• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KALIMAT EFEKTIF

B. Persyaratan Kalimat Efektif

1. Fungsi Gramatikal Dalam Kalimat Efektif Atau Kesatuan Fungsi Gramatikal

Fungsi gramatikal atau unsur struktur dalam kalimat dikenal dengan istilah subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan yang dirumuskan atau disingkat menjadi S + P + (O/Pel.) + (Ket) /

S : adalah subjek P : adalah predikat O : adalah objek Pel.: adalah pelengkap Ket. : adalah keterangan.

Fungsi subjek dan fungsi predikat harus ada dan jelas dalam kalimat dan secara fakultatif diperlukan fungsi objek, fungsi pelengkap, dan fungsi keterangan. Subjek adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis. Posisi subjek dalam kalimat bebas, yaitu terdapat pada awal, tengah, atau akhir kalimat. Predikat adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subjek. Posisi predikat dalam kalimat juga bebas, kecuali tidak boleh di belakang objek dan di belakang pelengkap.

Objek adalah fungsi kalimat yang melengkapi kata kerja aktif dan kata kerja pasif sebagai hasil perbuatan, yang dikenai perbuatan, yang menerima, atau yang diuntungkan oleh perbuatan sebagai predikat. Fungsi objek selalu terletak di belakang predikat berkata kerja transitif. Pelengkap adalah fungsi yang melengkapi fungsi kata kerja berawalan ber- dalampredikat, sehingga predikat kalimat menjadi lebih lengkap. Posisi pelengkap dalam kalimat terletak di belakang predikat berawalan ber-. Keterangan adalah fungsi kalimat yang melengkapi fungsi – fungsi kalimat,yaitu melengkapi fungsi subjek, fungsi predikat, dan fungsi objek, atau fungsi semua unsur dalam kalimat. Posisi keterangan dalam kalimat bebas dan tidakn terbatas. Tidak terbatas dimaksudkan fungsi keterangan dalam dapat lebih dari satu pada posisi bebas yang sesuai dengan kepentingan fungsi - fungsi kalimat.

Perhatikanlah posisi fungsi - fungsi kalimat berikut:

(1) Setelah bekerja selama tiga hari,panitia pelaksana seminar lingkungan hidup itu berhasil merumuskan undang-undang kebersihan tata kota Jakarta di Kantor DPD DKI Jakarta. (P-Pel-S-P-O-K).

(2) Keputusan hakim perlu ditinjau kembali. (S – P) (3) Perlu ditinjau kembali keputusan hakim. (P – S)

(4) Kelompok Pialang (broker) berbicara tentang fluktuasi harga sama IHSG. (S – P – Pel.)

(5) Selama tahun 2012 fluktuasi harga saham IHSG mengalami kenaikan yang signifikan sebanyak 12 kali di Bursa Efek Jakarta (K – S – P – O –K)

(6) Pengacara tersebut mempelajari undang - undang pencemaran nama baik dan membandingkannya dengan Undang-undang Dasar RI. (S1 – P1 – O1 – P2 – K) (7) Evaluasi pembelajaran mahasiswa meliputi empat komponen, yaitu komponen UTS, komponen UAS, komponen kehadiran, dan komponen makalah ilmiah. (S1 – P1 – O1 – K1 – K2- K3 – K4)

(8) Jika stabilitas nasional mantap, masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat beribadah dengan leluasa. (S3- P3 – S1 – P1 – S2 –P2)

Perhatikanlah contoh kalimat majemuk dalam posisi fungsi yang berbeda

Berikut :

(9) Bahwa kemerdekaan itu hak semua bangsa sudahdiketahui semua orang. (S1 (konjungsi + S2 + P2) - P1 - O1)

(10) Dosen mengatakan bahwa komponen nilai UAS berbobot 40%. (S1 -P1 - O1 (S2+P2)).

(11) Hasil UAS mahasiswa dibatalkan jika mahasiswa ketahuan mencontek. (S1 – P1 – K1 (S2+P2)).

