• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

F. Tehnik pengumpulan data

4. Triangulasi

Triagulasi dalam pengumpulan data merupakan sebagai tehnik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai tehnik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi,maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas.

Sugiyono (2021) G. Instrument

Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan menggunakan berbagai metode penelitian seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, serta membutuhkan alat bantu sebagai instrumennya.

Adapun Instrumen yang di gunakan penelitih yaitu handphone sebagai perekam Audio, pengambilan gambar serta video, sedangkan pena dan buku di gunakan dalam mendokumentasikan poin-poin kunci informan Data dari hasil wawancara.

H. Metode Analisis Data

Analis data untuk penelitian bersifat kualitatif ini terjadi ketika terkumpulnya data sedang berjalan dan anda telah menyelesaikan

pengumpulan data didalam jangka waktu tertentu. Miles dan Huberman (1992) menyarankan agar kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berkesinambungan hingga tuntas sehingga data menjadi jenuh.perlakuan analis data seperti reduksi data, visualisasi data atau penyajian data serta penarikan kesimpulan.

1. Reduksi Data

Reduksi data artinya merangkum memfokuskan pada hal yang penting, memilih sesuatu yang paling penting dan membuang hal-hal yang tidak terlalu penting. Jika Anda melakukan penelitian, Anda akan menemukan banyak data di area ini. Oleh karena itu, Anda perlu mempersempit data yang dikumpulkan untuk memilih, meringkas, dan fokus pada data penting yang Anda inginkan.

2. Penyajian Data

Setelah data diperkecil, langkah selanjutnya adalah melihatnya.

Tujuan penyajian data adalah untuk memudahkan masyarakat memahami apa yang terjadi dan, berdasarkan pemahaman tersebut, merencanakan tugas selanjutnya. Narasi atau teks merupakan bentuk penyajian data yang paling umum dalam penelitian kualitatif. Data laporan dengan menjelaskan hasil wawancara ke teks naratif serta melampirkan file pendukung ataupun foto dokumentasi.

3. Penarikan Kesimpulan

Selama proses penelitian, yaitu selama proses pengumpulan data, kesimpulan ditarik terus menerus. Dalam penelitian yang dilakukan menarik kesimpulan dengan mengekstraksi esensi dari sejumlah sumber berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan wawancara serta

dokumentasi. Kesimpulan menggambarkan pola hubungan, topik dan pertanyaan umum, hipotesis dan lain-lain, dll.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia

Secara historis pasar modal sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek suda ada di batavia sejak zaman penjajahan Belanda. Tepatnya pada tahun 1912 pasar modal didirikan oleh pemerintah hindiah Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.

Meskipun pasar modal sudah ada sejak tahun 1912, namun perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan di saat aktivitas pasar modal sedang vakum. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti perang dunia yang membutuhkan pasar saham. Bursa juga akan ditutup pada tahun 1914 – 1918. Bursa saham di tutup karena perang dunia pertama. Bursa efek Indonesia di hidupkan kembali pada tahun 1925 – 1942, namun karena masalah politik, khususnya perang dunia II, Bursa Efek Semarang dan Surabaya harus ditutup kembali pada awal tahun 1939 dan terus ditutup pada tahun 1942 – 1952 pengalihan kekuasaan dan pemerintah republik Indonesia dan sebagai kondisi yang menyebabkan pasar modal tidak berfungsi sebagai mana mestinya, dan pencatatan di bursa harus di upayakan pada tahun 1956 – 1977.

Pada tahun 1977 pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal bursa efek diresmikan pada tanggal 10 Agustus 1977 oleh presiden Soeharto BEJ di kelolah oleh BAPEPAM ( Badan Penyelenggara Pasar Modal).

Namun pada tahun 1977 – 1987 perdagangan di bursa efek sangat lesu jumlah emiten hingga tahun 1987 baru mencapai 24 emiten. Pada saat itu masyarakat lebih memiliki instrumen perbangkan di bandingkan instrumen pasar modal. Akhirnya pada tahun 1987 (PAKDES 87 ) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia. Aktivitas perdagangan Bursa Efek pun kian meningkatkan pada tahun 1988 – 1990 setelah paket di regulasi di bidang perbangkan dan Pasar Modal diluncurka. Pintu BEJ terbuka untuk asing.

