C. Metode Penelitian
1. Persiapan Bahan Baku
senyawa-senyawa bioaktif pada ekstrak. Tahapan formulasi bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dalam pembuatan tablet effervescent.
1. Persiapan Bahan Baku
Bahan baku dalam penelitian ini ialah ekstrak kulit buah manggis. Ekstrak didapat dari kulit buah manggis segar yang diberi perlakuan pendahuluan. Perlakuan yang diberikan meliputi perendaman, blansir dan pengeringan dan penepungan. Perlakuan pendahuluan bertujuan untuk memperpanjang umur simpan kulit manggis dan mengurangi kerusakan senyawa-senyawa bioaktif yang terkandung dalam kulit manggis. Hal ini mengingat bahwa buah manggis merupakan buah musiman. Langkah-langkah pembuatan tepung dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5. Proses Pembuatan Tepung Kulit Buah Manggis
Buah manggis segar
Penyucian dan sortasi
Pengupasan
Pemotongan sebesar 1x4 cm
Perendaman dalam air selama 1 jam
Pengeringan dengan tray dryer pada suhu 50 oC selama 18 jam
Penepungan dengan disc mill
dengan saringan 60 mesh
17 Tepung kulit buah manggis yang dihasilkan kemudian diekstrak dengan menggunakan air dengan menerapakan metode maserasi (Wijaya, 2010). Maserasi dilakukan selama 2 jam kemudian ekstrak disaring menggunakan kain dan disentrifus selama 15 menit untuk mengendapkan partikel-partikel yang tersuspensi. Untuk tahapan persiapan bahan baku lebih lengkap dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6. Proses Ekstraksi Kulit Buah Manggis (Wijaya, 2010) 2. Optimasi Proses Pengeringan Semprot
Pada tahap optimasi ada dua faktor yang mempengaruhi produk berupa bubuk ekstrak kulit manggis. Faktor-faktor yaitu suhu proses pengeringan semprot dan konsentrasi bahan pengisi berupa maltodekstrin. Suhu proses yang dimaksud ialah suhu inlet alat pengeringan semprot. Pengeringan semprot dilakukan dengan tiga macam perlakuan suhu inlet yaitu sebesar 160, 170 dan 178 oC serta dikombinasikan secara acak lengkap dengan tiga perlakuan konsentrasi bahan pengisi maltodekstrin yaitu sebanyak 5, 10 dan 15%. Sebelum dikeringkan dengan alat pengering semprot, ekstrak yang telah dicampur, diatur viskositasnya dengan penambahan air sebesar ± 24 cp. Kecepatan alir yang diberikan ialah 12,14 ml/ menit.
Tepung kulit buah manggis (KBM)
Penambahan air 1:10 dan asam tartarat 1 %
Maserasi selama 2 jam pada suhu ruang dan kondisi gelap
Penyaringan dengan kain saring
Sentrifus selama 15 menit pada kecepatan 1500 rpm suhu 4 oC
18 Dua macam perlakuan ini akan dikombinasikan dalam rancangan percobaan acak lengkap faktorial dengan dua ulangan dengan faktor pertama berupa suhu dan faktor kedua berupa konsentrasi bahan pengisi.
Faktor-faktor itu akan diidentifikasi sebagai berikut: a) Suhu inlet alat pengeringan
A1 = 160 oC A2 = 170 oC A3 = 178 oC
b) Konsentrasi bahan pengisi A1 = 5 %
A2 = 10 % A3 = 15 %
Model rancangan percobaan yang digunakan ialah Y(ij)= + Ai +Bj + (AB)ij + ijk Keterangan:
Y(ijk) = respon yang ditimbulkan pengaruh bersama oleh taraf ke-i (i=1,2,3) faktor suhu inlet alat pengering semprot dan taraf ke-j (j=1,2,3) faktor konsentrasi bahan pengisi pada ulangan ke l (l=1, 2).
= nilai rata-rata dari seluruh niai pengamatan
Ai = pengaruh yang ditimbulkan oleh faktor suhu inlet alat pengering.
Bj = pengaruh yang ditimbulkan oleh faktor konsentrasi bahan pengisi.
(AB)ij = pengaruh yang ditimbulakan interaksi antara faktor A dan B.
ijk = pengaruh kesalahan percobaan.
