BAB II. LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Teori
5. Persepsi Kontrol Perilaku
Persepsi kontrol perilaku atau disebut juga dengan kontrol perilaku adalah perasaan seseorang mengenai mudah atau sulitnya mewujudkan suatu perilaku tertentu, (Ajzen, 2005). Berdasarkan konsep persepsi pengendalian perilaku diharapkan dapat mengurangi keterkaitan niat terhadap perlakuan individu, oleh karena itu hanya ketika persepsi pengendalian perilaku individu juga kuat maka niat yang kuat dapat menimbulkan perilaku.
Kepercayaan pada hal yang didukung dan hambatan implementasi perlakuan penghambatan berdasarkan tentang pengalaman perilaku orang tersebut sebelumnya, pemahaman orang tersebut tentang perilaku tersebut, dan diperoleh dengan mengamati pengetahuannya dan keakraban lainnya. Individu dan berbagai faktor lain yang diketahui individu dapat menambah atau mengurangi persepsi individu tentang tingkatan kesusahan dalam melaksanakan perilaku Dalam teori perilaku terencana khususnya.
Kontrol perilaku didefinisikan sebagai persepsi seseorang tentang kemudahan atau kesulitan dalam melaksanakan suatu perilaku, Persepsi pengendalian perilaku dapat menentukan dalam hal kepercayaan seseorang dalam kaitannya dengan hal mendukung ataupun hambatan dalam melaksanakan suatu perilaku (keyakinan kontrol). Hal khusus, kedalam materi perilaku perencanaan, persepsi kontrol perilaku ini adalah sebagai teori perilaku terencana tentang sulit dan mudahnya dalammelaksanakan perilaku. Persepsi kontrol perilaku ditentukan oleh kombinasi keyakinan individu dalam kaitannya dengan faktor pendukung penghambat dalam melakukan suatu perilaku (keyakinan kontrol), atas kuatnya perasaan individu dalam kaitannya dengan masing-masing faktor pendukung atau penghambat tersebut.
Secara khusus, dalam teori perilaku terencana, teori persepsi kontrol perilaku dapat diartikan dalam perilaku individu tentang sulit tidaknya dalam mempersepsikan perilakunya. Persepsi pengendalian perilaku dapat menentukan dari kombinasi kepercayaan seseorang dalam kaitannya dengan hal yang mendukung dan sebaliknya dalam memberikan suatu perilaku (keyakinan kontrol), dengan memperhatikan perasaan hal tersebut dalam kaitannya dengan masing-masing faktor pendukung atau penghambat tersebut. (Kontrol kekuasaan yang dirasakan) Semakin banyak orang mempersepsikan tentang sulit tidaknya dan semakin terbatas intensif palsu dalam melakukan suatu perilaku, semakin mudah bagi seseorang untuk persepsikan perilaku tersebut.
untuk dilakukan. Sebaliknya makin sedikit orang yang rasakan beberapa factor yang mendukung serta hambata untuk melakukan suatu perilaku, sehingga individu dapat menemukan dirinya sulit untuk tampil, Persepsi kontrol perilaku investor tercermin pada seberapa besar keyakinannya, modal yang mendukung, dan pemanfaatan teknologi.
6. Informasi Akuntansi
Informasi akuntan merupakan proses mengidentifikasi, mengukur, serta melaporkan informan yang memunkinkan keputusan dan evaluasi tentang kejelasan dan terinformas tidak ambigu dibuat oleh mereka yang menggunakan informasi tersebut. Simamora (2012: 7) menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengendalian pengambilan keputusan. Saat mengambil keputusan, tindakan alternatif selalu diambil dari banyak alternatif yang tersedia. Oleh karena itu, pengambil keputusan selalu berusaha mengumpulkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian saat memilih tindakan alternatif. Informasi akuntansi yang berguna sehingga mengandung berita yang relevan dan berkualitas handal. Mereka sangat berharga untuk meningkatkan pengetahuan, kepercayaan pada profitabilitas, realisasi ekspektasi dalam kondisi ketidakpastian: dan mengubah keputusan atau perilaku pengguna. Agar bermanfaat, segala sesuatu yang dalam laporan keuangan harus dapat memprediksikan hasil dimasa yang akan datang.dengan pemanfaatan biaya histori,laporan keuangan belum memberikan indikasi langsung tentang rating dimasa depan yang
diharapkan. Namun laporan tetap dapat bermanfaat bagi invest jika proyeksi good news atau bad news tetap ada.Ke depan, ada pemikiran yang akan digunakan dalam menentukan keputusan, yaitu:
a. Ada investor yang memanfaatkan terkini dalam laporan perusahaan untuk memperkirakan profitabilitas masa depan.
