Dosis 65 mg/kg bb) *Signifikan (p≤0,05)
Hasil analisis uji ANOVA menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kelompok uji dosis 100, 200, 300 mg/kg bb dan kontrol positif (p≤0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelompok uji kontrol negatif (p≥0,05)
5.2 Pembahasan
Pada penelitian ini digunakan hewan percobaan mencit wistar jantan diabetes dengan kadar glukosa darah ≥ 200 yang diperoleh dengan cara induksi aloksan. Mencit uji dikelompokkan dalam 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi aquades, kelompok uji dengan 3 variasi dosis perlakuan (ekstrak buah andaliman
dosis 100 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 300 mg/kg bb) dan kelompok kontrol positif yang diberi suspensi metformin dosis 65 mg/kg bb.
Metformin digunakan sebagai pembanding positif karena dapat menghambat glukoneogenesis, mengurangi produksi glukosa pada hati, mengurangi absorbsi glukosa pada saluran pencernaan, dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan penyerapan glukosa perifer.36 Aloksan sering digunakan untuk menginduksi diabetes pada hewan percobaan karena efek penghancuran selektif sel beta di pankreas yang menyebabkan perubahan konsentrasi insulin yang diikuti dengan perubahan sel beta yang berakhir pada kematian nekrosis sel. 37
Pemberian sediaan uji pada setiap kelompok mencit yang sudah diabetes dianggap sebagai hari pertama pemberian sediaan uji (hari ke-0). Pengukuran KGD mencit dilakukan pada hari ke-3, hari ke-6 hari ke-9, hari ke-12, dan hari ke-15. Dari hasil pengujian, kelompok uji dosis 100, 200 mg/kg bb dan kontrol positif telah menunjukkan penurunan KGD pada hari ke-3 dan penurunan KGD rata-rata sampai batas normal pada hari ke 15. Kelompok uji dosis 300 mg/kg bb dan kontrol negatif tidak menunjukkan penurunan KGD pada hari ke-3, penurunan KGD pada kelompok uji dosis 300 mg/kg bb mulai terlihat pada hari ke-6 dan menunjukkan penurunan sampai batas normal pada hari ke-15. Kelompok kontrol negatif menunjukkan kenaikan KGD pada hari ke-3, 6 dan 9 lalu terjadi penurunan KGD pada hari ke-12 dan 15.
Metformin dosis 65 mg/kg bb menunjukkan penurunan KGD pada hari ke-3 dan penurunan KGD rata-rata sampai batas normal pada hari ke 15. Pemberian aquades sebagai kelompok kontrol juga mengalami penurunan, tetapi masih dalam kategori diabetes ( ≥ 200 mg/dL). Penurunan kadar glukosa darah pada kelompok kontrol negatif didukung oleh regenerasi sel beta langerhans pankreas yang tidak rusak seluruhnya sehingga insulin masih dapat disekresi.38
Pada penurunan KGD diketahui bahwa dosis 100 mg/kg bb memiliki persen penurunan paling tinggi diantara dosis 200 dan 300 mg/kg bb. Penurunan KGD pada dosis 100 dan 200 mg/kg bb dan kelompok kontrol positif tidak
berbeda jauh. Pada hari ke 6 dosis 300 mg/kg bb memiliki persen penurunan paling rendah dibandingkan dosis 100 dan 200 mg/kg bb.
Efek penurunan KGD seharusnya semakin baik seiring dengan meningkatnya dosis, namun hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan dosis ekstrak buah andaliman tidak diikuti dengan meningkatnya efek penurunan KGD pada mencit. Hal ini diduga karena telah jenuhnya reseptor yang berikatan dan terjadinya interaksi dengan senyawa kimia bioaktif yang terkandung dalam buah andaliman. Jika reseptor telah jenuh, maka peningkatan dosis tidak bisa mencapai efek maksimum.39
Penurunan KGD dengan ekstrak buah andaliman dapat disebabkan oleh adanya kandungan terpenoid, steroid dan fenolik serta adanya aktivitas sebagai antioksidan. Hasil identifikasi dengan IR dan UV-Vis menunjukkan bahwa senyawa aktif utama dalam buah andaliman yang berpotensi sebagai inhibitor α -glukosidase dan antioksidan merupakan senyawa flavonoid golongan auron dan flavanon.22
Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat hygrophilla spinosa yang mengandung senyawa terpenoid dan steroid dapat menurunkan kadar glukosa darah pada dosis ekstrak 200 mg/kg bb.40 Penelitian antidiabetes yang menggunakan ekstrak methanol dari Memecylon malabaricum cogn menunjukkan bahwa senyawa seperti steroid, saponin, flavanoid, tannin dan alkaloid mempunyai aktivitas antidiabetes.41
Telah diketahui dari penelitian sebelumnya bahwa buah andaliman memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan inhibitor α -glukosidase.22 Telah diketahui bahwa antioksidan dapat bekerja menghambat formasi oxygen free
radicals yang dapat merusak sel dan menginisiasi penyakit kanker.33 Menurut
penelitian, α-glukosidase inhibitor dapat menghambat enzim mukosa usus (α -glukosidase) yang mengkonversi polisakarida kompleks menjadi monosakarida sehingga mengurangi penyerapan karbohidrat.19
Data penurunan KGD pada masing-masing mencit pada semua kelompok perlakuan dianalisis dengan uji statistik. Uji statistik awal yaitu uji normalitas
dengan menggunakan Shapiro-Wilk. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan normal (Lampiran 12).
Data di uji dengan uji homogenitas Levene. Hasil uji menunjukkan bahwa penurunan KGD pada hari ke 15 dilanjutkan dengan uji ANOVA (p≥0,05) sedangkan penurunan KGD pada hari ke 3, 6, 9, 12 dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis (p≤0,05) (lampiran 12).
Hasil uji ANOVA menunjukkan penurunan KGD pada hari ke 15 terdapat perbedaan bermakna (p≤0,05) maka dilanjutkan dengan uji Tukey (Lampiran 17).
Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan penurunan KGD pada hari ke 3, 6, 9 dan 12 berbeda secara bermakna (p≤0,05). Data penurunan KGD dilanjutkan dengan uji Tukey (lampiran 12).
Hasil analisis Tukey pada hari ke-3 menunjukkan bahwa kelompok uji dosis 300 mg/kg bb berbeda secara bermakna dengan kelompok uji dosis 100, 200 mg/kg bb dan kelompok kontrol positif. Kelompok kontrol negatif tidak berbeda secara bermakna dengan kelompok lainnya (lampiran 12).
Hasil analisis Tukey pada hari ke-6, 9 dan 12 menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif berbeda secara bermakna dengan kelompok uji dosis 100, 200 mg/kg bb dan kelompok kontrol positif. Kelompok uji dosis 300 mg/kg bb tidak berbeda secara bermakna dengan kelompok lainnya (lampiran 12).
Hasil analisis Tukey pada hari ke 15 menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif berbeda secara bermakna dengan kelompok uji dosis 100, 200 mg/kg bb dan kelompok kontrol positif. Kelompok uji dosis 100 mg/kg bb berbeda secara bermakna dengan kelompok uji dosis 300 mg/kg bb (lampiran 19).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak buah andaliman yang mengandung antioksidan dapat menurunkan KGD mencit model diabetes tipe 1.