• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertanggungjawaban Hasil Pemadanan Kamus Istilah

BAB IV PERTANGGUNGJAWABAN HASIL PEMADANAN

B. Pertanggungjawaban Hasil Pemadanan Kamus Istilah

Pada bagian ini Peneliti hanya menganalisis 24 istilah pariwisata dilakukan secara random atau acak, berdasarkan proses pemadanannya.

1. ٌ طْوُ بُه/ Landing/ Pendaratan

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ طْوُ بُهmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

ٌاَهٌِقيِلَْتٌََءانْثَأٌٍةَرِئاَطٌِبَبٌََحْتَ فٌَلَواَحٌٍبِكاَرٌِبَبَسِبٌ..ٌٌّيِراَرِطْضِاٌٌ طْوُ بُه

44.ِ وَْلْاٌ ِفِ

43 Mohamad Ngafenan, Kamus Pariwisata. Cet.1, (Semarang: Dahara Prizse,1991), h. 7.

44 https://news.travelerpedia.net/tourism /-ءانثأ-ةرئاط-باب-حتف-لواح- بكار اهقيلحت/, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 13.01 WIB.

“Pendaratan darurat karena seorang penumpang mencoba membuka pintu pesawat saat terbang di udara”.

Dalam kamus al-Ashri Istilahٌ طْوُ بُه memiliki padanan “pendaratan”,45 sama halnya dalam kamus al-Ma’any daring Arab-Indonesia istilah

ٌ ٌ طٌْوٌُ بُهjuga dipadankan dengan “pendaratan”.46 Sedangkan istilah ٌ ٌ طْوُ بُهdalam kamus Arabic-English Thematic Lexicon dipadankan dengan kata “landing”,47 begitu juga kata landing dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan dengan ”ٌ طْوُ بُه”.48 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilahٌ طْوُ بُه merupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan istilah

“landing” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan istilah “pendaratan”.

45 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), (Yogyakarta: Yayasan Ali Maksum,1996), h.1964.

46 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/طوبھ/. Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 13.10 WIB.

47 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, (New York:

Routledge, 2007), h. 183.

48 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, (Saudi Arabia: 2013),h. 89.

2. ٌ ع الَْقِإ/ Take off/ Lepas landas

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ ع َلَْقِإmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

ٌاَهِنْتَمٌىَلَعٌ ةَّيِسْيِنْوُدْنِإٌ ةَرِئاَطٌُمُطَْتَ

189

ٌٌَدْعَ بٌاًصْخَشٌ 13

ٌٌْنِمًٌةَقْ يِقَدٌ

49ااهِع الَْقإ

”Sebuah pesawat Indonesia dengan 189 orang di dalamnya jatuh setelah 13 menit lepas landas”.

Dalam kamus al-Ashri Istilah ٌ ع َلَْقِإmemiliki padanan “keberangkatan, take off”,50 sedangkan dalam kamus al-Ma’any daring Arab-Indonesia istilah ٌ ع َلَْقِإdipadankan dengan “lepas landas”.51 Pada kamus Arabic-English Thematic Lexicon istilah ٌ ع َلَْقِإdipadankan dengan kata “take off”,52 sama halnya kata take off dalam kamus al-Ma’any daring English-Arabic berpadanan

49 https://news.travelerpedia.net/tourism/airlines-news/-ةرئاط-مطحت اصخش-189- اهنتم-ىلع-ةيسينودنإ, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 13.40 WIB.

50 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.187.

51 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/علاقإ. Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 13.52 WIB.

52 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 182.

dengan “ٌ ع َلَْقِإ".53 Arti kata take off dalam kamus Istilah Pariwisata memiliki arti lepas landas; saat pesawat meninggalkan landasan.54 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “lepas landas”

merupakan lepas dari landasan, pada waktu bergerak meninggalkan landasan.55 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah

ٌ ع َلَْقِإmerupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “take off”

dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata “lepas landas”.

3. ٌ زْجاح/ Reservation/ Reservasi

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ زْجَحmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

56ٌ. ِت َلَاَحُّرلاٌُةَراَدِإَوٌٍزْجَِلًٌِدَّدَُمًٌُّيِكَذًٌقيِبْطَتٌُقِلْطُيٌِِنِاَّمَعْلاٌُناََيََّطلا

“Oman Air meluncurkan aplikasi canggih baru untuk reservasi dan administrasi penerbangan”.

