BAB IV PERSIAPAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Orientasi Kancah Penelitian
2. Persiapan Penelitian
Tahap proses selanjutnya yakni persiapan dalam penelitian tersebut. Persiapan penelitian meliputi penyusunan alat ukur dan selanjutnya menindaklanjuti proses surat perizinan penelitian di daerah setempat. Persiapan penelitian dijelaskan sebagai berikut :
a. Penyusunan Alat Ukur
Penyusunan alat ukur merupakan suatu langkah yang primer (pertama) sebelum melakukan penelitian. Alat ukur ini digunakan sebagai usaha seorang peneliti untuk mengumpulkan data empirik. Alat ukur yang dibuat dalam bentuk skala. Skala yang dipakai pada penelitian ini terdapat 2 jenis, yaitu skala Raos Sami(Rasa Sama) dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Penyusunan Alat ukur ini juga dibuat dalam bentuk 2 bahasa dan dialih bahasakan ke dalam Bahasa Jawa serta diverifikasi oleh Staff Pengajar Dosen Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (UNNES) Bapak Yusra Edy Nugroho S.SM. M.Hum. Alasan menggunakan dua bahasa adalah faktor demografi dan ekologi di lapangan, dimana kebanyakan warga kurang begitu mengerti Bahasa Ibu yaitu Bahasa Indonesia.
1. Skala Kesejahteraan Psikologis.
Skala Kesejahteraan Psikologis yang dipakai dalam penelitian ini adalah disusun berdasarkan dimensi-dimensi dalam kesejahteraan psikologis menurut (Ryff & Singer, 2008) meliputi : (1) Penerimaan diri, (2) Pertumbuhan diri (personal growth), (3) Kebermaknaan Hidup, (4) Penguasaan Lingkungan, (5) Otonomi, (6) Hubungan positif dengan orang lain.
Skala Kesejahteraan Psikologis berjumlah 24 Aitem, dimana secara khusus terdapat 12 Aitem Favourable dan 12 Aitem
Unfavourable.
Aitem Kesejahteraan Psikologis dibuat dengan optionpilihan jawaban Setuju dan Tidak Setuju. Jawaban dinilai secara selang-seling, dimana untuk aitem favourable pilihan jawaban Setuju
diberi nilai 1 sedangkan Tidak Setuju diberi nilai 0. Sedangkan untuk aitem unfavourable Pilihan jawaban Setuju diberi nilai 0 dan Tidak Setuju diberi nilai 1. Bentuk sebaran aitem yang disusun dapat dirujuk pada tabel 4 berikut ini.
Tabel 4. Sebaran Nomor Aitem SkalaKesejahteraan Psikologis
No Dimensi Favourable Unfavourable Jumlah 1. Penerimaan
diri 3 dan 17 8 dan 14 4
2. Pertumbuhan
diri 11 dan 18 6 dan 23 4
3. Kebermaknaan
Hidup 12 dan 21 5 dan 13 4
4. Penguasaan
Lingkungan 2 dan 22 9 dan 19 4
5. Otonomi 7 dan 10 4 dan 15 4
6. Hubungan Positif dengan Orang Lain
20 dan 24 1 dan 16 4
Total 12 12 24
2. SkalaRaos Sami(Rasa Sama).
Skala Raos Sami (Rasa Sama) dalam penelitian ini menurut (Sunarno, 2015) disusun berdasarkan 3 Indikator, yaitu : Rasa Cinta Kasih (Raos Sih), Rasa Memiliki Negara (Aku Nduwe Negoro) dan Rasa Persatuan (Raos Persatuan). Skala Raos Sami
(Rasa Sama) memiliki jumlah 24 Item, yang terdiri dari 12 Item
Favourabledan 12 ItemUnfavourable.
Aitem pada Skala Raos Sami (Rasa Sama) disusun dengan alternatif jawaban Setuju dan Tidak Setuju. Option Jawaban diberi nilai selang-seling. Saat aitem Favourable Jawaban Setuju
diberikan skor 1 sedangkan untuk pilihan Tidak Setuju diberi skor 0. Saat aitem Unfavourable Jawaban Setuju diberikan skor 0 sedangkan untuk pilihan Tidak Setuju diberikan skor 1. Bentuk sebaran Item dapat dirujuk pada tabel 5 berikut ini.
Tabel 5. Sebaran Nomor Aitem Skala Raos Sami (Rasa Sama).
