• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Kelamin

4.5.3 Persepsi wisatawan

4.5.3.4 Persepsi terhadap keindahan dan kenyamanan kawasan

Persepsi wisatawan terhadap keindahan kawasan Pantai Teleng Ria dinyatakan indah oleh sebanyak 13 orang responden dari total 30 orang responden. Hasil dari 13 orang responden tersebut diperoleh nilai keindahan kawasan sebesar 43%.

Nilai tersebut masuk ke dalam kisaran antara 40% - 75% yang menunjukkan bahwa kriteria keindahan kawasan di Pantai Teleng Ria adalah cukup indah. Keindahan alam tersebut menjadikan salah satu daya tarik Pantai Teleng Ria. Daya tarik yang ada dapat dikembangkan lebih baik lagi untuk kegiatan ekowisata dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.

Persepsi wisatawan terhadap kenyamanan kawasan Pantai Teleng Ria, dari 30 responden sebanyak 9 orang responden mengatakan nyaman. Hasil dari 9 orang responden tersebut diperoleh nilai kenyamanan kawasan yaitu sebesar 30%.

Hasil tersebut dibandingkan dengan nilai kenyamanan kawasan yang ada masuk dalam kisaran <40% yang menunjukkan bahwa kawasan Pantai Teleng Ria tidak nyaman. Hal tersebut disebabkan kurangnya pepohonan besar yang rindang yang membuat kawasan pantai terlihat gersang dan panas. Kurangnya pepohonan tersebut karena pohon yang besar banyak yang ditebang, sedangkan pohon penggantinya masih terlalu kecil sehingga tidak rindang. Keadaan ini mengakibatkan ketidaknyamanan bagi wisatawan. Hal tersebut harus segera di atasi, karena kalau ketidaknyamanan tersebut terus berlanjut akan berdampak pada kunjungan wisatawan dan kegiatan wisata di kawasan Pantai Teleng Ria.

4.6 Kunjungan wisatawan

Kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun berbeda – beda. Kadang mengalami kenaikan maupun penurunan yang biasa disebut fluktuasi. Fluktuasi jumlah wisatawan merupakan hal yang cukup wajar mengingat wisata adalah bidang yang sangat rentan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ngle dan Spencer (1997) in Cemporaningsih (2007) menuliskan bahwa wisata adalah sesuatu yang sangat “unpredictable” atau tidak dapat diprediksi karena terkait oleh berbagai

faktor seperti kondisi ekonomi, biaya, keamanan dan sebagainya. Fluktuasi kunjungan wisatawan di Pantai Teleng Ria tahun 1998 – 2007 disajikan pada Gambar 49. 86460 162293 168817 254909 177813 153540144010 134707 123602 301828 0 50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Ju ml ah W is at aw an

Tahun

Gambar 49. Fluktuasi kunjungan wisatawan di Pantai Teleng Ria tahun 1998 – 2007 (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan, 2008)

Data kunjungan wisatawan memperlihatkan bahwa mulai awal pengembangan kegiatan wisata di Pantai Teleng Ria terjadi peningkatan kunjungan. Jumlah kunjungan sebesar 68.860 wisatawan di tahun 1997 meningkat menjadi 86.460 wisatawan di tahun 1998 dan mencapai puncaknya pada tahun 2001 yaitu sebesar 254.909 wisatawan. Setelah tahun 2001 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu menjadi 177.813 wisatawan. Penurunan tersebut terus terjadi hingga tahun 2006. Tahun 2007 terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Teleng Ria yaitu sebesar 301.828 wisatawan.

Peningkatan jumlah kunjungan yang cukup tinggi pada tahun 2007, diperkirakan karena pihak pengelola telah mengadakan perbaikan pada sistem pengelolaan sehingga menjadi lebih baik. Perbaikan – perbaikan yang dilakukan terutama dalam hal pembangunan sarana prasarana, perawatan sarana prasarana, pelayanan, keamanan serta promosi yang lebih luas. Namun peningkatan jumlah wisatawan yang datang tersebut jika tidak memperhatikan daya dukung kawasan