Bursa Paralel Indonesia ( BPI) mulai beroprasi dan dikelolah oleh Persatuan Perdagangan Uang Dan Efek ( PPUE) pada tahun 1988 dengan organisasinya yang terdiri dari broker dan dealer. Selain itu, pada tahun yang sama, pemerintah mengeluarkan paket Desember 88 ( PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan Pasar

Modal. Bursa Efek Surabaya ( BES ) pada tahun 1989 mulai beroprasi dan dikelolah oleh Perseroan terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya.

Bursa Efek Jakarta pertama kali dibuka pada tanggal 14 Desember 1912 dengan bantuan pemerintah kolonial Belanda Di Batavia pusat Jakarta. Bursa Efek Jakarta Kemudian di sebut

Call Efek ” Call ” leader. Kemudian masing – masing investor mengirim permintaan beli atau menawarkan penawaran untuk menjual sampai di temukan harga yang cocok barulah terjadi transaksi.

Saat itu pasar saham mengikuti permintaan karena investor merasa perlu adanya Bursa di Jakarta Bursa Efek lahir karena permintaan akan jasanya sangat mendesak. Orang Belanda yang bekerja di Indonesia pada waktu itu telah mengenal pasar saham selama lebih dari tiga ratus tahun. Berinvestasi dalam saham dan pendapatan serta hubungan mereka memungkinkan mereka untuk menaruh uang mereka di berbagai jenis saham, baik surat berharga korporasi Indonesia maupun surat berharga Asing. Sekitar 30 sertifikat ( sekarang disebut tanda terima ) dari perusahaan Amerika, Perusahaan Kanada, perusahaan Belanda perusahaan, Perancis dan Belgia.

Bursa Efek Jakarta sempat tutup selama periode perang dunia pertama kemudian dibuka lagi pada tahun 1925 selain Bursa Efek Jakarta. Pemerintah colonial juga mengoperasikan Bursa parallel Di Surabaya dan Di Semarang. Namun kegiatan Bursa ini di hentikan lagi ketika terjadi Kendudukan tentara Jepang di Batavia. 987 aktivitas di Bursa ini terhenti dari tahun 1940 sampai tahun 1951 disebabkan perang dunia II yang kemudian disusul dengan perang kemerdekaan.

Baru tahun 1952 dibuka kembali dengan memperdagangkan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan – perusahaan. Belanda di nasionalisasikan pada tahun 1958. Meskipun pasar yang terdahulu belum mati karena sampai tahun 1975 masih di temukan kurs resmi Bursa Efek yang dikelola Bank Indonesia.

Tahun 2007 menjadikan titik penting dalam sejarah perkembangan Pasar Modal Indonesia. Atas persetujuan pemegang saham kedua Bursa tersebut. BES (Bursa Efek Surabaya ) bergabung dengan BEJ ( Bursa Efek Jakarta ) yang kemudian menjadi Bursa Efek Indonesia ( BEI ) dengan tujuan berperan sebagai Pasar Modal. Dalam perekonomian Indonesia pada tahun 2008 Pasar Modal Indonesia terkena dampak krisis keuangan global. Yang menyebabkan penghentian sementara operasi Bursa pada tanggal 8 Oktober 2008.

IHSG yang sempat mencapai puncak pada 2.830.26 pada 9 Januari 2008. Turun ke 1.111.39 pada 28 Oktober 2008 sebelum ditutup pada 1.355.41 pada akhir 2008. Penurunan tersebut kembali berbalik dengan pertumbuhan sebesar 86,98% pada tahun 2009 dan 46,13% pada tahun 2010.

Untuk mendukung strategi dalam memenuhi perannya sebagai perantara dan regulator Pasar Modal, BEI selalu berkembang dan siap bersaing dengan Bursa Global lainnya. Dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang terkendali. Instrumen perdagangan yang lengkap.

