• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAMUS ISTILAH PARIWISATA ARAB-INGGRIS-INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KAMUS ISTILAH PARIWISATA ARAB-INGGRIS-INDONESIA"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

KAMUS ISTILAH PARIWISATA ARAB-INGGRIS-INDONESIA

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Humaniora (S.Hum)

Oleh:

Zanzabila 111402400000015

PRODI STUDI TARJAMAH FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF

HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H/ 2019 M

(2)
(3)

iii

(4)
(5)

v ABSTRAK

Zanzabila, NIM (11140240000015), Kamus Istilah Pariwisata Arab-Inggris-Indonesia, Skripsi Program Studi Tarjamah, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2019.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemadanan istilah pariwisata dan mengetahui ketepatan istilah pariwisata dalam Kamus Istilah Pariwisata Arab-Inggris-Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan library research berlandaskan pada penelitian terhadap situs berita pariwisata online berbahasa Arab yaitu, https://news.travelerpedia.net/ dan http://almasalla.travel/.

Sehingga penelitian ini menghasilkan sebuah Kamus Istilah Pariwisata tiga bahasa, yaitu bahasa Arab, Inggris dan Indonesia berdasarkan proses pemadanannya menggunakan beberapa kamus seperti kamus al-Ashri, al-Ma’any Daring, Lexicon of Touristic Terms English-Arabic, Arabic-English Thematic Lexicon, kamus Istilah Pariwisata dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sebagian peristilahan pariwisata bahasa Arab yang ditemukan dalam kamus al-Ashri maupun kamus al-Ma’any daring dengan padanan bahasa Indonesia yang tepat atau padanan tersebut sudah masuk ke dalam bidang khusus pariwisata dengan terdapat tambahan istilah asing (bahasa Inggris) yang memang digunakan dalam bidang pariwisata.

Kata kunci: Kamus, Istilah Pariwisata, Padanan, bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia.

(6)

vi PRAKATA

Bismillâhirrahmannirrahim

Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya, peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Selawat dan salam tidak lupa peneliti sampaikan kepada Nabi Besar Muhammad Saw. yang telah memberikan petunjuk dan menjadi suri tauladan bagi umatnya.

Dalam pengerjaan skripsi ini, peneliti mendapat dukungan dari berbagai pihak yang sangat membantu dalam segala hal. Maka dari itu, peneliti sampaikan rasa terima kasih kepada :

1. Drs. Saiful Umam, M.A., Ph.D. selaku dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. Darsita S, M.Hum. selaku Ketua Jurusan Program Studi Tarjamah yang selalu memotivasi peneliti untuk terus bergerak aktif dalam berinovasi.

3. Dr. Ulil Abshar, SS., M.Hum. selaku Sekretaris Jurusan Tarjamah yang selalu memberi arahan serta nasihat kepada peneliti.

4. Umi Kulsum, M.A. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberi masukan-masukan agar menghasilkan skripsi yang baik dan benar.

5. Drs. Ikhwan Azizi, M.A. dan Dr. Karlina Helmanita, M.Ag. selaku enguji yang telah bersedia memberikan saran

(7)

vii

dan arahan dalam skripsi peneliti agar menghasilkan penelitian yang baik.

6. Seluruh dosen Program Studi Tarjamah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan ilmu yang bermanfaat hingga peneliti dapat mencapai kepada tahap ini

7. Orang tua yang terkasih, Ayah (H. Rocmanudin) yang selalu menyemangati serta memotivasi peneliti untuk terus belajar dan jangan pernah menyerah dalam menuntut ilmu.

Ibu (Erna Susanti) yang selalu ada, baik dalam kondisi suka maupun duka dan selalu memotivasi peneliti untuk segera menyelesaikan skripsinya agar dapat meraih mimpi-mimpi yang lain. Saudara-saudara peneliti (Muhammad Kasyifal Githo, Haibi Hibaturrahman, dan Haidar Habiburrahman) serta semua sahabat yang juga selalu memberikan dukungan dalam segala hal.

Peneliti berharap semoga kehadiran skripsi ini yang masih memiliki banyak kekurangan dapat memberi manfaat bagi peneliti khususnya juga bagi para akademis pada umumnya.

Jakarta, 10 Juli 2019

Peneliti

(8)

viii DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL

LEMBAR PERNYATAAN

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN

ABSTRAK ... v

PRAKATA ...vi

DAFTAR ISI ... viii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan dan Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 3

E. Penelitian Terdahulu ... 4

F. Sistematis Penulisan ... 6

BAB II KERANGKA TEORI A. Kamus Sebagai Sumber Istilah ... 9

B. Leksikologi dan Leksikografi ... 16

C. Istilah dan Tata Istilah ... 18

D. Padanan Istilah ... 19

BAB III METODOLOGI PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM KAMUS A. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian... 27

(9)

ix

2. Fokus Penelitian ... 27

3. Sumber Data ... 27

4. Teknik Pengumpulan Data ... 28

5. Metode Analisis Data ... 31

B. Gambaran Umum Kamus 1. Kamus al-Ashri dan Penulis ... 33

2. Kamus al-Ma’any dan Penulis ... 37

3. Arabic-English Thematic Lexicon dan Penulis ... 39

4. Lexicon of Touristic Terms English-Arabic dan Penulis ... 41

5. Kamus Istilah Pariwisata dan Penulis ... 42

BAB IV PERTANGGUNGJAWABAN HASIL PEMADANAN KAMUS ISTILAH PARIWISATA (ARAB-INGGRIS- INDONESIA) A. Pengantar ... 45

B. Pertanggungjawaban Hasil Pemadanan Kamus Istilah Pariwisata (Arab-Inggris-Indonesia) ... 46

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 85

B. Rekomendasi ... 86 DAFTAR PUSTAKA ...

(10)

x

PEDOMAN TRANSLITERASI

Transliterasi atau alih aksara digunakan untuk pemindahan dari pengucapan kepada penulisan literatur Arab. Transliterasi sangat penting bagi mahasiswa sampai para dosen pada penulisan karya ilmiah yang beraliran bahasa Arab.

Transliterasi yang digunakan bermacam-macam variasi, seperti Transliterasi, font TranslitLS, Times New Roman Special dan lain-lain. Pedoman yang diikuti juga berbagai macam versi, ada yang mengikuti Pedoman dari Kementrian Agama, Library of Congres maupun Paramadina.

Pedoman transliterasi yang digunakan yaitu pedoman transliterasi versi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terbitan CeQDA (Center for Quality Development and Assurance).

1. Padanan Aksara

Berikut adalah daftar aksara Arab dan padanannya dalam aksara latin:

Huruf Arab Huruf Latin Keterangan

ا Tidak dilambangkan

ب B Be

ت T Te

ث Ts te dan es

ج J Je

ح H h dengan garis bawah

خ Kh ka dan ha

(11)

xi

د D De

ذ Dz de dan zet

ر R Er

ز Z Zet

س S Es

ش Sy es dan ye

ص S es dengan garis di bawah

ض D de dengan garis di bawah

ط T te dengan garis dibawah

ظ Z zet dengan garis bawah

ع ‘ koma terbalik di atas hadap

kanan

غ Gh ge dan ha

ف F Ef

ق Q Ki

ك K Ka

ل L El

م M Em

ن N En

و W We

ـھ H Ha

ء ` Apostrof

ي Y Ye

(12)

xii 2. Vokal

Vokal dalam bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. Untuk vokal tunggal, ketentuan alih aksaranya adalah sebagai berikut:

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

َ--

- A Fathah

ِ--

- I Kasrah

ُ--

- U Dammah

Adapun untuk vokal rangkap, ketentuan alih aksaranya adalah sebagai berikut:

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

ـَــ ي Ai a dan i

ـَــ و Au a dan u

3. Vokal Panjang

Ketentuan alih aksara vokal panjang (mad), yang dalam bahasaArab dilambangkan dengan harakat dan huruf, yaitu:

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

ـَـ ا Â a dengan topi di atas

ـِـ ي Î i dengan topi di atas

ـُـ و Û u dengan topi di atas

(13)

xiii 4. Kata Sandang

Kata sandang, yang dalam sistem aksara Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu لا, dialihaksarakan menjadi huruf /l/, baik diikuti huruf syamsiyyah maupun huruf qamariyyah. Contoh: al-rijâl bukan ar-rijâl, al-diwân bukan ad-dîwân.