Prakiraan daya pendapatan di gunakan untuk melihat profit investasi yang dilakukan.
b. Investor menggunakan informasi yang ada terkini dalam laporan akuntan yang ada dalam memprediksikan arus kas pada masa depan, dan melalui hal yang sanga tideal.
7. Persepsi Risiko
Persepsi risiko adalah visi dalam memahami individu objek seperti peristiwa melalui panca indera didapatkan dari mengamati objek dan keadaan yang dapat menimbulkan peristiwa serta menafsirkannya.
Kekawatiran sangat berkaitan dengan persepsi risiko. Kekhawatiran terjadi ketika individu merasa akan berhadapan dengan situasi bahaya.
Istilah risiko lebih merujuk pada probabilitas terjadinya bahaya Denney (2005). Persepsi risiko dapat bersifat subjektif dan fungsional, agar dapat terjadi penyimpangan dari persepsi orang lain. Obyek Risiko investasi dipahami, yaitu penyimpangan dari keuntungan yang diharapkan. Jika terjadi ketidakpastian, ini berarti investor akan menerima pengembalian di masa depan, yang nilainya belum diketahui.
Risiko adalah penyimpangan pengembalian yang sebenarnya diterima dari yang diharapkan kedalam teori investasi dimana semakin
besar risiko,maka tinggi return keuntungan dan sebaliknya. Toleransi terhadap resiko terhadap keuangan merupakan berbagai yang perlu dipertimbangkan ketika membuat hak akan aspek yang akan diambi dalam investasi investor. Toleransi risiko merupakkan tingkatan pastinya yang dapat di terima individu tentang risiko yang diberikan.
Hal ini terkait dengan apa yang dilakukan investor terkait risiko dan dirartikan sebagai sebagai ketidakpastian dan votalitas pengembalian ekuitas bersedia menanggung semua keputusan investor. toleransi resiko adalah prinsip penanaman modal kompleks dan tidak mudah dipahami. Setiap investor memiliki toleransi risiko dan sikap yang berbeda.
Ketika berinvestasi persepsi risiko ini dapat menggambarkan serta memberikan ukuran tolak ukur akibat yang dapat diterima oleh calon investor. Ekuitas memberikan menetapkan batas resiko yang dapat diterima sebagai tolok ukur untuk meminimalkan adanya kerugin besar. Timbulnya rasa akan kerugian mendorong investor mengambil keputusannya untuk menjual sahamnya atau menunggu. Pendapat tandelin pada marsis, bahwa keputusan investasi mendasar pada kinerja, berdasarkan jenisnya kelompok investasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Risiko Sistematis
Risiko pasar tidak munkin dapat di hilangkan begitu saja melalui proses diverfikasi portofolio misalnya naiknya inflasi, terjadi resesi serta naiknya suku bunga.
2. Risiko Tidak Sistematis
Dimana risiko yang terjadi dalam perusahaan dimana kebijakan dan keputusan strategi keuangan operasi yang berfokus pada hal yang lebih spesifik terhadap saham maupun sector tertentu misalnya saja peraturan pemerintah yang melarang adanya impor dan ekspor yang dapat menimbulkan pengaruh harga saham pada berbagai perusahaan yang mencakupnya.