Pemilihan kombinasi suhu proses dan konsentrasi terbaik didasari analisis total antosianin dan total fenol.
19 Gambar 7. Diagram Alir Pembuatan Bubuk Esktrak Kulit Buah Manggis
(EKBM) 3. Formulasi
Tahapan formulasi dibagi menjadi dua bagian yaitu tahapan formulasi dasar dan formulasi utama. Tahapan formulasi awal bertujuan untuk mendapatkan formulasi dasar dari effervescent tablet. Tahapan formulasi akhir bertujuan untuk memformulasikan jumlah ekstrak yang ditambahkan ke dalam produk dengan parameter penerimaan warna dan rasa produk. a) Formulasi Dasar
Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi dasar effervescent terbaik. Formulasi dasar yang dimaksudkan ialah perbandingan komposisi asam-asam organik dan garam bikarbonat yang ditambahkan. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan formulasi dasar antara lain bubuk dummy (bubuk kulit buah manggis dengan ekstrak yang belum diekstrak secara optimal), aspartam, asam sitrat, asam malat, dan natrium bikarbonat. Formulasi dilakukan dengan metode trial and error. Daftar lengkap formulasi dapat dilihat pada Tabel 1. Penentuan formulasi terbaik dilakukan dengan menggunakan uji organoleptik.
Ekstrak KBM
Penambahan bahan pengisi 5, 10, dan 15 %
Homogenisasi
Pengeringan semprot Tinlet 160,170 dan 178 oC
20 Tabel 1. Formulasi dasar effervescent
Ingridien Jumlah (g)
F1 F2 F3 F4 F5 F6 Bubuk (imitasi) EKBM xxx
Aspartam xxx
Na-bikarbonat xxx
Asam Sitrat xxx
Asam Malat xx xx xx xx xx xx
Keterangan: F1-6 formula 1-6
Tahapan proses pembuatan minuman effervescent dapat dilihat pada gambar 8.
Gambar 8. Diagram Pembuatan Formula Dasar Minuman Bubuk Effervescent Kulit Buah Manggis (Febriyanti, 2003)
b) Formulasi Utama
Formulasi utama dilakukan dengan menambahkan jumlah bubuk ekstrak kulit manggis terbaik dengan jumlah yang berbeda ke dalam formulasi dasar terpilih berdasarkan penelitian pendahuluan. Jumlah bubuk ekstrak yang ditambahkan ialah 10, 15 dan 20% dari total campuran bahan. Pemilihan formulasi terbaik dilakukan dengan Asam sitrat, asam malat
dan aspartam Natrium bikarbonat Pencampuran 1 Pencampuran 2 disertai pemanasan di atas penangas 40-50 oC, ± 5 menit Pencetakan (diameter 2,3cm) ¼ bagian ¾ bagian
Penyimpanan pada suhu 4 oC
Tablet effervescent
21 uji organoleptik dengan parameter warna, rasa dan penerimaan secara keseluruhan.
Tabel 2. Formulasi utama effervescent Ingridient Jumlah (% b/b)
F1* F2* F3*
Bubuk EKBM x x x
Aspartam Formula dasar terbaik Na-Bikarbonat Formula dasar terbaik Asam Sitrat Formula dasar terbaik Asam Malat Formula dasar terbaik Sorbitol Sampai mencapai 100 %
PEG x
Keterangan: F1-3 formula 1-3
Tahapan proses pembuatan minuman effervescent dapat dilihat pada gambar 9.
Gambar 9. Diagram Pembuatan Formula Utama Minuman Bubuk Effervescent Kulit Buah Manggis (Febriyanti, 2003)
Asam sitrat, asam malat aspartam, sorbitol bubuk, PEG 6000
Natrium bikarbonat Pencampuran 1 Pencampuran 2 disertai pemanasan di atas pengangas 40-50 oC, ± 5 menit Pencetakan (diameter 2,3 cm) Serbuk EKBM ¼ bagian ¾ bagian
Penyimpanan pada suhu 4 oC
22 Selain itu, pada tahapan ini juga ditambahkan bahan pengikat berupa PEG 6000 (polietilen glikol) sebanyak 0,03 % dari total campuran (ADI 10 mg/kg berat badan per hari) dan sorbitol untuk menjadikan total campuran 100%.