Persepsi pendaki terhadap kualitas lingkungan di jalur pendakian Cemoro Kandang perlu diketahui sebagai langkah awal dalam melakukan pelestarian lingkungan di jalur pendakian Cemoro Kandang Wana Wisata Puncak Lawu. Persepsi pendaki terhadap kualitas lingkungan dapat menggambarkan keadaan kualitas lingkungan di jalur pendakian Cemoro Kandang. Persepsi terhadap kualitas lingkungan diketahui dengan survei kepada para pendaki sebagai pengunjung Wana Wisata Puncak Lawu.
Pada penelitian ini digunakan Skala Likert untuk mengetahui persepsi pendaki terhadap kualitas lingkungan di sekitar jalur pendakian seperti kualitas vegetasi, mata air, udara dan keadaan jalur pendakian karena sampah. Skala Likert juga digunakan untuk mengetahui persepsi pendaki terhadap aktivitas pendakian yang dapat mengancam kelestarian lingkungan.
Persepsi pendaki terhadap kualitas lingkungan dengan menggunakan skala Likert diketahui dengan memilih alternatif jawaban dari pernyataan: Sangat Setuju (SS); Setuju (S); Tidak Setuju (TS); dan Sangat Tidak Setuju (STS) mengenai kualitas vegetasi, mata air, udara dan kondisi jalur pendakian akibat sampah dari pendaki. Alternatif jawaban Sangat Setuju (SS) memiliki poin 4, Setuju (S) memiliki poin 3, Tidak Setuju (TS) memiliki poin 2 dan Sangat Tidak Setuju (STS) memiliki poin 1. Masing-masing jumlah responden yang memilih alternatif jawaban dikalikan dengan masing-masing poin dari alternatif jawaban tersebut, kemudian hasilnya dijumlahkan untuk mengetahui kriteria interpretasi skor dari pernyataan yang ditanyakan kepada responden. Tabel 7 menunjukkan persepsi pendaki terhadap kualitas vegetasi di sekitar jalur pendakian.
Tabel 7 Persepsi responden terhadap kualitas lingkungan jalur pendakian No Pernyataan Alternatif Jawaban SS S TS STS Σ % Σ % Σ % Σ % 1
Vegetasi di sekitar jalur pendakian mengalami kerusakan
16 20.00 39 48.75 24 30.00 1 1.25
2 Kondisi air di mata air
tercemar
1 1.25 15 18.75 41 51.25 23 28.75
3 Udara di sekitar jalur
pendakian tercemar
2 2.50 12 15.00 50 62.50 16 20.00
4 Jalur pendakian kotor karena
sampah
33 41.25 41 51.25 6 7.50 0 0.00
Sumber : Hasil olahan data primer (2014)
Berdasarkan Tabel 7, hasil survei pada 80 responden selama penelitian diketahui sebanyak 16 orang (20.00 persen) menyatakan “sangat setuju” dan 39 orang (48.75 persen) menyatakan “setuju” terhadap kerusakan vegetasi di sekitar jalur pendakian. Jumlah responden yang menyatakan “sangat setuju” dan “setuju” terhadap kerusakan vegetasi di sekitar jalur pendakian lebih besar daripada responden yang menyatakan “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Setelah dilakukan perkalian jumlah alternatif jawaban dengan masing-masing poin maka diperoleh jumlah skor untuk pernyataan terkait kondisi vegetasi sebesar 230 (Lampiran 2). Gambar 6 menunjukkan skala skor penilaian untuk persepsi terhadap vegetasi dengan nilai skor 230 terletak pada daerah “setuju”, dimana skor terendah adalah 80 dan nilai skor tertinggi adalah 320.
230
0 80 160 240 320
STS TS S SS
Gambar 6 Skor penilaian persepsi kualitas vegetasi
Hasil survei kepada 80 responden selama penelitian pada tabel 7 menunjukkan sebanyak 41 persen (51.25 persen) menyatakan tidak setuju terhadap pernyataan kondisi air di mata air tercemar, 23 orang (28.75 persen) menyatakan sangat tidak setuju bahwa kondisi air di mata air tercemar, 15 orang (18.75 persen) setuju jika kondisi air di mata air tercemar dan 1 orang (1.25 persen) yang menyatakan sangat setuju jika kondisi air di mata air tercemar.
Penjumlahan skor terhadap pernyataan kondisi mata air menghasilkan skor sebesar 154 (Lampiran 2). Gambar 7 menunjukkan skala skor penilaian untuk persepsi responden terhadap kondisi air di mata air berada pada daerah TS (Tidak Setuju) jika air di mata air tercemar.
154
0 80 160 240 320
STS TS S SS Gambar 7 Skor penilaian persepsi kondisi air di mata air
Pada Tabel 7 menunjukkan hasil survei kepada 80 responden selama penelitian dimana sebanyak 50 orang (62.50 persen) menyatakan tidak setuju dan 16 orang (20.00 persen) sangat tidak setuju jika udara sekitar jalur pendakian mulai tercemar. Responden yang menyatakan sangat setuju jika udara di sekitar jalur pendakian jumlahnya relatif kecil yaitu 2 orang (2.5.00 persen), sedangkan responden yang menyatakan setuju berjumlah 12 orang (15.00 persen). Penjumlahan skor terhadap pernyataan kualitas udara di jalur pendakian Cemoro Kandang menghasilkan skor 160 (Lampiran 2). Gambar 8 menunjukkan skala skor penilaian untuk persepsi responden terhadap kualitas udara di jalur pendakian Cemoro Kandang berada pada daerah TS (Tidak Setuju) jika udara di jalur pendakian tercemar.
