PERTANDINGAN BULUTANGKIS ANTAR RW
DI KELURAHAN PATEMON
LATAR
BELAKANG
Olahraga bulutangkis adalah salah satu olahraga yang memasyarakat dan banyak digemari oleh masyarakat Kelurahan Patemon. Dalam meningkatkan pembinaan dan juga kerukunan maka diadakan kompetisi bulutangkis antar warga. Dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sportivitas dan kecintaan masyarakat dalam berolahraga, membina bakat, meningkatkan komunikasi dan kerukunan antar desa pemuda daerah setempat. Lomba tersebut juga menjadi wadah penggalian potensi para anak-anak dan orang dewasa untuk terus menekuni olahraga yang diminati sehingga mampu menjadi perwakilan desa dalam olahraga cabang bulutangkis di tingkat regional, nasional maupun internasional. Manfaat lain melakukan olahraga bulutangkis adalah :
Mengembangkan atletisme : Sifat permainan yang serba cepat ini meningkatkan kecepatan dan juga refleks Anda. Selain itu, Anda juga diharuskan untuk berpikir cerdik karena harus tahu bagaimana cara menipu lawan di setiap pukulan bola.
Pola otot yang meningkat : Bermain badminton dapat mengencangkan otot paha depan, gluteus, betis dan paha belakang. Selain itu, lokasi otot inti seperti otot lengan dan punggung juga dapat berkontraksi sehingga meningkatkan massa otot.
Kebugaran fisik : Olahraga badminton bisa membakar lemak sekitar 450 kalori per jam. Jenis latihan ini bisa membuat tubuh selalu dalam kondisi prima.
PELAKSANAAN
KEGIATAN
Persiapan yang dilakukan adalah mengajak masyarakat wilayah Desa Watusari Kelurahan Patemon untuk mengikuti dan memeriahkan kegiatan Turnamen Bulutangkis yang diadakan di Desa Watusari Kelurahan Patemon bersama dengan rekan-rekan KKN. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu sabtu malam, minggu malam dan senin malam pada pukul 19:30-22:00 WIB yang bertempat di belakang posko kkn alternatif. Sasaran dari kegiatan ini adalah para remaja dan orangtua di desa watusari kelurahan patemon. Kegiatan ini dilaksanakan karena untuk mengingatkan dan menekankan warga akan pentingnya kesehatan melalui olahraga bulutangkis, karena bulutangkis adalah salah satu olahraga favorit di desa watusari, sehingga diharapkan dengan adanya turnamen bulutangkis ini dapat menambah mutu kesehatan dan kerukunan di desa watisari kelurahan patemon.
Luaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan guyub rukun, solidaritas antar warga Desa Watusari. Serta sebagai ajang melatih dan meningkatkan kemampuan bermain bulutangkis melalui kegiatan Turnamen Bulutangkis yang diadakan di Desa Watusari. Karena bulutangkis merupakan salah satu olahraga favorit di Desa Watusari maka diadakan kegiatan ini.
LUARAN
KEGIATAN
DOKUMENTASI
POSYANDU
(POS PELAYANAN TERPADU)
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Jadi, Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggungjawab kepala desa. Konsep Posyandu berkaitan erat dengan keterpaduan. Keterpaduan yang dimaksud meliputi keterpaduan dalam aspek sasaran, aspek lokasi kegiatan, aspek petugas
LATAR
BELAKANG
Kesehatan merupakan faktor penting yang harus dijaga sehingga seseorang dapat melakukan aktivitas dengan baik. Sasaran dari kegiatan Posyandu RW 06 Kelurahan Patemon adalah Seluruh masyarakat, utamanya: Bayi Anak balita Ibu hamil, melahirkan, nifas dan ibu menyusui PUS FUNGSI Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB Sebagai wadah untuk mendekatkan yankes dasar terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB . Sasaran dalam pelayanan Kesehatan di Posyandu adalah Bayi berusia kurang dari 1 tahun
Anak balita usia 1-5 tahun.
