• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDARD OPERATING PROCEDURE K3 ROPE ACCESS CV. ANDALAS ANUGRAHMANDIRI

4. PROSEDUR OPERASIONAL 1 PERSYARATAN INSTALASI

4.2 PERSYARATAN PERALATAN DAN APD

a. Peralatan yang akan digunakan harus dipilih yang telah memenuhi standar sesuai dengan peraturan perundang-undangan-undangan dan yang sesuai dengan tujuan penggunaan.

b. Apabila meragukan standar yang dipakai dalam pembuatan peralatan dan penggunaannya, maka sangat disarankan untuk menghubungi pembuat pembuat.

c. Pemilihan peralatan harus mempertimbangkan kecocokan dengan peralatan lain dan fungsi keamanan peralatan tidak terganggu atau mengganggu sistem lain.

d. Pabrikan peralatan harus menyediakan informasi mengenai produk. Informasi ini harus dibaca dan dimengerti oleh pekerja sebelum menggunakan peralatan.

e. Peralatan harus diperiksa secara visual sebelum digunakan untuk memastikan bahwa peralatan tersebut dalam kondisi aman dan dapat bekerja dengan benar.

f. Prosedur harus diterapkan pada pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan. Daftar pencatatan pemeliharaan seluruh peralatan harus disimpan dengan baik.

g. Dilarang melakukan modifikasi atau perubahan atas spesifikasi peralatan tanpa mendapat ijin dari pengawas atau pembuat pembuat karena dapat mengakibatkan perubahan kinerja peralatan. Setiap perubahan atau modifikasi harus dicatat dan peralatan diberi label khusus.

h. Perlengkapan dan alat pelindung diri yang harus dipakai dalam bekerja

yang disesuaikan dengan lingkungan kerja adalah:

1. Pakaian kerja yang menyatu dari bagian tangan, pundak, bahu, badan sampai ke bagian pinggul, dan kaki. Pakaian jenis ini biasanya disebut wearpack atau overall. Pakaian ini pada bagian kantongnya harus diberi penutup berupa ritsleting (zip) dan tidak berupa pengancing biasa (kancing).

2. Full body harness harus nyaman dipakai dan tidak mengganggu jalan pada saat bekerja, mudah di setel untuk menyesuaikan ukuran.

3. Sepatu (sepatu safety / alas kaki pelindung) dengan nyaman dipakai, dan mampu melindungi.

4. Sarung tangan (gloves), untuk melindungi jari tangan dan kulit dari cuaca ekstrim, bahan berbahaya, dan alat bantu yang digunakan.

5. Kacamata (pelindung mata), untuk melindungi mata dari debu, partikel berbahaya, sinar matahari/ultraviolet, bahan kimia, bahan hasil peledakan dan potensi bahaya lain yang dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada mata.

6. Alat pelindung pernafasan (alat pelindung pernafasan), peralatan ini harus dikenakan pada lingkungan kerja yang mempunyai resiko kesulitan bernapas yang disebabkan oleh bahan kimia, debu, atau partikel berbahaya.

7. Alat pelindung pendengaran (hearing protection), alat ini digunakan ketika tingkat bunyi (sound level) sudah di atas nilai taman batas.

i. Tali yang digunakan sebagai tali kerja (working line) dan tali pengaman (safety line) harus mempunyai diameter yang sama.

j. Pelindung kepala wajib dikenakan dengan benar oleh setiap pekerja yang terlibat dalam pekerjaan di ketinggian, baik yang berada dibagian bawah di ketinggian.

k. Pekerja wajib menggunakan pelindung kepala sesuai standar.

l. Pelindun kepala yang digunakan oleh Teknisi Akses Tali memiliki sedikitnya tiga tempat berbeda yang terhubung dengan cangkang helm dan termasuk tali penahan di bagian dagu.