160
0 80 240 320
STS TS S SS Gambar 8 Skor penilaian persepsi kualitas udara di jalur pendakian
Persepsi 80 responden selama penelitian terhadap jalur pendakian yang kotor karena sampah pada tabel 7 menunjukkan sebanyak 41 orang (51.25 persen) menyatakan setuju dan 33 orang (41.25 persen) menyatakan sangat setuju. Jawaban alternatif tidak setuju relatif lebih kecil yaitu 6 orang (7.50 persen) sedangkan jawaban sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Penjumlahan skor terhadap pernyataan jalur pendakian Cemoro Kandang kotor oleh sampah
menghasilkan skor 267 (Lampiran 2). Gambar 9 menunjukkan skala skor penilaian untuk persepsi responden terhadap kualitas lingkungan jalur pendakian yang kotor karena sampah berada pada daerah SS (Sangat Setuju).
267
0 80 160 240 320
STS TS S SS
Gambar 9 Skor penilaian persepsi jalur pendakian kotor karena sampah
Aktivitas wisata berbasis gunung seperti pendakian gunung dapat berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan jalur pendakian dan keberlanjutan wisata berbasis gunung tersebut. Kerusakan vegetasi akibat penebangan oleh pendaki, pencemaran mata air oleh zat-zat kimia sampah pendaki, kebakaran hutan akibat kelalaian pendaki dan kotornya lingkungan jalur pendakian oleh sampah pendaki menjadi ancaman bagi kelestarian jalur pendakian. Penelitian ini juga melihat persepsi pendaki terhadap dampak-dampak dan potensi eksternalitas negatif oleh aktivitas pendakian yang mengancam kelestarian lingkungan jalur pendakian Cemoro Kandang dan keberlanjutan wisata di Wana Wisata Puncak Lawu dengan menggunakan Skala Likert. Tabel 8 menunjukkan pernyataan dan alternatif jawaban dari 80 responden selama peneitian terkait persepsi terhadap dampak negatif karena aktivitas pendakian.
Tabel 8 Persepsi responden terhadap dampak negatif aktivitas pendakian
No Pernyataan
Alternatif jawaban
SS S TS STS
Σ % Σ % Σ % Σ %
1 Kelalaian pendaki dalam
mematikan sisa api unggun dapat menyebabkan kebakaran hutan di sekitar jalur pendakian.
28 35.00 43 53.75 8 10.00 1 1.25
2 Penebangan pohon/ranting oleh
pendaki dapat merusak vegetasi di jalur pendakian
30 37.50 38 47.50 11 13.75 1 1.25
3 Membuang sampah di sekitar
jalur pendakian dapat mengancam kelestarian lingkungan jalur pendakian
24 30.00 47 58.75 8 10.00 1 1.25
Tabel 8 menunjukkan sebanyak 43 orang (53.75 persen) setuju dan 28 orang (35.00 persen) sangat setuju bahwa kelalaian pendaki dalam mematikan sisa api unggun dapat menyebabkan kebakaran hutan. Jumlah responden yang menyatakan sangat setuju dan setuju lebih besar daripada jumlah responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Responden yang menjawab tidak setuju berjumlah 8 orang (10.00 persen), sedangkan responden yang menjawab sangat tidak setuju yaitu 1 orang (1.25 persen). Penjumlahan skor terhadap pernyataan bahwa kelalaian pendaki dalam mematikan sisa api unggun dapat menyebabkan kebakaran hutan di jalur pendakian Cemoro Kandang menghasilkan skor 258 (Lampiran 2). Gambar 10 menunjukkan skala skor penilaian untuk persepsi responden terhadap pernyataan tersebut berada pada daerah SS (Sangat Setuju).
258
0 80 160 240 320
STS TS S SS
Gambar 10 Skor penilaian persepsi kelalaian pendaki mematikan sisa api unggun
Tabel 8 menunjukkan bahwa sebanyak 38 orang (47.50 persen) setuju dan 30 orang (37.50 persen) sangat setuju jika penebangan pohon/ranting oleh pendaki dapat merusak vegetasi di jalur pendakian. 11 orang (13.75 persen) menyatakan tidak setuju, sedangkan 1 orang (1.25 persen) menyatakan sangat tidak setuju jika penebangan ranting/pohon dapat merusak vegetasi di jalur pendakian Cemoro Kandang. Penjumlahan skor penilaian dari penyataan tersebut menghasilkan skor sebesar 257 (Lampiran 2). Gambar 11 menunjukkan skala skor penilain untuk persepsi responden terhadap pernyataan tersebut berada pada daerah SS (Sangat Setuju).
257
0 80 160 240 320
STS TS S SS
Gambar 11 Skor penilaian persepsi terhadap penebangan pohon/ranting
Tabel 8 juga menunjukkan persepsi pendaki terhadap perilaku pendaki yang membuang sampah di sekitar jalur pendakian dapat mengancam kelestarian jalur
pendakian Cemoro Kandang. Sebanyak 47 orang (58.75 persen) setuju dan 24 orang (30.00 persen) sangat setuju jika perilaku membuang sampah di sekitar jalur pendakian dapat mengancam kelestarian jalur pendakian. Sebanyak 8 orang (10.00 persen) menyatakan tidak setuju dan 1 orang (1.25 persen) menyatakan sangat tidak setuju jika perilaku membuang sampah di sekitar jalur dapat mengancam kelestarian jalur pendakian. Penjumlahan skor penilaian dari persepsi responden menghasilkan skor 254 (Lampiran 2). Gambar 12 menunjukkan skala skor penilaian untuk persepsi responden terhadap pernyataan bahwa kelestarian jalur pendakian terancam karena perilaku membuang sampah di sekitar jalur pendakian berada pada daerah SS (Sangat Setuju).
254
0 80 160 240 320
STS TS S SS
VII WILLINGNESS TO PAY MAKSIMUM PENDAKI TERHADAP