(12) Kelompok C berpresentasi dan tim juri menilainya. (S1 – P1 + S2 – P2)

(13) Kinerja bisnis mulai membaik dan perkembangan ekonomi menjadi stabil setelah pemilu berlangsung damai. (S1 - P1 + S2 – P2 + (S3 + P3)

2. Kepaduan (Koherensi) Dalam Kalimat

Kepaduan atau keherensi dalam kalimat efektif adalah hubungan timbal balik atau hubungan kedua arah di antara kata atau frasa dengan jelas, benar, dan logis. Hubungan timbal baik terjad dapat antarkata dalam frasa satu unsur atau dapat terjadi antar frasa dalam antarfungsi dalam kalimat. Hubungan antar fungsi itu dapat menimbulkan kekacauan makna gramatikal kalimat. Perhatikanlah contoh kalimat yang berprasyarat koherensi berikut : Contoh kalimat yang tidak koherensif :

(1) Setiap hari dia pulang pergi Bogor –Jakarta dengan kereta api.

(2) Oleh panitia seminar makalah itu dimasukkan ke dalam antologi.

(3) Pelaksanaan seminar itu karena jalan macet harus ditunda satu jam kemudian.

Pembetulan kalimat yang koherensif

(1a) Setiap hari dia pergi pulang Bogor—Jakarta dengan kereta api (2b) Makalah seminar itu dimasukkan ke dalamantologi.

(3a) Karena jalan macet,pelaksanaan seminar itu ditunda satu jam kemudian.

3. Kehematan Kalimat Atau Ekonomi Bahasa

Kehematan atau ekonomi bahasa adalah penulisan kalimat yang langsung menyampaikan gagasan ataupesan kalimat secara jelas, lugas, dan logis. Kalimat yang hemat dalam penulisan menghindari dan memperhatikan hal - hal berikut:

(1) Penulis menggunakan kata bermakna leksikal yang jelas dan lugas dan penenpatan afiksasi yang benar.

(2) Penulis menghindari subjek yang sama dalam kalimat majemuk.

(3) Penulis menghindari pemakaian hiponimi dan sinonimi yang tidak perlu.

(4) Penulis menghindari penggunaan kata depan (preposisi) di depan kalimat dan di depan subjek.

(5) Penulis menghindari penggunaan kata penghubung (konjungsi) di depan subjek dan di belakang predikat yang berkata kerja transitif.

(6) Penulis menghindari kata ulang jika sudah ada kata bilangan tak tentu di depan kata benda.

(7) Penulis menghindarifungsi tanda baca dan pengulangan kata dalam rincian.

(8) Penulis menghindariketerangan yang berbelit-belit dan panjang yang seharusnya ditempatkan dalam catatan kaki (footnotes).

(9) Penulis menghindari pemborosan kata dan afiksasi yang tidak jelas fungsinya.

Perhatikanlah contoh berikut, kalimat kurang memperhatikan ekonomi bahasa :

(a) Dalam ruangan ini kita dapat menemukan barang - barang, antara lain seperti meja, kursi, buku, lampu, dan lain - lain.

(b) Karena modal di bank terbatas, sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit.

(c) Apabila pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akan dipimpin oleh Sdr.

Tadjudin.

Perbaikan kalimat yang memperhatikan ekonomi bahasa berikut :

(a1) Dalam ruangan ini kita dapat menemukan meja, kursi, buku, lampu, dan lain-lain.

(b1) Karena modal di bank terbatas, tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit.

(b2) Modal di bank terbatas, sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit.

(c1) Pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akan dipimpin oleh Sdr. Tadjudin.

(c2) Apabila pada hariitu saya berhalangan hadir, rapat akan dipimpin oleh Sdr. Tadjudin.

4. Penekanan Dalam Kalimat Efektif

Dalam kalimat efektif penekanan atau penonjolan adalah upaya penulis untuk memfokuskan kata atau frasa dalam kalimat. Penekanan dalam kalimat dapat berupa kata, frasa, klausa, dalam kalimat yang dapat berpindah pindah. Namun, penekanan tidak sama dengan penentuan gagasan utama dan ekonomi bahasa. Penekanan dapat dilakukan dalam kalimat lisan dan kalimat tulis. Pada kalimat lisan, penekanan dilakukan dengan intonasi yang dapat disertai mimik muka dan bentuk nonverbal lainnya. Penekanan dalam kalimat tulis dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

(1) Mutasi, yaitu mengubah posisi kalimat dengan menempatkan bagian yang dipenting pada awal kalimat.