53 https://www.almaany.com/en/dict/ar-en/take-off/?c=Tourism.

Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 13.55 WIB.

54 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata, (Jakarta: Progres Bekerjasama Dengan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2003), h. 246.

55 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/lepas%20landas . KBBI Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 14.02 WIB.

56 https://news.travelerpedia.net/tourism/airlines-news/-ينامعلا-ناريطلا حل-ددجم-يكذ-قيبطت-قلطي, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 14.10 WIB.

Dalam kamus al-Ashri istilah ٌ زْجَحmemiliki padanan “memesan/memboking”,57 sedangkan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ زْجَحdipadankan dengan “reservasi, pemesanan tempat”.58 Pada kamus Arabic-English Thematic Lexicon istilah ٌ ز dipadankan ٌْجٌَح dengan kata “reservation”,59 sama halnya kata reservation dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan dengan

“ٌ زْجَح".60 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “reservation” telah diserap menjadi

“reservasi” yang artinya pemesanan tiket, meja, kamar hotel dan sebagainya untuk seseorang pada waktu tertentu.61 Dengan demikian penulis berkesimpulan bahwa istilah ٌ زْجَحmerupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “reservation” dan dalam bahasa Indonesia telah diserap menjadi

“reservasi”.

57 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.741.

58 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/ز جَح/?c=Tourism. Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 14.14 WIB.

59 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 177.

60 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 22.

61 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/reservasi. KBBI Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 14.26 WIB.

4. ٌ كُرُْجُ/ Customs/ Bea cukai

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ كُرُْجُmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

62ٌ.ِ يِكُرْمٌُْلْاٌِصيِلْخَّتلِلٌ”ًٌةَّيِكَذًٌةَبَرَعٌ“ٌُرِكٌَتْ بَ تٌٌِّلَِوُّدلاٌ َّبَُّدٌِراَطَمٌُكِراََجُ

“Bea Cukai Bandara Internasional Dubai meluncurkan "kendaraan canggih" untuk bea cukai”.

Dalam Kamus al-Ashri Istilah ٌ كُرُْجُmemiliki padanan “kantor pabean, bea cukai”63 dan dalam kamus Alma’any Daring Arab-Indonesia istilah

ٌ كُرُْجُjuga dipadankan dengan “kantor pabean,bea cukai”.64 Sedangkan dalam kamus Arabic-English Thematic Lexicon istilah ٌ كُرُْجُdipadankan dengan kata “customs”,65 sama halnya istilah customs dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan dengan “ ٌ كُرُْجُ".66 Arti kata customs dalam kamus Istilah Pariwisata memiliki arti dinas bea cukai yang mengatur

62 https://news.travelerpedia.net/tourism/-ركتبت-يلودلا-يبد-راطم-كرامج ةيكذ-ةبرع, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 14.37 WIB.

63 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.691.

64 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/كُر مُج. Kamus al-Ma’any, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 14.45 WIB.

65 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 170.

66 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 40.

keluar masuknya barang dari suatu negara.67 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “bea cukai” merupakan perihal (urusan) yang berhubungan dengan pajak.68 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah ٌ كُرُْجُ

merupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “customs” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata

“bea cukai”.

5. ٌ ةاْيِْشْاتَ/ Visa/ Visa

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ ةَْيَِشَْتَmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

69ٌ.ٍةَرْمُعٌٍةَيَِشَْتٌََنوُيْلِمٌ7.2ٌْنِمٌَرَ ثْكَأٌُرِدْصَتٌُةَّيِدوُعُّسلا

“Arab Saudi mengekspor lebih dari 7,2 juta visa Umrah”.

Dalam kamus al-Ashri istilah ٌ ةَْيَِشَْتَmemiliki padanan “visa, izin tinggal di suatu negara”70 dan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia

67 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata, h. 85.

68 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bea%20cukai. KBBI Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 14.55 WIB.

69 http://almasalla.travel/272905/, diakses pada tanggal 17 Juni 2019, pukul 17:02 WIB.