No Indikator Favourable Unfavourable Jumlah 1. Raos Sih(Rasa
Cinta Kasih) 2, 6, 12, 21 14, 17, 19, 23 8 2. Raos Nduweni Negoro (Memiliki Negara) 1, 5, 18, 24 8, 10, 13, 15 8 3. Rasa Persatuan 4, 11, 16, 22 3, 7, 9, 22 8 Total 12 12 24 b. Persiapan Perizinan
Perizinan penelitian merupakan langkah selanjutnya sebelum penelitian dilakukan. Peneliti mengajukan surat izin penelitian kepada Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Surat izin tersebut kemudian peneliti tembuskan ke Bagian Tata Usaha (TU) Fakultas untuk ditembuskan ke Dekan Fakultas Psikologi Kampus UNISSULA Semarang. Surat izin penelitian dari kampus kemudian ditindaklanjuti ke Pemerintahan Kabupaten Bantul tepatnya di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) beralamat di Jalan. Wolter Monginsidi No. 1 Kabupaten Bantul. Kemudian surat tembusan dari BAPPEDA ditujukan ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul yang berjarak kurang lebih 10 menit dari Komplek Pendopo Pemerintahan Kabupaten Bantul. Surat izin penelitian berikutnya diteruskan ke Kantor Kecamatan Sewon yang berdekatan
dengan Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta. Surat izin penelitian berikutnya ditembuskan ke Kelurahan Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon. Lalu surat tembusan dari Kelurahan diberikan kepada Bapak Juwariyus sebagai pemangku Jabatan Kepala Dusun Balong, Timbulharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.
c. Gambaran Umum Tempat Penelitian
Tempat penelitian berada di Desa Balong Timbulharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta. Desa Balong sendiri terdapat 2 dusun yang terdiri dari Dusun Kersen dan Dusun Balong. Dusun Kersen berada di RT 01-03 sedangkan Dusun Balong berada di RT 04-06. Desa Balong memiliki jumlah Kepala Keluarga sebesar 395. Dimana masing-masing jumlah Kepala Keluarga di Dusun Kersen memiliki jumlah 189 dan Dusun Balong memiliki Jumlah Kepala Keluarga sebesar 195.
Untuk Dusun Balong sendiri terdapat Karang Taruna yang bernama Satrio Kempling. Satrio Kempling memiliki singkatanSatuhu agawe tentreming ati Kelompok Muda Peduli Lingkungan. Dusun Balong sendiri memiliki keunikan dengan ciri khas kesenian yang diwariskan secara turun temurun seperti Sholawat Jawi, Gejlok Lesung,Ketoprak,KarawitandanJathilan.
Gambaran Desa Balong, Timbulharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul yang menjadikan pembeda dari desa lain adalah dengan diadakannya Junggring Saloka (kumpulan para pengkaji dan pelajar Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram) setiap 1 -3 bulan sekali ditiap akhir bulan. Junggring Saloka sendiri adalah bukan sekedar berkumpul akan tetapi setiap warga Desa yang memiliki masalah agar secara intens dan mampu terbuka dengan warga yang lain, sehingga diharapkan mampu menganalisis masalahnya sendiri serta secara tidak langsung masalah yang ada dapat terselesaikan tanpa paksaan ataupun arahan dari orang lain. Selain itu hal yang menonjol lainnya pada aktivitas didesa tersebut adalah adanya Kesenian
Ketoprak Lelaku Perjalanan Hidup dan Spiritual Ki Ageng Suryomentaram dimana isi cerita menggambarkan perjalanan dan riwayat hidup Ki Ageng Suryomentaram. Ketoprak ini diselenggarakan ditiap akhir tahun. Selain itu Desa Balong, Timbulharjo secara langsung dijadikan laboratorium hidup dan bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Desa Balong Timbulharjo terdapat di sebelah selatan dan berjarak kurang lebih 10 KM dari pusat Kota Yogjakarta. Atau kira-kira butuh waktu 30 menit dari pusat kota Yogjakarta. Untuk yang melaju dari arah Kota Solo-Klaten bisa melalui Jalan Ring Road sebelah Timur menuju arah Bantul. Desa Balong ini terdapat di Jalan Raya Parangtritis, dimana jalan tersebut biasanya sebagai jalur utama atau jalur masuk untuk menuju wahana wisata alam dengan pesona keindahan pantainya. Desa Balong Timbulharjo ini juga berada di selatan dari Kampus Institus Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta kira-kira 10 menit.