5. Syaddah (Tasydîd)

Syaddah atau tasydîd yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda ( ّ--- ), dalam alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan menggandakan huruf yang diberi tanda syaddah itu. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku jika huruf yang menerima tanda syaddah itu terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyyah.

Misalnya, ة َر و ُرَّضلا kata tidak ditulis ad-darȗrah melainkan al- darȗrah, demikian seterusnya.

6. Ta Marbȗtah

Berkaitan dengan alih aksara ini, jika huruf ta marbȗtah terdapat pada kata yang berdiri sendiri, maka huruf tersebut dialihaksarakan menjadi huruf /h/. Hal yang sama juga berlaku jika ta marbȗtah tersebut diikuti oleh kata sifat (na’t). Namun, jika huruf ta marbȗtah terdebut diikuti kata benda (ism), maka huruf tersebut dialihaksarakan menjadi huruf /t. Contoh:

No Bahasa Arab Alih Aksara

1. ةقيرط Tarîqah

2. ةّيملاسلإا ةعماجلا al-jâmi’ah al-islâmiyyah

3. دوجولا ةدحو wahdat al-wujud

(14)

xiv 7. Huruf Kapital

Meskipun dalam sistem tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam alih aksara ini huruf kapital tersebut juga digunakan, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia, antara lain untuk menuliskan permulaan kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri, dan lain-lain. Penting diperhatikan, jika nama diri diddahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal atau kata sandangnya. (Contoh: Abȗ Hâmid al-Ghazâlî bukan Abȗ Hâmid Al-Ghazâlî, al-Kindi bukan Al-Kindi).

Bebarapa ketentuan lain dalam EYD sebetulnya juga dapat diterapkan dalam alih aksara ini, misalnya ketentuan mengenai huruf cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold). Jika menurut EYD, judul buku ditulis dengan cetak miring, maka demikian halnya dalam alih aksaranya. Demikian seterusnya.

Berkaitan dengan penulisan nama, untuk nama-nama tokoh yang berasal dari dunia Nusantara sendiri, disarankan tidak dialihaksarakan meskipun akar katanya berasal dari bahasa Arab. Misalnya ditulis Abdussamad al-Palimbani, tidak ‘Abd al-Samad al-Palimbânî; Nuruddin al-Raniri, tidak Nȗr al-Dîn al-Rânîrî.

8. Cara Penulisan Kata

Setiap kata, baik kata kerja (fi’l), kata benda (ism), maupun huruf (harf) ditulis secara terpisah. Berikut adalah beberapa

(15)

xv

contoh alih aksara atas kalimat-kalimat dalam bahasa Arab, dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan di atas:

Kata arab Alih aksara

ُذاَت سُلأا َبَھَذ dzahaba al-ustâdzu َبَث

َت

ُر جَلأا tsabata al-ajru

ةَّي ِر صَعلا ةَك َرَحلأ al-harakah al-‘asyariyyah ّالل َّلاإ َهلِا َلا نَأ ُدَه شَأ asyahadu an-lâ ilâhâ illâ Allâh

حِلاَصلا كِلَم َانَلا وَم Maulânâ Malik al-Sâlih ّالل ُمُك ُرَث ؤُي yu'atsirukum Allâh ِل قَعلارِھاَظَملا

ةَّي al-mazahir al'aqliyyah

Penulisan nama orang harus sesuai dengan tulisan nama diri mereka. Nama orang berbahasa Arab tetapi bukan asli orang Arab tidak perlu dialihaksarakan. Contoh: Nurcholish Madjid, bukan Nûr Khâlis Majîd; Mohamad Roem, bukan Muhammad Rûm; Fazlur Rahman, bukan Fadl al-Rahmân.

(16)
(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sekarang ini banyak sekali kamus yang beredar, mulai dari kamus cetak maupun kamus digital. Dalam industri pariwisata terdapat banyak kosakata atau istilah- istilah yang digunakan dari berbagai bahasa, akan tetapi kamus istilah pariwisata di Indonesia masih minim sekali ditemukan terutama dalam bahasa asing. Pengetahuan tentang bahasa sekarang sangatlah penting karena fungsi pada bahasa adalah sebagai alat komunikasi dan interaksi.1 Banyak bahasa dari berbagai negara lain yang digunakan untuk berkomunikasi di antaranya adalah bahasa Arab dan bahasa Inggris yang menjadi bahasa internasional.

Dibutuhkannya sebuah kamus khusus yang memuat istilah pariwisata dalam bahasa asing, karena saat ini Industri pariwisata telah menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar dan merupakan sektor jasa dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di dunia.2 World Tourism Organization memperkirakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi peningkatan sebesar 20% terhadap angka kunjungan

1 Darsita Suparno, Komposisi Bahasa Indonesia. (Jakarta: Adabia Press, 2012), h. 5.

2 Pusat Data dan Informasi Kementrian Pariwisata, NESPARNAS (Neraca Satelit Pariwisata Nasional), (Jakarta: 2014), h. 2.

(18)

2

wisatawan dunia saat ini.3 Manfaat pariwisata dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu dari segi ekonomi, sosial budaya, kesadaran berbangsa dan bernegara, lingkungan hidup, serta peluang dan kesempatan kerja.4

Berbicara mengenai kosakata, maka suatu hal yang perlu pula mendapat perhatian kita adalah kamus. Kamus merupakan sebuah buku referensi yang memuat daftar kosakata yang disusun secara alfabetis5 dengan penjelasan- penjelasan mengenai maknanya serta informasi lainnya, dalam bahasa yang sama atau bahasa lain.6 Pada pembahasan kamus leksikologi dan leksikografi keduanya hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.7 Setiap makna kata dalam kamus memiliki padanan. Kata ini sepadan atau tidak kita bisa mengetahuinya dengan cara membuka kamus.

Untuk itu, peneliti tertarik untuk membuat sebuah kamus cetak istilah pariwisata Arab-Inggris-Indonesia yang bisa digunakan oleh para wisatawan dan akademisi khususnya berbagai kalangan masyarakat yang menyukai dunia pariwisata agar ada kesatuan bahasa dan kesamaan

3 I Gusti Bagus Rai Utama, Pengantar Industri Pariwisata. (Yogyakarta:

CV Budi Utama, 2016), h. 1.

4 Ni Wayan Suwithi, Akomodasi Perhotelan Jilid 1. (Jakarta:

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2008), h. 36.

5 Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000), h. 44.

6 Henri Guntur Tarigan, Pengajaran Semantik. (Bandung: Angkasa 2009), h. 136.

7 H.R. Taufiqurrochman. Leksikologi Bahasa Arab. (UIN Malang Press, 2008), h. 6.

(19)

3

pengertian guna menghilangkan persepsi yang berbeda dalam mencernakan hal-hal yang berkaitan dengan pariwisata dan mendeskripsikan proses pemadanan istilah pariwisata dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Oleh karena itu, peneliti memilih topik untuk skripsi ini dengan judul “Kamus Istilah Pariwisata Arab-Inggris-Indonesia”.

B. Batasan dan Rumusan Masalah

Agar pokok permasalahan tidak terlalu meluas maka berdasarkan permasalahan di atas, peneliti hanya membatasi kosakata istilah pariwisata dalam tiga bahasa yaitu bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Sedangkan perumusan masalahnya sebagai berikut:

1. Bagaimana proses pemadanan istilah pariwisata pada Kamus Istilah Pariwisata Arab-Inggris- Indonesia?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Mendeskripsikan proses pemadanan istilah pariwisata pada Kamus Istilah Pariwisata Arab- Inggris-Indonesia.

D. Manfaat Penelitian

Ditinjau dari aspek teoritis, penelitian ini mempunyai beberapa manfaat, yaitu:

1. Memberikan wawasan keilmuan tentang peristilahan pariwisata dalam Bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia.