70 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.386.

istilah ٌ ةَْيَِشَْتَjuga dipadankan dengan “visa”.71 Kamus Arabic-English Thematic Lexicon istilah

ٌ ةَْيَِشَْتَdipadankan dengan kata “visa”,72 sedangkan istilah visa dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan denganٌنذإ"

"ٌةَْيَِشَْتٌَ,لوخد.73 Arti kata visa dalam kamus Istilah Pariwisata memiliki arti izin masuk/tinggal sementara dari suatu negara untuk seseorang yang bukan warga negaranya yang akan memasuki wilayah negara itu.74 Istilah visa telah diserap dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang memiliki arti izin (persetujuan) memasuki negara lain atau tinggal sementara di negara lain yang berwujud cap dan paraf yang dibubuhkan oleh pejabat perwakilan negara yang bersangkutan pada paspor pemohon.75 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah

ٌ ةَْيَِشَْتَmerupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “visa”

71https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/ةَر يِش أَت. Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 10.30 WIB.

72 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 177.

73 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 163.

74 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata, h. 289.

75 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/visa. KBBI Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 10.51 WIB.

dan dalam bahasa Indonesia telah diserap menjadi “visa”.

6. ٌ لْوُصُو/ Arrival/ Kedatangan

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ لْوُصُوmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

ٌٌٌِلوُصُوٌىَدَلٌِةَيَِشْأَّتلاٌَلْوَحٌاًبْ يِرَقٌُنِلْعُ تَسٌُةَمْوُكُْلِاٌ:ٌَيَِزْيِلاَمٌَةَحايِسٌُريِزَو

ٌ76.ِحاَيِ سلا

”Menteri Pariwisata Malaysia: Pemerintah akan segera mengumumkan visa pada saat kedatangan wisatawan”.

Dalam kamus al-Ashri istilah ٌ لْوُصُوmemiliki padanan “kedatangan, jalan masuk/akses”,77 sedangkan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ لْوُصُوdipadankan dengan

“datang”.78 Kamus Arabic-English Thematic Lexicon Istilah ٌ لْوُصُوdipadankan dengan kata

“arrival”,79 sama halnya kata arrival dalam kamus Lexicon of Touristic Terms

English-76 http://almasalla.travel/273008/, diakses pada tanggal 17 Juni 2019, pukul 17.04 WIB

77 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.2022.

78https://www.almaany.com/id/context/ar-id/لوصو, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 11.52 WIB.

79 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 183.

Arabic berpadanan dengan “ ٌ لْوُصُو".80 Arti kata arrival dalam kamus Istilah Pariwisata memiliki arti kedatangan, waktu tiba.81 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa kata ٌ لْوُصُو merupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan istilah “arrival” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan istilah “kedatangan”.

7. ٌ نااايْاط/ Flight/ Penerbangan

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ ناََيََطmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

82ٌ.ِموُطْرُْلْاٌِراَطَمٌ َلَِإٌاَِتَِلَْحِرٌِءاَغْلإٌْنَعٌُنِلْعُ تٌِناََيََّطلِلٌِرْصِمٌ

“Egypt Air membatalkan penerbangan ke bandara Khartoum”.

Dalam Kamus al-Ashri Istilah ٌ ناََيََطmemiliki padanan “penerbangan”,83 sama halnya dalam kamus al-ma’any Daring Arab-Indonesia Istilah

80 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 16.

81 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata, h. 12.

82 http://almasalla.travel/273904/, diakses pada tanggal 17 Juni 2019, pukul 17.08 WIB.

83 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.12. 46.

ٌ ناََيََطdipadankan dengan “penerbangan”.84 Sedangkan dalam kamus Alma’any Daring Arabic-English istilah ناريطdipadankan dengan kata “ flight, flying”,85 istilah “flight” dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan denganٌ " ناََيََط ".86 Arti kata flight dalam kamus Istilah Pariwisata juga memiliki arti penerbangan87 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “penerbangan”

merupakan proses, cara, perbuatan menerbangkan perjalanan dengan pesawat terbang; lalu lintas dengan pesawat terbang atau segala sesuatu yang bertalian dengan lalu lintas udara.88 Dengan demikian penulis berkesimpulan bahwa istilah ٌ ناََيََطmerupakan istilah pariwisata dalam bahasa Inggris yang berpadanan dengan kata “Flight” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata

“penerbangan”.

84 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/نا َخ, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 13:33 WIB.

85 https://www.almaany.com/en/dict/ar-en/ناريط, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 13:38 WIB.

86 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 57.

87 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata, h. 118.

88https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/penerbangan. KBBI Daring, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 13.57 WIB.