Selain itu desa tersebut berada di Barat Laut dari Destinasi Kampung Budaya, yaitu Rumah Tembi yang berjarak 200-300 meter. Desa Balong juga berada di belakang persis Pasar Seni Gabusan, Bantul yang berjarak kurang lebih 100 meter. Desa Balong juga terdapat air sungai atau kali yang airnya deras dan dalam, yaitu Sungai Winongko. Tak jauh dari Desa Balong kira-kira 10-15 menit sampai di Pusat Kota Bantul. Sebelah Utara-Timur dari Desa Balong terdapat Kantor Pemerintah Daerah Kota Bantul. Untuk Kantor Kelurahan sendiri berada di sebelah Timur yang berjarak 300 meter dari Desa Balong.
Sejalan ke arah timur lagi kurang lebih 500 meter dari Kantor Kelurahan terdapat Markas Klub Sepak Bola Liga 2 Indonesia Persiba Bantul, yaitu Stadion Sultan Agung. Di Sebelah Barat Daya dari Desa Balong terdapat makam para raja-raja kerajaan Mataram Islam sampai
sekarang yaitu makam Imogiri yang kurang lebih berjarak 20-30 menit. Kebetulan Makam dari Ki Ageng Suryomentaram berada di Kanggotan, Pleret Bantul tepatnya di Belakang Masjid At-Toqarrub buatan Raja Mataram Islam saat itu yakni Sultan Agung Handyokrokusumo. Makam berjarak 500 meter dari Stadion Sultan Agung Handyokrokusumo atau 20 menit dari Desa Balong Timbulharjo. Makam Ki Ageng Suryomentaram sendiri berada di deretan Makam Trah Nitinegara II yakni bersebelahan dengan makam BR. Ayu Retnomandoyo selaku Ibu dari Ki Ageng Suryomentaram. Sedangkan Makam Ki Ageng disemayamkan disamping istri Ki Ageng Suryomentaram.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian Warga Desa Bantul Timbulharjo sendiri beragam dimulai Petani sebanyak 70%, Peternak, Gerabah, Kuli Bangunan sebanyak 20%, dan lain sebagainya sebanyak 10%.
Untuk skema proses dan alur pembuatan surat izin penelitian sendiri ada diperjelas sebagai berikut :
1. Surat Kampus dibawa ke BAPPEDA Kabupaten Bantul.
2. Kemudian Surat dari BAPPEDA Kabupaten Bantul ke Dinas Pembangunan dan Politik Daerah Istimewa Yogjakarta yang kemudian di bawa ke Kecamatan Sewon.
3. Surat BAPPEDA dibawa ke Kelurahan Timbulharjo yakni sebagai Pelayanan Ka. Sie (Ibu Endang).
4. Acc atau Disetujui Pihak Lurah.
5. Dan kemudian Surat di follow up atau ditindaklanjuti Ke Kepala Dusun Balong Bapak Juwariyus.
d. Sampel Jenuh Alat Ukur
Sample jenuh alat ukur dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 13 Juli 2017 sampai dengan hari Minggu tangal 16 Juli 2017. Data penelitian ini diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik Sampel jenuh sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi
dengan kesalahan yang sangat kecil. Pengadministrasian skala dilakukan secara langsung dengan subjek namun beberapa subjek meminta peneliti untuk membacakan skala tiap aitem (pernyataan) kemudian subjek hanya tinggal menjawab. Hasil dari sampel jenuh alat ukur kemudian ditabulasikan untuk mengetahui daya diskriminasi aitem dan reliabilitas alat ukur dengan menggunakan program SPSS
(Statistical Product and Service solution) version 16.0 for windows.
e. Uji Daya Beda dan Estimasi Reliabilitas Alat ukur. 1. Skala Kesejahteraan Psikologis.
Skala yang disusun terdiri dari 6 dimensi Kesejahteraan Psikologis yang masing-masing memiliki 4 aitem dalam setiap dimensi, sehingga total aitem berjumlah 24 aitem. Hasil uji daya beda aitem menunjukan dari 24 aitem ada 6 aitem yang mempunyai indeks daya beda tinggi, 6 aitem mempunyai indeks daya beda rendah dan 12 aitem yang belum bisa mewakili tiap aspek yang diinginkan. Bentuk sebaran nomor aitem Skala Kesejahteraan Psikologis dapat di lihat pada tabel 6.
Tabel 6. Sebaran Nomor Aitem Daya Diskriminasi Tinggi dan Rendah Skala Kesejahteraan Psikologis.