Contoh:

Minggu depan akan diadakan seminar”Pencerahan Pancasila bagi Mahasiswa”

(2) Repetisi, yaitu mengulang kata yang sama dalam kalimat yang bukan berupa sinonim kata.

Contoh:

Kalau pimpinan sudah mengatakan tidak tetap tidak.

(3) Kursif, yaitu menulis miring, menghitamkan, atau menggarisbawahi kata yang dipentingkan.

Contoh:

Bab II skripsi ini tidak membicarakan fluktuasi harga saham.

(4) Pertentangan,yaitu menempatkan kata yang bertentangan dalam kalimat.

Pertentangan bukan berarti antonym kata.

Contoh:

Dia sebetulnya pintar tetapi malas kuliah.

(5) Partikel, yaitu menempatkan paretikel (lah,kah, pun,per, tah) sebelum atau sesudah kata yang dipentingkan dalam kalimat.

Contoh:

Dalam berdemokrasi, apa pun harus transparan kepada rakyat.

(5) Penekanan dalamkalimat tidak berarti penonjolan gagasan kalimat atau bukan ekonomi bahasa.

5. Kesejajaran dalam Kalimat (Paralelisme)

Kesejajaran (paralelisme) adalah upaya penulis merinci unsur yang sama penting dan sama fungsi secara kronologis dan logis dalam kalimat. Dalam kalimat dan paragraf, rincian itu harus menggunakan bentuk bahasa yang sama, yaitu rincian sesama kata, sesama frasa, sesama kalimat. Kesamaan bentuk dalam paralelisme menjaga pemahaman yang fokus bagi pembaca dan sekaligus menunjukkan kekonsistenan sebuah kalimat dalam penulisan karya ilmiah. Hal - hal yang harus diperhatikan dalam kesejajaran rincian kalimat efektif adalah sebagai berikut:

(1) Tentukanlah apakah kesejajaran beradabentuk bahasa kalimat atau paragraf.

(2) Jika urutan rincian dalam bentuk frasa, rincian uruan berikut harus dalam bentuk frasa juga.

(3) Penomoran dalam rincian harus konsisten.

(4) Perhatikanlah penempatan tanda baca yang benar.

(5) Hindarilah gejala ekonomi bahasa yang bermakna sama: seperti……dan lain lain, antara lain…..Sebagai berikut, yakni:….

Perhatikanlah contoh kesejajaran yang benar berikut:

Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada:

6. Kevariasian Dalam Kalimat Efektif

Kevariasian dalam kalimat efektif adalah upaya penulis menggunakan berbagai pola kalimat dan jenis kalimat untuk menghindari kejenuhan atau kemalasan pembaca terhadap teks karangan ilmiah. Fungsi utama kevariasian ini adalah menjaga perhatian dan minat baca terhadap teks ilmiah berlanjut bagi pembaca. Pada dasarnya kevariasian adalah upaya penganekaragaman pola, bentuk, dan jenis kalimat agar pembaca tetap termotivasi membaca dan memahami teks sebuah karangan ilmiah. Agar kevariasi dapat menjaga motivasi pembaca terhadap teks, penulis perlu memperhatikan hal - hal berikut :

(1) Awal kalimat tidak selalu dimulai dengan unsure subjek, tetapi kalimat dapat dimulai dengan predikat dan keterangan sebagai variasi dalam penataan pola kalimat.

(2) Kalimat yang panjang dapat diselingi dengan kalimat yang pendek.

(3) Kalimat berita dapat divariasikan dengan kalimat Tanya, kalimat perintah, dan kalimat seruan.

(4) Kalimat aktif dapat divareiasikan dengan kalimat pasif.

(5) Kalimat tunggal dapat divariasikan dengankalimat majemuk.

(6) Kalimat taklangsung dapat divariasikan dengan kalimat langsung.