Pantai Teleng Ria akan memberikan dampak yang tidak baik terhadap lingkungan. Akan terjadi kerusakan lingkungan karena tidak bisa lagi menerima jumlah wisatawan yang datang. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Teleng Ria selama ini jika dibandingkan dengan daya dukung, baik daya dukung kawasan untuk wisata pantai maupun daya dukung ekologis adalah sudah melebihi daya dukung. Diperlukan suatu pengelolaan yang lebih baik dan lebih ketat untuk mengatasi hal tersebut, karena pembatasan kunjungan tidak dapat dilakukan mengingat kawasan ini merupakan salah satu penghasil PAD. Peningkatan pengelolaan yang dapat dilakukan terutama dalam hal kebersihan (sampah) dan pengolahan limbah sebelum dibuang ke perairan sehingga akan sedikit mengurangi ancaman terhadap kualitas lingkungan Pantai Teleng Ria.

Bulan – bulan puncak (peak season) kunjungan wisata dapat dilihat dari data jumlah wisatawan per bulan dalam lima tahun (2003 – 2007). Bulan – bulan puncak kunjungan wisata adalah Januari, Juli, Juli dan Desember. Dari peak season tersebut dapat diperkirakan alasan – alasan mengapa keempat waktu tersebut terjadi. Bulan Desember dan Januari adalah bulan dimana terdapat libur Hari Raya, akhir tahun maupun tahun baru juga adalah waktu dimana anak sekolah (SD – SMA) libur. Waktu liburan ini biasanya dimanfaatkan untuk mengadakan kegiatan wisata, karyawisata ataupun liburan keluarga. Sementara pada bulan Juni dan Juli adalah libur kenaikan kelas. Libur pada bulan – bulan ini cukup panjang sehingga banyak dimanfaatkan untuk mengadakan kegiatan wisata bersama ataupun liburan keluarga.

Wisatawan yang paing banyak mengunjungi kawasan Pantai Teleng Ria merupakan wisatawan yang berasal dari dalam negeri. Wisatawan tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia terutama di kota – kota sekitar Kabupaten Pacitan. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara di Kabupaten Pacitan per bulan pada tahun 2003 – 2007 (orang) disajikan pada Gambar 50.

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2003 36934 14116 16338 19328 22709 34870 38343 23411 30081 22159 6575 157961 2004 36397 20453 14930 15114 25882 39814 38036 24947 53844 16206 92371 18156 2005 31086 10609 10298 15068 16160 31084 35244 17717 25241 8664 77972 12470 2006 29368 47983 12031 23610 23690 18369 22890 11910 12313 68664 24808 17738 2007 29779 10225 10791 14562 18085 23784 31587 19327 16086 98468 14716 14418 0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 Ju m lah Wi sata w an (or an g )

Gambar 50. Jumlah kunjungan wisatawan dalam negeri di Kabupaten Pacitan per bulan pada tahun 2003 – 2007 / orang (BPS 2004, 2005, 2006, 2007, 2008)

Jumlah kunjungan wisatawan dalam negeri ke berbagai kawasan wisata di Kabupaten Pacitan mengalami fluktuatif. Kunjungan wisatawan mulai mengalami peningkatan pada bulan Oktober, November dan Desember. Bulan – bulan tersebut terdapat hari libur di dalamnya, baik libur sekolah maupun hari besar agama. Adanya hari libur tersebut lebih banyak dimanfaatkan oleh wisatawan untuk melakukan kegiatan wisata antara lain mengunjungi berbagai kawasan wisata yang ada di Kabupaten Pacitan salah satunya adalah Pantai Teleng Ria..

Kawasan Pantai Teleng Ria selain dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri juga dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Wisatawan tersebut berasal dari beberapa negara di dunia. Namun selama ini intensitas kunjungannya masih jarang dan jumlah wisatawan yang datang masih sedikit jika dibandingkan dengan wisatawan dalam negeri. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Kabupaten Pacitan per bulan pada tahun 2003 – 2007 (orang) disajikan pada Gambar 51.

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2003 88 73 75 71 74 80 22 44 65 48 8 54 2004 153 69 18 27 33 30 75 60 57 33 30 18 2005 45 12 24 53 41 25 63 26 14 10 11 10 2006 23 23 10 6 11 5 15 8 10 10 15 15 2007 16 23 8 17 25 12 20 27 14 9 29 14 0 20