8. Manajemen Risiko
Menurut Herman Darmawi (2016) manajemen risiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi. Ironisnya, perusahaan bisa saja mengalami penurunan atau break down tanpa mengetahui penyebabnya. Semua aktivitas proses yang berfungsi secara eksklusif untuk meminimalkan atau bahkan mencegah terjadinya risiko perusahaan. Hal ini mencakup kegiatan untuk mengidentifikasi, merencanakan, strategi, bertindak, memantau dan mengevaluasi aspek negatif yang munkin timbul di perusahaan. Bisa juga dikatakan bahwa jenis manajemen ini adalah metode untuk melindungi perusahaan dari masalah kebangkrutan dan sejenisnya.
9. Teori Tindakan Yang Beralasan
Teori Tindakan Beralasan dikembangkan untuk menguji hubungan antara sikap dan perilaku Fishbein dan Ajzen (1975). Teori tindakan cerdas percaya bahwa sikap mempengaruhi perilaku melalui keputusan yang ketat dan bijaksana, dan pengaruhnya terbatas pada
tiga hal. Pertama - tama, perilaku sebagian besar tidak ditentukan oleh sikap umum, tetapi oleh sikap khusus. Norma subjektif adalah persepsi kita tentang apa yang orang lain harapkan dari kita. Ketiga, sikap perilaku dan norma subjektif bersama - sama membentuk niat atau niat untuk bertindak dengan cara tertentu. Niat atau niat merupakan fungsi dari dua determinan utama, yaitu sikap masyarakat terhadap perilaku (aspek personal) dan persepsi individu terhadap tekanan sosial untuk melakukan atau tidak berperilaku, sebagaimana dimaksud norma subjektif, Sedangkan niat dipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif.
Asumsi utama dari teori tindakan yang dipertimbangkan dan teori perilaku yang direncanakan adalah bahwa individu adalah rasional ketika mereka memperhitungkan tindakan mereka dan efek dari tindakan mereka (pengambilan keputusan) atau para pembuat keputusan mengetahui semua efek dan konsekuensinya. faktor sentral dari perilaku individu adalah bahwa perilaku itu dipengaruhi oleh niat individu (behavior intention) terhadap perilaku tertentu tersebut. Niat sebagai perilaku yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk tindakan sampai waktu dan kesempatan yang tepat, deklarasi niat adalah keseriusan niat seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau mengusulkan perilaku tertentu.
Teori perilaku beralasan didasarkan pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berakal dan secara teratur memperti mbangkan informasi. Teori perilaku beralasan mengasumsikan bahwa seorang investor memiliki informasi sehingga menilai peluang atau risiko dari modal yang di investasikan. Investor dijamin memiliki
keterampilan dan informasi keuangan. Teori perilaku terencana menjelaskan bahwa variabel pengetahuan keuangan dan informasi akuntansi dapat mempengaruhi keputusan investasi.
10. Keputusan Investasi
Definisi keputusan adalah proses penelusuran masalah yang berawal dari latar belakang masalah, identifikasi masalah hingga kepada terbentuknya kesimpulan atau rekomendasi. Rekomendasi itulah yang selanjutnya dipakai dan digunakan sebagai pedoman basis dalam pengambilan keputusan, oleh karena itu, begitu besarnya pengaruh yang akan terjadi jika seandainya rekomendasi yang dihasilkan tersebut terdapat kekeliruan atau adanya kesalahan-kesalahan yang tersembunyi karena faktor ketidak hati-hatian dalam melakukan pengkajian masalah. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk di tindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah. Menurut Davis (1979:5), keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hokum situasi yang di lakukan melalui pemilihan satu alternative dari beberapa alternatif. Menurut Iqbal Hasan (2002:23),
pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi antara lain :
1. Pangkal permulaan dari semua aktivitas manuasia yang sadar dan terarah,baik secara individual maupun kelompok, baik secara institusional maupun secara organisasional.
2. Sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan,masa yang akan datang,dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Langkah-langkah dalam mengambil keputusan berinvestasi di pasar modal:
a. Pengenalan masalah.
Diawali saat berinvestasi menyadari adanya masalah kebutuhan. Investor menyadari terdapat pebedaan antara kondisi sesungguhnya dan kondisi yang diinginkannya.
b. Pencarian informasi.
Seorang investor yang mulai timbul minatnya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Kita dapat membedekan dua tingkat yaitu, keadaan tingkat pencarian informasi yang sedang saja disebut perhatian yang meningkat.
c. Evaluasi alternatif.
