IV. PEMBAHASAN
4.5. Persepsi Karyawan terhadap Efektivitas Satuan Pengawasan Intern
Pengukuran efektivitas kerja Divisi SPI dapat dilihat dari KPI SPI dan evaluasi atas persentase temuan yang ditindaklanjuti oleh manajemen. Namun, dalam penelitian ini, untuk melihat efektivitas kerja Divisi SPI maka penilaian dilakukan dengan menilai tahapan-tahapan kegiatan yang dilakukannya. Tahapan yang dimaksud dimulai dari tahapan persiapan penugasan, tahapan survey audit pendahuluan, tahapan pelaksanaan pengujian, tahapan penyelesaian penugasan, tahapan pelaporan hasil audit, dan tahapan pemantauan tindak lanjut.
1. Tahapan Persiapan Penugasan
Auditor internal harus mengembangkan dan mendokumentasikan rencana untuk setiap penugasan yang mencakup ruang lingkup, sasaran, waktu dan alokasi sumberdaya.
Berdasarkan Tabel 10, responden SPI menyatakan sangat setuju dan responden Non SPI menyatakan setuju pada tahapan persiapan penugasan. Hal ini menunjukkan bahwa SPI harus lebih meningkatkan kinerjanya dalam menentukan batas-batas audit sehingga SPI dapat lebih fokus dalam melakukan persiapan audit; perusahaan menentukan time frame audit; perusahaan membuat standar untuk melaksanakan audit; tim audit internal berjumlah minimal tiga orang; tim audit internal menentukan jadwal pelaksanaan audit; dan tim audit menyiapkan dokumen, formulir dan kertas kerja yang diperlukan selama proses audit.
Tabel 10. Persepsi Karyawan Non SPI dan Karyawan SPI terhadap Tahapan Persiapan Penugasan
No. Pertanyaan Non SPI SPI Modus STS TS CS S SS STS TS CS S SS
1 Perusahaan menentukan batas- batas audit sehingga dapat lebih fokus
0 0 9 51 9 0 0 0 2 3 S 2 Perusahaan menentukan time frame audit 0 0 8 50 11 0 0 0 2 3 S 3 Perusahaan membuat standar untuk melakukan audit 0 0 11 49 9 0 0 1 1 3 S
4 Tim audit berjumlah lebih dari tiga orang
0 2 14 40 13 1 0 0 1 3 S 5 Tim audit internal
menentukan jadwal pelaksanaan audit 0 0 9 48 12 0 0 0 2 3 S 6 Tim audit menyiapakan dokumen, formulir, dan kertas kerja yang diperlukan selama proses audit
0 0 12 45 12 0 0 1 1 3 S
Tahapan persiapan penugasan ini dilakukan untuk menentukan daftar objek yang akan diaudit dan menyiapkan dokumen, formulir dan kertas kerja yang memang dibutuhkan oleh tim audit untuk memeriksa
auditee. Dengan adanya tahapan ini maka diharapkan tim audit menjadi lebih terarah dalam melakukan audit dan bisa mempunyai standar dalam melakukan audit terhadap seluruh objek audit yang ada di dalam perusahaan.
Jumlah skor yang diperoleh dari kuesioner sebesar 1788. Sedangkan jumlah ideal (kriterium) untuk seluruh item sebesar 2220 (dengan asumsi semua menjawab SS). Secara keseluruhan responden SPI dan Non SPI menyatakan setuju jika Divisi SPI melakukan tahapan persiapan penugasan dalam menjalankan tugasnya dengan tingkat persetujuan 81%.
2. Tahapan Survey Audit Pendahuluan
Audit internal (SPI) harus melakukan survey audit pendahuluan yaitu proses yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai risiko dari suatu unit yang akan diperiksa. Dengan demikian maka SPI dapat menentukan siapa yang akan diaudit terlebih dahulu berdasarkan risiko terbesar yang ditemukan.
Berdasarkan Tabel 11, responden SPI menyatakan sangat setuju dan responden Non SPI menyatakan setuju pada tahapan survey audit pendahuluan. Hal ini menunjukkan bahwa SPI harus lebih meningkatkan kinerjanya dalam melakukan audit dengan fokus terhadap auditee; audit secara objektif; dan pemeriksaan dokumen sistem (rencana aksi dan dokumen lainnya) terhadap aktual pelaksanaanya. Tahapan survey audit pendahuluan dilakukan untuk mengurutkan risiko-risko dari objek audit mulai dari risiko terkecil hingga terbesar. Kemudian Divisi SPI akan mempresentasikan risiko-risko terbesar kepada direksi yang kemudian akan diputuskan risiko mana yang akan ditindaklanjuti terlebih dahulu sehingga risiko-risiko yang besar dapat dikendalikan oleh perusahaan. Setelah mendapatkan mendapatkan persetujuan dari direksi maka Divisi
audit akan segera menyiapkan rencana audit untuk mendapatkan temuan audit.
