• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada bulan Juni 1993 Uni Eropa mengadakan Sidang Dewan Eropa di Kopenhagen, pada sidang tersebut Dewan Eropa memutuskan bahwa negara-negara di Eropa Tengah maupun Eropa Timur yang ingin menjadi anggota Uni Eropa dapat diproses serta menjadi anggota Uni Eropa. Status keanggotaan Uni Eropa akan diberikan jika negara yang ingin bergabung menjadi anggota Uni Eropa mampu memenuhi beberapa kriteria baik Ekonomi maupun Politik. Kriteria tersebut dicantumkan dalam Kriteria Kopenhagen, yang dideklarasikan pada Sidang Dewan Eropa Juni 1993.

Dalam Kriteria Kopenhagen, disebutkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi jika suatu negara ingin menjadi anggota Uni Eropa (European Comission, 1998). Adapun bunyi Kriteria Kopenhagen ini adalah

“Membership requires that the candidate country”

a. “Has achieved stability of institution guarenting Democracy, the rule of law, human rights and respects for and protection of minority”

b. “The existence of a functioning market economy as well as the capacity to cope with competitive pressures and market forces within the Union”

c. “Has the ability to take on the obligations of membership including adherence to the aim of political, economic and monetary union.” Negara calon anggota harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

berjalannya aturan hukum dan penghormatan terhadap HAM serta perlindungan kepada kaum minoritas”

b. “Ekonomi pasar yang berfungsi dengan baik serta kemampuan negara dalam menghadapi tekanan dan kekuatan pasar yang kompetitif di dalam Uni Eropa”.

c. “Memiliki kemampuan dan komitmen dalam rangka pencapaian tujuan Uni Eropa di bidang politik, ekonomi dan moneter”. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa keanggotaan Uni Eropa diberikan ketika suatu negara telah memenuhi tiga kriteria, yaitu kriteria politik, ekonomi dan kriteria untuk memiliki visi yang sama dengan Uni Eropa dalam pencapaian cita-cita bersama. Kriteria-kriteria tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam penjabaran berikut ini (Communication from The Commission to The European Parliament and The Council, 2009-2010:3):

a. Kriteria Politik

Dalam laporan yang diberikan oleh Komisi Eropa ke Parlemen dan dewan Eropa (Communication from The Commission to The European Parliament and The Council, 2009-2010:6), di jelaskan bahwa kriteria politik bagi negara calon anggota Uni Eropa mengharuskan negara tersebut telah mencapai suatu tingkat institusi kenegaraan yang stabil serta dapat menjamin berjalannya pemerintahan secara demokratis dan terlaksananya aturan-aturan hukum dan menjaga kehormatan serta perlindungan terhadap kaum minoritas.

Sejak pengajuan proposal keanggotaan Turki ke Uni Eropa pada tahun 1959, Turki mengalami berbagai macam instabilitas politik seperti kudeta yang

dilancarkan oleh elit militer (1960, 1971 dan 1980), invasi ke Cyprus Utara pada tahun 1974 dan peperangan dengan Kurdistan Worker’s Party (PKK), kelompok separatisme suku Kurdi yang ingin memisahkan diri dari Turki. Operasi militer yang dilancarkan oleh tentara Turki ini melibatkan hingga 45 ribu tentara dan menyebabkan 15 ribu suku Kurdi kehilangan tempat tinggalnya dan menjadi pengungsi di Irak (Turkey Timeline, 2012).

Negara-negara yang menginginkan menjadi anggota Uni Eropa, terutama Turki, diharapkan tidak hanya mengakui prinsip Demokrasi dan aturan hukum yang berlaku, tetapi juga harus mempraktekkan prinsip-prinsip tersebut kedalam kehidupan sehari-hari baik dalam bernegara maupun dalam ranah sosial masyarakat. Negara calon anggota juga harus menjamin bahwa lembaga-lembaga negara yang ada bisa beroperasi dengan stabil. Dengan adanya stabilitas dalam lembaga-lembaga otoritas publik seperti kehakiman, keamanan dan pemerintahan lokal, maka nilai-nilai Demokrasi dapat diterapkan.

Selain kehidupan yang demokratis, kriteria Kopenhagen juga menekankan terhadap penghormatan atas kaum minoritas. Penghormatan ini merupakan salah satu hal yang wajib dipenuhi dalam pemenuhan kriteria untuk menjadi anggota Uni Eropa karena merupakan salah satu unsur perlindungan HAM yang tercantum dalam Konvensi Dewan Eropa mengenai perlindungan HAM. Selain itu, adanya integrasi antara populasi minoritas dan mayoritas di suatu negara adalah syarat bagi terbentuknya negara yang Demokrasi (Communication from The Commission to The European Parliament and The Council, 2009-2010:13).

b. Kriteria Ekonomi

Kriteria Ekonomi yang tercantum dalam Kriteria Kopenhagen mengharuskan negara calon anggota Uni Eropa untuk memastikan ekonomi pasarnya berfungsi dengan baik dan mampu bersaing dengan negara-negara Uni Eropa lainnya (Communication from The Commission to The European Parliament and The Council, 2009-2010:33). Untuk menjamin berfungsinya ekonomi pasar, maka beberapa kondisi berikut perlu dipenuhi oleh negara calon anggota. Yaitu:

1. Tercapainya keseimbangan antara penawaran dan permintaan yang muncul akibat adanya kebebasan bersaing dari kekuatan pasar.

2. Tidak adanya hambatan terhadap keluar masuknya barang atau jasa kedalam suatu negara (free trade area).

3. Berlakunya sistem hukum termasuk pengaturan atas hak cipta sehingga kontrak bisnis dapat dilakukan.

4. Tercapainya stabilitas makro ekonomi termasuk stabilitas keuangan publik.

5. Adanya konsensus bersama dari masyarakat terkait kebijakan ekonomi.

Selain kelima kondisi diatas, negara calon anggota Uni Eropa juga harus memiliki daya saing ekonomi yang kuat, sehingga mampu bersaing saat menghadapi tekanan persaingan dengan negara-negara anggota di dalam Uni Eropa.

Untuk mencapai hal tersebut, suatu negara juga harus mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti,

1. Tingkat stabilitas ekonomi makro yang baik, sehingga pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan dalam nuansa perekonomian yang stabil.

2. Jumlah modal finansial dan manusia yang cukup, termasuk juga tersedianya infrastruktur yang memadai untuk menjamin berlangsungnya pendidikan dan penelitian dengan jumlah biaya yang sesuai.

3. Adanya batasan-batasan, sejauh mana pemerintah dapat mempengaruhi daya saing perekonomian melalui kebijakan perdagangan, persaingan, bantuan negara, bahkan dukungan bagi usaha kecil menengah.

4. Banyaknya barang serta jenis barang yang telah diperdagangkan dengan negara anggota.

5. Proporsi perusahaan kecil dalam ekonomi.

c. Kriteria untuk memiliki visi yang sama dengan Uni Eropa dalam pencapaian cita-cita bersama

Dalam proses untuk dapat menjadi negara anggota Uni Eropa, negara calon anggota harus dapat menerima tujuan yang tercantum dalam Treaty on European Union termasuk juga tujuan Moneter, Ekonomi dan Uni-Politik. Negara-negara calon anggota juga harus turut serta dalam berpartisipasi dan ikut mendukung upaya Uni Eropa untuk membentuk kebijakan keamanan

dalam dan luar negeri bersama yang merupakan cita-cita Uni Eropa (Communication from The Commission to The European Parliament and The Council, 2009-2010:39).

Dokumen terkait