Ada beberapa proses evaluasi keputusan. Kebanyaan model dari proses evaluasi konsumen sekarang bersifat kognitif, yaitu mereka memandang konsumen sebagai pembentuk penilaian terhadap produk terutama berdasarkan pada pertimbangan yang sadar dan rasional.
d. Keputusan berinvestasi.
Pada tahap evaluasi, konsumen membentu k preferensi terhadap investasi-investasi yang terdapat pada perangkat
pilihan, konsumen juga membentuk tujuan untuk berinvestasi yang paling disukai.
e. Tindakan sesudah berinvestasi.
Kepuasan atau ketidakpuasan investor pada suatu produk akan mempengaruhi tingkah laku berikutnya. Konsumen memiliki pilihan antara melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan. Tindakan tersebut berupa mengeluh, kepada perusahaan, mendatangi pengacara, mengeluh antara kelompok-kelompok lain yang mungkin dapat membantu mengurangi ketidakpuasan. Atau investor dapat menghentikan investasinya terhadap produk tersebut, yaitu memanfaatkan hak untuk keluar (exit option). Alternatif lain adalah konsumen mungkin memilih menggunakan hak suara (menyebarkan kesan buruk yang diterimanya)
B. TINJAUAN EMPIRIS
Tabel 2.1
Penelitian Variabel Alat Analisis Hasil Penelitian 1 Sarni
Ghafur pun akan meningkat.
2 Misra,
(1) Persepsi manfaat investasi
Pemula) di
pasar modal. Hal ini dapat dilihat dari nilai
signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu
pasar modal. Hal ini dapat dilihat dari nilai
signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu
Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,025,
Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,015.
4 Oktaryani, Faktor- Literasi Statistik Dari hasil penelitian
G A Sri
Deskripti diperoleh lima faktor yang mempengaruhi
modal (terindikasi dari pergerakan indek
IHSGdi BEJ).
Secara eksternal, pandemic
regresi linear Hasil penelitian menyatakan bahwa
Pandemi penelitian ini yaitu:
1. Literasi Keuangan
3. Faktor Demografi
skala ordinal, Berdasarkan hasil penelitian, dapat
Hal ini dikarenakan
C. Kerangka Pikir
Kerangka konsep merupakan uraian dan visualisasi tentang hubungan atau kaitan antara dengan konsep-konsep yang akan diamati atau di ukur melalui penelitian yang akan di lakukan.
Gambar 2.1 Kerangka Konsep Sumber : Data Di Olah Oleh Peneliti Persepsi Risiko
Denney (2005) Perilaku Investor
Persepsi Control Perilaku Ajzen (2005)
Keputusan Berinvestasi
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat kualitatif dan metode yang digunakan lebih mendasar pada fenomologis dengan mengutamakan evaluasi, metode penelitian seperti ini lebih berusaha memahami dan menafsirkan bahwa peristiwa dan interaksi perilaku manusia.
Metode deskriptif kualitatif, menurut penelitian deskriptif Sugiono (2013) adalah penelitian dapat dilakukan agar menentukan nilai suatu variable bebas, atau lebih variabel (bebas), tanpa membandingkan atau mengaitkannya dengan variabel tersebut dan hasil ini akan menjelaskan hasil dari wawancara dengan subjek penelitian yang diteliti secara detail sehingga dapat menyampaikan gambaran yang jelas tentang perilaku investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal dalam situasi tertentu ketika membuat keputusan investasi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini dapat dikatakan berbeda karena setiap investor memiliki perilaku yang berbeda dalam mengambil keputusa
B. Fokus Penelitian
Adapun fokus penelitian adalah batasan penggunaan suatu objek penelitian yang akan dilakukan. Kegunaan lain dari metode penelitian ini adalah peneliti tidak akan terjebak oleh informasi segar dikumpulkan dari situasi sosial, Persepsi kontrol perilaku dalam pengambilan keputusan merupakan keyakinan bahwa Seseorang telah melakukan suatu perilaku tertentu, investor tersebut mempunyai kesempatan serta bagaimana waktu
dalam melakukan perilaku tersebut menilai sendiri apakah ia mampu melakukan perilaku tersebut atau tidak. Persepsi kontrol perilaku yang dimaksud adalah keyakinan bahwa apakah investor mampu mengambil sebuah keputusan berdasarkan pengalaman.