(20)

4

2. Memudahkan para pengguna dan dapat digunakan oleh semua kalangan khususnya bagi para wisatawan dan akademisi.

3. Dapat memberikan manfaaat dan kontribusi keilmuan kepada penerjemah tentang Istilah Pariwisata.

Sedangkan, secara praktis penelitian ini memepunyai beberapa manfaat, yaitu:

1. Memperkaya literasi di Indonesia dalam bidang perkamusan khususnya istilah pariwisata.

2. Menambah khazanah perkamusan di Indonesia.

E. Penelitian Terdahulu

Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan tinjauan pustaka setelah mencari berbagai macam literature sebagai bahan rujukan skripsi, peneliti menemukan beberapa enelitian tentang kamus diantaranya:

Pertama, Syukron Nurul Fajri pada tahun 2011 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan skripsi yang berjudul “Akurasi Padanan Politik dan Ekonomi Arab-Indonesia”. Skripsi tersebut menerjemahkan kata dengan analisis Banding Semantik Leksikal Kamus Al-Ashri dengan kamus Kontemporer Arab-Indonesia Istilah politik Ekonomi untuk mendapatkan padanan yang sesuai dan akurat. Sementara penelitian ini mendeskripsikan proses pemadanan Istilah

(21)

5

Pariwisata dalam kamus Istilah pariwisata Arab-Inggris- Indonesia.

Kedua, Ali pada tahun 2014 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan skripsi yang berjudul “Kamus Mutarjim (Aplikasi Kamus Arab-Indonesia berbasis internet)”. Skripsi yang mendeskripsikan pembuatan aplikasi kamus Mutarjim Arab-Indonesia serta menunjukan cara penggunaan kamus tersebut dan penyajiannya berupa kamus elektronik, sementara dalam skripsi ini menampilkan sebuah kamus Istilah Pariwisata Indonesia-Inggris-Arab berupa kamus buku/ cetak.

Ketiga, Muhammad Aldi Darmawan 2017 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan skripsi yang berjudul ”Kamus Cilik Tiga Bahasa Bergambar Indonesia, Inggris, Arab (Analisis Leksikografi

& Semiotika).” Skripsi yang mengkaji dengan ilmu leksikografi, semiotika dan semantik, dan membatasi kosakata yaitu hanya kosakata-kosakata yang umum yang sering dijumpai oleh anak dan merancangnya pada sebuah kamus saku berambar. Sementara dalam skripsi ini merancang sebuah kamus yang di dalamnya hanya terdapat kosakata Istilah Pariwisata dalam Bahasa Arab-Inggris- Indonesia.

Keempat, Annida Suri Hasanah pada tahun 2017 UIN Syarif hidayatullah Jakarta dengan skripsi yang berjudul, “Terjemahan Kamus “Al-Farid” Arab-Inggris (Studi Kasus Istilah Ekonomi). Skripsi ini mendeskripsikan

(22)

6

teknik dan langkah pemadanan istilah konomi pada terjemahan kamus “Al-Farid” Arab-Inggris. Sementara skripsi ini mendeskripsikan proses pemadanan Istilah pariwisata dalam kamus istilah pariwisata Arab-Inggris- Indonesia.

Kelima, Fitriana Ray 2017 UIN Hidayatullah Jakarta dengan skripsi yang berjudul, “Istilah Teknologi Informasi Bahasa Arab dan Padanannya dalam kamus al- Ashri”. Skripsi ini mencari ketepatan padanan Istilah teknologi Informasi dalam kamus al-Ashri. Sementara skripsi ini mendeskripsikan proses pemadanan Istilah pariwisata.

Dengan hasil tinjauan di atas dapat disimpulkan bahwa kesamaan dalam belum dilakukan penelitian tentang sebuah kamus istilah pariwisata tiga bahasa. Oleh karena itu penelitian kamus istilah pariwisata Arab-Inggris- Indonesia ini sangatlah penting.

F. Sistematis Penelitian

Agar dapat memudahkan dalam pembahasan, sistematika penelitian skripsi ini peneliti susun dalam lima bab, yaitu:

Bab I Pendahuluan. Bab ini meliputi, latar belakang masalah, perumusan dan batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penelitian terdahulu dan sistematika penelitian.

Bab II Kerangka Teori. Bab ini merupakan landasan teori yang terdiri dari tiga sub-bab: Pertama, teori

(23)

7

yang membahas kamus. Kedua, leksikologi dan leksikografi. Ketiga, peristilahan. Keempat, pemadanan istilah.

Bab III Metodologi penelitian dan gambaran umum kamus.

BAB IV Pertanggungjawaban hasil pemadanan kamus istilah pariwisata (Arab-Inggris-Indonesia).

Bab V bab ini berisi kesimpulan dan rekomendasi.

(24)

8

(25)

9 BAB II

KERANGKA TEORI

A. Kamus Sebagai Sumber Istilah 1. Definisi Kamus

Kamus menurut C.L. Barnhart adalah sebuah buku rujukan yang berisi kosakata pilihan yang umumnya disusun secara alfabetis disertai dengan penjelasan maknanya dan dilengkapi dengan informasi lain yang berhubungan dengan kosakata, baik mengunakan bahasa yang sama dengan kosakata yang ada maupun bahasa lain (Bahasa Asing).8

Kata kamus berasal dari bahasa Arab qamus yang biasa dipadankan dengan kata dictionary dalam bahasa Inggris. Baik qamus maupun dictionary menurut Hans Wehr secara harfiah berarti ocean (samudra), karena kamus menghimpun kata-kata, atau istilah-istilah secara luas. Kata qamus juga bersinonim dengan mu’jam. Karena keduanya merupakan sinonim, maka secara terminologis berarti sama.9

Jadi dapat disimpulkan kamus (qamus/ mu’jam/

dictionary) adalah buku yang memuat daftar kosakata atau istilah, baik umum maupun khusus secara alfabetis

8 H.R. Taufiqurrochman. Leksikologi Bahasa Arab, h. 132.

9 Acep Hermawan, Metodelogi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 258.

(26)

disertai penjelasan makna, penggunaan, pelafalan, pembentukan, padanan dalam bahasa lain atau bahasa lain atau bahasa yang ada di kamus itu.

2. Fungsi Kamus

Kamus merupakan hasil konkrit dan akhir kerja leksikograf atau pakar kamus yang menghimpun semua kosakata yang ada dalam suatu bahasa. Kamus berfungsi menampung konsep-konsep budaya dari masyarakat atau bangsa penutur bahasa tersebut, oleh Karena itu fungsi kamus pada umumnya selain kamus Arab memiliki fungsi-fungsi praktis, yaitu mengetahui makna kata, lafal kata, ejaan kata, penyukuan kata, kebakuan kata dan informasi lainnya mengenai kata.10 Adapun fungsi kamus Arab mencakup beberapa hal, sebagai berikut:11

a. Menjelaskan Makna Kata b. Menjelaskan Artikulasi Kata c. Menjelaskan Huruf Hijaiyah d. Mencari Akar Kata

e. Memberikan Informasi Morfologis dan Sintaksis

f. Memberikan Informasi Penggunaan Kata g. Memberikan Informasi lainnya

10 Abdul Chaer, Leksikologi dan Leksikografi Indonesia, h. 184-189.

11 H.R. Taufiqurrochman, Leksikologi Bahasa Arab, h. 144-152.

(27)

3. Macam Kamus

Kamus sangat beragam tergantung tujuan penyusunan kamus dan perwajahannya (performance) yang direlevansikan dengan kebutuhan masyarakat.

Macam-macam kamus yaitu:12 a. Kamus Bahasa (lughawi)

Yaitu kamus yang secara khusus membahas lafal atau kata-kata dari sebuah bahasa dan dilengkapi dengan pemakaian kata tersebut.

b. Kamus Terjemah

Yaitu disebut juga dengan kamus mazdujah (campuran) atau kamus bilingual yang memadukan dua bahasa untuk menentukan titik temu makna dari kosakata.

c. Kamus Tematik (maudhu’i)

Yaitu disebut juga kamus maknawi, karena kata-kata yang terhimpun di dalam kamus disusun secara tematik berdasarkan topik-topik tertentu yang memiliki makna sebidang.

d. Kamus Derivatif (isytiqaqi)

Yaitu disebut juga kamus etimologis, kamus yang membahas asal-usul sebuah kata, sehingga kamus derivative/etimologis berfungsi untuk menginformasikan asal-usul lafal/kosakata.