(7) Kalimat yang diuraikan dengan kata-kata dapat divariasikan dengan tampilan gambar, bagan, grafik, kurva, marik, dan lain-lain.

(8) Apa pun bentuk kevariasian yang dilakukan oleh penulis jangan sampai mengubah atau keluar dari pokok masalah yang dibicarakan.

Perhatikanlah contoh kalimat dengan variasinya.

(a) Dari renungan itu seorang manajer menemukan suatu makna, suatu realitas yang baru, suatu kebenaran yang menjadi ide sentral yang menjiwai bisnisnya ke depan.

(b) Seorang ahli Inggris mengemukakan bahwa seharus tidak dibangun pelabuhan samudera.

Namun, pemerintah tidak memutuskan demikian. Memang cukup banyak mengendorkan semangat kalau melihat keadaan di Indonesia belahan Timur meskipun fasulitas pengangkutan laut dan udara sudah banyak dibangun. (Variasi kalimat dengan kata berawalan me- dan berawalan di-).

7. Penalaran Dalam Kalimat Efektif

Penalaran (reasoning) adalah proses mental dalam mengembangkan pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atau prinsip (Hasan,2005:772). Hal yang diutamakan dalam penalaran adalah proses berpikr logis dan bukan dengan perasaan atau bukan pengalaman.

Penalaran tidak akan tercapai jika tidak didukung oleh kesatuan dan kepaduan kalimat. Dalam penalaran alur berpikirlah ang ditonjolkan agar kalimat dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipahami dengan benar dan tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau salah kaprah. Kesatuan pikiran akan logis jika didukung atau dikaitkan dari gabungan unsur atau fungsi kalimat. Hubungan logis dalam kalimat dapat dilihat melalui kaitan antarunsur dan kaitan antarbagian kalimat. Hubungan logis dalam kalimat terdiri atas tiga jenis hubungan berikut :

(1) Hubungan logis koordinatif adalah hubungan setara di antara bagianbagian kalimat dalam kalimat majemuk setara. Hubungan logis koordinatif ini ditandai dengan konjungsi dan, serta, tetapi, atau, melainkan, sedangkan, padahal. Contoh: Mobil itu kecil tetapi pajaknya sangat besar.

(2) Hubungan logis korelatif adalah hubungan saling kait di antara bagian kalimat.

Hubungan korelatif ini ditandai oleh konjungsi berikut :

Hubungan penambahan : baik….maupun, tidak hanya..., tetapi juga……..

Hubungan perlawanan : tidak….., tetapi….., bukan……., melainkan Hubungan pemilihan : apakah…., atau….., entah….entah……

Hubungan akibat : demikian…..sehingga, sedemikian rupa……sehingga Hubungan penegasan : jangankan…..,…..pun…..

(3) Hubungan logis subordinatif adalah hubungan kebergantungan di antara induk kalimat dan anak kalimat.

Contoh: Dosen itu tidak masuk karena rumahnya kebanjiran.

Hubungan subordinatif dalam kalimat majemuk tak setara (bertingkat) cukup banyak hubungan antara induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan konjungsi - konjungsi berikut :

(a) Hubungan waktu : ketika,setelah, sebelum, (b) Hubungan syarat : jika,, kalau, jikalau,

(c) Hubungan pengandaian : seandainya andaikan,andai kata, (d) Hubungan tujuan : untuk, agar,supaya,

(e) Hubungan perlawanan : meskipun,walaupun, kendatipun,

(f) Hubungan pembandiungan : seolah-olah, seperti, daripada, alih-alih, (g) Hubungan sebab : sebab,karena, oleh sebab,lantaran,

(h) Hubunganhasil/akibat : sehingga, maka, sampai (sampai) (i) Hubungan alat : dengan, tanpa

(j) Hubungan cara : dengan, tanpa,

(k) Hubungan pelengkap : bahwa, untuk, apakah, (l) Hubungan keterangan : yang,

(m) Hubungan perbandingan : sama….dengan, lebih….daripada, berbeda…..dari Contoh kalimat yang salah karena tidak logis (salah nalar)

(1) Di antara masalah nasional yang penting itu mencantumkan masalah MPKT dalam pendidikan (SALAH).