8.

ٌِرافاسٌُزااواج

/ Passport/ Paspor

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata

ٌِرافٌاسٌُزااواج

merupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

ٌٌ”يِلْيِئاَرْسِإٌ“ٌٌِرافاسٌازااواجٌُلِمَْتٌٍَةَأَرْمِاٌَدْوُعُصٌُضُفْرَ تٌِةَّيِتْيَوُكْلاٌُطوُطُْلْا

89.اَِتَِرِئاَطٌِْتَْمٌىَلَع

“Kuwait Air menolak keberangkatan seorang wanita dengan paspor Israel di pesawatnya”.

Dalam kamus al-Ashri istilah

ٌِرافاسٌ ُزااواج

memiliki padanan “paspor”,90 sama halnya dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah

ٌِرافاسٌ ُزااواج

dipadankan dengan “paspor”.91

Sedangkan Kamus Arabic-English Thematic Lexicon istilah

ٌِرافاسٌُزااواج

dipadankan dengan kata

“passport”,92 begitu juga istilah passport dalam kamus Lexicon of Touristic Terms

English-89 https://news.travelerpedia.net/tourism/airlines-news/-ةيتيوكلا-طوطخلا ةيليئارسإ-دوعص-ضفرت, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 14.10 WIB

90 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.707.

91https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/رَفَس-زا َوَج, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 14.16 WIB

92 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 177.

Arabic berpadanan dengan “

ٌِرافاسٌ ُزااواج

".93 kata

passport dalam kamus Istilah Pariwisata memiliki arti kartu tanda pengenal seseorang yang menunjukkan status kewarganegaraannya, yang dikeluarkan oleh negara tertentu, waktu tiba.94 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah “passport” telah diserap menjadi “paspor”

yang artinya surat keterangan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk seorang warga negara yang akan mengadakan perjalanan ke luar negeri.95 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah

ٌِرافاسٌُزااواج

merupakan

istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “passport” dan dalam bahasa Indonesia telah diserap menjadi “paspor”.

9. ٌ رااكْذات/ Souvenir / Suvenir

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ راَكْذَتmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

93 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 111.

94 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata,h. 289.

95 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/paspor. KBBI Daring, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 14.21 WIB.

ٌِمْوَ يْلِبٌَ ًلَاَفِتْحِاٌَنيِرِفاَسُمْلاٌيَلَعٌٌ ةَّيِرااكْذاتٌ َيَاَدَهٌُعِ زَوُ يٌ"ٍِبَِظَوِبَأٌ راَطَم"

96ٌ.ِ ِنَطَوْلا

“Bandara Abu Dhabi, membagikan suvenir kepada wisatawan pada perayaan Hari Nasional”.

Dalam kamus al-Ashri istilah ٌ راَكْذَتmemiliki padanan “tanda mata, kenang-kenangan, souvenir”97 dan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ راَكْذَتdipadankan dengan

“tanda mata, cindera mata, suvenir”.98 Pada kamus Arabic-English Thematic Lexicon Istilah ٌ راَكْذَتdipadankan dengan kata “souvenir”,99 begitu juga istilah souvenir dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan dengan “ٌ راَكْذَت".100 Kata souvenir dalam kamus Istilah Pariwisata memiliki arti sesuatu yang diperoleh di dalam perjalanan wisata sebagai kenang-kenangan.101 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “souvenir” telah diserap

96 https://news.travelerpedia.net/tourism/airlines-news/-يبظوبأ-راطم ةيراكذت- ايادھ-عزوي, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 14.52 WIB

97 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.449.

98https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/راَك ذَت Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 15.16 WIB

99 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 177.

100 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 143.

101 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, h. 235.

menjadi “suvenir” yang artinya tanda mata, kenang-kenangan, cendera mata.102 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah

ٌ راَكْذَتmerupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata

“souvenir” dan dalam bahasa Indonesia telah diserap menjadi “suvenir”.

10. ٌ سْطاغ/ Diving/ Menyelam

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ سْطاغmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

103.ِرْصِِبٌِِةَحاَيِ سلاٌِمْعَدِلٌِةَقَدْرَغْلاٌ ِفٌِِسْطَغْلِلٌِ ىِمَلاَعٌُناَجَرْهَم

“Festival selam Internasional di Hurghada laut merah untuk mempromosikan pariwisata di Mesir”.

