BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN
A. Orientasi Kancah dan Persiapan
2. Persiapan Penelitian
Untuk dapat melakukan pengambilan try out dan penelitian, peneliti menggunakan surat perizinan yang dikeluarkan oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia. Surat izin try out dikeluarkan pada tanggal 3 April 2012 dengan nomor 481/Dek/70/Div.Um&RT/IV/2012 yang diketahui oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Sus Budiharto, S.psi., M.si., Psikolog., serta dosen pembimbing Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi. Surat permohonan izin ditujukan kepada Ketua UKM Basket Fakultas Kedokteran UII dan dipergunakan sebagai try out yang dilaksanakan pada 6 dan 13 April 2012.
Surat izin penelitian dikeluarkan pada tanggal 23 April 2012 dengan nomor 559/Dek/70/Div.Um&RT/IV/2012 yang diketahui oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Sus Budiharto, S.psi., M.si., Psikolog., serta dosen pembimbing Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi. Surat permohonan izin ditujukan kepada Manager UKM Basket FPSB UII yang dilaksanakan pada 24 April sampai dengan 5 Mei 2012.
b. Persiapan Alat Ukur
Persiapan alat ukur adalah penyusunan alat ukur yang akan digunakan dalam pengambilan data. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua skala yaitu skala pemecahan masalah dan skala kohesivitas kelompok.
1. Skala Pemecahan Masalah
Skala pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 40 aitem, yaitu 20 aitem favourable dan 20 aitem unfavourable yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan pada aspek-aspek pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya (Ellis & Hunt, 1993) seperti pemahaman masalah, merancang rencana, melaksanakan rencana dan evaluasi. Model skala yang digunakan adalah skala Likert.
2. Skala Kohesivitas Kelompok
Skala kohesivitas kelompok yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 40 aitem, yaitu 20 aitem favourable dan 20 aitem unfavourable
yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan pada aspek-aspek kohesivitas kelompok yang dikemukakan oleh Forsyth (2010) seperti kohesi sosial, kohesi tugas, kohesi perasaan, kohesi emosional. Model skala yang digunakan adalah skala Likert.
Persiapan penelitian ini diawal dengan menyusun alat ukur berdasarkan teori yang ada dan sesuai dengan variabel yang hendak diukur. Berdasarkan teori yang ada, dapat ditentukan definisi operasional dan aspek-aspek yang akan digunakan, yang dijelaskan pada bab metode penelitian kemudian dijabarkan dengan
aspek-aspek tersebut dengan aitem-aitem yang mudah, ringkas dan sederhana agar mudah dipahami subjek.
Peneliti melakukan dua kali pengambilan data dimana dilakukan uji coba (try out) terlebih dahulu untk mengetahui validitas dan reliabilitas aitem yang nantinya akan digunakan dalam pengambilan data. Aitem-aitem yang gugur dalam uji coba (try out) tidak akan dimasukkan lagi dalam aitem pernyataan untuk pengambilan data sehingga diharapkan aitem-aitem tersebut lebih dapat mewakili apa yang akan diteliti.
c. Uji Coba Alat Ukur
Uji coba alat ukur dilaksanakan pada tanggal 6 April 2012 dengan subjek sebanyak 24 orang anggota UKM Bola Basket Fakultas Kedokteran UII. Sedangkan pada tanggal 13 April 2012 dilakukan kembali uji coba dan didapat subjek sebanyak 7 subjek. Peneliti menyebarkan skala setelah semua subjek selesai latihan. Pelaksanaan uji coba ini memerlukan waktu kurang lebih 30 menit di setiap uji cobanya. Tiap subjek diminta untuk mengisi satu bundel kuesioner yang terdiri dari skala A (pemecahan masalah) dan skala B (kohesivitas kelompok).
d. Hasil Uji Coba Alat Ukur 1. Skala Pemecahan Masalah
Pada uji validitas aitem ini dilakukan seleksi butir aitem yang akan digunakan sebagai data dalam penelitian. Dengan menggunakan batas kritis
0.3, aitem-aitem yang memiliki korelasi total di atas atau sama dengan 0.3 layak digunakan sebagai aitem dalam pelaksanaan penelitian.
Hasil analisis menunjukkan bahwa uji coba (try out) terhadap pemecahan masalah dari 40 aitem yang diuji-cobakan menghasilkan 36 aitem yang dinyatakan sahih secara keseluruhan, karena skor koefisien kolerasi aitem (rbt) memenuhi syarat yaitu 0.3. Butir yang gugur yaitu nomor 11, 13, 16, dan 40. Koefisien korelasi aitem-aitem (rbt) bergerak antara 0.341 sampai dengan 0.832. Setelah koefisien reliabilitas skala dihitung maka diperoleh koefisien reliabilitas Alpha sebesar α = 0.960.
Berdasarkan hasil analisis statistik pada program SPSS version 19.0 for windows. Uji koefisien reliabilitas yang digunakan adalah Cronbach Alpha
diperoleh nilai α = 0.948 dengan indeks diskriminasi aitem bergerak dari -0.185 sampai dengan 0.829. Terjadi dua kali putaran pengguguran aitem. Putaran kedua Cronbach Alpha diperoleh nilai α = 0.960 dengan indeks diskriminasi aitem bergerak dari 0.341 sampai dengan 0.832 dan tidak ada aitem yang gugur di putaran kedua ini. Sehingga dari 40 aitem yang tersedia, terdapat empat aitem gugur dan 36 aitem sahih dengan perincian sebagai berikut: satu aitem unfavourable pada aspek pemahaman masalah, satu aitem favourable pada aspek melaksanakan rencana dan dua aitem
favourable pada aspek evaluasi. Adapun aitem yang dinyatakan sahih dan gugur serta penyebaran nomor aitem pada skala penelitian dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4.