Sistem dan tingkat risiko yang terkendali. Instrumen perdagangan yang lengkap. Sistem dan tingkat risiko yang tinggi. Likuiditas BEI untuk kedua kalinya berhasil dinobatkan sebagai “Bursa terbaik 2010 di Asia Tenggara” untuk pertama kalinya.

2. Visi Dan Misi Bursa Efek Indonesia

a. Visinya yaitu menjadikan Bursa yang komperatif dengan kredibilitas tingkat tinggi

b. Misinya yaitu menyediakan infrastruktur untuk terselenggaranya perdagangan efek yang diatur, wajar dan efisien serta mudah di akses oleh seluruh pemangku kepentingan ( stockholders).

3. Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia

Gambar 4.1

Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia

4. Galeri Investasi BEI Universitas Muhammadiyah Makassar

Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar (BEI Universitas Muhammadiyah Makassar) merupakan wadah untuk memperkenalkan Pasar Modal sejak dini kepada dunia akademik. Galeri Investasi BEI Universitas Muhammadiyah Makassar mengusung konsep 3 in 1 dimana menjalin kerjasama antara BEI, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Phintraco Sekuritas diharapkan tidak hanya memperkenalkan Pasar Modal secara teori

Muhammadiyah Makassar yang memberikan informasi secara real time untuk mempelajari cara membuka rekening, serta mampu menganalisa aktivitas perdagangan saham diharapkan juga menjadi jembatan ilmu pengetahuan dan praktek di Pasar Modal.

Galeri Investasi BEI Universitas Muhammadiyah Makassar atau biasa juga disebut dengan Galeri Invetasi Universitas Muhammadiyah Makassar berdiri pada tanggal 06 Juni 2016. Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Makassar adalah wadah pembinaan, pengembangan, penelitian dan pengajaran tentang hal - hal yang terkait dengan pasar modal. Selain itu, Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Makassar juga menyediakan data - data penelitian berupa: Laporan keuangan perusahaan yang telah listing di BEI, Kode perusahaan, Listing date, Nama perusahaan, Harga perdana ( IPO ), Earning per share (EPS), Indeks saham, Financial Ratio ( DER, ROI,

ROE, NPM, OPM), dll.

Galeri Investasi BEI Universitas Muhammadiyah Makassar, atau biasa dikenal dengan Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Makassar, didirikan pada 6 Juni 2016. Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan wadah pembinaan, pengembangan, penelitian dan pendidikan tentang hal-hal yang relevan dengan pasar modal. Selain itu, di Galeri Investasi Universitas Muhammadiyah makassar juga menyediakan data – data penelitian berupa : laporan keuangan perusahaan yang telah listing di BEI, kode perusahaan, Listing Dete, nama perusahaan, harga perdana (IPO),

Erning Per Shere (EPS) Indeks Saham, Financial Ratio ( DER, ROI,

ROE, NPM, OPM) dll.

Galeri Investasi BEI Universitas Muhammadiyah Makassar menyediakan wadah terhadap Kelompok Studi Pasar Modal ( KSPM ) yang merupakan perpanjangan tangan dari Bursa Efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar untuk mensosialisasikan dan mengajak masyarakat luas untuk tahu dan ikut berpartisipasi dalam berinvestasi di Pasar Modal.

Kelompok Studi Pasar Modal ( KSPM ) yang ada di Universitas Muhammadiyah Makassar berperan untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa tentang Pasar Modal.

Dalam komunitas ini tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan akan tetapi juga mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat.

Komunitas ini dapat dikatakan memiliki fungsi ekonomi, karena bagi mahasiswa yang memiliki bakat dan minat untuk menanamkan modal yang dimilikinya (investor) bisa belajar trading yang dapat membantu pihak yang memerlukan dana (issuer) dengan harapan memperoleh imbalan (return), sedangkan pihak issuer (dalam hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan.

Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) tersebar luas di Indonesia dan salah satunya ada di Universitas Muhammadiyah Makassar, biasa disebut dengan KSPM Universitas Muhammadiyah Makassar.

Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Muhammadiyah Makassar berdiri sejak tanggal 03 November 2017. KSPM Universitas

Muhammadiyah Makassar didukung oleh 3 mitra yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar, Bursa Efek Indonesia dan Phintraco Sekuritas.

B. Hasil Penelitian

Salah satu prasyarat keputusan investor adalah ketersediaan informasi.

Masalahnya, tidak semua informasi yang tersedia relevan dengan kepentingan dan tujuan setiap investor. Investor harus mampu membuat keputusan yang cepat dan akurat. kemampuan untuk mencapai keuntungan yang diharapkan Keputusan investasi juga erat kaitannya dengan perilaku investor. Perilaku adalah evaluasi, perasaan, kecenderungan seseorang terhadap sesuatu. Perilaku tersebut menempatkan seseorang dalam mood untuk mendekat dan menyukai sesuatu atau menjauhkan diri dan tidak menyukai sesuatu. Dalam penelitian ini, perilaku dibagi menjadi dua area, yaitu persepsi pengendalian perilaku dan persepsi risiko. Adapun Jumlah narasumber pada penelitian ini sebanyak 15 orang informan di mana narasumber ini merupakan anggota KSPM Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia sebagai investor aktif.

Tabel 4.1

Dekskripsi Narasumber

No Nama Inisial Lama

Berinvestasi

Jumlah Transaksi Per Bulan

1 Hamzah Fansyuri Nur HFN 1 Tahun 3

2 Putri Wulandari PW 1 Tahun 1

3 St Nurhalizah SN 3 Tahun 3

4 Atika Mutmainna AM 3 Tahun 3

5 Hasrul Wandi HW 1 Tahun 4

6 Eka Febrianti EF 3 Tahun 3

7 Muh Hariyanto MH 3 Tahun 4

8 Hasnita H 3 Tahun 2

9 Humaida Tuzahra HT 3 tahun 2

10 Rini Angraini RA 1 tahun 1

11 Eling Aprilia EA 3 tahun 2

12 Fitri Handayani Al Nur FHAN 3 tahun 1

13 Nur Wahida NW 3 tahun 1

14 Arman A 3 tahun 2

15 Reskiana Dewi RD 3 tahun 3

1. Persepsi Kontrol Perilaku

Secara konseptual, persepsi kontrol perilaku diharapkan untuk meminimalisir pengaruh intensi pada perilaku yang dilakukan individu, sehingga suatu intensi yang kuat akan menghasilkan perilaku hanya jika persepsi kontrol perilaku yang dimiliki individu juga kuat. Persepsi kontrol perilaku investor memiliki indikator antara lain keyakinan diri sendiri, dukungan modal, dan dukungan teknologi. Hal ini sejalan dengan beberapa pernyataan informan yang menyangkut 2 indikator tersebut. Berikut hasil wawancara dengan 15 informan dengan 8 pertanyaan :

1. Adapun yang menjadi landasan memili berinvestasi di Pasar Modal Syariah ditengah pandemi covid – 19 ini dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu :

“ dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Hamzah Fansyuri menyatakan bahwa, berinvestasi adalah salah satu alternatif untuk mendapatkan cuan ditengah pandemi ini dikarenakan hampir semua pekerjaan dilakukan menggunakan gedget / handphone.

“ dari hasil wawancara yang di lakukan terhadap responden atas nama Arman Disaat pandemi sangat sulit menemukan pekerjaan maka dari itu banyak orang beralih ke digital, nah maka dari itu memilih berinvestasi, dimana hanya dengan memantau menggunakan handpon saya bisa mendapatkan profits atau uang.