Dalam kamus al-Ashri istilah ٌ سْطَغmemiliki padanan “menyelam”104 dan dalam kamus Alma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ سْطَغ dipadankan dengan “menyelam, memasukkan, mencelupkan,merendamkan,menenggelamkan”.

102 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/suvenir. KBBI Daring, diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pukul 115.21 WIB.

103 https://news.travelerpedia.net/ ةقدرغلا-ىف-سطغلل-ىملاع-ناجرهم/رصم diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 14.57 WIB.

104 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.1354.

105Sedangkan dalam kamus al-Ma’any Daring Arabic-English istilah ٌ سْطَغdipadankan dengan kata “diving”,106 kata “diving” dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan dengan “ ٌ سْطَغ".107 Arti kata diving dalam kamus Istilah Pariwisata memiliki arti kegiatan menyelam di dalam laut biasanya bertujuan untuk melihat dan menikmati keindaha bawah laut.108 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah ٌ سْطَغmerupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “diving” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata

“menyelam”.

11. ٌ رااطام/ Airport / Bandara

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata راَطَمmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

109ٌ.2019ٌٌِماَعِلٌِطَسْو ْلْاٌ ِقْرَّشلاٌ ِفٌٍِراَطَمٌُلُضْفَأٌِِلَِوُّدلاٌَطَقْسَمٌُراَطَم

105 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/ َسَطَغ, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 15.02 WIB.

106 https://www.almaany.com/en/dict/ar-en/ َسَطَغ, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 15:09 WIB.

107 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 45.

108 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata, h. 180.

109https://news.travelerpedia.net/tourism/airlines-news/-طقسم-راطم لأا-قرشلا-يف-راطم-لضفأ-يلودلا, diakses pada tanggal 1 mei 2019, pukul 15.46 WIB.

“Bandara Internasional Muscat adalah bandara terbaik di Timur Tengah pada tahun 2019”

Dalam kamus al-Ashri Istilah ٌ راَطَمmemiliki padanan “bandar udara”110 dan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ راَطَم dipadankan dengan “pelabuhan udara, bandar udara, bandara, lapangan terbang, landasan pesawat terbang”.111 Sedangkan dalam kamus Arabic-English Thematic Lexicon istilah ٌ راَطَم dipadankan dengan kata “ airport”,112 begitu juga istilah “airport” dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan dengan “ ٌ راَطَم".113 kata airport dalam kamus Oxford English Living Dictionaries memiliki arti bandara (bandar udara), lapangan terbang, pelabuhan udara.114 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah ٌ راَطَمmerupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris

110 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.1748.

111 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/راَطَم, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 15:48 WIB.

112 Daniel Newman, Arabic-English Thematic Lexicon, h. 183.

113 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 13.

114 https://id.oxforddictionaries.com/translate/english-indonesian/airpor

berpadanan dengan kata “airport” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata

“bandara”.

12. ٌ ةاحاايِس/ Tourism/ Pariwisata

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ ةَحاَيِسmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

115ٌ."ِةَّيِهْيِفَّْتَّلاٌِِلِاَعَمْلاٌُقوُس"ٌٌَةَّصَنِمٌُقِلْطُتٌِِ بَُّدٌٌِةاحايِسٌِةَرِئاَد

”Departemen Pariwisata Dubai mengadakan "Pasar Hiburan".

Dalam kamus al-Ashri istilah ٌ ةَحاَيِسmemiliki padanan “tour, berpergian, tamasya”,116 sedangkan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ ةَحاَيِسdipadankan dengan

“pesiar, keliling, perjalanan, tour”.117 Dalam kamus al-Ma’any Daring Arabic-English istilah

ٌ ةَحاَيِسdipadankan dengan kata “Tourism”,118 begitu juga istilah “Tourism” dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic

115 http://almasalla.travel/255355/, diakses pada tanggal 2 mei 2019, pukul 18.34 WIB.

116 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.1101.

117 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/ةَحاَيِس, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 18.41 WIB.

118 https://www.almaany.com/en/dict/ar-en/ةَحاَيِس, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 18.46 WIB.

berpadanan dengan “ٌ ةَحاَيِس".119 kata tourism dalam kamus Oxford English Living Dictionaries memiliki arti “kepariwisataan, turisme.120 Sedangkan meurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “pariwisata” memiliki arti yang berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi, pelancongan, turisme.121 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah ٌ ةَحاَيِس merupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “tourism” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata

“pariwisata”.