Tabel 3
Distribusi Nomor Urut Aitem Skala Pemecahan Masalah Setelah Uji Coba
Aspek Butir Favourable Butir Unfavourable
Nomor Aitem Jumlah Nomor Aitem Jumlah
Pemahaman masalah 1, 9, 17, 25, 33 5 5, 13, 21, 29, 37 5
Merancang masalah 6, 14, 22, 30, 38 5 2, 10, 18, 26, 34 5
Melaksanakan rencana 3, 11, 19, 27, 35 5 7, 15, 23, 31, 39 5
Evaluasi 8, 16, 24, 32, 40 5 4, 12, 20, 28, 36 5
Jumlah Aitem 20 20
Catatan: Angka yang dicetak tebal adalah nomor urut aitem yang gugur.
Tabel 4
Distribusi Nomor Urut Aitem Yang Baru Setelah Uji Coba
Aspek Butir Favourable Butir Unfavourable Total
Nomor Aitem Jumlah Nomor Aitem Jumlah
Pemahaman masalah 1, 9, 17, 25, 33 5 5, 21, 29, 37(13) 4 9 Merancang masalah 6, 14, 22, 30, 38 (16) 5 2, 10, 18, 26, 34 5 10 Melaksanakan rencana 3, 19, 27, 35 4 7, 15, 23, 31, 39 (11) 5 9 Evaluasi 8, 24, 32 3 4, 12, 20, 28, 36 5 8 Jumlah Aitem 17 19 36
Catatan: Angka di dalam ( ) adalah nomor urut aitem yang baru menggantikan item yang gugur.
2. Skala Kohesivitas Kelompok
Pada uji validitas aitem ini dilakukan seleksi butir aitem yang akan digunakan sebagai data dalam penelitian. Dengan menggunakan batas kritis 0.3, aitem-aitem yang memiliki korelasi total di atas atau sama dengan 0.3 layak digunakan sebagai aitem dalam pelaksanaan penelitian.
Hasil analisis menunjukkan bahwa uji coba (try out) terhadap kohesivitas kelompok dari 40 aitem yang diuji-cobakan menghasilkan 35
aitem yang dinyatakan sahih secara keseluruhan, karena skor koefisien kolerasi aitem (rbt) memenuhi syarat yaitu 0.3. Butir yang gugur yaitu nomor 3, 8, 17, 35, dan 37. Koefisien korelasi aitem-aitem (rbt) bergerak antara 0.320 sampai dengan 0.807. Setelah koefisien reliabilitas skala dihitung maka diperoleh koefisien reliabilitas Alpha sebesar α = 0.943.
Berdasarkan hasil analisis statistik pada program SPSS version 19.0 for windows. Uji koefisien reliabilitas yang digunakan adalah Cronbach Alpha
diperoleh nilai α = 0.940 dengan indeks diskriminasi aitem bergerak dari 0.066 sampai dengan 0.782. Terjadi empat kali putaran pengguguran aitem pada variabel ini. Putaran kedua Cronbach Alpha diperoleh nilai α = 0.943 dengan indeks diskriminasi aitem bergerak dari 0.293 sampai dengan 0.799. Putaran ketiga Cronbach Alpha diperoleh nilai α = 0.943 dengan indeks diskriminasi aitem bergerak dari 0.288 sampai dengan 0.803. Putaran keempat Cronbach Alpha diperoleh nilai α = 0.943 dengan indeks diskriminasi aitem bergerak dari 0.320 sampai dengan 0.807 dan tidak ada aitem yang gugur di putaran ketiga ini. Sehingga dari 40 aitem yang tersedia, terdapat lima aitem gugur dan 35 aitem sahih dengan perincian sebagai berikut: satu aitem favourable dan satu aitem unfavourable pada aspek kohesi sosial, dua aitem favourable pada aspek kohesi perasaan dan satu aitem favourable pada aspek kohesi emosi. Adapun aitem yang dinyatakan sahih dan gugur serta penyebaran nomor aitem pada skala penelitian dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6.
Tabel 5
Distribusi Nomor Urut Aitem Skala Kohesivitas Kelompok Setelah Uji Coba
Aspek Butir Favourable Butir Unfavourable
Nomor Aitem Jumlah Nomor Aitem Jumlah
Kohesi Sosial 1, 9, 17, 25, 33 5 5, 13, 21, 29, 37 5
Kohesi Tugas 6, 14, 22, 30, 38 5 2, 10, 18, 26, 34 5
Kohesi Perasaan 3, 11, 19, 27, 35 5 7, 15, 23, 31, 39 5
Kohesi Emosi 8, 16, 24, 32, 40 5 4, 12, 20, 28, 36 5
Jumlah Aitem 20 20
Catatan: Angka yang dicetak tebal adalah nomor urut aitem yang gugur.
Tabel 6
Distribusi Nomor Urut Aitem Yang Baru Setelah Uji Coba
Aspek Butir Favourable Butir Unfavourable
Total
Nomor Aitem Jumlah Nomor Aitem Jumlah
Kohesi Sosial 1, 9, 25, 33 4 5, 13, 21, 29 4 8 Kohesi Tugas 6, 14, 22, 30, 38(17) 5 2, 10, 18, 26, 34 5 10 Kohesi Perasaan 11, 19, 27 3 7, 15, 23, 31, 39(3) 5 8 Kohesi Emosi 16, 24, 32, 40(8) 4 4, 12, 20, 28, 36(35), 5 9 Jumlah Aitem 16 19 35
Catatan: Angka di dalam ( ) adalah nomor urut aitem yang baru menggantikan item yang gugur.