• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGOPERASIAN BETON SIAP PAKAI

4.2. Persiapan Operasi

4.2.1 Prosedur penyiapan pemompaan beton segar

a. Penyiapan buku manual/ referensi pengoperasian

Pengoperasian pemompaan beton segar harus sesuai dengan petunjuk dalam buku manual / referensi / buku OMM yang telah disusun oleh pabrik pembuatnya.

Dibawah ini ditunjukkan contoh mengidentifikasi daftar isi bagian buku OMM yang membahas pengoperasian alat dalam buku OMM pompa beton :

Gambar 4.1 Daftar isi buku OMM yang membahas pengoperasian

Judul Modul: Teknik Pemompaan Beton Segar

b. Penyiapan pemompaan beton

Untuk mempersiapkan pemompaan beton, operator harus :

1) Memastikan kapasitas pompa beton mampu memompa beton segar dengan kondisi pekerjaan yang akan dilaksanakan

2) Memastikan pompa beton sudah berdiri diatas outriggers sesuai prosedur 3) Memastikan tidak ada hambatan pergerakan distributor boom. Apabila ada

hambatan harus dipastikan ada petugas yang memandu gerakan distributor boom agar tidak menimbulkan kecelakaan.

4) Memastikan cukup ruangan untuk manuver truck mixer unloading beton segar ke hopper pompa beton.

5) Memastikan mutu beton segar dan ukuran agregate memenuhi persyaratan untuk dipompa

6) Memastikan pompa beton sudah diperiksa kondisi serta kecukupan bahan operasinya

7) Jika pemompaan menggunakan sambungan pipa lapangan, operator harus memastikan pipa lapangan telah terpasang dengan benar dan ditumpu dengan kuat.

c. Penyiapan APD (Alat Pelindung Diri), APK (Alat Pengaman Kerja) dan rambu-rambu K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

1) APD yang harus disiapkan dan dipakai oleh operator pompa beton adalah : 1. Topi pelindung (Safety helmet)

2. Sepatu pelindung (Safety shoes) 3. Pelindung pendengaran (Earplug) 4. Sarung tangan (Safety gloves) 5. Kacamata pelindung (Safety glass) 6. Pelindung muka (Face mask) 7. Baju kerja (Safety Clothes)

8. Sabuk pengaman (Safety harness)

Masing-masing APD harus diperiksa kelaikannya agar dapat berfungsi dengan baik bila terjadi kecelakaan kerja

2) APK yang harus disiapkan dan digunakan dalam pengoperasian pompa beton adalah :

a) APAR (alat pemadam api ringan)

b) Kotak obat-obatan, termasuk obat pencuci mata

3) Rambu-rambu K3 yang harus disiapkan dan digunakan dalam pengoperasian pompa beton adalah :

a) Barikade untuk pembatas/ pagar area kerja b) Safety cone untuk pengaturan lalu lintas/traffic

Gambar 4.2 APD Pemompaan beton

Judul Modul: Teknik Pemompaan Beton Segar

c) Rambu-rambu K3 yang menempel di alat,bila sudah tidak terbaca / terlihat harus segera dilaporkan untuk diperbarui

4.2.2 Penyiapan pipa, seal/ gasket dan klem/ coupling

Beton segar dipompa melalui pipa baja yang kokoh dan heavy duty flexible hose dalam satu rangkaian yang disebut jalur perpipaan (pipe line).

Sambungan antara segmen-segmen pipa digunakan klem atau kopling dengan gasket/seal yang dapat di bongkar dan dipasang dengan mudah dalam waktu yang singkat (gambar 4.3).

Agar dapat diatur sesuai arah yang dikehendaki dan terpasang secara aman, sistim perpipaan pada pompa beton diatur dengan berbagai macam bentuk pipa dan perlengkapannya, antara lain :

• Pipa lurus dengan diameter 4” atau 5” terbuat dari baja tebal 3-12 mm, dengan panjang rata-rata 3 meter dengan rise end di ujung dan pangkalnya.

• Pipa bengkok dengan diameter 4” atau 5” terbuat dari baja tebal 3-12 mm yang membentuk busur lengkung dengan berbagai sudut belok 30o, 45o dan 90o. Radius belokan bervariasi dengan beberapa ukuran, radius lebih kecil mempunyai hambatan yang lebih besar daripada radius kelengkungan yang lebih besar. Pada pipa bengkok keausannya lebih tinggi. Untuk mengatasi hal ini dilakukan heat treatment pada pipa bengkok agar angka kekerasannya bertambah.

Komponen pipa lurus dan bengkok disambung dengan klem (coupling) yang terbuat dari baja tuang dan seal (gasket) seperti pada gambar 4.3 yang kedap air sehingga beton segar dapat dipompa melalui sistim perpipaan tanpa adanya kebocoran.

Komponen perlengkapan pipa yang lain bersifat mendukung adalah selang fleksible, reducer, bracket dan support.

a. Pemeriksaan pipa penyalur beton.