Tabel 11. Persepsi Karyawan Non SPI dan Karyawan SPI terhadap Tahapan Survey Audit Pendahuluan
No Pertanyaan
Non SPI SPI
Modus STS TS CS S SS STS TS CS S SS 1 Tim audit melakukan audit dengan fokus terhadap auditee 0 0 9 49 11 0 0 0 3 2 S
2 Tim audit internal melakukan audit secara objektif 1 0 12 42 14 0 0 0 2 3 S 3 Tim audit memeriksa dokumen sistem (rencana aksi dan dokumen lainnya) terhadap aktual pelaksanaannya
0 0 13 47 9 0 0 0 2 3 S
Modus S
Jumlah skor yang diperoleh dari kuesioner sebesar 893. Sedangkan jumlah ideal (kriterium) untuk seluruh item sebesar 1110 (dengan asumsi semua menjawab SS). Secara keseluruhan, responden SPI dan Non SPI menyatakan setuju jika Divisi SPI melakukan tahapan survey audit pendahuluan dalam menjalankan tugasnya dengan tingkat persetujuan 80%.
3. Tahapan Pelaksanaan Pengujian
Dalam melaksanakan audit, auditor internal (SPI) harus mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mendokumentasikan informasi yang memadai untuk mencapai tujuan penugasan.
Berdasarkan Tabel 12, responden SPI menyatakan sangat setuju dan responden Non SPI menyatakan setuju pada tahapan pelaksanaan pengujian. Hal ini menunjukkan bahwa SPI harus lebih meningkatkan
kinerjanya dalam mencari bukti yang dapat menguatkan informasi secara relevan; tidak pernah melakukan rekayasa terhadap bukti dari temuan audit; dan tetap siaga terhadap setiap petunjuk/bukti yang dapat mempengaruhi hasil audit.
Menurut pihak manajemen, tahapan pelaksanaan pengujian merupakan tahapan dimana staf Divisi SPI melakukan audit di tempat
auditee untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan melakukan wawancara setelah mendapatkan Surat Tugas Pemeriksaan yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama.
Tabel 12. Persepsi Karyawan Non SPI dan Karyawan SPI terhadap Tahapan Pelaksanaan Pengujian
No Pertanyaan Non SPI SPI Modus
STS TS CS S SS STS TS CS S SS 1 Tim audit internal
selalu mencari bukti yang dapat
menguatkan informasi secara relevan
0 0 16 41 12 0 0 0 1 4 S
2 Tim audit internal tidak pernah melakukan rekayasa terhadap bukti dari temuan audit
1 1 15 40 12 0 0 0 1 4 S
3 Tim audit tetap siaga terhadap setiap petunjuk atau bukti yang dapat mempengaruhi hasil audit
0 1 16 46 6 0 0 0 1 4 S
Modus S
Jumlah skor yang diperoleh dari kuesioner sebesar 875. Sedangkan jumlah ideal (kriterium) untuk seluruh item sebesar 1110 (dengan asumsi semua menjawab SS). Secara keseluruhan, responden SPI dan Non SPI menyatakan setuju jika Divisi SPI melakukan tahapan pelaksanaan pengujian dalam menjalankan tugasnya dengan tingkat persetujuan 79%.
4. Tahapan Penyelesaian Penugasan
Tahapan penyelesaian penugasan merupakan tahapan terakhir dari proses pekerjaan lapangan (di tempat auditee). Dalam tahap ini auditor mematangkan berbagai temuan yang telah dirangkum selama proses pekerjaan yang dilakukan di tempatauditee.
Berdasarkan Tabel 13, responden SPI menyatakan setuju dan responden Non SPI menyatakan setuju pada tahapan penyelesaian penugasan. Hal ini menunjukkan bahwa SPI harus lebih meningkatkan kinerjanya dalam memberikan konfirmasi terkait hasil temuannya kepada
auditee; rekomendasi kepada auditee; meminta jawaban auditee atas rekomendasi yang telah disampaikan; dan melakukan rapat secara teratur dengan auditee. Menurut pihak manajemen, tahapan penyelesaian penugasan yang dilakukan SPI adalah pembuatan draft LHP berdasarkan hasil temuan dan membicarakan hasil temuan di dalam divisi SPI.
