5.7 Persepsi dan Harapan Masyarakat
5.7.1 Persepsi masyarakat terhadap CSR perusahaan
PT. Nityasa Idola memiliki lingkup kerja pada kawasan yang cukup luas yakni 113.196 Ha, oleh sebab itu desa-desa yang masuk ke dalam areal kerjanya pun menjadi cukup banyak, yakni terdapat tujuh desa. Banyaknya desa yang masuk ke dalam lingkup kerja perusahaan menyebabkan perusahaan harus mengeluarkan banyak energi agar seluruh desa yang masuk ke dalam lingkup kerja perusahaan dapat memperoleh bantuan CSR perusahaan.
Dari hasil observasi langsung di lapangan, beberapa program CSR perusahaan yang telah berjalan masih ada yang belum diketahui oleh masyarakat. Beberapa program tersebut yaitu program honor bagi guru bantu yang umumnya hanya diketahui oleh pihak sekolah dan program bantuan kesehatan yang umumnya hanya diketahui oleh pihak Puskesmas. Program yang bersifat fisik pada umumnya telah diketahui masyarakat, namun untuk bantuan yang bersifat jasa biasanya hanya pihak-pihak tertentu saja yang mengetahui bantuan tersebut.
Persepsi masyarakat Dusun Ampadi terhadap kegiatan CSR perusahaan cukup merata pada persepsi sedang dan baik (Tabel 13). Perusahaan dianggap telah memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat Dusun Ampadi dalam hal meningkatkan sarana dan prasara desa dan dalam menjaga kelestarian hutan. Di sisi lain, dalam hal peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, perusahaan tidak terlalu memberikan pengaruh yang nyata. Namun secara tidak langsung dengan terbukanya akses jalan menuju pusat ekonomi yang lebih baik, sudah dapat memberikan pengaruh dalam mengurangi biaya transportasi dan mengefisiensikan waktu perjalanan bagi masyarakat.
Tabel 13 Persepsi masyarakat Dusun Ampadi terhadap CSR perusahaan
No Pertanyaan Persentase (%)
STS TS Biasa S SS
1 PT. NI memberikan pengaruh yang positif bagi kehidupan masyarakat
0 0 15 85 0
2 Kehadiran PT. NI dapat meningkatan Kesejahteraan Hidup anda
0 0 75 25 0
3 Kehadiran PT. NI dapat meningkatan Pendapatan Rumah tangga anda
0 10 75 15 0
4 Kehadiran PT. NI memberikan pengalaman dan ilmu pengetahuan baru
0 0 70 30 0
5 PT. NI tidak mengakibatkan kerusakan hutan 0 0 0 80 20 6 Kehadiran PT. NI tidak mengeserkan nilai budaya atau
adat
0 0 75 25 0
7 Kehadiran PT. NI dapat meningkatkan sarana dan prasarana desa
0 0 0 80 20
8 Kehadiran PT. NI mempengaruhi pola kehidupan masyarakat
0 0 70 30 0
9 Kehadiran PT. NI memberikan kemajuan pada desa dengan bangunan-bangunan fisik
0 0 55 45 0
10 Kegiatan PT. NI memberikan lapangan pekerjaan 0 0 65 35 0 11 Kegiatan PT. NI yang dilakukan sesuai dengan potensi
masyarakat dan desa
0 45 55 0 0
Peran perusahaan dalam memberikan pengalaman dan ilmu pengetahuan baru, bagi masyarakat Dusun Ampadi belum banyak dirasakan karena pengetahuan baru yang diperoleh masyarakat hanya sekedar cara menanam tanaman yang dikerjasamakan.
Tabel 14 Persepsi masyarakat Dusun Ompeng terhadap CSR perusahaan
No Pertanyaan Persentase (%)
STS TS Biasa S SS
1 PT. NI memberikan pengaruh yang positif bagi kehidupan masyarakat
0,00 0,00 0,00 100.00 0,00
2 Kehadiran PT. NI dapat meningkatan Kesejahteraan Hidup anda
0,00 0,00 22.22 77.78 0,00
3 Kehadiran PT. NI dapat meningkatan Pendapatan Rumah tangga anda
0,00 11.11 88.89 0,00 0,00
4 Kehadiran PT. NI memberikan pengalaman dan ilmu pengetahuan baru
0,00 0,00 0,00 66.67 33.33
5 PT. NI tidak mengakibatkan kerusakan hutan 0,00 0,00 0,00 66.67 33.33 6 Kehadiran PT. NI mengeserkan nilai budaya atau adat 0,00 33.33 66.67 0,00 0,00 7 Kehadiran PT. NI dapat meningkatkan sarana dan
prasarana desa
0,00 0,00 0,00 66.67 33.33
8 Kehadiran PT. NI mempengaruhi pola kehidupan masyarakat
0,00 0,00 66.67 33.33 0,00
9 Kehadiran PT. NI memberikan kemajuan pada desa dengan bangunan-bangunan fisik
0,00 0,00 0,00 88.89 11.11
10 Kegiatan PT. NI memberikan lapangan pekerjaan 0,00 0,00 55.56 44.44 0,00 11 Kegiatan PT. NI yang dilakukan sesuai dengan potensi
masyarakat dan desa
Persepsi masyarakat Dusun Ompeng terhadap kegiatan CSR perusahaan cukup merata sebarannya pada persepsi sedang dan baik (Tabel 14). PT. Nityasa Idola dianggap telah memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat Dusun Ompeng. Dalam hal pemberian pengalaman dan ilmu pengetahuan baru di Dusun Ompeng terlihat lebih baik dibandingkan dengan di Dusun Ampadi. Hal tersebut dapat disebabkan karena di Dusun Ompeng sudah terdapat program CSR perusahaan berupa pelatihan pertanian menetap.