12 H.R. Taufiqurrochman, Leksikologi Bahasa Arab, h. 152-167.

(28)

e. Kamus Evolutif (tathawwuri)

Yaitu kamus yang lebih memprioritaskan sejarah perkembangan makna dari sebuah kata, bukan lafalnya. Kamus evolutif memberikan informasi tentang perluasan makna, perubahannya, sebab-sebab perubahan makna dan sebaliknya. Misalnya, perkembangan makna kata adab sufi sejak masa jahiliyah hingga masa kini.

f. Kamus Spesialis (takhashshushi)

Yaitu kamus yang hanya menghimpun kata- kata yang ada dalam satu bidang/disiplin ilmu tertentu. Ada kamus kedokteran, kamus pertanian, kamus musik, dan sebagainya.

Contoh kamus spesialis adalah kamus at- Tadzkirah yang ditulis oleh Dawud al-Anthaqi al-Dharir. Kamus ini memuat kata-kata yang khusus berhubungan dengan nama-nama tumbuhan dan serangga.

g. Kamus Informatif (dairah, ma’lamah)

Yaitu kamus yang mencakup segala hal termasuk sejarah pengguna bahasa, tokoh- tokohnya dan sebagainya. Kini, kamus informatif lebih dikenal dengan ensiklopedia yang menjelaskan sebuah kata tidak hanya sekedar membahas makna dan derivasi dari sebuah kata, tapi juga mencakup segala

(29)

informasi lain di luar makna leksikon, seperti:

sejarah, biografi, peta, kronologi/peristiwa perang, dan sebagainya.

h. Kamus Visual

Yaitu kamus yang dalam menjelaskan makna kata lebih menonjolkan gambar-gambar dari kata yang dimaksud daripada sebuah istilah yang definitif. Sebuah gambar, memang terbilang efektif dalam menjelaskan definisi atau pengertian sebuah kata. Penggunaan lambang-lambang (baca:gambar) dalam sebuah kamus termasuk hasil inovasi baru di bidang leksikografi.

i. Kamus Buku (mu’jam al-kitab)

Yaitu kamus yang khusus dibuat untuk memahami makna dari kosakata yang termuat dalam sebuah buku. Misalnya buku-buku teks pelajaran.

j. Kamus Digital

Yaitu perangkat lunak computer (softwere) yang memuat program terjemah atau kamus bahasa yang bisa dijalankan melalui media elektronik seperti komputer, handphone, PDA, dan perangkat lainnya.

(30)

k. Kamus On-line

Yaitu program kamus secara yang bisa diakses memalui internet. Salah satu kamus on- line yang popular adalah “Google translate”.

4. Penyusunan Kamus

Kamus merupakan salah satu alat penunjang yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Penyusunan kamus dilakukan melalui beberapa tahap. Menurut Chaer penyusunan kamus terbagi dalam beberapa tahap, yaitu : (1) Perancangan kamus; (2) Pembinaan data korpus; (3) Pengisihan dan pengaabjadan data; (4) Pengolahan data; dan (5) Pemberian makna.13 Adapun penjelasan dari masing-masing tahap adalah sebagai berikut.14

a. Perancangan Kamus, tahap perancangan kamus merupakan tahap awal yang harus dilakukan ketika membuat suatu kamus. Hal ini dikarenakan dalam tahap ini mencakup penentuan tujuan pembuatan kamus dan pendekatan kerja. Langkah selanjutnya setelah kedua tahap itu matang adalah mulai menghimpun unsurunsur yang digunakan seperti modal, komputer, Sumber Daya Manusia, juga peralatan lain yang dibutuhkan.

13 Abdul Chaer, Leksikologi dan Leksikografi Indonesia, h. 190.

14 Dwi Mawanti, Pengembangan Kamus Visual Multi Bahasa (ArabInggris-Indonesia-Jawa) untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Berbasis Kearifan Lokal, (Semarang: IAIN Walisongo, 2014), h. 27.

(31)

b. Pembinaan data korpus, tahap kedua setelah perancangan kamus adalah pembinaan data korpus. Dalam tahap ini biasanya penyusun Perancangan membaca referensi sebanyak- banyaknya untuk mengumpulkan kata-kata asli yang digunakan oleh masyarakat tertentu.

Setelah kata-kata tersebut terkumpul, kemudian yang perlu dilakukan adalah mengurutkan sesuai abjad.

c. Pengabjadan data, tahap ketiga adalah tahap pengabjadan data. Kosakata yang telah didapatkan diurutkan sesuai abjad. Hal ini dilakukan agar kata-kata dapat tersusun secara sistematis dan memudahkan pengguna unuk mencari kata yang diinginkan.

d. Pengolahan data, setelah melalui tahap pengumpulan dan pengabjadan, maka dalam tahap ini kata-kata tersebut dianalisis. Pada tahap penganalisisan ini menghasilkan klasifikasi kata berupa kata-kata lewah (tidak perlu), kata-kata baru, kata-kata neologisme (kata baru namun jarang digunakan) dan kata yang mengalami perubaan makna. Setelah diketahui klasifikasi kata tersebut, kata yang berkategori kata lewah tidak diikutsertakan dalam tahap penyusunan kamus berikutnya.

(32)

e. Pemberian Makna, pemberian makna merupakan tahap terakhir dalam penyusunan data yang ada dalam kamus. Pada tahap ini setiap kata yang telah melalui proses di atas dijabarkan maknanya. Pemberian makna ini diperbolehkan merujuk pada referensi yang sudah ada seperti kamus, daftar istilah, dan referensi lain yang masih relevan.

B. Leksikologi Dan Leksikografi

Menurut etimologi, istilah leksikologi dan leksikografi berasal dari bahasa Yunani yaitu Lexikon yang artinya ucapan atau kata.15 Leksikologi, dalam bahasa Inggris dinamakan lexicology yang berarti ilmu/studi mengenai bentuk, sejarah dan arti kata-kata. Sedangkan dalam bahasa Arab, leksikologi disebut dengan Ilm al- Ma’ajim, yaitu ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk kamus.16

Menurut Hilmy Khalil leksikologi adalah kajian teoritis tentang makna leksikal dalam sebuah kamus yang bahasanya, meliputi krakteristik kosakata, komponennya, perkembangan maknanya dan lain sebagainya. Sedangkan leksikografi adalah bagian dari ilmu linguistik terapan yang membahas tentang seni dan teknik menyusun kamus, pemilihan kata serapan, penentuan definisi, dan informasi

15 Harimurti Kridalaksana, kamus linguistik, h. 114.

16 H.R. Taufiqurrochman, Leksikologi Bahasa Arab, h. 1.

(33)

lain yang fungsinya memberi pemahaman yang benar tentang makna kosakata kepada pengguna kamus.17

Menurut Ali Al-Qasimy leksikografi adalah ilmu yang membahas tentang lima langkah utama dalam menyusun kamus, yaitu:18

1. Mengumpulkan data (kosa kata),

2. Memilih pendekatan dan metode penyusunan kamus yang akan ditempuh,

3. Menyusun kata dengan sesuai dengan sistematika tertentu,

4. Menulis materi, dan

5. Mempublikasikan hasil kodifikasi bahasa atau kamus tersebut.

Hubungan leksikografi dengan leksikologi memang dekat sekali sehingga batas antara keduanya sering sukar ditentukan. Yang jelas, ilmu mengenai leksikon disebut leksikologi (pakarnya disebut leksikolog), sedangkan penulisan mengenai leksikologi disebut leksikografi (pakarnya disebut leksikograf). Seorang leksikolog identik dengan seorang leksikograf. Sebaliknya, seorang leksikograf pun identik dengan seorang leksikolog.19 Zgusta menyatakan bahwa kerja utama seorang leksikografer ada empat, yaitu mengumpulkan data yang berupa kosakata bahasa, menyeleksi entri,

17 H.R. Taufiqurrochman, Leksikologi Bahasa Arab, h. 7.

18 H.R. Taufiqurrochman, Leksikologi Bahasa Arab, h. 8-9.

19 Abdul Chaer, Leksikologi dan Leksikografi Indonesia,h. 176-177.

(34)

mengonstruksi entri, dan merangkai serta menyusun entri.20

C. Istilah dan Tata Istilah

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang maknanya sudah tetap atau pasti dan hanya digunakan di dalam bidang ilmu tertentu.21 Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Tata istilah (terminologi) adalah perangkat asas dan ketentuan pembentukan istilah serta kumpulan istilah yang dihasilkannya. Misalnya:

anabolisme pasar modal

demokrasi pemerataan

1. Istilah Umum dan Istilah Khusus

Istilah umum adalah istilah yang berasl dari bidang tertentu, yang karena dipakai secara luas, menjadi unsur kosakata umum. Misalnya:

22

anggaran belanja penilaian

daya radio

Istilah khusus adalah istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja. Misalnya:

Apendektomi kurtosis,

20 Teguh Setiawan, Leksikografi (Yogyakarta: Ombak Dua, 2015), h. 11.

21 Abdul Chaer, Leksikologi dan Leksikografi Indonesia, h. 88.

22 Pusat Bahasa, Pedoman Umum Pembentukan Istilah, (edisi ketiga), (Jakarta: 2006), h. 1.

(35)

Bipatride pleistosen.