C. Situs Penelitian
Adapun penelitian yang akan dilakukan di Galeri Investasi BEI Unismuh Makassar yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin No 259, gedung menara iqra lt 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2022.
D. Jenis Dan Sumber Data
Sumber data penelitian adalah objek dari mana data itu diperoleh, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan perbuatan selebihnya merupakan data tambahan seperti halnya dokumen.
1. Data Primer
Sugiyono (2016), data primer adalah data yang diambil langsung dari sumbernya dan diteruskan kepada pengumpul data atau peneliti bahwa sumber data utama adalah wawancara dengan subjek penelitian baik dengan observasi secara langsung.
Seperti pengertian data primer menurut Sugiyono yang menyatakan bahwa data berasal langsung dari sumbernya sehingga terjamin kemurniannya, karena pengumpulan data dilakukan untuk pertama kali dalam penelitian. Data yang berkembang dari waktu ke waktu sehingga data yang diterima diperbarui selama survei, suatu karakteristik yang disebabkan oleh fakta bahwa data primer bersumber pada bagian yang memberikan pengetahuan secara langsung dan belum diproses.
Jadi data yang diperlukan untuk mengetahui perilaku investor individu saat mengambil keputusan investasi saham di masa pandemi seperti sekarang ini adalah data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi sumber data. Berdasarkan jenis data yang dibutuhkan, maka informan didalam penelitian ini merupakan investor aktif yang bergerak sebagai anggota di Galeri Investasi BEI universitas muhammadiyah makassar.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang dimana diperoleh hasil membaca resensi atau studi literatur, buku atau literatur tentang masalah yang diamati, internet, beserta dokumen laporan dari instansi terkait sehingga relevan dengan kebutuhan data penelitian.
E. Informan
Populasi dalam penelitian ini adalah responden yang meliputi investor yang terdaftar di GI BEI Universitas Muhammadiah Makassar Makassar sebagai investor aktif. Dengan narasumber yang terdiri dari 15 orang yang terdiri dari Investor dan anggota KSPM GI BEI Universitas Muhammadiyah Makassar.
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian menurut Darmawan (2013). Adapun kreteria penarikan sampel yang di lakukan oleh peneliti yaitu mengambil 15 narasumber yang terdiri dari investor yang terdaftar di KSPM GI BEI Universitas Muhammadiyah Makassar
.
F. Teknik Pengumpulan Data.
Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian kualitatif merupakan obeservasi, wawancara mendalam, dokumen, serta trimulasi yang bertujuan untuk memperjelas implikasi penelitian serta menyelidiki data.
1. Wawancara
Menurut Moleong (2016) wawancara adalah perihal bercakap-cakap dengan maksud tertentu dengan adanya hal yang ditulis. Percakapan tersebut dilakukan oleh dua pihak, pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan wawancara (interviewee) yang memberikan jawaban dari pertanyaan.
Wawancara dapat digunakan sebagai teknik mengumpulkan data pada saat peneliti ingin melakukan survei pendahuluan untuk menentukan masalah yang sedang diselidiki dengan tujuan ingin memperoleh informasi yang lebih detail tentang responden. Adapun persiapan Pewawancara yang akan mempersiapkan suatu wawancara, perlu membuat beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan, urutan pertanyaan, seberapa penting pertanyaan itu, waktu wawancara, dan bagaimana merumuskan pertanyaan. Moleong ( 2016) Sugiono.( 2016) mengemukakan ada tiga macam wawancara, yaitu:
a. Wawancara Terstruktur
Wawancara terstruktur dilakukan dengan membawa instrumen yang dijadikan pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data yang digunakan berupa tape recorder, gambar, dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar. Dengan
wawancara terstruktur ini, kutipan responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya.
b. Wawancara Semi Terstruktur
Wawancara semi terstruktur merupakan wawancara yang pelaksanaannya lebih bebas dibanding wawancara terstruktur. Tujuan wawancara ini untuk menemukan permasalahan yang lebih terbuka, di mana pihak terwawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Peneliti perlu mendengar secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan informan.
c. Wawancara Tak Terstruktur
Wawancara tak terstruktur adalah wawancara bebas yang peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun secara sistematis dan lengkap pengumpulan datanya. Wawancara ini sering digunakan penelitian pendahuluan atau untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subyek yang diteliti.