“ sedangkan dari hasil wawancara pada responden atas nama Reskiana Dewi, Landasan saya yaitu di tengah mewabahnya pandemi covid 19 banyak perusahaan yang memiliki fundamental yang bagus itu mengalami penurunan jadi ibaratnya kita beli saham di harga diskon

Dari hasil wawancara yang telah di lakukan penelitih dapat menyimpulkan bahwa investasi di Pasar Modal Syariah di mana hanya memperjual belikan saham syariah di mana merupakan salah satu alternatif yang bisa mereka lakukan ditengah pandemi ini karena di tenga pandemi ini sangat sulit menemukan pekerjaan, selain itu investasi juga memberi peluang untung dimana banyak perusahan yang mengalami penurunan karena terjasinya panic selling dan kemungkinan naik meski ada resiko.

2. Apakah sebelum membeli saham, Anda melakukan analisa terlebih dahulu?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu :

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Hasrul Wandi menyatakan, Iya tentu saja analisa sangat di butuhkan dalam membeli saham sesuai dengan tujuan investasi kita.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Muh Herianto Yah, untuk mengetahui fundamental dan kelayakan perusahaan dan apakah disaat membeli kita tidak mengalami kerugian.

Dari hasil wawancara yang telah di lakukan oleh penelitih dan dapat disimpulkan dari dua sampel atau jawaban responden dari 8 responden yang hampir jawabanya sama, bahwa sebelum mengambil keputusan untuk membeli saham mereka melakukan analisa terlebih dahulu dari

analisa tersebut barulah memutuskan perlakuan terhadap suatu saham untuk membelinya.

3. Bagaimana anda meyakinkan diri anda apabila ingin membeli suatu saham ?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu:

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Hasnita Yang pertama mungkin saya lihat laporan keuangan perusahaan tersebut dan melakukan analisa lebih lanjut.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Eling Aprilia Yaitu dengan menganalisa baik analisa fundamental maupun tehnikal.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan agar lebih meyakinkan diri untuk membeli saham dengan melakukan analisa atas laporan keuangan perusahaan dan hasil perkembangannya bagus atau tidak barulah yakin untuk investasi dan ada juga menggunakan analisa teknikal untuk menentukan di harga berapa bisa membeli saham dengan harga murah.

4. Bagaimana respon anda ketika menerima saran dari teman untuk membeli saham, apakah anda melakukan analisa kembali ?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu:

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama St Nurhalizah menyatakan bahwa Bisa dipertimbangkan, tetapi melakukan analisa kembali lebih baik.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Fitri Handayani Al Nur Yah, saya akan menganalisa terlebih dahulu apakah saham ini betul – betul layak di beli atau tidak, itu untuk memperkecil risiko yang ada.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan saat menerima saran dari teman untuk membeli saham mereka tidak langsung menyakinkan diri tetapi lebih melakukan analisa kembali dan pasar modal itu tidak mengenal ampun investasi saham tidak cukup hanya rekomendasi tetapi perlu

analisa mendalam mengenai perusahaannya seperti kutipan dari hasil wawancara dari EA yaitu, saya melakukan analisa kembali seperti fundamental untuk menentukan perusahaan apa yang bagus untuk berinvestasi dan analisa teknikal untuk menentukan harga berapa saya harus beli.

5. Bagaimana anda membuat suatu analisa terhadap suatu saham dengan adanya isu pandemi covid -19 ?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu:

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Putri Wulandari Saya melihat sesuai apa yang di butukan saat ini misalkan obat - obatan maka saya menganalisa saham pada perusahaan seperti farmasi.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Atika Mutmainna Saya melihat sektor saham yang sedang berpeluang saat ini seperti sektor kesehatan, nah disinilah saat yang bagus membeli saham ini.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan perilaku investor dengan adanya isu pandemi covid-19 dalam membuat analisa cenderung melakukan pertimbangan atau perbandingan mengenai perusahaan yang berpotensi seperti pada perusahaan farmasi dengan melihat apa yang sedang dibutuhkan orang banyak misalnya obat-obatan. Tanggapan lainnya dengan adanya isu pandemi ini perilaku terhadap saham sangat hati-hati untuk memutuskan membeli saham.

