• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi terhadap Kompetensi Guru

Dalam dokumen Prestasi Belajar Bahasa Jawa Ditinjau da (Halaman 44-51)

METODE PENELITIAN

2. Persepsi terhadap Kompetensi Guru

Persepsi terhadap kompetensi guru adalah proses mengorganisasi, menginterpretasikan informasi yang diterima berdasarkan rangsangan yang diperoleh individu melalui indera- indera dan memberikan arti berdasarkan stimulus yang diperoleh berdasarkan kecakapan dan kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran khususnya dalam mata pelajaran bahasa Jawa.

Persepsi terhadap kompetensi guru dalam penelitian ini akan diungkap dengan menggunakan skala yang disusun oleh peneliti berdasar aspek persepsi menurut Walgito yaitu kognisi, afeksi, dan konasi yang akan dikaitkan dengan kompetensi guru menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (bab VI pasal 28 ayat 3) yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Skala persepsi terhadap kompetensi guru akan diisi oleh anak berdasarkan persepsi siswa terhadap kompetensi guru. Semakin tinggi skor yang diperoleh menunjukkan semakin tinggi persepsi terhadap kompetensi guru dan sebaliknya.

3. Dukungan Sosial Orangtua

Dukungan sosial orangtua adalah bantuan yang diberikan oleh orangtua kepada anak yang terdiri dari informasi baik verbal maupun nonverbal yang mencakup satu atau lebih aspek informasi, instrumental, emosional, dan penghargaan yang diterima oleh anak,

37

yang membuat anak merasa dicintai, diperhatikan, dihargai, dan menjadi bagian dari keluarga.

Dukungan sosial orangtua dalam penelitian ini akan diungkap dengan menggunakan skala dukungan sosial yang dibuat oleh peneliti berdasar jenis-jenis dukungan sosial menurut House, yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informatif. Skala dukungan sosial diisi oleh anak berdasarkan dukungan sosial yang diterima anak. Semakin tinggi skor yang diperoleh menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial orangtua yang diterima anak dan sebaliknya.

C. Subyek Penelitian

Populasi penelitian merupakan faktor utama yang harus ditentukan sebelum melakukan penelitian dan tujuan menghindari kesalahan generalisasi dalam mengambil keputusan. Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas lima Sekolah Dasar Kristen 1 dan 2. Penelitian dengan mengambil semua elemen yang ada dalam populasi disebut dengan studi populasi atau studi sensus (Arikunto, 2002, h. 108). Pada studi populasi subyek penelitian ini meliputi semua individu yang terdapat dalam populasi, dengan kata lain dalam penelitian ini tidak digunakan sampel. Adapun alasan penggunaan studi populasi adalah jumlah subyek yang tidak terlalu banyak atau terbatas. Populasi dalam penelitian ini adalah:

1. Kelas V SD Kristen 1 dan 2 Purwodadi

2. Memiliki kapasitas inteligensi minimal berada di Grade III

38

Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar bahasa Jawa adalah inteligensi. Inteligensi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk berpikir logis, cakap, dalam pengamatan ruang, mampu untuk mencari dan mengerti hubungan antara keseluruhan dan bagian-bagain termasuk kemampuan menganalisa, kemampuan integrasi dan kemampuan berpikir secara analogi. Pengukuran tingkat inteligensi dalam penelitian ini menggunakan tes inteligensi CPM (Coloured Progressive Matrices). Alasan penggunaan tes CPM adalah tes ini dapat digunakan secara individual maupun klasikal, tes ini dirancang untuk menangkap taraf kecerdasan anak usia 5 sampai 11 tahun (Sumber: Laboratorim Psikodiagnostik). Selain itu, tes CPM didesain dengan penuh warna dan menarik untuk memberikan kesan positif dan mempertahankan motivasi terutama untuk anak-anak.

D. Metode Pengumpulan Data

1. Metode Dokumentasi

Prestasi belajar sebagai variabel tergantung diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi. Arikunto (2002, h. 236) menjelaskan metode dokumentasi sebagai metode untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, notulen, agenda, surat kabar dan sebagainya. Diperkuat dengan pendapat Sukmadinata (dalam Tairas, 2008, h.33) metode dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara

39

menggunakan dokumen atau catatan pribadi maupun laporan tertulis dari peristiwa-peristiwa yang lalu.

