• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Persiapan Penelitian

Institut Seni Indonesia Yogyakarta atau ISI Yogyakarta adalah sebuah

perguruan tinggi seni negeri di Kota Yogyakarta. Tepatnya di Jalan

Parangtritis Km. 6, Kelurahan desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon,

Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penelitian ini dilakukan di Jurusan Seni Murni bagian dari Fakultas Seni

Rupa ISI Yogyakarta. Program Studi Seni Lukis, Seni Grafis, dan Seni

Patung merupakan bidang keahlian yang diunggulkan Jurusan Seni Murni

FSR ISI Yogyakarta.

FSR ISI Yogyakarta adalah lembaga pendidikan tinggi seni rupa di

Indonesia yang didirikan dengan nama ASRI sejak tahun 1950. Institusi ini

merupakan perkembangan dari Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) dan

Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI “ASRI”). Di awal berdirinya

ASRI menerapkan pengajaran “sistem proyek global” yaitu sistem yang

memberikan keberanian dan kebebasan kepada para siswa. Pengajaran

praktiknya tidak diarahkan pada suatu gaya atau corak tertentu dalam

berkarya, melainkan hanya mengutamakan kesan konsep pribadi.

seharusnya mendidik calon-calon seniman menjadi mendidik calon-calon

guru. Keadaan tersebut karena dipengaruhi kenyataan dalam kehidupan

masyarakat, bahwa berprofesi sebagai seniman ternyata masih sulit untuk

mendapat jaminan hidup pada saat itu.

Seiring proses penyempurnaan sistem pendidikan FSR ISI Yogyakarta

mengembangkan sistem pendidikannya sesuai dengan konsep pendidikan

modern dalam visi ISI Yogyakarta dan norma dari Departemen Pendidikan

Nasional. Institusi ini telah menghasilkan seniman-seniman dan ahli seni

dengan reputasi nasional dan internasional. Hasil kreativitas penciptaan seni

yang dihasilkan para mahasiswa telah memberikan kontribusi positif bagi

perkembangan kesenian khususnya di bidang seni rupa.

2. Proses Perijinan

Prosedur pembuatan surat keterangan ijin penelitian diawali dengan

membuat surat permohonan yang menyatakan bahwa peneliti merupakan

mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang

akan melakukan penelitian untuk menyusun tugas akhir atau skripsi.

Selanjutnya, surat keterangan ijin penelitian dikeluarkan oleh Dekan Fakultas

Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan surat No.

3/D/KP/Psi/USD/II/2013, tertanggal 1 Februari 2013, ditujukan kepada

Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan telah

melaksanakan penelitian dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh

3. Persiapan dan Uji Coba Alat Ukur Penelitian

Persiapan alat ukur penelitian ini dilakukan dengan pembuatanblue print

skala konsep diri. Kemudian blue print tersebut dioperasionalisasikan dalam bentuk aitem-aitem pernyataan. Aitem-aitem skala konsep diri merupakan

adaptasi dari skala konsep diri yang berdasarkan pada lima aspek konsep diri

yang dikemukakan oleh Stuart & Sundeen (Salbiah, 2003) dan sebagian aitem

merupakan tambahan dari peneliti. Hasil pengembangan blue print tersebut dikonsultasikan kepada dosen pembimbing.

Langkah berikutnya yang dilakukan peneliti adalah menyusun instrumen

penelitian yang berfungsi sebagai alat ukur untuk mengungkap

variabel-variabel yang hendak diukur dalam mendukung pengujian hipotesis. Peneliti

juga meminta bantuan tiga mahasiswa untuk mengetahui apakah bahasa yang

digunakan dalam skala dapat dimengerti dengan baik. Setelah skala dikoreksi,

maka skala tersebut diujicobakan. Dalam penelitian ini dipergunakan try out

terpakai kemudian subyektry out/ uji coba juga dipergunakan sebagai subyek penelitian, hal ini disebabkan jumlah mahasiswa subyek penelitian sangat

terbatas.