2. Persyaratan Istilah yang Baik

Dalam pembentukan istilah, perlu diperhatikan persyaratan dalam pemanfaatan kosakata bahasa Indonesia berikut ini.23

a. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling tepat untuk mengungkapkan konsep termaksud dan yang tidak menyimpang dari makna itu.

b. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling singkat di antara pilihan yang tersedia yang mempunyai rujukan sama.

c. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bernilai rasa (konotasi) baik.

d. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang sedap didengar (eufonik).

e. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia.

D. Padanan Istilah

1. Pengertian Padanan

Padanan merupakan bagian yang sangat penting dalam penerjemahan. Menurut New Mark dalam Syihabuddin menyatakan “Bahwa istilah padanan mengacu pada prosedur penerjemahan kosakata

23 Pusat Bahasa, Pedoman Umum Pembentukan Istilah, (edisi ketiga), h.

2.

(36)

kebudayaan”. Padanan yang dikatakan oleh New Mark padanan meliputi kosakata yang berada di bawah kategori kebudayaan. Kosakata kebudayaan sangat luas cakupannya terutama apabila istilah kebudayaan dipandang secara universal yang juga meliputi peradaban. Istilah kebudayaan bisa saja meliputi masalah agama, seni, hukum, ekonomi, dan sebagainya.24

Dalam kamus linguistik disebutkan bahwa arti padanan ialah kata atau frase yang sama atau bersamaan dengan kata atau frase dalam bahasa lain.25 Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam memilih padanan leksikal yang sesuai. Pertama, ada konsep dalam teks sumber yang sudah dikenal dalam bahasa sasaran, tetapi yang harus diterjemahkan dengan padanan yang tidak harfiah. Kedua, ada konsep dalam bahasa sumber yang dikenal dalam bahasa sasaran, dan ketiga, ada unsur leksikal dalam teks yang merupakan kata kunci, yaitu kata-kata penting untuk tema dan perkembangan teks dari memerlukan perlakuan khusus.26

Dalam KBBI, banyak istilah asing yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, namun

24 Syihabuddin, Penerjemahan Arab-Indonesia (Teori dan Praktek), (Bandung : Humaniora, 2005), h. 117.

25Harimurti Kridalaksana, kamus linguistik, h. 170.

26 Mildred L, Larson, Penerjemahan Berdasar Makna: Pedoman untuk pemadanan Antar bahasa. (Jakarta: ARCAN. 1989), h. 161.

(37)

belum populer di kalangan masyarkat. Istilah bahasa Indonesia yang tepat untuk menggantikan istilah atau kata asing inilah yang disebut padanan kata.27 Seperti contoh acceleration merupakan padanan dari percepatan. Padanan merupakan suatu kata atau frase yang bersamaan dalam bahasa lain. Sebenarnya banyak istilah asing yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun, belum banyak yang populer dikalangan masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata padanan di antaranya 1. keadaan seimbang (sebanding, senilai, seharga, sederajat, sepadan), 2. Kata atau frasa dalam sebuah bahasa yang memiliki kesejajaran makna dengan kata atau frasa dalam bahasa lain, misalnya maison dalam bahasa Prancis padanannya rumah dalam bahasa Indonesia; ekuivalen.28 Jadi, dapat dikatakan bahwa padanan ialah kata atau frasa yang memliki kesejajaran makna antara kata atau frasa dalam bahasa masing-masing.

2. Proses Pemadanan Istilah

Pemadanan Istilah pada proses pemadanan ini apabila pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia jika perlu ke salah satu bahasa serumpun itu dilakukan melalui proses penerjemahan, penyerapan

27 Linda Puspitasari, Sinonim, Antonim, dan Padanan Kata, (Jakarta: Intra Pustaka, 2013), h. 267.

28 KBBI V. Versi 0.2.1 Beta (21).

(38)

atau gabungan penerjemahan dan penyerapan. Demi keseragaman sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakainya bersifat Internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya. Dalam penelitian istilah serapan dilakukan dengan atau tanpa penyesuaiaan ejaannya berdasarkan kaidah fonotaktik, yakni hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa Indonesia.29 Untuk mengetahui pemadanan istilah dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia melalui beberapa proses, yaitu proses penerjemahan dan penyerapan.

a. Penerjemahan

1) Penerjemahan Langsung

Istilah Indonesia dapan dibentuk lewat penerjemahan langsung berdasarkan kesesuaian makna, tetapi bentuknya tidak sepadan, misalnya:

Supermarket pasar swalayan Merger gabungan usaha.

Penerjemahan dapat pula dilakukan berdasarkan kesesuainan bentuk dan makna, misalnya:

Bonded zone kawasan berikat Skyscraper pencakar langit.

29 Pusat Bahasa, Pedoman Umum Pembentukan Istilah, (edisi ketiga), h. 4.

(39)

Penerjemahan istilah asing memiliki beberapa manfaat. Selain memperkaya kosakata bahasa dengan sinonim, istilah terjemahan juga meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia.

Dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan perlu diperhatikan pedoman berikut.30

a) Penerjemahan tidak harus berasas satu kata diterjemahkan dengan satu kata, misalnya:

Psychologist ahli psikologi Medical practitioner dokter.

b) Istilah asing dalam bentuk positif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk positif, sedangkan istilah dalam bentuk negatif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia negatif pula. Misalnya:

Bound form bentuk terikat (bukan bentuk tak bebas) Illliterate niraksa Inorganic takorganik c) Kelas kata istilah asing dalam

penerjemahan sedapat dapatnya

30 Pusat Bahasa, Pedoman Umum Pembentukan Istilah, (edisi ketiga), h. 5.

(40)

dipertahankan pada istilah terjemahannya. Misalnya:

Merger(nomina)

gabung usaha(nomina) Transparent(adjektiva)

bening(adjektiva)

(to) filter (verba) menapis (verba).

d) Dalam penerjemahan asing dengan bentuk plural, pemarkah kejamakannya ditang-galkan pada istilah Indonesia. Misalnya:

Alumni lulusan master of ceremonies pengatur acara charge d’affaires kuasa usaha.

2) Penerjemahan dengan perekaan

Adakalanya upaya pemadanan istilah asing perlu dilakukan dengan menciptakan istilah baru. Istilah factoring, misalnya, sulit diterjemahkan atau diserap secara utuh. Dalam khazanah kosakata bahasa Indonesia/melayu terdapat bentuk anjak dan piutang yang menggambarkan pengalihan hak menagih utang. Lalu, direka istilah anjak piutang sebagai padanan istilah factoring. Begitu pula pemadanan catering menjadi jasa boga dan invention menjadi rekacipta, diperoleh lewat perekaan.

(41)

b. Penyerapan

1) Penyerapan Istilah

Proses penyerapan istilah asing, dengan mengutamakan bentuk visualnya, dilakukan dengan cara yan berikut.31

a) Dengan penyesuaian ejaan dan lafal.

Misalnya:

camera kamera,

microphone mikrofon,

system sistem.

b) Penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal. Misalnya:

design desain

file fail

science sains

c) Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal, misalnya:

Bias bias

nasal nasal

radar radar.

d) Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal.

1. Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan lafal

31 Pusat Bahasa, Pedoman Umum Pembentukan Istilah, (edisi ke tiga), h.

6.

(42)

dilakukan jika ejaan dan lafal istilah asing itu tidak berubah dalam banyak bahasa modern, istilah itu dicetak dengan huruf miring.