Ibu hamil, ibu menyusui dan ibu nifas Wanita usia subur
PELAKSANAAN
KEGIATAN
Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang diadakan oleh perkumpulan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 06 Kelurahan Patemon. Kegiatan Posyandu dilaksanakan di Posko KKN Alternatif yaitu kediaman Bapak Purwanto selaku Ketua RW 06 Kelurahan Patemon dilaksanakan satu kali dalam sebulan, melaksanakan kegiatan Posyandu di hari senin pada minggu ke 2 yaitu tanggal 14 Oktober 2019, dilaksanakan dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Mahasiswa KKN ikut serta membantu pelaksanaan Posyandu tersebut dalam pencatatan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Selain itu mahasiswa KKN juga ikut membantu menyediakan media pencatatan untuk pengukuran serta membantu membagikan makanan bagi bayi dan balita yang sudah melakukan pengukuran. Banyak balita yang juga bermain bersama mahasiswa KKN selagi menungu gilirannya untuk diukur atau diberikan imunisasi. Kegiatan Posyandu pada hari itu terlaksana cukup kondusif, antusiasme para bayi dan balita dapat terlihat dari senyum serta tawa mereka seperti menunjukan bahwa mereka mengikuti kegiatan posyandu dengan baik dan dengan hati yang senang. Hal tersebut juga sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri Mahasiswa KKN UNNES dengan masyarakat kelurahan Patemon.
Kegiatan Posyandu ini diharapkan dapat membantu masyarakat di Kelurahan Patemon dalam bidang kesehatan, Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. terutama pada balita, ibu hamil dan Manula. Oleh karena itu, setiap keluarga diharapkan aktif memanfaatkan fasilitas di posyandu yang dilaksanakan Bidan Kelurahan Patemon.
LUARAN
KEGIATAN
DOKUMENTASI
BUTATO
(PEMBUATAN TAMAN TOGA)
Progam butato adalah suatu progam yang melaksanakan kegiatan tentang pengobatan baik pengobatan tradisional maupun pengobatan modern. Tanaman toga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat alternatif karena harga yang cukup murah juga tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Kesadaran masyarakat akan bahayanya obat-obatan yang mengandung zat kimiawi sintetis pun sedikit demi sedikit mulai terbuka dan tersadarkan. Masyarakat mulai beralih ke pengobatan alamiah yang obat-obatnya semua bersumber dari alam.
LATAR
BELAKANG
Tanaman obat keluarga (toga) merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, obat-obatan. Tanaman obat di kenal juga dengan istilah apotik hidup karena dengan menanam tanaman obat tersebut kita seperti memiliki apotik sendiri. Budidaya tanaman obat keluarga dapat memacu usaha kecil kecil dan menengah dibidang oabt-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual di warga desa patemon. Setiap keluarga dapat membuat tanaman obat keluarga (toga) secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga tanpa harus membeli obat buatan pabrik yng memiliki zat kimiawi. Banyak bagian tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat, diantaranya adalah bagian batang, buah, daun, dan akar atau umbi. Setidaknya, dengan adanya tanaman obat keluarga masyarakat mengetahui manfaat dari tanaman obat keluarga. Toga memiliki banyak manfaat antara lain;
Melengkapi obat-obatan yang tradisional, alami dan tanpa efek samping.
PELAKSANAAN
KEGIATAN
Persiapan yang dilakuakan adalah mengajak masyarakat di wilayah desa watusari kelurahan patemon untuk ketersediannya mengikuti penyuluhan tetang tanaman obat keluarga bersama bantuan rekan-rekan KKN. Dan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan giat penanaman tanaman obat keluarga. Kegiatan ini dilakukan setiap hari di mulai pukul 09.00 WIB yang bertempat dihalaman rumah masyarakat masing-masing. Dan di lanjutkan dengan demo tentang pembuatan pupuk kompos dan biopori. Kegiatan ini berjalan sangat lancar dan penuh antusias dari masyarakat. Adapun kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah beberapa masyarakat yang merupakan perkerja kantoran dan buruh sehingga kegiatan ini kurang berjalan maksimal.
Luaran dari kegiatan ini adalah meningkatkan akan sadarnya masyarakat tentang tanaman obat keluarga. Memenuhi kebutuhan kelurga terhadapsegala macam obat-obat dengan memaanfaatkan tanaman obat keluraga sebagai obat alternatif. Di harapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat kelurahan patemon dapat menggunakan tanaman obat keluarga dengan baik dan mengutamakan obat alami di bandingkan dengan obat yang memiliki kandungan zat kimiawi.
LUARAN
KEGIATAN
DOKUMENTASI