4. Uji Validitas Aitem dan Reliabilitas Alat Ukur

Berikut hasil uji validitas aitem dan reliabilitas alat ukur adalah:

a. Karya Kreatif

Karya kreatif mahasiswa dilihat berdasarkan nilai akhir matakuliah

praktik mahasiswa yang telah ditempuh selama semester genap tahun

yaitu Seni Lukis Madya I dan Seni Grafis Madya I. Karya kreatif

mahasiswa dioperasionalkan dalam bentuk nilai huruf yang

mempunyai nilai bobotnya dalam bentuk bilangan, seperti

berikut: A = 4, B = 3, C = 2, D = 1, dan E = 0. Perolehan nilai tersebut

sesuai dengan pedoman yang berlaku di Jurusan Seni Murni Fakultas

Seni Rupa ISI Yogyakarta untuk Program Sarjana (S1).

b. Skala Konsep Diri

Jumlah aitem yang diujicobakan 60 aitem, berdasarkan hasil

analisis menggunakan SPSS versi 17.0 terdapat 33 aitem yang sahih

dan 27 aitem dinyatakan gugur karena memiliki korelasi yang rendah

(< 0,25) terhadap skor total. Angka validitas aitem yang sahih

berkisar antara 0,271 sampai 0,556. Selanjutnya uji reliabilitas skala

yang memuat aitem sahih. Hasil analisis reliabilitas menggunakan

teknik Koefisien Reliabilitas Alpha dari Cronbach menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,882. Angka ini menunjukkan bahwa skala

tersebut memiliki nilai reliabilitas yang tinggi. Hasil analisis aitem

Tabel 4.1

Distribusi Butir-butir Pernyataan Skala Konsep Diri Setelah Uji Coba

c. Tes Kreativitas Figural

Tes kreativitas figural dinilai dengan angka kasar untuk

masing-masing aspek yaitu fluency, flexibility, originality dan elaboration. Setelah tiap-tiap aspek memperoleh nilai kasar, kemudian dari

keempat nilai tersebut dijumlahkan sehingga memperoleh nilai total

tes kreativitas figural untuk masing-masing subyek.

Dengan rumus:

Xt= F1+ F2+ O + E

Keterangan:

Xt= Nilai total kreativitas Figural masing-masing subyek. F1= Fluency (kelancaran)

F2= Flexibility (keluwesan) O = Originality (keaslian) E = Elaboration (perincian)

Hasil analisis tes kreativitas figural menggunakan teknik rating

yang dilakukan oleh lebih dari seorang rater untuk meminimalisasi

No. Aspek Nomor Aitem Bobot

Favourable Unfavourable 1. Gambaran diri 1, 31, 37 15 4 (12,12%) 2. Ideal diri 9, 24, 27, 54 30, 45 6 (18,18%) 3. Harga diri 3, 17, 25, 32, 56 18, 21, 26, 39, 51 10 (30,30%) 4. Peran 38, 41, 44, 49 20, 28, 40 7 (21,21%) 5. Identitas 11, 34, 48 7, 36, 59 6 (18,18%) Total 19 (57,58) 14 (42,42) 33 (100%)

pengaruh subyektivitas pemberian skor. Estimasi reliabilitas hasil

pemberian rating dilakukan dengan memberikan rating-ulang dan kemudian menghitung korelasi antara kedua pemberianratingtersebut (Azwar, 1997). Berdasarkan koefisien korelasi Product Moment Pearson antara kedua rater menghasilkan rxx’= 0,983. Koefisien ini merupakan rata-rata interkorelasi hasil rating diantara semua

kombinasi kedua rater dan merupakan rata-rata reliabilitas bagi seorangrater.

Validitas tes kreativitas figural ini menggunakan validitas

prediktif, sehingga setiap banyaknya respon subyek merupakan skor

yang terdapat pada tes kreativitas figural tersebut. Hal ini merupakan

kevalidan yang mengacu pada Circle Test dalam buku Direction Manual and Scoring Guide Torrance Test of Creative Thinking yang disusun oleh Torrance (1974) dan penelitian tes kreativitas figural

yang telah diteliti oleh Munandar (1977).

Dokumen terkait