Pipa penyalur beton dari baja diperiksa jumlah dan kondisinya apakah mencukupi untuk pemakaian pekerjaan yang akan dilaksanakan. Apabila terdapat perbedaan ketebalan pipa (pipa baru lebih tebal dari pipa yang lama/ telah aus) harus diidentifikasi untuk penempatannya di lapangan (pipa yang lebih tebal dipasang pada bagian hulu, yang lebih tipis/ aus dipasang pada bagian hilir.

Pipa fleksible diperiksa kondisinya apakah sudah berserabut atau sudah tipis, pipa fleksibel yang sudah berserabut/aus harus diganti yang baru karena membahayakan bla masih dipakai.

b. Pemeriksaan seal.

Seal untuk penyambungan pipa diperiksa jumlah dan kondisinya apakah mencukupi untuk penyambungan pada pipa-pipa yang akan dipasang untuk pemakaian pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Gambar 4.3 Sistim sambungan pipa

Judul Modul: Teknik Pemompaan Beton Segar

Seal yang sudah aus dan sudah tidak berfungsi lagi harus diganti karena akan mengakibatkan kebocoran dan kebuntuan pemompaan bila dipakai

c. Pemeriksaan klem.

1) Pemeriksaan klem penyambung pipa meliputi jumlah, keutuhan klem dan kelengkapan retaining pin. Kondisi klem yang sudah aus harus segera dilaporkan untuk diganti yang baru.

2) Operator harus memastikan bahwa klem yang dipakai harus mampu menahan tekanan beton segar yang dipompa.

3) Pin dan retaining pin yang kurang harus segera dilengkapi agar penyambungan pipa dapat dilakukan dengan baik.

4.2.3 Pemasangan pipa lapangan

a. Prosedur pemasangan pipa lapangan.

1) Pipa lapangan harus dipasang apabila jangkauan distributor boom tidak mampu mencapai titik pengecoran.

2) Pemasangan pipa lapangan harus diikat dengan kuat pada tempat-tempat yang rigid/kokoh agar tidak menimbulkan bahaya

3) Operator harus memastikan bahwa ketebalan pipa lapangan cukup kuat menahan tekanan beton segar yang dipompa.

b. Penentuan jalur pipa lapangan (conveying pipe).

Sebelum pipa lapangan dipasang harus direncanakan lebih dahulu jalur pipa yang akan dilalui dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Jalur pipa lapangan diusahakan sependek mungkin, hal ini akan meringankan kerja pompa beton

2) Pemasangan pipa bengkok yang tidak diperlukan harus dihindari

3) Bila menggunakan pipa bengkok diusahakan yang berdiameter lengkung besar agar tidak memberatkan kerja pompa beton.

4) Jalur pipa diatur agar melewati tempat-tempat yang kokoh yang dapat dijadikan ikatan pipa yang kuat.

c. Teknik pemasangan pipa lapangan.

Pipa lapangan harus dipasang sesuai prosedur dengan ketentuan pemasangan sebagai berikut :

1) Tempat pemasangan pipa mengikuti jalur yang telah ditetapkan sesuai butir 4.2.3 b.

2) Pada pemasangan sistim jalur pipa (pipe line), masing-masing komponennya harus memenuhi persyaratan tekanan kerja yang disyaratkan sesuai spesifikasi pompa beton yang dioperasikan

3) Setiap pipa vertikal harus diikat pada dinding bangunan yang kokoh untuk menghindari beban tambahan pada klem pipa (gambar 4.4).

Gambar 4.4 Pengikatan pipa vertikal

Judul Modul: Teknik Pemompaan Beton Segar

4) Perubahan arah dari horisontal ke vertikal, jalur pipa harus terikat kuat untuk menahan gerakan pipa bengkok 90o yang dapat lepas dari klem penyambungnya.

5) Setiap pipa horisontal harus diikat pada bangunan atau struktur untuk mencegah pergerakan pipa akibat tekanan beton segar yang dipompa.

6) Jarak antara bracket pendukung untuk jalur pipa horisontal tidak boleh lebih dari 3 meter.

7) Selang fleksibel (flexible hose) diujung jalur pipa harus disambung sesuai dengan petunjuk pabrik dan memenuhi persyaratan kekuatan tekanan sesuai dengan spesifikasi teknik pompa beton, diujung selang fleksibel harus dipasang penggantung sling (gambar 4;6)

8) Operator harus memastikan bahwa ketebalan dinding pipa penyalur beton harus memenuhi syarat terhadap tekanan kerja pompa beton yang akan dioperasikan. Tabel dibawah ini dapat digunakan sebagai acuan :

Tabel 4.1 Tabel ketebalan pipa – tekanan beton

Data pipa grade 200 digunakan bila grade pipa tidak diketahui Gambar 4.5

Pengikatan pipa horisontal

Gambar 4.6 Selang fleksibel

Judul Modul: Teknik Pemompaan Beton Segar

• Data pada tekanan 120 bar digunakan bila tekanan maksimum pompa beton tidak diketahui

• Data tersebut untuk pengoperasian yang normal, untuk pemakaian pada bangunan tinggi akan menggunakan tekanan yang lebih tinggi dan memerlukan pipa yang lebih tebal.

4.3 Teknik Menghidupkan Concrete Pump

Dokumen terkait