13. ٌ ةارْوُ تااف/ Bill/ Tagihan

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ ةَرْوُ تاَفmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

اَط ُفْيِق ْوَت .. اَسْن َرَف يِف ُثُدْحَي َفَد َدْعَب اَهْنَع ِجاَرْفِ ْلْا َو ًة َرِئ

ِع

122.و َر ْوُي َفِ لُأ 525 اَهْتَمْيِق ًة َر ْوُتاَف

119 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 155.

120

https://id.oxforddictionaries.com/translate/english-indonesian/airpor, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 18.59 WIB.

121 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pariwisat, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 19.02 WIB.

122 https://news.travelerpedia.net/tourism/variety-news/- اسنرف-يف-ثدحي هنع-جارفلإاو-ةرئاط-فيقوت, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 19.27 WIB.

“Di Prancis, sebuah pesawat diberhentikan dan dibebaskan setelah membayar tagihan 525.000 euro”

Dalam kamus al-Ashri istilah ٌ ةَرْوُ تاَفmemiliki padanan “faktur, invoice”123 dan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ ةَرْوُ تاَف dipadankan dengan “faktur, rekening, kwitansi”.124 Sedangkan dalam kamus al-Ma’any Daring Arabic-English istilah ٌ ةَرْوُ تاَفdipadankan dengan kata “bill”,125 istilah “bill” dalam kamus Lexicon of Touristic Terms English-Arabic berpadanan dengan “ ٌ ةَرْوُ تاَف".126 kata bill dalam kamus Oxford English Living Dictionaries memiliki arti “bon, tagihan, rekening”.127 Sedangkan meurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “faktur” memiliki arti daftar barang kiriman yang dilengkapi keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar;

123 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.1367.

124 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/ةَروُتاف, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 19.31 WIB.

125 https://www.almaany.com/en/dict/ar-en/ةَروُتاف/, Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 19.33 WIB.

126 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, h. 20.

127 https://id.oxforddictionaries.com/translate/english-indonesian/bill, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 19.40 WIB.

invois.128 Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa istilah ٌ ةَرْوُ تاَفmerupakan istilah pariwisata yang dalam bahasa Inggris berpadanan dengan kata “bill” dan dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata “tagihan”.

14. ٌ ْيِْخْاتَ/ Delay/ Penundaan

Menurut penelusuran terhadap beberapa sumber, kata ٌ ْيِْخْاتَmerupakan peristilah dalam bidang pariwisata. Seperti pada teks berikut:

ٌ ِت َلَْحِ رلاٌِعلَْقإٌٌِْيِْخْاتٌَِت َلََّدَعُمٌُثْيَحٌْنِمٌَِلِاٌَعْلاٌ ِفًٌِةَلْوَدٌُأَوْسَأٌُْيِْصلا

129ٌ.ِةَّيِ وَْلْا

“China adalah negara terburuk di dunia dalam hal tingkat penundaan penerbangan”

Dalam kamus al-Ashri Istilah ٌ ْيَِخَْتَmemiliki padanan “penundaan, penangguhan”130 dan dalam kamus al-Ma’any Daring Arab-Indonesia istilah ٌ ْيَِخَْتَjuga dipadankan dengan “penundaan, penangguhan”.131 Sedangkan dalam kamus Arabic-English Thematic Lexicon Istilah ٌ ْيَِخَْتَ

128 https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/faktur, diakses pada tanggal 2 Mei 2019, pukul 19.42 WIB.

129 https://news.travelerpedia.net/tourism/airlines-news/- علاقإ-رخأت نيصلا-يف-ناريطلا-تلاحر diakses pada tanggal 8 Mei 2019, pukul 14.06 WIB.

130 Attabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer (Arab-Indonesia), h.387.

131 https://www.almaany.com/id/dict/ar-id/ةَروُتاف. Kamus al-Ma’any Daring, diakses pada tanggal 8 Mei 2019, pukul 14.07 WIB.

dipadankan dengan kata “delay”,132 begitu juga istilah “delay” dalam kamus Lexicon of Touristic

dipadankan dengan kata “delay”,132 begitu juga istilah “delay” dalam kamus Lexicon of Touristic

Dokumen terkait