• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Potensi Penawaran Wisata

5.1.6. Masyarakat Sekitar Kawasan

5.1.6.2. Persepsi Masyarakat

mas yarakat dalam menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang pendidikan yang lebih baik. Di samping itu, responden diantaranya merupakan masyarakat transmigrasi yang juga memiliki tingkat pendidikan rendah.

Meskipun sebahagian besar responden memiliki mata pencaharian dari sektor pertanian, namun keinginan mereka untuk ikut terlibat langsung dalam pegelolaan dan pegembangan TPMI cukup baik. Sebagian besar masyarakat sekitar yang bekerja dalam sektor pertanian sangat mendukung rencana pengembangan TPMI, dengan harapan bahwa dengan adanya pengembangan ekowisata di TPMI, maka diharapkan masyarakat sekitar kawasan dapat dilibatkan dalam peneglolaan sehingga pendapatan penduduk sekitar dapat meningkat.

Selain itu, mereka juga dapat melakukan usaha yang lain guna mendukung kegiatan wisata tersebut, misalnya dengan membuka usaha penginapan, jasa pemandu wisata dan lainnya. Dengan adanya pemasaran hasil pertanian yang cepat dan usaha lain tersebut, maka taraf hidup mereka juga diharapkan dapat ikut meningkat sehingga dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Masyarakat sekitar kawasan yang menjadi responden sebagian besar adalah masyarakat Aceh, namun bukan penduduk asli melainkan warga Aceh dari wilayah lain yang kemudian pindah dan menetap di sekitar kawasan, selain itu juga terdapat suku lain seperti suku Jawa, umumnya mereka adalah masyarakat transmigrasi. Selain itu, pasca tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 banyak masyarakat Aceh umumnya warga Banda Aceh yang menjadi korban tsunami dan hilang mata pencaharian yang pindah ke Saree Aceh untuk membuka lahan pertanian sebagai sumber mata pencaharian yang baru, karena wilayah ini merupakan pusat pengembagan hortikultura untuk daerah Banda Aceh pada khususnya.

5.1.6.2. Persepsi Masyarakat

Persepsi masyarakat adalah pengetahuan dan pandangan mereka terhadap prospek pengembangan ekowisata di TPMI. Persepsi masyarakat dapat diketahui dari pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap kawasan TPMI sebagai kawasan konservasi, pengetahuan mengenai tujuan wisatawan berkunjung ke TPMI, persetujuan terhadap pengembangan ekowisata, keinginan terlibat langsung dalam

58

pengelolaan dan keinginan berpartisipasi lebih aktif di masa mendatang. Persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan dan pengembangan ekowisata di kawasan TPMI disajikan pada (Tabel 8).

Tabel 8 Persepsi masyarakat terhadap pengembangan ekowisata di TPMI

Saree Aceh Suka Mulia Total

No Parameter Kriteria n % n % n % Ya 15 75,0 6 60,0 21 70,0 Tidak 4 20,0 1 10,0 5 16,7 Tidak tahu 1 5,0 3 30,0 4 13,3

1 Apakah mengetahui kawasan TPMI

merupakan kawasan konservasi

Total 20 100,0 10 100,0 30 100,0

Ya 16 80,0 7 70,0 23 76,7

Tidak 4 20,0 0 0,0 4 13,3

Tidak tahu 0 0,0 3 30,0 3 10,0

2 Tahukah kawasan konservasi itu

harus dilestarikan

Total 20 100,0 10 100,0 30 100,0

Piknik 10 83,3 3 42,9 13 68,4

Melihat atraksi gajah 5 41,7 4 57,1 9 47,4

Mendaki gunung 3 25,0 2 28,6 5 26,3

pemandangan 6 50,0 3 42,9 9 47,4

Berburu 1 8,3 1 14,3 2 10,5

3 Apa tujuan wisatawan berkunjung

ke kawasan TPMI adat istiadat 1 16,7 0 0,0 1 10,0 Ya 16 80,0 7 70,0 23 76,7 Tidak 4 20,0 2 20,0 6 20,0 Tidak tahu 0 0,0 1 10,0 1 3,3

4 Apakah anda setuju kawasan

TPMI dijadikan sebagai tempat wisata

Total 20 100,0 10 100,0 30 100,0

Ya 16 84,2 7 70,0 23 79,3

Tidak 3 15,8 3 30,0 6 20,7

5 Apakah kawasan wisata khususnya

ekowisata dikawasan TPMI ini akan dapat memberikan

keuntungan Total 19 100,0 10 100,0 29 100,0

Setuju 18 90,0 8 80,0 26 86,7

Tidak setuju 2 10,0 2 20,0 4 13,3

6 Setujukah bila kawasan ini dikelola

dengan baik dan masyarakat lokal lebih banyak berperan

Total 20 100,0 10 100,0 30 100,0

Ya, tentu saja 15 75,0 0 0,0 15 50,0

Kemungkinan Ya 5 25,0 8 80,0 13 43,3

Tidak tahu 0 0,0 2 20,0 2 6,7

7 Jika kawasan ini dikembangkan

sebagai obyek ekowisata dan lebih banyak melibatkan masyarakat sekitarnya apakah anda