6. Apakah besar kecilnya modal berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi anda ?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu:

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Hamzah Fansyuri nur Tentu semakin besar modal kita lebih mudah membeli saham namun jika sebaliknya modal kita terbatas kita terbatas dalam membeli saham.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Hasrul Wandi Iya Tentu saja Karena semakin bayak modal yang kita investasi kan semakin mempengaruhi emosi kita dalam membeli atau menjual saham.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan bahwa modal sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karena kalau modalnya sedikit maka saham yang dipantau juga terbatas serta semakin besar modal maka semakin besar juga keuntungannya begitupun sebaliknya.

7. Apakah dalam mengambil keputusan menjadi investor berdasarkan pengalaman atau ikut-ikutan ?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu:

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Putri Wulandari Berdasarkan pengalaman.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama St Nurhalizah Berdasarkan pengalaman, tapi terkadang melihat dan mempertimbangkan rekomendasi orang lain.

Berdasarkan hasil wawancara dalam pengambilan keputusan menjadi investor berdasarkan pengalaman yang dimiliki dari situlah muncul minat serta perilaku untuk memutuskan membeli saham.

8. Saat transaksi jual beli saham, analisis mana yang akan anda utamakan dalam memprediksi pergerakan harga saham ?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu:

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Rini Angraini yah, dengan Fundamental dan tehnikal agar hasil analisis lebih meyakinkan.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama St Nurhalizah Kalo fokus nya pada pergerakan harga saham dan posisi sebagai trader, maka menggunakan analisa teknikal yg lebih efektif

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan bahwa analisa yang diutamakan dalam memprediksi pergerakan harga saham dengan menggunakan analisa teknikal. Ada pula selama pandemi lebih suka menggunakan analisa fundamental karena banyak perusahaan yang harga

sahamnya diskon jadi jika analisanya sesuai target baru beli sahamnya kemudian simpan.

2. Persepsi Risiko

Risiko adalah penyimpangan pengembalian yang sebenarnya diterima dari yang diharapkan. Dalam teori investasi, semakin tinggi risiko, semakin tinggi return/keuntungan dan sebaliknya. Ketika berinvestasi saham, persepsi risiko memberikan gambaran atau tolak ukur potensi kerugian yang dapat diterima oleh investor saham. Investor ekuitas dapat menetapkan batas risiko yang dapat diterima sebagai tolak ukur untuk meminimalkan potensi kerugian besar. Adanya kekhawatiran risiko tinggi akan mendorong investor mengambil keputusan untuk menjual sahamnya atau menunggu. Berikut hasil wawancara dengan 15 informan dengan 8 pertanyaan :

1. Apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi risiko yang ada saat memutuskan berinvestasi ditengah covid – 19 ini?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu :

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Humaida Tuzahra Saya mengantisipasi Mungkin dengan mengamati berita - berita terbaru mengenai perkerbangan harga saham.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Muh Herianto Memperhatikan trading plan dan melihat di mana kita harus cut loos agar kerugian yang kita alami tidak begitu banyak.

Pada pertanyaan pertama Berdasarkan hasil wawancara dengan informan bahwa sedini munking risiko tersebut harus di antisipasi misalnya jika saham tersebut cenderung downtrend atau rugi sebaiknya

jangan di beli atau kalau sudah terlanjur beli dan masih turun jalan satu-satunya di cut loss.

2. Apa yang menjadi acuan anda dalam laporan keuangan untuk pengambilan keputusan anda ?

dilansir dari hasil wawancara dari infornman yaitu :

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Fitri Handayani Al Nur Saya melihat dari aset dan laba untuk menjadikan acuan apakah saham ini layak atau tidak.

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Reskiana Dewi Yang menjadi acuan saya dalam laporan keuangan dengan analisis , analisis yang biasa di gunakan yaitu RPS untuk menilai buku perlembar

“dari hasil wawancara terhadap responden atas nama Reskiana Dewi Yang menjadi acuan saya dalam laporan keuangan dengan analisis , analisis yang biasa di gunakan yaitu RPS untuk menilai buku perlembar