Tabel 13. Persepsi Karyawan Non SPI dan Karyawan SPI terhadap Tahapan Penyelesaian Penugasan
No Pertanyaan Non SPI SPI Modus
STS TS CS S SS STS TS CS S SS 1 Tim audit internal
selalu memberikan konfirmasi terkait hasil temuannya kepadaauditee
0 0 13 45 11 0 0 0 1 4 S
2 Tim audit internal selalu memberikan rekomendasi kepada
auditee
0 1 9 51 8 0 0 0 1 4 S
3 Tim audit internal meminta jawaban
auditeeatas rekomendasi yang telah disampaikan
0 0 8 52 9 0 0 0 2 3 S
4 Tim audit internal melakukan rapat secara teratur denganauditee
0 4 11 47 7 0 0 1 1 3 S
Jumlah skor yang diperoleh dari kuesioner sebesar 1181. Sedangkan jumlah ideal (kriterium) untuk seluruh item sebesar 1480 (dengan asumsi semua menjawab SS). Secara keseluruhan, responden SPI dan Non SPI menyatakan setuju jika Divisi SPI melakukan tahapan penyelesaian penugasan dalam menjalankan tugasnya dengan tingkat persetujuan 80%.
5. Tahapan Pelaporan Hasil Audit
Tahapan pelaporan hasil audit mengharuskan audit internal untuk melaporkan atau mengkomunikasikan hasil penugasannya secara tepat waktu.
Tabel 14. Persepsi Karyawan Non SPI dan Karyawan SPI terhadap Tahapan Pelaporan Hasil Audit
No Pertanyaan Non SPI SPI Modus
STS TS CS S SS STS TS CS S SS 1 Tim audit internal
secara teratur melakukan rapat dengan manajemen
auditee
0 1 22 42 4 0 0 1 1 3 S
2 Tim audit internal secara berkala menyusun laporan hasil audit
0 0 7 53 9 0 0 0 3 2 S
3 Laporan hasil audit internal sangat berguna bagi pembuatan keputusan perusahaan dimasa yang akan datang
0 0 8 47 14 0 0 0 3 2 S
Modus S
Berdasarkan Tabel 14, baik responden SPI maupun Non SPI menyatakan setuju jika tim audit internal secara teratur melakukan rapat dengan manajemen auditee;secara berkala menyusun laporan hasil audit; dan laporan hasil audit internal sangat berguna bagi pembuatan keputusan perusahaan dimasa yang akan datang.
Tahapan pelaporan hasil audit dilakukan untuk memberitahukan hasil temuan audit antara Kepala Divisi SPI dengan Kepala auditee dan kemudian memutuskan apakah diperlukan adanya revisi atau tidak. Kemudian Divisi SPI membuat laporan hasil berdasarkan hasil pertemuan Kepala Divisi SPI dan kepalaauditee.
Jumlah skor yang diperoleh dari kuesioner sebesar 885. Sedangkan jumlah ideal (kriterium) untuk seluruh item sebesar 1110 (dengan asumsi semua menjawab SS). Secara keseluruhan, responden SPI dan Non SPI menyatakan setuju jika Divisi SPI melakukan tahapan pelaporan hasil audit dalam menjalankan tugasnya dengan tingkat persetujuan 80%.
6. Tahapan Pemantauan Tindak Lanjut
Penanggungjawab fungsi audit internal harus menyusun dan menjaga sistem untuk memantau tindak-lanjut hasil penugasan yang dikomunikasikan kepada manajemen.
Berdasarkan Tabel 15, baik responden SPI maupun Non SPI menyatakan setuju jika Tim audit internal melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan rekomendasi yang telah disepakati oleh tim audit internal dengan auditee; Perusahaan telah mengembangkan komunikasi yang efektif antara auditor internal, auditor eksternal, dan dewan direksi; dan Tim audit internal telah melakukan tugasnya secara efektif.
Tahapan pemantauan tindak lanjut dilakukan untuk mengetahui apakah auditee melaksanakan rekomendasi yang telah diberikan oleh Divisi SPI dan untuk meminta kepala auditee untuk menandatangani lembar tindak lanjut yang kemudian akan ditandatangani oleh kepala Divisi SPI dan Direktur Utama.
Tabel 15. Persepsi Karyawan Non SPI dan Karyawan SPI terhadap Tahapan Pemantauan Tindak Lanjut
No Pertanyaan Non SPI SPI Modus
STS TS CS S SS STS TS CS S SS 1 Tim audit internal
melakukan
pemantauan terhadap pelaksanaan rekomendasi yang telah disepakati oleh tim audit internal denganauditee
0 1 5 60 3 0 0 0 1 4 S
2 Perusahaan telah mengembangkan komunikasi yang efektif antara auditor internal, auditor eksternal, dan dewan direksi
0 1 11 52 5 0 0 1 2 2 S
3 Tim audit internal telah melakukan tugasnya secara efektif
0 0 14 51 4 0 0 0 3 2 S
Modus S
Jumlah skor yang diperoleh dari kuesioner sebesar 873. Sedangkan jumlah ideal (kriterium) untuk seluruh item sebesar 1110 (dengan asumsi semua menjawab SS). Secara keseluruhan, responden SPI dan Non SPI menyatakan setuju jika Divisi SPI melakukan tahapan pelaporan hasil audit dalam menjalankan tugasnya dengan tingkat persetujuan 79%.