Penelitian ini menggunakan dokumentasi rapor untuk memperoleh data-data mengenai prestasi belajar siswa selama mengikuti proses belajar di sekolah. Data prestasi belajar yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah nilai mata pelajaran Bahasa Jawa yang tercantum dalam rapor siswa yaitu rapor siswa kelas lima Sekolah Dasar Kristen 1 dan 2 semester 1 tahun ajaran 2009/2010.

2. Metode Skala

a. Skala Persepsi terhadap Kompetensi Guru

Skala persepsi digunakan untuk mengukur persepsi subyek terhadap kompetensi guru. Skala persepsi terhadap kompetensi guru disusun sendiri oleh penulis dengan mengadopsi aspek persepsi menurut Walgito yaitu aspek kognisi, afeksi, dan konasi yang akan dikaitkan dengan aspek kompetensi guru menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (bab VI pasal 28 ayat 3) yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

Skala untuk mengukur persepsi terhadap kompetensi guru terdiri dari 3 aspek persepsi dan 4 kompetensi guru sehingga total keseluruhan skala berjumlah 36 butir item. Item-item tersebut berupa pernyataan favorable. Subyek memilih salah satu dari 4

40

jawaban berdasarkan pertimbangan subyektifnya. Pilihan jawaban untuk setiap nomor item adalah sama yaitu terdiri dari:

SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai

Tabel 1

Blue print skala Persepsi terhadap Kompetensi Guru

Aspek Item

Persepsi

Kompetensi Kognisi Afeksi Konasi

Jumlah Item Pedagogik 4 3 2 9 Profesional 4 3 2 9 Kepribadian 4 3 2 9 Sosial 4 3 2 9 Jumlah 16 12 8 36

b. Dukungan Sosial Orangtua

Skala dukungan sosial digunakan untuk mengukur dukungan sosial orangtua. Skala dukungan sosial orangtua disusun sendiri oleh penulis dengan mengadopsi jenis-jenis dukungan sosial menurut House yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informatif.

Skala untuk mengukur dukungan sosial terdiri dari 4 jenis dukungan sosial yang total keseluruhan skala berjumlah 20 butir item. Item-item tersebut berupa pernyataan favorable. Subyek

41

memilih salah satu dari 4 jawaban berdasarkan pertimbangan subyektifnya. Pilihan jawaban untuk setiap nomor item adalah sama yaitu terdiri dari:

SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai

Tabel 2

Blue print skala Dukungan Sosial Orangtua

Aspek Jumlah Item

Dukungan emosional 5

Dukungan instrumental 5

Dukungan penghargaan 5

Dukungan informatif 5

Jumlah 20

E. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur

1. Validitas Alat Ukur

Validitas mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut (Azwar, 2007, h.5-6).

Uji validitas item menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Untuk menghindari over estimate (kelebihan bobot), koefisien korelasi skor item dengan skor total perlu dikoreksi lagi

42

dengan menggunakan teknik korelasi part whole. Keseluruhan perhitungan validitas dalam penelitian ini dikerjakan dengan menggunakan alat bantu komputer dan program Statistical Packages for Social Sciences for Windows Release 13.0.

2. Reliabilitas Alat Ukur

Reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya atau diandalkan (Azwar, 2007, h.4). Adapun untuk mengetahui reliabilitas skala persepsi terhadap kompetensi guru dan skala dukungan sosial orangtua digunakan teknik koefisiensi Alpha Cronbach dengan menggunakan perangkat program Statistical Packages for Social Sciences for Windows Release 13.0.

F. Metode Analisis Data

Metode analisis data adalah cara yang digunakan dalam mengolah dan menganalisis data yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan dua metode analisis data untuk menguji hipotesis, yaitu:

1. Analisis Regresi Dua Prediktor

Metode analisis regresi dua prediktor digunakan untuk menguji hipotesis mayor yaitu hubungan antara persepsi terhadap kompetensi guru dan dukungan sosial orangtua dengan prestasi belajar bahasa Jawa. Metode analisis regresi dua prediktor digunakan karena mengkorelasikan antara variabel tergantung dan dua variabel bebas yaitu persepsi kompetensi guru dan dukungan sosial orangtua, dengan data berbentuk interval.

43

Dalam dokumen Prestasi Belajar Bahasa Jawa Ditinjau da (Halaman 44-51)

Dokumen terkait