Di antara masalah pendidikan nasional itu tercantum masalah MPKT dalam pendidikan (BENAR)

(2) Untuk mengetahui baik buruk pribadi seseorang dapat dilihat dari tingkah lakunya sehari-hari. (SALAH)

Baik buruk pribadi seseorang dapat dilihat dari pribadinya sehari-hari. (BENAR) (3) PT Gudang Garam termasuk lima penghasil terbesar devisa negara tahun 2010.

(SALAH)

PT Gudang Garam termasuk lima besar penghasil devisa negara tahun 2010. (BENAR).

(4) Meskipun dia datang terlambat, namun dia dapat menyelesaikan masalah itu.

(SALAH)

Meskipun datangterlambat, dia dapat menyelesaikan masalah itu. (BENAR) Dia datang terlamat, namun dapat menyelesaikan masalah itu. (BENAR)

(5) Dia membantah bahwa bukan dia yang korupsi tetapi staf keungan perusahaan.

(SALAH)

Dia menyatakan bahwa bukan dia yang korupsi melainkan staf keuangan perusahaan.

(BENAR)

Soal :

1. Perbaikilah artikel dibawah ini sehingga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar !

2 Hari Lagi Bebas, Tahanan Tewas Setelah Lihat Penampakan Kuntilanak (Sumber: Pos Metro, 2016)

Hantu yang tanpa sengaja dilihat Warisno yang langsung membuat tubuhnya langsung kejang-kejang ternyata menyerupai kuntianak. Hal ini dari penelusuran seorang paranormal, Buya Alamsyah. Menurutnya, Warisno memang melihat ada gaib di sekitar kamar mandi.

“Matanya bertatapan dengan hantu itu,” ucapnya, tadi malam. Dari kacamata paranormal saya, lanjutnya, situasi gaib di lapas memang ada. Namun, di sekitar ruanganya tidak terlalu besar.

Rata-rata memang tempat seperti rutan, lapas dan bangunan besar lainnya ada intrik gaibnya.

“Namun, kita kan bicara fakta. Segala sesuatunya bisa terjadi. Sudah saya terawang lebih dalam. Makhluk gaibnya hanya melintas dari jalan yang dilalui oleh Winarso. Ya, sudah takdir.

Kalau unsur lainnya saya tidak tahu,” ungkap Majelis Al-Husna itu. Ditanya seperti apa jenis makluk gaib itu, paranormal yang jasanya sering digunakan oleh pejabat itu tidak membeberkannya. Sebab ada beberapa syarat yang harus digunakannya bila ingin melihat lebih dalam. “Namun, karena komsumsi berita, saya hanya mengatakan yang saya lihat sebentar saja.

Makluk gaibnya perempuan. Menyerupai kuntianak gitu,” katanya.

2 HARI LAGI BEBAS

Tanggal 25 Agustus 2016, Warisno diperkirakan menghirup udara segar setelah di penjara selama lebih kurang 5 bulan. Bahkan bapak beranak satu itu sempat meminta sang istri untuk dibuatkan nasi urap saat ia pulang ke rumah. “Memang ada kulihat dia nelpon istrinya dan dalam perbincangan dirinya meminta sang istri untuk membuat nasi urap menyambut kepulangannya,” ungkap pria bertubuh tambun yang satu sel dengan Warisno. Staf Lapas Binjai, Anton juga mengamini perkiraan bahwa 2 hari lagi korban akan bebas dari tahanan.

Karena Warisno sudah menjalani hukuman atas perbuatannya yang menyalahi hukum.

Kematian Warisno tentu menyisakan duka mendalam. Namun, keluarganya ikhlas karena semua sudah suratan dari Sang Khalik.“Gimana lagi bang, kami hanya bisa pasrah. Namun semua sudah suratan takdir dari sananya,” terang Satiman, salah satu keluarga korban, kemarin.