Misalnya:

allegro moderato divide et impera aufklarung dulce et utile status quo in vitro

2. Penyerapan istilah tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika istilah itu dipakai secara luas dalam kosakata umum.

Istilah itu tidak ditulis dengan huruf miring (dicetak huruf tegak), Misalnya:

golf golf

lift lift

internet internet

c. Gabungan penerjemahan dan penyerapan Istilah bahasa Indonesia dapat dibentuk dengn cara menerjemahkan dan menayerap istilah asing sekaligus, misalnya: bound morpheme-morfem terikat, clay colloid-koloid lempung, subdivision-subbagian.32

32 Pusat Bahasa, Pedoman Umum Pembentukan Istilah, (edisi ke tiga), h.

20.

(43)

27 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM KAMUS

A. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian

Pada metode ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif merupakan prosedur yang menghasilkan data deskripsi berupa data tertulis atau lisan di masyarakat bahasa.33 Sedangkan Deskriptif adalah data yang dikumpulkan bukanlah angka-angka, dapat berupa kata-kata atau gambaran sesuatu.34

2. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini adalah mengumpulkan kosakata dari berbagai korpus lalu menyusunnya menjadi Kamus Istilah Pariwisata Arab-Inggris- Indonesia kemudian mendeskripsikan proses pemadanan Istilah Pariwisata.

3. Sumber Data

Peneliti menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data skunder.

33 T. Fatimah Djajasudarma, Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian (Bandung: Refika aditama, 2006), h. 10.

34 T. Fatimah Djajasudarma, Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian, h. 16.

(44)

Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah situs pariwisata online berbahasa Arab, yaitu https://news.travelerpedia.net/ dan http://almasalla.travel/. Di dalamnya berisi tentang berita pariwisata, objek pariwisata, istilah pariwisata, dan semua yang berhubungan dengan pariwisata. Serta beberapa kamus yaitu, Arabic-English Thematic Lexicon karya Daniel Newman, Lexicon of Tourism Term Englis-Arabic Saudi Commission for Tourism &

Antiquities, Glossary of Arabic terms For the Conservation of Cultural heritage karya Hossam Mahdy, Oxford Dictionary, Kamus al-Ashri karya Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus al- Ma ̒any, Kamus Istilah Pariwisata Pusat Bahasa, dan Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) Daring.

Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah semua literatur-literatur atau kamus termasuk Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) dan juga laman yang membantu serta melengkapi penelitian ini.

4. Teknik Pengumpulan Data

Kegiatan dalam teknik ini, yaitu mengumpulan;

memilih, memilah; dan menata.35 Untuk mendapatkan data yang dikehendaki sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:

35 Muhammad, Metode Penelitian Bahasa, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), h. 200.

(45)

a. Baca dan Catat

Yang dimaksud dengan teknik baca adalah semua sumber data baik primer maupun sekunder dibaca secara menyuluruh, yang tujuannya adalah untuk mencari data-data yang diperlukan. Sedangkan teknik catat adalah mencatat semua data-data yang sudah ditemukan di dalam lembar atau file khusus.

Tujuannya adalah agar data-data tersebut tidak hilang atau tercampur dengan hal-hal lain.

b. Studi Literatur Sejenis

Studi literatur sejenis adalah mempelajari literature-literatur yang sudah ada yang berhubungan atau sesuai dengan tema penelitian yang dilakukan. Nantinya literature- literatur ini akan menjadi rujukan atau acuan dalam proses penelitian. Literatur sejenis dalam teknik ini adalah berita atau kamus yang berhubungan dengan istilah pariwisata bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia.

c. Pengabjadan Data

Pengabjadan data adalah proses penyusunan data agar data-data yang telah dikumpulkan dapat tersusun secara sistematis

(46)

dan mempermudah proses pengolahan data.36 Pengabjadan data ini berupa kumpulan kosakata istilah pariwisata bahasa Arab.

d. Pengolahan Data

Setelah melalui tahap pengumpulan dan pengabjadan, selanjutnya data-data yang sudah terkumpul akan dianalisis. Penganalisisan ini dilakukan berdasarkan proses pemadanan istilah menurut Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Bagan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

36 Dwi Mawanti, Pengembangan Kamus Visual Multi Bahasa (Arab- Inggris-Indonesia-Jawa) untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Berbasis Kearifan Lokal, (Semarang: IAIN Walisongo, 2014), h. 28.

Teknik Pengumpulan Data

Langkah 1 Baca dan Catat

Langkah II Studi Literatur Sejenis

Langkah III Pengabjadan Data

Langkah IV Pengolahan Data

(47)

5. Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis data istilah pariwisata yang dikumpulkan dari situs berita pariwisata online berbahasa Arab yaitu, https://news.travelerpedia.net/ dan http://almasalla.travel/. Setelah mengumpulkan istilah pariwisata tersebut, peneliti mencari padanan istilah pariwisata bahasa arab dengan proses pemadanan istilah menurut Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI). Untuk mengetahui ketepatan padanan yang ada dalam kamus tersebut, maka peneliti membandingkan dengan kamus lainnya menggunakan beberapa kamus seperti al-Ashri dan al-Ma’any Daring untuk bahasa Arab-Indonesia, Arabic-English Thematic Lexicon untuk bahasa Arab-Inggris, Lexicon of Touristic Terms English-Arabic untuk bahasa Inggris-Arab, kamus Istilah Pariwisata dan Oxford Dictionary untuk bahasa Inggris-Indonesia, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk bahasa Indonesia. Setelah itu peneliti menyusunnya menjadi Kamus Istilah Pariwisata Arab- Inggris-Indonesia.

(48)

Bagan proses analisis data sebagai berikut:

al-Ashri dan al-Ma’any Daring untuk bahasa

Arab-Indonesia

Arabic-English Thematic Lexicon untuk bahasa Arab-

Inggris

Lexicon of Touristic Terms English-Arabic

untuk bahasa Inggris- Arab kamus Istilah Pariwisata

dan Oxford Dictionary untuk bahasa Inggris-

Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia

untuk bahasa Indonesia

Mengumpulkan istilah pariwisata bahasa arab dari situs berita pariwisata online berbahasa Arab yaitu,

https://news.travelerpedia.net/ dan http://almasalla.travel/

Mencari padanan istilah pariwisata dalam kamus

Disusun menjadi kamus Istilah Pariwisata Arab-Inggris-Indonesia

(49)

B. Gambaran umum kamus 1. Kamus al-Ashri dan Penulis

Kamus al-‘Aṣri adalah kamus kontemporer Arab- Indonesia yang disusun oleh KH. Atabik Ali dan Zuhdi Muhdlor. KH. Imron Hamzah mengatakan bahwa kedua penyusun tersebut telah menyusun dengan sabar dan ulet.37 Kedua penyusun ini mempunyai aktifitas tersendiri di ruang lingkup yang sama yaitu pondok pesantren Krapyak Yogyakarta. KH. Atabik Ali adalah pengasuh pesantren yang menggantikan ayahnya al Maghfurlah KH. Ali Makhsum, sedangkan Ahmad Zuhdi Muhdlor adalah direktur lembaga kajian Islam mahasiswa di pesantren tersebut. Dalam menyusun kamus tersebut, keduanya mengalami kebosanan dan hampir putus asa karena memasuki rimba raya kosakata bahasa Arab yang sangat luas. Namun ketika niat keduanya untuk ikut menyebarluaskan al-Quran ini terus memperoleh dorongan dari berbagai pihak, maka keduanya tetap melangkah hingga kamus ini sampai ke tangan para pembaca.

Nama “al-‘Aṣri” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris “modern” atau “up-to date” merupakan pilihan nama kamus yang diberikan oleh kedua penyusun ini, karena selain syarat dengan kosakata atau

37Atabik Ali dan A. Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer Arab Indonesia, (Yogyakarta:

Multi Karya Grafika, 1998), h. 3.

(50)

istilah-istilah Arab klasik yang biasa digunakan dalam penulisan kitab, kamus ini telah berusaha sepenuhnya memasukkan kosakata dan istilah-istilah modern/kontemporer terutama untuk memenuhi kebutuhan peristilahan yang menyangkut perkembangan sains dan teknologi yang belum biasa digunakan dalam kitab-kitab, terutama yang disebut dengan kitab kuning.