Secara keseluruhan, jumlah skor yang diperoleh dari penelitian efektivitas tahapan- tahapan kegiatan Divisi SPI berdasarkan hasil kuesioner sebesar 6492. Sedangkan jumlah ideal (kriterium) untuk seluruh item sebesar 8140 (dengan asumsi semua menjawab SS). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat persetujuan terhadap efektivitas tahapan kegiatan Divisi SPI sebesar 80%.
4.6. Hubungan SPI dengan GCG
Hubungan Divisi SPI dengan GCG dapat dilihat dari ruang lingkup Divisi SPI yang mencakup proses governance, pengendalian internal, dan manajemen risiko.
1. Pengendalian Internal
Mengendalikan agar perusahaan taat pada perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang berlaku sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai, tercipta efisiensi dan efektivitas dalam proses operasional keuangan, dan non keuangan (tidak terjadi kecurangan).
Tabel 15 (rencana program kerja) divisi SPI memperlihatkan adanya pengawawasan intern untuk keuangan maupun non keuangan dan kegiatan pengendalian administratif.
2. Manajemen Risiko
Dilakukan berdasarkan PKPT (Program Kerja Pemeriksaan Tahunan) atau pemeriksaan khusus. Dengan menghitung bobot risiko terhadap seluruh objek yang ada di perusahaan, mempresentasikan hasil yang ditemukan di depan Direksi, hingga penandatanganan oleh Direksi sebagai bukti persetujuan mengenai pelaksanaan audit oleh Divisi SPI.
Berdasarkan tabel 15 (rencana program kerja) divisi SPI, maka dapat terlihat adanya pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh divisi SPI. Ini merupakan salah satu kegiatan manajemen risiko yang dilakukan oleh Divisi SPI.
3. ProsesGovernance
Salah satu tugas dari Satuan Pengawasan Intern terkait dengan penerapan prinsip-prinsip GCG adalah dengan membuat Program Kerja Pemeriksaan (Lihat pada Lampiran 7).
Selain itu, jika dilihat dari Rencana Program Kerja SPI tahun 2010 maka kegiatan governance yang dilakukan adalah koordinasi, strategi dan konsultasi audit dan menjadi counterpart bagi KAP dan Sucofindo.
Tabel 16. Rencana Program Kerja SPI Tahun 2010
No. Obyek Pemeriksaan Jadwal Pelaksana
I Pengawasan Intern Operasional Keuangan
1. KegiatanGood Coporate Governance Pebruari Anisah A 2. Penerimaan Pendapatan PT. LMJ April Anisah A 3. Biaya dan Pengelolaan SDM Juni Anisah A 4. Piutang PT KIEC Agustus Anisah A 5. Kegiatan SDM & Keuangan Unit
Otonom WBBM
Oktober Anisah A 6. Verifikasi Tindak Lanjut Continue Anisah,
Hendi, Heni
Operasional Non Keuangan
7. Pengadaan Barang PT KIEC Pebruari Hendi R 8. Pembebasan & Pengelolaan Lahan April Hendi R 9. Kegiatan MIS Juni Hendi R 10. Perawatan, Pelayanan dan
Pemasaran Perkantoran
Agustus Hendi R 11. Perawatan & Pelayanan HPK Oktober Hendi R 12. Verifikasi Tindak Lanjut Continue Anisah,
Hendi, Heni
II Pengawasan Mutu
1. Audit Mutu Internal
Kawasan Industri & Hotel Permata Krakatau
Pebruari Valdy, Hendi Kawasan Industri & Hotel Permata
Krakatau
Agustus Valdy, Hendi
2. Evaluasi Quality Objective
Evaluasi Quality Objective Semester 1 Tahun 2010
Juni Valdy R Evaluasi Quality Objective Tahun 2010 Desember Valdy R
3. Pemantauan dan Verifikasi CAR & PAR
Continue Valdy R
4. Rapat Tinjauan Manajemen Januari Valdy R Oktober Valdy R
III Pemeriksaan Khusus Tentative Anisah, Hendi
IV Koordinasi, strategi dan konsultasi audit Continue Suparno
V Counterpart (KAP dan SUCOFINDO) Tentative Suparno, Hendi, Valdy
VI Penyusunan PKPT 2011 Oktober - November
Semua
VII Kegiatan Pengendalian Administrasi (Dokumen)
Lanjutan Tabel 16
No. Obyek Pemeriksaan Jadwal Pelaksana
VIII Alokasi Tim–Tim Tentative semua Sumber : Data sekunder perusahaan (2011)
4.7. Persepsi Karyawan tentang Kajian Penerapan GCG terhadap