berpartisipasi lebih aktif Total 20 100,0 10 100,0 30 100,0

pernah 6 33,3 0 0,0 6 21,4

kadang-kadang 11 61,1 8 80,0 19 67,9

Tidak pernah 1 5,6 2 20,0 3 10,7

8 Disekitar kawasan ini apakah

sering terjadi pertikaian/konflik

Total 18 100,0 10 100,0 28 100,0

Meningkatnya

pendapatan masyarakat 15 78,9 6 75,0 21 77,8

Hutan dapat lestari 14 73,7 6 75,0 20 74,1

9 Manfaat apa yang diperoleh

dengan adanya pengembangan TPMI

Membuka lapangan

kerja baru 12 63,2 5 62,5 17 63,0

59

Sebagian besar masyarakat yang menjadi responden (70,0%) memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup baik tentang konservasi dan status kawasan TPMI. Hal ini berkat adanya berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh pihak pengelola bekerjasama dengan pihak-pihak terkait lainnya terhadap masyarakat sekitar kawasan. Sedangkan bagi masyarakat yang belum mengatahui dengan baik tentang manfaat dan status kawasan hendaknya dapat diberikan penyuluhan yang lebih intensif.

Rata-rata masyarakat yang ada di sekitar kawasan TPMI setuju (76,7%) dan mendukung (86,7%) apabila kawasan TPMI dikembangkan sebagai obyek wisata. Melihat kondisi ini tentunya merupakan modal dasar yang baik bagi pengembangan obyek wisata di masa mendatang karena adanya persetujuan dan dukungan tersebut. Meskipun ada sebagian kecil (23,3 %) yang tidak memberikan dukungan dan tidak tahu, ini karena masyarakat tersebut tidak mengetahui sama sekali tentang obyek wisata dengan konsep ekowisata, dan sebagiannya lagi mereka masih beranggapan dengan diberlakukannya syariat Islam di Aceh maka kegiatan-kegiatan wisata tidak boleh ada sama sekali. Padahal kegiatan wisata ini dapat memberikan manfaat finasial kepada mereka.

Namun masyarakat yang setuju dan mendukung juga belum semuanya dapat memahami tentang kegiatan wisata yang sesungguhnya. Sebagian besar beranggapan bahwa pengembangan ekowisata yang dimaksud seperti halnya wisata pada umumnya yang akan mendatangkan banyak wisatawan untuk sekali berkunjung. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kawasan TPMI dapat dikatakan cukup baik, meskipun untuk pemahaman ekowisata itu belum di mengerti dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan adanya penyuluhan kepada masyarakat setempat mengenai ekowisata dan pengembangannya, agar mereka tidak salah persepsi. Di samping itu menurut mereka dengan adanya kegiatan wisata, masyarakat berharap pemerintah dapat membuka akses yang lebih baik menuju kawasan TPMI.

Pengetahuan masyarakat terhadap tujuan wisatawan berkunjung ke kawasan TPMI, sebagian besar yakni (68,4%) mengetahui tujuan kedatangan wisatwan adalah untuk piknik. Sejumlah (47,4%) masyarakat yang menjadi responden mengatakan tujuan wisatawan adalah untuk melihat atraksi gajah, sedangkan yang tujuannya untuk melihat pemandangan sebesar (47,4%).

60

Pengetahuan masyarakat sekitarnya terhadap tujuan wisatawan merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap adanya wisatawan yang berkunjung ke TPMI.

Selain itu, sebagian besar (79,3%) masyarakat berkeyakinan bahwa apabila kegiatan wisata berkembang di kawasan TPMI akan dapat menciptakan lapangan kerja dan dapat memberikan keuntungan. Sedangkan masyarakat yang menyatakan tidak memberikan keuntungan (20,7%). Masyarakat yang menyatakan keraguan masih berpendapat bahwa kalau ada kegiatan yang berhubungan dengan perolehan ekonomi, maka biasanya kegiatan tersebut adalah milik pengusaha.

Sebagian besar masyarakat (50,0%) berharap agar dalam hal pengelolaan di masa mendatang mereka turut dilibatkan. Sedangkan yang menyatakan kemungkinan akan berpartisipasi apabila TPMI dikembangkan sebagai obyek wisata sebesar (43,3%). Dengan kata lain, kalau ada pekerjaan yang berhubungan dengan ekowisata di TPMI merekalah yang mengerjakan selama pekerjaan itu mampu mereka lakukan. Kecuali pekerjaan tersebut tidak sanggup mereka lakukan, maka pekerjaan tersebut dapat diserahkan kepada orang lain yang berdomisili di luar kampung mereka.

Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan wisata di masa mendatang sangat diharapkan oleh masyarakat, karena sampai saat ini mereka belum dilibatkan sepenuhnya, utamanya dalam hal penjagaan kawasan yang sampai sekarang masih menggunakan orang yang berdomisili di luar kampung mereka, sehigga sebagian masyarakat merasa kurang memiliki kawasan dan hal ini akan menimbulkan kecemburuan terhadap keadaan tersebut.

Dokumen terkait