• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PERKEMBANGAN MADRASAH ALIYAH PONDOK

B. Persoalan dan Tantangan Dalam Perkembangan Pendidikan Madrasah

Madrasah Aliyah Pondok Pesantren dirintis oleh KH. Abdul Hadi di daerah

Gaten yang merupakan daerah yang penduduknya mayoritas Jawa. Kehidupan awal

kedatangan KH. Abdul Hadi di tempat yang baru memberikan tantangan tersendiri

bagi KH. Abdul Hadi. Kondisi yang sulit mendorong KH. Abdul Hadi berjuang

keras untuk mempertahankan hidup. Cara perfikir masyarakat yang masih sederhana

dan masih mengutamakan kehidupan keduniawian tanpa diiringi dengan beribadah

akan pendidikan, terutama pendidikan keagamaan menumbuhkan kepribadian

tersendiri. Sedangkan pendidikan umum yang dibarengi dengan pendidikan agama

sangat penting untuk perkembangan generasi berikutnya. Kondisi ini membutuhkan

dorongan untuk membangkitkan minat bagi dunia pendidikan Islam sehingga

semakin maju dan berkembang.

Kurangnya perhatian sebagian masyarakat akan pentingnya pendidikan yang

berasaskan Islam. Masyarakat beranggapan bahwa pendidikan keagamaan tidak perlu

didapat dibangku sekolah cukup didapat dari pengajian-pengajian saja. Mereka juga

meragukan kualitas pendidikan Madrasah Aliyah yang berada dalam naungan

yayasan Pondok Pesantren.

2. Masalah Yang Berasal Dari Perkembangan Jaman dan Pengaruhnya Bagi Pendidikan

a) Kemajuan teknologi

Kehidupan siswa di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim semakin lama semakin

mengalami perubahan. Siswa yang berasal dari berbagai daerah (hiterogen) didukung

oleh teknologi canggih memberikan pengaruh yang besar bagi dunia pendidikan.

Perubahan jaman memberi dampak yang positif bagi anak-anak muda. Dampak

positif misalnya dengan mengenal tehnologi canggih sehingga mempermudah untuk

mencari informasi untuk pengetahuan mereka. Namun dengan teknologi canggih dan

jaman yang semakin maju memberikan dampak yang negatif juga misalnya

anak-anak didik semakin individualis, kenakalan semakin meningkat akibat kurangnya

perhatian dari orang tua yang hanya memberikan fasilitas- fasilitas tetapi kurang

b) Sekolah-sekolah yang dikelola secara profesional

Perkembangan jaman juga mempengaruhi cara pengelolaan sekolah-sekolah di

berbagai tempat. Sekolah-sekolah semakin dikelola secara profesional sehingga

memberikan peluang anak-anak untuk memilih sekolah yang lebih bermutu.

Madrasah Aliyah pondok pesantren yang dikelola oleh Yayasan Pondok

Pesantren Wahid Hasyim di Gaten sejak awal berdiri sampai sekarang masih diakui

keberadaannya sebaga i sekolah yang tidak kalah baik kualitasnya dengan

sekolah-sekolah lainnya. Namun harus tetap diakui bahwa sekolah-sekolah-sekolah-sekolah lainnya pun

berupaya untuk meningkatkan kualitasnya dengan pengelolaan secara profesional.

Sekolah-sekolah yang kurang mampu mengusahakan dan tidak mampu bersaing

secara sehat dengan lembaga pendidikan lain tentunya akan mengalami kehancuran.

Kenyataan ini merupakan satu persoalan bagi Yayasan Pondok Pesantren Wahid

Hasyim untuk mencari jalan keluarnya.

Masalah pendanaan merupakan faktor yang sangat dibutuhkan bagi

operasionalisasi program-program kegiatan suatu organisasi. Masalah kurangnya

dana ini juga merupakan masalah bagi Madrasah Aliyah dan pondok pesantren

Wahid Hasyim yang berada dalam satu Yayasan. Masalah pendanaan ini sampai

sekarang masih merupakan suatu problem yang perlu mendapat perhatian serius.

Walau pun sudah ada donatur yang memberikan bantuan namun itu tidak mencukupi

untuk memenuli semua kebutuhan.

c) Pendidikan non formal

Sekitar tahun 1990-an mulai banyak anak-anak yang les di luar sekolahan. Les di

yang didapatnya di sekolah. Namun hanya sebagian kecil saja yang dapat mengikuti

berbagai les tersebut. Hal ini terjadi karena alasan biaya. Ba gi mereka yang berasal

dari keluarga mampu tidak mempunyai masalah. Sedangkan bagi anak-anak yang

berasal dari keluarga yang kurang mampu akan semakin ketinggalan pelajaran

karena kemampuannya untuk menyerap mata pelajaran juga terbatas. Dan akhirnya

akan menimbulkan rasa kurang percaya diri bagi anak-anak yang tidak mengikuti les.

d) Biaya hidup yang mahal

Kemajuan jaman yang ditunjukkan dengan pembangunan berbagai tempat,

mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu yang mampak adalah

kebutuhan ma nusia yang semakin bertambah dan biaya hidup yang mahal.

Kenyataan ini juga mempengaruhi terselenggaranya pendidikan. Sekolah

membutuhkan sarana atau fasilitas untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan

agar tidak tertinggal dengan kemajuan jaman. Fasilitas- fasilitas yang perlu

disediakan membutuhkan biaya. Biaya sekolah semakin mahal mengakibatkan UPP

(Uang Pangkal Pembangunan) dan uang sekolah terpaksa terus menerus dinaikkan.

Kemudian karyawan sekolah baik guru atau yang lain juga membutuhkan biaya

untuk hidup. Sedangkan mereka mambantu terselenggaranya pendidikan sehingga

perlu diperhitungkan. Hal ini merupakan masalah yang perlu dipecahkan oleh

yayasan agar pendidikan dapat berjalan dengan baik. Seorang guru atau karyawan

akan merasa keberatan apabila penghasilannya tidak sesuai dengan pekerjaannya

meskipun selalu ditanamkan dalam diri mereka untuk selalu memiliki jiwa melayani,

e) Peraturan Pemerintah

Sebagai lembaga pendidikan formal kerapkali berhubungan dengan instansi- instansi

tertentu dengan pendidikan termasuk dengan pemerintah. Jaman yang berubah

memungkinkan pemerintah menetapkan kebijakan-kebajakan baru sebagai usaha

untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia salah satu kebijakannya adalah

diberlakukannya sekolah dasar 9 tahun. Kewajiban belajar 9 tahun ini juga berlaku

untuk Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim.

f) Pandangan rendah terhadap sekolah-sekolah Madrasah

Masyarakat Gaten sudah semakin luas pandangan dan menyadari akan pentingnya

pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka. Mereka memasukkan anak-anak

mereka di sekolah-sekolah yang dianggap bermutu. Namun di sisi lain masih ada

sebagian kecil masyarakat yang memandang dari segi agama. Masih ada pandangan

bahwa sekolah-sekolah yang dikelola oleh lembaga- lembaga seperti Madrasah

pendidikannya kurang bagus, dan juga ada angapan bahwa pendidikan ini hanya

diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah.

C. Upaya-Upaya Mengatasi Persoalan dan Tantangan