KH. Atabik Ali dan Zuhdi Muhdlor memberikan penjelasan mengenai latar belakang penyusunan kamus ini:

a. Perkembangan bahasa Arab yang sangat pesat karena bahasa Arab terus membuka diri dengan masuknya istilah-istilah atau ungkapan-ungkapan baru.

b. Selain merupakan bahasa populer yang sehari-hari digunakan oleh ratusan juta umat manusia, khususnya umat Islam seperti shalat, haji, dan sebagainya.

c. Dalam tata hubungan antar bangsa, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) relah menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa internasional di samping bahasa Inggris dan bahasa Prancis. Hal ini juga disebabkan oleh letak strategis negara-negara Arab (Timur Tengah), baik sebagai pusat agam Islam (Saudi Arabia khususnya), pusat minyak dunia.

(51)

d. Kegairahan yang dilandasi oleh kesadaran terhadap Islam yang terus menggelinding khususnya dari kaum terpelajar (kaum intelektual). Kesan dari mayoritas orang khsusnya umat Islam di Indonesia (bahkan di negara-negara ASEAN) bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang sulit bahkan dianggap sebagai bahasa momok yang menakutkan, bahkan orang yang telah bertahun- tahun mempelajari bahasa Arab belum tentu dapat menguasai aspek-aspek bahasa Arab secara komprehensif.

Kamus al-‘Aṣri disusun dengan pola alfabetis.

Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor menyusunnya dari huruf alif sampai ya’, sehingga memudahkan para pengguna untuk mencarinya. Kamus ini juga disusun tidak berdasarkan pola akar kata untuk mencari makna atau arti kosakata yang dicari para pengguna, akan tetapi dengan mencari huruf awal yang ingin dicari maka kosakata tersebut akan lebih cepat didapatkan oleh para pengguna. Sebagai contoh: kata لخدأdicari pada bab alif, kata لخادتdicari pada bab ta’, kata لخاد dicari pada bab dal, dan kata ةلخادم dicari pada bab mim.

Kamus ini juga menjelaskan bahwa secara umum, penyusun tidak mencantumkan “لا فيرعتلا” kecuali pada beberapa kata yang penulisannya menjadi berubah jika disitu dituliskan لا فيرعتلا, seperti kata( يضاقلا) ضاق(ىلاعلا) )يراضلا( راض ) لاعarti/padanan dari

(52)

kosakata pada kamus ini dihindarkan dari arti/padanan yang sudah tidak banyak digunakan lagi. Jadi penyusun ini melakukannya untuk menghindari bertele-telenya pengartian serta ketebalan pada kamus. Penyusun tidak ingin kamus tersebut menjadi terlalu tebal disebabkan oleh banyaknya arti klasik yang tidak banyak lagi.

Namun kamus ini tetap kaya dengan arti/padanan yang relevan dengan perkembangan/dinamika bahasa Arab maupun bahasa non Arab (‘Ajam).

Kamus ini juga disusun dengsn beberapa arti/nama yang diperjelas dengan gambar seperti, nama-nama binatang, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya.

Begitu juga istilah-istilah tertentu dari arti kosakata yang menurut penyusun perlu dikemukakan bahasa

‘ajamnya, maka arti tersebut ditulis secara utuh dalam kurung di belakang arti bahasa Indonesianya. Hal ini diberikan untuk mempermudah pambaca dalam menangkap atau memahami arti tersebut karena juga lebih mengerti bahasa lainnya yang kadang sudah terpopuler ditelinga kita.

Jadi, selain disusun secara alfabetis, kamus al-‘Aṣri ini merupakan kamus yang mempunyai makna terbaru, terupdate, serta modern, sehingga para pembaca dapat lebih memudah memahami arti/padanan yang tertera dalam kamus tersebut. Selain arti/padanan yang terbaru, kamus ini juga dapat mempermudah para pengguna dengan penyusunan kamus yang tidak

(53)

berdasarkan dari akar kata, akan tetapi langsung dari kosakata yang ingin dicari saja, maka pengguna akan lebih cepat menemukan kosakata yang dicari.

Meskipun tebal, kamus ini mempunyai kelebihan tersendiri untuk memudahkan para pembacanya.

2. Kamus al-Ma’any dan Penulis

Kamus online Al-ma’any, paling lengkap saat ini dan banyak dipakai para penuntut ilmu baik kyai, ustadz, santri dan mahasiswa, sudah ada dalam 9 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Menggunakan kamus online ini sangat mudah, cukup menuliskan kata bahasa Arab dalam kotak yang telah tersedia. Atau menuliskan beberapa huruf awal yang dimaksud sehingga muncul kata kata perkiraan yang sudah ada di bank data. Pilih kata yang dimaksud, dan tekan tombol enter untuk mendapatkan terjemahnya.

Keunggulan kamus ini dibanding dengan kamus online lainnya navigasi mudah. Kamus online Almaany didukung dengan sembilan bahasa asing, seperti Inggris, Prancis, Spanyol, Portugal, Turki dan Persia, Asbania, Almania dan Indonesia. Tampilan bahasa bisa diubah sesuai sembilan bahasa di atas, tidak terbatas bahasa Arab. Hasil pencarian seperti thesaurus, menampilkan kosakata semakna (sinonim). Berbasis referensi kamus klasik dan modern. Hasil pencarian diklasifikasikan secara sistematis, (1) kelas kata (kata kerja, kata benda, kata sifat atau keterangan); (2) makna

(54)

kata sesuai kelas kata; (3) sinonim dan istilah dengan penjelasan kategorinya. Tersedia laman istilah dalam bidang tertentu, seperti istilah kimia, kedokteran, dan lain-ain. Terdapat laman download kamus ebook dan tersedia forum diskusi, fungsinya mengakomodasi istilah kontemporer terbaru yang belum ditemukan dalam pencarian untuk didiskusikan dengan sesama pengguna.

Dalam mengartikan bahasa arab ke bahasa arab, website ini menggunakan beberapa referensi, yaitu:

mu’jam al’itishab, mu’jam al wasith, mu’jam al ghany, mu’jam allughah al arabiyah al mua’ashirah, mu’jam al mukhtar as shihhah, mu’jam mustalah al fiqhiyah, mu’jam ma’ani al asma’ dan mu’jam al ashwat. Dalam website ini juga terdapat pengertian-pengertian kalimat al quran yang diambil dari beberapa tafsir, seperti tafsir jalalain, mu’jam kalimat al quran (Syaikh Muhammad Husnaini al Makhluf dan) tafsir Muyassar.

Kamus al-Ma’any online ini memiliki Fitur lain selain bahasa, di antaranya:38

a. Kalimaat Alquran‘ yang bisa membantu kita mencari kata dalam Alquran.

b. Muradif dan Mudhodh yaitu mencari sinonim dan antonim kata bahasa Arab.

38 https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2017/09/12/kamus-online- almaany-paling-lengkap-dan-rekomended/, diakses pada tanggal 25 Juli 2019, pukul 15.00 WIB.

(55)

c. Ma’ani Asmaa’ yaitu mencari arti nama nama seperti arti Safwah, Ghani, Zaki dan lainnya. Cocok buat rujukan mencari nama atau arti nama anda atau putra putri anda.

d. Fawaid Lughawiyah, disini kita bisa belajar dan mengetahui makna beberapa istilah dalam bahasa Arab, karena luasnya bahasa Arab satu kejadian atau sesuatu bisa dimaknai dengan beberapa makna seperti Annu’as, Azzafiir dan lainnya.

e. Aqwal Ma’tsurah atau Quote juga ada, diambil dari perkataan sahabat, tabiin dan para ulama. Cocok buat rujukan anda belajar quote islam dan bahan update sosial media.

3. Arabic-English Tematic Lexicon dan Penulis

Kamus Arabic-English Tematic Lexicon karya Daniel Newman. Kamus ini merupakan kamus berbahasa Arab-Inggris yang terdiri dari sekitar 8000 istilah yang terdiri dari berbagai macam tema.