Awalnya, menurut Satiman, keluarga sempat curiga dengan kematian korban. Karena siang hari itu Warisno sempat memberi kabar bahwa sehat-sehat. Sayangnya, malam harinya menerima kabar duka. “Memang awalnya keluarga curiga. Makanya, keluarga minta didampingi polisi. Tapi, setelah diperiksa dan berdasarkan keterangan dokter kalau korban kena angin duduk serta tidak ada bekas penganiayaan. Jadi keluarga menerima dan jenajah sudah dikebumikan siang sekitar pukul 11.00 wib tadi (kemarin),” sebut dia. Sejauh ini, paparnya, istri korban belum bisa ditemui karena masih suasana duka. Dan diharapkan, semua berjalan baik dan tidak ada masalah di belakang hari.

2. Perbaikilah artikel dibawah ini sehingga menggunakan bahasa Indonesia yang bair dan benar !

Gara-gara Sinetron India, Sekop Nempel di Kepala Istri… Tewas!

(Sumber: Pos Metro, 2016)

Nelly Wetapo, ibu muda 27 tahun warga Jalan Sosial, Mimika, Papua tak bisa lagi menyaksikan bintang-bintang Bollywood kesayangannya seperti Paridhi Sharma, Ravi Bathia, Saurabh Raj Jain, Vin Rana, atau Shaheer Sheikh beraksi. Nyawa Nelly, dihabisi suaminya sendiri LM (40), pekan lalu. Setelah kejadian tragis itu, sang suami menyerahkan diri ke Polsek Mimika. Kematian Nelly bermula ketika LM dalam perjalanan dari Tembagapura ke Timika dengan bus karyawan. Saat bus sudah mendekati Mile-30, dia menghubungi istrinya melalui ponsel. Krang kring krang kring… berkali-kali dihubungi, suara dialihkan malah terdengar dari telepon genggamnya. “Setelah sampai di Terminal Gorong-gorong, saya telepon lagi, tapi sama saja. Di situ saya emosi dan akhirnya jalan kaki ke rumah,” ucap LM. Begitu menginjakkan kaki di rumah, dia melihat istrinya ternyata asyik menonton sinetron India bersama tetangga.

Emosi pun memuncak. Baku mulut tak terelakkan. Kemudian, tanpa sadar, LM mengambil sekop di dekatnya. “Saya pukul pakai punggung sekop dan mengenai jidat. Istri saya langsung jatuh berdarah. Setelah melihat dia jatuh, saya langsung sadar,” ungkapnya, seperti dilansir dari JawaPos.com. LM pun gemetar ketakutan. Dia menyuruh anaknya untuk mencari mobil dan membawa korban menuju RSUD Mimika. Sayang, dalam perjalanan, nyawa korban tidak terselamatkan.

BAB VI

MEMBACA DAN BERPIKIR ILMIAH

Membaca dilakukan oleh pembaca untuk mendapatkan pesan yang disampaikan kemudian diresapi, dianalisa dan diinterpretasi. Melalui membaca banyak informasi yang dapat diperoleh, selain itu membaca juga dapat menambah kosakata serta meningkatkan imajinasi seseorang. Membaca melatih seseorang untuk berpikir secara ilmiah dan melatih seseorang untuk dapat menyebarluaskan informasi secara lisan dan menyusun ringkasan.

Berpikir ilmiah adalah berpikir secara logis dan empiris dan merupakan sebuah proses manusia untuk mendapatkan ilmu. Namun untuk melatih kemampuan seseorang dalam menyebarluaskan informasi serta dapat menyusun ringkasan perlu dilakukan aktivitas membaca secara periodik (rutin).

Soal Mandiri :

1. Buatlah ringkasan dari wacana berikut ini :

TINJAUAN PENGELOLAAN SURAT MASUK PADA PENGADILAN NEGERI MEDAN

PENDAHULUAN

Sarana penyampaian informasi di dunia perkantoran pada saat sekarang ini menggunakan berbagai macam media, salah satunya adalah surat. Surat selain berfungsi sebagai alat komunikasi juga berfungsi sebagai wakil dari pembuatan surat. Kegiatan pengelolaan surat pada perusahaan merupakan suatu kegiatan penting bagi pengembangan perusahaan, karena dengan surat kita dapat memberikan, menanyakan ataupun menyampaikan pesan kepada orang lain.