Tabel 15 Analisis persepsi responden terhadap program CSR PT. Nityasa Idola dalam skala Likert
Tingkat persepsi Ampadi Ompeng Total
skala Likert n % n % n % Sangat buruk (1-1,8) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Buruk (1,8-2,6) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Sedang (2,6-3,4) 11,00 55,00 0,00 0,00 11,00 37,93 Baik (3,4-4,2) 9,00 45,00 8,00 88,89 17,00 58,62 Sangat baik (4,2-5,0) 0,00 0,00 1,00 11,11 1,00 3,45 Total 20,00 100,00 9,00 100,00 29,00 100,00
Sebagian besar masyarakat Dusun Ompeng (88,89%) menganggap bahwa program CSR perusahaan sudah dianggap baik, yakni masuk dalam interval nilai persepsi 3,4 sampai 4,2. Begitu pun dengan Dusun Ampadi, kebanyakan masyarakatnya (55,00%) menyatakan bahwa program CSR perusahaan sudah dianggap baik (interval 3,4 sampai 4,2). Persepsi masyarakat Dusun Ampadi terhadap keberadaan perusahaan PT. Nityasa Idola dalam hitungan skala Likert adalah sebesar 3.48 atau baik. Sedangkan nilai persepsi masyarakat Dusun Ompeng terhadap perusahaan dalam skala Likert adalah sebesar 3.63 atau baik (Tabel 15).
Secara umum nilai persepsi masyarakat terhadap keberadaan perusahaan lebih baik Dusun Ompeng (3.63) dibandingkan masyarakat Dusun Ampadi (3.48). Hal ini diduga karena program CSR perusahaan di Dusun Ompeng sudah setahun lebih awal dan program-programnya sudah lebih banyak dibandingkan dengan bantuan di Dusun Ampadi. Beberapa program seperti pembangunan lapangan sepak bola dan pelatihan pertanian menetap di Dusun Ampadi baru pada tahap
perencanaan, sedangkan di Dusun Ompeng kedua program tersebut telah lama terlaksana.
Gambar 3 Trend pengaruh umur terhadap persepsi CSR.
Gambar 4 Trend pengaruh tingkat pendidikan terhadap persepsi CSR.
Gambar 3 memperlihatkan trend pengaruh umur responden terhadap persepsi responden pada kegiatan CSR perusahaan. Gambar 3 memperlihatkan
trend negatif kuat, yakni semakin tua umur responden maka persepsinya terhadap kegiatan CSR perusahaan semakin buruk. Pada umumnya semakin tua umur seseorang maka kondisi fisik dan daya nalarnya akan semakin melemah. Responden yang berusia lanjut cenderung lebih pasif dalam mengikuti kegiatan CSR perusahaan sehingga persepsinya semakin buruk dibandingkan dengan responden yang memiliki usia lebih muda.
Gambar 4 memperlihatkan pengaruh tingkat pendidikan responden terhadap persepsi responden pada kegiatan CSR perusahaan. Trend yang ditunjukkan pada Gambar 4 adalah trend positif kuat, yakni semakin tinggi tingkat pendidikan responden maka persepsinya terhadap kegiatan CSR perusahaan semakin baik. Semakin tinggi pendidikan akan semakin rasional pola pikir dan daya nalarnya. Pada umumnya warga yang berpendidikan lebih baik akan lebih mudah dan lebih mampu berkomunikasi dengan baik (Azahari 1988).
Gambar 5 Trend pengaruh jumlah keluarga terhadap persepsi CSR.
Gambar 6 Trend pengaruh mata pencaharian terhadap
persepsi CSR.
Gambar 5 menunjukkan pengaruh jumlah anggota keluarga terhadap persepsi responden pada kegiatan CSR perusahaan. Trend yang ditunjukkan pada Gambar 5 adalah trend positif lemah, yakni semakin banyak anggota keluarga cenderung memiliki persepsi yang lebih baik terhadap kegiatan CSR perusahaan. Diduga dengan semakin banyak anggota keluarga maka semakin banyak bantuan yang diterima oleh masyarakat.
Gambar 6 memperlihatkan pengaruh tipe mata pencaharian responden terhadap persepsi pada kegiatan CSR perusahaan. Gambar 6 memperlihatkan
trend positif lemah, yakni responden yang memiliki mata pencaharian tambahan diluar usahatani memiliki persepsi yang sedikit lebih baik terhadap kegiatan CSR perusahaan dibandingkan dengan responden yang hanya memiliki mata pencaharian dari usahatani. Masyarakat yang memiliki tambahan pendapatan di luar usaha tani cenderung memiliki pengalaman lebih beragam dibandingkan masyarakat yang hanya memiliki pendapatan dari usahatani. Masyarakat yang memiliki pendapatan tambahan dari non usahatani lebih banyak melakukan interaksi dengan orang lain di luar kampungnya, sehingga memiliki pemikiran yang lebih terbuka.
Gambar 7 Trend pengaruh pendapatan terhadap persepsi CSR.
Gambar 7 memperlihatkan pengaruh jumlah pendapatan responden terhadap persepsi responden pada kegiatan CSR perusahaan. Gambar 7 menunjukkan trend
positif kuat, yakni terdapat pengaruh yang nyata dengan semakin tingginya jumlah pendapatan responden terhadap persepsi responden yang semakin baik pada kegiatan CSR perusahaan.