Diantaranya adalah tentang flora dan fauna, makanan dan minum, tubuh manusia, perawatan kesehatan, keluarga, perumahan, pakaian, pendidikan, IT, olahraga, politik, ekonomi dan perdagangan, hukum, media, bahasa, geografi, perjalanan, agama, seni, sains dan sumber daya alam. Entri dalam kamus leksikon ini diambil dari korpus luas kontemporer Kosakata bahasa Arab standar, berdasarkan sumber-sumber otentik.

(56)

Selain kata kerja, kata benda dan kata sifat, leksikon termasuk frase dan kolokasi. Kamus ini bertujuan untuk memudahakan para pembelajar bahasa Arab-Inggris dalam memahami bahasa Arab standar yang digunakan dalam keseharian untuk berkomunikasi secara efektif.

Kamus ini juga berfungsi sebagai panduan referensi untuk semua pengguna bahasa Arab.39

Daniel Lawrence Newman (lahir 1963) adalah seorang penulis, sarjana, dan penerjemah sastra Arab- Inggris. Newman saat ini adalah kepala departemen Arab di University of Durham dan Direktur program MA penerjemahan dan Interpretasi Bahasa Inggris- Arab. Ia menjabat sebagai penasihat khusus untuk Proyek Keadilan Pidana Islam di Pusat Hukum &

Keadilan Pidana, Sekolah Hukum Durham , dan menjabat sebagai anggota dewan di Masyarakat Inggris untuk Studi Timur Tengah dari 2008-2012. Newman menerima gelar doktor dari School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas London . Penelitian Newman dalam studi bahasa Arab berpusat pada linguistik (fonetik dan dialektologi) dan sastra. Newman telah menerjemahkan beberapa karya sastra Arab, baik dari era pra-modern dan modern. Ini termasuk Takhlis al-Ibriz fi Talkhis Bariz oleh Rifa'a

39 Daniel Newman, Arabic-English Tematic Lexicon, (Ney York:

Routledge, 2007), h. i.

(57)

al-Tahtawi (dengan judul An Imam in Paris ) dan Cerita Pendek Arab Modern.40

4. Lexicon of Touristic Terms English-Arabic dan Penulis

Lexicon of Touristic Terms English-Arabic adalah salah satu alat pengetahuan modern yang sangat dibutuhkan di saat ini. Dalam kamus ini terdapat sejumlah istilah yang terkait dengan sektor pariwisata dalam berbagai aspek, seperti akomodasi, daya tarik wisata, pengeluaran, dan lainnya. Kamus ini berbeda dengan kamus berdasarkan ukuran, pengaturan dan metodologi.

Pembuatan kamus ini mengandalkan kamus bilingual dan kamus khusus, serta buku-buku linguistik, ilmiah dan pariwisata. Kamus Istilah Pariwisata ini disusun oleh tim Saudi Commission for Tourism and Antiquities dengan personalia tim, oleh Prof. Dr. Ahmad M. al-Dubayb, anggota Majlis Ashshura, dan Dr. Muhammad A. al-Hayzan, Bander A. al-Daban, Abdulaziz N. al-Khurayyif dan Majed A.

al-Hujaylan.41

Berbagai kesulitan yang tim penyusun hadapi selama pembuatan kamus ini, terkait dengan pilihan

40 https://en.m.wikipedia.org/wiki/Daniel_Newman_(academic), diakses pada tanggal 25 Juli 2019, pukul 13.00 WIB.

41 Saudi Commission for Tourism & National Heritage, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, Lexicon Of Touristic Terms English-Arabic, (Saudi Arabia: 2013),h. 4-5.

(58)

padanan bahasa Arab yang sesuai, dan makna yang tepat dari padanan-padanan yang dianggap efektif mana yang dipakai mana yang tidak. Kesulitan ini muncul dari sejumlah kosakata dan istilah yang dapat digunakan dalam pariwisata di tempat lain yang tidak semuanya dapat dimasukkan dalam leksikon ini.

Banyak istilah asing digunakan secara luas dalam bahasa lisan dan tulisan. Dalam hal ini, istilah-istilah ini harus diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang setara ditemukan dan digunakan dalam studi ilmiah, artikel surat kabar, korespondensi resmi, tanda-tanda, dll. Dengan tujuan membangun dan mempromosikan penggunaannya. Terkadang sebuah kata membawa arti yang berbeda; kata-kata seperti itu harus didefinisikan ulang untuk membakukan terminologi dan melahirkan pemahaman yang lebih baik tentang kosakata Arab.

Saudi Commission for Tourism and Antiquities berharap bahwa kamus ini akan mewujudkan tujuan yang bermanfaat bagi semua kalangan dunia pariwisata.

5. Kamus Istilah Pariwisata dan Penulis

Upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan pariwisata telah banyak dilaksanakan, baik oleh pemerintah maupun oleh swasta seperti pengembangan objek wisata, pembangunan hotel, pengadaan sarana angkutan wisata, dan pendirian restoran. Oleh karena di Indonesia sampai saat mi belum ada kamus istilah

(59)

mengenai kepariwisataan yang mencakup seluruh kegiatan pariwisata dan yang sangat diperlukan oleh berbagai kalangan masyarakat, Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata merintis usaha menyusun Kamus Istilah Pariwisata mi. Kamus Istilah Pariwisata mi semula dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata dalam rangka menunjang pelaksanaan program pendidikan dan latihan, yang dapat pula dipergunakan oleh para pejabat/petugas dalam bidang kepariwisataan.

Diharapkan pula kamus mi dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang mempelajari kepariwisataan, perhotelan, dan usaha perjalanan. 42

Buku Kamus Istilah Pariwisata ini semula merupakan naskah yang berjudul "Kamus Istilah Pariwisata" yang disusun oleh tim dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Departemen Pariwisata, Pos,dan Telekomunikasi dengan personalia tim, ialah Drs. M.

Hanafi (Pennggung jawab), Suryanto, S.H. (Ketua), Drs. A. Winarno, Drs. FMns Gromang, Drs. Acep Hidayat, Nico Karl Logoh (anggota), Dra. Endang Martoni (Penasihat AM), Hermanoe Maulana (PenasihatBahasa), Saripin, Aseni Usman (Pembantu),

42 Surjanto, A. Winarno, Frans Gromang, Acep Hidayat, dan Nico Karl Logoh, Kamus Istilah Pariwisata, (Jakarta: Progres Bekerjasama Dengan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2003), h. VI.

(60)

dan Drs. Maryatno, serta Drs. Udin Saifuddin (Manusia Sumber). Setelah dinilai dan disunting, naskah itu diterbitkan dengan dana Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia. Akhirnya, kepada Drs. Hans Lapoliwa, M. Phil., Pemimpin Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia, beserta seluruh staf sekretariat Proyck, tenaga pelaksana, dan semua pihak yang memungkinkan, terwujudnya penerbitan buku ini dengan penerbit Progres bekerjasama dengan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2003.

Referensi

Dokumen terkait

Kecamatan Pelayangan pada Tahun 2014 hanya terdiri dari 6 Keluarahn dan 46 Rukun Tetangga, Kelurahan Arab Melayu dan kelurahan Tahtul Yaman memiliki kelurahan

Korosi dalam tanah adalah suatu variabel yang dapat bervariasi dari yang cepat sampai yang dapat diabaikan, ini dapat dilihat oleh kenyataan yang terjadi pada

Sebagai sebuah metode komunikasi, lagu Kacong tor Jhebbhing berisi lirik/teks yang mengandung pesan tentang budaya Madura.. Lagu Kacong tor Jhebbhing merupakan

Kegiatan Usaha Perdagangan, pecetakan, jasa, serta pemegang hak waralaba “7-Eleven” Jumlah Saham yang ditawarkan 959.726.853 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. [Div/ C

Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh komposit tepung kimpul dan tepung terigu terhadap kualitas cookies semprit dengan prosentase 80% dan 90% ditinjau dari warna, rasa,

Langkah tersebut mencakup program pengurangan energi, program penanaman pohon di jalan-jalan, penggantian (konversi) lampu-lampu jalan dengan teknologi yang lebih

Alhamdulillah untuk melandasi tugas dan kewajiban baik pengurus maupun anggotanya maka dibuatlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Paguyuban yang telah dibahas

berjalan pada sistem operasi Windows dan tidak dapat diakses dari luar jaringan, sedangkan kelebihannya adalah aplikasi ini dapat digunakan untuk tes toefl