Penelitian ini menggunakan jenis wawancara semi terstruktur untuk pengumpulan data. Peneliti membuat pertanyaan yang sudah tersusun secara sistematis lalu pewawancara dapat menanyakan mengenai pendapat dari terwawancara mengenai objek penelitian.
Subjek yang dijadikan sebagai responden adalah anggota KSPM GI BEI unismuh makassar.
2. Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data kualitatif secara langsung melalui pengamatan di lokasi penelitian dalam pengambilan keputusan investasi saham. observasi merupakan pengamatan dan
pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang nampak dalam suatu gejala pada objek penelitian menurut Widoyoko (2014).
3. Dokumen
Dokumentasi menurut Sugiyono. (2015) adalah suatu cara untuk memperoleh data dan informasi berupa buku, dokumen, nomor dokumen, dan foto dalam bentuk laporan dan informasi untuk mendukung penelitian.
4. Triangulasi
Triagulasi dalam pengumpulan data merupakan sebagai tehnik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai tehnik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi,maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas.
Sugiyono (2021) G. Instrument
Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan menggunakan berbagai metode penelitian seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, serta membutuhkan alat bantu sebagai instrumennya.
Adapun Instrumen yang di gunakan penelitih yaitu handphone sebagai perekam Audio, pengambilan gambar serta video, sedangkan pena dan buku di gunakan dalam mendokumentasikan poin-poin kunci informan Data dari hasil wawancara.
H. Metode Analisis Data
Analis data untuk penelitian bersifat kualitatif ini terjadi ketika terkumpulnya data sedang berjalan dan anda telah menyelesaikan
pengumpulan data didalam jangka waktu tertentu. Miles dan Huberman (1992) menyarankan agar kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berkesinambungan hingga tuntas sehingga data menjadi jenuh.perlakuan analis data seperti reduksi data, visualisasi data atau penyajian data serta penarikan kesimpulan.
1. Reduksi Data
Reduksi data artinya merangkum memfokuskan pada hal yang penting, memilih sesuatu yang paling penting dan membuang hal-hal yang tidak terlalu penting. Jika Anda melakukan penelitian, Anda akan menemukan banyak data di area ini. Oleh karena itu, Anda perlu mempersempit data yang dikumpulkan untuk memilih, meringkas, dan fokus pada data penting yang Anda inginkan.
2. Penyajian Data
Setelah data diperkecil, langkah selanjutnya adalah melihatnya.
Tujuan penyajian data adalah untuk memudahkan masyarakat memahami apa yang terjadi dan, berdasarkan pemahaman tersebut, merencanakan tugas selanjutnya. Narasi atau teks merupakan bentuk penyajian data yang paling umum dalam penelitian kualitatif. Data laporan dengan menjelaskan hasil wawancara ke teks naratif serta melampirkan file pendukung ataupun foto dokumentasi.
3. Penarikan Kesimpulan
Selama proses penelitian, yaitu selama proses pengumpulan data, kesimpulan ditarik terus menerus. Dalam penelitian yang dilakukan menarik kesimpulan dengan mengekstraksi esensi dari sejumlah sumber berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan wawancara serta
dokumentasi. Kesimpulan menggambarkan pola hubungan, topik dan pertanyaan umum, hipotesis dan lain-lain, dll.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia
Secara historis pasar modal sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek suda ada di batavia sejak zaman penjajahan Belanda. Tepatnya pada tahun 1912 pasar modal didirikan
Secara historis pasar modal sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek suda ada di batavia sejak zaman penjajahan Belanda. Tepatnya pada tahun 1912 pasar modal didirikan