No Dimensi Favourable Unfavourable Beda Aitem Tinggi Rendah 1. Penerimaan
diri 3* dan 17* 8* dan 14* 0 0
2. Pertumbuhan
diri 11* dan 18* 6 dan 23* 1 3
3. Kebermaknaan
Hidup 12* dan 21*
5* dan 13*
0 0
4. Penguasaan
Lingkungan 2 dan 22 9* dan 19 3 1
5. Otonomi 7* dan 10* 4 dan 15* 0 0
6. Hubungan Positif dengan Orang Lain
20* dan 24* 1 dan 16 2 2
Total 12 12 6 6
Keterangan : (*) Aitem gugur/ daya beda aitem rendah.
Koefisien daya beda aitem untuk aitem yang memiliki indeks daya beda tinggi pada Skala Kesejahteraan Psikologis berkisar antara 0.370 sampai 0.586. Kemudian koefisien daya beda aitem untuk Skala Kesejahteraan Psikologis yang memiliki indeks daya beda rendah berkisar antara -0,224 sampai dengan 0,290. Kriteria pemilihan aitem berdasarkan pada korelasi aitem-total dengan batasan rix ≥ 0.30, daya bedanya bernilai memuaskan. Hal ini didasarkan pada semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0.30 daya bedanya bernilai memuaskan, sedangkanaitem
yang memiliki harga rix < 0.30 diinterpretasikan sebagai aitem yangbernilaidaya beda rendah (Azwar, 2016). Estimasi reliabilitas Skala Kesejahteraan Psikologis teknik Alpha Cronbach dengan angka koefisien relibilitas alpha sebesar 0.520, dengan demikian
Skala Kesejahteraan Psikologis dalam hal ini adalah reliabel. (Lihat Lampiran C-2. Reliabilitas dan Daya Beda Aitem Skala Sampel Jenuh Kesejahteraan Psikologis)
2. SkalaRaos Sami(Rasa Sama).
Skala yang disusun terdiri dari 3 indikator faktor Raos Sami
(Rasa Sama) yang masing-masing memiliki 8 aitem dalam setiap aspeknya, sehingga totalaitemberjumlah 24aitem. Hasil uji daya beda aitem menunjukkan dari 24 aitem ada 11 aitem yang mempunyai indeks daya beda aitemtinggi dan ada 13aitem yang memiliki indeks daya beda aitem rendah. Bentuk sebaran nomor
aitempada skala Raos Sami (Rasa Sama) dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini.
Tabel 7. Sebaran Nomor Aitem Daya Diskriminasi Tinggi dan Rendah SkalaRaos Sami(Rasa Sama).
No Indikator Favourable Unfavourable
Daya Beda Tinggi Rendah 1. Raos Sih(Rasa
Cinta Kasih) 2, 6*, 12 dan 21* 14, 17, 19 dan 23 6 2 2. Raos Nduweni Negoro (Memiliki Negara) 1*, 5*, 18* dan 24* 8*, 10, 13* dan 15 2 6 3. Rasa Persatuan 4, 11*, 16* dan 22* 3, 7*, 9 dan 22* 3 5 Total 12 12 11 13
Keterangan : (*) Aitem gugur/ daya beda aitem rendah
Koefisien daya beda aitem skala yang mempunyai indeks daya beda tinggi pada Skala Raos Sami (Rasa Sama) berkisar antara 0.363 sampai 0.775. Kemudian koefisien daya beda aitem untuk Skala Raos Sami (Rasa Sama) yang memiliki indeks daya beda rendah berkisar antara -0,113 sampai dengan 0,199. Kriteria pemilihan aitem untuk korelasi aitem-total digunakan
batasan rix ≥ 0.30. Hal ini dilakukan karena semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0.30 daya bedanya bernilai memuaskan, sedangkan aitem yang memiliki harga rix < 0.30 diinterpretasikan sebagai aitem yang bernilai daya beda rendah (Azwar, 2012). Estimasi reliabilitas Skala Raos Sami (Rasa Sama) diperoleh melalui teknik Alpha Cronbach dengan angka koefisien reliabilitas Alpha sebesar 0.877, sehingga alat ukur SkalaRaos Sami(Rasa Sama) dalam hal ini adalah reliabel.(Lihat Lampiran C-1. Reliabilitas dan Daya BedaAitemSkala Sampel JenuhRaos Sami(Rasa Sama).