Anggi (2008) menyimpulkan bahwa pengaruh dari pelaksanaan surat masuk dan surat keluar terhadap perusahaan adalah sangat besar, karena dapat menciptakan manajemen kearsipan dan pengagendaan surat yang lebih baik. Berdasarkan simpulan tersebut, dapat diartikan bahwa pengelolaan surat masuk maupun surat keluar sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu perusahaan. Prosedur penanganan surat berbeda di setiap Perusahaan, sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tersebut. Hal ini harus diperhatikan supaya dalam menjalankan tugas dan fungsinya dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Penelitian ini berisi tentang kajian surat yang masuk ke Pengadilan Negeri Medan serta melihat pengaruhnya terhadap pengelolaan surat masuk dan surat keluar serta sistem manajemen kearsipan dan pengagendaan surat.

KAJIAN PUSTAKA

Secara umum surat merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud secara tertulis, surat sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari terutama di dunia perkantoran. Surat merupakan alat komunikasi tertulis yang berasal dari satu pihak dan ditentukan kepada pihak lain untuk menyampaikan warta (Bhartos, 2009). Sedangkan surat masuk adalah surat-surat yang diterima oleh suatu organisasi/perusahaan yang berasal dari seseorang atau dari suatu organisasi (Endang & Mulyani, 2009). Surat akan menjadi salah satu bagian yang penting selama budaya dan peradaban modern masih berjalan seperti biasanya (Dewi, 2011).

Langkah menagani surat masuk yang meliputi penerimaan surat, penyortiran, pencatatan, pengarahan, pengolahan, dan penataan arsip Indrawati dan Astuty (2008). Surat merupakan salah satu sarana komunikasi berbahasa tulisan. Dari berbagai jenis surat yang biasa digunakan dapat dikelompokkan kedalam beberapa fungsi surat, wujud, tujuan, sifat isi, jumlah penerima, prosedur pengurusan, keamanan isi dan urgensi penyelesaian (Djuaharie, 2011;Sedarmayanti, 2009). Menurut Indrawati dan Astuti (2008) pengelolaan surat masuk meliputi penerimaan surat, penyortiran surat, pencataatan surat, pengarahan dan penerusan kepada yang berhak, pengolah surat dan penata arsip. Menurut Amsyah (2003) penyimpanan arsip dalam ordner map menyulitkan karena surat – surat diikat melalui lubang perforatornya masing – masing dan dijepit.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilakukan di Pengadilan Negeri Medan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data adalah penelitian ke lapangan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas instansi terkait, melakukan wawancara dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif (Sugiyono, 2010).

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Pengelolaan Surat Masuk pada Pengadilan Negeri Medan

Adapun proses pengelolaan surat masuk pada bagian umum Pengadilan Negeri Medan adalah sebagai berikut :

Penerimaan surat

Dalam proses penerimaan surat pada bagian umum Pengadilan Negeri Medan, penerima surat masuk adalah pegawai yang bertugas pada bagian surat masuk, adapun proses penerimaannya sebagai berikut :

a. Memeriksa terlebih dahulu tujuan surat masuk yang akan diterima, apabila benar tujuannya ke Pengadilan Negeri Medan, maka surat dapat diterima. Tetapi apabila alamatnya tidak cocok atau salah, maka surat tidak bisa diterima.

b. Membuka amplop dan memeriksa isi surat tersebut, kecuali surat rahasia tidak boleh dibuka

c. Memeriksa lampiran surat, apakah sesuai atau tidak

d. Menandatangani buku ekspedisi pengiriman surat yang dibawa oleh pengirim surat, kemudian membubuhkan tanggal penerimaan surat serta stempel sebagai bukti bahwa surat sudah diterima.

Dalam penerimaan surat masuk tidak ada pengumpulan dan penghitungan jumlah surat yang masuk, karena apabila saat penerimaan surat masuk dilakukan penghitungan akan

Dalam penerimaan surat masuk tidak ada pengumpulan dan penghitungan jumlah surat yang masuk, karena apabila saat penerimaan surat masuk dilakukan penghitungan akan

Dokumen terkait