4.3 Penanganan Kecelakaan Kerja

a. Dalam hal evakuasi, pengawas Tingkat III yang bertanggung jawab atas lokasi akan dianggap mengendalikan proses penyelamatan.

b. Supervisor akan menilai personel terbaik untuk melakukan penyelamatan.

c. Teknisi terpilih akan bergerak menuju korban menggunakan metode tercepat dan teraman yang tersedia.

d. Saat mencapai korban, kunci perangkat descender dan tempatkan korban dalam posisi sedekat mungkin tanpa membahayakan korban. Kaitkan carabiner perangkat descender ke bagian atas ascender dada korban sehingga akan menopang korban dalam posisi hampir tegak

e. Lepaskan alat cadangan korban (SAN) dan gunakan alat tersebut untuk membuat sambungan kedua ke titik pemasangan kedua ditali kekang anda.

f. Operasikan descender korban untuk menurunkannya sedikit kebawah sebelum melepaskan perangkat descendernya. Sebelum membuka kunci descender Anda, gunakan carabiner pengereman untuk menciptakan gesekan tambahan. Turun perlahan dengan cara terkontrol menggunakan carabiner pengereman dan hindari gerakan tersentak-sentak yang dapat mengejutkan beban sistem dan gunakan manajemen penanganan korban yang baik. Jika ada kemungkinan korban menderita trauma suspensi, turunlah ke titik di mana kaki Anda berada di permukaan tanah tetapi korban masih ditangguhkan, lepaskan tali kekang dari carabiner descender dan menjauhlah. Korban sekarang akan ditangguhkan sampai kedatangan layanan darurat.

LAMPIRAN 2

BAGIAN I

Penentuan Nilai Severity Potensi Kegagalan pada FMEA

Petunjuk Pengisian Pada bagian ini, anda diminta untuk memberi penilaian Severity, dari modus potensi kecelakaan kerja pada rope access di CV. Andalas Anugrah Mandiri. Beri penilaian menggunakan angka pada tempat yang tersedia sesuai dengan pendapat anda.

Tingkat Dampak Akibat luka

10

Kehilangan nyawa atau merubah kehidupan individu

Kematian beberapa individu (masal)

9 Kematian individu (seseorang)

8 Perlu perawatan serius dan menimbulkan

cacat permanen 7

Berdampak besar pada individu sehingga tidak ikut lagi dalam aktivitas

Dirawat lebih dari 12 jam, dengan luka pecah pembuluh darah, hilang ingatan hebat, kerugian besar, dll

6

Dirawat lebih dari 12 jam, patah tulang, tulng bergeser, radang dingin, luka bakar, susah bernafas dan lupa ingatan sementara, jatuh/terpeleset.

5

Dampak yang diterima sedang (individu hanya 1 sampai 2 hari tidak ikut dalam aktivitas)

Keseleo/terkilir, retak/patah ringan, keram atau kejang

4 Luka bakar ringan, luka gores/tersayat,

frosnip (radang dingin/panas)

3 Melepuh, tersengat panas, keseleo ringan,

tergelincir atau terpeleset ringan

2 Dampak diterima kecil (individu masih dapat ikut dalam aktivitas)

Tersengat matahari, memar, teriris ringan, Tergores

1 Tidak berdampak (individu tidak mendapat dampak yang terasa)

Terkena serpihan, tersengat serangga, tergigit serangga

Disini Saverity menunjukkan tingkat keseriusan akibat yang ditimbulkan.

Skala/rankking yang digunakan pada penilitian ini berdasarkan standar incident severity scale. Standar ini memberi dampak dari potensi kecelakaan kerja mengenai luka, penyakit, bahaya sosial dan psychological serta bahaya terhadap mesin atau peralatan.

Isilah kuesioner dibawah ini berdasarkan pedoman tabel di atas, Skala penilaian dimulai dari 1 – 10

Tersengat listrik pada saat pemasangan kabel/logo Terbakar pada saat pemasangan kabel/logo

Terjatuh pada saat pembersihan kaca/ACP

Tertimpa material/alat pada saat pembersihan kaca/ACP Tergelincir padasaat pemasangan atap

Terkena percikan las pada saatpengelasan Iritasi mata akibat pengelasan

Jari terpotong pada saat menggerinda

Serpihan material masuk kemata pada saat menggerinda

Gangguan pendengara pada saat menggerinda Iritasi pada kuliat akibat terpapar tumpahan cat Terhirup cat pada saat pengecatan

Terhirupracun pada saat fumigasi Terjadi ledakan pada saat fumigasi

Tergores/tersayat pada saat pemasangan kaca Terkena serpihan kaca ada saat pemasangan kaca

BAGIAN II

Penentuan Nilai Occurance Potensi Kegagalan pada FMEA

Petunjuk Pengisian Pada bagian ini, anda diminta untuk memberi penilaian Occurance, dari modus potensi kecelakaan kerja pada rope access di CV. Andalas Anugrah Mandiri. Beri penilaian menggunakan angka pada tempat yang tersedia sesuai dengan pendapat anda.

Probabilitas kejadian Tingkat kejadian Nilai

Sangat tinggi dan tidak bisa dihindari > 1 in 2 10

1 in 3 9

Tinggi dan sering terjadi

1 in 8 8

1 in 20 7

Sedang dan kadang terjadi 1 in 80 6

1 in 400 5

Rendah dan relatif jarang terjadi 1 in 2.000 4

1 in 15.000 3

Sangat rendah dan hampir tidak pernah terjadi

1 in 150.000 2

1 in 1.500.000 1 Occurance merupakan frekuensi dari penyebab kegagalan (potensi kecelakaan kerja) secara spesifik dari suatu proyek yang terjadi dan menghasilkan bentuk kegagalan.

Skala yang digunakan dari satu (hampir tidak pernah) sampai dengan sepuluh (hampir sering).

Berikut ini merupakan penjelasan tabel diatas : Apabila aktifitas kerja yang dilakukan sedikit dan menimbulkan satu insiden, maka peluang terjadinya kecelakaan tinggi, memperoleh nilai yang lebih besar. Sedangkan semakin banyak aktifitas kerja yang dilakukan dan menimbulkan satu insiden maka peluang kecelakaan kerja semakin kecil,

Isilah kuesioner dibawah ini berdasarkan pedoman tabel di atas, Skala penilaian dimulai dari 1 – 10

Tersengat listrik pada saat pemasangan kabel/logo Terbakar pada saat pemasangan kabel/logo

Terjatuh pada saat pembersihan kaca/ACP

Tertimpa material/alat pada saat pembersihan kaca/ACP Tergelincir padasaat pemasangan atap

Terkena percikan las pada saatpengelasan Iritasi mata akibat pengelasan

Jari terpotong pada saat menggerinda

Serpihan material masuk kemata pada saat menggerinda Gangguan pendengara pada saat menggerinda

Iritasi pada kuliat akibat terpapar tumpahan cat Terhirup cat pada saat pengecatan

Terhirupracun pada saat fumigasi Terjadi ledakan pada saat fumigasi

Tergores/tersayat pada saat pemasangan kaca Terkena serpihan kaca ada saat pemasangan kaca

BAGIAN III

Kuesioner Penentuan Nilai Detection Potensi Kegagalan pada FMEA

Petunjuk Pengisian Pada bagian ini, anda diminta untuk memberi penilaian Detection, dari modus potensi kecelakaan kerja pada rope access di CV. Andalas Anugrah Mandiri. Beri penilaian menggunakan angka pada tempat yang tersedia sesuai dengan pendapatanda.

Deteksi Kemungkinan Terdeteksi Ranking

Hampir tidak mungkin Tidak ada alat pengontrol yang mampu mendeteksi

10

Sangat jarang

Alat pengontrol saat ini sangat sulit mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan

9

Jarang 8

Sangat rendah Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab sangat rendah

7

Rendah Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab rendah

6

Sedang Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab sedang

5

Agak tinggi Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab sedang sampai tinggi

4

Tinggi Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab tinggi

3

Sangat tinggi Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab sangat tinggi

2

Hampir pasti Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk dan penyebab hampir pasti

1

Disini Detection merupakan pengukuran terhadap kemampuan mendeteksi atau mengontrol kegagalan (potensi kecelakaan kerja) yang bisa terjai. Skala yang digunakan dari satu (alat bisa mengontrol atau mendeteksi kegagalan), skala untuk detection.

Isilah kuesioner dibawah ini berdasarkan pedoman tabel di atas, Skala penilaian dimulai dari 1 – 10

Tersengat listrik pada saat pemasangan kabel/logo Terbakar pada saat pemasangan kabel/logo

Terjatuh pada saat pembersihan kaca/ACP

Tertimpa material/alat pada saat pembersihan kaca/ACP Tergelincir padasaat pemasangan atap

Terkena percikan las pada saatpengelasan Iritasi mata akibat pengelasan

Jari terpotong pada saat menggerinda

Serpihan material masuk kemata pada saat menggerinda Gangguan pendengara pada saat menggerinda

Iritasi pada kuliat akibat terpapar tumpahan cat Terhirup cat pada saat pengecatan

Terhirupracun pada saat fumigasi Terjadi ledakan pada saat fumigasi

Tergores/tersayat pada saat pemasangan kaca Terkena serpihan kaca ada saat pemasangan kaca

LAMPIRAN 3

Dokumen terkait